KUMPULAN KHUTBAH JUMAT 2008 WORDPRESS.COM

Kumpulan Khutbah Jum’at

http://khutbahjumat.wordpress.com/

 Khutbah Jum’at – 20081226

Posted on January 2, 2010 by It’s Me

Imam Ghazali membagi puasa dalam 3 tingkatan.

Pertama, puasa tingkat umum, yakni menahan mulut dari berbagi makanan dan minuman serta menahan farji (kemaluan) dari berhubungan suami istri (jima’).

Kedua, puasa tingkat khusus, yakni menahan anggota tubuh dari segala macam maksiat. Kaki hendaknya tidak berjalan ke tempat maksiat, tangan dijaga agar tidak berbuat maksiat, menjaga mulut agar tidak mengucapkan kata-kata yang dilarang ALLOH SWT, baik dalam bentuk mengumpat, berbohong, menggunjing, dan lainnya.

Juga menjaga telinga dari mendengarkan hal-hal yang terlarang. Sama halnya menjaga mata dari melihat hal-hal yang tidak baik.

Ketiga, puasa tingkat tertinggi yaitu menjaga hati dan berpikir selain ALLOH SWT dan hari akhir, menghindari hal-hal rendah di mata ALLOH SWT, termasuk tentang urusan dunia, kecuali yang berhubungan dengan akhirat.

Pada puasa tingkat tertinggi ini tidak hanya mulut dari berbagi makanan dan minuman serta menahan farji (kemaluan) dari berhubungan suami istri (jima’), serta anggota badan dari perbuatan maksiat, tapi juga menjaga hati dan pikiran.

Orang yg berpuasa pada tingkat pertama hanya akan merasakan lapar dan haus. Tidak ada hal lain yg dia dapat. Orang tipe ini hanya akan menggugurkan kewajiban atau dosa akibat meninggalkan puasa.

Marilah kita berusaha sekuat tenaga untuk melakukan puasa tingkat ketiga, walau seberat apapun. Karena itulah kualitas puasa sesungguhnya, agar kita bisa mencapai tingkat orang-orang yang bertakwa.

Filed under: Khutbah Jum’at | 16 Comments »

Khutbah Jum’at – 20081219

Posted on January 2, 2010 by It’s Me

Siapa yang tidak ingin menjadi kekasih ALLOH SWT? Dengan menjadi kekasih ALLOH SWT, maka tidak ada lagi yang perlu ditakutkan baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Lantas, bagaimana menjadi kekasih ALLOH SWT? Berikut 2 hal yang mesti kita lakukan agar kita bisa menjadi kekasih ALLOH SWT, sebagaimana yang dilakukan Nabi Ibrahim as.

Pertama, jangan meminta selain dari ALLOH SWT. Nabi Ibrahim as memohon pertolongan hanya kepada-Nya. Nabi Ibrahim as tidak pernah mengajukan kebutuhannya di hadapan makhluk-Nya.

Kedua, Nabi Ibrahim as tidak pernah mengusir pengemis (peminta) manapun dari pintumu. Nabi Ibrahim as tidak pernah membiarkann orang yg memerlukan kebutuhan pergi dengan tangan kosong dari rumahmu.

Apa maknanya?

Pertama, para kekasih ALLOH SWT adalah mereka yang memfokuskan diri mengharap dan meminta hanya kepada Pemilik seluruh langit dan bumi beserta segala isinya.

Kedua, jika berhubungan dengan manusia, maka hendaklah menjadi pribadi yang dermawan. Bantulah orang-orang yang membutuhkan pertolongan kita, dan insya ALLOH Dia akan memberikan kasih sayang-Nya kepada kita.

Semoga kita bisa menjadi kekasih ALLOH SWT, usai menjalankan kedua hal di atas. Insya ALLOH, aamiin.

Filed under: Khutbah Jum’at | 3 Comments »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20081212

Posted on January 2, 2010 by It’s Me

Sesungguhnya negeri kita yang semula aman ini telah menjadi negeri yg mencekam dan menakutkan. Kolusi, korupsi, dan nepotisme telah menjadi bagian penting dalam tubuh para penegak dan penduduknya.

Krisis politik, sosial, dan perekonomian terus menggoyang keutuhan negeri ini, diwarnai dengan kerusuhan, keributan, dan demonstrasi yg tidak henti2nya. Bersamaan dengan itu, semua dekadensi moral, akhlaq, dan aqidah anak-anak bangsa telah mencapai klimaksnya, kewibawaan bangsa dan umat Islam pun lenyap.

Untuk mengatasinya, perlu kerjasama berbagai pihak.

  1. Para pemimpin hendaknya menyadari bahwa kadar pemerintahan dan kedudukan yg dia dapatkan adalah nikmat dan amanah dari ALLOH SWT. Hendaknya dia menegakkan amar ma’ruf nahi munkar sesuai dengan tuntutan syariat, menutup pintu2 kejahatan dan kerusakaan serta melindungi negara dan rakyat dari kejahatan.
  2. Rakyatnya hendak menuaikan hak2nya, berupa taat dan mendengar setiap apa yang diperintah dan dilarang oleh pemerintah.
  3. Kaum ulama melaksanakan dan menegakkan hukum2 ALLOH SWT. Mengingatkan apa2 yg haq dan batil, mendoakan kebaikan dan mengarahkan kepada yg ma’ruf.

Yang mesti dibenahi dari bangsa ini adalah aqidahnya, agar segala sesuatunya bisa berubah ke arah yg lebih baik.

Rasululloh SAW bersabda dalam hadits yg diriwayatkan Imam Ahmad. Intinya, jika masyarakat dilanda krisis aqidah, akhlaq, dan moral. Dilanda krisis ekonomi dan politik yang dilematis, maka pembenahan pertama yang mesti dilakukan adalah pembenahan aqidah dan moral dengan segala kemampuan, sebab memperbaiki masalah yang paling berbahaya adalah hal yang disepakati oleh setiap insan berakal.

Semoga bangsa ini bisa bangkit dari keterpurukan. Aamiin.

Filed under: Khutbah Jum’at | 1 Comment »

Khutbah Jum’at – 20081205

Posted on November 27, 2009 by It’s Me

Risywah atau suap/sogok termasuk salah satu perbuatan yang diharamkan ALLOH SWT untuk dilakukan oleh hamba-Nya. Bahkan Rasululloh SAW juga mengecam keras dan melaknat pelakunya. Hal ini wajar, mengingat suap mengandung kejahatan serta mempunyai dampak yang sangat buruk terhadap kehidupan manusia.

ALLOH SWT berfirman dalam Al Maidah(5):2,“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”

Dari ayat tersebut di atas, nampaklah bahwa menyuap/disuap merupakan hal yang DILARANG, karena termasuk ke dalam perbuatan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.

Perhatikan juga hadits-hadits berikut:

  • Dari Abdullah bin Umar, ia berkata,“Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat orang yang menyuap dan yang menerima suap.” [HR. Abu Daud]
  • Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” [HR. Ahmad]
  • Dari Abu Hurairah, ia berkata,“Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam telah melaknat orang yang menyuap dan yang menerima suap dalam masalah hukum”. [HR. at-Tirmidzi]

Filed under: Khutbah Jum’at | 6 Comments »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20081128

Posted on November 27, 2009 by It’s Me

Setiap orang dituntut untuk bertanggung jawab atas aksi yang dilakukan dirinya, entah itu perbuatan atau perkataan. Ketika harus bertanggungjawab maka akan sangat terikat dengan amanah, sejauh mana dia memegang amanah dalam menuaikan kewajibannya. Dengan demikian, amanah adalah sifat yang harus dimiliki oleh setiap orang, tidak hanya pemimpin atau Nabi dan Rasul saja.

Seorang cendekiawan harus amanah atas penelitian dan pemikiran yang disampaikannya. Dia harus bertanggungjawab atas keilmuan yang dia miliki, di akhirat kelak. Oleh karenanya, hal inilah yang membedakan cendekiawan muslim dan non muslim, yakni keharusan mempertanggungjawabkan ilmunya di akhirat kelak.

Sesungguhnya orang yang berilmu sangatlah dihargai kedudukannya oleh ALLOH SWT. Perhatikan dalil-dalil berikut:

  • Al Mujaadilah(58):11,“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”
  • Rasululloh SAW bersabda,“Perumpamaan apa yang diutuskan Allah kepadaku yakni petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan lebat yang mengenai tanah. Dari tanah itu ada yang gembur yang dapat menerima air (dan dalam riwayat yang mu’allaq disebutkan bahwa di antaranya ada bagian yang dapat menerima air), lalu tumbuhlah rerumputan yang banyak. Daripadanya ada yang keras dapat menahan air dan dengannya Allah memberi kemanfaatan kepada manusia lalu mereka minum, menyiram, dan bertani. Air hujan itu mengenai kelompok lain yaitu tanah licin, tidak dapat menahan air dan tidak dapat menumbuhkan rumput. Demikian itu perumpamaan orang yang pandai tentang agama Allah dan apa yang diutuskan kepadaku bermanfaat baginya. Ia pandai dan mengajar. Juga perumpamaan orang yang tidak menghiraukan hal itu, dan ia tidak mau menerima petunjuk Allah yang saya diutus dengannya.” (HR Bukhari)
  • Rasululloh SAW juga bersabda,“Ibnu Umar berkala, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Ketika saya tidur didatangkan kepada saya segelas susu, lalu saya minum [sebagiannya 8/79], sehingga saya melihat cairan [mengalir], keluar pada kuku-kuku saya, (dan dalam satu riwayat: ujung-ujung jari saya 7/74). Kemudian kelebihannya saya berikan kepada Umar ibnul Khaththab.’ Mereka berkata, ‘Engkau takwilkan apakah, wahai Rasulullah? Beliau bersabda, ‘Ilmu.’” (HR Bukhari)

Sayangnya, amanah keilmuan ini mulai ditinggalkan/tidak diterapkan lagi. Tidak heran jika kaum muslim senantiasa tertinggal dalam hal keilmuan.

Filed under: Khutbah Jum’at | 2 Comments »

Khutbah Jum’at – 20081121

Posted on November 27, 2009 by It’s Me

Kaum muslim masih ada yang berselisih mengenai pengertian siapa sebenarnya “Ahlul Kitab”. Perselisihan terjadi karena adanya sudut pandang yang berbeda dalam memahami makna istilah tersebut.

Ada yang menyatakan bahwa Ahlul Kitab adalah para penganut agama Yahudi dan Kristen. Sementara ada juga yang berpendapat bahwa semua umat beragama yang mempunyai kitab (suci) bisa dimasukkan sebagai Ahlul Kitab. Dengan demikian, Hindu, Budha dan agama lain juga termasuk, asalkan mempunyai kitab suci.

Beberapa ayat di Al Qur’an yang menyatakan istilah Ahlul Kitab adalah sebagai berikut:

  • Al Baqarah(2):105,“Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar.”
  • Al Maidah(5):68,“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.”

Kaum muslim diperbolehkan menikahi Ahlul Kitab, dalam hal ini pemeluk Yahudi dan Kristen. Namun perlu diingat, pernikahan berbeda keyakinan ini hanya boleh jika pihak laki-laki Islam, sementara pihak perempuan boleh Yahudi atau Kristen.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20081114

Posted on November 27, 2009 by It’s Me

Setiap kali isu terorisme mencuat, maka setiap kali itu pula umat Islam selalu dijadikan kambing hitam dan dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Pertanyaannya, mengapa isu terorisme (cukup sering) mencuat kembali? Jawabannya adalah untuk membendung arus kaum muslim!

Hal ini dikarenakan beberapa bukti berikut:

  1. Gerakan Islam di Indonesia senantiasa berusaha melawan gerakan liberal
  2. Kian menguatnya dukungan syariah (hukum) Islam diterapkan di beberapa daerah
  3. Usaha membendung arus kristenisasi ternyata malah dijadikan alasan untuk menangkapi para tokoh Islam
  4. Islam cenderung menentang setiap keputusan (yang merugikan) dari Amerika Serikat

Oleh karenanya, umat Islam mesti melakukan beberapa hal berikut:

  1. Cermat dalam menerima berbagai informasi terutama yang terkait dengan kepentingan Islam dan umatnya
  2. Isu terorisme adalah alat yang digunakan AS dan sekutunya untuk membungkam Islam
  3. Senantiasa menjalin persatuan dan kesatuan antar komponen umat Islam sehingga tidak mudah diporak porandakan isu yang tidak jelas
  4. Tetap istiqomah dalam berjuang menegakkan Islam

Sesungguhnya sangatlah nyata kebencian kaum musuh Islam, seperti pada Al Imran(3):118,“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.”

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

Khutbah Jum’at – 20081107

Posted on November 27, 2009 by It’s Me

Mu’jizat adalah adalah hal ghaib yang dianugerahkan ALLOH SWT kepada para Nabi dan Rasul, sebagai bukti bahwa mereka benar-benar Nabi dan Rasul yang diutus-Nya. Setiap Nabi dan Rasul mempunyai mu’jizat yang berbeda sesuai dengan kondisi zamannya.

Mu’jizat para Nabi dan Rasul sebelum Rasululloh SAW sifatnya hanyalah sementara dan hanya berlaku pada zamannya. Hal ini sangat berbeda dengan mu’jizat Rasululloh SAW, berupa Al Qur’an, yang sifatnya berlaku sampai akhir zaman (serta dijamin keutuhannya).

Rasululloh SAW juga diberi mu’jizat lain, yakni Isra’ Mi’raj, yakni Isra’ = perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu diteruskan dengan Mi’raj = perjalanan dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha.

Isra’ Mi’raj adalah sebuah peristiwa yang sulit diterima oleh akal manusia, tak heran banyak kaum muslim yang berganti lagi keyakinannya seusai mendengar cerita Isra’ Mi’raj ini. Terlebih lagi, dari banyak riwayat, Isra’ Mi’raj ini hanya dilakukan di sebagian malam.

Oleh karenanya, dalam memeluk agama Islam tidak hanya akal manusia yang digunakan namun juga keimanan.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20081031

Posted on November 27, 2009 by It’s Me

Setiap muslim pasti ingin mendapatkan rahmat atau kasih sayang dari ALLOH SWT. Untuk memperolehnya, banyak pintu dan cara yang bisa dimasuki. Salah satu diantaranya adalah melalui harta yang kita cari dan manfaatkan.

Rasululloh SAW bersabda,“ALLOH SWT akan memberikan rahmat kepada seseorang yang berusaha dari yang baik, membelanjakan uang secara sederhana, dan dapat menyisihkan kelebihan untuk menjaga saat dia miskin dan membutuhkannya.” (HR Muslim dan Ahmad)

Dari hadits di atas, maka kita perlu perhatikan 3 hal:

  1. Mencari harta haruslah dengan cara yang baik
  2. Membelanjakan harta secara sederhana (hemat, bukan kikir)
  3. Menabung untuk saat dibutuhkan

Insya ALLOH, jika kita melakukan 3 hal di atas, maka ALLOH SWT akan memberikan rahmat-Nya pada kita. Aamiin

Filed under: Khutbah Jum’at | 3 Comments »

Khutbah Jum’at – 20081024

Posted on February 24, 2009 by It’s Me

Manusia adalah makhluk ALLOH SWT yg terbaik susunan jasmani dan rohaninya. Dengan panca indra dan akal, hati dan nafsu, maka manusia menjadi makhluk yang berperadaban. Dengan akal pikirannya, mansia semakin lama semakin maju dalam banyak hal, terutama karena bisa membedakan yg haq dan batil, yg membahagiakan dan yg merusak.

Puasa merupakan salah satu cara untuk menempa manusia agar menjadi makhluk yang cenderung kepada haq dan menghindari hal2 yg batil.

Namun, manusia toh tidak terlepas dari hal-hal buruk. Seringkali kita dapati banyak manusia yg melakukan kejahatan/keburukan. Padahal, semakin banyak org yg berbuat baik, maka semakin berbahagialah masyarakat tersebut. Dan sebaliknya, jika banyak yg berbuat keburukan, maka masyarakat tersebut akan semakin resah.

Antara perbuatan positif dan negatif, mana yg lebih cenderung dilakukan manusia? ALLOH SWT telah berfirman dalam Ar Ruum(30):41,”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Adalah sunnatullah, orang yg berbuat baik akan menerima kebaikan dan orang yg berbuat jahat maka akan mendapatkan keburukan. Kita bisa baca di surat Al Zalzalah(99):7-8,”Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. — Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.

Dengan membaca ayat di atas, kita akan mengetahui bahwa hidup di dunia sifatnya hanya sementara, dan bukan satu-satunya kehidupan yg akan dialami oleh manusia.

Iman kepada ALLOH SWT akan membuat seseorang berbuat kebaikan dan menghindari kejahatan/keburukan.

Filed under: Khutbah Jum’at | 41 Comments »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20081017

Posted on February 23, 2009 by It’s Me

Urusan ibadah tidak bisa dikarang atau sembarangan. Mesti mencontoh sesuai dengan yang dicontohkan Rasululloh SAW. Ibadah yang tidak dicontohkan akan termasuk dalam kategori bid’ah.

Sudah 17 hari sejak kita tinggalkan waktu training, yakni bulan Ramadhan. Tujuan takwa yg dituju oleh banyak orang, tidaklah mudah untuk dilaksanakan dan dicapai. Banyak halangan dan rintangan yang menghadang. Oleh karena itu, kita mesti bisa memelihara takwa itu dalam sisa 11 bulan ke depan.

Surat Ali Imran(3):133&134,”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, — (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Untuk menebus kesalahan, maka kita bisa lakukan menuntut ilmu (ibadah). Ibadah ritual, sebagaimana ditulis di atas, mestilah sesuai dengan contoh Rasululloh SAW. Menuntut ilmu harus dilakukan oleh semua muslim, tidak dibatasi oleh usia, daerah atau apapun.

Surga merupakan impian bagi banyak orang. Namun, surga hanya bisa didapat/diraih jika kita mendapatkan ampunan dan rahmat dari ALLOH SWT. Bisa juga dikatakan, surga hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa.

Orang yg bertakwa:
1. Berinfaq di kala lapang maupun sempit (terutama terkait dengan rejeki/materi).
2. Menahan amarah/emosi untuk hal-hal yg tidak dibenarkan oleh ALLOH SWT.
3. Selalu memaafkan kesalahan orang lain. Tidak ada dendam.

Ketakwaan seseorang bisa dilihat dari ketaatan dia melakukan perintah-perintah ALLOH SWT dan menjauhi larangan2-Nya.

Filed under: Khutbah Jum’at | 19 Comments »

Khutbah Jum’at – 20081010

Posted on February 20, 2009 by It’s Me

Seorang muslim dan mukmin, mestinya tidak ceroboh, tidak melanggar ketentuan ALLOH SWT serta senantiasa bersyukur. Ramadhan yang baru meninggalkan kita, hendaknya jadi momen untuk menuju tingkatan yang lebih baik.

Rasa syukur mestinya kita lakukan tiap saat, sebagai bukti bahwa kita tidak kufur nikmat. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan anggota tubuh untuk mencapai ridho-Nya.

Banyak amalan yang bisa dilakukan di bulan Syawal, antara lain puasa Syawal. Barangsiapa puasa di bulan Syawal selama 6 hari, insya ALLOH akan mendapat pahala seolah-olah puasa 1 tahun. Silakan baca di artikel puasa Syawal ini.

Sebaik-baik waktu adalah waktu yang selalu ingat kepada ALLOH SWT. Dan seburuk-buruknya waktu adalah waktu di saat kita lalai pada-Nya.

Filed under: Khutbah Jum’at | 1 Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20081003

Posted on February 20, 2009 by It’s Me

Dalam Al Qur’an, terdapat 70x anjuran untuk bertawakal yang ditujukan kepada orang2 yg beriman, seperti pada Ibrahim(14):11,”Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka: “Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.

Salah satu perwujudan tawakal adalah saat keluar rumah, membaca doa sebagaimana yg dicontohkan Rasululloh SAW,”Dengan nama ALLOH saya menyerahkan diri kepada ALLOH, tiada daya upaya melainkan dengan (izin) ALLOH SWT.

Orang yg tawakal, segala cara dan usaha yang dilakukan selalu sejalan dengan aturan dan kehendak ALLOH SWT. Maka bila kedua hal di atas yg menjadi pedoman setiap usaha, insya ALLOH kesuksesan akan bisa diraih.

Tawakal sebenarnya merupakan bagian dari ikhtiar, bukan semata-mata menyerahkan sepenuhnya nasib kita kepada ALLOH SWT, karena tanpa adanya ikhtiar maka kita akan gagal menggapai sesuatu.

Tawakal juga bisa dilakukan sesudah ikhtiar, seperti pada surat Ali Imran(3):159,”Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.

Tawakal di awal ikhtiar ataupun sesudah ikhtiar, tidaklah perlu dipermasalahkan, karena keduanya mempunyai dalil, sebagaimana tersebut di atas.

Filed under: Khutbah Jum’at | 2 Comments »

Khutbah Jum’at – 20080926

Posted on February 19, 2009 by It’s Me

Rasululloh SAW, sebagai manusia dengan perilaku yang begitu baik, merupakan contoh bagi manusia, tidak hanya bagi kaum muslim, tapi juga non muslim. Beliau begitu menyayangi umatnya, sehingga beliau bersedia memberikan syafaatnya di akhirat kelak, kepada orang2 yg beliau kehendaki.

Walau beliau sudah mendapat jaminan surga, itu bukan berarti beliau tidak bersyukur atas nikmat yang didapat. Bahkan, bisa dibilang rasa syukur Rasululloh SAW sangatlah tidak bisa ditandingi oleh manusia manapun. Para Nabi dan Rasul merupakan pribadi-pribadi yang senantiasa bersyukur atas nikmat yang didapatnya.

Surat Shaba(34):12-13,”Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. — Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba Ku yang berterima kasih.

Sebaik-baiknya sholat = sholat Nabi Daud as. Dan sebaik-baiknya puasa = puasa Nabi Daud as.

Zakat merupakan upaya mengurangi fakir miskin. Selain itu zakat merupakan ujian bagi orang-orang kaya/berpunya.

Filed under: Khutbah Jum’at | 6 Comments »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20080919

Posted on February 19, 2009 by It’s Me

Hati adalah raja yang menggerakkan seluruh anggota badan. Hati bersemayam di dalam dada, dilindungi, dikelilingi, dan dilayani oleh seluruh anggota badan yg lain. Dengan demikian, hati adalah anggota badan manusia yg paling mulia. Dengan hati, pilar-pilar kehidupan kokoh berdiri.

An-Nu’man bin Basyir berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat hal-hal musyabbihat (syubhat / samar, tidak jelas halal-haramnya), yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa yang menjaga hal-hal musyabbihat, maka ia telah membersihkan kehormatan dan agamanya. Dan, barangsiapa yang terjerumus dalam syubhat, maka ia seperti penggembala di sekitar tanah larangan, hampir-hampir ia terjerumus ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai tanah larangan, dan ketahuilah sesungguhnya tanah larangan Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh itu baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu pun rusak. Ketahuilah, dia itu adalah hati.’” (HR. Bukhori)

Hati merupakan alat pengendali segala kegiatan dan aktivitas kita sehari-hari. Jika hati seseorang jernih, maka ia akan menerjemahkan setiap pesan dari otak sebagai pesan yg jelas, terang benderang, dan berorientasi positif. Sebaliknya, jika hati sedang gelap, maka proses yg diterima akan cenderung negatif.

Beberapa virus hati yang mesti dihindari:

- Berlebihan dalam berbicara

- Berlebihan dalam memandang kemaksiatan

- Berlebihan dalam makan

Beberapa tips melembutkan hati:

- Dzikrullah dan membaca Al Qur’an

- Istighfar

- Beramal salih dengan terus menerus (tanpa henti)

- Menghadirkan perasaan takut mati dalam keadaan su’ul khatimah

- Memperbanyak ingat mati

- Memikirkan kehinaan dunia

Filed under: Khutbah Jum’at | 3 Comments »

Khutbah Jum’at – 20080912

Posted on September 25, 2008 by It’s Me

Nuansa religius senantiasa hadir tiap Ramadhan tiba. Kaum muslim berlomba-lomba beramal ibadah, karena hanya di Ramadhan, amal ibadah dilipatgandakan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, setan dibelenggu, dan kita diberi semangat (lebih) untuk beribadah.

Yg diharapkan, hal ini (semangat beramal dan beribadah) tidak saja terjadi di bulan Ramadhan, namun juga di bulan2 lainnya.

Pada Ramadhan, banyak doa dipanjatkan dan dilontarkan para hamba ALLOH SWT. Semakin banyak doa dipanjatkan, semakin besar harapan ingin dikabulkannya doa tersebut.

Sebagai makhluk terbaik, manusia mempunyai figur Rasululloh SAW sebagai suri tauladan dalam hidup di dunia (dan kelak di akhirat). Wasiat Rasululloh SAW: Al Qur’an dan Sunnah.

ALLOH SWT sudah berjanji di surat An Noor(24):55,“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Janganlah kita pernah merasa terbebas dari sifat munafik. Hal ini karena sifat munafik merupakan sifat yg cukup sulit dideteksi, mirip dengan takabur/sombong.

Ulama membagi sifat shiddiq menjadi:
1. Meluruskan dan membenarkan niat (hanya untuk ALLOH SWT)
2. Meluruskan impian dan pelaksanaan
3. Jujur dan benar dalam amal
4. Jujur dalam berkata-kata
5. Jujur dalam janji pada manusia dan sumpah pada ALLOH SWT
6. Jujur dalam meraih tingkatan2 istimewa (imam yg adil, menjadi hamba ALLOH SWT)

Filed under: Khutbah Jum’at | 49 Comments »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20080905

Posted on September 24, 2008 by It’s Me

“Barangsiapa berpuasa bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lampau diampuni”(Muttafaq Alaihi)

Bekal di akhirat harus disiapkan di dunia, dengan persiapan dan pengamalan takwa dan amal shaleh. Dengan kata lain, mansia bisa masuk surga (namun mesti diingat, bahwa rahmat ALLOH SWT yg membuat seseorang masuk surga, bukan jumlah/besar amalannya). Di bulan Ramadhan ini, adalah saat yg tepat untuk memperbanyak amal shaleh.

Salah satu tanda kadar iman kita naik adalah dengan banyaknya perbuatan2 yg dilakukan yg diridhoi ALLOH SWT. Sementara itu, kebalikannya, jika kadar iman kita turun, maka akan banyak berbuat maksiat.

Indonesia, sebagai sebuah negara yg cukup besar, baik jumlah manusia maupun sumber daya, mestinya bisa menjadi negara yg disegani. Namun, kenyataannya, Indonesia masih diremehkan oleh bangsa lain. Ini menandakan adanya kesalahan yg harus diperbaiki. Kesalahan tersebut terutama terkait dengan mental.

Apa penyebab bangsa ini selalu ditimpa dalam kesulitan terus menerus? Bangsa Indonesia tidak punya pemimpin yg benar2 bisa memimpin. Lebih banyak pemimpin yg memuaskan hawa nafsunya sendiri. Segala amal sholeh yg dia lakukan tidak berbekas pada kehidupan sehari-hari.

Terlebih ada yg menyatakan bahwa “Agama jangan dibawa/dicampur ke dalam kehidupan sehari-hari”.

Filed under: Khutbah Jum’at | 2 Comments »

Khutbah Jum’at – 20080829

Posted on September 9, 2008 by It’s Me

Sebentar lagi kita akan masuk bulan Ramadhan. Sebuah bulan yg sangat dinanti oleh para muslim, bahkan Rasululloh SAW sendiri sudah mengatakan bahwa Ramadhan adalah yg dinanti.

Rasululloh SAW bersabda, bahwa kaum muslim yg menyambut Ramadhan dengan suka cita, lalu beribadah dan mengisi hari2nya dengan kebajikan, maka dia akan terbebas dari api neraka.

Oleh karenanya, marilah kita persiapkan diri kita, baik jasmani dan rohani, untuk menyambut dan mengisi hari-hari di dalamnya.

Puasa ~ shiyam ~ shaum merupakan istilah yg sering kita dengar. Namun kata shiyam lebih populer dibandingkan dengan shaum. Adapun kata shaum digunakan pada sebuah ayat di surat Maryam (17) ayat 26,“Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang Manusia pun pada hari ini”.”

Ayat yg paling populer mengenai puasa adalah Al Baqarah(2):183,“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”

Puasa, secara syariat mulai dilakukan sejak jaman Nabi Adam as.

Salah satu maksud berpuasa adalah untuk mendapatkan tingkatan takwa kepada ALLOH SWT. Adapun apabila badan menjadi sehat dan fit, itu adalah ‘efek samping’ tambahan.

Ibadah di bulan Ramadhan akan ‘naik’ kedudukannya. Dari yg semula sunnah akan dinilai sebagai ibadah wajib. Sementara ibadah wajib akan dikenai berlipat-lipat pahalanya.

Kita mendirikan sholat janganlah karena mencari pahala ataupun sekedar menggugurkan kewajiban saja, tapi juga untuk menambah semangat dan jiwa kita dalam hidup di dunia yg sudah penuh dengan kesulitan ini. Janganlah ibadah dilakukan untuk pamer, karena dengan pamer (riya) maka amal ibadah kita akan hangus.

Anak kecil yg masih belum baligh, tapi dia sudah mati (dipanggil kembali oleh ALLOH SWT), maka dia akan menjamin orang tuanya masuk surga.

Filed under: Khutbah Jum’at | 3 Comments »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20080822

Posted on September 8, 2008 by It’s Me

Keluarga yg harmonis akan menghasilkan keturunan yg (lebih) baik. Sebaliknya, anak-anak yg nakal dan bengal, pada umumnya dihasilkan dari keluarga yg kacau balau serta semrawut.

Beberapa penyebab kenakalan anak:
1. Kemiskinan yg menimpa keluarga
Banyak anak meninggalkan keluarganya, karena kondisi miskin yg melekat pada keluarganya membuat dirinya tidak mendapatkan apa2 yg seharusnya menjadi haknya. Usai meninggalkan keluarga, tidak sedikit yg akhirnya terjerumus ke lembah hitam/nista, karena perjuangannya untuk mendapatkan biaya hidup.

2. Disharmoni antara ayah dan ibu
Pertengkaran ayah dan ibu juga bisa menjadi pemicu kenakalan anak. Si anak akan mencari pelarian di luar rumah terhadap masalah2 yg dia lihat di keluarganya.

3. Perceraian
Efek lanjut dari poin 2, adalah perceraian. Gangguan jiwa dan psikologi akan dialami si anak. Terlebih jika kedua orang tuanya bercerai dengan meninggalkan (atau akibat) persoalan yg benar2 parah.

4. Pergaulan negatif dan kawan yg jahat
Lingkungan juga bisa menjadi faktor seorang anak menjadi badung dan nakal. Terlebih kini banyak sekali lingkungan yg mengajarkan anak untuk merokok.

5. Perlakuan buruk oleh orang tua
Kekerasan yg dialami si anak, akan membuat si anak tumbuh menjadi pribadi yg bandel dan akhirnya juga menyukai kekerasan.

6. Film sadis dan porno
Dua hal ini juga ikut menentukan apakah si anak menjadi nakal atau tidak.

Yang harus dilakukan untuk mengatasi adalah membekali anak dengan pendidikan yg baik, serta memberi contoh dan membentuk keluarga yg harmonis.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

Khutbah Jum’at – 20080815

Posted on September 7, 2008 by It’s Me

Hidup akan terasa indah dan nikmat, jika umat Islam memahami hal-hal berikut:
1. Dunia bukanlah tujuan hidup, tapi ada negeri akhirat sebagai tujuan akhir. Dunia itu hanyalah sementara, tidak ada keabadian didalamnya. Jadi yg kita kejar adalah sesuatu yg semu.

2. Apapun yg ada di dunia kita cintai dan benci, akan meninggalkan kita juga akan kita tinggalkan. Ada akhir dari hidup di dunia. Maka janganlah melupakan ibadah pada ALLOH SWT. Kesengsaraan dan kebahagiaan adalah hal sementara.

3. Sekecil apapun amalan kita (baik dan buruk) akan dimintai pertanggungjawabannya.

Sebuah nasehat singkat seseorang yg bijak, ketika dia bertanya pada murid2nya, barangkali bisa menjadi bahan renungan kita.
– Hal yg paling dekat di dunia adalah kematian.
– Hal yg paling jauh di dunia adalah masa lalu.
– Hal yg paling berat di dunia adalah amanah (tanggung jawab).
– Hal yg paling ringan di dunia adalah meninggalkan shalat 5 waktu.

Mari kita renungkan kembali hal2 di atas, terutama di bagian sholat. Apakah kita termasuk yg lalai, atau yg bertanggung jawab? Apakah rapat, pekerjaan, dan aktivitas duniawi lain lebih utama dari sholat 5 waktu?

Filed under: Khutbah Jum’at | 12 Comments »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20080808

Posted on August 17, 2008 by It’s Me

Tema khutbah Jum’at kali ini adalah “Menguatkan Diri Dengan Sabar”.

Kehidupan masyarakat Indonesia masih belum bisa lebih baik sejak tahun 1997, sbg krisis multi dimensi. Meski banyak penduduk, tapi tidak ada pemimpin yg bisa melepaskan bangsa dari keterpurukan ini. Banyaknya pemimpin yg korupsi dan perbuatan jahat lainnya membuat kita hanya bisa mengelus dada.

Hidup bisa makin tidak pasti, namun bagi kaum muslim, sesungguhnya hidup adalah kepastian.
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” Al Baqarah(2):164

Orang mukmin yg sabar kepada ALLOH SWT, adalah yg:
1. ALLOH SWT telah ciptakan alam sesuatu dengan perhitungan yg pas
2. Tiap langkah perbaikan hidup senantiasa dilimpahi berkah, meski langkah2nya belum berhasil.

Mengapa kita mesti sabar?
1. Dengan sabar, kita akan lebih tegar menghadapi cobaan. Tidak sabar akan mengakibatkan:
(a) Cobaan tidak bisa dilalui
(b) Akan banyak kesedihan yg dirasakan

2. Dengan sabar, ALLOH SWT akan berikan kesuksesan. Sesuai dengan hadits,“Peliharalah (perintah dan larangan) Allah, niscaya kamu akan selalu merasakan kehadiran-Nya. Kenalilah Allah waktu kamu senang, niscaya Allah akan mengenalimu waktu kamu dalam kesulitan. Ketahuilah, apa yang luput dari kamu adalah sesuatu yang pasti tidak mengenaimu dan apa yang akan mengenaimu pasti tidak akan meleset dari kamu. Kemenangan (keberhasilan) hanya dapat dicapai dengan kesabaran. Kelonggaran bersamaan dengan kesusahan dan datangnya kesulitan bersamaan dengan kemudahan.” (HR. Tirmidzi)

3. Banyak berita baik dari ALLOH SWT bagi orang2 yg sabar.
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,” Al Baqarah(2):155

“Sungguh indah perkara orang-orang mu’min itu, terdapat kebaikan baginya dalam segala hal dan ini hanya untuk orang-orang mu’min. Apabila ia mendapat nikmat, maka ia bersyukur kepada Allah dan hal itu baik untuknya. Bila ia mendapat musibah, maka ia bersabar dan hal itu lebih baik baginya.” (HR Muslim)

Prakteknya, sabar dilakukan oleh orang non Muslim. Contohnya adalah pendiri Honda, yg tidak menyerah untuk terus melakukan eksperimen.

Dengan demikian, sabar adalah:
1. Terus berupaya cari solusi (konsisten)
2. Dinamis, tegar, tidak mudah menyerah

Filed under: Khutbah Jum’at | 1 Comment »

Khutbah Jum’at – 20080801

Posted on August 7, 2008 by It’s Me

Bulan Rajab disediakan untuk umat Nabi Muhammad SAW membersihkan, serta banyak istighfar minta ampun kepada ALLOH SWT. Peristiwa terbesar yg pernah terjadi, ada di bulan ini. Peristiwa tersebut adalah Isra’ Mi’raj. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa umur beliau sekitar 50 tahun saat peristiwa ini terjadi.

Berbagai ulama sepakat bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj ini sebagai hiburan bagi Nabi Muhammad SAW, karena beliau baru saja kehilangan 2 orang yg begitu dekat dengan beliau.

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” Al Israa(17):1

Dalam peristiwa yg menggetarkan iman tersebut, turunlah PERINTAH SHOLAT, LANGSUNG DARI ALLOH SWT. Tidak seperti perintah2 lain, yg diturunkan melalui perantara malaikat Jibril. Ini artinya, sholat merupakan perintah yg benar2 khusus dan istimewa, sehingga sudah selayaknya umat Islam pun menjadikannya sebagai hal (ibadah) yg istimewa juga.

Globalisasi dan semangat materialistis membuat banyak manusia, termasuk kaum muslim, terjebak dan lalai dalam beribadah. Khusus bagi kaum muslim, mereka lupa dengan keistimewaan sholat. Bahkan sudah banyak yg berani untuk terang2an meninggalkan dan melupakan sholat dalam kehidupan mereka.

Padahal sholat adalah tiang agama, sebagaimana hadits berikut,“Shalat adalah tiang agama, barang siapa yang mengerjakannya berarti ia menegakkan agama, dan barang siapa meninggalkannya berarti ia meruntuhkan agama” (HR. Bayhaqi)

Selain itu, sholat (yg benar) akan menjauhkan seseorang dari perbuatan yg jahat (baik melakukan perbuatan jahat/maksiat, maupun terhindar dari perbuatan jahat tersebut). “Dan dirikanlah olehmu shalat, karena sesungguhnya shalat itu dapat mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar” (Al Ankabut : 45)

Namun, mereka banyak yg sengaja meninggalkannya. Jikapun mereka sholat, sesungguhnya tidaklah khusyu dan benar. Hal ini terutama karena kita masih bisa melihat, betapa banyak umat Islam (terutama di Indonesia) yg ibadah sholatnya rajin tapi korupsi jalan terus, dst dst.

Sesungguhnya mereka berada dalam keadaan yg merugi. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” Al Munaafiquun(69):3.

Semoga kita terhindar dari perbuatan sengaja meninggalkan sholat.

Filed under: Khutbah Jum’at | 1 Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20080725

Posted on August 1, 2008 by It’s Me

Ar Rum(30):41,“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” menyatakan bahwa kerusakan di darat dan laut merupakan perbuatan manusia. Ayat ini mempunyai pengharapan bahwa orang2 yg sudah berbuat kerusakan, mereka akan sadar serta kembali ke jalan yg benar.

Banyak contoh bahwa kerusakan yg dibuat manusia jauh lebih berbahaya dibandingkan kerusakan yg dibuat makhluk2 lain.
1. Harimau, jika dia berada di hutan, maka dia akan menjaga hutan. Sementara jika manusia masuk hutan, dia akan merusak hutan dengan melakukan penebangan2 liar.

2. Kucing, jika dia mencuri makanan, biasanya makanan yg tersisa ataupun 1-2 potong makanan yg lengah dijaga. Sementara jika manusia mencuri di dalam sebuah rumah, maka dia akan menggasak semua yg bisa dia lakukan. Bahkan membunuh pun tidak segan dia lakukan.

3. Manusia masuk bank, muncul kasus BLBI

4. Manusia masuk departemen, korupsi proyek2

5. Manusia masuk DPR/MPR, membuat undang2 yg merugikan

Manusia sudah dilengkapi dengan akal dan hati nurani, namun kenyataannya mereka masih melakukan pengrusakan di mana-mana. Contoh paling mudaha adalah Indonesia, sebuah negara yg kaya raya tapi para penduduknya miskin. Ini berarti para pemimpin tidak punya akal dan hati nurani.

Pada surat Al Hajj(22):46 disebutkan,“maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.”

Makna dari ayat di atas bahwa manusia yg punya akal sehat (tidak buta hati) akan selamat.

Beberapa program iblis untuk menyesatkan manusia:
1. Mencari harta dengan jalan yg haram
2. Menafkahkan hartanya di jalan yg haram
3. Menahan harta (kikir/bakhil)

Filed under: Blogroll | 4 Comments »

Khutbah Jum’at – 20080718

Posted on July 25, 2008 by It’s Me

Surat Al Ashr merupakan salah satu surat yg bisa membuat kaum muslim maju jika menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan waktu merupakan hal yg terus bergulir dan tidak akan kembali.

Yang jadi pertanyaan, bagaimana mengisi waktu yg sesuai dengan Islam? Banyak gaya hidup/cara mengisi waktu yg tidak sesuai dengan Islam.

“Time is money” merupakan cara pandang orang terhadap waktu, yg sifatnya materialistik. Akibatnya: waktu tidak boleh dilewatkan tanpa menghasilkan uang.

Ali bin Thalib berkata,”Barangsiapa menjalani hidup karena urusan perutnya, maka nilai manusia tersebut, di mata ALLOH SWT, sebesar apa yg keluar dari perutnya.”

Al Qur’an juga mengecam orang2 yg terlalu menurutkan hawa nafsunya:
Al A’raaf(7):176,“Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.”

Pandangan hidup manusia yg terlalu tertuju pada dunia sebagai tujuan. Akibatnya jelas, derajat manusia akan turun drastis, karena terlalu menuruti hawa nafsunya. “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (Al Jaatsiyah(45):23)

Bahkan manusia yg senantiasa mengikuti kemauan hawa nafsunya, akan diumpamakan seperti anjing. Lihat kembali 7:176.

Saat ini, Islam hanya menjadi tuntunan pada saat ibadah atau di masjid saja. Saat selesai ibadah, atau berada di luar masjid, maka Islam kembali dilupakan.

Semoga ALLOH SWT melindungi kita dari sikap menuruti hawa nafsu.

Filed under: Khutbah Jum’at | 4 Comments »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20080711

Posted on July 25, 2008 by It’s Me

Ada 3 macam nikmat, yakni
Pertama, nikmat yg cara memperolehnya diketahui oleh manusia. Nikmat seperti ini pada umumnya bersifat duniawi atau materi. Orang yg bekerja keras akan mendapat penghasilan/uang/rejeki/nikmat sebesar apa yg dia usahakan.

Kedua, nikmat yg ditunggu-tunggu kehadirannya. Nikmat ini juga pada umumnya bersifat duniawi.

Ketiga, nikmat yg tidak dirasakan oleh manusia. Sebenarnya nikmat ini dirasakan dan disyukuri, namun tidak semua orang mensyukurinya karena hal itu tadi, tidak dirasakan oleh manusia. Banyak nikmat yg tidak disadari oleh manusia, umumnya berupa nikmat2 yg tidak terlihat atau dirasa ‘kecil’. Seperti kesehatan, umur, dst.

Setiap manusia WAJIB bersyukur atas nikmat yg dia dapatkan, baik dia sadari maupun tidak. Surat Ibrahim(14)7 senantiasa menjadi rujukan bahwa manusia yg bersyukur akan mendapatkan nikmat yg lebih besar. Sementara orang yg tidak bersyukur akan menerima azab-Nya. “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.”

Nikmat yg ada/diberikan kepada manusia akan menghilang (berkurang) jika dia berbuat maksiat. Sementara perbuatan amal salih (perbuatan baik yg mendapat ridho ALLOH SWT) akan memudahkan jalan datangnya nikmat yang ditunggu.

Artikel lain tentang nikmat bisa dibaca di sini.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

Khutbah Jum’at – 20080704

Posted on July 10, 2008 by It’s Me

ALLOH SWT senantiasa memberikan nikmat yg tidak ada habis2nya serta tidak akan bisa kita hitung. Bahkan, jika air laut dijadikan tinta dan semua batang kayu dijadikan pena, tidak akan pernah bisa digunakan untuk menulis semua nikmat-Nya.

Hal ini diperkuat surat Ibrahim(14):34, ALLOH SWT berfirman,“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat lalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).”

Kita hanya bisa menghitung nikmat2 yg terlihat oleh kita saja, seperti:
– masih bisa bernafas dg normal, tidak melalui selang oksigen
– masih bisa makan, tidak diinfus
– masih bisa berjalan dengan normal, tanpa bantuan kursi roda

Bahkan orang2 yg sedang ditimpa kesusahan pun masih bisa bersyukur atas nikmat-Nya, seperti:
– orang yg memakai kursi roda, masih bisa bersyukur bahwa dirinya masih bisa beraktivitas di luar
– orang yg bernafas menggunakan selang oksigen masih bisa bersyukur bahwa dirinya masih hidup
– dst

Akan tetapi, manusia mempunyai sifat dasar pelupa, akibatnya, nikmat2 itu tidak pernah masuk dalam hitungan atau bahkan terpikir. Sebaliknya, mereka selalu melihat kesulitan dan kesusahan yg mereka derita.

Salah satu nikmat yg sering dilupakan adalah UMUR. Dari sekian banyak nikmat, ada yg mengatakan bahwa umur adalah nikmat yg paling mahal harganya dan paling tinggi nilainya. Penyebabnya, umur tidak bisa kembali atau diulang.

Untuk itu, kita mesti manfaatkan umur sebaik-baiknya, gunakan untuk mengabdi pada ALLOH SWT, banyak berbuat kebajikan, bermanfaat bagi orang banyak. Intinya: patuhi dan jalankan perintah ALLOH SWT dan jauhi larangan-Nya.

Bagi banyak orang, umur bertambah dianggap sebagai nikmat, padahal sebenarnya, semakin bertambah umur maka semakin dekat kita dengan ajal/kematian. Oleh karenanya, jangan terpedaya dg umur.

“Sebaik-baik manusia adalah manusia yg dianugerahi umur yg panjang dan banyak berbuat kebajikan. Seburuk2 manusia adalah manusia yg dianugerahi umur yg panjang dan diisi maksiat.”

Ada 5 nikmat yg mesti kita perhatikan:
“Gunakanlah 5 perkara sebelum datang 5 perkara:1.hidup sebelum mati,2.sehat sebelum sakit,3.waktu luang sebelum sibuk,4.muda sebelum tua,5.kaya sebelum miskin.”

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20080627

Posted on July 3, 2008 by It’s Me

Tiap orang ingin hidup bahagia, sehingga mereka berusaha untuk menggapainya. Pertanyaannya, bahagia seperti apa yg diinginkan, atau bahagia seperti apa yg hendak dicapai? Apakah uang yg banyak? Jabatan? Dengan demikian, bahagia adalah sesuatu yg relatif.

Hadits tentang kebahagiaan,“Ada 4 faktor kebahagiaan, yakni mempunyai istri yg sholehah, anak yg berbakti, teman yg baik, dan rejeki (halal) yg diusahakan sendiri.”

Istri Sholehah
Sifat-sifat istri sholehah terdapat di An Nisa(4):34,“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Sebaik-baik istri adalah istri (shalehah) yg membahagiakan, sebagaimana disebut dalam hadits,“Sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri salehah, jika kamu lihat maka menyenangkanmu wajahnya, jika kamu minta sesuatu darinya maka memuaskanmu akhlaknya, jika kamu tak dirumah maka dijaganya dirinya, hartamu & anak2mu, jika kamu dekat dengannya maka sayang & ridho kamu padanya, jika kamu jauh darinya maka rindu kamu padanya.”

Dengan demikian, seorang istri hendaknya:
– Bermuka manis (tidak cemberut bila uang belanja kurang)
– Patuh dan setia (selama perintah suami tidak bertentangan dengan agama)
– Memelihara amanah dari suami
– Memelihara silaturahim dengan lingkungan sekitar
– Tidak pergi tanpa ijin suami
– Menyimpan aib (suami dan keluarga)

Anak Berbakti
Anak merupakan ‘masalah’ yg mesti dihadapi hari ini dan masa depan. Harapan orang tua terhadap anak adalah si anak menjadi kebanggaan. Oleh karenanya, seorang anak mesti berbakti, dengan mematuhi perintah orang tua selama tidak bertentangan dengan agama.

Orang tua mesti membekali dengan pendidikan dunia dan akhirat. Dengan demikian, anak menjadi anak sholeh, yg berguna bagi masyarakat dan agama. Jadikan anak sebagai anak sholeh dan bermanfaat, agar menjadi tabungan akhirat kelak.

Doa-doa untuk mendapatkan anak yg sholeh:
“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” Al Furqaan(25):74

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.” Ash Shaaffaat(37):100

“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, — atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” Asy Syura(42):49-50

Teman (Lingkungan) yg Baik
Masalah peraulan menjadi faktor penentu dalam sosial. Saling menghormati, tolong menolong, akan membawa kebahagiaan. Rasululloh SAW sudah contohkan, bahwa meski hidup dalam kondisi yg sederhana, tapi kebahagiaan selalu beliau rasakan.

Hal tersebut bisa dilakukan di jaman sekarang, selama kita bergaul dengan orang baik di tempat/lingkungan yg baik pula.

Rejeki yg Halal
Dengan adanya rejeki yg halal, maka ibadah akan diterima, karena salah satu faktor diteriimanya ibadah adalah makanan kita mesti berasal dari usaha yg baik dan halal.

Terkait dengan rejeki:
– Islam menyuruh umatnya untuk mencari rejeki yg halal dan baik. “Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” Al Jumu’ah(62):10

- Agar hidup dengan tenang, hiduplah dengan sederhana, jangan berlebihan (qana’ah).

Filed under: Khutbah Jum’at | 35 Comments »

Khutbah Jum’at – 20080620

Posted on June 26, 2008 by It’s Me

Ibadah tidak akan berarti jika kita lalai dengan tujuan kita. ALLOH SWT berfirman dalam surat Al Maauun(107):4-5,“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, — (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya,”

Yang dimaksud dengan lalai:
1. Orang2 yg lalai pada yg dituju. Pada saat sholat, yg semestinya mengingat ALLOH SWT (dzikrullah), malah mengingat hal lain, terutama masalah pekerjaan, bisnis, dst. Sholat sebagai sarana pengingat ALLOH SWT tertulis pada Thaha(20):14,“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku.”

Saat sholat hendaknya banyak2 mengingat ALLOH SWT,“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Al Ankabut(29):45.

2. Orang2 yg lalai pada tujuan setelah dia sholat. Dasarnya adalah Al Ankabut(29):45. Selain itu ada hadits dari Imam Ahmad, yg berbunyi Rasululloh SAW bersabda yg isinya lebih kurang banyak orang yg malamnya sholat malam tapi di pagi hari dia mencuri.

Sholat sangat berperan dalam membentuk perilaku yg baik dana sosialisasi dengan masyarakat (jika melakukan sholat berjama’ah). Jika orang yg sering sholat tapi masih sering merugikan orang lain, itu artinya sholatnya masih belum didirikan, baru sekedar kewajiban. Rasululloh SAW sudah menyatakan hal ini,“Barang siapa sholatnya tidak dapat mencegahnya dari perbuatan keji, sesungguhnya ia bertambah jauh dari Allah.”

Orang yg sholatnya benar, dia akan mampu menciptakan kedamaian di masyarakat serta ketentraman di lingkungan sekitarnya. Orang yg beriman dengan sebenar-benarnya iman, akan menjaga sholatnya.

Filed under: Khutbah Jum’at | 1 Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20080613

Posted on June 20, 2008 by It’s Me

Dalam surat An Nahl(16):18, ALLOH SWT sudah menyatakan bahwa nikmat-Nya tidak terbatas karena tidak bisa dihitung oleh manusia.“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Hal paling mudah untuk melihat dan mensyukuri nikmat ALLOH SWT:
– Sudah berapa banyak kita bernafas hari ini?
– Berapa jenis makanan yg kita santap hari ini?
– Bagaimana jika kita tidak bernafas selama 2 menit saja?

Hidup yg sebenar-benarnya adalah hidup yg mengamalkan ilmu yg kita peroleh dan pelajari.

Dari sekian banyak nikmat ALLOH SWT, ada 2 nikmat yg paling istimewa, yakni nikmat iman dan Islam. Kedua hal ini TIDAK BOLEH lepas dari hati kita, hingga ajal menjemput nanti.

Hidup di dunia haruslah mencari ridho-Nya, karena dengan ridho-Nya, hidup kita akan menjadi lebih mudah.

Dalam Al Imran(3):103,“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”

Filed under: Khutbah Jum’at | 4 Comments »

Khutbah Jum’at – 20080606

Posted on June 12, 2008 by It’s Me

Sesungguhnya, hidup kita akan lebih bermakna jika segala aktivitas kita senantiasa dilandaskan (berdasarkan) kepada ALLOH SWT. Dengan kata lain, menisbatkan kepada ALLOH SWT, semua aktivitas kita (insya ALLOH) akan menaikkan derajat kemuliaan kita di hadapan-Nya.

Hal di atas bisa juga diungkapkan dalam kata yg lebih singkat, yakni IKHLAS.

Namun, kenisbatan mencakup lebih luas, karena semua hal, jika dinisbatkan kepada ALLOH SWT, seperti yg telah disampaikan di atas, akan menaikkan derajat. Sebagai contoh:
– Kertas, jika dinisbatkan kepada ALLOH SWT, maka akan menjadi mushaf-mushaf Al Qur’an
– Garasi, jika dinisbatkan kepada ALLOH SWT, maka akan menjadi tempat sholat Jum’at berjama’ah
dan masih banyak lagi.

Cara hidup kita, hendaknya mengikuti apa yang dicontohkan Rasululloh SAW. Sebagai contoh, adab berpakaian dan adab makan, hendaknya mencontoh Rasululloh SAW karena beliau adalah sebaik-baiknya contoh bagi manusia.

Siapa saja yang bersyahadat selain kepada Rasululloh Muhammad bin Abdullah, maka TIDAK BERHAK disebut muslim (Islam). Hal ini dikarenakan sudah jelas-jelas bahwa syahadat yang menjadi pegangan kaum muslim adalah bersaksi tiada Tuhan selain ALLOH SWT dan Muhammad (bin Abdullah) sebagai utusan/rasul-Nya.

Banyak hal dan krisis multidimensi yang membuat tingkat kehidupan masyarakat Indonesia semakin sulit. Hal ini kian terasa terutama sejak kenaikan BBM yg terjadi beberapa waktu lalu. Kenaikan BBM akan merembet kepada kenaikan harga barang dan jasa lain, sementara pendapatan/penghasilan tidak berubah.

Semestinya pemimpin lebih berpihak kepada masyarakat luas daripada kepentingan segelintir orang/kelompok. Sayangnya, pemerintah (dan pemimpin) Indonesia tidak pernah menunjukkan keberpihakannya kepada masyarakat, yg notabene mayoritas muslim. Akibatnya, kaum muslim, meski mayoritas jumlahnya, mayoritas dari mereka juga tidak memiliki kehidupan yg lebih layak.

Hal ini lambat laun menimbulkan kebencian dan kemarahan, yang kian terakumulasi seiring dengan ketidakberpihakan pemerintah/pemimpin kepada kaum muslim. Kekerasan akhirnya menjadi jalan keluar. Takbir (ALLOHU AKBAR) yang seharusnya memuji kebesaran ALLOH SWT, kini ALLOHU AKBAR berarti ‘ijin’ untuk menyerbu, membakar, menghancurkan rumah ibadah dan melakukan kekerasan.

Hal lain yang meresahkan, dan harus dicermati adalah budaya instan. Bisa kita lihat dari berbagai macam acara dan perilaku masyarakat kita, seperti kuis-kuis yang tidak mendidik, acara2 yg melibatkan sms, dan banyak lagi hal lainnya.

Bisa disimpulkan, manusia ingin hidup senang tapi melupakan nurani. Aktivitas2 seperti korupsi, mencuri, dan tindakan kriminal lainnya merupakan wujud dari kesimpulan tersebut.

Dosa adalah:
– jika hati nurani mengingkari perbuatan tersebut
– perbuatannya takut diketahui orang

Filed under: Khutbah Jum’at | 2 Comments »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20080530

Posted on June 5, 2008 by It’s Me

Orang yg senantiasa membantu orang lain dengan kekayaannya mendapat ‘julukan’ muhsinin. Ada juga yg menyatakan muhsinin sebagai dermawan yg tidak menunjukkan identitas dirinya. Di Indonesia, istilah muhsinin sangat tepat kita berikan pada orang2 yg menyumbang dengan menggunakan “hamba ALLOH” sebagai identitas mereka.

Makna sebenarnya dari muhsinin adalah orang2 yg senantiasa berbuat kebajikan.

Al Qur’an menyebutkan kata muhsinin ini sebanyak 25 kali di 14 surat.

Beberapa ciri-ciri muhsinin:
1. Orang bertaqwa.
2. Senantiasa menafkahkan harta mereka, baik di saat lapang atau sempit
3. Dapat menahan amarah.
4. Senantiasa memaafkan kesalahan orang lain.
5. Selalu sabar dalam setiap kondisi.
6. Menegakkan sholat.
7. Ingat kepada ALLOH SWT di manapun mereka berada.
8. Apabila berbuat kesalahan/dosa, segera meminta ampun kepada ALLOH SWT dan berjanji tidak mengulanginya lagi (bertaubat).
9. Memiliki keyakinan yg kokoh.

Contoh muhsinin:
1. Semua orang dengan ciri-ciri di atas.
2. Jika merujuk kepada At Taubah ayat 92 dan 120, semua sahabat yg ikut dalam perang Tabuk maupun yg tidak ikut karena alasan uzur.
3. Dalam surat Yusuf dan Ash Shaffat, rasul2 ALLOH SWT sebagai berikut: Nabi Nuh as, Nabi Ibrahim as, Nabi Yusuf as, Nabi Musa as, Nabi Harun as, dan Nabi Ilyas as.

Kepada muhsinin, ALLOH SWT akan senantiasa bersama mereka, rahmat-Nya sangat dekat bagi mereka, serta ALLOH SWT tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.

Filed under: Khutbah Jum’at | 4 Comments »

Khutbah Jum’at – 20080523

Posted on May 29, 2008 by It’s Me

Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita salah menempatkan prioritas. Termasuk di dalamnya dalam hal ibadah. Salah satu contoh ibadah yg salah prioritas adalah ibadah haji.

Haji, sebagai sebuah puncak ibadah, akan ‘dikalahkan’ prioritasnya jika di sekitar calon haji masih ada anggota masyarakat/warga yg menderita kelaparan. Dengan kata lain, prioritas menyantuni kaum muskin lebih tinggi dibandingkan dengan berhaji.

Ada 2 kisah yg menceritakan ‘keunggulan’ menyantuni warga miskin dibandingkan dengan berhaji.

Dalam sebuah riwayat, seorang ulama besar berniat menunaikan ibadah haji. Dalam perjalanan menuju Mekkah, dilihatnya seorang miskin yg sedang meminta pertolongan. Tanpa ragu, ulama besar ini memberikan SELURUH bekal hajinya. Otomatis, karena sudah tidak ada lagi bekal, maka beliau kembali ke kampung halamannya.

Namun, anggota rombongan yg lain melihat kehadiran beliau di Mekkah. Dilihatnya sang ulama berthawaf, sa’i dan mengerjakan haji dengan sempurna.

Kisah yg lain, seorang ulama menunaikan ibadah haji. Saat istirahat, sang ulama mendengar percakapan tentang kualitas ibadah haji yg dilakukan para jama’ah haji. Dalam percakapan tersebut, didapat kesimpulan bahwa haji yang dilakukan para jama’ah haji diterima oleh ALLOH SWT bukan karena aktivitas haji para jama’ah, namun disebabkan oleh si Fulan.

Penasaran, sang ulama ini mencari si Fulan, namun ternyata tidak ditemukan di rombongan haji manapun. Lalu ditemukan informasi bahwa si Fulan ini hidup di sebuah daerah. Terdorong rasa penasaran, sang ulama mendatangi daerah tersebut. Didapatinya si Fulan hidupnya biasa saja, malah tidak jadi berhaji tahun itu.

Ketika ditanya sang ulama, tindakan apa yg dilakukan si Fulan menjelang pergi berhaji. Si Fulan menjawab bahwa dia semula hendak berhaji, tapi ketika mengetahui ada tetangganya yg kesulitan hidup, dia berikan seluruh bekal hajinya untuk tetangganya tersebut.

Hikmahnya dari 2 kisah di atas: apabila kita menyantuni warga miskin, insya ALLOH pahalanya akan serupa dengan berhaji. Dengan kata lain, ALLOH SWT menggantikan santunan terhadap warga miskin dengan ibadah haji.

Kesalahan penempatan prioritas ibadah lain yg dilakukan oleh kita dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:
1. Menyesuaikan waktu meeting dengan waktu sholat. Seringkali kita mengadakan meeting menjelang sholat dhuhur atau ashar, sehingga kita jadi terlambat sholat. Sebuah artikel menarik tentang sholat dan kerja bisa dibaca di sini.

2. Kita lebih mendahulukan makan tepat waktu dibandingkan dengan sholat tepat waktu. Sholat tepat waktu merupakan wujud syukur kita terhadap ALLOH SWT.

Kita perhatikan surat Al ‘Ashr(103),“Demi masa. — Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, — kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.”

Perhatikan juga nasihat Rasululloh SAW, agar kita memperhatikan 5 perkara sebelum datang 5 perkara.

Filed under: Khutbah Jum’at | 4 Comments »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20080516

Posted on May 21, 2008 by It’s Me

Kehidupan di dunia hanyalah sebentar, tidak ada waktu untuk bermain-main dan bersenda gurau. Namun kebanyakan manusia malah terlena, sehingga lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bersenda guraua dan main-main. ALLOH SWT sudah nyatakan hal ini, Al An’aam(6):32,“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” Al ‘Ankabuut(29):64,“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” dan Muhammad(47):36,“Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.”

Layaknya seorang musafir yg sedang dalam perjalanan, dia berhenti sejenak di sebuah tempat untuk beristirahat seraya mengumpulkan bekal untuk persiapan perjalanan berikutnya. Namun, saya ulangi lagi, kebanyakan manusia menyangka tempat istirahat ini adalah tempat peristirahatan terakhir sehingga mereka tidak mempersiapkan bekal untuk kehidupan berikutnya.

ALLOH SWT juga mengingatkan di Al Hadiid(57):20,“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”

Dalam ayat tersebut, ALLOH SWT melukiskan kehidupan dunia sebagai kehidupan yg rendah, dengan maksud dan tujuan agar manusia tidak terlena dengan kehidupan yg semu. Manusia, selaku hamba ALLOH SWT, hendaknya memperbanyak ibadah, berbuat baik, bermanfaat bagi orang banyak, karena hal ini merupakan tindakan yg seharusnya diperbuat.

Gambaran kehidupan sekarang yg begitu banyak kesulitan merupakan realita dan bukti bahwa kehidupan dunia tidak perlu berlebihan.

Untuk mengadukan berbagai kesulitan dan kesusahan, hendaknya ALLOH SWT semata sebagai tempatnya. Sebagaimana Nabi Yakub mengadukan kesusahannya pada surat Yusuf(12):86,“Yakub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.”

Untuk menghadapi masalah-masalah yg datang silih berganti, maka usaha yg bisa (dan mesti) kita lakukan adalah memperbanyak ikhtiar dan berdoa kepada ALLOH SWT. Hal lain adalah kurangi maksiat dan memperbanyak amal kebajikan.

Artikel lain tentang kehidupan dunia, silakan baca di sini.

Filed under: Khutbah Jum’at | 1 Comment »

Khutbah Jum’at – 20080509

Posted on May 15, 2008 by It’s Me

Bismillah,

Alhamdulillah, berkat taufik, hidayah, dan inayah-Nya, kita masih bisa bertemu di hari Jum’at.

ALLOH SWT berfirman di Ash Shaf(61):10-11,”Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? — (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya,”

Maksud dari ayat di atas, ALLOH SWT menawarkan kepada kaum muslim, tentang perdagangan yg keuntungannya dapat menyelamatkan kita dari siksa neraka. Tawaran ini diberikan agar kita selamat dunia-akhirat.

ALLOH SWT sudah menyediakan banyak hal yg halal bagi manusia, karenanya alangkah baiknya kita hindari hal-hal yg bersifat makruh, karena ALLOH SWT sesungguhnya tidak menyukai hal-hal yg makruh.

Beberapa hal yg mesti dilakukan seorang muslim:
1. Mempertahankan keimanan yg telah datang/diberi ALLOH SWT.

Al Baqarah(2):164,”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.”

Orang yg menjalankan perintah ALLOH SWT dan menjauhi larangan-Nya tidak akan mendapat masalah yg tidak bisa dipecahkan/diselesaikan. Selain itu ALLOH SWT akan memberi rejeki dari arah yg tidak diduga-duga. Seperti pada Ath-Thalaq(65):3,”Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”

Di akhir jaman ini, begitu banyak tantangan dan godaan. ALLOH SWT sudah memperingatkan hal ini,”Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (Al Baqarah(2):168), Al An’am(6):142,”Dan di antara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu,”

Contoh yg paling nyata dari orang/manusia yg mendapatkan ‘musibah’ karena terjerumus perangkap setan adalah nenek moyang kita, Nabi Adam as dan Ibu Siti Hawa.

2. Mengikuti jejak/sunnah Rasululloh SAW, selaku Nabi dan Rasul terakhir.

Kita HARUS MEMPERCAYAI bahwa TIDAK ADA NABI DAN RASUL LAGI SETELAH NABI MUHAMMAD SAW! Siapapun yg datang dan mengaku sebagai Nabi dan/atau Rasul terakhir, terlebih di jaman sekarang, WAJIB KITA TOLAK! Dari sekian banyak Nabi dan Rasul yg diutus ALLOH SWT, hanya Nabi Muhammad SAW yg paling utama!

3. Membaca, menghayati, mengikuti, dan mengamalkan Al Qur’an dan Sunnah.

Rasululloh SAW mewariskan ilmunya melalui para ulama. Selama beliau menyebarkan Islam, 13 tahun di Mekkah bertumpu pada aqidah dan 10 tahun di Madinah dengan tumpuan menyempurnakan agama dan tatanan sosial.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20080502

Posted on May 8, 2008 by It’s Me

Sebagai makhluk yg berakal yg diciptakan ALLOH SWT, normalnya kita memiliki sifat malu. Banyak alasan mengapa kita MESTI memiliki sifat malu:
1. Pemalu merupakan sifat ALLOH SWT.
“Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Murah hati. Allah malu bila ada hambaNya yang menengadahkan tangan (memohon kepada-Nya) lalu dibiarkannya kosong dan kecewa.” (HR. Al Hakim)

2. Sifat malu membentengi kita dari perbuatan yang tidak sopan.
“Sifat malu adalah dari iman dan keimanan itu di surga, sedangkan perkataan busuk adalah kebengisan tabi’at dan kebengisan tabi’at di neraka.” (HR. Bukhari dan Tirmidzi)

“Nabi Saw lebih malu daripada seorang gadis dalam pingitannya.” (HR. Bukhari)

3. Orang yg tidak punya malu, dia akan bersikap/melakukan tindakan yg merendahkan dirinya.
“Kalau kamu sudah tidak punya malu lagi, lakukanlah apa yang kamu kehendaki.” (HR. Bukhari)

Dengan demikian, sifat malu merupakan ciri khas orang beriman. Jika orang yg beriman melakukan tindakan yg tidak patut, maka dia akan malu. Sebaliknya, jika rasa malu sudah tidak ada pada diri orang yg beriman, sebagaimana hadits di atas, maka dia akan berbuat seenaknya, dan itu berarti musibah/celaka menimpa orang tersebut.

Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, “Iman itu ada enam puluh lebih cabangnya, dan malu adalah salah satu cabang iman.”

4. Malu akan membuat orang lebih banyak berbuat kebaikan.

Setidaknya ada jenis rasa malu yang mesti dimiliki seorang muslim:
1. Malu pada diri sendiri.
Jika kita punya rasa malu ini, maka kita malu saat berbuat sedikit kebaikan. Sebaliknya, kita akan senantiasa berbuat kebaikan sebanyak mungkin.

2. Malu pada orang lain.
Dengan memiliki rasa malu ini, kita akan selalu menghindar dari berbuat keburukan.

3. Malu pada ALLOH SWT.
Sifat malu ini merupakan sifat malu yg terbaik. Dengan memiliki rasa malu ini, insya ALLOH kita akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

*artikel lain tentang rasa malu bisa dibaca di sini*

Filed under: Khutbah Jum’at | 3 Comments »

Khutbah Jum’at – 20080425

Posted on April 30, 2008 by It’s Me

Hari Jum’at sudah ditetapkan sebagai hari istimewa, karena di hari Jum’at ini ada ibadah sholat Jum’at yang tertera dalam Al Qur’an, Al Jumu’ah(62):9,“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Saat sholat Jum’at, tidak hanya ibadah sholat yang dilakukan. Juga ada infaq dan shodaqoh.

Sholat Jum’at merupakan salah satu ibadah yang mesti dilakukan, karena ALLOH SWT menyatakan bahwa DIA menciptakan manusia dan jin hanya untuk beribadah kepada ALLOH SWT. Mari kita perhatikan Adz-Dzariyat(56):51,“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”

Ada 2 jenis ibadah:
1. Ibadah khusus. Yang dimaksud dengan ibadah khusus adalah ibadah yg mempunyai aturan untuk melakukannya. Contohnya: sholat, zakat, ibadah haji, dll.
2. Ibadah umum. Sementara ibadah umum bisa dilakukan kapanpun. Contohnya: shodaqoh, infaq, senyum, dll.

Sebagai ibadah umum, infaq dan shodaqoh mempunyai keistimewaan, yakni berlipat gandanya ganjaran sedekah, seperti tertera pada Al Baqarah(2):261,“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Sementara itu, sedekah kepada orang miskin mestilah dilakukan dengan ikhlas. “Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” Al Baqarah(2):263.

Kita harus yakin bahwa ALLOH SWT Maha Kaya, sehingga kita jangan ragu untuk bersedekah dan infaq, terlebih lagi untuk pembangunan masjid. Karena bersedekah/infaq untuk pembangunan masjid, insya ALLOH, akan menjadi amalan yang menolongnya kelak di akhirat, sebagaimana hadits Rasululloh SAW,”Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak (baik laki-laki maupun perempuan) yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Filed under: Khutbah Jum’at | 1 Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20080418

Posted on April 25, 2008 by It’s Me

Rasululloh SAW berkata kepada Ibnu Abbas,”Hai Ibnu Abbas, seandainya seluruh manusia berkumpul untuk mencelakakanmu, pasti tidak bisa jika ALLOH SWT tidak ‘memicu’ orang2 tersebut untuk mencelakakanmu. Demikian pula sebaliknya, selama tidak tertulis di Lauhin Mahfudz, maka tidak ada yg bisa menolongmu.”

Hakikat dari pernyataan Rasululloh SAW di atas adalah IMAN.

Pertanyaan: apakah kita termasuk ke dalam golongan orang yg yakin akan aturan ALLOH SWT?

Idealnya, kita senantiasa bersyukur kepada ALLOH SWT terhadap apa-apa yg kita terima dari-Nya. Realitanya, kebanyakan dari kita hanya mengingat ALLOH SWT di saat susah, sementara pada saat kenikmatan berupa kesenangan didapat, kita malah lupa dan seakan2 tidak mengenal ALLOH SWT.

Perhatikan As Sajadah(32):27,“Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwasanya Kami menghalau (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanam-tanaman yang daripadanya (dapat) makan binatang-binatang ternak mereka dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memperhatikan?”

Sesungguhnya, manusia di bumi tidak akan merasakan kebahagiaan jika ALLOH SWT tidak menurunkan kebahagiaan kepada manusia. Orang beriman memandang dunia sebagaimana tertulis pada Al Kahfi(18):45 – 46,“Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. — Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”

Orang beriman akan menghadapi segala sesuatu dengan kesabaran. Ditimpa musibah, dia bersabar, menerima dengan lapang dada. Mendapat kenikmatan, dia bersabar, bersyukur terhadap nikmat yg dia terima dan berusaha tidak lupa dengan Sang Pemberi. Dengan kata lain, semua urusan adalah hal yg baik baginya.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

Khutbah Jum’at – 20080411

Posted on April 17, 2008 by It’s Me

Rasululloh SAW bersabda,“Umatku pasti masuk surga, kecuali umatku yg tidak mau masuk surga.” Para sahabat merasa heran dengan pernyataan Rasululloh ini. Mereka bertanya,”Ya Rasululloh, siapakah dari umatmu yg tidak mau masuk surga?” Rasululloh SAW menjawab, bahwa umat beliau yg tidak mau masuk surga adalah umat beliau yg tidak mau melaksanakan/mengikuti sunnah beliau. (haditsnya juga bisa dilhat di sini)

Bisa dikatakan, ahli surga adalah ahlus sunnah wal jama’ah, yakni golongan umat Rasululloh SAW yg mengikuti dan melaksanakan sunnah2 beliau.

Untuk bisa mencapai/masuk surga, kita tidak bisa diam saja. Pelaksanaan ibadah dan beramal shaleh merupakan kunci untuk menggapainya. Kenyataan di Indonesia, umat Islam cenderung ingin masuk surga tanpa mau beribadah/melaksanakan perintah-Nya dan mengikuti sunnah-sunnah Rasululloh SAW.

Ar Ra’du(13):35 merupakan salah satu deskripsi surga. “Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman). mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.”

Surga hanya akan diisi oleh orang2 yg saleh. Yang dimaksud dengan orang2 saleh adalah:
– laki2 dan istrinya
– ayah dan ibunya
– kakek dan neneknya
– nenek moyangnya
– anak dan keturunannya

Namun, ada juga suami yg soleh dan istri yg durhaka, sebagaimana tercantum di At Tahrim(66):10,“Allah membuat istri Nuh dan istri Lut perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); “Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)”.”

Ada juga kisah Nabi Nuh, yg anaknya (keturunannya) tidak mau mengikuti perintah ALLOH SWT yg disampaikan melalui bapaknya. “Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” — “Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!” Nuh berkata: “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang”. Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.” — “Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” Dan air pun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang lalim.”” — “Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku, termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.”” — “Allah berfirman: “Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat) nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.”” (Hud(11): 42 – 47)

Filed under: Khutbah Jum’at | 4 Comments »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20080404

Posted on April 10, 2008 by It’s Me

Sesungguhnya, beruntunglah orang2 yg memeluk agama Islam, dan merugilah orang2 yg menolak Islam. Hal ini dikarenakan Islam membawa dunia dari masa kegelapan (jahiliyah) ke masa yg lebih terang benderang.

Di bulan Rabiul Awal ini, masih banyak tempat yg merayakan kelahiran Rasululloh SAW. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kecintaan kepada beliau. Cinta Rasululloh SAW berarti cinta dengan sunnah2 beliau. Dengan mencintai sunnah2 beliau, insya ALLOH kita akan bersama-sama beliau di akhirat kelak.

Beberapa hal penting mengapa Rasululloh SAW diutus:
1. Menanamkan kecintaan pada Rasululloh SAW.
Ini berarti meneladani dan mengamalkan akhlak2 beliau. Tidak ada rasa dengki, marah, dan benci kepada orang2, termasuk orang2 yg membenci dan memusuhi kita.

Al Ahzab(33):21,“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

2. Menanamkan keyakinan terhadap ALLOH SWT.
Pada jaman jahiliyah, kaum Quraisy menyembah berhala. Rasululloh SAW pun diutus untuk menghancurkan berhala2 tersebut dan mengajak ke jalan kebenaran, Islam.

An Nisa(4):1,“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”

An Nisa(4):117,“Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka,”

Tidak mudah untuk menanamkan keyakinan pada seseorang, karena keyakinan merupakan sebuah hidayah. Yang mesti kita yakini adalah, mempercayai ALLOH SWT yg akan menolong hamba2-Nya yg senantiasa taat dan patuh pada-Nya.

Filed under: Khutbah Jum’at | 1 Comment »

Khutbah Jum’at – 20080328

Posted on April 2, 2008 by It’s Me

“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An Nahl(16):97) menyatakan bahwa ALLOH SWT TIDAK AKAN PERNAH MENGINGKARI JANJI-NYA.

Jika kita lihat bangsa Indonesia, terutama di daerah, kita akan melihat begitu banyak kemiskinan & kurangnya pendidikan. Indonesia sebagai zamrud khatulistiwa nyatanya masih banyak masyarakatnya yg berada dalam keadaan miskin & serba kekurangan. Ini seperti peribahasa ayam mati kelaparan di lumbung padi.

Sebagai kaum mayoritas, kaum muslim hendaknya menjadi motor bangsa.

Hal yg terbalik dengan negara Singapura. Negara non muslim, namun begitu mudah menemukan makanan, jarang ditemukan orang kelaparan. Apakah yg salah?

“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (At Taghaabun(64):11)

Dengan menelaah ayat di atas, kita bisa dapati bahwa kaum muslim Indonesia BELUM sepenuhnya beragama. Agama masih menjadi pelengkap semata tanpa ada spirit dalam kehidupan sehari-hari. Banyak contohnya, diantaranya banyak kepentingan kaum muslim yg ditelantarkan. Sementara sinetron lebih banyak disaksikan dibandingkan dengan acara agama. Orang lebih suka berada di belakang pada saat berjama’ah. Dengan kata lain TONTONAN MASIH DIUTAMAKAN DIBANDINGKAN TUNTUNAN.

Semoga ALLOH SWT melindungi kita dari tipuan dunia.

Filed under: Khutbah Jum’at | 49 Comments »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20080321

Posted on March 27, 2008 by It’s Me

Jika kita melihat dan memperhatikan Al Baqarah(2):133, kita akan melihat bahwa seorang Nabi/utusan ALLOH SWT akan tetap khawatir dan memperhatikan kondisi keturunannya usai dia meninggal. “Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”

Dalam beberapa kesempatan, Rasululloh SAW menyatakan bahwa kriteria orang yg paling mulia ada pada diri Nabi Yusuf as, karena Nabi Yusuf as merupakan putra dari Yaqub serta cucu dari Ibrahim. Sebagaimana ayat di atas, menjelang wafatnya, Nabi Yaqub as tetap memperhatikan aqidah yg akan dipegang oleh keturunannya.

Beberapa ayat Al Qur’an yg dianjurkan dibaca, agar senantiasa mendapat perlindungan ALLOH SWT sehingga ketika mati tetap dalam keadaan Islam:
– Al Imran(3):193,“Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu”, maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.”

- Al A’raf(7):126,“Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami”. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)“.

- Yusuf(12):101,“Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian takbir mimpi. (Ya Tuhan). Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.

Para Nabi, termasuk Rasululloh SAW senantiasa berdoa agar diwafatkan dalam keadaan Islam, karena sangatlah mudah iman menghilang dari dalam hati kita. ALLOH SWT punya kekuasaan untuk mencabut iman seseorang, kapanpun dan dimanapun. Oleh karenanya, kita mesti senantiasa meminta pada-Nya, meminta perlindungan-Nya agar iman tidak pernah meninggalkan diri kita.

Orang yg tidak punya sifat amanah dianggap orang tidak beragama, karena ALLOH SWT sudah menyatakan bahwa amanah adalah hal wajib yg mesti dipenuhi oleh manusia selaku khalifah di muka bumi ini.

Orang muslim yg baik adalah seorang muslim yg bisa menjaga lidah dan sikapnya, sehingga muslim lain/saudaranya/tetangganya tidak terganggu olehnya. Meski seorang muslim begitu giat beribadah, tapi jika dia senantiasa membuat tetangganya tidak merasa aman, maka Rasululloh SAW menyatakan bahwa dia akan masuk neraka. “Barangsiapa ingin disenangi Allah dan rasulNya hendaklah berbicara jujur, menunaikan amanah dan tidak mengganggu tetangganya.” (HR. Al-Baihaqi)

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

Khutbah Jum’at – 20080314

Posted on March 23, 2008 by It’s Me

ALLOH SWT banyak menitipkan amanah kepada kita. Tugas manusia adalah menjaga amanah tersebut. Beberapa amanah yg dititipkan kepada kita antara lain harta dan anak. Kedua hal ini merupakan amanah yg mesti dijaga, jangan sampai kita lalai sehingga menyulitkan kita ataupun amanah yg seharusnya kita jaga.

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al Hadiid(57):20)

Orang yg lalai dengan amanah2 tersebut, ALLOH SWT mengancam akan menurunkan siksaan yang pedih, serta orang tersebut akan termasuk orang2 yg lalai.

Banyak contoh orang yg lalai dari amanah yg dititipkan padanya. Oleh karenanya, jangan sampai kita melalaikan kedua amanah tersebut. Rejeki, anak yg diberikan ALLOH SWT kepada kita hendaknya menjadi ‘alat’ bagi kita untuk bisa lebih dekat dengan-Nya.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20080307

Posted on March 21, 2008 by It’s Me

Sebentar lagi kita akan masuk ke bulan Rabiul Awal, bulan kelahiran Rasululloh SAW. Perhatikan firman ALLOH SWT berikut,“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Al A’raaf(7):157)

Dari ayat di atas, bisa dilihat, bahwa orang2 yg beruntung dunia akhirat adalah orang yg:
1. Memuliakan Rasul dan Nabi
2. Menolong Rasul dan Nabi
3. Mengikuti cahaya petunjuk Al Qur’an

Memperingati dan menyanjung Rasululloh SAW merupakan salah satu bentuk memuliakan beliau, kecuali jika diperingati dengan cara2 yg terdapat unsur maksiat di dalamnya, misalnya dg keramaian yg mencampurkan laki2 dan perempuan.

Menolong Rasululloh SAW bisa dilakukan dengan membelaa agama Islam, agama yg dibawa beliau. Untuk itu, landasilah perbuatan kita dengan penuh cinta kepada beliau.

Dengan cinta pada ALLOH SWT dan Rasul-Nya, maka kita akan mudah untuk berkorban untuk kepentingan agama. Semakin kita sering menolong agama ALLOH SWT, maka Dia juga akan menolong kita di waktu yg tidak kita duga.

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Muhammad(47):7)

Mengikuti cahaya Al Qur’an dengan cara banyak membaca, mempelajari dan mengamalkannya. Dengan begitu, perlahan tingkah laku kita akan menyerupai Al Qur’an, sehingga insya ALLOH akan selamat dunia akhirat.

Sebagai pesan akhir, mari kita tinjau kembali pesan Rasululloh SAW,“Aku tinggalkan bagi kamu 2 perkara, kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang pada 2 perkara, yaitu Al Qur’an dan Sunnah. Pertanyaan pada diri kita, sudahkah kita berpegang pada Al Qur’an dan Sunnah? Atau kita malah menginjak2nya?

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

Khutbah Jum’at – 20080229

Posted on March 7, 2008 by It’s Me

Tafsir Al Qur’an terbaru (dari Kairo) menampilkan beberapa hal belum pernah dibahas sebelumnya. Sebagai contoh, detail tentang haji, sholat, dsb.

Ambil contoh tentang sholat, terdapat 68 ayat yg terkait dengan keimanan, tauhid, doa, ibadah, ekonomi&bisnis.

Surat Thaha(20):14 menjelaskan tentang tauhid (keesaan ALLOH SWT),“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku.”

Kemudian surat Ibrahim(14):40 berisi ibadah (sholat dan doa),“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”

Al Fath(48):29 berisi penjelasan bahwa Muhammad SAW adalah utusan ALLOH SWT,“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.”

Penjelasan mengenai waktu sholat bisa kita temukan di An Nisa(4):103,“Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”

Dari hasil penelitian ilmuwan Cina, didapatkan bahwa waktu-waktu sholat merupakan saat energi keluar, yg bermanfaat bagi manusia. Berikut penjelasannya:

  • Dhuhur yg dimulai sekitar jam 12 siang merupakan waktu keluarnya energi api. Energi ini berguna untuk memperbaiki jantung.
  •  Ashar merupakan saat keluarnya energi api (yg melemah). Pada saat ashar ini, organ internal memisahkan zat-zat kimia dari jantung dan kandung kemih.
  • Saat Magrib, akan muncul energi air yg bermanfaat untuk memperbaiki ginjal.
  • Waktu Isya berguna untuk mengurangi kelebihan pasokan energi yg masuk.
  • Jam 11 malam, muncul energi kayu yg berguna membasmi racun.
  • Sementara jam 2 malam, energi udara akan lepas. Manfaatnya mencegah kanker dan stres.
  • Jam 4 pagi merupakan saat yg tepat untuk membersihkan jantung dan paru2. Tidak heran, apabila sholat subuh di masjid, sering terdengar orang batuk.
  • Jam 6 pagi merupakan saat berhentinya proses membasmi racun. Pada jam 6, akan muncul energi tanah yang berfungsi memperbaiki pencernaan.

Filed under: Khutbah Jum’at | 1 Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20080222

Posted on February 27, 2008 by It’s Me

Syukur terhadap nikmat yg kita dapat akan membuat nikmat itu sendiri bertambah. Sementara ingkar/kufur nikmat, akan membuat kita celaka. Kita perhatikan ayat berikut, Ibrahim(14):7,”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.”

Dalam An Nahl(16):78,”Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” Ini artinya, saat kita lahir, kita tidak tahu apa2, tidak ada ilmu pengetahuan yg kita miliki. Yang kita punya hanya 1, naluri. Seorang bayi yg menangis menandakan si bayi mengirim naluri (kepada orang tuanya) bahwa ada sesuatu yg tidak dia sukai (entah mengompol, buang air, dst).

Tahapan berikutnya, barulah diajarkan kemampuan mendengar, melihat, berbicara, akal budi, dst. Maka hati, mata, dan telinga harus menjadi sarana untuk bersyukur.

Syukur = menggunakan nikmat untuk sempurnakan ibadah, sesuai dengan ketentuan-Nya (taat pada-Nya).

Apabila manusia taat kepada ALLOH SWT, maka level dia melebihi malaikat. Sementara jika dia kufur, itu artinya level dia jauh di bawah binatang.

artikel lain, terkait dg syukur bisa dibaca di sini.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

Khutbah Jum’at – 20080215

Posted on February 24, 2008 by It’s Me

Topik kali ini adalah keberkahan.

Bangsa Indonesia merupakan penduduk dg jumlah yg cukup banyak, kekayaan melimpah, tapi masih banyak rakyatnya yg tidak mampu menutupi hajat hidupnya (hidup miskin).

Sebuah teori mengenai kaya, dilontarkan Robert T Kiyosaki, yakni orang kaya = memiliki harta sebanyak-banyaknya.

Banyak sekali orang kaya, tapi hartanya tidak berkah. Uangnya banyak tapi di satu waktu tertentu, tiba-tiba dia memiliki banyak hutang. Ini artinya hartanya tidak berkah. Namun, ada orang yg gajinya/hartanya tidak banyak, tapi dia bisa sekolahkan anaknya hingga lulus kuliah, bisa naik haji, dst dst. Inilah harta yg, insya ALLOH, berkah.

Sudah seharusnya kaum muslim menganggap kerja sebagai sarana ibadah (mencari kebahagiaan dunia dan akhirat), tidak hanya sebagai sarana untuk mencari harta semata. Perbanyak kebajikan dalam bekerja, agar harta yg didapat = harta yg berkah.

Harta yg berkah = harta yg didapat tidak hanya dinikmati sendiri tapi juga berbagi dengan orang lain. Dengan kata lain, ada nilai plus kebijakan dalam penggunaan harta.

Faktor-faktor berkah:
– Tidak memakan harta orang lain
– Harta digunakan untuk keperluan/kegiatan yg tidak melanggar perintah ALLOH SWT

Hakekat berkah:
– Merdeka secara rohani. Siap mental dan spiritual, bahwa ALLOH SWT yang memberi rejeki.
– Merdeka secara fisik. Kebutuhan dasar sudah terpenuhi

Artikel terkait:
Harta yang berkah.

Filed under: Khutbah Jum’at | 13 Comments »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20080208

Posted on February 17, 2008 by It’s Me

Kuat dan lemahnya iman bisa dilihat dari akhlak seseorang. Iman yg kuat akan membuat seseorang berakhlak mulia, namun sebaliknya, seseorang yg keimanannya kurang baik maka dia akan cenderung untuk berbuat yg merugikan orang lain. Bahkan tidak mungkin dia akan terjerumus ke jurang kehancuran.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (Al Maidah(5):35) Ayat ini menjelaskan orang2 yg beriman untuk lebih mendekatkan diri kepada ALLOH SWT, karena hanya dengan mendekatkan diri pada ALLOH SWT maka orang2 yg beriman ini akan termasuk orang2 yg beruntung.

Rasa malu dan iman merupakan satu kesatuan. Apabila hilang salah satu, maka yang lain akan ikut menghilang. Rasululloh SAW sudah menyatakan dalam haditsnya yang terkenal,“Iman itu ada lebih 60 cabang. Dan sifat malu adalah sebahagian daripada cabang iman.”

Rasululloh SAW senantiasa menghindari ucapan yang sia-sia, beliau lebih memilih diam. Dalam salah satu haditsnya, disebut,“Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat hendaklah berkata yang baik atau diam.” (Mutafaqqun ‘alaihi).

Rasululloh SAW senantiasa memberikan contoh2 akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari, dengan harapan agar umat beliau mencontohnya. Sayang sekali, hanya sedikit umatnya yang mau mengikutinya.

*artikel terkait: rukun iman*

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

Khutbah Jum’at – 20080201

Posted on February 1, 2008 by It’s Me

Rasululloh SAW bersabda agar kita menggunakan 5 kesempatan sebelum datang 5 kesempitan.

Seringkali, saking cintanya kita kepada dunia, kita tidak merasakan bahwa waktu begitu cepat berlalu. Sebagai contoh, kita sudah hendak meninggalkan bulan Muharram.

Momentum Muharram hendaknya jadi waktu yg tepat untuk melakukan muhasabah serta untuk menyiapkan diri dalam menyongsong masa depan. Begitu banyak keganjilan yang dilihat pada umat Islam Indonesia. Sebagai negara dengan kaum muslim terbesar, muslim Indonesia masih banyak tertinggal di berbagai bidang dibanding dengan kaum muslim di negara lain.

Panjang usia bisa menjadi nikmat jika usia tersebut diisi dengan berbagai amal kebajikan. Yang menjadi bencana adalah jika panjang umur tapi tidak ada kebaikan yang dia lakukan. Rasululloh SAW bersabda,“Sebaik-baik kalian adalah yang paling panjang umurnya dan paling baik amalnya.” (HR. Ahmad)

ALLOH SWT paling benci kepada manusia yang tidak pernah meminta kepada-Nya, terlebih lagi tidak pernah minta maaf dan minta atas kesalahan yg dilakukannya.

Filed under: Khutbah Jum’at | 1 Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20080125

Posted on January 30, 2008 by It’s Me

Jika kita membaca surat Luqman(31):27,“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Kita akan bisa menyimpulkan bahwa nikmat ALLOH SWT sedemikian banyaknya.

Sesungguhnya, kita senantiasa mendapat nikmat dari ALLOH SWT, baik nikmat itu kita nikmati dg penuh kesadaran, maupun nikmat yang seringkali kita lupakan, dan bahkan nikmat yg seringkali kita ingkari. Padahal, ALLOH SWT sudah mengingatkan dan mengancam, bahwa siapa saja yg mensyukuri nikmat maka akan ditambah nikmatnya, sementara yang senantiasa mengingkari maka akan mendapat azab-Nya yang teramat pedih.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.” Ibrahim(14):7.

Mudah-mudahan kita semua termasuk orang-orang yang bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang diberikan-Nya. Setidaknya, minimal 17 kali dalam sehari, kita selalu minta dan memohon kepada ALLOH SWT agar kita dijadikan/dimasukkan ke dalam golongan orang2 yang beruntung, yakni golongan orang yang mendapat nikmat, bukan golongan orang yg dimurkai terlebih lagi golongan orang yang sesat.

Salah satu penyebab manusia mendapat murka-Nya adalah karena kufur nikmat, yakni pada saat senang, berada dalam kemewahan, manusia lupa kepada-Nya. Sementara di saat miskin, memohon dan meminta belas kasih-Nya.

Salah satu golongan manusia yang mendapat murka-Nya, karena senantiasa melanggar/kufur nikmat adalah bangsa Yahudi, sebagaimana tertulis di Al Baqarah(2):65,”Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”.”

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

Khutbah Jum’at – 20080118

Posted on January 26, 2008 by It’s Me

Hikmah adalah harta berharga milik kaum muslimin yang hilanag, karena seringkali kaum muslimin tidak mampu menuai hikmah dari setiap peristiwa yang dijalani atau yang tengah menimpanya. Kita lebih sering mengedepankan emosional yang berapi-api (atau sebaliknya) sehingga lupa diri.

Sebagai contoh, ketika ditimpa musibah maka emosi akan memuncak, saling menyalahkan, dan bahkan terkadang menganggap bahwa melakaukan kejahatan adalah suatu kewajaran dengan dalih menutupi kebutuhan akibat tertimpa musibah.

Demikian sebaliknya, ketika mendapat nikmat, seringkali lupa diri, merasakan kegembiraan yang luar biasa. Tak sedikit yang terjerumus ke dalam lembah maksiat dan kejahatan. Dapat kita lihat sekarang, betapa banyak latar belakang narapidana yang masuk penjara adalah artis, pejabat, dst. Artis masuk penjara karena kasus narkoba, pejabat masuk penjara karena korupsi dan penyalahgunaan jabatan.

Itulah potret kebanyakan saudara kita (bahkan barangkali kita juga termasuk di dalamnya), belum mampu menggali hikmah dari setiap peristiwa yang berlangsung. Padahal jika kita kaum muslimin mau sejenak bertafakkur mencari hikmah yang hilang, insya ALLOH hidup akan lebih baik.

Sesungguhnya, bertafakkur sejenak adalah lebih baik daripada beribadah seribu kali.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

« Previous PageNext Page »

Khutbah Jum’at – 20080111

Posted on January 21, 2008 by It’s Me

Selaku umat Islam yang masih merasakan nikmatnya Iman dan Islam, maka kita mesti mempertahankan keduanya, karena Iman dan Islam adalah bekal kita di hari Kiamat kelak.

Dalam Ali ‘Imran(3):85, disebutkan,“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”

Ayat di atas memberi pengertian bahwa jika umat manusia tidak ingin menyesal di hari akhirat kelak, maka hendaknya mereka memeluk agama Islam agar kebajikan-kebajikan kita diterima.

Sementara di Ar Ruum(30):30, tertulis,“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,”

Dari ayat di atas ini, kita selaku umat Islam mesti bangga dengan Islam, karena hanya Islam yang diakui ALLOH SWT. Tidak ada yg bisa menandinginya, selama kita selalu berpedoman kepada Al Qur’an dan Sunnah.

Ada 4 bulan yang disucikan/dimuliakan:
1. Dzulqaidah
2. Dzulhijjah
3. Muharram
4. Rajab

Filed under: Khutbah Jum’at | 4 Comments »

Khutbah Jum’at – 20080104

Posted on January 10, 2008 by It’s Me

Kita masuk ke tahun baru, itu berarti umur kita akan bertambah. Sementara hakikatnya, hidup kita akan makin pendek. Para pemimpin dunia sekarang khawatir dengan ancaman kelaparan akibat pemanasan global. Akibat yang ditimbulkan bermacam-macam & menimpa semua makhluk, tidak peduli dengan suku, ras, agama, dsb.

Kerusakan hutan akibat pembalakan liar menjadi ancaman banjir. Harga minyak yang kian naik berakibat naiknya harga kebutuhan pokok.

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” Ar Rum(30):41

Muhasabah/introspeksi mesti kita lakukan untuk melihat apa yg telah kita perbuat dan bersiap melakukan apa yang akan dilakukan di dunia dan di akhirat. Apakah pekerjaan yg baik atau buruk, kita mesti tinjau, baik itu mau atau tidak mau.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Al Hasyr(59):18

Rasululloh SAW tidak khawatir jika umat Islam miskin, beliau malah khawatir jika umatnya bergelimang harta/hidup mewah. Hal ini dikarenakan manusia lebih mudah untuk terlena akibat harta, meski ada juga yg bisa bertahan.

Hadirnya Rasululloh SAW di dunia adalah untuk membawa berkah bagi alam semesta, termasuk jazirah Arab, dari dunia kegelapan ke dunia yang terang benderang.

Muhasabah perlu dilakukan agar kita tidak terlena dg bujukan setan serta menjaga ke-istiqomah-an kita untuk berjuang di jalan ALLOH SWT.

Filed under: Khutbah Jum’at | Leave a Comment »

« Previous PageNext Page »

Posted on 19 Maret 2012, in KAJIAN, KHUTBAH JUMAT, LAIN-LAIN, SITUSARA. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masjid Tanpa Warna "MASJID ALFAJR" BANDUNG

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

FORUM ULAMA UMMAT INDONESIA (F U U I)

"PEMERSATU ULAMA DAN UMMAT"

islamhouse.com :: Semua :: Indonesia

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

MASJID TAQWA SERITANJUNG

group SITUSARA posting by a. rozak abuhasan

maktabah abi yahya™

Bagi yang Tahu Betapa Pentingnya ILMU

Blog Ahlus Sunnah

Blognya Abu Zaid

SITUSARA

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

ABU ZUBAIR

Berusaha Meraih Husnul Khatimah Dengan Meniti Jejak Shalaful Ummah

Kumpulan Khutbah Jum'at

Kumpulan Khutbah Jum'at

KUMPULAN KHUTBAH JUM`AT

Group SITUSARA by A. ROZAK ABUHASAN

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

Buku Islam Online

Pusatnya Buku Islam

Jelajah Alam Belantara

Just another WordPress.com site

Audio salafy | Download gratis kajian salafy

Download kajian-kajian ustadz-ustadz salafy Indonesia

ISLAM DAN KEHIDUPAN

Bersama Membangun Peradaban Umat

Media Belajar Islam™

Memuat Artikel Islam dan Umum, dan Free download Mp3 dan E-Book Islami

www.fuui.wordpress.com--sarana komunikasi ulama & ummat

Memurnikan Tauhid menuju Jihad Fi Sabilillah

TOPIK WARNA-WARNI

Aneka Ragam Topik Disuguhkan oleh IWAN DAHNIAL

Ichsan Mufti

Rekaman ide.. Tentang beberapa hal yang saya anggap penting

Ulama Sunnah

Kumpulan Biografi, Artikel dan Fatwa Ulama Ahlussunnah

islamhouse.com :: New! :: English

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

Maskuncoro

Ikatlah ilmu itu dengan menuliskannya

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.176 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: