KHUTBAH JUMAT : URGENSI AMAR MAKRUF NAHI MUNGKAR


KHOTBAH JUMAT

MATERI

Urgensi Amar Makruf Nahi Mungkar

Masjid Al-Fajr
Bandung

SUMBER:
http://www.minbarindo.com/Media,_Dakwah_Dan_Publikasi/Urgensi_Amar_Makruf_Nahi_Mungkar.aspx

Di edit ulang untuk Khutbah Jumat / Tausiyah

Oleh :

H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA
https://arozakabuhasan.wordpress.com/
2012-06-08

KHOTBAH PERTAMA
اَلْحَمْدُِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُبِااللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا
وِمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُونَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ (3:102)
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً
وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا 4:1
أَمَّا بَعْدُ؛
Kaum muslimin jamaah jumat masjid Al-Fajr rahimakumullah
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan, nikmat rezeki dan kesehatan kepada kita.
Dialah pula yang telah menyisipkan hidayah dalam hati kita, yang dengan hidayah itu Allah Swt. telah menggerakkan hati kita untuk melangkahkan kaki kita menuju masjid ini. Sehingga kita bisa berada dalam kebersamaan untuk menunaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim, yaitu melaksanakan shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah Jum’at yang merupakan bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan ibadah shalat Jum’at.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad Saw. Semoga kecintaan kita kepada beliau SAW, dapat mempertemukan kita dengannya nanti di syurga, bersama dengan para Nabiyyin, shiddiqin, syuhadaa’ dan shalihin.
Ikhwatal Iman rahimakumullah… jamaah shalat jum’at yang berbahagia. Selanjutnya, izinkanlah khatib mengingatkan kita semua termasuk diri khotib sendiri untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Karena tidak ada bekal terbaik yang dapat menyelamatkan kita dalam kehidupan di dunia dan akhirat kelak kecuali TAQWA.
Tidak ada pula derajat kemuliaan yang pantas disematkan kepada seseorang kecuali derajat ketaqwaan… Inna akramakum indallahi atqakum… Dengan taqwa kepada Allah inilah kita berupaya menjalani kehidupan sehari-hari kita.

Ikhwatal Iman rahimakumullah… jamaah shalat jum’at yang berbahagia.
Amar makruf nahi munkar merupakan salah satu kewajiban dan ibadah terpenting dalam kehidupan seorang muslim. betapa tidak, ia adalah harta warisan para nabi dan rasul, ia juga merupakan ibadah yang sangat ditakuti oleh iblis. Iblis senatiasa berupaya membuat seorang muslim merasa cukup dengan melaksanakan shalat, puasa, zakat, haji, dzikir kepada Allah Swt dan melupakan amar makruf nahi mungkar.
Kaum muslimin hendaknya tidak meninggalkan amar makruf nahi mungkar, tidak hanya duduk berpangku tangan sambil merenungi realita kehidupan, menyesali semua peristiwa yang terjadi dan mencaci maki semua bentuk kemungkaran yang muncul.

Kaum muslimin hendaknya menyadari bahwa kondisi kehidupan yang carut marut ini, firman Allah Swt :
{وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ} ( آل عمران : 104 )
“ dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar,merekalah orang-orang yang beruntung”.( Ali Imran : 104 )

Allah Swt berfirman :
{كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ } ( آل عمران : 110 )
“ kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…”( Ali Imran : 110 ).

Rasulullah Saw dalam sebuah haditsnya yang diriwayatkan dari ‘Huzaifah ibnu al Yaman dimana beliau bersabda :

“والذي نفسي بيده لتأمرن بالمعروف، ولتنهون عن المنكر، أو ليوشكن الله أن يبعث عليكم عقابا منه، ثم تدعونه فلا يستجاب لكم” أخرجه الترمذي وقال: “هذا حديث حسن”.
“ demi dzat yang jiwaku berada dalam genggamannya, kalian akan tetap menyuruh kepada yang makruf dan mencegah kemungkaran atau kalian ditimpa dengan azab dari Allah yang membuat do’a kalian tak terkabulkan “. ( HR. Tirmidzy, dia berkata : hadits ini adalah hadits hasan ).

Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw memberikan perumpamaan yang menarik, beliau mengatakan :
“مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ وَالْوَاقِعِ فِيهَا، كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ، فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلاهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا، فَكَانَ الَّذِينَ فِي أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ الْمَاءِ، مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ، فَقَالُوا لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِي نَصِيبِنَا خَرْقًا، وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا، فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا، وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيعًا” أخرجه البخاري وغيره.
“ perumpamaan orang yang taat menjalankan perintah Allah Swt dengan orang yang meninggalkannya ibarat penumpang kapal laut, sebagian berada di bagian bawah sebagian lagi berada di bagian atas, setiap kali orang yang berada dibagian bawah ingin mengambil air, merekan harus naik dan melewati orang yang berada dibagian atasnya, lalu mereka berfikir untuk membuat lubang kecil dengan harapan mereka tidak mengganggu dan mengusik ketenangan orang yang berada dibagian atasnya. Jika mereka ( orang yang tinggal di bagian atas membiarkan orang yang tinggal dibagian bawah melubangi kapal tersebut maka mereka akan tenggelam semuanya, namun jika mereka mencegahnya maka mereka akan selamat semuanya “. ( HR, Bukhary dan lainnya ).
Ibnu al qayyim pernah berkata : “ agama dan kebaikan macam apa yang dapat diharapkan dari orang yang melihat aturan Allah dilanggar, perintahnya di abaikan dan sunnah Rasulnya ditinggalkan sedangkan hatinya diam tak tergerak sedikitpun, lisannya tertutup seakan terkunci, ia ibarat syaithan yang bisu. Bencana terbesar disebabkan oleh mereka yang hanya memperhatikan kebutuhan perut dan nafsu birahi semata. Mereka tidak sedikitpun memikirkan agama Allah swt, ketika kepentingan duniawi mereka terusik mereka tersentak dan berupaya untuk menyelamatkannya namun ketika agama Allah swt dihina mereka terdiam seribu bahasa. Orang semacam akan mendapatkan siksaan yang pedih “
Allah Swt dalam Firmannya :
{الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ} ( الحج : 41 )
“ (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar… ( Al Hajj : 41 )
Diayat lain Allah Swt mengingatkan :
{فَلَوْلَا كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِنْ قَبْلِكُمْ أُولُو بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّنْ أَنْجَيْنَا مِنْهُمْ وَاتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَا أُتْرِفُوا فِيهِ وَكَانُوا مُجْرِمِينَ} ( هود : 116 )
“ Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa”.( Huud : 116 )
Allah juga Swt berfirman :
{وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ} ( هود : 117 )
“ dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan “.( Huud : 117 )

Meninggalkan amar makruf nahi mungkar akan mengakibatkan kehancuran dan kebinasaan masyarakat. Keengganan kaum shalihin untuk berperan aktif dalam dakwah, menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan masyarakat, disamping itu mereka akan menanggung dosa yang besar disisi Allah Swt, do’a mereka tidak di ijabah oleh Allah swt.; na`uzubillah.
Dalam sebuah hadits disebut bahwa Zainab pernah bertanya kepada Rasullah Saw : apakah kita akan dihancurkan sementara ditengah-tengah kita ada orang-orang yang shaleh ? beliau menjawab : Iya, jika kemungkaran telah merajalela”.
Dari beberapa ayat dan hadits diatas dapat disimpulkan bahwa tidak cukup seseorang menjadi orang shaleh, namun ia harus menjadi mushlih. Karena orang shaleh akan ikut hancur bersama para pendosa, sedangkan orang mushlih dapat menghalangi dan membebaskan manusia dari kehancuran.
Allah Swt berfirman :
{لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ* كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ}
“ telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan Munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya Amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu “. ( Al Maaidah : 78-79 )

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم


KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ:

Kaum muslimin yang dirahmati Allah Swt …….
Seseorang yang hendak beramar makmur nahi mungkar seyogyanya memperhatikan beberapa aturan diantaranya, perbuatan yang dicegah tersebut merupakan perbuatan yang diharamkan oleh Allah Swt, perbuatan tersebut dengan kasat mata telah dilakukan, tidak memata-matai sebuah kemungkaran, dan tidak termasuk permasalahan ijtihadiyah, serta tidak menimbulkan kemungkaran yang lebih besar.
Dari Abu Sa’id Al Khudry Ra berkata : saya mendengar Rasulullah Saw bersabda :
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ».
“ Barang siapa diantara kalian yang melihat suatu kemungkaran maka hendaklah ia mencegahnya dengan tangannya, jika ia tidak mampu maka dengan lisannya, dan jika ia tidak mampu handaklah dengan hatnya dan itulah selema-lemahnya iman “.
Dari Abdullah ibnu Mas’uud ia berkata bahwasanya Rasulullah Saw bersabda :
مَا مِنْ نَبِىٍّ بَعَثَهُ اللَّهُ فِى أُمَّةٍ قَبْلِى إِلاَّ كَانَ لَهُ مِنْ أُمَّتِهِ حَوَارِيُّونَ، وَأَصْحَابٌ يَأْخُذُونَ بِسُنَّتِهِ، وَيَقْتَدُونَ بِأَمْرِهِ، ثُمَّ إِنَّهَا تَخْلُفُ مِنْ بَعْدِهِمْ خُلُوفٌ، يَقُولُونَ مَا لاَ يَفْعَلُونَ، وَيَفْعَلُونَ مَا لاَ يُؤْمَرُونَ، فَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِيَدِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِلِسَانِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِقَلْبِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَلَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ الإِيمَانِ حَبَّةُ خَرْدَلٍ». أخرجه مسلم.
“ tidak seorang pun yang diutus kepada kaum sebelumku kecuali Allah Swt mengutus pula orang-orang yang menjadi pengikutnya ( hawariyyun ), mereka mengikuti ajarannya, mentaati perintahnya, kemudian muncullah kaum-kaum setelah mereka yang mengatakan apa yang tidak mereka kerjakan, mereka melaksanakan apa yang tidak diperintahkan, maka barang siapa yang mencegah mereka dari pelanggaran dengan tangannya, maka ia termasuk orang beriman, dan barang siapa yang mencegah mereka dari kemungkaran dengan lisannya maka ia adalah orang mukmin serta barang siapa yang mengingkari perbuatan dosa mereka dengan hatinya, maka ia adalah mukmin, dan bagi mereka yang tidak melakukan apa-apa berarti mereka tidak memiliki iman walau seberat biji zarrah “ ( HR. Muslim ).

Jama’ah jum’at Rohimakumullah
Mari kita merenung sejenak, sudah berapa lama kita bangga dan tertawa dengan kemungkaran dan pelanggaran kita? Sudah berapa lama kita lalaikan kewajiban kita kepada Allah Swt/, sudah berapa lama kita memelihara transaksi riba dalam dagang dan bisnis kita? Sudah berapa lama kita membantu para pendosa mempromosikan kesesatan mereka dengan membiarkan mereka dan tidak mencegah mereka? Sudah berapa lama kita lupakan Allah Swt dalam kehidupan kita, padahal Dialah yang memberikan rezeki kepada kita, Dialah yang memberikan kesempatan hidup kepada kita, Dialah yang memberikan semua potensi dan sarana hidup kepada kita.

Ikhwatal Iman rahimakumullah… jamaah shalat jum’at yang berbahagia.
Akankah kita terlena oleh kehidupan dunia yang fana ini? Masihkah kita ternina bobokkan dengan keshalihan pribadi kita? Tidakkah kita mempersiapkan jawaban terhadap pertanyaan Allah Swt diakhirat kelak ? tidakkah kita sadar bahwa kita akan bertanggung-jawab terhadap pelanggaran yang ada di sekeliling kita? Semoga pertanyaan-pertanyaan ini dapat menyadarkan kita sehingga kita merubah sikap dan arah kehidupan kita kea rah yang lebih baik dan bermanfaat.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Marilah kita berdoa, memohon kepada Allah Swt. :

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى
سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمِعِيْنَ

 Ya Allah peliharakan iman kami dan berikan kepada kami kesempatan merasakan manisnya iman dalam kehidupan ini yaitu dalam meneladani seluruh sunnah Rasulullah saw. dalam setiap langkah kehidupan kami dengan sebaik-baiknya, sebelum Engkau panggil kami untuk menghadap-MU.
 Ya Allah peliharakan hati dan pendengaran kami agar tidak terpedaya dari tipu daya syaithan yang merusak amal ibadah yang telah dan akan kami lakukan.
 Ya Allah jadikanlah kami hamba-Mu yang pandai bersyukur, yang dengan syukur itu Engkau tambah-tambah nikmat-Mu. Hindarkan kami dari sifat kufur, agar kami terhindar dari siksa Mu yang amat pedih.
 Ya Allah berikan kami kekuatan untuk tidak meninggalkan amar makruf nahi mungkar, tidak hanya duduk berpangku tangan terhadap kemungkaran yang terjadi disekeliling kami

اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ
 Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan.
 Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan.
 Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi ampunan.
 Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat.
 Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki.
 Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang dzalim dan kafir
 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ
Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan do’a.

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
 Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.

Demikianlah yang dapat kami sampaikan, mohon maaf atas segala kehilafan dan kekurangan.

بَارَكَ اللهُ فِى القُرآنِ العَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَايَّاكُم بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ والذِّكرِ الحَكِيم, اِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ العَلِيم فَاستَغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ لِيْ وَلَكُمْ اِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيْم

Assalamualaikum Wr. Wb.

Advertisements

Posted on 8 June 2012, in KAJIAN, KHUTBAH JUMAT, Syakhshiyyah Islamiyyah and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

ARA

Hidup adalah amanah dari Allah Swt.

WordPress.com Apps

Apps for any screen

syiah981

bersama masuk surga

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

SITUSARA situs ara

bersama membentengi akidah ummat

"masjid tanpa warna" MASJID AL-FAJR

Membentengi akidah sesuai Al-Quran dan Hadist

ARA-SILSILAH

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

%d bloggers like this: