KHUTBAH JUMAT KEPEMIMPIMAN DALAM ISLAM

wpid-imag1405-1-1.jpgKHUTBAH JUMAT
KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM

oleh : Drs. KH. DEDENG ROSYIDIN, M.Ag
di Masjid Al-Fajr, Cijagra Raya Bandung
23 Mei 2014
posting oleh : A. ROZAK ABUHASAN

Taqiyudin Ibnu Taimiyah dalam Al-Siyasah al-Sariyyah mengutip ayat kepemimpinan an-Nisa 58 – 59, tentang pemimpin, an-Nisa 59 tentang yang dipimpin.

Firman Allah (QS. an-Nisa 58):
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
58. Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat.
.
Sebab turun ayat :
Shawi (1993:I. 298), Nabi Saw. masuk Makkah pada hari fathu al-Makkah
Rasul meminta kunci ka`bah dari بني شيبة Al-Abbas minta rangkap jabatan antara saqaayah al-Hajj = urusan pengairan haji dan sadaanah al-Baet = urusan Ka`bah dan kegiatan haji. Kemudian Allah swt. menurunkan ayat di atas, lalu Nabi saw. Menyuruh Ali bin Abi Thalib untuk menyerahkan kunci itu kepada بني شيبة yaitu Ustman bin Talhah.
إن النبي ص . كان يقول: أدّالأمانة الى من ائتمنك (ابن جرير- عن الحسن)

Kepemimpinan:
Dari ayat di atas Taqiyyu al-Din bin Taimiyah (1969:6-7) mengambil tiga pelajaran penting yang berkaitan dengan kepemimpinan.
1. Seorang pemimpin wajib memberikan setiap jabatan atau pekerjaan kepada orang yang dapat membawa maslahat bagi orang muslim. يحب ان يولّي الأعمال أصلح للمسلمين
2. Seorang pemimpin wajib mencari yang lebih hak untuk suatu pekerjaan atau jabatan dan menyerahkan kepada orang di bidangnya. البحث عن المستححقّين للولاية
3. Seorang pemimpin jangan menyerahkan kedudukan atau jabatan kepada orang yang meminta kedudukan طلب الولاية atau lebih dulu meminta jabatan سبق فى الطلاب

Satu kaum datang kepada Rasul dan minta jabatan: فقال إنّا لا نولّى أمرنا هدا من طلبه – رواه صحيحين
Nabi berpesan kepada Abdu al-Rahman bin Samurah yang Islam padaakkah, sebelum Islam namanya عبدكلاب atau عبد كلوب /hamba anjing. Setelah masuk Islam namanya diganti menjadi Abdu al-Rahman. Ia di jaman khalifah Ustman yang menjelajah ke daerah Khurasan dan menundukkan Sajastan dan Kabul.

Taqiyyu al-Din (1969;8) menjelaskan, jika keadilan dalam menentukan jabatan diambil karena قرابة kekerabatan, صداقة rasa teman, موافقة sama asal daerah, مذهب sama dalam madzhab dan جنسيّة sama bangsa رشوة besarnya memberikan riswah/suap, maka telah khianat kepada Allah, Rasul dan orang mukmin.

Firman Allah (QS Al-Anfal 8 : 27-28)
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ(27)وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ(28)
27. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.
28. dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.

Kepemimpinan menurut pandangan Islam.
Pemimpin itu menurut Abu Muslim al-Khaulani adalah pelayan. Abu Muslim datang pada Muawwiyah bin Abi Sufyan ia mengucapkan salam dengan kalimat : السلام عليك أيّها الأجير
Salam buatmu wahai pelayan. Orang-orang yang ada pada saat itu menegur Abu Muslim dan menyuruh mengucapkan salam dengan kalimat : السلام عليك أيّها الآمير/ salam buiatmu wahai pemimpin. Namun Abu Muslim tetap mengucapkan salam seperti yang ia ucapkan di ata sampai ditegur tiga kali ia tetap tidak merubah salamnya.

Lalu Muawwiyah berkata : biarkan Abu Muslim karena dia lebih tahu apa yang ia katakan. Lalu Abu Muslim berkata :
إنما أنت أجير إستأ جرك ربّ هذه الغنم لر عا يتها فإنّ أنت هنأت جربها وداويت مرضاها وحبست أولاها على لأخراها وفّاك سيّدها أجرك وإن أنت لم تهنأ جربها ولم تداو مرضاها ولم تحبس أولاها على أخراها عا قبك سيّدهأ – السياسة الشرعيّة : 12 1969

Yang dipimpin.
QS. an-Nisa 59 :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
ِAyat ini berkaitan dengan عبد الله بن خذيفة yang saat ia menjadi pemimpin perang dalam keadaan marah ia menyalakan api unggun, dan menyuruh pasukannya untuk terjun ke api. Ada yang taat dan ada yang menolak. Turun ayat ini, letaan itu kepada Allah, Rasul, dan jika ada perselisihan dikembalikan kepada Allah dan Rasul. (Asbab Nuzul : 139)

Posted on 27 Mei 2014, in KHUTBAH JUMAT, LAIN-LAIN and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

ARA

Hidup adalah amanah dari Allah Swt.

WordPress.com Apps

Apps for any screen

syiah981

bersama masuk surga

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

SITUSARA situs ara

bersama membentengi akidah ummat

"masjid tanpa warna" MASJID AL-FAJR

Membentengi akidah sesuai Al-Quran dan Hadist

ARA-SILSILAH

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

%d blogger menyukai ini: