KHUTBAH JUMAT : RAMADHAN MERAIH MENJADI MANUSIA BERUNTUNG


KHOTBAH JUMAT

MATERI

RAMADHAN MERAIH
MENJADI MANUSIA BERUNTUNG

Masjid Al-Fajr
Bandung

SUMBER:
Berbagai sumber

Di edit ulang untuk Khutbah Jumat / Tausiyah
Oleh :

H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA
https://arozakabuhasan.wordpress.com/
2012-08-09

KHOTBAH PERTAMA
اَلْحَمْدُِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُبِااللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وِمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
اَشْهَدُ اَنْ لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ وَصَحـْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.
إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُونَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ (3:102)
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا 4:1
أَمَّا بَعْدُ؛

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Ilahi Robbi yang telah memberikan limpahan kenikmatan yang tidak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita; kenikmatan yang tidak mungkin bagi kita untuk menghitung-hitungnya; Kita bersyukur atas segala Karunia-Nya terutama nikmat Iman, Nikmat Islam, nikmat Rezeki dan Kesehatan

Sholawat serta salam semoga Allah curahkan selalu kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW., kepada keluarga dan sahabatnya serta kepada kita dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman., Amin Ya Robbal Alamin.

Kita bersyukur kepada Allah bahwa kita semua masih pula diberikan kesempatan mengikuti peluang menjadi manusia yang predikatnya tertinggi dihadapan Allah Swt. yaitu muttaqin predikat menjadi manusia bertaqwa; semoga sisa Ramadhan menjadikan kita bertambah semangat, mengingat janji-janji atau pahala yang Allah berikan demikian banyak dalam bulan mulia penuh barokah ini.

Ikhwatal Iman rahimakumullah… jamaah shalat jum’at yang berbahagia.
Ramadhan yang saat ini kita jalani, merupakan bulan Tarbiyah / pendidikan, bulan mendirikan sholat, bulan memperbanyak membaca al-Qur’an, bulan yang penuh rahmat, maghfiroh dan pembebasan dari api neraka, bulan dimana segala amal kebajikan dilipatgandakan dan amal keburukan dan maksiat dimaafkan, bulan segala do’a dikabulkan, dan derajatnya ditinggikan.
Hadirin semoga dirahmati Allah. Sebagai seorang muslim tentu kita merasa prihatin, mengingat pemikiran banyak manusia yang dengan ilmunya seharusnya lebih mendekatkan dirinya kepada agama, lebih mendekatkan dirinya kepada Allah Swt. yang mengkaruniaklan akal fikiran, ternyata malah menyebabkan jauhnya dari agama; akibatnya terbukanya pintu kejahatan dan kemaksiatan yang mengundang kemurkahan Allah Swt.

Apa yang tengah kita rasakan dari semakin bejatnya moral, hilangnya kewibawaan bangsa, kehinaan serta eksploitasi orang-orang kuffar adalah dampak dari kurangnya perhatian ummat Islam sendiri terhadap agamanya adalah akibat dari tidak seimbangnya pengetahuan agama pada diri seseorang; akibatnya keyakinan yang melemah dan terkikisnya semangat untuk membelanya.

Menghadapi fenomena ini kita tidak boleh diam, tidak boleh berpangku tangan. Kita harus bangkit, kita harus berusaha. Kita hendaknya waspada untuk keselamatan diri kita, keselamatan keluarga kita dan keselamatan saudara-saudara kita; keselamatan bangsa dan Negara dari azab Allah Swt.

Ingatlah : Allah berfirman,
“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepadaNya-lah kamu minta pertolongan.” (QS An Nahl: 53).

Namun kita mesti sadar dan waspada bahwa syaithon adalah para fuqoha dalam bidang kejahatan, mereka selalu mengitimidasi kita dengan sesuatu yang menjadikan kita jauh dari Allah, jauh dari tuntunan agama, sehingga kita tidak dapat menjadi manusia beruntung, terhindar dari manusia yang mendapatkan predikat taqwa.

Allah berfirman,
“Syaithan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan dan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.” (QS Al Baqoroh: 268).

Begitu pula orang-orang kafir sebagai sekutu para syaithon itu, menarik perhatian kaum muslimin agar menyibukkan diri dengan gemerlapnya ilmu duniawi guna menjauhkan aqidahnya, akhlaqnya, moralnya dari petunjuk Allah.

Allah berfirman,
“Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rizki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS Al Baqoroh: 212).

Sekali lagi : kita tidak boleh terlena, kita tidak boleh terpengaruh ajakan syaithon ini, kita tidak boleh terjerumus hanya menyibukkan gemerlapnya duniawi, agar kaum muslimin selalu ingat bahwa tidak ada kemuliaan, tidak ada kebahagiaan di dunia dan akhirat yang hakiki kecuali dengan berpegang teguh terhadap agama Allah, kembali padaNya, dan membela agamaNya. Itulah yang akan menyelamatkan kita dunia dan akhirat.

Beberapa firman Allah berkaitan dengan menjadi manusia beruntung :

10:17 … Sesungguhnya, Tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa
12:23 … Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.
23:1 Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
23:117 … Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.
28:82 … Aduhai benarlah, tidak beruntung orang- orang yang mengingkari (nikmat Allah)”.
30:38 Maka berikanlah kepada Kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan mereka Itulah orang-orang beruntung.
62:10 apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.
87:14 Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman),
91:09 Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,

Oleh karena itu hendaknya segenap kaum muslimin kembali memurni-kan akidah, membangun kembali kehidupan dengan kembali kepada Allah, mendalami agama Allah dan membelanya sehingga mendapatkan petunjuk dalam mengarungi kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Insya Allah kita akan menjadi manusia beruntung dalam ridho-Nya.
Jangan pernah kita berputus asa dari Petunjuk dan Rahmat Allah.
Allah berfirman :
“Dan apakah orang yang sudah mati (hatinya) kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya? …” (QS Al An’aam: 122).
Cahaya di sini adalah cahaya wahyu (Al Qur’an), sedang gelap gulita adalah kebodohan, kekufuran, dan kesesatan. (Tafsir Al Qur’anul Azhim 2/183).
Allah juga berfirman,
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ
“Allah menganugerahkan al hikmah (kepahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (QS Al Baqoroh: 269).

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

A. ROZAK ABUHASAN

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ:

Maasyiral muslimin rahimakumullah…

Satu ayat yang semoga menjadi pelajaran dan bahan renungan bersama, yaitu sebagaimana Firman Allah (QS. Al-An`am : 6)

أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّنْ لَكُمْ وَأَرْ سَلْنَا السَّمَاءَ عَلَيْهِمْ مِدْرَارًا وَجَعَلْنَا الْأَنْهَارَ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمْ فَأَ هْلَكْنَا هُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَأَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قَرْنًا ءَاخَرِينَ

“Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri…” (QS Al An’aam: 6).

Semoga Allah Swt. menyelamatkan kita semua, menyelamatkan bangsa dan Negara sehingga terhindar dari angkara murka Allah, Na`uzubillah.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Pada bulan Ramadhan amal-amal ibadah yang dikerjakan hamba akan dilipat-gandakan pahalanya oleh Allah Swt. semoga kita tidak menyia-nyiakan kesempatan emas, kesempatan bonus yang sedemikian banyak yang hanya sekali dalam setahun yaitu di bulan Ramadhan .

Jamaah sekalian Rohimakumullah
Bulan Ramadhan, bulan mulia yang penuh berkah semoga Allah memuliakan dan memberikan berkah kepada kita. Bulan Ramadhan bulan rahmat semoga Allah merahmati kita semua, dan Ramadhan sebagai bulan ampunan semoga PERMOHONAN AMPUNAN KITA Allah Swt. mengampuni kita semua.
Marilah kita berdoa, memohon kepada Allah Swt. :

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى
سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمِعِيْنَ

 Ya Allah peliharakan iman kami dan berikan kepada kami kesempatan merasakan manisnya iman dalam kehidupan ini yaitu dalam meneladani seluruh sunnah Rasulullah saw. dalam setiap langkah kehidupan kami dengan sebaik-baiknya, sebelum Engkau panggil kami untuk menghadap-MU.
 Ya Allah peliharakan hati dan pendengaran kami agar tidak terpedaya dari tipu daya syaithan yang merusak amal ibadah yang telah dan akan kami lakukan.
 Ya Allah jadikanlah kami hamba-Mu yang pandai bersyukur, yang dengan syukur itu Engkau tambah-tambah nikmat-Mu. Hindarkan kami dari sifat kufur, agar kami terhindar dari siksa Mu yang amat pedih.

اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ

 Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan.
 Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan.
 Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi ampunan.
 Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat.
 Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki.
 Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang dzalim dan kafir

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ
Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan do’a.

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
 Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.

Demikianlah yang dapat kami sampaikan, mohon maaf atas segala kehilafan dan kekurangan.

بَارَكَ اللهُ فِى القُرآنِ العَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَايَّاكُم بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ والذِّكرِ الحَكِيم, اِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ العَلِيم فَاستَغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ لِيْ وَلَكُمْ اِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيْم

Assalamualaikum Wr. Wb.

Posted on 8 Agustus 2012, in KAJIAN, KHUTBAH JUMAT, SITUSARA, TAUSIYAH and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

ARA

Hidup adalah amanah dari Allah Swt.

WordPress.com Apps

Apps for any screen

syiah981

bersama masuk surga

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

SITUSARA situs ara

bersama membentengi akidah ummat

"masjid tanpa warna" MASJID AL-FAJR

Membentengi akidah sesuai Al-Quran dan Hadist

ARA-SILSILAH

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

%d blogger menyukai ini: