Khutbah Jumat Waktumu Hidupmu

Image012Waktumu Hidupmu oleh : Ahmad Humaedi

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ
Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan, rezeki dan kesehatan kepada kita.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad Saw.
Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah
Firman Allah (QS Al Ashr 103:1-3)

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣﴾
1. demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Menikmati hidup merupakan perkara khusus dan tidak setiap orang bisa membuktikannya dan menjalaninya. Menikmati hidup bukan berarti pasrah tak bergerak, namun sebuah proses untuk menjadi lebih baik, lebih berarti, lebih member dan jauh lebih baik lagi dari segala yang baik.

Menikmati hidup adalah proses yang tak berhenti, terus melaju, terus bergerak, terus berputar dan bisa jadi kembali lagi.
Ada sulit, ada kesal, ada kemudahan, ada segalanya. Poros waktu itulah perjalanan manusia yang tak akan pernah berhenti. Hidup adalah waktu, dan waktu adalah hidup. Ungkapan ini mengandung makna dan interpretasi yang dalam dan jauh.

sahabatnabiMemanfaatkan waktu, itulah kunci hidup untuk hidup. Konstribusi waktu adalah yang sesungguhnya untuk merubah nasib, memperbaiki keadaan, atau walau hanya membuat planning. Waktu menunjukkan orang, memperlihatkan sesungguhnya siapa sebenarnya. Baik atau tidak, benar atau salah. Waktu merupakan barometer untuk mengungkap manusia seutuhnya, bumi menjadi saksinya.

Anas bin Malik berkata : “Bumi ini akan menyeru setiap hari dengan sepuluh macam seruan:
1. Wahai anak Adam, engkau berjalan diatas punggungku, sedang tempat kembalimu di dalam perutku.
2. Engkau berbuat dosa diatas pungungku, sedang engkau akan disiksa di dalam perutku.
3. Engkau tertawa diatas punggungku, sedangkan engkau akan menangis didalam perutku.
4. Engkau bergembira diatas punggungku, sedangkan engkau akan bersedih didalam perutku.
5. Engkau mengumpulkan harta diatas punggungku, sedang engkau akan menyesal didalam perutku.
6. Engkau memakan makanan diatas punggungku, sedang-kan cacing-cacing akan memakanmu dalam perutku.
7. Engkau sombong diatas punggungku, sedangkan engkau akan merasa hina didalam perutku.
8. Engkau berjalan-jalan diatas punggungku, sedang engkau akan jatuh dalam kesedihan didalam perutku.
9. Engkau berjalan dibawah sinar matahari, bulan dan lampu, sedang engkau akan berada di tengah-tengah kegelapan didalam perutku.
10. Engkau berjalan-jalan bersama orang-orang, sedangkan kamu akan tinggal sendirian dalam perutku.

Segalanya berdasarkan waktu, sejauh mana manusia dapat memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya. Jangan biarkan penyesalan datang, apalagi kalau sudah berada di alam akhirat. Semua menjadi tak berguna.

Firman Allah (QS.An Naba 78:40)
إِنَّا أَنذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنتُ تُرَابًا ﴿٤٠﴾
40. Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata:”Alangkah baiknya sekiranya dahulu adalah tanah”.

Penyesalan yang berkepanjangan, karena waktu tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk melakukan pengabdian kepada Allah swt. Ayat ini ibrah yang dalam bgi siapa saja yang masih memiliki sejumput iman dalam hati.

Hadirin Rohimakumullah. Hidup Sangat Berharga.
Andai hidup bergelimang dengan harta yang sangat banyak, berlimpah, semuanya tak akan pernah bisa menjadi pengganti dan menebus waktu yang telah lalu, dilewatkan. Waktu sangat berharga dari apapun di dunia ini. Waktu tak bisa diganti jika telah lewat. Keberadaan waktu membuat manusia tersadarkan, melakukan introspeksi, dan bekal yang sangat berharga.

• Waktu seperti disebutkan Syeik Al Qaradhawi merampas semua milik manusia.
• Hasan Al Banna berkata, “waktu adalah kehidupan.Tidak ada sesuatupun dalam kehidupan manusia kecuali waktu yang dilewatinya mulai dari lahir hingga ajal menjemputnya.”
• Imam Hasan Al Bashri berkata: “Hai anak Adam, sesungguhnya engkau adalah hari-hari yang dikumpulkan. Setiap harimu berlalu,maka berlalulah bagianmu”.

Sangat berharga waktu memberikan konstribusi bagi kehidupan, mengatur langkah manusia, menentukan nasib masa depan manusia, bahkan menjelaskan siapa sebenarnya manusia tersebut.

• Sahabat Rasul saw yang mulia Abdullah bin Mas`ud berkata : “Aku tidak pernah menyesali sesuatu sebagaimana akumenyesali hari ketika matahari tenggelam, karena itu berarti umurku telah berkurang dan amalku tidak bertambah”.
• Dalam bahasa yang lain Al Hakim berkata: “Siapa yang melewati satu hari dari umurnya tanpa ada satu kewajiban yang dia tunaikan, atau amal wajib yang dia lakukan, atau kemuliaan yang dia wariskan, atau pujian yang dia raih, atau kebajikan yang dia pelopori, atau ilmu yang dia cari, maka dia telah mendurhakai hari itu dan dia telah menzalimi dirinya sendiri”
• Sedangkan Sayidina Ali bin Abi Thalib berkata: “Rezeki yang tidak diperoleh hari ini masih dapat diharapkan lebih dari itu diperoleh esok. Namun, waktu yang telah berlalu hari ini tidak mungkin dapat diharapkan kembali esok”.

Banyak ayat didalam Al Quran yang dimulai dengan sumpah Allah swt. dengan waktu, itu semua salah satunya menunjukkan waktu sangat berharga, tidak bisa diganti, menentukan nasib manusia, mengatur iman dan amal saleh, memberikan ketenangan dan kedamaian. Seperti dalam surat Al Ashr diawal khutbah ini.

Secara umum setiap Allah bersumpah menggunakan sesuatu memiliki arti at tanbih. Yakni sebuah peringatan agar kita memperhatikannya dengan seksama.
• Demi masa itu artinya kita diperintahkan untuk memperhatikan waktu secara seksama, tidak lalai, menggunaklannya dengan hal yang bermanfaat dan menghindarkan diri dari pelbagai hal yang tidak mengandung manfaat, perbuatan laghau (sia-sia).

waktu1Mengatur waktu.
• Umar bin Abdul Aziz berkata: “Sesungguhnya malam dan siang itu bekerja untukmu, maka bekerjalah kamu untuk keduanya” Secara tersirat pada nasihat tersebut terdapat himbauan kepada segenap orang beriman untuk mengisi waktu dengan sebaik-baiknya, jangan di sia-siakan, dapat mengatur dengan sebaik-baiknya dan jangan pernah melalaikannya.”
• Rasulullah saw bersabda : “Apabila engkau berada diwaktu petang, maka janganlah engkau menunggu-nunggu datangnya waktu pagi. Dan apabila engkau berada diwaktu pagi, maka janganlah engkau menunggu-nunggu datangnya petang. Ambillah kesempatan dari masa sehatmu untuk persiapan waktu sakitmu dan dari hidupmu untuk bekal matimu” (HR. Al Bukhari dan Abdullah bin Umar).
• Dalam hadits yang lain disebutkan : “Bersegeralah beramal saleh, kelak akan fitnah-fitnah bagai sepotong kegelapan malam; pagi hari seseorang menjadi mukmin dan sorenya menjadi kafir. Sore kafir dan paginya mukmin. Ia akan menjual agamanya dengan barang duniawi” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Hadirin rohimakumullah
Salah satu prinsip mengatur waktu adalah jangan pernah lalai dalam melakukan amal saleh. Jika ada kesempatan untuk melakukan amal yang mengandung maslahat dan manfaat harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sebab, begitu kesempatan itu berlalu tak ada lagi yang bisa dibanggakan, hilang sudah moment yang penting. Berlalunya waktu mengandung makna berakhirnya kesempatan.

Oleh karenanya Allah swt. memerintahkan semua manusia untuk selalu bersegera melakukan kebaikan dan merebut surga.
Firman Allah (QS Ali Imran 3:133):
133. dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”

Dan ayat yang semakna (QS. Al Hadit 57:21; QS Al Anbiya 21:30)

Kedua, ada skala prioritas.
Pekerjaan yang terjadwal yang dilakukan sesuai dengan waktunya. Hindarkan diri dari pola hidup yang tak terarah, tak terukur dan semaunya.

Rasulullah saw telah memberikan nasihat agar manusia senantiasa bisa mengatur waktu dengan sebaik-baiknya. Rasu saw bersabda:
“Orang yang berakal sebaiknya mempunyai empat waktu :
• satu waktu untuk bermunajat kepada Rabbnya
• satu waktu untuk introspeksi
• satu waktu untuk memikirkan ciptaan Allah
• dan satu waktu imtuk memenuhi hajat makanandan minumannya (HR Ibnu Hibba dan Abu Dzar)

Ketiga, menjaga produktivitas.
Hidup manusia selalu bermula dari etos dan produktivitas diri. Siapa yang mampu menjaga kontinyuitas amal dan berkesinambungannya maka tak`diragukan lagi dia akan meraih apa yang dicita-citakannya.

Banyak orang yang gagal karena tidak mampu menjaga etosnya. Semangat dipermulaan, namun lemah ketika menjalaninya. Heroik dalam program, namun tak kuasa dalam menerima beban dlam melaksanakannya

Dimanapun, setiap muslim seyogiyanya menjaga kesinambungan fikiran dan amal.
Umar bin Khattab berkata: “Sesungguhnya aku benci jika melihat salah seorang diantara kalian berpangku tangan, tanpa amal, baik amal dunia maupun amal akhirat”.

Keempat, Semua terbingkai dalam mencari ridho dan cinta Allah. Waktu yang tersedia, kesempatan yang ada, komitment diri yang telah ditentukan, semuanya mengacu dalam bingkai meraih ridha dan cinta Allah.

Firman Allag (QS Al Qashash 28:77)
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ ﴿٧٧﴾
77. dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

KALIGHRAFI ALLAH-MUHAMMAD

KALIGHRAFI
ALLAH-MUHAMMAD

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ أَمَّا بَعْدُ

Jamaah shalat jum’at yang berbahagia.
Ya Allah, jadikan akhir hidup kami husnul khatimah.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

بَارَكََ اللهََ لِيْ وَ لََكُمْ فيِِ الْْقُرْآنِِ الْْعَظِيْمِْ وَن َفََعَنِيْ وَإِِيَاكُُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْْلآيَاتِ وَ الذِكْْرِِ الْْحَكِيْمِِ أَقُُوْلُ قََوْلـِيِْ هَذَا وَأسْتَغْفِْرُ اللهََ لِي وَ لََكًُمْ

Assalamu`alaikum Wr. Wb
* Dikutip dari Bulletin Majelis Al Mustanir Edisi 078
Judul asli : Waktumu Hidupmu
Oleh : Ahmad Humaedi

araDiedit ulang untuk Khutbah Jumat/Tausiyah
Oleh
H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

http://arasitusislam.com/ https://arozakabuhasan.wordpress.com/ http://arozakabuhasan.blogspot.com/

Posted on 29 Mei 2015, in KHUTBAH JUMAT and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

ARA

Hidup adalah amanah dari Allah Swt.

WordPress.com Apps

Apps for any screen

syiah981

bersama masuk surga

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

SITUSARA situs ara

bersama membentengi akidah ummat

"masjid tanpa warna" MASJID AL-FAJR

Membentengi akidah sesuai Al-Quran dan Hadist

ARA-SILSILAH

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

%d blogger menyukai ini: