KHUTBAH JUMAT MATERI : TIGA NASIHAT

KHOTBAH JUMAT

MATERI

TIGA NASIHAT
Khalifah Ali bin Abi Thalib
20111216-TIGA NASIHAT

Masjid Al-Fajr
Bandung

SUMBER:
Arif Prasetyo Aji
http://www.arifprasetyo.com

http://firaprasa.blogspot.com/2009/05/tiga-nasehat.html

di edit ulang oleh :

H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

http://arozakabuhasan.wordpress.com/

2011-12-16


KHOTBAH PERTAMA
اَلْحَمْدُِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُبِااللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وِمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
اَشْهَدُ اَنْ لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ وَصَحـْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.
إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُونَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ (3:102) أَمَّا بَعْدُ؛

Kaum muslimin Rohimakumullah
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan dan kesehatan kepada kita.
Dialah pula yang telah menyisipkan hidayah dalam hati kita, yang dengan hidayah tersebut, Allah SWT telah menggerakkan hati kita untuk melangkahkan kaki kita menuju masjid ini. Sehingga kita bisa berkumpul bersama untuk menunaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim, yaitu melaksanakan shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah Jum’at yang merupakan bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan ibadah shalat Jum’at ini.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad saw. Semoga kecintaan kita kepada beliau SAW, dapat mempertemukan kita dengannya nanti di syurga, bersama dengan para Nabiyyin, shiddiqin, syuhadaa’ dan shalihin.
Ikhwatal Iman rahimakumullah… jamaah shalat jum’at yang berbahagia. Selanjutnya, izinkanlah khatib mengingatkan kita semua termasuk diri khotib sendiri untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Karena tidak ada bekal terbaik yang dapat menyelamatkan kita dalam kehidupan di dunia dan akhirat kelak kecuali taqwa.
Ikhwatal Iman rahimakumullah… jamaah shalat jum’at yang berbahagia
Siapapun orangnya, nasihat amat dibutuhkan oleh manusia agar ketika hidup belum baik bisa diarahkan menjadi baik dan bila sudah baik bisa ditingkatkan lagi menjadi lebih baik. Karena itu setiap kita harus meminta nasihat dari orang lain dan mencarinya dari catatan generasi terdahulu.

Salah satu nasihat yang bagus untuk kita hayati dan kita wujudkan dalam kehidupan kita adalah dari sahabat Nabi Muhammad saw yang menjadi khalifah, yaitu Ali bin Abi Thalib. Nasihat beliau yang amat bagus itu dicatat oleh Imam Nawawi Al Bantani dalam kitabnya Nashaihul Ibad, yaitu :

“Dari sekian banyak nikmat dunia, cukuplah Islam sebagai nikmat bagimu, dari sekian banyak kesibukan, cukuplah ketaatan sebagai kesibukan bagimu, dan dari sekian banyak pelajaran, cukuplah kematian sebagai pelajaran bagimu.”

Dari ungkapan di atas, Ali bin Abi Thalib memberi tiga nasihat untuk kita laksanakan dalam kehidupan yang singkat ini.
وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا (23)
“Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS. Al-Furqon [25] : 23)

ISLAM SEBAGAI KENIKMATAN
Dalam hidup ini, kita ingin mendapatkan kenikmatan yang banyak, namun dari sekian banyak kenikmatan, Islam sebagai agama harus kita jadikan dan kita rasakan sebagai kenikmatan yang paling pokok dan yang paling besar. Hal ini karena memiliki agama yang benar sehingga bisa menjadi petunjuk hidup yang benar merupakan sesuatu yang amat berharga baik di dunia maupun di akhirat, apalagi Allah swt telah menyatakan Islam sebagai agama yang sempurna dan kenikmatan yang dicukupkan.

Allah swt berfirman : “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu menjadi agama bagimu .” (QS Al Maidah [5]:3)

Manakala Islam telah kita akui sebagai kenikmatan terbesar, maka kita akan sangat antusias untuk menjalani kehidupan ini sesuai dengan nilai-nilai Islam dan ketika Islam kita laksanakan maka kitapun bisa merasakan kenikmatannya yang membuat kita akan terus menjalankan ajaran Islam.

Kalau Islam boleh kita umpamakan seperti makanan lezat, maka hanya orang sakit yang tidak antusias dan tidak bisa merasakan kelezatannya, karenanya bila di dalam hati terdapat penyakit, maka kita tidak antusias melaksanakan Islam dan bila kita laksanakan juga kitapun tidak merasakan kelezatannya, begitulah yang dirasakan oleh orang-orang munafik.

Allah swt berfirman : “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (QS Al Baqarah [2]:11)

Karena Islam merupakan kenikmatan terbesar dalam hidup di dunia dan akhirat, maka setiap kita akan selalu bersemangat dalam menjalankan ajaran Islam, bahkan kita akan membagi kelezatan Islam itu lepada orang lain dengan mendakwahkannya.
KETAATAN SEBAGAI KESIBUKAN

Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya serta ketaatan kepada manusia dalam hal-hal yang tidak bertentangan dengan ketaatan lepada Allah dan Rasul-Nya merupakan sesuatu yang harus kita wujudkan dalam kehidupan ini, bahkan hal ini harus menjadi kesibukan kita seharí-hari. Karenanya Allah swt menghimbau secara khusus kepada orang-orang yang beriman sebagaimana firman-Nya :

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS An NIsa [4]:59)

Karena ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya harus menjadi kesibukan utama kaum muslimin, maka segala seruan dalam kerangka itu selalu disambut secara positif . Sebagaimana firman Allah swt : “Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan, ‘Kami mendengar, dan Kami patuh’ dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung.”(QS An Nur [24]:51)

Salah satu keuntungan sangat penting yang kita peroleh bila sibuk dalam ketaatan adalah petunjuk dari Allah swt yang lebih banyak lagi, hal ini dinyatakan Allah swt dalam firman-Nya :

“Katakanlah : “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling Maka Sesungguhnya kewajiban Rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. dan tidak lain kewajiban Rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang”. (QS An Nur [24]:51). (QS An Nur [24]:54)

Bila di dunia sudah memperoleh petunjuk dari Allah swt yang membuatnya semakin sibuk dalam ketaatan, maka pahala yang besar akan diperolehnya dan Allah swt menjamin tidak dikurangi sedikitpun, hal ini ditegaskan di dalam firman-Nya :

Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah : “Kamu belum beriman, tapi Katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Hujurat [49]:14).
Bila di dunia sudah memperoleh petunjuk dari Allah swt yang membuatnya semakin sibuk dalam ketaatan, maka pahala yang besar akan diperolehnya dan Allah swt menjamin tidak dikurangi sedikitpun, hal ini ditegaskan di dalam firman-Nya :

Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah : “Kamu belum beriman, tapi Katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Hujurat [49]:14).
Bila sudah demikian, maka di akhirat orang yang taat lepada Allah dan Rasul-Nya dipastikan masuk ke dalam surga, hal ini dinyatakan dalam firman-Nya :

“Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah kemenangan yang besar .”(QS An NIsa [4]:134)

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم


KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ:
Kaum muslimin rohimakumullah…
KEMATIAN SEBAGAI PELAJARAN
Mati merupakan suatu kepastian yang akan dialami oleh setiap orang, namun tidak sedikit manusia yang lupa bahwa dia akan mati sehingga di dalam Islam dikenal adanya perintah untuk dzikrul maut atau mengingat kematian. Lupa mati bisa dipahami dalam arti manusia memang lupa bahwa dia akan mati, namun bisa jadi ia lupa akan bekal amal shaleh yang harus dipersiapkan untuk kehidupan sesudah kematian.

Dalam kaitan inilah, maka ketika ada orang yang mati, seharusnya hal itu menjadi pelajaran yang sangat berharga. Oleh karena itu banyak pelajaran yang harus kita ambil untuk menjalani kehidupan yang baik dari kematian seseorang, apa yang dikemukakan oleh Ali bin Abi Thalib memang didasari oleh hadits Rasulullah saw :

Bila kita sudah bisa mengambil pelajaran dari kematian seseorang, maka paling tidak ada dua hal penting yang harus kita lakukan dalam hidup ini. Pertama, kita akan berusaha untuk mati dalam keadaan tunduk, patuh dan taat kepada Allah swt setiap saat. Karena mati merupakan rahasia Allah swt yang bisa terjadi kapan saja, karenanya bagi kita tidak penting kapan enaknya mati tapi yang terpenting adalah apakah kita mati dalam ketundukan atau tidak.

Allah swt berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam” (QS Ali Imran [3]:102)

Kedua, selalu memperbanyak amal shaleh dalam hidup ini karena mati bukanlah akhir dari segalanya tapi mati justeru sebenarnya awal dari kehidupan yang baru. Yakni kehidupan akhirat yang enak atau tidaknya sangat tergantung pada seberapa banyak amal shaleh yang kita lakukan dalam hidup ini, Allah swt berfirman :

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”. (QS Al Kahfi [18]:110)

Manakala nasihat di atas bisa kita wujudkan dalam hidup ini, niscaya kehidupan bisa kita jalan kan dengan baik sebagaimana yang diinginkan Allah swt dan Rasul-Nya.
Semoga Allah menjadikan kita ini orang-orang yang benar-benar beriman, ikhlas, dan mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan istiqomah yaitu konsisten dan konsekuen. Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah, Marilah kita berdoa, memohon kepada Allah Swt. :

Ya Allah pelihara iman kami dan berikan kepada kami kesempatan merasakan manisnya iman dalam kehidupan ini yaitu dalam meneladani seluruh sunnah Rasulullah saw. dengan sebaik-baiknya, yang mengantarkan kami menuju keselamatan dunia dan akhirat.
Ya Allah bimbinglah kami untuk mengendalikan dan menundukkan hawa nafsu kami
Peliharakan hati dan pendengaran kami agar kami tidak terpedaya dari tipu daya syaithan yang merusak amal ibadah yang telah dan akan kami lakukan.

اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ

v Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan.
v Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan.
v Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi ampunan.
v Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat.
v Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki.
v Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang dzalim dan kafir
v اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ
Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan do’a.

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
v Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.
Demikianlah yang dapat kami sampaikan, mohon maaf atas segala kehilafan dan kekurangan.
Penutup khotbah kedua
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْوَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ.
Assalamu`alaikum Wr. Wb

About these ads

Posted on 9 Februari 2012, in KAJIAN, KHUTBAH JUMAT and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

islamhouse.com :: Semua :: Indonesia

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

MASJID TAQWA SERITANJUNG

group SITUSARA posting by a. rozak abuhasan

maktabah abi yahya™

Bagi yang Tahu Betapa Pentingnya ILMU

Blog Ahlus Sunnah

Blognya Abu Zaid

SITUSARA

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

ABU ZUBAIR

Berusaha Meraih Husnul Khatimah Dengan Meniti Jejak Shalaful Ummah

Kumpulan Khutbah Jum'at

Kumpulan Khutbah Jum'at

KUMPULAN KHUTBAH JUM`AT

Group SITUSARA by A. ROZAK ABUHASAN

FORUM ULAMA UMMAT INDONESIA (F U U I)

"PEMERSATU ULAMA DAN UMMAT"

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

Buku Islam Online

Pusatnya Buku Islam

Jelajah Alam Belantara

Just another WordPress.com site

Audio salafy | Download gratis kajian salafy

Download kajian-kajian ustadz-ustadz salafy Indonesia

ISLAM DAN KEHIDUPAN

Bersama Membangun Peradaban Umat

Media Belajar Islam™

Memuat Artikel Islam dan Umum, dan Free download Mp3 dan E-Book Islami

www.fuui.wordpress.com--sarana komunikasi ulama & ummat

Memurnikan Tauhid menuju Jihad Fi Sabilillah

TOPIK WARNA-WARNI

Aneka Ragam Topik Disuguhkan oleh IWAN DAHNIAL

Ichsan Mufti

Rekaman ide.. Tentang beberapa hal yang saya anggap penting

Ulama Sunnah

Kumpulan Biografi, Artikel dan Fatwa Ulama Ahlussunnah

islamhouse.com :: New! :: English

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

Maskuncoro

Ikatlah ilmu itu dengan menuliskannya

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.176 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: