KUMPULAN KHUTBAH JUMAT 2007 WORDPRESS.COM

Kumpulan Khutbah Jum’at

http://khutbahjumat.wordpress.com/

 Khutbah Jum’at – 20071228

Posted on December 31, 2007 by It’s Me

Manusia mencari ridho ALLOH SWT dengan cara meningkatkan ketakwaannya kepada ALLOH SWT. Dengan ketakwaan yang baik maka akan meningkatkan kemuliaan kita di mata ALLOH SWT.

Tiap manusia ingin hidup selamat di dunia dan akhirat. Dia akan menolak semua kejahatan dan kesulitan hidup. Sementara itu, kehidupan akan berjalan sesuai dengan sikap/tingkah laku manusia. Contoh, lapar hanya akan hilang jika manusia makan. Bodoh bisa dihindari jika manusia mau belajar, dan seterusnya.

Al Qur’an membawa petunjuk berisi keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Tinggal manusia yang tentukan/pilih, kehidupan macam mana yang ingin dia lakoni.

Apa yang terjadi di dunia merupakan sunnatulloh. Apabila sunnatulloh (keseimbangan) tidak berjalan dengan baik, maka akan terjadi bencana.

Sunnatulloh berlaku untuk semua makhluk, termasuk manusia sebagai khalifah di muka bumi. Sebagai contoh, ALLOH SWT ciptakan api untuk membakar. Maka manusia yang mesti berpikir manfaat dan bahaya api. Hal yang sama untuk ciptaan2 lainnya. Siang-malam, dingin-panas.

Ayat di Al Qur’an sudah menjelaskan tentang sunnatulloh (keseimbangan) ini,“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (Al Baqarah(2):164). Ayat ini juga menjelaskan bukti kebesaran dan kemurahan hati ALLOH SWT.

Jika kita berbuat sesuatu, maka akibat atau efeknya akan kembali lagi kepada kita. Jika kita sering berbuat baik, maka hal baik yang akan kita dapatkan. Sebaliknya, jika kejahatan yang kita sebar, maka kita (cepat atau lambat) akan terkena efek kejahatan yang kita lakukan itu.

Filed under: Khutbah Jum’at | 3 Comments »

Khutbah Jum’at – 20071221

Posted on December 28, 2007 by It’s Me

Sifat takabur/lebih mulia mesti dikikis. Islam memberi pedoman, bahwa manusia punya asal yang sama, sehingga dilarang saling ejek terhadap suku/bangsa yang lain. ALLOH SWT sudah menegaskan bahwa Dia menciptakan manusia dalam berbagai ras dan suku bukan untuk berpecah belah. Perhatikan Al Hujurat(49):13,“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Dari ayat di atas, terutama yang digaris tebal, menunjukkan bahwa perbedaan yg ada pada diri manusia mengharuskan manusia saling mengenal.

Rasululloh SAW sendiri sudah bersabda,“Hai ummat manusia! Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah satu. Ingatlah! Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang lain Arab; tidak pula ada kelebihan bagi orang lain Arab atas orang Arab; tidak juga ada kelebihan orang yang berkulit merah atas orang kulit hitam; dan tidak pula orang kulit hitam atas orang kulit merah, melainkan lantaran taqwa, sebab sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu ialah yang paling bertaqwa kepada Allah.” (Riwayat Baihaqi)

Dengan demikian, yang membedakan manusia (di hadapan ALLOH SWT) hanyalah tingkat ketakwaannya kepada ALLOH SWT. Karenanya, sesama muslim dilarang saling mencela/mengejek. Dalam Al Hujurat(49):11, ALLOH SWT berfirman,“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.”

Iblis adalah makhluk pertama yang takabur. Padahal, makhluk yang takabur akan ‘dibayar’ kontan akibat sikap takaburnya itu! Iblis tidak mau bersujud kepada Nabi Adam as, karena menganggap dirinya lebih hebat. Hal ini bisa dilihat di Al Baqarah(2):34,“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.”

Akibat sifat takaburnya, Iblis diusir dari surga, Al A’raaf(7):13,“Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.”

Sikap takabur iblis ini mesti dijadikan i’tibar (nasehat) bagi kita, agar kita berlaku lebih baik, dengan menghilangkan sifat takabur dari dalam diri kita.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20071214

Posted on December 16, 2007 by It’s Me

Tanda orang yang celaka di akhirat:
1. Selalu melupakan dosa-dosa yang telah dia lakukan.
Orang yang melupakan dosanya akan menganggap dirinya suci, akibatnya mereka tidak pernah menyesal telah berbuat kejahatan. Padahal, dosa yang telah dilakukan itu telah dicatat dengan rinci, berupa seberapa besar dosa yang dikerjakan, kapan dosa dilakukan, di mana dosa itu diperbuat.

Solusi untuk ini adalah memperbanyak istighfar. Fungsi istighfar di sini adalah untuk menjadi penyeimbang terhadap dosa-dosa yang telah dilakukan.

2. Selalu mengingat/menghitung kebaikan yang pernah dia lakukan.
Dia beranggapan dengan banyak kebaikan yang dia lakukan, maka dia akan selamat di akhirat. Padahal amalan tersebut BELUM TENTU diterima ALLOH SWT.

3. Dalam urusan harta, lebih suka melihat orang yg lebih kaya (mendongak ke atas).
Orang yg selalu melihat ‘ke atas’ dalam urusan harta, dianggap tidak bersyukur/tidak ridho kepada ALLOH SWT yg telah memberi rejeki kepadanya.

Untuk urusan harta, hendaknya kita lebih sering melihat ‘ke bawah’ atau orang yang tidak seberuntung kita.

4. Dalam urusan agama/amal ibadah, dia lebih suka melihat kepada orang yg ‘di bawah’.
Tindakan ini akan membuat dirinya merasa lebih suci, serta lebih benar dalam hal agama. Akibatnya dia akan menganggap dirinya lebih layak menjadi panutan dalam hal agama.

Filed under: Khutbah Jum’at | 3 Comments »

Khutbah Jum’at – 20071207

Posted on December 15, 2007 by It’s Me

ALLOH SWT melarang kita, umat Islam, untuk menyekutukan-Nya, baik dalam keyakinan, ibadah, dan amal perbuatan. Yang menjadi tolok ukur adalah IKHLAS, yang didahulukan dengan niat sebagai titik awal untuk memulai amalan sehari-hari.

Para ulama berpendapat, bahwa amalan yang ‘kecil’ nilainya akan menjadi besar maknanya jika didasari dengan ikhlas. Sebaliknya, jika tanpa didasari ikhlas, maka amalan yg ‘besar’ nilainya akan menjadi tidak berarti di hadapan ALLOH SWT.

Dengan demikian, amal perbuatan SANGAT BERGANTUNG pada niat.

Untuk amal ibadah, pantangan, larangan, semuanya akan diperhatikan umat jika didasari dengan ikhlas. ALLOH SWT tidak akan menerima tobat orang yg sudah hampir mati,“Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertobat sekarang” Dan tidak (pula diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (An Nisaa(4):18)

Niat ikhlas terletak di qolbu.

Umar bin Khatab menyatakan bahwa amal yang diterima adalah amal yg didasari dg keikhlasan. Jika perbuatan dan niat ibadah kita tidak ikhlas, maka penyakit riya akan menjadi penghalang ibadah kita diterima ALLOH SWT.

Jika seseorang menyumbang karena riya’, maka:
– dia ingin menunjukkan bahwa dirinya dermawan
– dia ingin tunjukkan bahwa dirinya banyak uang

Amal perbuatan diikuti dengan ikhlas akaan lebih berguna dan bermanfaat

Filed under: Khutbah Jum’at | 1 Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20071130

Posted on December 7, 2007 by It’s Me

Beberapa ‘peninggalan’ Nabi Ibrahim as adalah:
– Mendirikan Ka’bah
– Ibadah haji

Haji adalah ibadah unik karena perintah-perintah ibadah haji tidaklah sama dengan ibadah2 lainnya. Penyebabnya, haji TIDAKLAH WAJIB, melainkan hanya untuk yang mampu saja.

Untuk melakukan ibadah haji haruslah diawali dengan menuaikan ibadah karena ALLOH SWT, karena banyak orang pergi ke Mekkah bukan untuk haji, namun untuk berbisnis. Bukan berarti ibadah lain boleh dilakukan tanpa meminta ridho ALLOH SWT, namun haji merupakan rangkaian ibadah dalam waktu yg cukup lama.

Sholat butuh 15 menit, namun jika ada unsur riya’ terhadap sholat kita, maka itu berarti kita tidak menjaga hati saat ibadah, sehingga ikhlas bisa hilang akibatnya amal ibadah kita bisa tidak bernilai di hadapan ALLOH SWT.

Puasa butuh waktu 30 hari, dan selama 30 hari itu (hati) kita bisa digerogoti dengan ‘virus-virus’ yg bisa mengakibatkan kualitas ibadah kita menurun.

Haji sendiri bukanlah dilakukan di bulan haji saja, namun dia sudah dimulai 1 tahun lalu, sejak pendaftaran haji. Bagi sebagian orang, ada acara syukuran, lalu bla bla bla…yang mengakibatkan timbul perasaan dan niat yg melenceng dari tujuan semula.

Haji membutuhkan pengorbanan dan keikhlasan. Dengan demikian, hanya orang yg siap berkorban dan ikhlas saja yang akan membuat hatinya ridho, tidak banyak mengeluh terhadap apapun yg menimpa dirinya. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa ikhlas = bekal paling berharga untuk naik haji.

Haji merupakan perwujudan untuk kembali ke ALLOH SWT. Proses kembali ke ALLOH SWT terdiri dari:
– Naik haji
– Wafat (meninggal)
Persamaan dari 2 hal di atas adalah keduanya mengenakan 2 lembar kain putih.

Haji bukanlah masalah biaya, melainkan masalah niat. Berapa banyak orang sudah jalan-jalan keliling eropa, amerika, dst. Tapi mereka tidak pernah tersentuh untuk menuaikan ibadah haji.

Berikut cerita pribadi pengalaman haji seorang saudara.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

Khutbah Jum’at – 20071123

Posted on December 7, 2007 by It’s Me

Perintah qurban yang kita lakukan bukanlah untuk mempersembahkan darah dan daging dari hewan yg kita qurbankan. Karena bukan darah dan daging kurban yg diterima ALLOH SWT, melainkan takwanya yg menjadi penentu. Al Hajj(22):37,”Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

Derajat ketakwaan kita akan selalu berubah, kadang di atas (naik) dan kadang di bawah (turun). Oleh karenanya, janganlah bosan meningkatkan ketakwaan kita.

Ada 4 hajat yg jika dipenuhi, maka hidup kita akan lebih bahagia, insya ALLOH di dunia maupun di akhirat. Keempat hajat itu adalah:
Hidayah = selamat dari kesesatan
– Takwa = hati-hati dan teliti (dalam beribadah)
– Sopan = menjaga kehormatan dengan tidak jatuh ke dalam lembah kenistaan
– Kekayaan = berupa kaya hati dan kaya harta benda (yg halal)

Al Israa’(17):15,”Barang siapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

Dari ayat dan artikel di atas, maka bisa dikatakan bahwa kita JANGAN MENYIA-NYIAKAN hidayah yg telah kita dapat, karena hidayah merupakan modal yg paling mahal.

Kita diminta untuk menjaga sholat kita, sebagaimana diutarakan di Al Baqarah(2):238,”Peliharalah segala salat (mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk.

Sholat janganlah ditinggalkan, karena jika kita tinggalkan sholat maka kita akan mendekat ke kekufuran. Sebagaimana Rasululloh SAW telah bersabda,”Batas antara seseorang dengan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim)
dan
Perjanjian antara kita dengan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkan berarti ia kafir.” (HR- Nasa’i, Tirmidzi dan Ahmad)

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20071116

Posted on November 19, 2007 by It’s Me

Umat Islam merupakan umat pertengahan, tidak condong ke kiri ataupun condong ke kanan, tapi dia berada di tengah. Yusuf Qardhawi menjelaskan bahwa salah satu karakter Islam adalah pertengahan. Dalam sebuah hadits, dinyatakan, dari Abu Hurairoh ’Abdurrohman bin Shakhr rodhiyallohu’anhu, dia berkata: ”Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam bersabda: ” Apa saja yang aku larang bagi kamu hendaklah kamu jauhi, dan apa saja yang aku perintahkan kepadamu maka lakukanlah sesuai kemampuanmu. Sesungguhnya kehancuran umat-umat sebelum kamu adalah karena mereka banyak bertanya dan menyelisihi nabi-nabi mereka (tidak mau taat dan patuh).” (HR. Bukhori dan Muslim)

Hadits di atas mengandung maksud bahwa Rasululloh SAW menyatakan bahwa perbuatan ibadah/amalan yang paling baik adalah amalan yg dilakukan secaraa kontinyu (berkesinambungan) meski amalan tersebut sedikit.

Islam mengajarkan umatnya untuk HARMONI (seimbang) antara ibadah dengan kebutuhan fisik. Rasululloh SAW sudah menyatakan dalam haditsnya,“Sesungguhnya bagi Tuhanmu atas dirimu ada hak, bagi keluargamu atas dirimu ada hak, dan bagi dirimu sendiri atas kamu ada hak, maka berikanlah setiap hak itu kepada yang empunyanya.”

Rasululloh SAW sendiri mencontohkan, bahwa meski beliau mempunyai amalan/ibadah yg hebat, namun beliau tetap seimbang/memperhatikan hal-hal lain, tidak hanya ibadah saja. Beliau berbuka setelah berpuasa, beliau tidur setelah sholat, dan beliau menikah (tidak mengekang hawa nafsunya).

Bahkan Rasululloh SAW mengecam orang2 yang yang tidak mengikut sunnah beliau (terutama menikah). Beliau menyatakan bahwa orang2 yg tidak mengikuti sunnahnya, BUKAN termasuk kepada golongan beliau.

Namun, selalu saja ada aliran2 yg menyimpang dari ajaran Islam, yang seolah-olah mengatasnamakan Islam, namun sebenarnya mereka termasuk aliran sesat. Mereka banyak beribadah tapi tidak peduli dengan lingkungan sekitar.

Dengan kata lain, selalu ada umat yg memudah-mudahkan urusan agama, dan ada juga yg ‘mempersulit’ urusan agama. Padahal ALLOH SWT sudah menyatakan bahwa Dia tidak akan memberi beban selain yg bisa ditanggung, sebagaimana tercantum di Al Baqarah(2):286,“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ……”

Filed under: Khutbah Jum’at | 1 Comment »

Khutbah Jum’at – 20071109

Posted on November 13, 2007 by It’s Me

Umat Islam merupakan umat terbaik yang pernah ada di muka bumi (diciptakan ALLOH SWT). Sebagai buktinya, umat Islam pernah menguasai peradaban dunia selama ratusan tahun sebelum akhirnya pamor Islam menurun drastis. Sayangnya penurunan ini terjadi tidak kalah lama.Umat Islam menjadi umat yg terpecah-belah, tercabik-cabik, sehingga kita mesti banyak introspeksi dan merenungkan hal ini (dan selanjutnya mengambil tindakan). Yang menjadi musuh utama dari umat Islam adalah orang Yahudi, sebagaimana ALLOH SWT nyatakan di Al Maidah(5):82,“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.”

Israel adalah sebuah negara kecil, namun bisa menguasai Amerika Serikat serta (nyaris) melumpuhkan kekuatan Islam, yg jumlahnya lebih besar. Apa penyebabnya? Ternyata jumlah bukanlah faktor penentu kemenangan, tapi hendaknya diiringi dengan kualitas.

ALLOH SWT berfirman,“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Al Imron(3):110).

Ayat di atas menjelaskan bahwa kita, umat Muslim, adalah umat yg terbaik. Namun mengapa kita ‘kalah’ di medan pertempuran melawan musuh2 Islam? Karena kita masih belum menyuruh ma’ruf dan mencegah munkar. Masih banyak kemunkaran di sekitar kita yg kita sering tutup mata.

Setidaknya ada 4 (empat) pilar yang harus dilakukan agar umat Islam bisa bangkit:
1. Bangga dengan Islam.
Tentu saja yang dimaksud di sini bukan hanya bangga terhadap label/organisasi saja. Namun kita mesti bangga dengan ajaran Islam…selain mempraktikkannya, tentu saja. Bangga di sini, kita tidak perlu minder/rendah diri dengan umat2 lain.

2. Melaksanakan ajaran Islam secara menyeluruh (kaffah).
Al Baqarah(2):208 sudah menyatakan ini,“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.”

3. Mendakwahkan Islam.
Tiap pribadi muslim adalah pendakwah, tentunya sesuai dengan kemampuan dia. Bagi perempuan, memakai jilbab merupakan salah satu cara dakwah.

4. Menggunakan potensi untuk berjihad (berjuang di jalan ALLOH SWT).
Tentu saja, jihad bukanlah hanya perang. Menuntut ilmu yg bermanfaat, mengayomi anak yatim piatu, fakir miskin, bahkan mencari nafkah bisa menjadi jihad. Jadi, jangan persempit arti jihad.

 Khutbah Jum’at – 20071116

Posted on November 19, 2007 by It’s Me

Umat Islam merupakan umat pertengahan, tidak condong ke kiri ataupun condong ke kanan, tapi dia berada di tengah. Yusuf Qardhawi menjelaskan bahwa salah satu karakter Islam adalah pertengahan. Dalam sebuah hadits, dinyatakan, dari Abu Hurairoh ’Abdurrohman bin Shakhr rodhiyallohu’anhu, dia berkata: ”Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam bersabda: ” Apa saja yang aku larang bagi kamu hendaklah kamu jauhi, dan apa saja yang aku perintahkan kepadamu maka lakukanlah sesuai kemampuanmu. Sesungguhnya kehancuran umat-umat sebelum kamu adalah karena mereka banyak bertanya dan menyelisihi nabi-nabi mereka (tidak mau taat dan patuh).” (HR. Bukhori dan Muslim)

Hadits di atas mengandung maksud bahwa Rasululloh SAW menyatakan bahwa perbuatan ibadah/amalan yang paling baik adalah amalan yg dilakukan secaraa kontinyu (berkesinambungan) meski amalan tersebut sedikit.

Islam mengajarkan umatnya untuk HARMONI (seimbang) antara ibadah dengan kebutuhan fisik. Rasululloh SAW sudah menyatakan dalam haditsnya,“Sesungguhnya bagi Tuhanmu atas dirimu ada hak, bagi keluargamu atas dirimu ada hak, dan bagi dirimu sendiri atas kamu ada hak, maka berikanlah setiap hak itu kepada yang empunyanya.”

Rasululloh SAW sendiri mencontohkan, bahwa meski beliau mempunyai amalan/ibadah yg hebat, namun beliau tetap seimbang/memperhatikan hal-hal lain, tidak hanya ibadah saja. Beliau berbuka setelah berpuasa, beliau tidur setelah sholat, dan beliau menikah (tidak mengekang hawa nafsunya).

Bahkan Rasululloh SAW mengecam orang2 yang yang tidak mengikut sunnah beliau (terutama menikah). Beliau menyatakan bahwa orang2 yg tidak mengikuti sunnahnya, BUKAN termasuk kepada golongan beliau.

Namun, selalu saja ada aliran2 yg menyimpang dari ajaran Islam, yang seolah-olah mengatasnamakan Islam, namun sebenarnya mereka termasuk aliran sesat. Mereka banyak beribadah tapi tidak peduli dengan lingkungan sekitar.

Dengan kata lain, selalu ada umat yg memudah-mudahkan urusan agama, dan ada juga yg ‘mempersulit’ urusan agama. Padahal ALLOH SWT sudah menyatakan bahwa Dia tidak akan memberi beban selain yg bisa ditanggung, sebagaimana tercantum di Al Baqarah(2):286,“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ……”

Filed under: Khutbah Jum’at | 1 Comment »

Khutbah Jum’at – 20071109

Posted on November 13, 2007 by It’s Me

Umat Islam merupakan umat terbaik yang pernah ada di muka bumi (diciptakan ALLOH SWT). Sebagai buktinya, umat Islam pernah menguasai peradaban dunia selama ratusan tahun sebelum akhirnya pamor Islam menurun drastis. Sayangnya penurunan ini terjadi tidak kalah lama.Umat Islam menjadi umat yg terpecah-belah, tercabik-cabik, sehingga kita mesti banyak introspeksi dan merenungkan hal ini (dan selanjutnya mengambil tindakan). Yang menjadi musuh utama dari umat Islam adalah orang Yahudi, sebagaimana ALLOH SWT nyatakan di Al Maidah(5):82,“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.”

Israel adalah sebuah negara kecil, namun bisa menguasai Amerika Serikat serta (nyaris) melumpuhkan kekuatan Islam, yg jumlahnya lebih besar. Apa penyebabnya? Ternyata jumlah bukanlah faktor penentu kemenangan, tapi hendaknya diiringi dengan kualitas.

ALLOH SWT berfirman,“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Al Imron(3):110).

Ayat di atas menjelaskan bahwa kita, umat Muslim, adalah umat yg terbaik. Namun mengapa kita ‘kalah’ di medan pertempuran melawan musuh2 Islam? Karena kita masih belum menyuruh ma’ruf dan mencegah munkar. Masih banyak kemunkaran di sekitar kita yg kita sering tutup mata.

Setidaknya ada 4 (empat) pilar yang harus dilakukan agar umat Islam bisa bangkit:
1. Bangga dengan Islam.
Tentu saja yang dimaksud di sini bukan hanya bangga terhadap label/organisasi saja. Namun kita mesti bangga dengan ajaran Islam…selain mempraktikkannya, tentu saja. Bangga di sini, kita tidak perlu minder/rendah diri dengan umat2 lain.

2. Melaksanakan ajaran Islam secara menyeluruh (kaffah).
Al Baqarah(2):208 sudah menyatakan ini,“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.”

3. Mendakwahkan Islam.
Tiap pribadi muslim adalah pendakwah, tentunya sesuai dengan kemampuan dia. Bagi perempuan, memakai jilbab merupakan salah satu cara dakwah.

4. Menggunakan potensi untuk berjihad (berjuang di jalan ALLOH SWT).
Tentu saja, jihad bukanlah hanya perang. Menuntut ilmu yg bermanfaat, mengayomi anak yatim piatu, fakir miskin, bahkan mencari nafkah bisa menjadi jihad. Jadi, jangan persempit arti jihad.

Filed under: Khutbah Jum’at | 6 Comments »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20071102

Posted on November 10, 2007 by It’s Me

Al Maidah(5):3,”…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Ayat ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yg sempurna dan diridhoi ALLOH SWT.

Saat ini, di Indonesia sedang marak aliran sesat, baik Al Qiyadah maupun Lia Eden. Untuk itu, kita mesti mencermati fenomena ini serta melakukan tindakan pencegahan, dengan membentengi aqidah keluarga dan lingkungan kita (tentunya sesuai dengan kemampuan kita).

Selain itu, kita mesti melakukan introspeksi (muhasabah) terhadap ajaran (Islam) yg kita anut ini. Apakah perilaku kita sudah sesuai dengan aturan Islam? Adakalanya, seseorang yg rajin beribadah dan berusaha mendekati dirinya dengan ALLOH SWT, namun kenyataannya dirinya semakin jauh dengan ALLOH SWT.

Hal di atas hendaklah menjadi pemikiran kita. Siapa yg mesti disalahkan dengan kondisi dan kejadian di atas? Yang jelas, ALLOH SWT adalah Dzat Yang Maha Benar. Islam merupakan agama yang benar, serta Rasululloh SAW merupakan pribadi yg selalu benar (al amin). Berarti pihak yg ‘mesti disalahkan’ adalah diri kita, karena lemahnya iman merupakan penyakit yang bisa membuat kita kian jauh dari ALLOH SWT.

Memeluk Islam itu berarti beribadah kepada ALLOH SWT. Meski kuantitas menjadi salah satu ‘syarat’ dalam beribadah, namun kita juga mesti perhatikan kualitas ibadah kita. Meningkatkan kualitas ibadah itu berarti kita akan kian dekat dengan ALLOH SWT.

Jika kualitas ibadah sudah meningkat, maka semestinya (umat) Islam di Indonesia (sebagai agama mayoritas) akan lebih mudah menyelesaikan berbagai masalah. Namun, kenyataannya masalah yg ada kian bertambah dan kian kompleks.

Lalu, darimana kita melakukan perbaikan? Tentu saja perbaikan mestilah dimulai dari diri kita. Caranya tidaklah sulit, yakni meningkatkan kualitas ibadah serta menerapkannya di masyarakat. Kualitas ibadah akan terlihat dari sisi agama dan moral. Semakin baik kualitas agamanya insya ALLOH akan tecermin dari sikapnya.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

Khutbah Jum’at – 20071026

Posted on October 28, 2007 by It’s Me

Baru 2 minggu kita tinggalkan bulan Ramadhan. Rasanya masih berbekas semua amalan dan ibadah yang kita lakukan selama bulan Ramadhan.

Bagi orang yg beriman, perginya Ramadhan akan membangkitkan kesedihan dalam hatinya. Hal ini dikarenakan dia tidak bisa untuk fokus beribadah kepada ALLOH SWT. Sedangkan bagi orang yg tidak beriman, mereka akan gembira karena bisa mengumbar lagi hawa nafsu mereka. *contoh mengumbar nafsu adalah peristiwa mabuk-mabukan di Padang saat Lebaran*

Berpisah dengan Ramadhan, bagi yg tahu berkah Ramadhan (serta beriman) akan menangis karena rasa kehilangan yg teramat besar. Apabila kita merasa beriman tapi belum bisa menangis, maka kita mesti melakukan muhasabah/introspeksi terhadap diri kita. Bisa jadi hati kita sudah membatu terhadap nur/hidayah dari ALLOH SWT.

Bulan Ramadhan merupakan bulan panen amalan pahala. Hal ini dikarenakan apapun ibadah yg kita lakukan, maka pahalanya akan dilipatgandakan. Namun, tidak hanya ibadah yg mesti ditingkatkan…produktivitas/etos kerja juga mesti meningkat.

Takwa, sebagai hasil/tujuan puasa (idealnya) mesti memenuhi hal-hal berikut:
1. Konsisten
2. Produktivitas
3. Konstruktif

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20071019

Posted on October 28, 2007 by It’s Me

Banyak kaum muslim yg tidak menghargai perjuangan Rasululloh SAW (dan kaum sahabat) dalam menyebarkan Islam. Salah satunya adalah dengan (sengaja) meninggalkan sholat. Padahal sholat adalah kewajiban yg mesti didirikan oleh kaum muslim, karena ALLOH SWT sendiri sudah memerintahkan kaum musliim untuk mendirikan sholat, serta termasuk rukun Islam.

Beberapa ayat yg berisi perintah mendirikan sholat antara lain:
– Al Baqarah(2):110,“Dan dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.”

- Al Baqarah(2):277,“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”

- An Nisa(4):103,“Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”

- At Taubah(9):11,“Jika mereka bertobat, mendirikan salat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.”

- At Taubah(9):18,“Hanyalah yang memakmurkan mesjid-mesjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Rasululloh SAW sendiri merupakan sosok yg tidak pernah menginginkan umatnya terluka. Dalam satu kisah, ketika beliau mendapat hinaan dan cercaan dari penduduk Thaif, Jibril datang dan menawarkan diri untuk menjatuhkan bukit Uhud untuk membinasakan penduduk Thaif yg telah menghina Rasululloh SAW. Namun, apa jawaban Rasululloh SAW? Beliau malah berdoa agar penduduk Thaif dibukakan hatinya agar mendapat hidayah. Jika penduduk Thaif yg sekarang memang tidak menerima ajaran Islam yg dibawanya, Rasululloh SAW meminta kepada ALLOH SWT agar keturunan2nya mau memeluk agama Islam.

Maka, laksanakan ibadah dg sebaik-baiknya, yg sesuai dg contoh Rasululloh SAW.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

Khutbah Jum’at – 20071012

Posted on October 16, 2007 by It’s Me

Hakikat sesungguhnya dari ibadah puasa adalah pendidikan rohani. Tujuan pokoknya adalah untuk memperkokoh dan mempertinggi rohani manusia. Dengan ibadah puasa yg ikhlas dan intens, seseorang akan bisa meningkatkan derajat dirinya ke tingkatan yg lebih tinggi.

Salah satu ibadah yg dilakukan di Ramadhan, terutama di 10 hari terakhir adalah i’tikaf. Ibadah ini sifatnya sunnah namun bernilai sangat tinggi, terutama dikarenakan adanya malam Lailatul Qadr di 10 hari terakhir itu. Aisyah r.a. istri Nabi mengatakan bahwa Nabi saw. selalu beri’tikaf pada sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadhan sehingga Allah mewafatkan beliau. Setelah itu para istri beliau beri’tikaf sepeninggal beliau. (HR Bukhari-Muslim)

Pada saat ber-i’tikaf, sangatlah dianjurkan untuk menyibukkan diri dengan ibadah, diantaranya:
1. Memperbanyak sholat
2. Membaca Al Qur’an
3. Bertasbih, bertahmid, bertakbir, beristighfar
4. Berdo’a
5. Membaca shalawat Nabi
6. Mempelajari ilmu (terutama ilmu agama)
7. Membaca kitab tafsir dan hadits
8. Membaca dan mempelajari sejarah nabi dan orang2 shaleh

Dengan memperbanyak ibadah di atas, diharapkan hati orang tersebut akan kian dekat dengan ALLOH SWT. Keikhlasan dan kesungguhan yg dilakukannya menjadi dasar untu terkuaknya tabir dirinya dengan ALLOH SWT. Jaraknya dengan ALLOH SWT kian dekat dan berbuah kebajikan, tidak hanya bagi dirinya tapi juga bagi lingkungan sekitarnya.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20071005

Posted on October 6, 2007 by It’s Me

Dalam satu riwayat, Nabi Adam as menyatakan kekagumannya terhadap umat Nabi Muhammad SAW. Beliau mengatakan:
1. Saat aku bermaksiat, pakaian yg melekat pada diriku terbuka dan auratku terlihat. Umat Nabi Muhammad SAW yg bermaksiat, pakaian masih melekat dan auratnya masih tertutup.
2. Saat aku hendak bertobat, aku harus melakukannya di Jabal Rahmah. Sementara umat Nabi Muhammad SAW bisa bertaubat (nasuha) di mana saja.

Tangan yg digunakan untuk mencari nafkah bagi keluarga, akan terhindar dari api neraka. Namun, tentu saja nafkah yg dicari adalah nafkah yg halal, bukan hasil perbuatan maksiat seperti mencuri, merampok, dsb.

Sholawat dilakukan oleh ALLOH SWT, malaikat, dan manusia kepada Nabi Muhammad SAW. Hal yg mesti diperhatikan:
– Sholawat yg dilakukan ALLOH SWT = memberikan dan mencurahkan rahmat-Nya pada Rasululloh SAW
– Sholawat yg dilakukan malaikat = berdoa semoga Rasululloh SAW diampuni dosa2nya
– Sholawat yg dilakukan manusia/umatnya = mohon kepada ALLOH SWT agar menetapkan dan senantiasa mencurahkan rahmat-Nya pada Rasululloh SAW

Nabi dan Rasul ALLOH SWT mempunyai posisi yg dekat kepada ALLOH SWT, sehingga (hampir) tidak ada permintaan yg tidak ditolak. Beberapa permintaan Nabi dan Rasul-Nya yg ditolak ALLOH SWT adalah:
– permintaan Rasululloh SAW agar paman2nya (Abu Jahal, Abu Lahab) masuk Islam.
– permintaan Nabi Nuh as agar anaknya (Kan’an) diselamatkan dari bencana banjir.
– permintaan Nabi Luth as agar istri dan anaknya menghentikan perbuatan yg dilarang (homoseksual dan lesbian).
– permintaan Nabi Ibrahim as agar ayahnya masuk Islam.
Penolakan yg dilakukan ALLOH SWT karena masalah hidayah adalah hak-Nya. Hanya ALLOH SWT yg berhak menentukan siapa2 yg diberi hidayah.

Hidayah terbagi menjadi:
– Al Qur’an sebagai petunjuk. Perhatikan Al Baqarah(2):2,“Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,”
– Ilmu pengetahuan, berupa hukum2 Islam, hukum wajib dan sunnah, halal&haram, dst. Orang yg mempraktikkan ilmu pengetahuan (hidayah) ini disebut orang yg mendapat taufik. Akan tetapi, kenyataannya banyak sekali orang yg mendapat hidayah (pengetahuan) namun tidak mempraktikannya.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

Khutbah Jum’at – 20070928

Posted on September 28, 2007 by It’s Me

Manusia mempunyai fitrah untuk selalu dekat dengan Penciptanya, ALLOH SWT. Contoh paling mudah, apabila sedang terjadi bencana/kesulitan hidup yg dialami manusia. Mereka akan berbondong-bondong mengadu kepada ALLOH SWT. Namun pada saat rasa senang sudah didapat, maka lupa adalah sifat dasar manusia, sehingga mereka seakan-akan tidak pernah membutuhkan ALLOH SWT.Pada dasarnya, seorang atheis pun mengakui akan adanya Dzat yg berkuasa, namun kesombongannya (baik pikiran/akal ataupun hati) membuat dia menolak kebenaran yg hakiki itu.

Ar Rum(30):30,“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,”

Orang atheis, pada hakikatnya merasa dirinya kesepian, dunia terasa sempit, kehilangan arah dan tujuan hidup yg hakiki. *perbincangan orang atheis dg orang agamis bisa di baca di sini*

Kedudukan dan fungsi hati:
– Landasan akhlak paling utama
– Menjaga dari keraguan
– Menumbuhkan hasrat untuk dekat dengan ALLOH SWT
– Mengingatkan kita agar berhati-hati dalam perjalanan hidup
– Menjaga amal perbuatan
– Sumber perilaku manusia

Dalam salah satu hadits yg terkenal, Rasululloh SAW menyatakan,“Ada segumpal daging didalam diri, bila daging itu jelek, maka jelek pulalah seluruh diri kita, jika segumpal daging itu baik, baik pulalah seluruh diri kita, itulah qolbu/hati”

Kesimpulan: JAGALAH HATI…!!!

Filed under: Khutbah Jum’at | 1 Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20070921

Posted on September 22, 2007 by It’s Me

Dalam surat Ath Thalaq(65), mulai dari bagian akhir ayat 2 hingga ayat 3, disebutkan bahwa ada 3 keistimewaan orang yg bertakwa:
1. ALLOH SWT akan memberinya jalan keluar/solusi bagi setiap permasalahan yg dihadapi
2. ALLOH SWT akan memberi rejeki dari arah yg tidak dia sangka
3. ALLOH SWT akan mencukupkan segala kebutuhannya

Tujuan mewajibkan shaum/puasa di bulan Ramadhan, tiada lain untuk menjadikan orang beriman sebagai orang yg bertakwa (Al Baqarah(2):183). Namun alasan puasa adalah untuk menyeleksi dan menguji orang2 yg beriman, sebagaimana disebut dalam Al Ankabut(29):1-3,”Alif laam miim. == Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? == Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yg dusta.” Dari ujian yg diberikan ini, akan terlihat siapa orang yg benar2 beriman dan siapa yg berdusta kepada-Nya.

Sebagaimana telah diutarakan pada khutbah terdahulu, bahwa ujian terbagi menjadi 2, yakni ujian yg ‘manis’ seperti mendapatkan kemudahan dalam harta, jabatan, serta ujian yg ‘pahit’ seperti menderita kemiskinan, sakit, dst. Puasa di bulan Ramadhan merupakan ujian yg ADIL, karena semua orang mesti melakukan hal yg sama, entah itu orang kaya atau miskin, tua atau muda, semua yg beriman akan rela dan ikhlas menjalani ujian ini.

Puasa tidak hanya dilakukan oleh manusia. Beberapa hewan juga melakukan puasa dalam kehidupan mereka:
1. Ayam betina saat mengeram juga berpuasa
2. Saat ular hendak ganti kulit, dia juga mesti berpuasa
3. Ketika ulat hendak berubah menjadi kupu2, dia menjelma menjadi kepompong terlebih dahulu. Saat itulah, dia berpuasa

Untuk mendapatkan rahmat di bulan puasa, maka:
1. Memperbanyak takwa
2. Mendengarkan dan menghayati Al Qur’an, terutama apabila dibaca oleh seseorang
3. Tidak memutuskan tali silaturahim
4. Apabila melakukan transaksi (jual beli), hendaklah dilakukan dengan ramah

Untuk bertaubat secara sungguh-sungguh (taubatan nasuha), maka mesti melakukan:
1. Menyesali perbuatan/maksiat yg dilakukan
2. Berjanji tidak akan mengulangi maksiat tersebut
3. Jika berkaitan dg masyarakat/manusia, maka mesti minta ridho/keikhlasan. Apabila melakukan korupsi, maka harta korupsinya mesti dikembalikan

Untuk selamat dari api neraka, maka:
Jalankan semua perintah ALLOH SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

Khutbah Jum’at – 20070914

Posted on September 14, 2007 by It’s Me

Iman kita mesti senantiasa dijaga, karena kematian datangnya mendadak. Bisa jadi saat kematian datang, iman kita sedang di posisi yg sedemikian rendah, naudzubillah min dzalik. Saat kematian datang, dia bisa menjelma menjadi bencana gempa, kebakaran, ataupun hal-hal lainnya.

ALLOH SWT sudah berfirman,“Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.” (Yunus(10):109) yg bermakna bahwa iman yg harus dijaga adalah iman yg berasal dari ALLOH SWT, bukan iman sembarang iman.

Bencana sebenarnya bisa diprediksi dengan menggunakan ilmu pengetahuan/nalar. Namun, yg bisa manusia lakukan hanyalah memprediksi. Adapun kapan bencana itu datang dengan pasti, itu adalah rahasia ALLOH SWT.

Rasululloh SAW menyatakan bahwa kaum muslim, dalam kondisi apapun selalu bagus. Jika seorang muslim sedang didera kesulitan, dia akan bersabar….dan itu bagus. Sebaliknya, jika seorang muslim mendapat kebahagiaan, misalnya berupa harta, itu juga bagus…karena dia akan menggunakan harta itu di jalan ALLOH SWT.

Ujian yg diberikan ALLOH SWT terbagi dalam 2 bagian, hal-hal baik dan hal-hal buruk. Sayangnya, manusia seringkali terjebak dalam pandangannya sendiri. Mereka menganggap hal-hal baik ~ nikmat, padahal belum tentu itu nikmat yg sebenar-benarnya. Bisa jadi ALLOH SWT menguji dia. Sementara hal-hal buruk selalu dianggap ujian yg begitu berat, padahal sebenarnya hal-hal buruk itu bermanfaat bagi dirinya.

Manusia janganlah berlebih-lebihan dan putus asa dari ALLOH SWT, karena Al Qur’an sudah menyatakan (Az Zumar(39):53),“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Umur umat Islam diperkirakan sekitar 1500 tahun sejak kedatangan Rasululloh SAW selaku Nabi dan Rasul terakhir. Jika sekarang 1428H, maka sisa umurnya hanya 72tahun. Selama umat Islam ‘hidup’, terdapat 5 periode kepemimpinan:

  1. Kenabian
  2. Kekhalifahan
  3. Kerajaan
  4. Kekuasaan Diktator (oleh musuh2 Islam)
  5. Kekhalifahan Imam Mahdi (menjelang kiamat)

Filed under: Khutbah Jum’at | 2 Comments »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20070907

Posted on September 9, 2007 by It’s Me

Sesungguhnya, hidup itu hanyalah sebentar. ALLOH SWT sudah berfirman,“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”(Ali ‘Imran(3):145).

Saat menghadap dan menemui ALLOH SWT di akhirat kelak, tidak ada hal lain yg lebih bermanfaat daripada amal kebajikan, amal saleh, dan iman kepada-Nya. Umat manusia dan jin sebenarnya sudah mempunyai tugas, yakni beribadah kepada-Nya, sebagaimana tertulis di surat Adz Dzaariyat(56):51,“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”

Rasululloh SAW menyatakan bahwa Ramadhan merupakan tamu agung. Untuk itu, dalam rangka menyambut tamu agung ini, hendaknya manusia (terutama kaum Muslim) mempersiapkan diri sebaik-baiknya, serta memperbanyak amal ibadah pada saat Ramadhan, karena Ramadhan merupakan bulan yg penuh berkah, rahmat, dan ampunan.

Pada saat kita berada di bulan Ramadhan, sesungguhnya kita telah diberi kesempatan untuk:
– meningkatkan kesabaran
– memperbanyak ibadah, baik kepada ALLOH SWT maupun kepada sesama manusia
– mempererat dan mempertebal tali persaudaraan

Di Al Baqarah(2):183, kita akan temukan tujuan berpuasa, yakni MENJADI ORANG-ORANG YG BERTAKWA.“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Arti dari pintu neraka ditutup adalah kaum Muslim TIDAK BERBUAT MAKSIAT, karena maksiat akan menghantarkan diri kita ke neraka. Sementara arti dari setan terbelenggu adalah kaum Muslim mesti MENGENDALIKAN HAWA NAFSU.

Filed under: Khutbah Jum’at | 2 Comments »

Khutbah Jum’at – 20070831

Posted on September 1, 2007 by It’s Me

ALLOH SWT berfirman dalam surat Ibrahim(14):5,“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami, (dan Kami perintahkan kepadanya): “Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah”. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.”

Dalam ayat di atas, ALLOH SWT secara tidak langsung memberitahu manusia, bahwa DIA menyimpan banyak rahasia yang hanya bisa dipecahkan oleh orang2 penyabar, banyak bersyukur, serta menggunakan akalnya.

Hal lain yang menjadi rahasia dari ALLOH SWT adalah hari-hari tertentu, seperti hari Jum’at, hari-hari di bulan Ramadhan, dan masih banyak lagi. Peristiwa/kejadian ALLOH SWT menghancurkan/memusnahkan suatu kaum hendaknya mesti dipikirkan dan ditelaah sebagai suatu rahasia-Nya.

Selain hari, ALLOH SWT juga ‘menyimpan’ rahasia-Nya di bulan-bulan tertentu, terutama di bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan. Di hadapan ALLOH SWT, ketiga bulan di atas mempunyai makna khusus.

Rahasia-rahasia ini mesti ditelaah lebih lanjut karena banyak hikmah di dalamnya. Hasilnya mesti menjadi manfaat bagi kehidupan manusia.

Filed under: Khutbah Jum’at | 1 Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20070824

Posted on September 1, 2007 by It’s Me

ALLOH SWT berfirman di surat Ali Imran(3):31,“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Ayat di atas merupakan salah satu jawaban mengapa Rasululloh SAW diturunkan, yakni agar manusia diampuni dosa-dosanya, yakni dengan cara mengikuti (contoh) Rasululloh SAW dalam hal beribadah kepada ALLOH SWT dan bersosialisasi kepada sesama manusia.

Beliau juga diturunkan untuk ditaati, seperti yg tercantum pada An Nisa(4):64,“Dan kami tidak mengutus seseorang rasul, melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jika mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”

Salah satu amalan lain dari Rasululloh SAW adalah berdzikir (mengingat) ALLOH SWT, bahkan menjelang tidur tetap berdzikir. Beliau juga senantiasa khusyu’ dalam melaksanakan ibadah sholat, tidak tergesa-gesa dalam sholat. Hasilnya, beliau mendapatkan ketenangan yang hakiki.

Walaupun Rasululloh SAW sudah dijamin masuk surga, namun beliau tetap beribadah dengan kualitas dan kuantitas yang tidak pernah bisa disamai oleh manusia lainnya. Hal ini dikarenakan beliau merupakan makhluk-Nya yang paling banyak bersyukur atas segala nikmat yang didapatnya.

Rasululloh SAW juga sangatlah mencintai umatnya. Hal ini terbukti dengan keinginan beliau untuk memberikan syafa’atnya (pertolongan) kepada umatnya di hari akhirat kelak.

Pertanyaannya, sudahkah kita mencintai dan mentaati Rasululloh SAW?

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

Khutbah Jum’at – 20070817

Posted on September 1, 2007 by It’s Me

Kemerdekaan yang didapat bangsa Indonesia, yang kita nikmati sekarang ini, adalah hasil jerih payah yang tak ternilai dari perjuangan para syuhada/pejuang. Mereka berjuang dengan mempertaruhkan harta, jiwa, demi mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia agar lepas dari cengkraman kolonial yang dzalim.

Atas berkat rahmat ALLOH SWT, cita-cita luhur mereka tercapai, karena perjuangan mereka senantiasa berpedoman kepada petunjuk Ilahi,“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Ali Imran(3):103).

Nikmat kemerdekaan ini hendaklah disyukuri, dengan jalan melakukan tindakan-tindakan yang diridhai-Nya, serta meninggalkan perbuatan yang dimurkai-Nya. Kita mestilah menyadari betapa pentingnya mensyukuri kemerdekaan ini, karena dengan kemerdekaan inilah bangsa ini dapat bersatu serta mempuyai semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”.

Namun, nampaknya kita masih tidak bersyukur, karena masih banyak pembangunan yang tidak berorientasi ke bangsa, namun lebih ‘mengenyangkan’ para pejabat dan segelintir orang saja. Perpecahan, kerusuhan, dialami dan dilakukan oleh bangsa Indonesia, karena mereka sudah tercerai berai oleh hasutan setan.

Banyaknya perbuatan dosa juga memperlihatkan bahwa kita belum mensyukuri nikmat kemerdekaan ini sebagaimana mestinya. Padahal, jika kita tidak bersyukur, ALLOH SWT sudah jelas-jelas menyatakan akan menurunkan azab, sebagaimana dinyatakan di surat Ibrahim(14):7,“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.”

Semoga kita termasuk orang-orang yg bersyukur atas nikmat kemerdekaan yang telah kita peroleh ini.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20070810

Posted on August 11, 2007 by It’s Me

Isra’ Mi’raj merupakan uji keimanan karena banyak sahabat Rasululloh SAW yang semula mengimani dan menjadi pengikut Rasululloh SAW langsung berbondong-bondong meninggalkan Islam. Hal ini dikarenakan peristiwa Isra’ Mi’raj sangat sulit dijangkau oleh akal manusia, padahal bagi ALLOH SWT tidak ada yang tidak mungkin.

Pelajaran dari Isra’ Mi’raj:
1. Dada Rasululloh SAW dibedah, lalu setelah dibersihkan dadanya diisi dengan iman dan ilmu. Ini artinya 2 hal tersebut, iman dan ilmu, harus senantiasa mengisi hati kita.

2. Tawaran air susu dan arak. Rasululloh SAW memilih air susu. Maknanya harus memilih yg halal, sesuai dengan petunjuk dari ALLOH SWT.

Orang yg suka bersedekah amalannya tidak akan terputus. Realitanya, shodaqoh merupakan salah satu amalan yg sulit dilakukan, karena rasa cinta yg berlebihan terhadap harta. Sesungguhnya shodaqoh merupakan penolong kita kelak di akhirat.

Apabila kita bershodaqoh, maka:
– harta kita akan bertambah di sisi ALLOH SWT
– harta yang akan menjaga kita dari api neraka
– harta yg semula fana (sementara) akan menjadi kekal (abadi)
– shodaqoh merupakan amalan Rasululloh SAW, berarti kita sudah mencontoh dan mencintai beliau.

Artikel tambahan:
Mu’jizat dari Isra’ Mi’raj
- Kisah batu Isra’ Mi’raj yang penuh kebohongan
Sholat Sebelum Isra’ Mi’raj

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

Khutbah Jum’at – 20070803

Posted on August 11, 2007 by It’s Me

Kebahagiaan siswa yg lulus sekolah bukan saja milik pribadi yang bersangkutan, namun juga menjadi kebahagiaan orang tua, guru dan pemerintah. Jumlah kelulusan siswa pada sebuah sekolah menentukan apakah sekolah tersebut akan menjadi sekolah favorit atau bukan.

Sayangnya siswa yg lulus seringkali merayakan kelulusannya dengan pesta pora dan tindakan yang tidak bermanfaat, seperti coret coretan baju sekolah, pawai dan arak2an. Padahal seragam itu bisa diberikan kepada orang yg kurang beruntung.

Perbuatan corar coret baju seragam merupakan perbuatan mubazir dan boros. Perhatikan firman ALLOH SWT di surat Al Israaa(17):26-27,”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. — Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.”

Semoga di tahun depan, kian sedikit siswa yang merayakan kelulusannya dengan perbuatan yang sia-sia. Aamiin.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

« Previous PageNext Page »

 Khutbah Jum’at – 20070727

Posted on August 3, 2007 by It’s Me

Sesungguhnya ALLOH SWT sangat dekat dengan kita, sebagaimana tertulis pada Al Baqarah(2):186,“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Dari ayat di atas juga, ALLOH SWT menyatakan bahwa Dia akan mengabulkan doa-doa yg ditujukan pada-Nya. Akan tetapi seringkali kita bertanya-tanya mengapa doa yg sering kita panjatkan tetap tidak terkabul?

Apabila doa tidak dikabulkan, maka kita perhatikan hal-hal berikut:
1. Kita tidak menjalankan amar ma’ruf nahyi munkar. Tentu saja tindakan tersebut mesti disesuaikan dengan kemampuan kita. Bisa dengan kekuasaan, lisan, ataupun cukup dalam hati (namun merupakan selemah-lemahnya iman).

2. Matinya hati kita. Penyebab matinya hati, secara garis besar dikarenakan:
– Kita mengenal ALLOH SWT, tapi tidak mau beribadah pada-Nya.
– Kita membaca Al Qur’an, tapi tidak melaksanakan secara utuh
– Kita mengetahui bahwa Iblis adalah musuh yg nyata, tapi kita mengikutinya
– Kita mengaku cinta Rasululloh SAW, tapi sunnah2nya kita tinggalkan/tidak kita ikuti
– Kita menyatakan diri orang cinta surga, tapi tidak beramal untuk masuk ke dalamnya
– Kita mengatakan bahwa kita takut pada neraka, tapi kenyataannya kita tidak pernah berhenti berbuat maksiat
– Kita tahu bahwa kematian akan datang, tapi kita tidak mempercayainya serta tidak mempersiapkan diri untuk menyambutnya
– Kita selalu makan rejeki dari ALLOH SWT, tapi kita tidak pernah bersyukur atas rejeki tersebut
– Kita sering menyinggung/mengorek kesalahan orang lain, tapi dosa sendiri dilupakan. Lakukan muhasabah tiap malam
– Kita sering meng-sholatkan (jenazah) dan menguburkan (jenazah) orang lain, tapi kita tidak memetik pelajaran darinya

3. Apakah makanan yg kita makan sudah makanan yg halal (baik dari dzat ataupun dari cara mendapatkannya, baca juga artikel 4 sehat 5 sempurna 6 halal, makanlah produk halal, pengamen mencari yg ikhlas dan halal,dan pengaruh makanan haram).

Semoga poin2 di atas membuat kita lebih mawas diri.

Filed under: Khutbah Jum’at | 1 Comment »

Khutbah Jum’at – 20070720

Posted on July 22, 2007 by It’s Me

Kita sudah memasuki Jum’at pertama di bulan Rajab. Rajab merupakan salah satu bulan yg diagungkan, sebagaimana firman ALLOH SWT,“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” Bulan-bulan haram lainnya adalah: Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Muharram.

Di bulan Rajab ini ada peristiwa Isra’ Mi’raj, yang tidak saja menjadi mu’jizat tapi juga menjadi penguji keimanan para kaum muslim. Selain itu, Isra’ Mi’raj bisa menjadi pelajaran hidup bagi manusia.

Di bulan Rajab ini juga, wahyu sholat diberikan langsung kepada Rasululloh SAW oleh ALLOH SWT tanpa melalui perantara malaikat Jibril seperti biasanya. Ini menandakan bahwa ibadah sholat mempunyai makna yang begitu tinggi.

Namun hati2 dengan amalan-amalan bid’ah di bulan Rajab.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20070727

Posted on August 3, 2007 by It’s Me

Sesungguhnya ALLOH SWT sangat dekat dengan kita, sebagaimana tertulis pada Al Baqarah(2):186,“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Dari ayat di atas juga, ALLOH SWT menyatakan bahwa Dia akan mengabulkan doa-doa yg ditujukan pada-Nya. Akan tetapi seringkali kita bertanya-tanya mengapa doa yg sering kita panjatkan tetap tidak terkabul?

Apabila doa tidak dikabulkan, maka kita perhatikan hal-hal berikut:
1. Kita tidak menjalankan amar ma’ruf nahyi munkar. Tentu saja tindakan tersebut mesti disesuaikan dengan kemampuan kita. Bisa dengan kekuasaan, lisan, ataupun cukup dalam hati (namun merupakan selemah-lemahnya iman).

2. Matinya hati kita. Penyebab matinya hati, secara garis besar dikarenakan:
– Kita mengenal ALLOH SWT, tapi tidak mau beribadah pada-Nya.
– Kita membaca Al Qur’an, tapi tidak melaksanakan secara utuh
– Kita mengetahui bahwa Iblis adalah musuh yg nyata, tapi kita mengikutinya
– Kita mengaku cinta Rasululloh SAW, tapi sunnah2nya kita tinggalkan/tidak kita ikuti
– Kita menyatakan diri orang cinta surga, tapi tidak beramal untuk masuk ke dalamnya
– Kita mengatakan bahwa kita takut pada neraka, tapi kenyataannya kita tidak pernah berhenti berbuat maksiat
– Kita tahu bahwa kematian akan datang, tapi kita tidak mempercayainya serta tidak mempersiapkan diri untuk menyambutnya
– Kita selalu makan rejeki dari ALLOH SWT, tapi kita tidak pernah bersyukur atas rejeki tersebut
– Kita sering menyinggung/mengorek kesalahan orang lain, tapi dosa sendiri dilupakan. Lakukan muhasabah tiap malam
– Kita sering meng-sholatkan (jenazah) dan menguburkan (jenazah) orang lain, tapi kita tidak memetik pelajaran darinya

3. Apakah makanan yg kita makan sudah makanan yg halal (baik dari dzat ataupun dari cara mendapatkannya, baca juga artikel 4 sehat 5 sempurna 6 halal, makanlah produk halal, pengamen mencari yg ikhlas dan halal,dan pengaruh makanan haram).

Semoga poin2 di atas membuat kita lebih mawas diri.

Filed under: Khutbah Jum’at | 1 Comment »

Khutbah Jum’at – 20070720

Posted on July 22, 2007 by It’s Me

Kita sudah memasuki Jum’at pertama di bulan Rajab. Rajab merupakan salah satu bulan yg diagungkan, sebagaimana firman ALLOH SWT,“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” Bulan-bulan haram lainnya adalah: Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Muharram.

Di bulan Rajab ini ada peristiwa Isra’ Mi’raj, yang tidak saja menjadi mu’jizat tapi juga menjadi penguji keimanan para kaum muslim. Selain itu, Isra’ Mi’raj bisa menjadi pelajaran hidup bagi manusia.

Di bulan Rajab ini juga, wahyu sholat diberikan langsung kepada Rasululloh SAW oleh ALLOH SWT tanpa melalui perantara malaikat Jibril seperti biasanya. Ini menandakan bahwa ibadah sholat mempunyai makna yang begitu tinggi.

Namun hati2 dengan amalan-amalan bid’ah di bulan Rajab.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20070713

Posted on July 13, 2007 by It’s Me

Rasululloh SAW dan sahabat2 telah berhasil menunjukkan arti dari persaudaraan yang Islami (ukhuwah Islamiyah), dengan membaurnya kaum Muhajirin (kaum muslim dari Mekkah) dengan kaum Anshar (kaum muslim dari Medinah).Keberhasilan mereka disebabkan mereka begitu memahami apa maksud dari Al Hujurat(49):10,“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” serta Al Hasyr(59):9,“Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Ansar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Di jaman sekarang, masih adakah ukhuwah Islamiyah? Ternyata sesama muslim (tokoh politik) malah saling berebut kuasa, pengaruh, saling cakar, dan tak segan-segan untuk memfitnah atau menikam dari belakang, demi bisa merebut dan mendapatkan kekuasaan.

Jangankan di tingkat para pemimpin politik, di kalangan pengusaha dan rakyat juga nyaris sulit ditemukan ukhuwah Islamiyah. Para pengusaha, alih-alih membantu saudaranya yg sedang kesulitan pangan, mereka malah menimbun barang-barang pokok yang jelas2 dilarang oleh Islam.

Mampukah kita mendahulukan kepentingan sahabat kita di saat kita juga sedang membutuhkan sesuatu yg dibutuhkannya itu? Mari kita becermin pada diri masing-masing.

Filed under: Khutbah Jum’at | 1 Comment »

Khutbah Jum’at – 20070706

Posted on July 7, 2007 by It’s Me

Mendidik Anak Dengan Pendidikan Yang Islami

Dalam surat Ath Thalaq(65):3, ALLOH SWT berfirman,“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” Ini merupakan janji-Nya yang akan membantu tiap hamba-Nya yang tawakal (mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya).

Sudahkah kita mendidik anak kita dengan pendidikan yang Islami?

An Nisa(4):9,“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” menegaskan bahwa ALLOH SWT menyuruh kita JANGAN MENINGGALKAN KETURUNAN YANG LEMAH. Lemah yang dimaksud di sini adalah lemah dalam harta (miskin), lemah dalam ilmu (bodoh), dan lemah iman (murtad/keluar dar Islam/ingkar kepada ALLOH SWT).

Sebagai orang tua, kewajiban yang harus dipenuhi (kepada anaknya) adalah:
1. Memberi nama yang Islami (atau yang baik).

2. Meng-akikah-kan. Tujuan dari akikah adalah menjadikan si anak:
a. rajin sholat 5 waktu
b. tekun berpuasa (minimal puasa Ramadhan)
c. menjadi ahli ibadah
d. terhindar dari hal2 (perbuatan) yang buruk

3. Memberi nafkah keluarga dengan hasil/harta yang halal. Harta haram yang dimakan oleh keluarga/anak kita akan membuat mereka menjadi sulit menerima kebenaran/beribadah/belajar Islam.

4. Mendidik anak dengan cara Islami. Rasululloh SAW menyatakan agar selaku orang tua, kita mesti mendidik 3 perkara ‘dasar’ berikut:
a. Cinta kepada ALLOH SWT, dengan sering membaca Al Qur’an, karena membaca Al Qur’an = berkomunikasi dengan ALLOH SWT.
b. Cinta kepada Rasululloh SAW, dengan membaca shalawat, mengikuti sunnahnya.
c. Mengenal dan bergaul dengan ulama/kiai, sehingga akan lebih banyak mencontoh dan berbuat yang baik. Selain itu hal ini akan mengajarkan ketaatan.

5. Mengajarkan keterampilan berupa jahit menjahit, berkuda, berenang, serta gulat.

6. Memperkenalkan halal dan haram.

7. Apabila sudah waktunya, menikahkannya.

Filed under: Khutbah Jum’at | 1 Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20070629

Posted on July 1, 2007 by It’s Me

Seorang muslim hendaklah bisa menjadi muslim yg cerdas dan mulia di mata ALLOH SWT. Apa kriterianya?

Menurut Rasululloh SAW, kriteria muslim yg cerdas dan mulia di mata ALLOH SWT adalah yang banyak mengingat mati dan mempersiapkan bekal untuk menghadapi kematian.

Q: Mengapa manusia benci dengan kematian?
A: Manusia yg benci dengan kematian adalah manusia yg sudah menghancurkan hidup akhiratnya serta sudah bersusah payah membangun dunianya.

Q: Bagaimana keadaan manusia pada saat menghadap ALLOH SWT (di akhirat) kelak?
A: Manusia akan terbagi menjadi dua, yakni yg banyak kebaikannya (amal kebajikan) akan sangat menantikan pertemuan dengan ALLOH SWT, seperti kenalan lama yg lama tak berjumpa. Apabila seorang muslim senang bertemu dg ALLOH SWT, maka ALLOH SWT juga akan senang bertemu dengannya. Sementara manusia yg banyak amal buruknya tidak akan ingin bertemu dg ALLOH SWT.

Dari sekian banyak cara untuk menghindari siksa, cara yg sering dianjurkan adalah BERSEDEKAH.

Jika manusia wafat tidak menyekutukan ALLOH SWT, insya ALLOH dia akan masuk surga. Sementara jika wafat malah menyekutukan ALLOH SWT, sudah jelas tempatnya akan di neraka.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

Khutbah Jum’at – 20070622

Posted on June 23, 2007 by It’s Me

Ayat Al Baqarah(2):21 berbunyi seperti berikut,“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.” Berdasarkan ayat tersebut, ALLOH SWT sudah menyuruh SELURUH MANUSIA untuk menyembah-Nya. Bukan sekedar manusia di kota Mekkah (tempat ayat ini diturunkan), bukan pula sekedar manusia di jazirah Arab, tapi seluruh manusia, sejak jaman Nabi Adam as hingga manusia akhir jaman kelak.

Ibadah, secara garis besar, dibagi menjadi 2:
1. Ibadah Mahdlah, yakni ibadah vertikal, dari manusia kepada Sang Khaliq.
2. Ibadah Ghair Mahdlah, yakni ibadah horizontal, dari manusia kepada sesamanya.

Definisi ibadah, menurut jumhur (sebagian besar) ulama adalah SEMUA PEKERJAAN/AKTIVITAS YANG DICINTAI, DISUKAI, & DIRIDHOI ALLOH SWT. Secara garis besar, aktivitas ibadah terbagi menjadi dua:
1. Ucapan, seperti mengajak kepada kebaikan (berbuat baik) ataupun menjauhi (tidak mengerjakan) keburukan/maksiat.
2. Tindakan, contohnya bekerja untuk mencari nafkah bagi keluarga.

Ibadah kepada ALLOH SWT tidak sekedar sholat atau puasa saja. Akan tetapi, berbuat baik kepada manusia juga termasuk dalam pengertian ibadah. Yang mesti diperhatikan, ibadah kepada ALLOH SWT mempunyai aturan dan cara2nya, yg telah dicontohkan Rasululloh SAW. Sebagai contoh, sholat, haji, puasa, dan lainnya.

Sementara ibadah yg dilakukan kepada sesama manusia bisa disesuaikan dengan posisi dan kemampuan manusia yang bersangkutan. Misalnya, seorang pemimpin…maka dia bisa beribadah dg cara mengajak para bawahannya untuk selalu tepat waktu saat kerja. Apabila seorang ketua RW, dia bisa menyelenggarakan kerja bakti di lingkungannya, yg diikuti oleh warga2nya.

Mari kita beribadah sesuai dengan kemampuan yg kita miliki.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20070629

Posted on July 1, 2007 by It’s Me

Seorang muslim hendaklah bisa menjadi muslim yg cerdas dan mulia di mata ALLOH SWT. Apa kriterianya?

Menurut Rasululloh SAW, kriteria muslim yg cerdas dan mulia di mata ALLOH SWT adalah yang banyak mengingat mati dan mempersiapkan bekal untuk menghadapi kematian.

Q: Mengapa manusia benci dengan kematian?
A: Manusia yg benci dengan kematian adalah manusia yg sudah menghancurkan hidup akhiratnya serta sudah bersusah payah membangun dunianya.

Q: Bagaimana keadaan manusia pada saat menghadap ALLOH SWT (di akhirat) kelak?
A: Manusia akan terbagi menjadi dua, yakni yg banyak kebaikannya (amal kebajikan) akan sangat menantikan pertemuan dengan ALLOH SWT, seperti kenalan lama yg lama tak berjumpa. Apabila seorang muslim senang bertemu dg ALLOH SWT, maka ALLOH SWT juga akan senang bertemu dengannya. Sementara manusia yg banyak amal buruknya tidak akan ingin bertemu dg ALLOH SWT.

Dari sekian banyak cara untuk menghindari siksa, cara yg sering dianjurkan adalah BERSEDEKAH.

Jika manusia wafat tidak menyekutukan ALLOH SWT, insya ALLOH dia akan masuk surga. Sementara jika wafat malah menyekutukan ALLOH SWT, sudah jelas tempatnya akan di neraka.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

Khutbah Jum’at – 20070622

Posted on June 23, 2007 by It’s Me

Ayat Al Baqarah(2):21 berbunyi seperti berikut,“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.” Berdasarkan ayat tersebut, ALLOH SWT sudah menyuruh SELURUH MANUSIA untuk menyembah-Nya. Bukan sekedar manusia di kota Mekkah (tempat ayat ini diturunkan), bukan pula sekedar manusia di jazirah Arab, tapi seluruh manusia, sejak jaman Nabi Adam as hingga manusia akhir jaman kelak.

Ibadah, secara garis besar, dibagi menjadi 2:
1. Ibadah Mahdlah, yakni ibadah vertikal, dari manusia kepada Sang Khaliq.
2. Ibadah Ghair Mahdlah, yakni ibadah horizontal, dari manusia kepada sesamanya.

Definisi ibadah, menurut jumhur (sebagian besar) ulama adalah SEMUA PEKERJAAN/AKTIVITAS YANG DICINTAI, DISUKAI, & DIRIDHOI ALLOH SWT. Secara garis besar, aktivitas ibadah terbagi menjadi dua:
1. Ucapan, seperti mengajak kepada kebaikan (berbuat baik) ataupun menjauhi (tidak mengerjakan) keburukan/maksiat.
2. Tindakan, contohnya bekerja untuk mencari nafkah bagi keluarga.

Ibadah kepada ALLOH SWT tidak sekedar sholat atau puasa saja. Akan tetapi, berbuat baik kepada manusia juga termasuk dalam pengertian ibadah. Yang mesti diperhatikan, ibadah kepada ALLOH SWT mempunyai aturan dan cara2nya, yg telah dicontohkan Rasululloh SAW. Sebagai contoh, sholat, haji, puasa, dan lainnya.

Sementara ibadah yg dilakukan kepada sesama manusia bisa disesuaikan dengan posisi dan kemampuan manusia yang bersangkutan. Misalnya, seorang pemimpin…maka dia bisa beribadah dg cara mengajak para bawahannya untuk selalu tepat waktu saat kerja. Apabila seorang ketua RW, dia bisa menyelenggarakan kerja bakti di lingkungannya, yg diikuti oleh warga2nya.

Mari kita beribadah sesuai dengan kemampuan yg kita miliki.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20070601

Posted on June 2, 2007 by It’s Me

Konsep dasar pendidikan yg diajarkan oleh Islam adalah TIDAK MENYEKUTUKAN ALLOH SWT. Hal ini tercantum di surat Lukman(31):13,“Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kelaliman yang besar”.”

Penafsiran larangan syirik kepada ALLOH SWT bisa disampaikan dengan berbagai cabang ilmu pengetahuan, baik matematika, fisika, biologi, dan yang lainnya.

Sayyid Qutb, seorang ulama di abad 20 menyatakan bahwa dirinya percaya kekuatan ilmu pengetahuan serta kebudayaan, namun dia menyatakan bahwa dirinya SANGAT percaya dengan kekuatan PENDIDIKAN.

Di jaman sekarang, banyak orang tua yg memberikan pendidikan yg salah, bahkan cenderung menelantarkan pendidikan bagi anak2nya. Tidak heran, jika banyak kekacauan terjadi di rumah tangga, terutama belakangan ini.

Sistem pendidikan bisa dibagi menjadi 2 bagian:
– Pendidikan sekuler, yg lebih mengutamakan panca indra semata.
– Pendidikan Islam, selain mengutamakan panca indra, juga menambahkan hati (qolbu) sebagai penyeimbang.

Efek manusia yg dihasilkan dari 2 sistem pendidikan tersebut di atas sangatlah berbeda. Sebagai contoh, pendidikan sekuler hanya menghasilkan orang2 berpendidikan (pintar) namun kosong jiwanya. Tidak heran korupsi dan kemaksiatan terus berjaya karena outputnya adalah hasil pendidikan sekuler.

Pendidikan yg mesti diterapkan kepada anak:
– Cinta, mengenal, dan mencontoh (meneladani) akhlah Rasululloh SAW, karena Rasululloh SAW merupakan suri tauladan yg terbaik.
– Mengenalkan, mencintai, membaca, mengerti, dan mengamalkan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Filed under: Khutbah Jum’at | 1 Comment »

Khutbah Jum’at – 20070525

Posted on May 28, 2007 by It’s Me

Memilih seorang pemimpin yg hendak dijadikan kepala baik dalam sebuah struktur resmi, seperti sebuah departemen atau lembaga, ataupun tidak resmi seperti kepala organisasi masyarakat bisa ditinjau dari sikap calon tersebut dalam berhubungan dengan manusia.

Seorang pemimpin yg baik, haruslah mempunyai kecakapan/kemampuan/kapasitas memimpin yg layak. Sayangnya, di Indonesia, seringkali seorang calon pemimpin hanya berbekal ambisi, popularitas, keturunan, dan harta saja untuk maju dan dipilih menjadi pemimpin. Sangatlah jarang, seorang calon pemimpin, yg maju, mempunyai kapabilitas kepemimpinan yg dibutuhkan. Akibatnya ketika dia menjabat, masalah2 yg timbul (di masyarakat) seringkali tidak bisa diselesaikan dengan baik. Alih2 mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab, si pemimpin malah cenderung bermuka badak, dan tidak tahu malu. Naudzubillah…

Padahal, menjadi seorang pemimpin itu berarti dia siap memikul tanggung jawab yg sangat besar, tidak hanya di mata manusia namun juga di hadapan ALLOH SWT. Kepercayaan yg dipikul/diberikan oleh masyarakat sangatlah besar, karena masyarakat akan menaruh harapan terhadap pemimpin yg telah dipilih untuk menyelesaikan masalah2 yg terjadi. Sayangnya, banyak pemimpin yg tidak bisa memenuhi kepercayaan ini…karena dipercaya itu (sebenarnya) sulit.

Walhasil, jabatan yg seharusnya menjadi amanah, malah dijadikan sebagai sarana kenikmatan pribadi. Akan tetapi, herannya, banyak orang yg berebut jabatan, sehingga mereka malah menyalahgunakannya.

Islam sendiri sudah memberikan panduan, bagaimana kriteria pemimpin yg baik, entah itu di hadapan manusia maupun di hadapan ALLOH SWT. Kriteria pemimpin yg baik telah tergambar dan dipraktikkan oleh Rasululloh SAW. Beliau telah terbukti menjadi seorang pemimpin yg sukses dunia dan (insya ALLOH) akhirat.

Dengan demikian, jika kita hendak memilih pemimpin, hendaklah yg memiliki sifat2 Rasululloh SAW, yakni Shiddiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh. Insya ALLOH pemimpin tersebut akan sukses dunia dan akhirat juga.

*semoga artikel ini berguna dan bisa menjadi panduan dalam memilih pemimpin, tidak saja di Indonesia, namun juga di tempat2 lain…*

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20070518

Posted on May 19, 2007 by It’s Me

Umat Islam di Indonesia sudah menjalankan berbagai macam ideologi sejak kemerdekaan didapat. Akan tetapi, dari sekian banyak ideologi yg telah dijalankan, ternyata TIDAK ADA SATUPUN yg terbukti bisa membawa bangsa Indonesia ke dalam kehidupan yg lebih baik. Satu2nya ideologi yg belum (tidak mau?) dicoba untuk dijalankan adalah ideologi Islam. Padahal, dengan ideologi Islam, insya ALLOH kehidupan yg lebih baik (dunia-akhirat) akan bisa dicapai, karena ideologi Islam sudah menyediakan panduan lengkap untuk bernegara dan hidup.

Keengganan menggunakan ideologi Islam, nampaknya terkait dengan perang pemikiran (ghazwul fikri) yg dilancarkan musuh2 Islam.

Dalam Al Maidah(5):49, ALLOH SWT telah berfirman,“…Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.”

Manusia yg tidak mau menegakkan hukum ALLOH SWT terbagi menjadi 3 bagian:
1. Orang dzalim
2. Orang kafir
3. Orang fasik

Sesungguhnya solusi yg ditawarkan oleh ideologi2 selain ideologi Islam BUKANLAH solusi terbaik. Hal ini dikarenakan solusi2 tersebut dibuat dengan tolok ukur manusia, yg notabene sangat terbatas kemampuannya, baik kemampuan berpikir ataupun kemampuan lainnya. Sementara solusi ideologi Islam sangatlah mudah, yakni:
1. Kembali ke Al Qur’an dan Sunnah Rasul.
Rasululloh SAW telah menegaskan hal ini dengan haditsnya yg sangat akrab di telinga kita. “Aku tinggalkan dua perkara untuk kalian. Selama kalian berpegang teguh dengan keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku. Dan tidak akan terpisah keduanya sampai keduanya mendatangiku di haudh.” (HR. Imam Malik)

Hanya saja, masalahnya adalah kaum muslim (terutama di Indonesia) tidak mau menerapkannya, dengan berbagai alasan. Sungguh ironi, sebagai kaum mayoritas, umat Islam di Indonesia malah ‘kalah pengaruh’ dibandingkan kaum minoritas.

2. Menjalankan dan menjaga 3 hal:
Menjaga lisan. Hindari perbuatan berbohong, terutama membohongi rakyat, terlebih rakyat yg sedang mengalami musibah. Padahal rakyat sudah cukup menderita dengan musibah yg beruntun mereka alami, tidak perlu lagi diperparah dg hal2 yg ‘tidak perlu’.
Bentengi rumah tangga dengan agama Islam. Jika tiap pemimpin rumah tangga membekali tiap anggota keluarga dg bekal agama yg mumpuni, insya ALLOH tidak akan terjerumus kepada kejahatan. Bekal agama ini tentu saja tidak sekedar formalitas, namun juga selalu menjadi petunjuk kehidupan.
Memperbanyak taubat. Tentu saja taubat yg dilakukan adalah sebenar-benarnya taubat (taubatan nasuha). Silakan membaca kembali artikel taubatan nasuha untuk lebih jelasnya.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

Khutbah Jum’at – 20070511

Posted on May 11, 2007 by It’s Me

Jika kita merujuk pada surat At Tahri(66):8, maka kita akan dapati ayat tentang taubat nasuha (sudah pernah aku bahas juga di sini). Ayat tersebut berbunyi,”Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.” Dari ayat tersebut, bisa disimpulkan, bahwa dengan taubatan nasuha, maka insya ALLOH, SEMUA dosa dan kesalahan yg pernah kita perbuat akan diampuni ALLOH SWT.

Dan apabila kita mau untuk merenung/melakukan introspeksi (muhasabah), maka kita akan dapatkan kenyataan bahwa diri kita PASTI PERNAH berdosa dan berbuat salah, serta melanggar perintah dan larangan ALLOH SWT. Hanya orang yg sombong, serta TIDAK MUNGKIN ada di dunia ini, yg menyatakan dirinya bersih dari dosa dan kesalahan.

Jika kita merujuk kepada perbuatan salah, sebenarnya perbuatan salah ini sudah dilakukan oleh bapak manusia, yakni nabi Adam as dan istrinya, Siti Hawa. Mereka berdua berbuat salah, dengan melanggar larangan ALLOH SWT, untuk tidak mendekati dan tidak makan buah khuldi. Penyebab mereka melanggar adalah karena bujuk rauyu dan tipu daya setan. Meski demikian, sesungguhnya semua Nabi dan Rasul bersifat ma’sum, yakni senantiasa dijaga ALLOH SWT dari perbuatan salah.

Al Qur’an sendiri mendokumentasikan bujuk rayu setan dan kesalahan Nabi Adam as dan Siti Hawa di dalam surat At Thaha(20):120-121,”Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?” — Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.”

Namun, Al Qur’an juga mencatat bahwa Nabi Adam as dan Siti Hawa segera menyadari kesalahan yg telah mereka perbuat. Selanjutnya mereka menyesal dan memohon ampun, kepada ALLOH SWT, atas kesalahan dan dosa yg mereka perbuat. Ini tercatat di surat Al A’raaf(7):23,”Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.”

Dalam Al Baqarah(2):36-37, dituliskan juga bagaimana ALLOH SWT mengirimkan Nabi Adam as dan Siti Hawa ke bumi sebagai hukuman atas kesalahan yg mereka perbuat. Namun Dia juga menyatakan bahwa kesalahan Nabi Adam as dan Siti Hawa DIAMPUNI.”Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”. — Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”

Sayangnya, manusia seringkali mengulur-ulur waktu untuk bertobat dan beramal saleh. Mereka mengulur waktu hingga akhirnya pada saat ajal tiba, mereka tidak pernah bertobat untuk kesalahan2 mereka, serta tidak bisa beramal saleh seperti yg pernah mereka janjikan.

Penyesalan akan datang kepada mereka pada saat di hari Akhir kelak, sebagaimana dicatat di surat Al Munaafiquun(63):10-11,”Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” — Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Semoga kita termasuk orang yang bersegera dalam bertaubat nasuha dan beramal saleh, agar tidak termasuk dalam golongan orang2 yg menyesal kelak. Aamiin.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20070504

Posted on May 6, 2007 by It’s Me

Tema dari khutbah Jum’at kali ini adalah “Meneladani Rasululloh SAW Dalam Menegakkan Islam”.

Keadaan bangsa Arab pada saat Rasululloh SAW belum menjadi utusan ALLOH SWT, merupakan sebuah masyarakat yg maju dalam hal perdagangan dan kebudayaan. Ini dibuktikan dengan syair2 hasil karya para pujangga2/seniman2. Dalam hal perdagangan, kota Mekkah dan Madinah merupakan salah satu pusat perdagangan.

Akan tetapi para penduduknya berperilaku kejam, biadab, dan tidak masuk akal. Berbagai kejahatan, seperti riba, perzinaan, pembunuhan, perang, dan perilaku2 lainnya. Oleh sebab itu, Rasululloh SAW diturunkan dan diutus di sini, karena Rasululloh SAW diturunkan untuk memperbaiki moral para penduduk jazirah Arab (pada awalnya, dan seluruh manusia sebagai tujuan akhirnya).

“Hai Nabi sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, — dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi.” Al Ahzab(33):45-46.

Untuk memperbaiki akhlak dan moral bangsa Arab, Rasululloh SAW sudah dipersiapkan dirinya oleh ALLOH SWT dengan akhlak dan perilaku yg santun, mulia, dan bisa diandalkan. Dengan kata lain, Rasululloh SAW sudah ditetapkan sebagai suri tauladan yg baik (uswatun hasanah), sebagaimana tercantum di Al Ahzab(33):21,“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

Berdasar Al Ahzab:45-46, maka Rasululloh SAW mempunyai tugas sebagai berikut:
– menjadi saksi atas perbuatan manusia (umatnya)
– membawa kabar gembira
– menyampaikan peringatan
– penyeru (pengajak) kembali ke agama ALLOH SWT
– menjadi penerang/cahaya

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

Khutbah Jum’at – 20070427

Posted on May 4, 2007 by It’s Me

Seorang muslim hendaknya senantiasa berlapang dada apabila mengetahui orang lain (terlebih lagi sesama muslim) mendapatkan kesenangan, kebahagiaan, dan keberhasilan. Dengan kata lain, seorang muslim TIDAK BOLEH HASAD (DENGKI).

Secara teori, hal ini mudah diucapkan…namun, dalam pelaksanaannya, sangatlah sulit, karena setan akan senantiasa berupaya membangkitkan perasaan hasad itu. Akibatnya, perilaku dengki ini tumbuh subur, karena tiap orang senantiasa ‘memupuk’ sifat ini. Padahal, jika sifat hasad/dengki dipelihara, maka dia akan bisa menjelma menjadi tindakan lain yang tidak kalah bahayanya, yakni FITNAH.

Contoh yang paling mudah dari perilaku hasad/dengki adalah acara infotainment. Meski ada manfaat yg bisa didapat, namun secara garis besar, isi dari infotainment adalah ghibah dan gossip. Belum lagi jika ada wawancara yang sifatnya saling menjatuhkan dan membeberkan aib. Maka, tidak heran MUI dan NU mengharamkan penayangan infotainment ini.

Perhatikan hadits Rasululloh SAW ini. Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu berkata, Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian saling dengki, jangan saling menipu, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jangan kalian membeli suatu barang yang (akan) dibeli orang. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Alloh yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, tidak layak untuk saling menzhalimi, berbohong kepadanya dan acuh kepadanya. Taqwa itu ada disini (beliau sambil menunjuk dadanya 3 kali). Cukuplah seseorang dikatakan jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Haram bagi seorang muslim dari muslim yang lainnya, darahnya, hartanya, dan harga dirinya” (HR. Muslim)

Perhatikan juga firman ALLOH SWT, dalam Al Hujurat(49):12,“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”

Semoga kita bisa terhindar dari sifat hasad/dengki ini. Aamiin.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20070420

Posted on May 3, 2007 by It’s Me

Kaum muslim yg hidup sejaman dengan Rasululloh SAW, sangatlah MILITAN terhadap Rasululloh SAW. Mereka bersedia berkorban apa saja demi Rasululloh SAW, hatta itu nyawa mereka. Tidak terhitung berapa banyak sahabat yg gugur di medan perang maupun disiksa oleh kaum kafir, karena mereka begitu menyayangi Rasululloh SAW, bahkan tidak ingin Rasululloh SAW terluka sedikit pun.

Mencintai dan menyayangi Rasululloh SAW berarti kita akan selalu mengikuti dan menuruti sunnah-sunnahnya. Termasuk di dalamnya adalah hukum-hukumnya, baik dalam ibadah maupun dalam bermasyarakat. Sudah seharusnya kita mengikuti hukum2 yg ditetapkan Rasululloh SAW, karena beliau adalah suri tauladan dan perwakilan ALLOH SWT (dengan menjadi utusan-Nya). Sehingga bisa ‘dipastikan’, mengikuti Rasululloh SAW = mendapat ridho ALLOH SWT.

Hanya sayangnya, meski umat Islam di Indonesia merupakan mayoritas, namun pemerintah dan masyarakatnya masih enggan untuk menggunakan dan menerapkan hukum ALLOH SWT. Tak heran, begitu banyak maksiat dan bencana terjadi karenanya.

Beberapa metode untuk menegakkan hukum ALLOH SWT:
1. Menegakkan aqidah, siap bertuhankan hanya ALLOH SWT. Ciri2nya = menjadi muslim yang kaffah (menyeluruh). Perhatikan Al Baqarah(2):208,“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.”
2. Tidak mengikuti langkah-langkah setan, yakni usaha merusak dunia/tataran hidup. (lihat ayat di atas)
3. Tunduk kepada Al Qur’an dan Sunnah.

Sayangnya, jika kita (mau) jujur terhadap diri, hidup kita lebih banyak menuruti/terjebak kehendak setan. Akibatnya, penderitaan dan kesulitan selalu kita hadapi.

Semoga kita bisa menjalani kehidupan sebagai seorang muslim secara keseluruhan. Aamiin.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

Khutbah Jum’at – 20070413

Posted on May 3, 2007 by It’s Me

Cepat atau lambat, manusia akan menghadapi/merasakan kematian. ALLOH SWT sendiri sudah menegaskan hal ini, sebagaiman tertulis di Al Imran(3):185,“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”

Siapapun, di manapun, manusia PASTI akan bertemu kematian, karena tidak ada seorangpun manusia yg bisa menghindar dari kematian, termasuk Rasululloh SAW. Benteng yg kokoh, gunung yg tinggi, ruangan yg tertutup rapat, tidak akan bisa menghalangi kematian untuk datang. Hal ini juga sudah disebutkan ALLOH SWT,“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun?”(An Nisa(4):78)

Sikap manusia dalam menghadapi kematian itu berbeda-beda. Ada yg takut mati, ada yg ingin mati, ada yg malah mempercepat waktu kematiannya (bunuh diri).

Ingat mati sangatlah dianjurkan dalam agama. Rasululloh SAW sendiri sudah menjelaskan hal ini. “Perbanyaklah mengingat kematian. Seorang hamba yang banyak mengingat mati maka Allah akan menghidupkan hatinya dan diringankan baginya akan sakitnya kematian.” (HR. Ad-Dailami), dan “Orang yg paling cerdas adalah orang yg paling banyak ingatannya kepada kematian.” (HR Ibnu Majah)

Orang yg selalu mengingat kematian akan mengurangi perbuatan dosa, karena dia tahu bahwa perbuatannya itu akan dimintai tanggung jawabnya di akhirat kelak.

Semoga kita menjadi orang2 yg selalu mengingat kematian. Aamiin.

artikel terkait:
Kapan kiamat tiba?

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20070406

Posted on May 2, 2007 by It’s Me

Manusia merupakan makhluk ciptaan ALLOH SWT yang paling baik bentuknya, sebagaimana disebutkan di At Tiin(95):4,“sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” Salah satu hal yg menjadikan manusia lebih unggul daripada makhluk ALLOH SWT lainnya adalah MEMILIKI AKAL.Akan tetapi, mengapa manusia seringkali bisa digoda dan terjerumus ke dalam tipu daya setan? Itu tidak lain karena manusia mempunyai sifat LUPA dan SALAH, sebagaimana tercantum di Al Baqarah(2):286,“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.”

Kedua sifat ini merupakan kelemahan utama manusia, sehingga akan selalu menjadi target setan, dalam upayanya menjerumuskan manusia ke dalam jurang kesesatan, kapanpun, di manapun, dan dalam kondisi bagaimanapun.

Cara paling tepat dalam menyelamatkan diri dari perangkap setan adalah dengan tidak menunda-nunda melaksanakan perintah agama (perintah ALLOH SWT dan Rasul-Nya). Selain itu, kita jangan sungkan untuk menghindari dan menjauhi larangan2 yg telah ditetapkan agama.

Hanya orang lalai, lupa, dan bodohlah yg akan menjadi korban tipu daya setan.

Semoga kita bisa menjadi manusia yg selalu waspada dan bisa menghindar dari tipu daya dan jebakan setan. Aamiin.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

New Blog

Posted on February 25, 2007 by It’s Me

This (new) blog is part of my old blog…but here, the topic is specific. I hope this blog will useful for all of you.

Filed under: Info | Leave a Comment »

« Previous PageNext Page »

Selamat datang di blog khutbah Jum’at ini. Semoga berguna

Berikut ini adalah syarat-syarat menjadi khatib Jum’at:

Khutbah Jum’at itu memang memerlukan rukun yang harus terpenuhi, agar bisa sah secara aturan. Bilamana salah satu rukun itu tidak terpenuhi, memang akan membuat khtbah itu rusak, alias tidak sah.

Yang paling pokok untuk diketahui bahwa khutbah Jum’at itu terdiri dari dua bagian. Yaitu khutbah pertama dan khutbah kedua, di mana keduanya dipisahkan dengan duduk di antara dua khutbah.

Selain itu yang juga perlu diperhatikan adalah bahwa khutbah Jum’at itu dilakukan sebelum shalat Jum’at. Berbeda dengan khutbah Idul Fitri atau Idul Adha yang justru disampaikan setelah selesai shalat Id.

Adapun rukun khutbah Jum’at, para ulama mencoba mengumpulkannya dari berbagai dalil, lalu didapat paling tidak ada lima perkara.

1. Rukun Pertama: Hamdalah
Khutbah Jum’at itu wajib dimulai dengan hamdalah. Yaitu lafaz yang memuji ALLOH SWT. Misalnya lafaz alhamdulillah, atau innalhamda lillah, atau ahmadullah. Pendeknya, minimal ada kata alhamd dan lafaz Allah, baik di khutbah pertama atau khutbah kedua.

2. Rukun Kedua: Shalawat kepada Nabi SAW
Shalawat kepada nabi Muhammad SAW harus dilafadzkan dengan jelas, paling tidak ada kata shalawat. Misalnya ushalli ‘ala Muhammad, atau as-shalatu ‘ala Muhammad, atau ana mushallai ala Muhammad.

Namun nama Muhammad SAW boleh saja diucapkan dengan lafadz Ahmad, karena Ahmad adalah nama beliau juga sebagaimana tertera dalam Al-Quran.

3. Rukun Ketiga: Berwasiat untuk Taqwa
Yang dimaksud dengan berwasiat ini adalah perintah atau ajakan atau anjuran untuk bertakwa atau takut kepada ALLOH SWT. Dan menurut Az-Zayadi, wasiat ini adalah perintah untuk mengerjakan perintah ALLOH SWT dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Sedangkan menurut Ibnu Hajar, cukup dengan ajakan untuk mengerjakan perintah ALLOH SWT. Sedangkan menurut Ar-Ramli, wasiat itu harus berbentuk seruan kepada ketaatan kepada ALLOH SWT.

Lafadznya sendiri bisa lebih bebas. Misalnya dalam bentuk kalimat: takutlah kalian kepada ALLOH. Atau kalimat: marilah kita bertaqwa dan menjadi hamba yang taat.

Ketiga rukun di atas harus terdapat dalam kedua khutbah Jum’at itu.

4. Rukun Keempat: Membaca ayat Al-Quran pada salah satunya
Minimal satu kalimat dari ayat Al-Quran yang mengandung makna lengkap. Bukan sekedar potongan yang belum lengkap pengertiannya. Maka tidak dikatakan sebagai pembacaan Al-Quran bila sekedar mengucapkan lafadz: tsumma nazhar atau potongan ayat yg tidak jelas.

Tentang tema ayatnya bebas saja, tidak ada ketentuan harus ayat tentang perintah atau larangan atau hukum. Boleh juga ayat Quran tentang kisah umat terdahulu dan lainnya.

5. Rukun Kelima: Doa untuk umat Islam di khutbah kedua
Pada bagian akhir, khatib harus mengucapkan lafaz yang doa yang intinya meminta kepada Allah kebaikan untuk umat Islam. Misalnya kalimat: Allahummaghfir lil muslimin wal muslimat (Ya ALLOH, ampunilah orang-orang muslim laki dan wanita). Atau kalimat Allahumma ajirna minannar (Ya ALLOHk, selamatkan kami dari api neraka).

Filed under: Khutbah Jum’at | 8 Comments »

« Previous Page

Posted on 19 Maret 2012, in KAJIAN, KHUTBAH JUMAT, LAIN-LAIN, SITUSARA. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masjid Tanpa Warna "MASJID ALFAJR" BANDUNG

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

FORUM ULAMA UMMAT INDONESIA (F U U I)

"PEMERSATU ULAMA DAN UMMAT"

islamhouse.com :: Semua :: Indonesia

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

MASJID TAQWA SERITANJUNG

group SITUSARA posting by a. rozak abuhasan

maktabah abi yahya™

Bagi yang Tahu Betapa Pentingnya ILMU

Blog Ahlus Sunnah

Blognya Abu Zaid

SITUSARA

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

ABU ZUBAIR

Berusaha Meraih Husnul Khatimah Dengan Meniti Jejak Shalaful Ummah

Kumpulan Khutbah Jum'at

Kumpulan Khutbah Jum'at

KUMPULAN KHUTBAH JUM`AT

Group SITUSARA by A. ROZAK ABUHASAN

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

Buku Islam Online

Pusatnya Buku Islam

Jelajah Alam Belantara

Just another WordPress.com site

Audio salafy | Download gratis kajian salafy

Download kajian-kajian ustadz-ustadz salafy Indonesia

ISLAM DAN KEHIDUPAN

Bersama Membangun Peradaban Umat

Media Belajar Islam™

Memuat Artikel Islam dan Umum, dan Free download Mp3 dan E-Book Islami

www.fuui.wordpress.com--sarana komunikasi ulama & ummat

Memurnikan Tauhid menuju Jihad Fi Sabilillah

TOPIK WARNA-WARNI

Aneka Ragam Topik Disuguhkan oleh IWAN DAHNIAL

Ichsan Mufti

Rekaman ide.. Tentang beberapa hal yang saya anggap penting

Ulama Sunnah

Kumpulan Biografi, Artikel dan Fatwa Ulama Ahlussunnah

islamhouse.com :: New! :: English

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

Maskuncoro

Ikatlah ilmu itu dengan menuliskannya

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.176 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: