KHUTBAH JUMAT MATERI TIDAK SEMPURNA IMAN TANPA UKHUWAH

Tidak Sempurna Iman Tanpa Ukhuwah

Posted by admin

Khotib K.H. Didin Hafidhuddin

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah!

Ukhuwah Islamiyah adalah sesuatu yang menyatu dengan iman dan takwa. Tidak akan sempurna iman tanpa ukhuwah. Dan tidak ada ukhuwah yang hakiki tanpa iman. Tidak ada persaudaraan yang abadi tanpa takwa. Dan tidak ada takwa yang sempurna tanpa persaudaraan.

Allah berfirman dalam Q.S al-Hujarat:10, “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.” Intinya, ayat tersebut menyuruh kita agar selalu memelihara persaudaraan. Selain itu, kita juga diwajibkan untuk mencegah konflik dan berupa untuk mendamaikan pihak-pihak yang bersengketa.

Dalam Q.S. az-Zukhruf ditegaskan, teman akrab bisa menjadi musuh kalau pertemanan itu tidak dilandasi takwa. “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”

Jika ukhuwah kosong dari iman dan takwa, maka yang menjadi ikatan persaudaraan adalah kepentingan sesaat. Yang tidak mustahil akan mudah retak dan rapuh jika terjadi perbedaan dalam menyikapi kepentingan tersebut. Hal ini diingatkan Allah dalam Q.S. al-Maidah:27, “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang di antara mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata, ‘Aku pasti membunuhmu!’ Berkata Habil, ‘Sesunguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang bertakwa.” Pada ayat selanjutnya ditegaskan, “Sesunguhnya kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesunguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam” (Q.S. al-Maidah:28).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah!

Ukhuwah Islamiyah yang dilandasi iman dan takwa adalah perekat yang sangat penting dalam melaksanakan amal jama’i. Dakwah secara berjamaah dalam barisan yang rapi dan teratur, dengan pembagian kerja yang baik, merupakan sebuah kewajiban sekaligus sebuah kebutuhan.

Ini bisa kita simak dari Q.S. ash-Shaf:4 yang menyebutkan “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” Sedangkan dalam Q.S. al-Anfaal:73, Allah memperingatkan, “Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang diperintahkan Allah, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.”

Untuk tegaknya ukhuwah Islamiyah, diperlukan beberapa persyaratan yang sekaligus merupakan pilar utamanya.

Pertama, memiliki kepamahaman yang sahih tentang ajaran Islam. Upaya ke arah itu antara lain dengan pengkajian ajaran Islam secara benar dan terus-menerus. Yang kedua, memiliki kesungguhan untuk senantiasa mengembalikan setiap persoalan kepada ketentuan Allah dan Rasul-Nya, seperti yang diingatkan Allah dalam Q.S. Ali Imran:102 dan 103.

Kemudian yang ketiga, berusaha untuk terus-menerus melaksanakan silaturahmi, taushiyah, dan tabayun, jika mendengar suatu berita tentang sesama saudaranya. Kita harus ber-ta’awun, tolong-menolong, dan itsar, berusaha mendahulukan kepentingan saudara di atas kepentingan diri sendiri.

Selanjutnya yang perlu diperhatikan (keempat) adalah menjauhkan diri dari perbuatan yang akan merusak ukhuwah Islamiyah, seperti menghina, ghibah, menfitnah, menyebarkan aib sesama saudara dan perilaku lainnya yang merusak, seperti yang diingatkan Allah dalam Q.S. al-Hujarat:11-12.

Dan yang kelima, jika terjadi perbedaan pendapat, maka hendaknya perbedaan tersebut dibingkai oleh akhlakul kharimah. Adanya perbedaan pendapat sebenarnya merupakan masalah biasa. Bahkan, tidak menjadi masalah pula jika terdapat berbagai kelompok dan jamaah yang berjuang membela Islam. Apabila hal itu merupakan ta’addud tanawwu’ (perbedaan yang bersifat variatif), bukan ta’addud ta’arudl (perbedaan yang bersifat kontradiktif).

Apalagi perbedaan kelompok tersebut bisa melakukan koordinasi dan kerjasama yang saling menguatkan, saling mengisi kekosongan dan kekurangan, seperti yang difirmankan Allah dalam Q.S. at-Taubah,

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah!

Sekarang yang menjadi masalah dan keprihatinan kita adalah perbedaan tersebut menjurus kepada perpecahan dan pertentangan. Ini akan mengakibatkan hilangnya kekuatan dan porak-porandanya barisan umat. Allah SWT sangat mengkhawatirkan hal ini. Maka, dalam Q.S. al-Anfal:46 disebutkan, “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilangnya kekuatanmu.”

Maka, untuk menghindari hal tersebut, kita perlu memahami dua hal pokok dalam mensikapi perbedaan, yakni landasan pemikiran dan landasan moral dalam fiqhul-ikhtilaf.*

Posted on 11 Juli 2011, in KAJIAN, KHUTBAH JUMAT, LAIN-LAIN and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

ARA

Hidup adalah amanah dari Allah Swt.

WordPress.com Apps

Apps for any screen

syiah981

bersama masuk surga

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

SITUSARA situs ara

bersama membentengi akidah ummat

"masjid tanpa warna" MASJID AL-FAJR

Membentengi akidah sesuai Al-Quran dan Hadist

ARA-SILSILAH

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

%d blogger menyukai ini: