KHUTBAH JUMAT : IMAN MENURUT ALLAH

20121003-Iman-Syarat diterima suatu amalan
KHUTBAH JUMAT

MATERI

IMAN MENURUT ALLAH

SUMBER:
Bulletin Majelis Ta`lim
Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) Edisi 7/THN IV/1427H/2006M
MARHABAN YAA RAMADHAN
Oleh KH. Athian Ali M. Da`i, MA

Di edit ulang untuk Khutbah Jumat / Tausiyah oleh :

H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA
https://arozakabuhasan.wordpress.com/
2012-10-03

KHUTBAH PERTAMA
اَلْحَمْدُِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُبِااللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وِمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
اَشْهَدُ اَنْ لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ وَصَحـْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.
إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُونَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ (3:102)
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا 4:1
أَمَّا بَعْدُ؛
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Ilahi Robbi yang telah memberikan limpahan kenikmatan yang tidak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita; kenikmatan yang tidak mungkin bagi kita untuk menghitung-hitungnya; Kita bersyukur atas segala Karunia-Nya terutama nikmat Iman, Nikmat Islam, nikmat Rezeki dan Kesehatan

Sholawat serta salam semoga Allah curahkan selalu kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW., kepada keluarga dan sahabatnya serta kepada kita dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman., Amin Ya Robbal Alamin.

Jamaah sekalian Rohimakumullah
Bulan Ramadhan, bulan mulia yang penuh berkah semoga Allah memuliakan dan memberikan berkah kepada kita. Bulan Ramadhan bulan rahmat semoga Allah merahmati kita semua, dan Ramadhan sebagai bulan ampunan semoga PERMOHONAN AMPUNAN KITA Allah Swt. mengampuni kita semua.

Kita bersyukur kepada Allah bahwa kita semua masih diberikan kesempatan mengikuti peluang menjadi manusia yang predikatnya tertinggi dihadapan Allah Swt. yaitu muttaqin predikat menjadi manusia bertaqwa; semoga sisa Ramadhan menjadikan kita bertambah semangat, mengingat janji-janji atau pahala yang Allah berikan demikian banyak dalam bulan mulia penuh barokah ini.
Ikhwatal Iman rahimakumullah… jamaah shalat jum’at yang berbahagia.
Menjelang Ramadhan atau dalam suasana Ramadhan, kita selalu diingatkan oleh para khotib / da`i bahwa puasa / shiyam merupakan bulan Tarbiyah / pendidikan, bulan memperbanyak membaca dan mengkaji al-Qur’an, bulan yang penuh rahmat, maghfiroh, bulan dimana segala amal kebajikan dilipatgandakan dan amal keburukan dan maksiat dimaafkan, bulan segala do’a dikabulkan, dan derajatnya ditinggikan yang diharapkan menjadikan dirinya bisa meraih predikat takwa dengan melaksanakan ibadah shaum/puasa. firman Allah :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (QS. 2 : 183)

Hadirin semoga dirahmati Allah.
Seruan ayat di atas dikhususkan atau ditujukan hanya bagi orang-orang beriman. Ini bermakna bahwa amal ibadah atau perbuatan tidak ada arti apa-apa jika dilakukan tidak berdasarkan iman. Betapapun mulianya amal perbuatan seseorang, kalau dilakukan tanpa dasar iman, tanpa niat semata-mata ingin mencapai ridha Allah, maka sia-sialah amalnya itu.

Seruan yang hanya ditujukan kepada orang-orang beriman ini, hendaknya bisa menjadi bahan renungan bagi kita, bahan renungan sepanjang tahun, sepanjang hayat dikandung badan; karena seseorang yang melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, jika tanpa landasan iman, maka amalan itu menjadi sia-sia artinya tidak akan diterima oleh Allah Swt.
Allah berfirman (QS An Nur 24:39),
وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ
الظَّمْئَانُ مَآءً حَتَّى إِذَا جَآءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا

Dan orang-orang yang kafir, amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu, dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. … (Q.s. an Nur 24:39).
 Maksudnya bahwa orang-orang kafir , karena amal-amal mereka tidak didasarkan atas iman, tidaklah mendapat balasan dari Allah di akhirat, walaupun di dunia mereka nebgira akan mendapat balasan atas amal mereka itu.
 Kafir menurut kamus umum Bahasa Indonesia (Purwadarminta, Balai Pustaka 1976) = (orang yang) tidak percaya kepada Allah. Sedang Iman = yakin percaya kepada Allah, mis tidak bertentangan dengan ilmu, harus disertai dengan ihsan. ihsan = baik/kebaikan/perbuatan baik
Karena itu perintah dimaksud hanya untuk orang beriman saja, bukan kepada orang yang tidak percaya kepada Allah.
Betulkah seseorang termasuk beriman, Firman Allah QS Al Hujurat 49:14
 قَالَتِ الْأَعْرَابُ ءَامَنَّا قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

14. orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi Katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Hujurat 49 : 14)

Ayat ini bermakna bahwa seseorang yang mengaku berimanitu, belum tentu beriman menurut Allah; apalagi bagi seseorang yang ucapannya, sikap dan perilakunya telah tampak jelas menunjukkan kekufuran dengan menolak sebagian kecil/besar aturan dan Hukum Allah.

Ciri orang-orang / seseorang yang beriman menurut Allah adalah (QS. 49:15)

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ ءَامَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar. (QS. Al Hujurat 49:15)

Cukup jelas kriteria beriman ini, hendaknya menjadi bahan renungan bagi kita, karena seseorang yang melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, jika tanpa landasan iman, maka amalan itu tidak akan diterima oleh Allah. Kita pada umumnya kecewa berat, apabila kita sudah bekerja keras, namun ternyata tidak memperoleh apa-apa dari kerja keras kita, begitu pula dalam ibadah seharusnya kita menghindari perbuatan sia-sia seperti ini.

Karenanya pengakuan keimanan seseorang perlu pembuktian, dimana dengan iman, dia siap melaksanakan aturan dan hukum Allah, baik yang berkaitan dengan Hablum Minallah maupun hubungan secara horizontal dengan sesama mahluk Allah terutama dengan sesama manusia termasuk diantaranya mau menginfakkan hartanya di jalan Allah.

Disamping itu kita diwajibkan pula untuk mencintai saudara-saudara kita seiman, seperti kita mencintai diri kita sendiri. Rasulullah Saw. Mengingatkan kita yang mengaku mu`min dengan menyatakan “tidak beriman”. Tidak beriman seseorang diantara kalian sampai dia bisa mencintai saudaranya sesama mu`min seperti cinta dia pada dirinya sendiri.  disini ada ukurannya yaitu sampai dia bisa mencintai saudaranya tadi seperti cinta dia pada dirinya sendiri.

Demikian pula Rasulullah Saw. mengingatkan kita (sabdanya) :
“Tidak beriman dengan ajaran yang aku bawa (Islam), seseorang yang tidur dengan nyenyak (perut kenyang) sementara dia biarkan saudara-saudara yang lain tidak bisa tidur karena menahan lapar”. Subhanallah, demikian mulia ajaran Islam demikian agungnya Ahlakul karima Rasulullah Saw.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ:

Maasyiral muslimin rahimakumullah…

Keimanan kita kepada Allah, cinta kita kepada Allah, menyebabkan kita hanya mencintai semua yang dicintai oleh Allah dan membenci semua yang dibenci oleh Allah termasuk membenci orang-orang yang memerangi orang-orang yang menegakkan aturan dan hukum Allah.

Bahwa amal ibadah atau perbuatan tidak ada arti apa-apa jika dilakukan tidak berdasarkan iman. Betapapun mulianya amal perbuatan seseorang, kalau dilakukan tanpa dasar iman, tanpa niat semata-mata ingin mencapai ridha Allah, maka sia-sialah amalnya itu.

Jama’ah Jum’at yang berbahagia, Demikianlah khutbah yang kami sampaikan. Semoga dapat mendorong kita untuk giat menuntut ilmu agama, kemudian istiqamah mengamalkannya. Dan semoga iman kita terus meningkat dan terpeliharah, menuju takwa kepada Allah Swt. dengan sebenar-benarnya takwa, sampai kita menghadap-Nya dalam keadaan Islam.
Mari kita berdoa : اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan suka memberi maaf, maka maafkanlah (kesalahan-kesalahan) kami.

اَللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ يَا حَيُّ يَا قَيّوْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ
Ya Allah, bantulah kami dalam berdzikir dan bersyukur serta beribadah kepada-Mu dengan baik, wahai Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri, Pemilik segala keagungan dan kemuliaan.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَحْمَدُكَ وَنَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَهْدِيْكَ وَنَعُوْذُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ
Ya Allah, sesungguhnya kami memuji-Mu, meminta tolong kepada-Mu, dan memohon petunjuk dari-Mu, kami berlindung dan bertawakal kepada-Mu, kami memuji-Mu dengan segala kebaikan, kami bersyukur atas semua nikmat-Mu, kami tidak mengingkari-Mu, kami berlepas diri dari siapa pun yang durhaka kepada-Mu. Ya Allah, hanya kepada-Mu kami menyembah, hanya untuk-Mu shalat dan sujud kami, dan hanya kepada-Mu kami berusaha dan bergegas, kami sangat mengharapkan rahmat-Mu dan takut akan siksa-Mu, sesungguhnya azab-Mu benar-benar ditimpakan kepada orang-orang kafir.
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu segala kebaikan di dunia dan akhirat yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui, dan kami berlindung kepada-Mu dari semua keburukan di dunia dan akhirat yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui.

رَبَّنَااغْفِرْلَنَاذُنُوْبَنَاوَاِسْرَافَنَافِى اَمْرِنَا وَثَبِّتْ اَقْدَامَنَاوَنْصُرْنَاعَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ
Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami, tetapkanlah Pendirian kami, tolong kami terhadap kaum kafir (Ali Imran 147)
رَبَّنَالاَتُزِغْ قُلُوْبَنَابَعْدَ اِذْهَدَ يْتَنَا وَهَبْ لَنَامِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ.
رَبَّنَاهَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَجَعَلْنَا لِلْمُتَّقِنَ اِمَامًا
رَبَّنآاَ اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الاخِرَةِحَسَنَةً وَقِنَاعَذَابَ النَّارِْ.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.
وَاَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ اْلأَبْرَارِ يَاعَزِيْزُ يَاغَفَّارُ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

AMIN YA ROBBAL ALAMIN.

عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ
وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

Assalamualaikum Wr. Wb.

Advertisements

Posted on 3 October 2012, in EBOOK, KHUTBAH JUMAT, SITUSARA, TAUSIYAH and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

ARA

Hidup adalah amanah dari Allah Swt.

WordPress.com Apps

Apps for any screen

syiah981

bersama masuk surga

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

SITUSARA situs ara

bersama membentengi akidah ummat

"masjid tanpa warna" MASJID AL-FAJR

Membentengi akidah sesuai Al-Quran dan Hadist

ARA-SILSILAH

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

%d bloggers like this: