Arsip Blog

KHUTBAH JUMAT RAMADHAN UNTUK HARI ESOK YANG LEBIH BAIK

KHUTBAH JUMAT

RAMADHAN                                                                                                                                                                                                                                      UNTUK HARI ESOK YANG LEBIH BAIK
SUMBER:
Berbagai sumber

Logo Masjid Al-Fajr Bandung

Logo Masjid Al-Fajr
Bandung

 

Masjid Al-Fajr
Bandung
Di edit ulang untuk Khutbah Jumat / Tausiyah

Oleh :

H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

http://arozakabuhasan.wordpress.com/

2014-07-04 RAMADHAN UNTUK HARI ESOK YANG LEBIH BAIK

AL QUR`AN NUL KARIM

AL QUR`AN NUL KARIM

KHUTBAH PERTAMA
اَلْحَمْدُِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُبِااللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وِمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
اَشْهَدُ اَنْ لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ وَصَحـْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.
إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُونَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ (3:102) أَمَّا بَعْدُ؛

Kaum muslimin rahimakumullah
Puji syukur, kita panjatkan kehadirat Ilahi Robbi yang telah mencurahkan nikmat karunia-Nya yang tiada terhingga dan tiada pernah putus sepanjang zaman kepada makhlukNya, baik berupa kesehatan, rezeki, kesempatan sehingga saat ini kita dapat hadir bersama dalam majelis yang Insya Allah dimuliahkan-Nya.

Shalawat dan salam semoga selalu Allah curahkan pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw., beserta keluarganya, para sahabat serta kita dan para pengikutnya sampai akhir zaman.

Marilah kita selalu meningkatkan taqwa kepada Allah Swt. Kita berusaha untuk meningkatkan taqwa dalam arti yang sebenar-benarnya dan selurus-lurusnya. Menjalankan secara ikhlas seluruh perintah Allah Swt., kemudian menjauhi segenap larangan-larangan Nya. Marilah kita lebur hati dan jasad kita kedalam lautan Taqwa yang luasnya tiada bertepi. Marilah kita isi setiap desah nafas kita dengan sentuhan-sentuhan Taqwa. Sebab, hanya dengan Taqwa … InsyaAllah … kita akan memperoleh kebahagiaan hakiki di akherat yang abadi nanti dan kebahagiaan hidup di dunia fana ini,; dan janganlah kita mati sebelum benar-benar dalam keadaan muslim.

Kaum Muslimin Rahimakumullah . .
Sebuah kemenangan dalam pertempuran panjang dan melelahkan, bukan melawan musuh di medan laga, bukan melawan pasukan dalam pertempuran bersenjata. Namun, pertempuran melawan musuh-musuh yang ada di dalam diri kita, nafsu dan syahwat serta syetan yang cenderung ingin menjerumuskan kita. Ibnu Sirin berkata tentang sulitnya mengendalikan jiwa, “Aku tidak pernah mempunyai urusan yang lebih pelik ketimbang urusan jiwa.” Hasan Bashari berkata, “Binatang binal tidak lebih membutuhkan tali kekang ketimbang jiwamu.”

Pelihara dirimu dan keluarga1Kemenangan melawan hawa nafsu ini adalah inti kemenangan. Inilah kemenangan terbesar, kemenangan utama yang akan melahirkan kemenangan-kemenangan lain dalam semua kancah kehidupan dunia yang kita arungi. Kita membutuhkan kemenangan seperti ini untuk memenangkan semua pertarungan yang kita hadapi dalam hidup ini. Betapa banyak perangkat-perangkat meteri kemenangan dikuasai oleh seseorang, kelompok, dan bangsa. Namun ternyata mereka harus menelan kekalahan dengan sederet perangkat materi itu.

Mereka memiliki ilmu dan teknologi, senjata, perlengkapan, dan sarana lainnya, namun itu semua tidak berdaya di hadapan seseorang, kelompok, atau bangsa yang memiliki ketangguhan jiwa, kekuatan mental, dan kematangan pribadi.
كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 249).

puasa-selamat-300x262`elama sebulan penuh kita berada dalam bulan suci, bulan penuh keberkahan dan nilai. Bulan yang mengantarkan kita kepada suasana batin yang sangat indah. Bulan yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan bagi kita kaum Muslimin. Bulan Ramadhan melatih kita untuk memberi perhatian kepada waktu, di mana banyak manusia yang tidak bisa menghargai dan memanfaatkan waktunya. Ramadhan melatih kita untuk selalu rindu kepada waktu-waktu shalat, yang barangkali di luar Ramadhan kita sering mengabaikan waktu-waktu shalat.

Dalam bulan Ramadhan kita di didik untuk menghargai dan disiplin dengan waktu. Al-Qur’an yang kita baca mengisyaratkan pentingnya waktu bagi kehidupan. Bahkan pada banyak ayat Allah bersumpah dengan waktu.
Maka jika kita ingin menjadi manusia yang terhormat di antara manusia lain dan bermartabat di sisi Allah, hendaknya kita isi waktu kita dengan hal-hal yang produktif, baik untuk kepentingan dunia atau akhirat kita.

Kesemua itu untuk memenuhi janji kita :
إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam.”

Ramadhan juga melatih kita untuk mempunyai rasa solidaritas sesama manusia, dengan rasa lapar dan dahaga kita teringat akan nasib sebagian dari saudara-saudara kita yang kurang beruntung di dalam hidup ini, mereka setiap harinya dirongrong rasa lapar dan dahaga. Apalagi, rasa kemanusiaan semacam ini nyaris mulai sirna dewasa ini. dimana mereka hanya disibukkan oleh urusan pribadi, nafsi-nafsi, urusanku urusanku sendiri, silahkan urus urusanmu sendiri. Hal ini diakibatkan karena orientasi hidup manusia modern yang hanya memandang materi sebagai satu-satunya ukuran dan satu-satunya tujuan. Bahkan, terkadang untuk memenuhi ambisi kebendaannya seseorang rela menghalalkan segala cara.

Ramadhan sebagai bulan latihan/pendidikan, dengan disyariatkannya shiyam selama sebulan agar sebelas bulan sisanya kita lalu dapat menerapkan nilai-nilai Ramadhan. Suasana spiritual yang dilatih selama sebulan ini menjadi energi kita dalam mengarungi sebelas bulan berikutnya. Agar predikat takwa itu benar-benar dapat kita raih dan kita jaga dalam diri kita. Sebab ketakwaan itulah bekal hidup dan modal kita untuk menghadapi pengadilan Allah Azza wa Jalla.
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَاأُولِي الْأَلْبَابِ
“Dan berbekallah kalian, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.”
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“Sesungguhnya sebaik-baik kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”

Karena itu, Ramadhan diharapkan dapat memberikan banyak perubahan dalam diri kita. Mulai dari sikap, perilaku, dan paradigma dalam memandang hidup dan kehidupan ini. Dari sekarang, kita semua berupaya untuk menjadikan Ramadhan sebagai bekal kita untuk melakukan perubahan-perubahan di masa depan, perubahan yang akan mengantarkan hidup kita ke arah yang lebih baik.

Jamie Asr Mosque in Brunei (night)

Jamie Asr Mosque in Brunei (night)

Ada beberapa variabel untuk membangun optimisme dalam diri kita.
Pertama, Husnudzan kepada Allah.
Husnudzan atau berprasangka baik kepada Allah, harus kita kokohkan dalam diri kita. Kita sepakat bahwa tidak ada satu peristiwa yang terjadi selain dengan izin dan kehendak Allah, termasuk ujian dan kesulitan yang tengah kita hadapi. Setiap muslim seyogianya selalu menghadapi semua ketentuan Allah itu dengan prasangka baik. Ia mempunyai prinsip bahwa apa yang menimpanya, itulah yang terbaik baginya menurut Allah. Oleh karena itu ia tidak menggerutu kepada Penciptanya, ia tidak memberontak karena ketentuan Rabb-nya, dan ia selalu menatap semua ujian itu dengan senyum.

Ia yakin akan mendapatkan dua keuntungan dari ujian itu:
1. Diangkat dan dihapuskannya kesalahan dan dosa-dosanya 2. Dan tinggikan derajatnya di sisi Allah Azza wa Jalla
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ فَمَنْ صَبَرَ فَلَهُ الصَّبْرُ وَمَنْ جَزِعَ فَلَهُ الْجَزَعُ
“Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, Dia menguji mereka. Barangsiapa bersabar ia mendapat (pahala) kesabarannya, dan barangsiapa gundah gulana, ia (tersiksa) karena kegundahannya.”

Husnudzan harus kita pelihara dalam diri kita. Allah tidak menghendaki dari hamba-Nya selain kebaikan, kalau tidak di dunia, di akhirat. Jangan sampai kita celaka di dunia dan di akhirat akibat prasangka buruk kita kepada Allah. Na’udzu billah, tsumma na’udzu billah.

Kedua, Tidak putus berdoa.
Doa merupakan senjata orang beriman, berdoa merupakan ibadah dan enggan berdoa merupakan kesombongan kepada Allah Azza wa Jalla.

Seyogianya banyaknya musibah, malapetaka, krisis ekonami yang berkepanjangan, krisis kepercayaan, moral, pemerintahan yang lemah, tekanan bahkan konspirasi untuk menghancurkan iman atau bangsa kita begitu kuat.
Adanya pihak-pihak yang menginginkan kehancuran negeri ini kita harus yakin dengan seyakin-yakinnya, untuk terus berdoa, memohon kepada yang Maha Kuat dan Maha Perkasa, untuk meminta kepada Yang Maha Pengasih, Maha Pemberi, Maha Mengabulkan segala doa agar negeri ini, negeri kita ini, Indonesia; dijauhkan dari kehancuran…dan dijadikan sebagai negeri aman sentosa di bawah naungan serta ridho-Nya.

Ketiga, meneladani para nabi dan rasul. Mereka adalah kekasih-kekasih Allah dan itu kita sepakat. Namun ujian Allah timpakan kepada mereka begitu dahsyat dan tak terperikan. Bahkan di antara mereka ada yang mendapatkan gelar Uluz Azmi karena keberhasilan mereka dalam mengarungi ujian berat. Dan mereka tidak pernah berputus asa kepada Allah Ta’ala.
أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

HA. ROZAK ABUHASAN, MBA

HA. ROZAK ABUHASAN, MBA

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ:

Keempat, beramal dan bertawakkal.  Allah tidak menurunkan emas dari langit. Karena itu singsingkan lengan baju. Kita gunakan seluruh potensi yang Allah karuniakan kepada kita
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan katakanlah: “Bekerjalah kalian, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kalian akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kalian apa yang telah kamu kerjakan”. (At-Taubah:105).
Sebab tidak ada yang mengubah kita selain kita sendiri…QS.13:11 إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ
“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (Ar-Radu: 11)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Marilah kita berdoa, memohon kepada Allah Swt. :
اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ

 Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi ampunan. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang dzalim dan kafir.
 Ya Allah selamatkan kami dan bangsa kami, Lapangkan rezeki kepada kami dan bangsa kami. Anugerahkan kepada kami petunjuk dan kekuatan untuk memilih pemimpin-pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur dan amanah, yang akan menjadikan Kitab-Mu sebagai landasan kepemimpinan-nya, yang akan memelihara dan akan berupaya menerapkan Syariat-Mu, untuk membawa kemaslahatan bagi bangsa menuju ridha-Mu.

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ
Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan do’a.

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
 Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.

Penutup khotbah kedua
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Assalamu`alaikum Wr. Wb

araH.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

http://arozakabuhasan.wordpress.com/

20140704 RAMADHAN UNTUK HARI ESOK YANG LEBIH BAIK

 

KHUTBAH JUMAT DUNIA, ANTARA HARAPAN DAN PIJAKAN

KHUTBAH PERTAMA
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ وَصَحـْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.
إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُونَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا أَمَّا بَعْدُ؛

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Ilahi Robbi yang telah memberikan limpahan kenikmatan yang tidak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita; kenikmatan yang tidak mungkin bagi kita untuk menghitung-hitungnya;

Kita bersyukur atas segala Karunia-Nya terutama nikmat Iman, Nikmat Islam, nikmat Rezeki dan Kesehatan serta kesempatan beribadah sampai hari ini, termasuk saat ini kita hadir di masjid ini untuk melaksanakan perintah Allah yaitu sholat Jumat; semoga Allah menerima niat dan ibadah kita, amin ya Robbal alamin.

Sholawat serta salam kita panjatkan, semoga Allah curahkan selalu kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW., kepada keluarga dan sahabatnya serta kepada kita dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman., Amin Ya Robbal Alamin.

Jamaah sekalian Rohimakumullah
Dunia menjadi ladang untuk beramal bagi orang beriman, akan tetapi, tidak jarang bagi orang yang ingkar, dunia adalah tempat menumpahkan segala kesenangan. Maka pada kajian kita kali ini, sedikit kita akan mendudukan dunia itu seperti apa dalam kaca mata syari’at. Di dalam al-Qur’an Allah azza wa jalla berfirman:

﴿ مَّن كَانَ يُرِيدُ ٱلۡعَاجِلَةَ عَجَّلۡنَا لَهُۥ فِيهَا مَا نَشَآءُ لِمَن نُّرِيدُ ثُمَّ جَعَلۡنَا لَهُۥ جَهَنَّمَ يَصۡلَىٰهَا مَذۡمُومٗا مَّدۡحُورٗا ١٨ وَمَنۡ أَرَادَ ٱلۡأٓخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعۡيَهَا وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَأُوْلَٰٓئِكَ كَانَ سَعۡيُهُم مَّشۡكُورٗا ١٩ كُلّٗا نُّمِدُّ هَٰٓؤُلَآءِ وَهَٰٓؤُلَآءِ مِنۡ عَطَآءِ رَبِّكَۚ وَمَا كَانَ عَطَآءُ رَبِّكَ مَحۡظُورًا ٢٠ ٱنظُرۡ كَيۡفَ فَضَّلۡنَا بَعۡضَهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖۚ وَلَلۡأٓخِرَةُ أَكۡبَرُ دَرَجَٰتٖ وَأَكۡبَرُ تَفۡضِيلٗا ٢١﴾ [الإسراء: 18-21]

“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki, dan bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya akan dibalas dengan baik. kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi. Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya”. (QS al-Israa': 18-21).

Didalam ayat diatas Allah ta’ala menjelaskan tentang keadaan dua golongan serta akhir perjalanan keduanya. Adapun orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia, maka Allah ta’ala akan memberi apa yang mereka inginkan, namun akhir perjalanan mereka diakhirat kelak adalah neraka Jahanam dalam keadaan hina dan merugi. Sebab mereka tidak pernah mengharap pahala Allah Shubhanahu wa ta’alla serta merasa takut akan adzab -Nya.

Sedangkan orang-orang yang menghendaki kehidupan akhirat lalu berusaha untuk ke arah itu, yaitu dengan mengerjakan amal sholeh dengan dibarengi keimanan pada hari akhir serta ganjaran yang banyak bagi siapa yang beriman pada -Nya, lantas beramal sholeh. Maka, mereka itulah yang mendapat tanda jasa dari Allah Shubhanahu wa ta’alla. Lalu memperoleh apa yang diinginkan, diberi rasa aman dari segala yang menakutkan mereka pada hari kiamat, kemudian akhir dari segalanya adalah dimasukannya ke dalam surga dengan sebab rahmat serta karunia -Nya.

Selanjutnya, Allah ta’ala mengabarkan bahwasannya Dirinya telah melebihkan sebagian hamba dengan yang lainnya didunia ini, dari sisi materi, rizki sedikit maupun banyak, kemudahan ataupun kesulitan, mendapat ilmu atau bodoh, akal sehat atau pandir, atau yang lainnya dari perkara dunia.
Kemudian Allah ta’ala menerangkan tentang akhirat yang lebih besar situasi serta kedudukan yang diberikan, dimana tidak sebanding sama sekali dengan nikmat yang ada didunia serta kesenangannya dari sisi manapun.
Perbedaan yang sangat jelas, antara orang yang berada ditengah-tengah kenikmatan, dalam istana surga nan tinggi, dengan berbagai jenis kenikmatan, kesenangan, dan kebahagian, dengan mereka yang dibolak-balik dalam neraka, diadzab dengan siksaan yang sangat pedih, karena kemurkaan Allah Shubhanahu wa ta’alla telah ditetapkan baginya.
Maka, sungguh dua negeri ini, sangat berbeda keadaan dan situasinya, yang jika dihitung maka tidak ada seorangpun yang mampu untuk menghitungnya.

Pelajaran yang bisa kita petik dari ayat-ayat diatas:
1. Barangsiapa yang menghendaki dunia, lalu berusaha untuk memperolehnya dan meninggalkan akhirat tanpa amalan sedikitpun. Maka sungguh dirinya akan diberi apa yang menjadi impiannya. Namun, tatkala sudah saatnya kembali ke kampung akhirat, maka dirinya sudah tidak menjumpai bagiannya disisi Allah Shubhanahu wa ta’alla. Hal ini, seperti yang -Dia tegaskan dalam firman -Nya yang lain:
﴿ مَن كَانَ يُرِيدُ حَرۡثَ ٱلۡأٓخِرَةِ نَزِدۡ لَهُۥ فِي حَرۡثِهِۦۖ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرۡثَ ٱلدُّنۡيَا نُؤۡتِهِۦ مِنۡهَا وَمَا لَهُۥ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ ٢٠ ﴾ [ الشورى: 20 ]
“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia, maka Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagianpun di akhirat”. (QS asy-Syuura: 20).

Hal senada juga dijelaskan oleh Allah ta’ala dalam ayat -Nya yang lain:

﴿ مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيۡهِمۡ أَعۡمَٰلَهُمۡ فِيهَا وَهُمۡ فِيهَا لَا يُبۡخَسُونَ ١٥ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيۡسَ لَهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُواْ فِيهَا وَبَٰطِلٞ مَّا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ١٦ ﴾ [ هود: 15-16]
“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan”. (QS Huud: 15-16).

Dalam sebuah hadits, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam sunannya dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Rasulallahu Shalallahu’alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « من كانت الآخرة همه جعل الله غناه في قلبه وجمع له شمله وأتته الدنيا وهي راغمة ومن كانت الدنيا همه جعل الله فقره بين عيينه وفرق عليه شمله ولم يأته من الدنيا إلا ما قدر له » [أخرجه الترمذي]
“Barangsiapa yang akhirat menjadi tujuannya, maka Allah akan menjadikan kekayaan berada dalam hatinya, dan memudahkan urusannya serta memberi dunia sedangkan ia tidak memintanya. Dan barangsiapa menjadikan dunia adalah tujuannya, maka Allah akan menjadikan kemiskinan selalu menghantui dirinya, dicerai beraikan urusannya, dan tidak diberi harta kecuali apa yang telah ditakdirkan untuknya”. HR at-Tirmidzi no: 2465. Dinilai shahih oleh al-Albani dalam shahih sunan at-Tirmidzi 2/300 no: 2005.

2. Perbedaan hakiki ialah kelak di akhirat bukan seperti yang kita lihat di dunia ini. sebagaimana dijelaskan oleh Allah ta’ala melalui firman -Nya:
﴿ وَلَلۡأٓخِرَةُ أَكۡبَرُ دَرَجَٰتٖ وَأَكۡبَرُ تَفۡضِيلٗا ٢١ ﴾ [ الإسراء: 21 ]
“Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya”. (QS al-Israa': 21).

Dalam ayat lain Allah ta’ala menjelaskan:
﴿ لَّهُمۡ دَرَجَٰتٌ عِندَ رَبِّهِمۡ ٞ ٤ ﴾ [ الأنفال: 4 ]
“Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya”. (QS al-Anfaal: 4).
Demikian pula di pertegas lagi dalam salah satu firmanNya:

﴿ وَمَن يَأۡتِهِۦ مُؤۡمِنٗا قَدۡ عَمِلَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَأُوْلَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلدَّرَجَٰتُ ٱلۡعُلَىٰ ٧٥ ﴾ [ طه: 75]
“Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia)”. (QS Thahaa: 75).

Dalam sebuah hadits disebutkan, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « الجنة مائة درجة . كل درجة منها ما بين السماء والأرض . وإن أعلاها الفردوس . وإن أوسطها الفردوس . وإن العرش على الفردوس . منها تفجر أنهار الجنة . فإذا ما سألتم الله فسلوه الفردوس» [أخرجه ابن ماجه]
“Surga itu mempunyai seratus tingkatan, dan pada tiap tingkatnya itu sejauh antara langit dan bumi, sesungguhnya surga yang paling tinggi ialah Firdaus, sedang yang berada ditengah-tengah juga Firdaus, adapun Arsy itu berada diatasnya surga Firdaus, dari situlah memancar mata air surga. Oleh karena itu, jika kalian meminta kepada Allah, mintalah dimasukkan dalam surga Firdaus”. HR Ibnu Majah no: 4331. Dinilai hasan oleh al-Albani dalam shahih sunan Ibnu Majah 2/436 no: 3496.

Dalam musnadnya Imam Ahmad dibawakan sebuah hadits dari Ubadah bin Shamith radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan: “Rasulallahu Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « الْجَنَّةُ مِائَةُ دَرَجَةٍ مَا بَيْنَ كُلِّ دَرَجَتَيْنِ مَسِيرَةُ مِائَةِ عَامٍ وَقَالَ عَفَّانُ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ » [أخرجه أحمد]
“Surga itu ada seratus lebih tingkatan dan antara satu tingkat dengan yang lainnya sejarak perjalanan seratus tahun”. Berkata Affan: “Seperti sejauh langit dan bumi”. HR Ahmad 37/369 no: 22695.

Disebutkan dalam riwayat Bukhari dan Muslim sebuah hadits dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ يَتَرَاءَوْنَ أَهْلَ الْغُرَفِ مِنْ فَوْقِهِمْ كَمَا يَتَرَاءَوْنَ الْكَوْكَبَ الدُّرِّيَّ الْغَابِرَ فِي الْأُفُقِ مِنْ الْمَشْرِقِ أَوْ الْمَغْرِبِ لِتَفَاضُلِ مَا بَيْنَهُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ تِلْكَ مَنَازِلُ الْأَنْبِيَاءِ لَا يَبْلُغُهَا غَيْرُهُمْ قَالَ بَلَى وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ رِجَالٌ آمَنُوا بِاللَّهِ وَصَدَّقُوا الْمُرْسَلِينَ » [أخرجه البخاري ومسلم]
“Sesungguhnya penduduk surga akan bisa saling melihat istana yang berada diatasnya. Seperti halnya mereka melihat bintang yang terang di ufuk timur maupun barat, disebabkan tingkatan yang masing-masing mereka peroleh”. Maka para sahabat berkomentar: “Wahai Rasulallah, barangkali itu kedudukannya para Nabi yang tidak mungkin bisa disamai oleh yang lain”. Nabi menjelaskan: “Bukan, Demi Dzat yang jiwaku berada ditangan -Nya, mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah serta mengimani para Rasul”. HR Bukhari no: 3256. Muslim no: 2831.

3. Adalah neraka bertingkat-tingkat sebagaimana halnya surga juga bertingkat-tingkat. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah ta’ala:

﴿ إِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ فِي ٱلدَّرۡكِ ٱلۡأَسۡفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمۡ نَصِيرًا ١٤٥ ﴾ [ النساء: 145 ]
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka”.(QS an-Nisaa': 145).

4. Bahwa bagi orang yang menghendaki penghidupan akhirat lalu berusaha untuk meraihnya, maka Allah Shubhanahu wa ta’ala akan menganjarnya dengan balasan merengkuh dunia dan akhirat. Sebagaimana yang tercantum dalam ayat -Nya:

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (QS an-Nahl: 97).

Disebutkan dalam sebuah hadits dari Anas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « إِنَّ اللَّهَ لاَ يَظْلِمُ مُؤْمِنًا حَسَنَةً يُعْطَى بِهَا فِى الدُّنْيَا وَيُجْزَى بِهَا فِى الآخِرَةِ وَأَمَّا الْكَافِرُ فَيُطْعَمُ بِحَسَنَاتِ مَا عَمِلَ بِهَا لِلَّهِ فِى الدُّنْيَا حَتَّى إِذَا أَفْضَى إِلَى الآخِرَةِ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَةٌ يُجْزَى بِهَا » [أخرجه مسلم]
“Sesungguhnya Allah tidak akan mendhalimi kebaikan (yang pernah dikerjakan) seorang mukmin, Allah akan memberi balasan didunia dan menganjarnya diakhirat. Adapun orang kafir, maka mereka diberi makan dengan sebab kebajikan yang mereka kerjakan karena Allah ketika didunia, hingga jika sekiranya tiba giliranya diakhirat dirinya sudah tidak mendapati lagi balasan kebajikannya”. HR Muslim no: 2808.

Akhirnya kita tutup kajian kita dengan mengucapkan segala puji hanya bagi Allah Shubhanahu wa ta’alla Rabb seluruh makhluk. Shalawat serta salam semoga senantiasa Allah curahkan kepada Nabi kita Muhammad Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga beliau serta para sahabatnya.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَللَّهُمَّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد. كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ:

Hadirin Jamaah Masjid Al-Fajr Rohimakumullah
Semoga Allah subhanahu wata’ala menjaga kita dari tindakan zhalim, mengampuni segala kekeliruan dan dosa-dosa kita, dan marilah kita mengingat-ingat apakah kita pernah menzhalimi orang lain? Kalau pernah mari segera kita selesaikan selagi nyawa kita masih menyatu dengan jasad kita, sebelum matahari terbit dari barat, sebelum nyawa sampai di tenggorokan.

Sebagai penutup mari kita renungi firman Allah subhanahu wata’ala berikut ini,

“Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri.” (QS. an-Nisaa’:111).
Mari kita berdo`a, memohon kepada Allah Swt.

Ya Allah, hanya kepada-Mu, kami mengabdi. Hanya kepada-Mu, kami shalat dan sujud. Hanya kepada-Mu, kami menuju dan tunduk. Kami mengharapkan rahmat dan kasih sayang-Mu. Kami takut adzab-Mu, karena adzab-Mu sangat pedih, karena itu ya Allah Rahmatilah kami dengan Kasih Sayang-Mu.
Ya Allah kami berlindung kepada MU dari kerasnya hati, anugerahkan kepada kami kesejukan dan kelembutan dalam setiap tatapan, dalam setiap pendengaran dan perasaan kami. اَللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوْبَنَا مِنَ النِّفَاقِ وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ وَأَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ وَأَعْيُنَنَا مِنَ الْخِيَانَةِ إِنَّكَ تَعْلَمُ خَائِنَةَ الأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُوْرُ
Ya Allah, bersihkanlah hati kami dari kemunafikan, amal kami dari riya, lisan kami dari dusta, dan bersihkan mata kami dari khianat, sesungguhnya Engkau mengetahui pengkhianatan mata dan apa yang disembunyikan dalam dada.
Allahumma Ya Allah anugerahkan ketabahan, kesabaran kepada saudara-saudara kami yang saat ini lagi sakit, yang saat ini lagi mendapat cobaan dari berbagai musibah, termasuk saudara-saudara kami yang saat ini teraniayah/dizolimi di berbagai belahan bumi. Kami mohon kepada-Mu ya Allah agar kepada mereka semua Engkau berikan kesehatan, rezeki, serta kemudahan keluar dari berbagai kesulitan.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا
Ya Allah, ampunilah kami dan ampuni pula kedua orang tua kami dan sayangilah mereka seperti kasih sayang mereka saat mendidik kami di waktu kecil.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ
Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri sendiri, jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإَِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ
Ya Allah Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dalam keimanan, dan janganlah Engkau jadikan di hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman, ya Tuhan kami sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Ya Rabb, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan peliharalah kami dari api neraka.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Ya Rabb, terimalah dari kami (amal dan doa kami), sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
Amin Ya Robbal Alamin.
عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

Assalamualaikum Wr. Wb.

 
Sumber : Dunia, Antara Harapan dan Pijakan
] Indonesia – Indonesian – [ إندونيسي
Syaikh Amin bin Abdullah asy-Syaqawi
Terjemah : Abu Umamah Arif Hidayatullah
Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad
2013 – 1435
posting oleh :
H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

KHUTBAH JUMAT TAKUT JABATAN DAN KEKUASAAN

KALIGHRAFI ALLAH-MUHAMMAD

KALIGHRAFI
ALLAH-MUHAMMAD

Takut Jabatan dan Kekuasaan

Sumber: Khutbah Jumat Bebas

KHUTBAH PERTAMA

إِنّ الْحَمْدَ لِ نَحْمَدُهُ، وَ نَسْتَعِينُهُ، وَ نَسْتَغْفِرُهُ، وَ نَعُوذُ بِالِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَ مِنْ سَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الُ فَلَ مُضِلّ لَهُ، وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلَ هَادِيَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنْ لَ إِلَهَ إِلَ الُ، وَ
أَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ
قَالَ تَعَالَى: (يَا أَيّهَا الّذِينَ آمَنُوا اتّقُوا الَ حَقّ تُقَاتِهِ وَ لَ تَمُوتُنّ إِلّ وَ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ)
وَ قَالَ أَيْضًا: (يَا أَيّهَا النّسُ اتّقُوا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِن نّفْسٍ وّحِدَةٍ وّ خَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَ
بَثّ مِنْهُمَا رِجَالً كَثِيًا وّ نِسَاءً وّ اتّقُوا الَ الّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَ الْأَرْحَامَ إِنّ الَ كَانَ عَلَيْكُمْ
رَقِيبًا)
وَ قَلَ جَلّ جَلَ لَهُ: ( يَا أَيّهَا الّذِينَ آمَنُوا اتّقُوا الَ وَ قُولُوا قَوْلً سَدِيدًا يّصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَ
يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَ مَنْ يّطِعِ الَ وَ رَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا)
أَمّا بَعْدُ: فَإِنّ أَحْسَنَ الْكَلَمِ كَلَمُ الِ، وَ خَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمّدٍ صَلّى الُ عَلَيْهِ وَ سَلّمَ، وَ
شّرّ اْلُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَ كُلّ مُحْدَثَتٍ بِدْعَةٌ، وَ كُلّ بِدْعَةٍ ضَلَلَةٌ، وَ كُلّ ضَلَلَةٍ فِى النّارِ

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,
Sudah menjadi keharusan, agar kita bertakwa kepada Allah  dengan takwa yang sebenarnya, karena takwa kepada Allah merupakan bekal terbaik bagi seorang hamba dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Yaitu dunia yang penuh dengan tantangan dan godaan setan, baik yang
berwujud jin atau manusia ataupun dalam wujud godaan yang lain yang di antaranya adalah jabatan, kekuasaan atau kepemimpinan.

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,
Menjadi pemimpin, penguasa atau pejabat, dalam skala paling kecil sekalipun, bukanlah perkara
enteng. Berat di dunia terlebih-lebih di akhirat, dikarenakan harus bertanggung jawab atas orangorang
yang dipimpin. Umar bin Khaththab  yang pernah menjabat sebagai pemimpin kaum
muslimin sedunia menyatakan bahwa andai saja kebaikan dan kesalahan beliau dalam memimpin
bisa impas, itu sudah merupakan kesuksesan yang luar biasa.

Sayangnya banyak orang yang menginginkan jabatan, kekuasaan dan kepimpinan. Apalagi bagi
orang yang tergila-gila dengannya, ia akan memperjuangkannya, berusaha meraih dan
mendapatkannya dengan cara apa pun: obral janji, uang, sedekah dan hadiah, pamer kebaikan,
pamer amal dan sosial, jabatan, prestasi, titel dan apapun yang bisa digunakan untuk meraih
angan-angan dan cita-citanya. Jabatan dan kepemimpinan yang sedemikian beratnya, kini
diperebutkan laiknya hidangan lezat di hadapan orang-orang yang kelaparan. Sangat berlawanan
dengan pola sikap ulama salaf terdahulu mengenai jabatan.

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,
Rasulullah  telah menyampaikan akan terjadinya ketamakan dan perebutan jabatan dan kepemimpinan ini pada umat beliau. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah , Nabi  bersabda,
إِنّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى اْلِمَارَةِ، وَسَتَكُونُ نَدَامَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَنِعْمَ الْمُرضِعَةُ وَ بِئْسَتِ الْفَاطِمَةُ
“Sesungguhnya kalian akan tamak dengan kekuasaan dan kepempimpinan, dan hal itu akan menjadi penyesalan pada hari kiamat. Nikmat ketika awal mendapatkannya, namun seburukburuk keadaan ketika usai menjalaninya.” (HR. Bukhari)

Pada masa Nabi  masih hidup, tersebutlah bahwa Abu Dzar al-Ghifari  pernah meminta jabatan kepada Rasulullah . Maka Rasulullah  menepuk pundaknya kemudian bersabda, “Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau adalah orang yang lemah dan jabatan itu adalah amanah. Dan sesungguhnya hal itu akan menjadi kehinaan dan penyesalan, melainkan orang yang mengambilnya dengan haknya dan menunaikan kewajiban di dalamnya.” (HR. Muslim)

Demikian juga ketika Abu Musa al-Asy’ari  masuk kepada Nabi  bersama dua orang dari anak-anak pamannya, salah satu di antara mereka berkata, “Wahai Rasulullah , berikanlah kami jabatan atas sebagian wilayah yang Allah  berikan kepadamu,” dan yang lain pun mengatakan demikian. Maka Rasulullah  menjawab, “Sesungguhnya -demi Allah- kami tidak akan memberikan jabatan atas amal ini kepada seorang pun yang memintanya atau seorang pun yang sangat menginginkannya.” (HR. Bukhari)

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,
Demikianlah Rasulullah  memperingatkan dengan sangat keras bahwa amanah ini akan menjadi penyesalan dan kehinaan di akhirat. Dalam sebuah riwayat yang dikeluarkan oleh Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya, Neraka berkata, “Adapun aku tidak dimasuki kecuali oleh orang-orang yang sombong, keras kepala dan para pembesar, serta orang-orang yang memiliki harta kekayaan.”

Imam Ahmad mengeluarkan dari hadits Abi Said  dari Nabi , “Surga dan neraka itu saling berbangga. Neraka berkata, ‘Ya Rabb, aku dimasuki oleh orang-orang sombong, keras kepala, orang-orang mulia dan para raja.’ Surga berkata, ‘Ya Rabb, yang masuk padaku adalah orangorang lemah, fakir dan miskin’.”

Hadits Anas  menjelaskan bahwa Nabi  berkata, “Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang penghuni surga dan penghuni neraka? Penghuni surga adalah setiap yang lemah dan dilemahkan, memakai pakaian yang lusuh. Kalau dia bersumpah (berdoa) kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkan doanya. Adapun penghuni neraka adalah orang-orang yang keras kepala, berbuat kasar sesuka hati dan punya pengikut (ditaati).” (HR. Tirmidzi, ad-Dhiya’ dan al-Hakim)

Hadits-hadits di atas menyebutkan bahwa para penghuni neraka di antaranya adalah para pembesar, orang-orang mulia dan para raja serta mereka yang mempunyai pengikut dan ditaati.
Ciri-ciri ini semua lekat dengan mereka yang memiliki jabatan, kekuasaan atau kepemimpinan. Ancaman tersebut juga dikarenakan jabatan, kekuasaan dan kepempimpinan adalah amanah di atas pundak seseorang. Sedangkan melalaikan amanah adalah khianat.

Dan telah disebutkan dari Iyadh bin Himar  menyatakan bahwa Nabi  dalam khotbahnya menyebutkan, “Penghuni neraka ada lima: Orang lemah yang tidak punya akal yang selalu mengikuti kamu dan tidak mempunyai harta dan keluarga, pengkhianat yang tidak menyembunyikan ketamakan (keinginannya) untuk berkhianat jika ada kesempatan, laki-laki yang selalu menipu keluarga dan
hartamu baik siang atau malam, bakhil lagi dusta dan jahat.” (HR. Muslim)

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,
Perhatikanlah wahai orang-orang yang berakal, bagaimana beratnya ancaman kepada mereka yang mengemban jabatan dan kekuasaan. Perhatikanlah wahai para pejabat dan para penguasa, bagaimana ancaman yang yang ditujukan kepada kalian di akhirat kelak atas jabatan dan kekuasaan yang hari ini kebanyakan kalian menginginkannya bahkan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Tidak adakah kita takut sedikit pun terhadap ancaman neraka yang telah ditujukan kepada kita yang rakus jabatan dan kekuasaan? Apakah kita tidak pernah mendengar akan dahsyatnya siksaan di neraka?

Firman Allah ,
حَمِيِ ثَُّ فِ ٱلنَّارِ
إِذِ ٱلَْغْلَٰلُ فِ أَعْنَٰقِهِْ وَ ٱلسَّلَٰسِلُ يسُْحَبُونَ ۝ فِ ٱلْ
يسُْجَرُونَ ۝
“Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api.” (QS. Ghafir: 71-72)
Firman Allah ,
يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُْ فِ ٱلنَّارِ يَقُولُونَ يَٰلَيْتَنَآ أَطَعْنَا ٱلََّ وَ أَطَعْنَا ٱلرَّسُولَ “Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, ‘Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.’” (QS. al-Ahzab: 66)

Perhatikanlah ayat-ayat di atas, kemudian marilah kita merenung, apakah kita taat kepada Allah dan taat kepada Rasul-Nya dalam hal jabatan dan kekuasaan? Ataukah kita senantiasa melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya dan tetap haus jabatan serta meminta-minta jabatan?

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,
Bagaimanakah kita bersikap terhadap jabatan? Dari Abu Sa’id ‘Abdurrahman bin Samurah  ia berkata, Rasulullah  bersabda kepada saya, “Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta jabatan, karena jika engkau diberi jabatan bukan karena engkau meminta, engkau akan diberi pertolongan atasnya, dan jika engkau diberi jabatan karena engkau memintanya niscaya jabatan itu akan diserahkan dan dibebankan atasmu. Dan jika engkau bersumpah atas sesuatu lalu engkau melihat yang lain lebih baik darinya maka lakukanlah yang lebih baik tersebut dan bayarlah kaffarah atas sumpahmu.” (HR. Bukhari)

Jabatan atau kekuasaan yang dijalankan dengan baik, penuh amanah serta adil merupakan salah satu penyebab seorang hamba mendapatkan balasan surga di akhirat kelak. Dalam Shahih Muslim dari Iyadh bin Himar  menyatakan bahwa Nabi  dalam khotbahnya berkata, “Penghuni surga itu ada tiga: orang yang mempunyai kekuasaan yang adil lagi dermawan (suka

sedekah); laki-laki yang penuh kasih sayang dan lembut hati kepada semua kerabatnya; setiap muslim yang menjaga dirinya dari hal-hal yang haram dan mempunyai keluarga (anak).”
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ الَ لِي وَ لَكُمْ وَ لِسَائِرِ الْمُسْلِمِيَ وَ الْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنّهُ هُوَ
الْغَفُورُ الرّحِيْمُ

317925_226229707513385_1075072249_nKhutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِ رَبّ الْعَالَمِيَ، وَ أَشْهَدُ أَنْ لَ إِلَهَ إِلّ الُ وَلِيّ الصّالِحِيَ، وَ أَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ
اْلَنْبِيَاءِ وَ الْمُرْسَلِيَ، اللّهُمّ صَلّ عَلَى مُحَمّدٍ وَ عَلَى آلِهِ مُحَمّدٍ كَمَا صَلّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ
وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمّدٍ وَ عَلِى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ،
أَمّا بَعْدُ

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,
Dengan memahami uraian pada khutbah pertama, hendaklah kita memperhatikan keadaan diri kita dalam hal kekuasaan. Tidak ambisi dalam menginginkan jabatan, tidak meminta-minta jabatan serta senantiasa memikirkan akibat bila tidak mampu mengemban amanah berupa jabatan namun tetap menginginkan jabatan. Hendaknya kita memikirkan akibat di dunia dan terlebihlebih akibat di akhirat nanti berupa ancaman siksaan api neraka.

Dan bila kita diserahi jabatan dan kita mampu, hendaknya senantiasa amanah dan adil dengan jabatan dan kekuasaan yang dimiliki, sehingga insya Allah akan mendapatkan pertolongan Allah  dalam mengemban jabatan tersebut serta mendapatkan balasan berupa surga di akhirat kelak.
Nabi  berdoa dalam sebuah sabdanya,
اللّهُمّ مَنْ وَ لِيَ مِنْ أَمْرِ أُمّتِيْ شَيْئًا فَشَقّ عَلَيْهِمْ فَاشْقِقْ عَلَيْهِ وَ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمّتِيْ شَيْئًا
فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ
“Ya Allah, barangsiapa yang memegang urusan umatku lalu ia mempersulitnya atas mereka, maka persulitlah dia, dan barangsiapa yang memegang urusan umatku lalu ia berlemah lembut atas mereka, maka perlakukanlah ia dengan lemah lembut.” (HR. Muslim)
اللّهُمّ صَلّ عَلَى مُحَمّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنّكَ
حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللّهُمّ بَرِكْ عَلَى مُحَمّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَرَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَ عَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ إِنّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللّهُمّ أَصْلِحْنَا وَ أَصْلِحْ وُلَةَ أُمُورِنَا وَ أَعْطِهِمْ الِسْتِقَامَةَ فِى دِينِهِمْ وَ اهْدِهِمْ إِلَى كُلّ خَيْرٍ وَ
اجْعَلْنَا مُطِيعِيَ لِوُلَةِ أُمُورِنَا إِنّكَ مُجِيبُ الدّعْوَةِ
اللّهُمّ إِنّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَ التّقَى وَ الْعَفَافَ وَ الْغِنَى
اللّهُمّ لَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنّكَ أَنْتَ الْوَهّاب
رَبّنَا لَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لّلّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبّنَا إِنّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
رَبّنَآ ءَاتِنَا فِى الدّنْيَ حَسَنَةً وَ فِى اْلَخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النّارِ، وَ الْحَمْدُ لِ رَبِ الْعَالَمِيَ

 

araRE POSTED BY AROZAKABUHASAN

http://arozakabuhasan.wordpress.com/

KHUTBAH JUMAT TAAT KEPADA PEMIMPIN

TAAT KEPADA PEMIMPIN

Sumber : http://alsofwah.or.id/ Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits

 

bannersofwa

 

 

Kamis, 17 Mei 07

KHUTBAH PERTAMA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللّهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْنِ

يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.

Jama’ah Sholat Jum’at rahimakumulloh ….
Bertaqwalah kepada Alloh, taatilah kepada-Nya, jagalah perintah-Nya, jangan kalian memaksiati-Nya, dan bersyukurlah atas segala kenikmatan-Nya. Alloh berfirman:

Artinya: Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; (QS. Az-Zumar [39]: 7)

Termasuk sebab-sebab perpecahan dan keretakan hati adalah sifat dengki, saling membenci, dan apa saja yang bisa membuat kebencian orang lain seperti jual beli najsy (yaitu Sistem jual beli dengan menaikan harga barang penjualan setelah penjual ridho kepada penawar pertama. Tujuannya adalah memadhoroti pembeli.-Red).

zikrullahKetahuilah wahai saudara-saudaraku rahimakumulloh, bahwasanya Alloh memerintahkan kepada para pemimpin kaum muslimin untuk menunaikan beban di pundak mereka berupa amanat rakyat. Hendaklah mereka menegakkan hukum dengan adil, menegakkan hukuman dan mencegah ahli maksiat dari kemaksiatannya. Hendaklah mereka memperhatikan rakyat, tidak membebani apa yang memberatkan umat. Alloh berfirman:

Artinya: dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman. (QS. Asy-Syua’ro[26]: 215)

Demikian pula Alloh memerintahkan kepada rakyat agar mendengar dan taat kepada pemimpin. Menaati mereka dalam perkara yang diperintahkan atau yang dilarang, selagi perintah itu tidak memaksiati Alloh. Alloh berfirman:

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An-Nisa’[4]: 59).

Kewajiban menaati pemimpin kaum muslimin adalah sebuah aqidah dalam agama ini, yaitu keyakinan beragama seorang muslim kepada Robbnya. Apabila seorang penguasa atau pemimpin memerintahkannya dengan suatu perintah maka wajib untuk dilaksanakan, selama tidak memaksiati Alloh, dan jika pemimpin melarang sesuatu, wajib untuk berhenti dan meninggalkannya.

Pemimpin adalah para ulama dan para penguasa. Menaati mereka membawa kebaikan agama dan dunia, dan menyelisihi mereka adalah kerusakan agama dan dunia. Para pemimpin adalah ibarat perisai, melindungi jalan-jalan kaum muslimin dari orang-orang yang ingin merampok, mengambil harta, membunuh atau merusak kehormatan, mencegah orang yang ingin merusak keamanan, mereka memimpin rakyat ketika berjihad di jalan Alloh, membela harta dan kehormatan.

Karena pertimbangan besarnya manfaat dan kebaikan ini, maka para ulama mengatakan wajibnya menaati penguasa walaupun dia orang yang fasiq. Apabila dia sholat mengimami manusia wajib sholat bersamanya.

Sebagaimana wajib menaati para pemimpin maka wajib pula untuk menasehati mereka, menampakkan kebaikan mereka dan menyembunyikan kejelekan mereka. Haram berbicara yang dapat menyebabkan kemarahan hati mereka. Barangsiapa yang tidak mampu untuk menasehati, maka do’akanlah kebaikan bagi mereka.

Sebagaimana seluruh warga negara wajib menaati pemimpin, demikian pula halnya dengan para pendatang. Mereka wajib untuk melaksanakan apa yang telah ditetapkan negara berupa syarat-syarat bagi pendatang. Janganlah mereka membuat kerusakan di muka bumi, jangan menyebarkan perkataan yang beracun, jangan menipu ketika bekerja. Barangsiapa yang menyelisihi syarat-syarat yang telah ditetapkan, atau membantu orang untuk menyelisihi syarat-syarat ini, maka dia telah bermaksiat kepada pemimpin. Dalam sebuah hadits Rasululloh bersabda”
مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَمَنْ أَطَاعَ أَمِيرِي فَقَدْ أَطَاعَنِي وَمَنْ عَصَى أَمِيرِي فَقَدْ عَصَانِي

Barang siapa yang menaatiku maka telah menaati Alloh. Dan barangsiapa yang memaksiatiku maka telah memaksiati Alloh. Barangsiapa yang menaati pemimpin maka telah menaatiku, dan barang siapa yang memaksiati pemimpin maka telah memaksiatiku. (HR. Bukhari, 22/42)

Dalam hadits yang lain Rosululloh shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّهَا سَتَكُونُ بَعْدِي أَثَرَةٌ وَأُمُورٌ تُنْكِرُونَهَا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ تَأْمُرُ مَنْ أَدْرَكَ مِنَّا ذَلِكَ قَالَ تُؤَدُّونَ الْحَقَّ الَّذِي عَلَيْكُمْ وَتَسْأَلُونَ اللَّهَ الَّذِي لَكُمْ

Sesungguhnya akan ada sesudahku para pemimpin yang mementingkan diri sendiri dan akan terlihat suatu perkara yang kalian ingkari. Para shahabat bertanya: “Wahai Rosululloh apa yang anda perintahkan jika kami menjumpai hal itu?, Nabi menjawab; Tunaikanlah hak yang diwajibkan atas kalian dan mintalah kepada Alloh hak kalian.” (HR. Muslim, 9/379).

Dalam hadits yang lain Rosululloh shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Wajib bagi seorang muslim untuk mendengar dan taat dalam perkara apa yang dia senangi dan yang dibenci kecuali apabila diperintah berbuat maksiat. Apabila (pemimpin) memerintahkan kemaksiatan, maka tidak usah mendengar dan taat.

Karena dalil-dalil ini dan selainnya, sebagian ulama berkata: “Senantiasa manusia dalam kebaikan selagi mereka mengagung-agungkan dua golongan ini, jika mereka mengagungkan dua golongan ini, Alloh akan membuat baik dunia dan akhirat mereka. Termasuk mengagungkan ulama dan penguasa adalah jangan menyebarkan kepada manusia kejadian yang dia lihat, akan tetapi hendaklah dia kembalikan kepada kedua golongan ini. Alloh berfirman:
Artinya: Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu). (QS. An-Nisa’ [4]: 83)

sahabatnabiPara pemimpin dan rakyat memiliki tauladan yang baik pada diri Rosululloh dan sahabatnya tatkala datangnya kabar Bani Quraizhoh melanggar perjanjian, sesudah kekalahan golongan yang bersekutu dalam perang khondaq, menugaskan salah satu shahabat untuk memastikan pelanggaran Bani Qurazhoh, kemudian Nabi berkata: “Jika kamu mendapatkan mereka tidak melanggar perjanjian maka angkatlah suaramu dengar kabar apabila kamu hendak menghadap saya, dan jika kamu mendapati mereka telah melanggar maka beri saya isyarat tanpa para shahabat mendengarnya.”

Rosululloh menginginkan darinya untuk mengangkat suara tatkala mereka tidak melanggar perjanjian karena hal itu bisa menguatkan jiwa kaum muslimin dan bisa membangkitkan kekuatan kaum muslimin. Demikian juga isyarat tatkala mereka melanggar perjanjian, karena hal itu bisa membuat pendorong, bagi orang munafikin, dan pengkabaran di pihak Rosul sesuai cara yang dipilihnya.

Oleh karena ini Rosululloh berkhutbah selesai Sholat Dzuhur, dan Nabi memerintahkan shahabat agar tidak Sholat Ashar kecuali di Bani Quraizhoh, tidak dijumpai dari para shahabat kecuali tunduk dan patuh.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

MASJID AL-FAJR, CIJAGRA RAYA,  BANDUNG (photo by a rozak abuhasan)

MASJID AL-FAJR, CIJAGRA RAYA, BANDUNG (photo by a rozak abuhasan)

KHUTBAH KEDUA
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
Orang muslim yang benar-benar adalah mengamalkan apa yang telah didengar dari kitabullah dan sunnah Nabinya, walaupun kebanyakan manusia menyelisihi keduanya.

Alloh berfirman:
Artinya: Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). (QS. Al An’am [6]:116)

Wahai kaum muslimin, ambilah pelajaran dari orang yang berhasil, bagaimana dia bisa berhasil? Jangan mengambil pelajaran dari orang yang binasa, bagaimana dia binasa?
Janganlah kalian merasa kesepian dalam menapaki kebenaran karena sedikitnya orang yang menempuh, dan janganlah kalian tertipu karena banyaknya orang yang jatuh dalam kebinasaan.

Kita memohon kepada Alloh ampunan dan kesehatan di dunia dan akhirat, sebagaimana kita memohon pertolongan untuk menunaikan hak-hak-Nya, da supaya menjadikan kita semua termasuk orang yang saling tolong-menolong bersama pemerintah kita dalam kebaikan dan ketaqwaan, dan supaya tidak menjadikan kita termasuk orang yang saling tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An-Nisa’ [4]: 59)
اللهمّ إنا نسألك الهدى والتّقى والعفاف والغنى، اللهمّ لاتزع قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنّك أنت الوهّاب، وآخر دعوانا أن الحمد لله ربّ العالمين.
Majalah Al-Furqon, Edisi 8 TahunVI (Mei 2007)

 

KHUTBAH JUMAT BERAGAMA ISLAM SECARA KAFFA DALAM KEMURNIAN AQIDAH

HA. ROZAK ABUHASAN, MBA

HA. ROZAK ABUHASAN, MBA

BERAGAMA ISLAM SECARA KAFFAH
DALAM KEMURNIAN AQIDAH

Khutbah di Masjid Al-Fajr Bandung 16 Mei 2014

 

KHUTBAH PERTAMA

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ وَصَحـْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.
إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُونَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
أَمَّا بَعْدُ؛
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Ilahi Robbi yang telah memberikan limpahan kenikmatan yang tidak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita; kenikmatan yang tidak mungkin bagi kita untuk menghitung-hitungnya; Kita bersyukur atas segala Karunia-Nya terutama nikmat Iman, Nikmat Islam, nikmat Rezeki dan Kesehatan serta kesempatan beribadah sampai hari ini.

Sholawat serta salam semoga Allah curahkan selalu kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW., kepada keluarga dan sahabatnya serta kepada kita dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman., Amin Ya Robbal Alamin.

Jamaah sekalian Rohimakumullah
Firman Allah :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Wahai orang-orang yang beriman, masuk Islamlah kamu secara kaaffah, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Al-Baqarah: 208)

Beragama Islam secara kaffah (totalitas) paling tidak mencakup empat hal.

Pertama, kaaffah dalam pengertian keseluruhan ajaran Islam. Islam adalah pedoman hidup yang lengkap dan sempurna. Allah berikan kepada kita untuk mengatur keseluruhan aspek kehidupan. Oleh karena itu, maka kita harus menerima dan mengamalkan seluruh ajaran Islam. Tidak boleh kita ambil setengah-setengah. Salah satu ajarannya kita amalkan, sementara ajarannya yang lain kita buang.

Banyak orang yang ketika shalat menggunakan tata aturan Islam, tapi sayang ketika berjual beli tidak mau diatur Islam. Ada juga yang saat berpuasa konsisten dengan tata aturan Islam; tidak makan, tidak minum dan tidak berdusta, tapi saat berpolitik tak mau berpegang teguh dengan ajaran Islam sehingga bermain culas, lalu korupsi dan suka berbohong. Banyak yang punya anggapan ini masalah politik, bukan masalah agama. Seakan-akan kalau berpolitik, lalu boleh berdusta dan culas.

Padahal Islam sesungguhnya sebagaimana mengatur tentang shalat dan puasa juga mengatur tentang dagang dan mengatur urusan negara. Islam sebagaimana mengatur tentang keimanan dan ibadah, juga mengatur tentang hukum dan tata cara berbusana. Pendek kata, Islam itu mengatur manusia dari bangun tidur hingga tidur lagi bahkan saat tidur. Mengatur manusia dari lahir hingga menguburnya saat mati. Islam mengatur mulai dari masuk kamar mandi hingga mengatur bangsa dan negara bahkan dunia.

Kita sudah lama dicekoki dengan ajaran sesat sekularisme, yang memisahkan antara urusan dunia dan akhirat, yang memisahkan antara urusan negara dan agama.

Perlu ditegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan oleh Allah adalah agar kita jadikan pedoman hidup. Kita amalkan semua ajarannya. Bukan sekedar kita baca untuk mencari pahala, sementara tata aturannya kita tinggalkan. Kita ambil mana yang kita suka dan kita buang mana yang kita tidak suka.

Sungguh, Allah mengecam berat terhadap orang-orang yang beragama secara parsial.
Firman Allah :

“Apakah kamu beriman kepada sebagian isi Al Kitab dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian dari kamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” (Al-Baqarah: 85).

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.

Yang kedua, kaaffah dalam pengertian tempat.
Artinya, kita harus mengamalkan ajaran Islam di mana pun kita berada dimuka bumi Allah ini. Karena Islam diturunkan oleh Allah untuk seluruh manusia sejak awal kejadian hingga akhir zaman.

Maka seyogianya siapa saja yang tak mau diatur oleh Allah hendaknya tidak berada di bumi yang diciptakan oleh Allah.

Sebagai orang beriman, seyogianya sadar bahwa Allah melihat di mana saja kita berada. Tidak ada tempat di muka bumi ini, sejengkal pun, yang manusia luput dari pengetahuan dan penglihatan Allah Swt.

Yang ketiga, kaaffah dalam pengertian keseluruhan waktu dan tempat.
Artinya, kita harus ber-Islam secara totalitas seluruh perintah dan menjauhi segala larangan Allah, tunduk dan patuh kepada-Nya kapan saja dan dimana saja kita berada.

Ada seseorang ke Masjid kalau hari Jum’at saja. Padahal panggilan Allah lima kali dalam setiap hari. Bahkan ada yang hanya ‘Idul Adha dan ‘Idul Fitri saja. Termasuk banyak seseorang yang rajin ibadah hanya di bulan Ramadhan saja. Setelah bulan Ramadhan, selesai semuanya.

Yang keempat, kaaffah dalam pengertian keseluruhan keadaan.
Artinya, kita harus ber-Islam, tunduk dan patuh kepada Allah baik dalam kondisi gembira atau susah, lapang atau sempit, sehat atau sakit, suka atau duka.

Ada orang yang ketika sehat rajin shalat, tapi ketika sakit tidak lagi. Atau sebaliknya, ketika sakit rajin shalat dan berdzikir serta berdoa, tapi ketika sehat lupa kepada Allah. Ketika miskin rajin ke Masjid, tapi ketika sudah kaya dan jadi pejabat tak lagi ke masjid.

Allah berfirman:

dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi [980]; Maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang [981]. rugilah ia di dunia dan di akhirat. yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. (Al-Hajj 22:11)

[980] Maksudnya: tidak dengan penuh keyakinan.
[981] Maksudnya: kembali kafir lagi.

Nabi bersabda:
تَعَرَّفْ إِلى اللهِ فيِ الرَّخاءِ يَعْرِفْكَ فيِ الشِّدَةِ
“Ingatlah kamu saat senang, niscaya Allah mengingatmu saat susah.” (Hr. Thabrani)

Ma’asyiral Muslimiin rahimakumullah.
Orang-orang yang beriman dipanggil oleh Allah:

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaaffah,”

Kita dipanggil agar ketika kita telah menyatakan diri sebagai orang yang beriman maka kita harus benar-benar menerima dan mengamalkan keseluruhan dari ajaran Islam di mana pun, kapan pun dan dalam kondisi apa pun.

Selanjutnya kita pun diingatkan agar dalam beribadah:

“Dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnhya Syetan itu musuh yang nyata bagi kamu.”

Syetan itu sangat licik, dan memiliki seribu satu cara untuk menyesatkan manusia. Syetan itu menyesatkan, tapi bisa datang dengan seakan-akan memberi nasehat (al-A’raf: 21). Syetan juga biasa mengubah nama sesuatu yang buruk dengan nama yang baik. Pohon larangan yang dilarang oleh Allah, dinamakan oleh Iblis sebagai syajarah khuldi yang berati pohon keabadian (Thaha: 120, Al-A’raf: 20).

Syetan juga bisa menyulap sesuatu yang buruk tampak baik dan yang baik tampak buruk, yang diperintah terasa berat dan yang dilarang terasa ringan. (Al-Hijr:39).

Disamping itu syetan akan menggoda manusia dari seluruh penjuru. Dari depan, dari belakang, dari samping kanan dan kiri. (Al-A’raf: 17).

Syetan itu adalah musuh yang sangat nyata bagi kita. Allah berfirman:

“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongan (partai) nya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Faathir: 6)
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

 

Image008
KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ:

Hadirin Jamah sholat Jumat Rohimakumullah.
Allah berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَتَخُونُوا اللهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُون
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad)’ dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (QS. Al-Anfal :27)
Dan dalam ayat Ali Imran 102 dalam khutbah pertama :
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya. Dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan (benar-benar) beragama Islam.” (Ali Imran: 102)

Di Masjid ini pada hari Ahad 20 April 2014 yang lalu; lebih dari 100 ulama dari seluruh Indonesia, bersama-sama puluhan ribu ummat Islam lainnya, hadir disini tidak beranjak dari tempat duduk sampai selesai, telah di Deklarasikan ALIANSI NASIONAL ANTI SYIAH sebagai salah satu wadah perjuangan ummat untuk membentengi Aqidah ummat Islam dari pengaruh ajakan syaithan laknatullah khususnya Syiah.

Syiah telah mengotori aqidah Islam bukan baru sekarang. Syiah merupakan sebuah kelompok agama yang mempunyai prinsip-prinsip ajaran yang sangat berbeda dengan kita antara lain yaitu:

1. Al-Quran sudah berubah dari aslinya, Quran asli menurut mereka ada di imam mereka dan ayatnyapun mencapai 17.000 ayat.
2. Mereka melebihkan imam-imam syiah di ataas seluruh para Nabi seperi yang ditulis oleh Al-Kulani dalam kitabnya Al-Kafi dan tokoh Syiah modern Khomaini.
3. Mereka sangat membenci tokoh-tokoh utama sahabat nabi Abu Bakar, Umar, Utsman, dan isteri nabi Aisyah dan Habsyah dan dalam syahadat mereka agar Allah melaknat mereka, nauzubillah
4. Syiah berkeyakinan bahwa Allah tidak mengetahui yang belum terjadi, tetapi para imam Syiah mengetahui segala sesuatu di masa lalu, masa kini dan akan datang.
5. Belum lagi nikah mut`ah, nikah kontrak tidak lain dari legalitas zina.

FUUI dengan Syakhyiyyah Islamiyyah yang berlangsung di masjid ini di Masjid Al-Fajr (Tahun ke-11) setiap Sabtu dari pkl 10-Zuhur, telah 27 episode khusus menjelaskan Kesesatan Syiah saja. Demikian banyak penyimpangan yang patut kita ketahui.

Dengan dokrin Syiah seperti diatas, masihkan mereka itu adalah Islam? Mereka selalu mengaku Islam yang berbeda mashab.
Jawabnya kita ummat Islam jangan berdiam diri, jangan tidak peduli dengan ajakan-ajakan kotor mereka yang akan menjerumuskan ke neraka Jahannam anak cucu keturunan kita atau saudara-saudara kita.

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya. Dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan (benar-benar) beragama Islam.” (Ali Imran: 102)

Buku Panduan Majelis Ulama Indonesia ‘MENGENAL & MEWASPADAI PENYIMPANGAN SYIAH DI INDONESIA” yang ditulis tim Penulis MUI Pusat, perlu kita miliki, perlu kita kaji, perlu kita ketahui perlu kita pahami sehingga kita dapat membentengi anak keturunan kita dari pengaruh ajakan ajaran sesat Syiah.

Mari kita berdo`a, memohon kepada Allah Swt.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَناَ وَلِوَالِدِيْناَ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمينَ وَالْمُسْلِماتِ اَلأَحْياَءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami,dosa kedua orang tua kami, guru-guru kami, dan saudara-saudara kami, kaum Muslimin semua, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat.

Ya Allah, hanya kepada-Mu, kami mengabdi. Hanya kepada-Mu, kami shalat dan sujud. Hanya kepada-Mu, kami menuju dan tunduk. Kami mengharapkan rahmat dan kasih sayang-Mu. Kami takut adzab-Mu, karena adzab-Mu sangat pedih.

Ya Allah, lindungi kami, masyarakat kami, dan anak-anak kami dari berbuat dosa dan godaan Syetan., terhindar dari ajakan aliran atau paham sesat menyesatkan seperti Syiah, Ahmadiyah dan lebih dari 240 lagi aliran sesat di Jawa Barat ini.

Ya Allah, tolonglah kami dan saudara-saudara kami yang sedang dilanda kesedihan, dan musibah, kesulitan,serta yang sakit Lindungi kami dan mereka semua dengan Rahmat Kasih saying-Mu. Sembuhkan yang sakit. dan lindungi mereka yang ditimpah musibah.

Anugerahkan kebahagiaan kepada kami dan kepada mereka. Siramilah kami dan mereka dengan rizki yang melimpah dari sisi- Mu yang penuh berkah. Ya Allah, padukanlah jiwa-jiwa ini sebagai hamba-hamba-Mu yang beriman dan bertaqwa, lepaskanlah dan jauhkanlah dari kami dari penguasa-penguasa zhalim, fasik, dan kafir.

Anugerahkan kepada kami pemimpin-pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur dan amanah, yang menjadikan Kitab-Mu sebagai landasan kepemimpinannya, menerapkan Syariat-Mu, dan membawa kami ke jalan yang benar, jalan yang Engkau ridhai, khususnya pemimpin-pemimpin kami periode yad 2014-2019

Ya Allah, selamatkanlah kami, anak-anak kami, keluarga kami, daerah kami, negeri kami, dan umat kami dari badai krisis, fitnah, bencana, dan dosa yang membinasakan, termasuk bencana yang sangat dahsyat yaitu terkontaminasinya ajaran-ajaran sesat menyesatkan. (Syiah, Ahmadiyah)

Ya Allah, janganlah Engkau goyangkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk dan tetapkankan hati kami di atas agama-Mu.

Ya Allah, jadikanlah hari terbaik kami sebagai hari pertemuan kami dengan-Mu, jadikanlah amal terbaik kami sebagai pamungkasnya, dan jadikan usia terbaik kami sebagai akhir ajal kami.

Ya Allah, limpahkanlah rahmat, ampunan, dan hidayah-Mu kepada kami semuanya.
رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ, وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله وصحبه أجمعين, سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
—-
عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ
وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر
Assalamualaikum Wr. Wb.

 

araSumber : Berbagai sumber
Di edit oleh HA. ROZAK ABUHASAN

http://arozakabuhasan.wordpress.com/

20140516 BERAGAMA ISLAM SECARA KAFFAH DALAM KEMURNIAN AQIDAH

KHUTBAH JUMAT HATI YANG SUCI

MASJID AL-FAJR, CIJAGRA RAYA,  BANDUNG (photo by a rozak abuhasan)

MASJID AL-FAJR, CIJAGRA RAYA, BANDUNG (photo by a rozak abuhasan)

KHOTBAH JUMAT

MATERI

HATI YANG SUCI

Masjid Al-Fajr

SUMBER :
IslamHouse.com
Muhammad bin Abdullah bin Mu’aidzir
Terjemah : Muzaffar Sahidu
Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Di edit kembali untuk Khutbah Jumat
Oleh :
H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA
2012-02-21

 

KHOTBAH PERTAMA
اَلْحَمْدُِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُبِااللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وِمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
اَشْهَدُ اَنْ لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ وَصَحـْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.
إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُونَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ (3:102)
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا 4:1
أَمَّا بَعْدُ؛

Kaum muslimin jamaah jumat masjid Al-Fajr rahimakumullah Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan, rezeki dan kesehatan kepada kita.

Dialah pula yang telah menyisipkan hidayah dalam hati kita, yang dengan hidayah tersebut, Allah SWT telah menggerakkan hati kita untuk melangkahkan kaki kita menuju masjid ini. Sehingga kita bisa berkumpul bersama untuk menunaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim, yaitu melaksanakan shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah Jum’at yang merupakan bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan ibadah shalat Jum’at ini.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad shallaLlahu alayhi wa sallam. Semoga kecintaan kita kepada beliau SAW, dapat mempertemukan kita dengannya nanti di syurga, bersama dengan para Nabiyyin, shiddiqin, syuhadaa’ dan shalihin.

Ikhwatal Iman rahimakumullah… jamaah shalat jum’at yang berbahagia. Selanjutnya, izinkanlah khatib mengingatkan kita semua termasuk diri khotib sendiri untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Karena tidak ada bekal terbaik yang dapat menyelamatkan kita dalam kehidupan di dunia dan akhirat kelak kecuali taqwa.

Tidak ada pula derajat kemuliaan yang pantas disematkan kepada seseorang kecuali derajat ketaqwaan… Inna akramakum indallahi atqakum… Dengan taqwa kepada Allah inilah kita berupaya menjalani kehidupan sehari-hari kita.
Ikhwatal Iman rahimakumullah… jamaah shalat jum’at yang berbahagia

Allah yang meninggikan harga diri seseorang dan mengangkat derajatnya di sisiNya dan di hadapan manusia sesuai dengan tingkat kebersihan jiwa dan hatinya, serta kesenangannya kepada kebaikan dan kebenciannya terhadap segala keburukan dan perbuatan jelek.

Sebagaimana Allah Swt. memuji kekasihNya Ibrahim alaihis salam dengan firmanNya:
قال الله تعالى :  وَإِنَّ مِن شِيعَتِهِ لَإِبْرَاهِيمَ 83 إِذْ جَاء رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ 84  [ الصافات: 83-84]
Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh. (Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci. [QS. Al-Shoffat: 83-84].

رَبِّ هَبۡ لِي حُكۡمٗا وَأَلۡحِقۡنِي بِٱلصَّٰلِحِينَ ٨٣ وَٱجۡعَل لِّي لِسَانَ صِدۡقٖ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ ٨٤ وَٱجۡعَلۡنِي مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ ٨٥ وَٱغۡفِرۡ لِأَبِيٓ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ ٨٦ وَلَا تُخۡزِنِي يَوۡمَ يُبۡعَثُونَ ٨٧ يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ ٨٨ إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ ٨٩ [ الشعراء : 83-89]
Ibrahim berdoa : (83) Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh. (84) dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,. (85) dan jadikanlah aku pewaris [penghuni] surga yang penuh kenikmatan (86) dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat, (87) dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (88) (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, (89) kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. QS. Al-Syu’ara’: 83-89.

Sungguh, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah mendengar dan memperhatikan perkataan dan pembicaraan orang yang senang menyebarkan namimah, karena beliau takut terpengaruh dengan perkataan tersebut yang menimbulkan kemarahan pada diri beliau terhadap shahabatnya sendiri, maka beliau berpaling dari perkataan orang yang berkata buruk tersebut dan memutuskan hubungan silaturahmi dengan mereka. Sebab menyebarkan namimah akan mengeruhkan kebeningan hubungan jama’ah dan mencerai-beraikan rasa ikatan cinta dan kasih sayang serta ukuhuwah islamiyah yang telah diperintahkan oleh Allah untuk menjaganya:
قال الله تعالى :  وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ [ آل عمران: 103 ]
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai. QS. Ali Imron: 103.

Seorang shahabat pernah mencela shahabatnya yang lain namun Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak mendengarnya dan tidak memperhatikan gossip yang disebarkannya bahkan beliau memberikannya nasehat dan mengarahkan kepada etika yang agung, seperti yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Turmudzi dari Ibnu Mas’ud: Janganlah salah seorang memberitahukan kepadaku tentang keburukan shahabatku, sebab aku sangat suka jika aku keluar menemui kalian dengan hati yang bersih”.

Maksudnya adalah aku tidak memiliki rasa dengki, hasad, iri, marah, murka dan benci kepada salah seorang shahabat. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berupaya agar hati beliau diliputi oleh rasa cinta, kasih sayang dan solidaritas. Itulah bentuk kasih sayang yang telah dianugrahkan oleh Allah Yang Maha Pengasih kepada Nabi Muhammad. Allah Ta’ala berfirman:
قال الله تعالى :  فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ 159 [ آل عمران: 159 ]

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. QS. Ali Imron: 159.

Marilah kita bersama mengamalkan kebenaran yang nyata ini, mengamalkan petunjuk serta arahan yang agung ini, yang mendorong kita untuk membersihkan jama’ah dari orang-orang yang suka menyebarkan isu, namimah dan orang-orang yang menggunjing orang lain serta orang-orang yang dengki.

Di antara manusia ada orang yang kita dapatkan berperangai buruk dan lemah iman yang bergabung bersama orang-orang yang nakal, mereka memiliki sikap buruk yang sama kemudian mereka bekerja menghancurkan hubungan silaturrahmi dan menghancurkan ikatan jama’ah dan memecah belah indifidu masyarakat dan kelompok

Mereka berupaya memecah antara seorang saudara dengan saudaranya yang lain, antara anak dengan bapaknya, dan antara seorang suami dengan istrinya, mereka bekerja dengan telaten dan kemampuan yang menyamai kemampuan iblis. Mereka lebih berbahaya dari iblis terhadap manusia. Di antara manusia ada orang yang menyimpan keburukan dan menyakiti orang lain, mereka iri terhadap orang yang disangka sebagai pesaing dalam upaya mendapat harta, baik dalam bidang perdagangan atau produksi atau pertanian dan berbagai bidang mata pencaharian lainnya.

Terkadang seseorang bertemu dengan wajah yang berseri-seri namun pada hakekatnya mereka sedang menyembunyikan sesuatu yang berbeda dengan penampilan lahir. Lalu apabila orang ini berada jauh dari saudaranya maka dia bekerja menyebarkan keburukan dan berupaya menimpakan keburukan kepada temannya. Allah Ta’ala telah mengancam orang-orang seperti ini sebagaimana firman-Nya :
قال الله تعالى :  وَمِنَ النَّاسِ مَن يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللّهَ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ 204 وَإِذَا تَوَلَّى سَعَى فِي الأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيِهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الفَسَادَ 205 وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالإِثْمِ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ 206  [ البقرة : 204-206 ]
204. dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, Padahal ia adalah penantang yang paling keras.
205. dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk Mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan[130].
206. dan apabila dikatakan kepadanya: “Bertakwalah kepada Allah”, bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya.

[130] Ungkapan ini adalah ibarat dari orang-orang yang berusaha menggoncangkan iman orang-orang mukmin dan selalu Mengadakan pengacauan.
[ QS. Al Baqarah: 204-206]
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

Allah-Muhammad SAW_resizeKHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ:

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Orang yang berjiwa buruk, orang yang hatinya sakit senantiasa berburuk sangka terhadap orang lain, mencari-cari kesalahan mereka, memata-matai rahasia dan keperibadian orang lain lalu menampakkan keburukan dan menyebarkan rahasia pribadi orang lain atau terkadang menuduh orang lain berbuat buruk dan menyebarkannya padahal belum tentu hal tersebut terjadi.

Di antara orang yang buruk tersebut ada kelompok orang yang senang berteman dan menampakkan rasa cinta dan ketulusan serta kesetiaan kepada temannya. Dia sengaja menemui seorang temannya dengan wajah berbeda dengan teman yang lain. Teman buruk seperti ini, tidak menjauhi perkataan buruk dan melontarkan berita bohong sehingga hatinya penuh dengan rasa benci dan dengki, memutuskan hubungan dan kecintaan seseorang.

Jika dia melihat kebaikan dari orang lain maka dia segera menyembunyikannya namun jika berhasil mengorek keburukan orang maka dia segera menyebarkannya. Orang buruk seperti ini tidak menghormati yang besar dan tidak menyayangi yang lebih kecil.

Selamat dari penyakit hati seperti ini meuntut seseorang yang telah terjangkiti untuk selalu bertqwa kepada Allah, takut terhadap siksa Allah dan membiasakan diri untuk memperaktikkan adab-adab Islam, seperti mencintai bagi saudaranya seiman apa-apa yang dicintainya untuk dirinya sendiri, dan membenci bagi temannya apa-apa yang dibencinya bagi dirinya sendiri.

Apabila sampai kepadanya kedengkian orang yang dengki, gosipan orang yang menggosip dirinya atau gunjingan atau namimah maka hendaklah dia membalas tindakan jahil tersebut dengan tindakan baradab yang didasarkan pada ilmu, perbuatan bodoh dihadapi dengan penuh kesantunan dan kelembutan, perlakuan buruk orang dengan kesabaran dan memaafkan dengan baik, guna mengamalkan firman

Allah Ta’ala di dalam Al-Qur’an:
قال الله تعالى :  فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ [ الحجر: 85 ]
maka maafkanlah (mereka )dengan cara yang baik. QS. Al-Hijr: 85.
قال الله تعالى :  فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ 
[ الشورى : 40 ]
maka Barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. QS. Al-Syura: 40

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya tentang orang yang paling baik, maka beliau bersabda: Yaitu setiap orang yang hatinya suci, lisannya berkata jujur. Para shahabat bertanya. Kita mengetahui maksud orang yang lisannya jujur, namun apakah yang dimaksud dengan orang yang hatinya suci?. Yaitu orang yang bertaqwa dan berhati bersih tanpa dosa, benci, khianat dan dengki”.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sungguh beruntung orang yang hatinya bersih karena keimanan, menjadikan hatinya suci, lisannya jujur, jiwanya tenang dan moralnya lurus”.

Marilah kita berdoa, memohon kepada Allah Swt. :
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى
سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمِعِيْنَ

 Ya Allah semoga kami termasuk orang-orang yang senang kepada kebaikan, yang menghiasi diri dengan akhlak yang mulia dan menjauhkan diri dari keburukan orang yang berjiwa buruk dan pelaku keburukan serta jauhkan diri kami dari keburukan orang-orang yang suka berbuat kerusakan.

 Ya Allah berikan taufiq-Mu kepada kami untuk bisa mengamalkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam: Janganlah saling mendengki, janganlah saling bersaing yang tidak sehat dalam berjual beli, janganlah saling memarahi, janganlah saling memanggil dengan panggilan yang buruk, janganlah sebagian orang di antara kalian berjual-beli di atas jual beli saudaranya.

 Ya Allah jadikan kami sebagai hamba Allah yang saling bersaudara, seorang muslim terhadap muslim lainnya. Saling bersaudara, dan tidak zalim-menzaliminya, saling menghinakan, berbohong serta saling merendahkan.

 Ya Allah berikan keberkahan-Mu kepada kami semuanya dengan Al-Qur’an yang mulia, dan berikan manfaat bagi kami semua dengan petunjuk penghulu para nabi.

 Ya Allah ampuni kami semua dari segala dosa dan ampuni seluruh kaum muslimin dan muslimat. Ampuni kami Ya Allah dan kami bertaubat atas perbuatan jelek dan keji kami, karena Engkau adalah Zat Yang Pengampun lagi menerima taubat.

 Ya Allah peliharakan iman kami dan berikan kepada kami kesempatan merasakan manisnya iman dalam kehidupan ini yaitu dalam meneladani seluruh sunnah Rasulullah saw. dalam setiap langkah kehidupan kami, sebelum Engkau panggil kami untuk menghadap-MU.

 Ya Allah peliharakan hati dan pendengaran kami agar tidak terpedaya dari tipu daya syaithan yang merusak amal ibadah yang telah dan akan kami lakukan.

 اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ

BarakaLlahu li wa lakum fil qur’anil karim wa nafaani wa iyyakum bimaa fihi minal aayati wa dzikril hakim.
Wa taqabalaLlahu minni wa minkum tilawatahu, innahu Huwas sami’ul aliim.
Penutup khotbah kedua
بارك الله لنا ولكم في القرآن العظيم ونفعنا وإياكم بما فيه من الآيات و الذكرالحكيم فاستغفروا الله فإنه هو الغفور الرحيم

Assalamualaikum Wr. Wb.

KHUTBAH JUMAT AMAR MAKRUF NAHI MUNKAR – KEWAJIBAN MENYAMPAIKAN

IMAG1296-2

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin jamaah jumat rahimakumullah Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita.
Shalawat serta salam semoga Allah curahkan selalu kepada Rasulullah terakhir Muhammad shallaLlahu alayhi wa sallam, para sahabat dan keluarganya, serta kepada kita hingga akhir zaman.
Ikhwatal Iman rahimakumullah… jamaah shalat jum’at yang berbahagia.
Selanjutnya, marilah kita untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita hanya kepada Allah SWT., tidak kepada yang lain. Karena tidak ada bekal terbaik yang dapat menyelamatkan kita dalam kehidupan di dunia dan akhirat, kecuali taqwa.

Ikhwatal Iman rahimakumullah… jamaah shalat jum’at yang berbahagia.
QS. AL BAQARAH 2:148

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
148. dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ayat di atas jelas memberikan perintah kepada setiap manusia yang beriman untuk berlomba-lomba dalam membuat kebaikan.

QS. AL MAIDAH 5:2 dijelaskan
……….
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

2. ………… dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.

 

Ingatlah firman Allah (QS. Ali Imran 3: 104) :

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

104. dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. 3:104)

[217] Ma’ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.
QS AL MAIDAH 5:92

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَاحْذَرُوا فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا عَلَى رَسُو لِـنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

92. dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. jika kamu berpaling, Maka ketahuilah bahwa Sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.

QS AN NAHL 16:82

فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

82. jika mereka tetap berpaling, Maka Sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang[834].
[834] Maksudnya: Nabi Muhammad s.a.w. tidak dapat memberi taufiq dan hidayah kepada seseorang sehingga Dia beriman.

Semoga iman kita semua selalu bersinar yang dengan iman itu kita beramal shaleh dan saling menasehati dalam kebaikan dan dalam kesabaran.
أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ أَمَّا بَعْدُ
Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah.
Dalam menyampaikan serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. QS AN NAHL 16:125

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

125. serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
[845] Hikmah: ialah Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.

QS AN NUR 24:54
قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

54. Katakanlah: “Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling Maka Sesungguhnya kewajiban Rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. dan jika kamu taat kepada-Nya, niscaya kamu mendapat petunjuk. dan tidak lain kewajiban Rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang”.

QS ASY SYUARA 42:48
فَإِنْ أَعْرَضُوا فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا إِنْ عَلَيْكَ إِلَّا الْبَلَاغُ وَإِنَّا إِذَا أَذَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً فَرِحَ بِهَا وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ فَإِنَّ الْإِنْسَانَ كَفُور

48. jika mereka berpaling Maka Kami tidak mengutus kamu sebagai Pengawas bagi mereka. kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami Dia bergembira ria karena rahmat itu. dan jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri (niscaya mereka ingkar) karena Sesungguhnya manusia itu Amat ingkar (kepada nikmat).

QS AT TAGHABUN 64:12

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَى رَسُوْ لِِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

12. dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya, jika kamu berpaling Sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.
Mari kita berdoa :

 

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ
Ya Allah, kami memohon kepada-Mu segala kebaikan di dunia dan akhirat yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui, dan kami berlindung kepada-Mu dari semua keburukan di dunia dan akhirat yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui.

رَبَّنَااغْفِرْلَنَاذُنُوْبَنَاوَاِسْرَافَنَافِى اَمْرِنَا وَثَبِّتْ اَقْدَامَنَاوَنْصُرْنَاعَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ
Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami, tetapkanlah Pendirian kami, tolong kami terhadap kaum kafir (Ali Imran 147)
رَبَّنَالاَتُزِغْ قُلُوْبَنَابَعْدَ اِذْهَدَ يْتَنَا وَهَبْ لَنَامِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ.رَبَّنَاهَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَجَعَلْنَا لِلْمُتَّقِنَ اِمَامًا . رَبَّنآاَ اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الاخِرَةِحَسَنَةً وَقِنَاعَذَابَ النَّارِْ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.وَاَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ اْلأَبْرَارِ يَاعَزِيْزُ يَاغَفَّارُ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

AMIN YA ROBBAL ALAMIN
عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ
وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

Assalamualaikum Wr. Wb.

araSUMBER :

Berbagai sumber

Diedit untuk Khotbah Jumat/Tausyiyah
oleh :

H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

http://arozakabuhasan.wordpress.com/

http://arozakabuhasan.blogspot.com/

20140506
AMAR MAKRUF NAHI MUNGKAR KEWAJIBAN MENYAMPAIKAN

 

 

KHUTBAH JUMAT MAKSIAT PENDUDUK NEGERI

Maksiat Penduduk Negeri

Oleh: Syafaruddin

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحِسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

Kaum muslimin rahimakumullah
Taqwa adalah bekal seorang hamba ketika ia menghadap kepada Sang Pencipta, bekal yang kelak menjadi hujah baginya di hadapan Tuhannya, bahwa kehidupannya dialam dunia telah dipergunakan sebaik-baiknya. Untuk itulah wahai kaum Muslimin sekalian, marilah kita perbaiki dan satukan niat serta tekad, untuk meraih predikat golongan mahluk Allah yang muttaqin yang selalu meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah dan RasulNya, untuk dapat mengambil apa-apa yang telah dijanjikan, berupa kehidupan yang baik di dunia dan Surga yang abadi kelak di akhirat.
“Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa”. (Al-baqarah: 197).
“Sesungguhnya orang-orang bertaqwa itu berada dalam Surga (taman-taman) dan (didekat) mata air-mata air yang mengalir”. (Al-Hijr: 45).

Kaum muslimin rahimakumullah
Allah ciptakan mahluk dan Allah sertakan bersama mereka nabi-nabi dan rasul-rasul sebagai utusan yang menerangkan dan menjelaskan konsep tatanan hidup selama berada di alam yang serba cepat dan fana ini, Allah turunkan pula kitab-kitab-Nyabersama para utusan-utusan itu, sebagai aturan main di dalam dunia, baik hubungan sesama mahluk, lebih-lebih hubungan mahluk dengan penciptanya. Di antara kitab-kitab yang Allah turunkan ialah Al-Qur’an, mu’jizat nabi mulia yang menjelaskan tuntunan Allah, aturan terakhir penutup para nabi dan rasul.
“Sesungguhnya kami telah pengutusmu (muhammad) dengan kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan”. (Al-Baqarah: 119).

Allah turunkan Al-Qur’an untuk menyelesaikan masalah-masalah di antara mereka dan juga untuk mengingatkan mereka akan yaumul mii’aad yaitu hari pembalasan terhadap apa-apa yang telah dilakukan oleh para penghuni alam dunia.
“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan”. (An-Nalh: 44).

Kaum muslimin rahimakumullah
Akan tetapi di balik semua itu, realita yang terjadi, kita sering dan teramat sering dikejutkan dan dibuat prihatin dengan musibah yang acap kali menimpa negeri ini. Masih terngiang ditelinga kita peristiwa gempa bumi yang terjadi beberapa waktu yang lalu, yang memakan korban manusia dan memaksa mengungsi dari tempat-tempat mereka, banjir yang berulang kali terjadi di beberapa tempat, padahal baru kemarin kita merasakan beratnya kemarau panjang, gunung di beberapa tempat sudah mulai aktif dan memuntahkan isi kandungannya, huru-hara terjadi diberbagai kota diiringi hancurnya tempat-tempat tinggal dan pusat-pusat keramaian dengan kobaran api yang melalap baik materi maupun sosok-sosok jiwa sebagai pelengkapnya, pembantaian yang telah dan terus berlangsung secara biadab terjadi di beberapa tempat dan entah berapa tempat lagi yang akan terjadi di belahan negeri ini, busung lapar anak manusia negeri ini sering kita dengar meskipun katanya kita berada di negeri subur nan tropis, dengan disusul jatuhnya nilai rupiah yang mengakibatkan krisis moneter yang berdampak kemiskinan, pengangguran dan kelaparan masih saja kita rasakan, penyakit-pernyakit aneh dan kotor mulai merebak dan meng-gerogoti penduduk negeri ini dan berbagai musibah yang telah menghadang di hadapan mata, termasuk di dalam hancurnya generasi-generasi muda penerus bangsa ini disebabkan terha-nyut dan tenggelam bersama obat-obat setan yang terlarang.

Apakah adzab telah mengintai negeri ini, sebagaimana yang tersurat di dalam Al-Qur’an surat Ash-Shaffat ayat 25, kaum Nuh yang Allah tenggelamkan dikarenakan mendustakan seorang rasul, atau kaum Tsamud yang disebabkan tak beriman, membusungkan dada dan menantang datangnya adzab, Allah jadikan mereka mayat-mayat yang bergelimpangan dengan gempa yang mengguncang mereka, atau seperti kaum Luth yang dikarenakan perzinaan sesama jenis, homosexsual, Allah hujani mereka dengan batu, atau seperti kaum Madyan yang Allah jadikan mereka mayat-mayat yang bergelimpangan disebabkan curang dalam takaran dan timbangan serta membuat kerusakan dimuka bumi dan menghalangi orang untuk beriman, atau seperti kaum ‘Aad yang disebabkan tidak memurnikan tauhid dan bersujud kepadaNya, Allah kirim kepada mereka angin yang sangat panas yang memusnahkan mereka.

Kaum-kaum terdahulu Allah hancurkan dan luluh lantahkan disebabkan satu dua kemungkaran yang dikepalai kesyirikan, sekarang bagaiman dengan kita, apa yang kita saksikan dan alami sekarang ini, apa yang terjadi ditempat kita, lingkungan kita, dikota kita, dan bahkan di seantero negeri kita?, maksiat terjadi dimana-mana, pergaulan lawan jenis dan perzinaan yang keluar dari norma-norma agama semakin menggila, ditambah lagi media-media masa visual dan non-visual ikut melengkapi ajang syaitan ini dengan dalih seni dan hak-hak manusia, padahal Allah dan RasulNya telah jelas-jelas mengharamkan hal tersebut. Firman Allah.

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk” (Al-Isra’: 32).
Dan dalam sebuah hadits shahih Rasul bersabda:

مَنْ وَجَدْتُمُوْهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوْطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُوْلَ بِهِ.

“Barangsiapa di antara kalian yang menemui mereka yang melakukan perbuatan kaum Luth (homosexsual) maka bunuhlah kedua pelakunya”. (riwayat Abu dawud dan At-Tirmidzi).
Kemana hak Allah dan RasulNya?. Kecurangan dalam perniagaan yang terjadi pada kaum Madyan pun terjadi sekarang, kecurangan bukan hanya curang dalam timbangan secara zhahir, tetapi penindasan, tipu muslihat, sampai kepada sogok menyogok dan riba pun seakan suatu yang harus dilakukan, kemana firman Allah:

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang”. (Al-Muthaffifin:1).
Dan Rasulpun melaknat orang yang menyogok dan yang disogok, sebagaimana hadis shahih yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad.
Berbagai bentuk perjudian pun digelar, pembunuhan yang tanpa memperhitungkan nilai kemanusiaan dan agama pun terus terjadi silih berganti, padahal Rasul Shalallaahu alaihi wasalam telah memperingatkan untuk meninggalkan tujuh hal yang menghancurkan.

اِجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ. قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: الشِّرْكُ بِاللهِ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِيْ حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَالسِّحْرُ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيْمِ وَالتَّوَلِّيْ يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلاَتِ الْمُؤْمِنَاتِ.

Yang artinya: “Jauhilah tujuh hal yang menghancurkan (membina-sakan)”. Bertanya para sahabat, apa itu yang Rasulullah?, bersabda beliau: “Syirik (menyekutukan Allah), membunuh jiwa yang Allah haramkan, kecuali yang dibenarkan syari’at, sihir (tenung dan santet), memakan riba, memakan (menyelewengkan) harta anak yatim, lari dari pertempuran (karena takut), menuduh wanita baik-baik berzina”. (Ash-Shahihain).
Akan tetapi semua ini berlaku, perbuatan syirik yang merupakan biang malapetaka dunia dan akhirat kini seolah telah menjadi sesuatu kebutuhan, berapa banyak kita dapati media masa yang menjajakan kesyirikan, ulama-ulama sesat menyeru umat kepada perbuatan syirik dengan membungkus sedemikian rupa untuk menipu umat, dan kini mereka telah menancapkan kaki-kaki mereka.

Kaum Muslimin
Segala sesuatunya kini telah terbalik, yang hak dikatakan dan dianggap batil, yang batil dipertahankan, dan tidak malu-malu di hadapan yang hak.
Siapakah yang bertanggung jawab akan hal ini?, yang jelas kita semua bertanggung jawab, kita sebagai umara’, ulama maupun pribadi-pribadi muslim.“Jikalau sekiranya penduduk-penduduk negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (Al-A’raf: 96).

Kaum Muslimin jamaah shalat Jum’at yang mulia.
Islam adalah satu-satunya ajaran yang menjamin ketenteraman dan kesejahteraan hidup, tidak saja di dunia, tetapi bahkan di akhirat, sebab ajaran ini adalah ajaran dari Dzat yang maha memberikan jaminan bagi kebutuhan insan.

Kaum Muslimin
Untuk menyelamatkan negeri dan umat ini tidak lain adalah kita kembali memurnikan dan menegakkan ajaran Allah pencipta kita, ketika umat semakin jauh dari ajarannya semakin gencar pula azab yang akan diterima dan ditimpahkan, oleh karena itu ada baiknya kita menilik kembali perkataan Syaikh Ali Hasan Al-Atsari bahwa tidak ada jalan lain dalam mengembalikan umat dan memperbaiki umat ini kecuali dengan tashfiyah dan tarbiyah sebagaimana yang disebutkan di dalam kitabnya “At-Tashfiah wat Tarbiyah”, “Bahwa kondisi yang buruk yang menimpa kaum muslimin dewasa ini adalah akibat terlalu jauhnya mereka dari kitab Allah dan sunnah RasulNya “. Kenapa hal itu bisa terjadi, Syaikh Abdurrahman Ibnu Yahya Al-Muallimi Al-Yamani tokoh ulama salaf abad XIV H yang dinukil dalam buku At-Tashfiah wat Tarbiyah hal 19-20 bahwa hal itu terpulang pada tiga persoalan.

1. Tercampurnya ajaran yang bukan dari Islam dengan ajaran Islam.

2. Lemahnya kepercayaan orang akan apa yang menjadi ajaran Islam.

3. Tidak adanya pengamalan (penerapan) terhadap hukum-hukum Islam.

أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ. أَمَّا بَعْدُ؛

Kaum muslimin jamaah shalat Jum’at yang dimuliakan oleh Allah:

Pada khutbah kedua ini, Syaikh Ali Hasan Al-Atsari melanjutkan dalam kitabnya bahwa ada tiga hal pokok yang mendasar dalam mengatur sistem tarbiyah (pembinaan) yang merupakan rangkaian dari tashfiyah.

1. Menitik beratkan pada kebangkitan aqidah tauhid dan pembersihan dari segala bentuk bid’ah dan penyelewengan-penyelewengannya.

2. Barometer semua pembinaan adalah Al-Qur’an dan As-Sunah. Dengan praktek-praktek yang diterapkan para salafus shalih dan ulama-ulama rabbani yang mengakar pemahamannya terhadap Al-Qur’an dan As-Sunah.

3. Bahwa tarbiyah haruslah menyangkut pengarahan umum yang erat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari, seperti keyakinan, norma-norma, adat-adat, tradisi, kegiatan kantor, politik, sosial dan seterusnya (At-Tashfiah wat Tarbiyah hal. 101).

Kaum Muslimin rahimakumullah
Yang terakhir. Apakah keadaan dan kenyataan yang menimpa kita selama ini tidak menjadikan kita berfikir dan berbenah diri untuk hidup yang akan datang, kehidupan abadi yang menentukan sengsara atau bahagia.
“Maka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur”. (Al-A’raf: 97).
“Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidaklah merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi”. (Al-A’raf: 99).

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Posted by A l w i n T a n j u n g at 4:08 AM
Labels: KhutbahMaksiat Penduduk Negeri

 

KHUTBAH JUMAT SETELAH KESULITAN ADA KEMUDAHAN

http://cahayamukmin.blogspot.com/2012/01/setelah-kesulitan-ada-kemudahan.html

Setelah Kesulitan Ada Kemudahan

Khutbah Pertama

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ وَصَحـْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.
إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُونَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
أَمَّا بَعْدُ؛
Kaum muslimin jamaah jumat masjid Al-Fajr rahimakumullah
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan, nikmat rezeki dan kesehatan kepada kita.

Dialah pula yang telah menyisipkan hidayah dalam hati kita, yang dengan hidayah itu Allah Swt. telah menggerakkan hati kita untuk melangkahkan kaki kita menuju masjid ini. Sehingga kita bisa berada dalam kebersamaan untuk menunaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim, yaitu melaksanakan shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah Jum’at yang merupakan bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan ibadah shalat Jum’at.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad Saw. Semoga kecintaan kita kepada beliau SAW, dapat mempertemukan kita dengannya nanti di syurga, bersama dengan para Nabiyyin, shiddiqin, syuhadaa’ dan shalihin.
Ikhwatal Iman rahimakumullah… jamaah shalat jum’at yang berbahagia.

Selanjutnya, izinkanlah khatib mengingatkan kita semua termasuk diri khotib sendiri untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Karena tidak ada bekal terbaik yang dapat menyelamatkan kita dalam kehidupan di dunia dan akhirat kelak kecuali TAQWA.

Tidak ada pula derajat kemuliaan yang pantas disematkan kepada seseorang kecuali derajat ketaqwaan… Inna akramakum indallahi atqakum… Dengan taqwa kepada Allah inilah kita berupaya menjalani kehidupan sehari-hari kita.
Ikhwatal Iman rahimakumullah… jamaah shalat jum’at yang berbahagia.

Inna Ma’al ‘Usri Yusra (Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan).

Sesungguhnya setelah kelaparan ada kenyang, sesudah dahaga ada kesejukan, setelah begadang ada waktu tidur, setelah sakit ada sembuh, pasti yang sesat akan menemukan jalannya, yang telah melalui kegelapan ada secercah cahaya terang benderang. Lihatlah para petualang di sebuah gua yang gelap, setelah berjalan kesana kemari melihat setitik lobang cahaya. Karena apa?

Karena Allah berfirman :” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan atau keputusan kepada kita dari sisiNya. Kata ‘Asa (mudah-mudahan) , dalam kamus Allah itu merupakan suatu kepastian, bukan seperti mudah-mudahan dalam bahasa lisan makhluk, yang tak pasti.

Beri kabar gembiralah bagi malam yang gelap, bahwa esok lusa akan ada fajar dari puncak gunung, dan celah-celah lembah, berilah kabar gembira bagi mereka yang dalam keadaan gelisah, goncang, bahwa dalam lamhatilbashar menurut pandangan Allah, akan ada kegembiraan, ada kelembutan tersembunyi dibalik penderitaan itu.

Apabila kita melihat dan berjalan ditengah padang pasir nan tandus itu,.kita berjalan lagi..masih juga padang pasir,.berjalan terus,..sampai suatu saat kelak kita akan menemukan dedaunan hijau, perkampungan hijau, ada kehidupan disana.Semua itu kerana apa,..? Karena setiap ada muara ada hulunya atau sebaliknya. Ada ujung ada pangkalnya, ada kesulitan pasti setelah itu ada kemudahan.

Bila kita melihat tali itu kuat dan sambung menyambung, lihatlah suatu saat pasti akan ada terputus juga, dibalik kemelaratan, pasti ada kebahagiaan, didalam ketakutan, akan disertai rasa aman, dalam kegoncangan, setelah itu pasti angin itupun tenang kembali. Ombak menderu-deru, tidak selamanya ia berhembus terus, pasti ada masa tenangnya. Karena apa…?

Karena Allah sudah berfirman :” Tuulijullaila finnahaari.. watuulijunnahaar a fillaili “( Allah menggantikan malam kepada siang,siang diganti malam).Masa regenerasi dan pergantian itu pasti ada.

Hadirin Rahimakumullah

Betapa Rasulullah SAW diusir dari kampung kelahirannya Mekkah. Apakah beliau bersikap pesimis dan patah semangat? Tidak bukan? Beliau hijrah ke Medinah dan mencari penghidupan baru disana, berkarya, bekerja dan berdakwah, sehingga jadilah beliau maju dan dapat membangun Madinah menjadi manusia-manusia bertaqwa, setelah mapan beliau baru kembali membangun asal negerinya yang beliau pernah diusir itu. Bayangkan, seorang yang ummi, tak tahu baca dan tulis , diusir dari kampung halamannya sendiri, dan oleh bangsanya sendiri, dapat merubah masyarakat dari lembah kejahiliahan, menjadi insan yang tahu ilmu, tahu nilai-nilai akhlak yang luhur, dan maju dalam perekonomian. Dikenal dan dikenang dalam sejarah turun temurun.

Imam Ahmad bin Hanbal dipenjarakan, dicambuk, apa yang terjadi pada beliau setelah itu? Beliau jadi Imam ahli Sunnah.

Imam Ibnu Tayyimiyah keluar dalam tahanannya penuh dengan ilmu yang berlimpah ruah. Mengarang 20 jilid buku fiqh.

Ibnu Katsir Ibnu jauzi di Baghdad dan Imam Malik bin raib di timpa musibah yang hampir mematikan beliau, dengan penderitaannya itu beliau telah menulis qasidah yang benar-benar membuat orang terpukau, sya’ir-sya’ir beliau yang membuat orang membacanya terperangah dapat mengalahkan penyair-penyair Abbasiyyah yang terkenal itu.

Apabila seseorang menimpakan kepadamu kemudharatan, dan apabila kamu ditimpa musibah, maka lihatlah dari sisi lainnya. Bila kamu melihat kegelapan, carilah titik terangnya. Apabila kamu disuguhkan seseorang secangkir jeruk nipis yang asam, maka tambahkanlah gula didalamnya biar terasa manis.

Apabila seseorang memberikan serigala yang galak kepadamu, maka ambillahyang berharga, tinggalkan yang tak berharga. Apabila kamu diserang dan digigit kalajengking, maka ambillah obat antibiotik dari binatang itu juga, karena didalamnya juga ada racun hidup yang dapat mematikan kuman. kulitnya

Jadikanlah pendingin didalam tubuhmu yang keras, dan panas itu sebagai penyeimbangnya. Agar keluar dari dalam tubuh kita bunga yang harum semerbak wanginya . Bila kamu benci akan sikap seseorang, jangan jauhi ia, ambil dan lihat sisi baik darinya. Semua ini karena apa..?

Karena Allah berfirman : ” ‘Asaa antakrahuu syaiaan,wahuwa khairullakum “. Bisa jadi sesuatu yang kamu benci itu, malah yang terbaik untukmu. Begitupun sebaliknya, wa‘asaa antuhibbuu syaian wahuwa syarrullakum” Bisa jadi suatu yang sangat kamu cintai, ia tak baik dan menjadi mudharat untukmu juga “. (QS. Al-Baqarah : 216)

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

 
KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ:

Maasyiral muslimin rahimakumullah…

Marilah kita berdoa, memohon kepada Allah Swt. :

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى
سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمِعِيْنَ

 Ya Allah peliharakan iman kami dan berikan kepada kami kesempatan merasakan manisnya iman dalam kehidupan ini yaitu dalam meneladani seluruh sunnah Rasulullah saw. dalam setiap langkah kehidupan kami dengan sebaik-baiknya, sebelum Engkau panggil kami untuk menghadap-MU.
 Ya Allah peliharakan hati dan pendengaran kami agar tidak terpedaya dari tipu daya syaithan yang merusak amal ibadah yang telah dan akan kami lakukan.
 Ya Allah jadikanlah kami hamba-Mu yang pandai bersyukur, yang dengan syukur itu Engkau tambah-tambah nikmat-Mu. Hindarkan kami dari sifat kufur, agar kami terhindar dari siksa Mu yang amat pedih.
اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ
 Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan.
 Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan.
 Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi ampunan.
 Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat.
 Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki.
 Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang dzalim dan kafir
 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ
Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan do’a.

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
 Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.
Demikianlah yang dapat kami sampaikan, mohon maaf atas segala kehilafan dan kekurangan.

بَارَكَ اللهُ فِى القُرآنِ العَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَايَّاكُم بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ والذِّكرِ الحَكِيم, اِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ العَلِيم فَاستَغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ لِيْ وَلَكُمْ اِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيْم

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sumber: Berbagai Sumber

KHUTBAH JUMAT HATI YANG ISTIQOMAH

HA. ROZAK ABUHASAN, MBA

HA. ROZAK ABUHASAN, MBA

Hati yang Istiqomah
Sumber: Berbagai sumber diedit ulang oleh A. Rozak Abuhasan
KHUTBAH PERTAMA:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّهَِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَ بَّـكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. أَمَّا بَعْدُ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Pada kesempatan yang mulia ini, di tempat yang mulia, dan di hari yang mulia ini, marilah kita selalu menjaga dan meningkatkan mutu keimanan dan kualitas ketakwaan kita kepada Allah dengan sebenar-benar takwa yaitu ketakwaan yang dibangun karena mengharap keridhaan Allah Swt.; dan bukan keridhaan manusia.

Ketakwaan yang dilandasi karena ilmu yang bersumber dari al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah, dan ketakwaan yang dibuktikan dengan amal perbuatan dengan cara menjalankan setiap perintah Allah dan Nabi-Nya karena mengharap rahmat Allah Swt. dan berusaha semaksimal mungkin menjauhi dan meninggalkan setiap bentuk larangan Allah dan Nabi-Nya karena takut terhadap azab dan siksa Allah Swt.

Thalq bin Habib Rahimahullah seorang tabi’in, suatu ketika pernah menuturkan sebagaimana dinukil oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di dalam Fatwanya,
اَلتَّقْوَى: أَنْ تَعْمَلَ بِطَاعَةِ الله عَلَى نُوْرٍ مِنَ الله ، تَرْجُو رَحْمَةَ الله وَأَنْ تَتْرُكَ مَعْصِيَةَ الله عَلَى نُوْرٍ مِنَ الله، تَخَافَ عَذَابَ الله.
“Takwa adalah kamu mengamalkan ketaatan kepada Allah berdasarkan cahaya dari Allah, kamu mengharapkan rahmat Allah, dan kamu meninggalkan maksiat kepada Allah berdasarkan cahaya dari Allah, serta kamu takut azab Allah.”

Demikianlah seharusnya yang selalu ada dan tumbuh dalam benak dan hati setiap Muslim, sehingga akan membawa dampak dan bekas yang baik, melahirkan pribadi-pribadi yang istiqamah dan iltizam (konsisten).yang pada akhirnya akan membentuk keluarga dan komunitas masyarakat yang senantiasa berjalan di atas manhaj dan jalan yang lurus.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Yang menjadi pangkal utama seseorang akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan memperoleh rahmat Allah Swt. serta selamat dari azab-Nya pada Hari Kiamat kelak, adalah sejauh mana dia dapat menjaga dan memelihara hatinya. Yaitu hati yang selalu condong dan mempunyai ketergantungan hanya kepada Allah Swt., karena Dialah Allah satu-satunya Dzat yang membolak-balikkan hati setiap hamba-Nya sesuai dengan kehendakNya.

Bukan justru hati yang selalu condong kepada hawa nafsunya dan tipu daya setan laknatullah alaihi.
Allah Swt. hanya akan melihat hati kita dan amal perbuatan kita. Manakala hati seseorang bersih, maka akan membawa dampak kepada kebaikan seluruh anggota tubuhnya, begitu sebaliknya jika hati seseorang rusak, maka rusaklah seluruh anggota tubuhnya. Rasulullah Swt. dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, 1/20.
أَلاَ، وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ.
“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh ini ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh anggota tubuh dan jika rusak, maka rusaklah seluruh anggota tubuh. Ketahuilah, ia adalah hati.” (HR. al-Bukhari).
Ingatlah
Firman-Nya :
وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّن قَرْنٍ هُمْ أَحْسَنُ أَثَاثًا وَرِءْيًا
“berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka[907], sedang mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya dan lebih sedap di pandang mata”.
[907] Maksudnya: umat-umat yang mengingkari Allah seperti kaum ‘Aad dan Tsamud.
Ayat yang lain Allah Swt. berfirman
أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي اْلأَرْضِ فَيَنظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْهُمْ وَأَشَدَّ قُوَّةً وَءَاثَارًا فِي اْلأَرْضِ فَمَآأَغْنَى عَنْهُم مَّاكَانُوا يَكْسِبُون.
“Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Orang-orang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka.” (Al-Mu`min: 82).

Ayat-ayat di atas, memberikan penjelasan yang jelas kepada kita bahwa segala sesuatu yang di usahakan dan di nikmati ternyata tidak berguna dan tidak dapat menyelamatkan diri seseorang.

Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah
Oleh karenanya, keindahan bathin dan keselamatan hati merupakan dasar dan pondasi keberuntungan di dunia dan di Hari Kiamat kelak.
Allah Swt. berfirman
يَابَنِى ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْءَاتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ ءَايَاتِ ِالله لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (Al-A’raf: 26).

Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah menuturkan di dalam salah satu kitab beliau, “Hati yang sehat, yaitu hati yang selalu terjaga dari syirik, sifat dengki, iri hati, kikir, takabur, cinta dunia dan jabatan. Ia terbebas dari semua penyakit yang akan menjauhkannya dari Allah Swt. Ia selamat dari setiap syubhat yang menghadangnya. Ia terhindar dari intaian syahwat yang menentang jati dirinya, dan ia terbebas dari segala keinginan yang akan menyesaki tujuannya. Ia akan terbebas dari segala penghambat yang akan menghalanginya dari jalan Allah.

Keselamatan hati tidak akan terwujud, kecuali dengan terjaga dari lima perkara, yaitu syirik yang bertentangan dengan tauhid, dari bid’ah yang berhadapan dengan sunnah, dari syahwat yang menghambat urusannya, dari ghaflah (kelalaian) yang menghilangkan dzikir kepada Allah Swt. dari hawa nafsu yang akan menghalangi ikhlash.” (al-Jawab al-Kafi, 1/176).

Rasulullah Swt. bersabda :
إِنَّ الله لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَادِكُمْ وَلاَ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَ كِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ، وَأَشَارَ بِأَصَابِعِهِ إِلَى صَدْرِهِ.
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasadmu, dan tidak pula kepada bentukmu, akan tetapi Dia melihat kepada hati kamu, kemudian menunjuk ke dadanya dengan telunjuknya.” (HR. Muslim, no. 2564).

Di dalam sebuah hadits yang lain, Rasulullah Swt. bersabda sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang bersumber dari Anas bin Malik,
لَا يَسْتَقِيْمُ إِيْمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيْمَ قَلْبُهُ.
“Iman seseorang tidak akan lurus (benar) sebelum hatinya lurus.” (HR. Ahmad, no. 13079).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Pada dasarnya hati seseorang bisa mengeras, seperti batu atau bahkan lebih keras dari itu, sehingga ia akan jauh dari Allah Swt., jauh dari rahmatNya, dan dari ketaatanNya. Dan sejauh-jauh hati dari Allah Swt. adalah hati yang kasar, di mana peringatan tidak lagi bermanfaat baginya, nasihat tidak dapat menjadikan dia lembut, perkataan tidak menjadikannya berilmu, sehingga seseorang yang memiliki hati yang demikian di dalam dadanya, maka hatinya tidak memberikan manfaat apa-apa baginya, dan tidak akan melahirkan sesuatu pun, kecuali kejahatan.

Sebaliknya hati yang lembut, yang takut dan tunduk merendahkan diri terhadap Pencipta-Nya, Allah Swt., serta selalu mendekatkan diri kepada-Nya, mengharapkan rahmat-Nya dan menjaga ketaatan-Nya, maka pemiliknya akan mempunyai hati yang bersih, selalu menerima kebaikan.

Dengan demikian, marilah kita bersungguh-sungguh dalam menjaga hati dan senantiasa mengawasinya, di mana dan kapan saja waktunya, karena hati adalah satu-satunya anggota tubuh kita yang paling besar bahayanya, paling mudah pengaruhnya, dan paling sulit mengurus dan memperbaikinya.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ ِالله لِيْ وَلَكُمْ

Allah-Muhammad SAW_resizeKHUTBAH KEDUA :
اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إله إلا ِالله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ:

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Rasulullah Saw. bersabda :
لَقَلْبُ ابْنِ آ دَمَ أَشَدُّ ا نْقِلَا بًا مِنَ الْقِدْرِ إِذَا اجْتَمَعَتْ غَلْــيًا.
“Sungguh, hati anak Adam (manusia) itu sangat (mudah) berbolak-balik daripada bejana apabila ia telah penuh dalam keadaan mendidih.” (HR. Ahmad, no. 24317).

Maka dari itu, agar hati kita tidak mudah terpeleset dan menyimpang dari kebenaran dan cahaya dari Allah Swt., jangan sampai tertutup dan terkunci karena hawa nafsu yang membelit-nya, maka perlu adanya usaha-usaha penjagaan terhadap hati yang bersifat kuratif dan kontinyu, sekaligus resep (obat) sebagai usaha prefentif agar bisa selamat dari segala bentuk penyakit-penyakit hati yang sangat membahaya-kan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Di samping kita memperhatikan dan menghiasi hati kita dengan hal-hal tersebut di atas, maka sebagai bentuk penjagaan kita juga harus senantiasa menghindari hal-hal yang dapat mengotori, merusak, menodai, dan mencemarkan hati-hati kita.
(Di antaranya, tidak sibuk dan mudah terpedaya dengan kenikmatan dunia yang melalaikan, tidak membiarkan mata memandang hal-hal yang diharamkan.)

Dan di antara yang dapat mengotori dan merusak hati adalah makan makanan yang haram, dan berteman dengan pelaku dosa dan maksiat.
Semoga diri kita yang hadir di majelis yang mulia ini serta keluarga kita, termasuk golongan yang hatinya tetap istiqomah, tetap terpelihara / tidak terpeleset/menyimpang dari segala yang dapat menodainya dan semoga Allah Swt. menjaga hati kita, sehingga hati kita senantiasa selamat dan bersih dari segala sesuatu yang dapat menodai dan merusaknya.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَ تَرْحَمْنَا لَنَكُو نَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى مُحَمَّدٍ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا وَ آخِرُ دَعْوَانَا الْحَمْدُِ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

بَارَكَ اللهَ لِيْ وَلَكُمُ فِيْ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ
الآياَتِ وَ الذِكْرِ الْحَكِيْمِ أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمُ
Assalamu`alaikum Wr. Wb

Di edit ulang -untuk Khutbah Jumat / Tausiyah
Oleh : H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

http://arozakabuhasan.wordpress.com/

20140502-Hati Yang Istiqomah

Masjid Tanpa Warna "MASJID ALFAJR" BANDUNG

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

FORUM ULAMA UMMAT INDONESIA (F U U I)

"PEMERSATU ULAMA DAN UMMAT"

islamhouse.com :: Semua :: Indonesia

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

MASJID TAQWA SERITANJUNG

group SITUSARA posting by a. rozak abuhasan

maktabah abi yahya™

Bagi yang Tahu Betapa Pentingnya ILMU

Blog Ahlus Sunnah

Blognya Abu Zaid

SITUSARA

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

ABU ZUBAIR

Berusaha Meraih Husnul Khatimah Dengan Meniti Jejak Shalaful Ummah

Kumpulan Khutbah Jum'at

Kumpulan Khutbah Jum'at

KUMPULAN KHUTBAH JUM`AT

Group SITUSARA by A. ROZAK ABUHASAN

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

Buku Islam Online

Pusatnya Buku Islam

Jelajah Alam Belantara

Just another WordPress.com site

Audio salafy | Download gratis kajian salafy

Download kajian-kajian ustadz-ustadz salafy Indonesia

ISLAM DAN KEHIDUPAN

Bersama Membangun Peradaban Umat

Media Belajar Islam™

Memuat Artikel Islam dan Umum, dan Free download Mp3 dan E-Book Islami

www.fuui.wordpress.com--sarana komunikasi ulama & ummat

Memurnikan Tauhid menuju Jihad Fi Sabilillah

TOPIK WARNA-WARNI

Aneka Ragam Topik Disuguhkan oleh IWAN DAHNIAL

Ichsan Mufti

Rekaman ide.. Tentang beberapa hal yang saya anggap penting

Ulama Sunnah

Kumpulan Biografi, Artikel dan Fatwa Ulama Ahlussunnah

islamhouse.com :: New! :: English

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

Maskuncoro

Ikatlah ilmu itu dengan menuliskannya

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.176 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: