Khutbah Jumat Dosa-Dosa Besar “SIHIR”

01 Athian1Dosa-Dosa Besar “SIHIR”
Oleh : KH Athian Ali M. Da`i, Lc, MA

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin jamaah jumat rahimakumullah.
Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad Saw.

Ikhwatal Iman rahimakumullah… jamaah shalat jum’at yang berbahagia.
Selanjutnya marilah kita untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Swt. Karena tidak ada bekal terbaik yang dapat menyelamatkan kita dalam kehidupan di dunia dan akhirat kelak, kecuali taqwa

Jamaah shalat jum’at yang berbahagia.
Firman Allah QS Al-Baqarah 2:102
“….hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat[78] di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”.

Ayat di atas mempertegas kepada kita bahwa sihir dapat membawa kita kepada kekufuran. Perlu kita ketahui bahwa keberadaan sihir itu sendiri memang harus kita akui dalam arti kita tideak boleh menafikan kebenarannya, karena Al-Quran sendiri telah menyebutkannya.

Sihir merupakan masalah yang ghaib yang tidak bisa direkam oleh indra kita, maka tentu saja untuk kembali kepada hakikat, kita harus kembali merujuk kepada Al Quran yang menjelaskan tentang hakikat sihir itu sendiri, karena tidak seorangpun bisa membuktikan secara empirik tentang sihir.
Kata sihir berasal dari kata sahara, yang kemudian kita kenal pula kata waktu sahur, yaitu disebut cirri waktu malam sudah tidak tampak.

Dikatakab waktu subuh belum tiba saatnya, saat antara malam yang hamper berakhir menjelang munculnya siang, saat gelap bercampur dengan cahaya dan segala sesuatu menjadi tidak kelihatan dengan jelas.
Seperti itulah hakikat sihir, yaitu berupaya khayalan dimana kita melihat sesuatu tidak dengan nyata. Mata atau pandangan kitalah yang disihir. Para penyihir berupaya menyihir penglihatan seseorang sehingga melihat segala sesuatu yang bukan sesungguhnya. Yang sebenarnya dia tidak mengubah tabiat segala sesuatu.

Allah Swt. berfirman (QS. Al A`raaf 7:116):
“……….. mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (mena’jubkan).”

Penglihatan atau pandangan mata seseorang yang terkena sihir para penyihir akan melihat sesuatu “seakan-akan” berubah wujud dari aslinya. Sifat sihir itu sendiri adalah untuk memperlihatkan sesuatu pada sebuah bentuk yang bukan sesungguhnya.

Paling tiada ada 2 (dua) bentuk sihir yang kita ketahui :
1. Sihir yang berdasar keahlian atau kepandaian. Misal kepandaian memainkan kecepatan tangan yang hal ini tentu dibutuhkan latihan yang rutin (bentuk sihir ini tidaklah membahayakan)
2. Sihir yang menggunakan mahluk lain. Hal ini sangat berbahaya karena dapat membawa pelakunya kepada kekufuran.

Bentuk sihir yang ke-2 ini dapat kita baca dalam kisah Nabi Musa AS saat menghadapi tukang-tukang sihir Fir`aun.
Firman Allah (QS. Thaahaa 20:66)
“berkata Musa: “Silahkan kamu sekalian melemparkan”. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka.”

Saat para tukang sihir itu melemparkan tali dan tongkatnya, tak lams kemudian mereka yang hadir melihatnya “seolah-olah” tali dan tongkat berubah menjdi ular. Oleh karena si mata penyihir itu tidak disihir oleh seorangpun, maka bagi penyihir sendiri melihatnya tetap saja yang dilempar itu tali dan tongkat
Akan tetapi tatkala Musa melemparkan tongkatnya atas perintah Allah Swt., maka tongkat Musa benar-benar berubah menjadi ular.

Allah Swt. berfirman (QS. Thaahaa 20:69-70)

69. dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. “Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang”.

70. lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: “Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa”.

Melihat perubahan yang benar-benar nyata usai tongkat Nabi Musa AS dilemparkan berubah menjadi ular sesungguhnya, maka tukang sihir itu berkeyakinan bahwa kejadian yang dilihat nya bukanlah sihir, melainkan suatu mukjizat dari Allah Swt. maka tersungkurlah tukang sihir tersebut dengan bersujud seraya beriman kepada Tuhan Musa dan Harun.

Adapun mata atau pandangan Fir`aun yang terkena sihir oleh tukang sihirnya sendiri tidak bisa membedakan mana yang betul-betul ular dan mana yang tali dan tongkat sesungguhnya. Sehingga ketika para tukang sihirnya menyatakan beriman kepada Tuhan Musa dan Harun, Fir`aun marah besar sambil mengancam akan memotong tangan tukang-tukang sihir tsb.
Allah Swt. berfirman (QS. Thaahaa 20:71) 71. berkata Fir’aun: “Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian.

Maka Sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik[931], dan Sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan Sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya”.
[931] Maksudnya: tangan kanan dan kaki kiri dan sebaliknya.

Betapa bahayanya bila kita mau mencoba bermain-main dengan sihir, karena dampak akhirnya dapat membawa pelakunya pada kekufuran. Seperti tidak sedikit kita sering melihat sebuah pertunjukan yg. mempertontonkan permainan sihir yang mempertunjukkan seseorang yang tidak luka sedikitpun saat dipotong lidahnya atau ditusuk lehernya. Bagi pandangan mata pemirsa yang tersihir benar-benar memotong lidahnya; padahal hanya pandangan mata pemirsa saja yang tersihir, sehingga seolah-olah benar kejadiannya.

Demikian pula, tidak jarang kita mendengar ada cerita dari orang-orang yang berupaya berobat dalam rangka penyembuhan penyakit yang dideritanya dengan mendatangi seseorang yang dikatakannya sebagai “orang pintar”.
Diceritakannya, “si orang pintar” ini telah berhasil menyembuhkan penyaklit si pasien dengan terlebih dahulu mengeluarkan barang-barang antic yang ada di dalam perut si pasien baik berbentuk paku, silet maupun baskom tanpa harus melakukan operasi.

Disinilah betapa tidak logis bila kita cermati dengan akal sehat, sebuah baskom, paku atau silet tiba-tiba bisa dikeluarkan dari perut seseorang?. Itulah permainan sihir yang menggunakan bantuan mahluk lain (ghaib). Sehingga pandangan atau penglihatan mata si pasien dan keluarganya telah disihir seolah-olah barang-barang antik tersebut betul-betul telah berhasil dikeluarkan dari perut si pasien.

Mencermati kejadian semacam ini hanya ada dua kemungkinan yang terjadi.
1. Bahwa si orang pintar tadi telah menyihir penglihatan atau pandangan mata si pasien dan keluarganya sehingga melihat sesuatu yang keluar dari perut pasien adalah barang-barang antic tersebut.
2. Si orang pintar tersebut telah bekerja sama dengan mahluk lain (jin) untuk dalam waktu singkat jin ini bisa membawa barang-barang antic tersenut tiba-tiba sudah berada di hadapan pasien.

Hadirin rohima kumullah, Masih banyak lagi praktek-praktek sihir yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-sehari yang sangat membahayakan bagi kelangsungan aqidah ke Islaman kita.

Menjadi sebuah keniscayaan bagi kita untuk senantiasa memelihara kekokohan aqidah diri kita, anak dan keluarga serta lingkungan kita dari pengaruh-pengaruh sihir yang diusung oleh kroni-kroni syaithan yang berbentuk manusia dalam menyesatkan manusia.
أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ أَمَّا بَعْدُ

Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah.

Tidak ada cara yang terbaik untuk menangkal pengaruh sihir kecuali kita senantiasa berupaya mendekatkan diri dengan meningkatkan iman dan amal shaleh kepada Allah Swt.

Akhirnya, semoga Allah Swt. selalu membimbing kita dalam kita menjalani kehidupan dunia ini, sehingga dapat istiqamah di atas agama-Nya yang mulia serta berpijak di atas manhaj Rasulullah Saw. dan para sahabatnya serta selalu berlindung kepada Allah Swt.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
“Wahai Rabb kami, Janganlah Engkau sesatkan hati-hati kami setelah Engkau beri kami hidayah dan karuniakanlah kepada kami kasih sayang dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Pemberi.” (Ali Imran: 8)

رَبّنَآ ءَاتِنَا فِى الدّنْيَ حَسَنَةً وَ فِى اْلَخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النّارِ، وَ الْحَمْدُ لِ رَبِ الْعَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ

وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

Assalamualaikum Wr. Wb.
SUMBER :

Kop Bulletin

Lembar Kajian
Syakhshiyyah Islamiyyah
Sabtu, 27 Rajab 1436H/16 Mei 2015
Edisi 37 Tahun XII/1436/2015
Oleh : K.H. Athian Ali M. Da`i , Lc, MA
araDiedit untuk Khotbah Jumat/Tausyiyah
2015 0515-Dosa Besar Sihir
oleh : H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA
http://arasitusislam.com/
https://arozakabuhasan.wordpress.com/
http://arozakabuhasan.blogspot.com/

Posted on 17 Mei 2015, in KHUTBAH JUMAT and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

ARA

Hidup adalah amanah dari Allah Swt.

WordPress.com Apps

Apps for any screen

syiah981

bersama masuk surga

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

SITUSARA situs ara

bersama membentengi akidah ummat

"masjid tanpa warna" MASJID AL-FAJR

Membentengi akidah sesuai Al-Quran dan Hadist

ARA-SILSILAH

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

%d blogger menyukai ini: