KHUTBAH JUMAT HATI YANG SUCI

MASJID AL-FAJR, CIJAGRA RAYA,  BANDUNG (photo by a rozak abuhasan)

MASJID AL-FAJR, CIJAGRA RAYA, BANDUNG (photo by a rozak abuhasan)

KHOTBAH JUMAT

MATERI

HATI YANG SUCI

Masjid Al-Fajr

SUMBER :
IslamHouse.com
Muhammad bin Abdullah bin Mu’aidzir
Terjemah : Muzaffar Sahidu
Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Di edit kembali untuk Khutbah Jumat
Oleh :
H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA
2012-02-21

 

KHOTBAH PERTAMA
اَلْحَمْدُِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُبِااللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وِمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
اَشْهَدُ اَنْ لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ وَصَحـْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.
إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُونَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ (3:102)
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا 4:1
أَمَّا بَعْدُ؛

Kaum muslimin jamaah jumat masjid Al-Fajr rahimakumullah Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan, rezeki dan kesehatan kepada kita.

Dialah pula yang telah menyisipkan hidayah dalam hati kita, yang dengan hidayah tersebut, Allah SWT telah menggerakkan hati kita untuk melangkahkan kaki kita menuju masjid ini. Sehingga kita bisa berkumpul bersama untuk menunaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim, yaitu melaksanakan shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah Jum’at yang merupakan bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan ibadah shalat Jum’at ini.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad shallaLlahu alayhi wa sallam. Semoga kecintaan kita kepada beliau SAW, dapat mempertemukan kita dengannya nanti di syurga, bersama dengan para Nabiyyin, shiddiqin, syuhadaa’ dan shalihin.

Ikhwatal Iman rahimakumullah… jamaah shalat jum’at yang berbahagia. Selanjutnya, izinkanlah khatib mengingatkan kita semua termasuk diri khotib sendiri untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Karena tidak ada bekal terbaik yang dapat menyelamatkan kita dalam kehidupan di dunia dan akhirat kelak kecuali taqwa.

Tidak ada pula derajat kemuliaan yang pantas disematkan kepada seseorang kecuali derajat ketaqwaan… Inna akramakum indallahi atqakum… Dengan taqwa kepada Allah inilah kita berupaya menjalani kehidupan sehari-hari kita.
Ikhwatal Iman rahimakumullah… jamaah shalat jum’at yang berbahagia

Allah yang meninggikan harga diri seseorang dan mengangkat derajatnya di sisiNya dan di hadapan manusia sesuai dengan tingkat kebersihan jiwa dan hatinya, serta kesenangannya kepada kebaikan dan kebenciannya terhadap segala keburukan dan perbuatan jelek.

Sebagaimana Allah Swt. memuji kekasihNya Ibrahim alaihis salam dengan firmanNya:
قال الله تعالى :  وَإِنَّ مِن شِيعَتِهِ لَإِبْرَاهِيمَ 83 إِذْ جَاء رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ 84  [ الصافات: 83-84]
Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh. (Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci. [QS. Al-Shoffat: 83-84].

رَبِّ هَبۡ لِي حُكۡمٗا وَأَلۡحِقۡنِي بِٱلصَّٰلِحِينَ ٨٣ وَٱجۡعَل لِّي لِسَانَ صِدۡقٖ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ ٨٤ وَٱجۡعَلۡنِي مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ ٨٥ وَٱغۡفِرۡ لِأَبِيٓ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ ٨٦ وَلَا تُخۡزِنِي يَوۡمَ يُبۡعَثُونَ ٨٧ يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ ٨٨ إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ ٨٩ [ الشعراء : 83-89]
Ibrahim berdoa : (83) Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh. (84) dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,. (85) dan jadikanlah aku pewaris [penghuni] surga yang penuh kenikmatan (86) dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat, (87) dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (88) (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, (89) kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. QS. Al-Syu’ara’: 83-89.

Sungguh, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah mendengar dan memperhatikan perkataan dan pembicaraan orang yang senang menyebarkan namimah, karena beliau takut terpengaruh dengan perkataan tersebut yang menimbulkan kemarahan pada diri beliau terhadap shahabatnya sendiri, maka beliau berpaling dari perkataan orang yang berkata buruk tersebut dan memutuskan hubungan silaturahmi dengan mereka. Sebab menyebarkan namimah akan mengeruhkan kebeningan hubungan jama’ah dan mencerai-beraikan rasa ikatan cinta dan kasih sayang serta ukuhuwah islamiyah yang telah diperintahkan oleh Allah untuk menjaganya:
قال الله تعالى :  وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ [ آل عمران: 103 ]
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai. QS. Ali Imron: 103.

Seorang shahabat pernah mencela shahabatnya yang lain namun Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak mendengarnya dan tidak memperhatikan gossip yang disebarkannya bahkan beliau memberikannya nasehat dan mengarahkan kepada etika yang agung, seperti yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Turmudzi dari Ibnu Mas’ud: Janganlah salah seorang memberitahukan kepadaku tentang keburukan shahabatku, sebab aku sangat suka jika aku keluar menemui kalian dengan hati yang bersih”.

Maksudnya adalah aku tidak memiliki rasa dengki, hasad, iri, marah, murka dan benci kepada salah seorang shahabat. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berupaya agar hati beliau diliputi oleh rasa cinta, kasih sayang dan solidaritas. Itulah bentuk kasih sayang yang telah dianugrahkan oleh Allah Yang Maha Pengasih kepada Nabi Muhammad. Allah Ta’ala berfirman:
قال الله تعالى :  فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ 159 [ آل عمران: 159 ]

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. QS. Ali Imron: 159.

Marilah kita bersama mengamalkan kebenaran yang nyata ini, mengamalkan petunjuk serta arahan yang agung ini, yang mendorong kita untuk membersihkan jama’ah dari orang-orang yang suka menyebarkan isu, namimah dan orang-orang yang menggunjing orang lain serta orang-orang yang dengki.

Di antara manusia ada orang yang kita dapatkan berperangai buruk dan lemah iman yang bergabung bersama orang-orang yang nakal, mereka memiliki sikap buruk yang sama kemudian mereka bekerja menghancurkan hubungan silaturrahmi dan menghancurkan ikatan jama’ah dan memecah belah indifidu masyarakat dan kelompok

Mereka berupaya memecah antara seorang saudara dengan saudaranya yang lain, antara anak dengan bapaknya, dan antara seorang suami dengan istrinya, mereka bekerja dengan telaten dan kemampuan yang menyamai kemampuan iblis. Mereka lebih berbahaya dari iblis terhadap manusia. Di antara manusia ada orang yang menyimpan keburukan dan menyakiti orang lain, mereka iri terhadap orang yang disangka sebagai pesaing dalam upaya mendapat harta, baik dalam bidang perdagangan atau produksi atau pertanian dan berbagai bidang mata pencaharian lainnya.

Terkadang seseorang bertemu dengan wajah yang berseri-seri namun pada hakekatnya mereka sedang menyembunyikan sesuatu yang berbeda dengan penampilan lahir. Lalu apabila orang ini berada jauh dari saudaranya maka dia bekerja menyebarkan keburukan dan berupaya menimpakan keburukan kepada temannya. Allah Ta’ala telah mengancam orang-orang seperti ini sebagaimana firman-Nya :
قال الله تعالى :  وَمِنَ النَّاسِ مَن يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللّهَ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ 204 وَإِذَا تَوَلَّى سَعَى فِي الأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيِهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الفَسَادَ 205 وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالإِثْمِ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ 206  [ البقرة : 204-206 ]
204. dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, Padahal ia adalah penantang yang paling keras.
205. dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk Mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan[130].
206. dan apabila dikatakan kepadanya: “Bertakwalah kepada Allah”, bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya.

[130] Ungkapan ini adalah ibarat dari orang-orang yang berusaha menggoncangkan iman orang-orang mukmin dan selalu Mengadakan pengacauan.
[ QS. Al Baqarah: 204-206]
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

Allah-Muhammad SAW_resizeKHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ:

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Orang yang berjiwa buruk, orang yang hatinya sakit senantiasa berburuk sangka terhadap orang lain, mencari-cari kesalahan mereka, memata-matai rahasia dan keperibadian orang lain lalu menampakkan keburukan dan menyebarkan rahasia pribadi orang lain atau terkadang menuduh orang lain berbuat buruk dan menyebarkannya padahal belum tentu hal tersebut terjadi.

Di antara orang yang buruk tersebut ada kelompok orang yang senang berteman dan menampakkan rasa cinta dan ketulusan serta kesetiaan kepada temannya. Dia sengaja menemui seorang temannya dengan wajah berbeda dengan teman yang lain. Teman buruk seperti ini, tidak menjauhi perkataan buruk dan melontarkan berita bohong sehingga hatinya penuh dengan rasa benci dan dengki, memutuskan hubungan dan kecintaan seseorang.

Jika dia melihat kebaikan dari orang lain maka dia segera menyembunyikannya namun jika berhasil mengorek keburukan orang maka dia segera menyebarkannya. Orang buruk seperti ini tidak menghormati yang besar dan tidak menyayangi yang lebih kecil.

Selamat dari penyakit hati seperti ini meuntut seseorang yang telah terjangkiti untuk selalu bertqwa kepada Allah, takut terhadap siksa Allah dan membiasakan diri untuk memperaktikkan adab-adab Islam, seperti mencintai bagi saudaranya seiman apa-apa yang dicintainya untuk dirinya sendiri, dan membenci bagi temannya apa-apa yang dibencinya bagi dirinya sendiri.

Apabila sampai kepadanya kedengkian orang yang dengki, gosipan orang yang menggosip dirinya atau gunjingan atau namimah maka hendaklah dia membalas tindakan jahil tersebut dengan tindakan baradab yang didasarkan pada ilmu, perbuatan bodoh dihadapi dengan penuh kesantunan dan kelembutan, perlakuan buruk orang dengan kesabaran dan memaafkan dengan baik, guna mengamalkan firman

Allah Ta’ala di dalam Al-Qur’an:
قال الله تعالى :  فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ [ الحجر: 85 ]
maka maafkanlah (mereka )dengan cara yang baik. QS. Al-Hijr: 85.
قال الله تعالى :  فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ 
[ الشورى : 40 ]
maka Barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. QS. Al-Syura: 40

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah ditanya tentang orang yang paling baik, maka beliau bersabda: Yaitu setiap orang yang hatinya suci, lisannya berkata jujur. Para shahabat bertanya. Kita mengetahui maksud orang yang lisannya jujur, namun apakah yang dimaksud dengan orang yang hatinya suci?. Yaitu orang yang bertaqwa dan berhati bersih tanpa dosa, benci, khianat dan dengki”.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sungguh beruntung orang yang hatinya bersih karena keimanan, menjadikan hatinya suci, lisannya jujur, jiwanya tenang dan moralnya lurus”.

Marilah kita berdoa, memohon kepada Allah Swt. :
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى
سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمِعِيْنَ

 Ya Allah semoga kami termasuk orang-orang yang senang kepada kebaikan, yang menghiasi diri dengan akhlak yang mulia dan menjauhkan diri dari keburukan orang yang berjiwa buruk dan pelaku keburukan serta jauhkan diri kami dari keburukan orang-orang yang suka berbuat kerusakan.

 Ya Allah berikan taufiq-Mu kepada kami untuk bisa mengamalkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam: Janganlah saling mendengki, janganlah saling bersaing yang tidak sehat dalam berjual beli, janganlah saling memarahi, janganlah saling memanggil dengan panggilan yang buruk, janganlah sebagian orang di antara kalian berjual-beli di atas jual beli saudaranya.

 Ya Allah jadikan kami sebagai hamba Allah yang saling bersaudara, seorang muslim terhadap muslim lainnya. Saling bersaudara, dan tidak zalim-menzaliminya, saling menghinakan, berbohong serta saling merendahkan.

 Ya Allah berikan keberkahan-Mu kepada kami semuanya dengan Al-Qur’an yang mulia, dan berikan manfaat bagi kami semua dengan petunjuk penghulu para nabi.

 Ya Allah ampuni kami semua dari segala dosa dan ampuni seluruh kaum muslimin dan muslimat. Ampuni kami Ya Allah dan kami bertaubat atas perbuatan jelek dan keji kami, karena Engkau adalah Zat Yang Pengampun lagi menerima taubat.

 Ya Allah peliharakan iman kami dan berikan kepada kami kesempatan merasakan manisnya iman dalam kehidupan ini yaitu dalam meneladani seluruh sunnah Rasulullah saw. dalam setiap langkah kehidupan kami, sebelum Engkau panggil kami untuk menghadap-MU.

 Ya Allah peliharakan hati dan pendengaran kami agar tidak terpedaya dari tipu daya syaithan yang merusak amal ibadah yang telah dan akan kami lakukan.

 اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ

BarakaLlahu li wa lakum fil qur’anil karim wa nafaani wa iyyakum bimaa fihi minal aayati wa dzikril hakim.
Wa taqabalaLlahu minni wa minkum tilawatahu, innahu Huwas sami’ul aliim.
Penutup khotbah kedua
بارك الله لنا ولكم في القرآن العظيم ونفعنا وإياكم بما فيه من الآيات و الذكرالحكيم فاستغفروا الله فإنه هو الغفور الرحيم

Assalamualaikum Wr. Wb.

Iklan

Posted on 12 Mei 2014, in KHUTBAH JUMAT, SITUSARA, Syakhshiyyah Islamiyyah, TAUSIYAH and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

ARA

Hidup adalah amanah dari Allah Swt.

WordPress.com Apps

Apps for any screen

syiah981

bersama masuk surga

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

SITUSARA situs ara

bersama membentengi akidah ummat

"masjid tanpa warna" MASJID AL-FAJR

Membentengi akidah sesuai Al-Quran dan Hadist

ARA-SILSILAH

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

%d blogger menyukai ini: