KHUTBAH JUMAT MATERI MENSYUKURI HARI KEMERDEKAAN

Mensyukuri Hari Kemerdekaan
Posted on Februari 5, 2008 by E-Center Istiqlal

(Intisari Khutbah Jum’at tanggal, 12 Agustus 2005 M / 07 Rajab 1426 H)

Oleh: KH. Syukron Ma’mun

Saat ini kita berada di bulan yang bersejarah bagi bangsa Indonesia ialah bulan Agustus. Disebutkan dalam Pembukaan UUD ‘45, atas berkat rahmat Allah SWT yang telah mengantarkan bangsa Indonesia ke pintu kemerderkaannya. Kemerdekaan bangsa Indonesia bukan hadiah dari Belanda, dan Jepang, tapi kemerdekaan ini ditebus oleh seluruh rakyat Indonesia dengan cucuran air mata dan tetesan darah. Pada saat itu rakyat Indonesia bersatu untuk menegakkan negara kesatuan Republik Indonesia, mereka tidak pernah berpikir apakah istrinya akan menjadi janda, anaknya akan menjadi yatim, hal itu tidak terpikir oleh pejuang-pejuang bangsa, yang terpikir hanya merdeka…!.

Hendaknya kita yang sedang menikmati kemerdekaan ini, harus banyak mengkoreksi diri, karena berkat jasa-jasa para pahlawan yang telah berpulang ke rahmatullah kita merdeka. Mereka mengorban­kan darahnya demi kemerdekaan bangsa Indonesia agar terlepas dari cengkraman penjajahan. Supaya Indonesia, dipimpin oleh bangsanya sendiri yang bersih dan jujur, sehingga kekayaan alam yang dimiliki bangsa Indonesia tidak saja dinikmati oleh orang asing, tapi dinikmati oleh bangsa sendiri.

Maka koreksi kepada kita sendiri, apakah benar-benar bangsa Indonesia sudah diperintah oleh bangsa yang bersih, dipimpin oleh pemimpin yang bersih, jujur, dan yang benar-benar memikirkan rakyat kecil yang sengsara?. Ini merupakan sebuah pertanyaan besar, apakah seluruh kekayaan bangsa Indonesia benar-benar sudah dinikmati oleh rakyat kecil. Apakah kekayaan alam ini dinikmati oleh investor-investor bersama-sama oleh pejabat negara?.

Kalau di dalam pembukaan undang-undang Dasar 45, kita sudah kometmen bahwa kemerdekaan ini atas berkat rahmat Allah SWT. Bagaimana sejarah telah menunjukan bambu runcing dapat mengalahkan penjajah Belanda dengan senjata-senjata moderennya. Ini semua di samping perjuangan dan keikhlasan anak bangsa ini, juga berkat rahmat yang diberikan Allah kepada bangsa Indonesia yang harus kita syukuri bersama. Allah SWT berfirman, yang artinya : “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS. 7 Al-‘Araaf 96).

Kalau bangsa Indonesia yang sudah 60 tahun merdeka, semestinya bangsa Indonesia sudah menjadi bangsa yang besar, bangsa yang mulia, bangsa yang sejahtera. Tetapi nyatanya bangsa Indonesia belum menjadi bangsa yang besar, karena ketergantungan kepada bangsa lain, tidak ada orang yang berhutang itu mulia. Apalagi satu bangsa yang hutangnya besar tidak akan mulia di tengah-tengah percaturan internasional.

Oleh sebab itu Pemerintah marilah kita sama-sama mengekang perut, tutup hutang lama, jangan memulai hutang baru. Negara Republik Indonesia yang merupakan anugrah dari Allah SWT, yang nikmat dan kekayaannya begitu berlimpah ruah, mestinya tidak pantas menjadi negara yang banyak hutang dan menjadi negara yang miskin, seandainya dikelola dengan penuh amanah. Sebagaimana firman Allah SWT :

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا اْلأَمَانَاتِ إِلَىأَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللهَ كَانَ سَمِيْعًا بَصِيْرًا

Artinya : “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS. 4 An-Nisaa 58).

Dalam ayat ini Allah memerintahkan supaya memberikan amanah kepada ahlinya. Amanah itu banyak macamnya; titipan, ilmu merupakan amanah, anakpun merupakan amanah, hartapun, juga kedudukan, jabatan yang dimaksud dalam ayat ini juga merupakan amanah, berikanlah kedudukan dan jabatan itu kepada ahlinya, mulai dari pejabat yang sekecil-kecilnya sampai kepada yang sebesar-besarnya. Dari mulai pemilihan kepala desa, camat, bupati, gubernur, menteri, sampai pemimpin negara, berikanlah kepada yang pantas dan serahkan jabatan kepada yang betul-betul ahlinya, yang amanah, terpercaya, dan jujur, jangan sampai jabatan ini diduduki oleh orang-orang yang berkhianat, yang hanya menumpuk kekayaan untuk kepentingan pribadinya, sehingga rakyatnya menjadi sengsara. Dan juga apabila menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah tetapkan hukum dengan adil, tanpa membeda-bedakan manusia.

Ada kisah seorang wanita dari golongan Al-Mahzumiyah kedapatan mencuri, tokoh-tokoh Quraisy Arab bingung, karena wanita ini termasuk dari golongan bangsawan yang berjasa terhadap agama, kemudian di saat tokoh-tokoh Quraisy itu bingung, mereka bermusyawarah, maka mengutus Husama bin Zaid untuk menghadap kepada Rasulullah SAW meminta supaya si wanita itu tidak dihukum dengan potong tangan. Setelah Husama dihadapan Rasulullah SAW, kemudian menceritakan tentang wanita yang mencuri ini, mendengar ucapan Husamah, muka Rasulullah SAW merah (menunjukan Beliau itu marah). Kemudian Beliau bersabda : “Wahai Husamah telah hancur bangsa-bangsa sebelum kamu, karena apabila yang mencuri itu orang besar, seluruhnya tutup mulut, tetapi kalau yang mencuri rakyat kecil, semuanya berteriak tegakkan kebenaran dan keadilan”. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, yang artinya : “Wahai Husamah demi Allah, sendainya anak saya yang bernama Fatimah itu mencuri, pasti saya potong tanganya”. Jadi teori yang mengatakan kedudukan manusia di depan hukum itu sama, bukanlah orang Eropa dan Amerika melainkan Rasulullah SAW.

Di sinilah Allah SWT mengingatkan kepada kita semua, apakah kita ini sudah menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah?. Dengan adanya musibah, bencana dan kesulitan datang silih berganti tak pernah berhenti di tengah-tengah bangsa Indonesia hendaklah kita berfikir.

Di dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman yang artinya : “Orang-orang yang telah ditetapkan oleh Allah dipermukaan bumi ini, Allah yang telah memberikan tempat, kedudukan dan jabatan kepada mereka, apakah mereka itu menegakan shalat, apakah mereka itu mengeluarkan zakat, apakah mereka itu menyuruh kepada kebaikan, dan mencegah kemungkaran”. Bagi pemimpin-pemimpin bangsa, tentunya yang beragama Islam pertama kali tegakan shalat dan keluarkan zakatnya wahai pemimpin-pemimpin bangsa. Kemudian sebagai pemimpin dari sekecil-kecilnya sampai kepada yang sebesar-besarnya kewajiban, utamanya menegakan keadilan dan mencegah kemungkaran, apakah pemimpin-pemimpin sudah melaksanakan apa yang dipesan oleh Al Qur’an?

Al-Qur’an memesankan lagi yang artinya : “Barang siapa menetapkan hukum bukan dengan hukum Allah itulah orang-orang yang kafir, barang siapa yang mentetapkan hukum bukan dengan hukum Allah itulah orang-orang yang zhalim, dan termasuk juga orang-orang yang fasik”. (QS. 5 Maidah : 44-45-47)

Marilah kita yang sudah merdeka selama 60 tahun ini mengoreksi diri, benarkah kita sudah menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah, baik para pemimpin bangsa maupun rakyatnya, benarkah sudah menjauhi apa yang dilarang oleh Allah, baik pemimpinnya maupun rakyatnya, kalau negara ini ingin menjadi negara yang makmur dan diridhai Allah SWT.

Mudah-mudahan Allah SWT memberikan taufiq dan hidayahnya kepada para pemimpin dan seluruh rakyat Indonesia untuk menjadi orang-orang yang sholeh dan solehah yang selalu menjalankan apa yang diperintahkan Allah dan manjauhi apa yang dilarangNya, sehingga membawa bangsa ini ke jalan yang diridloi oleh Allah SWT.

Filed under: Khutbah 2005
« Dzikir Melahirkan Akhlak yang Mulia Mengisi Kemerdekaan Dengan Keadilan »

About these ads

Posted on 18 Juli 2011, in KAJIAN, KHUTBAH JUMAT. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masjid Tanpa Warna "MASJID ALFAJR" BANDUNG

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

FORUM ULAMA UMMAT INDONESIA (F U U I)

"PEMERSATU ULAMA DAN UMMAT"

islamhouse.com :: Semua :: Indonesia

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

MASJID TAQWA SERITANJUNG

group SITUSARA posting by a. rozak abuhasan

maktabah abi yahya™

Bagi yang Tahu Betapa Pentingnya ILMU

Blog Ahlus Sunnah

Blognya Abu Zaid

SITUSARA

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

ABU ZUBAIR

Berusaha Meraih Husnul Khatimah Dengan Meniti Jejak Shalaful Ummah

Kumpulan Khutbah Jum'at

Kumpulan Khutbah Jum'at

KUMPULAN KHUTBAH JUM`AT

Group SITUSARA by A. ROZAK ABUHASAN

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

Buku Islam Online

Pusatnya Buku Islam

Jelajah Alam Belantara

Just another WordPress.com site

Audio salafy | Download gratis kajian salafy

Download kajian-kajian ustadz-ustadz salafy Indonesia

ISLAM DAN KEHIDUPAN

Bersama Membangun Peradaban Umat

Media Belajar Islam™

Memuat Artikel Islam dan Umum, dan Free download Mp3 dan E-Book Islami

www.fuui.wordpress.com--sarana komunikasi ulama & ummat

Memurnikan Tauhid menuju Jihad Fi Sabilillah

TOPIK WARNA-WARNI

Aneka Ragam Topik Disuguhkan oleh IWAN DAHNIAL

Ichsan Mufti

Rekaman ide.. Tentang beberapa hal yang saya anggap penting

Ulama Sunnah

Kumpulan Biografi, Artikel dan Fatwa Ulama Ahlussunnah

islamhouse.com :: New! :: English

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

Cahaya Mukmin

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

Maskuncoro

Ikatlah ilmu itu dengan menuliskannya

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.176 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: