KHUTBAH JUMAT: KEBANGKITAN ISLAM ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN

KEBANGKITAN ISLAM ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN

April 1, 2012
Rate This

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمََنِ الرَّحِيْـمِِ

KHUTBAH I

السَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله ِوَبَرَكَاتُـُه

 

إِنَّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُـهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِأَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِىَ لَـهُ

أَشْهَدُ أَنْ لاَّ اِلَهَ اِلاَّ اللهَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْ لهُ

اللَّهُـمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وََأَصْحَـابِهِ أَجْمَعِيْـنَ أَمـَّا بَعْدُ

فيا عبا دالله :اؤ صيني واياكم بتقوي الله فقد فا ز من اتقي

قال الله تعالي في القرآن الكريم : اعوذ بالله من الشيطان الرجيم :

        يآ أَيُّهَا الَََََََََََََََََََّذِيناَ اَمَنُوْا إِ نْتَنصُرُوْا اللهَ يَنصُرْ كُمْ وَ يُثَبِّتْ أَقْدَا مَكُمْ [محمد: 7]

صدق الله العظيم

Hadirin sidang Jum’at yang dirahmati Allah

Tahmid setinggi-tingginya kita tujukan kepada  maha dari segala maha, Allahu Rabbi, yang telah mengajarkan kita akan pentingnya ilmu pengetahuan. Al-Qur’an, sebagai sumber ilmu yang mampu mempengaruhi ideologi para kaum musyrikin, serta mampu menjadi pedoman bagi kehidupan ummat manusia di jagad raya ini, tanpa terkecuali.  Oleh karenanya mari kita tingkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah SWT dengan memahami ma’na yang terkandung didalamnya serta senantiasa berbuat kebajikan demi tegaknya kedamaian bagi ummat manusia di muka bumi ini.

Dan yang patut pula kita sampaikan, solawat beriring salam kepada nabi besar Muhammad SAW. Pembawa risalah Tuhan di muka bumi ini. Karena beliaulah kita mampu membedakan antara yang haq dan yang bathil, antara yang terang dan yang gelap, dan antara yang baik dan yang buruk.

Hadirin sidang Jum’at yang dirahmati Allah

Seiring rotasi bumi yang terus berputar, detik demi detik yang berlalu selalu mencatat kejadian yang dilewatinya. Entah itu baik ataupun tidak. Populasi penduduk dunia yang semakin bertambah, mengakibatkan bumi mau tidak mau  turut beradaptasi sesuai dengan karakter penghuninya. Kebebasan berpikir yang dimiliki oleh setiap manusia, menimbulkan banyak penafsiran dalam memaknai kata yang disebut, modern. Manusia bebas menafsirkan apa yang disebut dengan modern, namun, dalam perkembangnnya, kata modern kini identik dengan gaya yang terkesan brutal, tak terarah, dan cenderung melenceng dari hukum. Hal ini tak selaras dengan apa yang diucapkan oleh seorang Aristoteles, pemikir ternama berkebangsaan Yunani yang mengatakan “bila manusia memahamai hukumnya, damailah dunia” faktanya?

Hari ini dunia seolah-olah tak pernah berhenti dilanda kekacauan dan musibah. Setelah ombak tsunami menggulung daratan Aceh, disusul dengan badai Katrina yang meluluh lantakkan kawasan New Orleans, Kanada, di daerah Asia, angin topan nabi juga tak ingin kalah hebat dengan katrina sehingga menghancurkan kawasan sekitar Jepang, dan Korea selatan.  kini salah satu armada maskapai penerbangan komersil milik Indonesia jatuh secara mengenaskan di Medan, Sumatera Utara, dan memakan korban tak kurang dari 115 orang, hal ini  menjadi berita duka bagi seluruh masyarakat dunia, khususnya Indonesia. Semuanya ini menambah panjangnya deretan duka penduduk dunia yang sepertinya enggan berhenti. Apa yang menyebabkan semua ini terjadi? Murkakah Tuhan?

Hadirin sidang Jum’at yang dirahmati Allah

Melihat peristiwa diatas, seakan-akan sang Khaliq marah kepada manusia karena tidak mau mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh-Nya. Pendapat ini mungkin benar, jika kita lihat media massa yang setiap hari dibaca, wujud syukur manusia terhadap nikmat Allah tidak terlihat dalam kehidupan keseharian. Pengerusakan terjadi dimana-mana, perbuatan kriminal seakan menjadi trade mark masyarakat kota, dimana-mana selalu ada kejahatan, dunia tanpa kejahatan hari ini rasanya tidak komplit! Sedihnya lagi, para pemimpin tidak tanggap akan hal ini dan cenderung bersikap “masa bodoh”. Lalu, dimanakah kedamaian? Masih adakah kedamaian? Masihkah orang memiliki naluri untuk menciptakan kehidupan yang damai di bumi Allah?

Jika kita masih percaya ada secercah cahaya yang mampu melahirkan kedamaian, maka, pada kesempatan kali ini, khatib akan membawakan khutbah yang bertemakan :

KEBANGKITAN ISLAM ANTARA

HARAPAN DAN KENYATAAN

Hadirin sidang Jum’at yang dirahmati Allah

Coba kita lihat sejarah suatu bangsa yang dinilai memiliki kebudayaan tinggi oleh bangsa-bangsa lainnya, Mesir. Setelah lepas dari otoritas kaum barat, Inggris dan Prancis, pada tahun 1922, layaknya bayi yang baru belajar merangkak hingga menjadi seorang dewasa yang memiliki pemikiran-pemikiran aktual, secara perlahan namun pasti Mesir bangkit kembali. Hal ini tak lepas dari kebijakan pemimpin Mesir saat itu, Muhammad Ali yang mengirimkan pelajar-pelajarnya menimba ilmu di Prancis. Salah satu ilmu yang didalami, yakni acta diurna atau jurnalistik. Jurnalistik merupakan sarana yang sangat penting untuk meningkatkan wawasan serta mampu menyampaikan informasi secara up to date, ditandai dengan lahirnya media cetak bernama “Waqa’i’ Al-Misriyyah”.  Mesir mampu menyulap masyarakatnya menjadi masyarakat madani. Mesir sukses bangkit dari keterpurukannya. Eropa misalnya, meninggalkan abad-abad keterbelakangannya bersamaan dengan penentangannya terhadap gereja, lalu eropa menjadi maju, maju dalam dua kutip.

Lalu, bagaimana dengan Islam yang pernah mencapai puncak kejayaan dan kita banggakan sebagai agama yang mampu membawa berkah bagi seluruh ummat? Sebagai kaum mayoritas, kaum muslim belum mampu menunjukkan eksistensinya sebagai masyarakat yang Rahmatan lil-Alamin. Hari ini pemikiran kaum muslim masih dikekang oleh paham-paham koloni yang sempat menjajah mereka. Sehingga dalam mengartikan Islam saja, masih teramat primitif.

Islam kini hanya dimaknai dengan kegitan ritual saja, jika kita melaksanakan Sholat lima waktu, berdzikir, berpuasa, ataupun pergi ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji, maka itulah Islam. kegiatan seperti itu memanglah benar, namun hanya sebatas ritualnya saja? bagaimana Islam bisa bangkit jika kita  yang memeluk agama Islam hanya melakukan rutinitas tersebut setiap harinya. Padahal Allah secara blak-blakkan dalam ayatnya, mengatakan :

 

اِنّ اللهّ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّيْ يُغَيِّرُ مَا بِأَنْ فُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib

suatu kaum hingga kaum itu merubah dirinya sendiri”

 

Dari ayat ini jelas tersirat makna bahwa kita tak akan bisa mendapatkan kehidupan yang kita inginkan tanpa usaha dan kerja keras. Maka jelaslah sudah bahwa tugas khalifah di muka bumi ini tak lain adalah bekerja dan terus bekerja.

Bila kita lihat salah satu angle atau sudut pandang tentang Islam, maka secara etimologi, islam berasal dari kata silim yang bermakna damai, cukuplah sebagai tanda betapa agama Islam menjunjung tinggi cita-cita perdamaian dan hidup damai diantara ummat manusia. Islam dan salam dua kata yang yang bertemu dalam pengertian keamanan, ketentraman, dan ketenangan dalam hidup seseorang dan hidup suatu ummat. Logisnya, setiap individu manusia menginginkan kehidupan yang damai, namun bisakah hal itu tercipta, Jika tatanan kehidupan ummat manusia tidak di tata sesuai dengan petunjuk dan isyarat yang telah diungkapkan oleh Allah SWT, melalui alam nyata ini?

Hadirin sidang Jum’at yang dirahmati Allah

Tentunya kita telah paham akan keberadaan kitab suci al-Qur’an sebagai acuan dalam mengarungi kehidupan dunia.

Al-qur’an berbicara tentang hukum dan ketentuan-ketentuan Islam yang menjangkau semua hajat keperluan ummat manusia. Al- qur’an dapat diterapkan oleh siapa saja tanpa terkecuali. Sebagai bukti pula, bahwa hukum dan ketentuan-ketentuan Islam dapat diterapkan dimana saja dan pada masa apa saja, seperti apa yang telah diputuskan oleh Konferensi Internasional di Den Haag, Belanda, tahun 1932, memutuskan bahwa syariat Islam merupakan salah satu dari empat sumber yang dijadikan sebagai pedoman undang-undang Internasional. Yaitu buku undang-undang kerajaan Inggris, Jerman, Prancis, dan Syariat Islam. Namun sayangnya ummat Islam tidak pernah memahami akan hukum yang telah diberlakukan sebagai hukum positif, merasa belum berhukum Islam bila tidak langsung dari Al-Qur’an, merasa tidak bersunnah bila tidak mengamalkan hadits-hadits nabi. Bila ummat Islam ingin bangkit, dia harus berani berinovasi, membuat langkah-langkah pembaharuan dan membangun yang berkesinambungan, pendidikan yang berkelanjutan, menepis paham Jumud yang membuat kita terkekang dan terbelakang, memandang jauh kedepan, agar kebangkitan Islam tidak hanya merupakan harapan dan kita sangat yakin melalui pendidikan yang berkelanjutan, kebangkitan Islam, menjadi kenyataan. Amien yaa robbal Alamin….

با رك الله لي و لكم في القرآن العظيم و نفعني و اِيكم بما فيه من الا يآت وا الذكرالحكيم و تقبل الله منّ ومنكم تلا وته اِنهُ هوااسميع العليم

 KHUTBAH II

الحمد لله الذي أرسل رسوله بالهدي ودين الحق ليظهره علي الدين كله وكفي بالله شهيدا

أشهد أن لا اله ا لا الله  وأشهد أن محمدا رسول الله 

اللهم صل وسلم وبا ر ك علي محمد وعلي أله وأ صحا   به أجمعين أما بعد

فيا عبا الله اتقواالله حق تقا ته ولا تموتن ا لا وانتم مسلمون

Hadirin sidang Jum’at yang dirahmati Allah

Idealnya, kehidupan yang damai, dimana saat ummat manusia mampu tersenyum serta mampu memancarkan gairah hidup dari wajahnya. Dan bila manusia dapat tersenyum tulus, gairah hidup yang meluap-luap, serta hati yang bersih, maka pada saat itu kita bisa menyebut kehidupan bumi ini damai. Kehidupan yang menjadi impian seluruh ummat manusia.

Harapan dapat menimbulkan keyakinan, kekuatan keyakinanlah yang mampu menjadikan harapan menjadi kenyataan.

Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk dapat mewujudkan kedamaian di muka bumi ini, sehingga diantara kita dapat saling tersenyum dan membuktikan bahwa Islam merupakan agama yang Rahmatan lil Alamin, amin….

ان الله وملئكته يصلون علي النبي    يأ يها الذين أمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما

اللهم صل على محمد و على آله و صحبه أجمعين

اللهم اغفر للمؤ منين والمؤ منات والمسلمين والمسلمات الأ حياء منهم وا لأ موات    انك سميع قر يب مجيب الدعوات يا قا ضي الحاجات انك علي كل شيء قدير 

ربنا اغفر لنا ولوا لدينا وار حمهما كما ربيانا صغارا ربنا آتنا في الدنيا حسنة  وفي      ا لأخرة حسنة وقنا عذاب النار

عبادالله   ان الله يأ مر بالعدل وا لا حسان وايتاء ذي القر بي وينهي عن الفحشاء والمنكر والبغي   يعظكم لعلكم تذكرون

فاذكروالله العظيم يذكركم واشكرواه علي نعمه يزر كم واسئلواه من فضله يعطيكم  ولذكرالله أكبر والحمد لله رب العا لمين

 

 

Posted on 2 April 2012, in KAJIAN, KHUTBAH JUMAT and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

ARA

Hidup adalah amanah dari Allah Swt.

WordPress.com Apps

Apps for any screen

syiah981

bersama masuk surga

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

SITUSARA situs ara

bersama membentengi akidah ummat

"masjid tanpa warna" MASJID AL-FAJR

Membentengi akidah sesuai Al-Quran dan Hadist

ARA-SILSILAH

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

%d blogger menyukai ini: