Monthly Archives: June 2015

Khutbah Jumat Syaitan musuh yang nyata

Athian1Syaitan musuh yang nyata oleh : KH. Athian Ali M. Da`i , Lc, MA

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ
Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan, rezeki dan kesehatan kepada kita.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad Saw.
Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah
Firman Allah (QS Al Baqarah 2:166)
“Ingatlah (yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa (azab); dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.

Ayat diatas dipertegas apa yang tersirat dan tersurat pada ayat sebelumnya (ayat 165). Bahwa keberadaan sebagian manusia yang mengabdi kepada selain Allah hanya karena mengikuti orang-orang yang sesat dan menyesatkan tanpa didasari ilmu.
Pada ayat 166 mereka diingatkan bahwa orang-orang yang diikuti nanti di akhirat akan berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya.

Pada ayat ini Allah mengingatkan kepada orang-orang yang tersesat agar nanti diakhirat tidak berharap mendapatkan perlindungan dari Allah, bahwa mereka tidak bersalah dan bahwasanya yang bersalah adalah orang-orang yang menyesatkan, karena orang-orang yang menyesatkan kelak di akhirat nanti akan cuci tangan dengan menyatakan bahwa mereka tidak punya kuasa untuk menyesatkan orsng lsin.

Bahkan bukan hanya orang-orang penyesat (kafir) saja berlepas diri, tapi iblis laknatullah juga akan cuci tangan tatkala putusan hokum telah dilaksanakan.

Firman Allah (QS Ibrahim 14:22)
22. dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

Ayat ini mengisyaratkan bahwa setan melimpahkan kesalahan kepada orang-orang kafir dan orang-orang yang berbuat maksiat bahwa ketika di dunia ia tidak memiliki kekuasaan sedikitpun untuk menyesatkan; yang ia mampu lakukan hanyalah sekedar mengajak dan orang-orang sesat itu mengikuti ajakannya.

Allah Swt mengingatkan pernyataan dan pengakuan iblis sebagaimana QS Shaad 38:82-83
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ ﴿٨٢﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ ﴿٨٣﴾
82. iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, 83. kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka [1304].

[1304] Yang dimaksud dengan mukhlis ialah orang-orang yang telah diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah s.w.t.

Paling tidak ada 3 hal yang bisa kita petik hikmahnya di ayat ini:
1.Iblis sadar betul bahwa tanpa seizing Allah dirinya tidak punya kuasa apapun untuk menyesatkan manusia.
2.Iblis bertekad mau menjerumuskan semua manusia.
3.Iblis mengakui bahwa dirinya tidak bisa menyesatkan hamba-hamba-Nya Yang ikhlas beribadah kepada Allah.

Diujung ayat dinyatakan 2:166. (yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.

Hal ini menegaskan bahwa mereka yang menyesatkan dan disesatkan di akhirat nanti akan sama-sama melihat azab yang akan diterimanya, maka putuslah semua urusan sebab akibat yang terjadi di dunia. Putus semua hubungan pertalian antara yang menyesatkan dan yang disesatkan, masing-masing dihadapan Allah akan menanggung segala macam perbuatan yang telah diperbuatnya.

Pada ayat berikutnya QS Al Baqarah 2:167

وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا مِنَّا ۗ كَذَ‌ٰلِكَ يُرِيهِمُ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ ۖ وَمَا هُم بِخَارِجِينَ مِنَ النَّارِ ﴿١٦٧﴾

167. dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya Kami dapat kembali (ke dunia), pasti Kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.

Di ayat ini menggambarkan penyesalan yang tiada guna: “Seandainya Kami dapat kembali (ke dunia)”
أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ أَمَّا بَعْدُ

Jamaah shalat jum’at yang berbahagia.

Sedangkan pada ayat berikutnya (QS Al Baqarah 2:168) Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

168. Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Yang menarik dibalik perintah “makanlah yang halal lagi baik (thayyib)” disini tersirat bahwa tidak semua yang halal itu thayyib (baik). Contohnya bagi orang-orang yang secara medis mengidap penyakit tertentu, maka ada makanan yang termasuk halal tapi tidak thoyyib (baik) untuk dimakan.

Pada lanjutan ayat dinyatakan : dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan yang mengandung arti bahwa orang-orang yang mengikuti langkah-langkah setan berarti telah menjadi pengikutnya. Padahal Allah telah menegaskan di penghujung ayat: “karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu” jelas oleh Allah dinyatakan setan itu musuh yang nyata.

Dan Firman Allah QS Al Baqarah 2:169 : 169. Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.

Hati-hati jangan kita salah langkah, ingat sesungguhnya setan selalu berada disekeliling kita. Insya Allah dengan kita selalu ingat (dzikir) kepada Allah : kita merasakan benar-benar bahwa “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”
Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah.
Ya Allah, jadikan akhir hidup kami husnul khatimah.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

بَارَكََ اللهََ لِيْ وَ لََكُمْ فيِِ الْْقُرْآنِِ الْْعَظِيْمِْ وَن َفََعَنِيْ وَإِِيَاكُُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْْلآيَاتِ وَ الذِكْْرِِ الْْحَكِيْمِِ أَقُُوْلُ قََوْلـِيِْ هَذَا وَأسْتَغْفِْرُ اللهََ لِي وَ لََكًُمْ

Assalamu`alaikum Wr. Wb
* Dikutip dari Bulletin Majelis Ta`lim Forum Ulama Ummat Indonesia Edisi 11/Th.XII/1436H/2014 Sabtu 8 Muharam 1436H / 1 Nopember 2014M
Judul asli : Berlepas Diri

araDiedit ulang untuk Khutbah Jumat/Tausiyah
Oleh
H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

http://arasitusislam.com/ https://arozakabuhasan.wordpress.com/ http://arozakabuhasan.blogspot.com/

Ukhuwwah Islamiyah-Persaudaraan

Allah-5-250x205Ukhuwwah Islamiyah-Persaudaraan

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ
Kaum muslimin jamaah jumat rahimakumullah.
Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan, rezeki dan kesehatan kepada kita.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad Saw.
Jamaah shalat jum’at yang berbahagia.
Ayyuhal muslimun ! Bertakwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala. “Dan perbaikilah hubungan diantara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang beriman.” (QS. Al-Anfal :1)
Hadirin rohimakumullah
Salah satu prinsip besar yang dibangun oleh Islam ialah prinsip ukhuwwah (persaudaraan) di antara sesama orang beriman.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
“Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara.” (QS. Al-Hujurat :10)
Jika hubungan persaudaraan yang ada di antara manusia sangat beraneka ragam menurut macam-macam tujuan dan maksudnya, maka hubungan persaudaraan yang paling kokoh talinya, paling mantap jalinannya, paling kuat ikatannya, dan paling setia kasih sayangnya ialah persaudaraan orang-orang mukmin.
Karena persaudaraan semacam ini tidak putus talinya, tidak akan berubah karena perubahan zaman, dan tidak akan berbeda karena perbedaan orang dan tempat.
Persaudaraan yang berlandaskan akidah dan iman, serta berdasarkan agama yang murni karena Rabb Yang Maha Esa senantiasa mampu mempersatukan umat Islam dari berbagai penjuru.
Inilah rahasia kekuatan dan kekokohannya. Inilah kunci keakraban yang ada di belahan bumi bagian timur maupun barat. Dan inilah yang membuat mereka menjadi satu kesatuan yang pilar-pilarnya sangat kuat dan bangunannya sangat kokoh. Sehingga badai topan pun tidak sanggup menggoyahkannya. Ia laksana bangunan yang dibangun dengan timah dan ibarat tubuh yang satu.
Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari Radiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullahu Shallallahu ‘Alaihi wasallam bersabda :
“Sesungguhnya orang mukmin bagi mukmin (lainnya) bagaikan bangunan yang satu sama lain saling menguatkan.” (Shahih Al-Bukhari, 481, dan Shahih Muslim, 2585 ). Dan beliau pun menyilangkan jari-jemarinya,” kata Abu Musa.
Sementara An-Nu’man bin Basyir Radiyallahu ‘Anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :
“Perumpamaan orang-orang beriman di dalam cinta dan kasih sayang mereka adalah seperti tubuh. Jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka anggota tubuh lainnya akan memberikan kesetiaan kepadanya dengan berdagang (susah tidur) dan demam.” (HR. Al-Bukhari, 6011 dan Muslim, 2587 )
Saudara-saudara sekalian !
Sesungguhnya ukhuwwah Islamiyah adalah ruh dari iman yang kuat dan inti dari pada perasaan yang meluap-luap yang dirasakan oleh seorang muslim terhadap saudara-saudaranya yang seakidah.
Dengan perasaan itu, maka hilanglah perbedaan kesukuan dan warna kulit, lenyaplah perbedaan ras, dan matilah fanatisme kebangsaan dan kesukuan. Sehingga yang ada hanyalah pondasi besar yang menjadi landasan berdirinya masyarakat Islam internasional yang dihimpun oleh satu tali dan dinaungi satu bendera, yakni bendera iman dan tali ukhuwwah Islamiyah.
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :
يَآأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لتعارفوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha0 Mengenal ” (QS. Al-Hujurat :13)
Saudara-saudara seiman dan seagama !
Di dalam masyarakat Islam yang berlandaskan akidah iman dan bertemu pada titik syi’ar Islam, persaudaraan akidah menggantikan persaudaraan nasab (darah), dan ikatan iman menggantikan ikatan-ikatan materi, kepentingan individu maupun ambisi pribadi. Di situ seorang mencintai saudara-saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri. Ia merasa sedih bila mereka sedih dan ia merasa senang bila mereka senang. Ia selalu berbagi suka dan duka bersama mereka.
Oleh karena itu Islam memberantas gejala-gejala egoisme dan mental suka mementingkan diri sendiri. Karena ia merupakan kecenderungan yang tercela dan bencana yang buruk yang diberantas oleh Islam serta diganti dengan rasa persaudaraan dan persahabatan.
Wahai umat Islam sekalian ! Di dalam sejarah kita mendapat banyak contoh nyata dan peristiwa yang tiada tara yang menggambarkan betapa kuatnya ikatan persaudaraan di antara sesama umat Islam.
Yang paling masyhur ialah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan kaum Anshar. Sehingga setiap orang Anshar memiliki saudara dari kalangan Muhajirin. Bahkan ada orang Anshar yang mengajak saudaranya dari kalangan Muhajirin ke rumahnya, kemudian ia menawarkan kepadanya untuk berbagi harta bendanya yang ada di rumahnya. Dan ia pun siap berbagi suka dengannya. Persaudaraan manakah di dunia ini yang bisa menandingi ukhuwwah Islamiyah tersebut ?
Kemudian apa yang terjadi setelah banyak umat Islam dikuasai hatinya oleh materi, peradaban yang palsu merajalela di mana-mana, dan dunia melompat dari tangan ke dalam hati, lalu bertemu dengan iman yang lemah dan pendidikan yang salah, dan melaju bersama kesenangan dan materi, lalu tunduk di hadapan tantangan yang menghadang ?
Yang terjadi setelah itu adalah ketegangan hubungan sosial di antara sesama karena sebab yang sangat sepele. Bahkan ketegangan itu pun terjadi diantara orang-orang yang memiliki hubungan dekat, baik hubungan nasab (keturunan), perkawinan, persahabatan maupun tetangga. Sehingga pertikaian merajalela, pertengkaran terjadi di mana-mana, perpecahan meluas, dan pemutusan hubungan menjadi-jadi.
Kondisi itu menyebabkan hilangnya kasih sayang dan kejernihan, menimbulkan perpecahan dan gugat-menggugat, lalu memicu timbulnya sikap egois dan mementingkan diri sendiri Hal itu dipicu oleh lemahnya ukhuwwah Islamiyah di antara umat Islam, bahkan diantara sesama anggota keluarga.
Misalnya, ada orang yang terlibat pertengkaran kecil dengan saudara kandungnya karena memperebutkan secuil harta. Lalu masalahnya menjadi pelik dan semakin besar. Para juru runding gagal mendamaikan mereka.
Masing-masing ngotot ingin menempuh jalur hukum dan mondar-mandir ke pengadilan hanya untuk melampiaskan dendam kepada saudaranya sendiri, gara-gara segenggam harta atau sejengkal tanah.
Bahkan ada orang yang tidak bertegur sapa dengan saudara kandungnya selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Subhanallah !
Mengapa semua ini bisa terjadi ? Seorang adik menggugat kakak kandungnya ke pengadilan !
Ada pula orang yang tidak pernah berkunjung ke rumah pamannya atau saudara sepupunya. Bahkan juga tidak pernah menghubunginya melalui telpon untuk sekedar basa-basi. Dan itu bisa bertahan selama bertahun-tahun.
Ada kawan dekat dan teman akrab yang bersahabat selama bertahun-tahun dalam suasana yang harmonis. Lalu tiba-tiba terjadi sedikit kesalah pahaman dan mendadak tali persahabatannya putus begitu saja, bahkan berubah menjadi permusuhan, dendam, dan buruk sangka.
Ada tetangga dekat yang dinding rumahnya berhimpitan dengan dinding rumah anda. Anda menyukainya dan dia pun menyukai anda. Anda suka berkunjung kerumahnya dan dia pun suka berkunjung ke rumah anda. Tiba-tiba anak-anak seperti biasa bertengkar, lalu para ibu ikut campur, teriakan membahana, dan para ayah yang berakal sehat pun terlibat.
Akibatnya, terjadi perang dahsyat di antara mereka. Kata-kata kotor meluncur, tangan diacung-acungkan, dan pihak berwenang pun ikut campur. Hasilnya, terputusnya hubungan secara permanen, permusuhan abadi dan caci maki di depan umum.
Bahkan tidak jarang mendorong seseorang untuk pindah rumah dan balas dendam.
Allahul musta’an ! Inikah umat yang bersatu ? Inikah ajaran Ukhuwwah Islamiyyah yang benar ? Cukuplah, wahai hamba-hamba Allah ! Hentikanlah permusuhan dan pertengkaran ! Awas, jangan sampai setan berhasil mengadu domba ! Berdamailah, wahai orang-orang yang berseteru !
Sambunglah hubungan, wahai orang-orang yang memutuskan hubungan ! Karena dampak buruk dari perseteruan dan pemutusan hubungan itu sangat besar, baik di dunia maupun di Akhirat. Tidaklah anda mendengar sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
“Tidak halal bagi seorang muslim menjauhi saudaranya (sesama muslim) lebih dari tiga malam (hari). Mereka berdua berjumpa lalu yang ini berpaling dan yang ini pun berpaling. Dan yang terbaik di antara mereka berdua adalah orang yang memulai mengucapkan salam.” (Shahih Al-Bukhari, 6077 dan Shahih Muslim, 2560 )
Atau sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam :
“Tolonglah saudaramu dalam posisi sebagai orang zhalim maupun korban kezhaliman.” (Shahih Al-Bukhari, 2443 )
“Amal manusia ditunjukkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis. Lalu orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni dosanya, kecuali orang yang memendam rasa permusuhan dengan saudaranya. Dia (Allah) berfirman : “Tinggalkan kedua orang ini sampai mereka berdamai.” (HR.Muslim dan lain-lain)
Di sisi lain, sejauh mana dukungan umat Islam dalam mewujudkan ukhuwwah Islamiyah ? Dalam arti, siapakah diantara kita yang mau melihat kondisi saudara-saudaranya dan keadaan tetangganya, terutama orang-orang yang miskin, lemah, tidak berdaya dan membutuhkan uluran tangan ? Maka siapa pun yang memiliki kelebihan uang, makanan atau pakaian hendaknya mencari saudara-saudaranya yang membutuhkan bantuan.

Wahai umat Islam ! Ketika mengingatkan tentang kewajiban membangun Ukhuwwah Islamiyyah, kita tidak boleh melupakan saudara-saudara kita yang seiman dan seakidah di berbagai belahan dunia. Kita semua berkewajiban memberikan bantuan, dukungan, doa, sumbangan, dan pertolongan kepada mereka. Lebih-lebih mereka yang tengah berjuang dengan tabah dan minoritas muslim yang tertindas di mana-mana. Mereka sangat membutuhkan dukungan, bantuan dan doa.

أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

Islam itu indah

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ أَمَّا بَعْدُ
Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah.
Ibadallah ! Bertakwalah kepada Allah SWT. Dan ketahuilah bahwa salah satu konsekuensi takwa adalah menunaikan hak-hak ukhuwwah Islamiyyah.
Maka mari kita berbuat untuk mencintai saudara-saudara kita yang seiman dan seagama sebagaimana anda mencintai diri kita sendiri.
Yahya Ar-Razi berkata : “Hendaknya setiap orang mukmin minimal mendapatkan tiga hal dari anda :
jika anda tidak bisa memberinya manfaat (keuntungan) maka jangan memberinya mudharat (kerugian),
jika anda tidak bisa membuatnya gembira maka jangan membuatnya bersedih, dan
jika anda tidak mau memujinya maka jangan mencelanya.”
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah !
Sesungguhnya menelantarkan seorang muslim adalah perkara besar yang bisa menyebabkan putusnya ukhuwwah Islamiyyah dan mendatangkan kehinaan dan kenistaan bagi semua orang. Dan umat Islam tidak mengalami kehinaan kecuali pada saat tali ukhuwwah Islamiyyah melemah, di saat seorang muslim enggan berhubungan dengan saudaranya. Sementara pada saat yang sama musuh-musuh Islam bersatu padu melawan umat Islam.
وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ إِلاَّ تَفْعَلُوهُ تَكُن فِتْنَةٌ فِي اْلأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ
“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka pelindung bagi sebagian yang lain. JIka kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. Al-Anfal :73)

Bertaubatlah wahai umat Islam, dari penyakit saling menjauhi, saling membantai, saling membenci, dan saling membelakangi. Bergeraklah menuju naungan cinta, perdamaian, tolong-menolong, persaudaraan dan keharmonisan, menggapai kebaikan yang di harapkan, dunia dan Akhirat.
Ketahuilah bahwa yang terbaik di antara mereka yang bertikai itu adalah yang memulai menyambung hubungan dan mengucapkan salam.

YA ALLAH ANUGERAHKAN BAROKAH KEPADA KU DUNIA AKHIRAT

YA ALLAH ANUGERAHKAN BAROKAH KEPADA KU DUNIA AKHIRAT

اللهم اغْـفِـرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْـفِـرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
رَبّنَآ ءَاتِنَا فِى الدّنْيَ حَسَنَةً وَ فِى اْلَخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النّارِ،
وَ الْحَمْدُ لِ رَبِ الْعَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ
وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

Assalamualaikum Wr. Wb.

SUMBER :

[Dikutip dari buku : Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi pertama, ElBA Al-Fitrah, Surabaya .Diposting oleh Yusuf Al-Lomboky]

araDiedit untuk Khotbah Jumat/Tausyiyah
oleh : H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA
http://arasitusislam.com/
https://arozakabuhasan.wordpress.com/
http://arozakabuhasan.blogspot.com/

Khutbah Jumat Demi Waktu (Waktumu Hidupmu)

20141130_083549`Waktumu Hidupmu

Khutbah Jumat di Masjid Al-Fajr Bandung, Jumat 19 Juni 2015

oleh : A. ROZAK ABUHASAN

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ
Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan, rezeki dan kesehatan kepada kita.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad Saw.
Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah
Firman Allah (QS Al Ashr 103:1-3)
وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣﴾

1. demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Menikmati hidup merupakan perkara khusus dan tidak setiap orang bisa membuktikannya dan menjalaninya. Menikmati hidup bukan berarti pasrah tak bergerak, namun sebuah proses untuk menjadi lebih baik, lebih berarti, lebih member dan jauh lebih baik lagi dari segala yang baik.

Menikmati hidup adalah proses yang tak berhenti, terus melaju, terus bergerak, terus berputar dan bisa jadi kembali lagi.
Ada sulit, ada kesal, ada kemudahan, ada segalanya. Poros waktu itulah perjalanan manusia yang tak akan pernah berhenti. Hidup adalah waktu, dan waktu adalah hidup. Ungkapan ini mengandung makna dan interpretasi yang dalam dan jauh.

Memanfaatkan waktu, itulah kunci hidup untuk hidup. Konstribusi waktu adalah yang sesungguhnya untuk merubah nasib, memperbaiki keadaan, atau walau hanya membuat planning. Waktu menunjukkan orang, memperlihatkan sesungguhnya siapa sebenarnya. Baik atau tidak, benar atau salah. Waktu merupakan barometer untuk mengungkap manusia seutuhnya, bumi menjadi saksinya.

QS 103 Al Asyr 1-2 di atas merupakan pernyataan:
وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾
1. demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
Penyesalan pasti terjadi dan akan berkepanjangan, karena apabila waktu tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk melakukan pengabdian kepada Allah swt.pasti rugi. Ayat ini ibrah yang dalam bagi siapa saja yang masih memiliki sejumput iman dalam hati.

Hadirin Rohimakumullah. Hidup Sangat Berharga.
Andai hidup bergelimang dengan harta yang sangat banyak, berlimpah, semuanya tak akan pernah bisa menjadi pengganti dan menebus waktu yang telah lalu, dilewatkan.
Waktu sangat berharga dari apapun di dunia ini.
Waktu tak bisa diganti jika telah lewat. Keberadaan waktu membuat manusia tersadarkan, melakukan introspeksi, dan bekal yang sangat berharga.

Waktu seperti disebutkan Syeik Al Qaradhawi merampas semua milik manusia.
Hasan Al Banna berkata, “waktu adalah kehidupan.Tidak ada sesuatupun dalam kehidupan manusia kecuali waktu yang dilewatinya mulai dari lahir hingga ajal menjemputnya.”
Imam Hasan Al Bashri berkata: “Hai anak Adam, sesungguhnya engkau adalah hari-hari yang dikumpulkan. Setiap harimu berlalu,maka berlalulah bagianmu”.

Sangat berharga waktu memberikan konstribusi bagi kehidupan, mengatur langkah manusia, menentukan nasib masa depan manusia, bahkan menjelaskan siapa sebenarnya manusia tersebut.

Sahabat Rasul saw yang mulia Abdullah bin Mas`ud berkata : “Aku tidak pernah menyesali sesuatu sebagaimana akumenyesali hari ketika matahari tenggelam, karena itu berarti umurku telah berkurang dan amalku tidak bertambah”.
Dalam bahasa yang lain Al Hakim berkata: “Siapa yang melewati satu hari dari umurnya tanpa ada satu kewajiban yang dia tunaikan, atau amal wajib yang dia lakukan, atau kemuliaan yang dia wariskan, atau pujian yang dia raih, atau kebajikan yang dia pelopori, atau ilmu yang dia cari, maka dia telah mendurhakai hari itu dan dia telah menzalimi dirinya sendiri”
Sayidina Ali bin Abi Thalib berkata: “Rezeki yang tidak diperoleh hari ini masih dapat diharapkan lebih dari itu diperoleh esok. Namun, waktu yang telah berlalu hari ini tidak mungkin dapat diharapkan kembali esok”.

Banyak ayat didalam Al Quran yang dimulai dengan sumpah Allah swt. dengan waktu, itu semua salah satunya menunjukkan waktu sangat berharga, tidak bisa diganti, menentukan nasib manusia, mengatur iman dan amal saleh, memberikan ketenangan dan kedamaian.

Secara umum setiap Allah bersumpah menggunakan sesuatu memiliki arti sebuah peringatan agar kita memperhatikannya dengan sungguh-sungguh, memperhatikannya dengan seksama.

Demi masa itu artinya kita diperintahkan untuk memperhatikan waktu secara seksama, tidak lalai, menggunaklannya dengan hal yang bermanfaat dan menghindarkan diri dari pelbagai hal yang tidak mengandung manfaat, perbuatan laghau (sia-sia).

Rasulullah saw bersabda : “Apabila engkau berada diwaktu petang, maka janganlah engkau menunggu-nunggu datangnya waktu pagi. Dan apabila engkau berada diwaktu pagi, maka janganlah engkau menunggu-nunggu datangnya petang. Ambillah kesempatan dari masa sehatmu untuk persiapan waktu sakitmu dan dari hidupmu untuk bekal matimu” (HR. Al Bukhari dan Abdullah bin Umar).
Dalam hadits yang lain disebutkan : “Bersegeralah beramal saleh, kelak akan fitnah-fitnah bagai sepotong kegelapan malam; pagi hari seseorang menjadi mukmin dan sorenya menjadi kafir. Sore kafir dan paginya mukmin. Ia akan menjual agamanya dengan barang duniawi” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Hadirin rohimakumullah
Salah satu prinsip mengatur waktu
adalah jangan pernah lalai dalam melakukan amal saleh.
Jika ada kesempatan untuk melakukan amal yang mengandung maslahat dan manfaat harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Sebab, begitu kesempatan itu berlalu tak ada lagi yang bisa dibanggakan, hilang sudah moment yang penting. Berlalunya waktu mengandung makna berakhirnya kesempatan.

Allah swt. memerintahkan semua manusia untuk selalu bersegera melakukan kebaikan, bersegera kepada ampunannya untuk merebut surga yang dijanjikannya.

Firman Allah (QS Ali Imran 3:133):
133. dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”

Dan ayat yang semakna (QS. Al Hadit 57:21; QS Al Anbiya 21:30)

Kedua, ada skala prioritas.
Pekerjaan yang terjadwal yang dilakukan sesuai dengan waktunya. Hindarkan diri dari pola hidup yang tak terarah, tak terukur dan semaunya.

Rasulullah saw telah memberikan nasihat agar manusia senantiasa bisa mengatur waktu dengan sebaik-baiknya. Rasu saw bersabda:
“Orang yang berakal sebaiknya mempunyai empat waktu :
satu waktu untuk bermunajat kepada Rabbnya
satu waktu untuk introspeksi
satu waktu untuk memikirkan ciptaan Allah
dan satu waktu imtuk memenuhi hajat makanandan minumannya (HR Ibnu Hibba dan Abu Dzar)

Ketiga, menjaga produktivitas.
Hidup manusia selalu bermula dari etos dan produktivitas diri. Siapa yang mampu menjaga kontinyuitas amal dan berkesinambungannya maka tak`diragukan lagi dia akan meraih apa yang dicita-citakannya.

Banyak orang yang gagal karena tidak mampu menjaga etosnya. Semangat dipermulaan, namun lemah ketika menjalaninya. Heroik dalam program, namun tak kuasa dalam menerima beban dlam melaksanakannya

Dimanapun, setiap muslim seyogiyanya menjaga kesinambungan fikiran dan amal.
Umar bin Khattab berkata: “Sesungguhnya aku benci jika melihat salah seorang diantara kalian berpangku tangan, tanpa amal, baik amal dunia maupun amal akhirat”.

Keempat, Semua terbingkai dalam mencari ridho dan cinta Allah. Waktu yang tersedia, kesempatan yang ada, komitment diri yang telah ditentukan, semuanya mengacu dalam bingkai meraih ridha dan cinta Allah.

أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ أَمَّا بَعْدُ

Jamaah shalat jum’at yang berbahagia.

Mari kita memohon kepada Allah Swt.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

بَارَكََ اللهََ لِيْ وَ لََكُمْ فيِِ الْْقُرْآنِِ الْْعَظِيْمِْ وَن َفََعَنِيْ وَإِِيَاكُُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْْلآيَاتِ وَ الذِكْْرِِ الْْحَكِيْمِِ أَقُُوْلُ قََوْلـِيِْ هَذَا وَأسْتَغْفِْرُ اللهََ لِي وَ لََكًُمْ

Assalamu`alaikum Wr. Wb
* Dikutip dari Bulletin Majelis Al Mustanir Edisi 078
Judul asli : Waktumu Hidupmu
Oleh : Ahmad Humaedi

araDiedit ulang untuk Khutbah Jumat/Tausiyah
Oleh
H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

http://arasitusislam.com/ https://arozakabuhasan.wordpress.com/ http://arozakabuhasan.blogspot.com/

MARHABAN RAMADHAN (BAGAIMANA MENYAMBUT RAMADHAN)

puasa-selamat-300x262`

MARHABAN RAMADHAN (BAGAIMANA MENYAMBUT RAMADHAN)

Assalamu’alaikum w.w.

KHUTBAH PERTAMA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِلإِسْلاَمِ، وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللهُ،

وَالْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ

كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ ، وَبَعْدُ :

Puji Syukur bagi Allah, yang memberi hidayah Islam kepada kita, yang selamanya tak akan mendapat hidayah seandainya Allah tidak memberikan hidayah itu kepada kita.

Dan segala Puji bagi Allah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang kafir benci.

Sholawat serta salam semoga Allah curahkan selalu kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW., kepada keluarga, sahabatnya dan kepada kita serta pengikutnya hingga akhir zaman., Amin Ya Robbal Alamin.

Kaum muslimin rahimakumullah
Marilah kita selalu meningkatkan taqwa kepada Allah Swt. Kita berusaha untuk meningkatkan taqwa dalam arti yang sebenar-benarnya dan selurus-lurusnya. Menjalankan secara ikhlas seluruh perintah Allah Swt., kemudian menjauhi segenap larangan-larangan Nya. Marilah kita lebur hati dan jasad kita kedalam lautan Taqwa yang luasnya tiada bertepi. Marilah kita isi setiap desah nafas kita dengan sentuhan-sentuhan Taqwa. Sebab, hanya dengan Taqwa … InsyaAllah … kita akan memperoleh kebahagiaan hakiki di akherat yang abadi nanti dan kebahagiaan hidup di dunia fana ini,; dan janganlah kita mati sebelum benar-benar dalam keadaan muslim.

Mari kita mohon kepada Allah, Dzat Yang Maha Agung, semoga menjadikan kita termasuk orang-orang yang apabila mendapatkan rizqi bersyukur, apabila mendapatkan cobaan bersabar dan apabila melakukan dosa atau kesalahan mau meminta ampunan.

Hadirin Rahimakumullah BAGAIMANA MENYAMBUT RAMADHAN

Bulan Ramadhan merupakan suatu momentum yang sangat tepat bagi kita kaum muslimin untuk menyamakan persepsi agar kita ditunjukkan jalan yang benar, yaitu jalan dimana para pejuang kebenaran diberikan kejayaan atas orang-orang pembuat kerusakan.

Datangnya bulan Romadhan sudah sewajarnya kita sambut dengan suka cita; Karena demikian banyak kelebihan dan barokah yang dijanjikan Allah Swt. yang akan diberikan kepada orang yang berpuasa. Dulu para sahabat dan tabi’in senantiasa memanjatkan do’a agar di pertemukan kembali dengan bulan Ramadhan. “Ya Allah sampaikan kami kepada bulan Ramadhan berikutnya”. Kitapun seyogianya memanjatkan do`a yang sama yaitu : “Ya Allah sampaikan kami kepada bulan Ramadhan berikutnya”.

Keutamaan Ramadhan.
Keutamaan ini bisa dilihat dari turunnya Al-Qur’an pada bulan Ramadhan. Ini merupakan tanda yang cukup jelas betapa mulianya bulan ini, karena Al-Qur’an adalah Kalamullah yang diturunkan untuk menjadi petunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia.

Allah berfirman “Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana diturunkan al-Qur’an di dalamnya untuk menjadi petunjuk bagi manusia, dan tanda-tanda dari petunjuk dan pembeda (dari yang benar dan batil)”. Untuk itulah Allah mewajibkan orang beriman yaitu kaum muslimin untuk memanfaatkan bulan ini dengan sebaik-baiknya dengan melaksanakan puasa sebagai realisasi rasa syukur kita kepada Allah atas ni’mat bulan Ramadhan. “Barangsiapa menemukan bulan (Ramadhan) maka berpuasalah”.

Ramadhan merupakan bulan puasa, bulan mendirikan sholat, bulan memperbanyak membaca al-Qur’an, bulan yang penuh rahmat, maghfiroh dan pembebasan dari api neraka, bulan dimana segala amal kebajikan dilipatgandakan dan amal keburukan dan maksiat dimaafkan, bulan segala do’a dikabulkan, dan derajatnya ditinggikan. Allah mewajibkan puasa ini agar kita bisa bertaqwa dengan sesungguhnya, sebagaimana firman Allah :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atasmu melaksanakan puasa sebagaimana yang diwajibkan atas kaum sebelummu, agar kamu bertaqwa”.

Di antara keutamaan bulan Ramadhan adalah seperti yang dijelaskan Rasulullah s.a.w. : “Ketika datang malam pertama dari bulan Ramadhan seluruh syaithan dibelenggu, dan seluruh jin diikat. Semua pintu-pintu neraka ditutup , tidak ada satu pintu pun yang terbuka. Semua pintu sorga dibuka hingga tidak ada satupun pintu yang tertutup. Lalu tiap malam datang seorang yang menyeru; “Wahai orang yang mencari kebaikan kemarilah; wahai orang yang mencari keburukan menyingkilah. Hanya Allah lah yang bisa menyelamatkan dari api neraka”. (H.R.Tirmidzi.)

Dalam riwayat Bukhari dari Abu Hurairoh RA berkata: berkata Rasulullah SAW: “Ketika telah masuk bulan Ramadhan maka dibuka pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka jahannam, dan dibeleggu semua syaithan”. Dalam Riwayat Bukhari yang lain; “ketika telah tiba bulan Ramadhan maka di bukakan pinti-pintu sorga”.

Jadi di dalam bulan yang suci ini Allah menjauhkan semua penyebab kehancuran dan kemaksiatan, syaitan diikat dan dibelenggu, hingga tidak kuasa untuk membujuk manusia melakukan kemaksiatan yang keji dan terlarang, karena manusia sibuk melakukan ibadah, mengekang hawa nafsu mereka dengan beribadah, berdzikir dan membaca al-Qur’an.

Ini sekaligus penggugah hamba beriman bahwa tidak ada alasan lagi untuk meninggalkan ibadah dan tidak taat kepada Allah ataupun melakukan maksiat karena sumber utama penyebab kemaksiatan, yaitu syetan yang dibelenggu.

Ditutupnya pintu neraka mempunyai arti bahwa setiap hamba hendaknya tidak lagi melakukan perkara yang munkar dan mengekang diri dari menuruti hawa nafsunya, karena neraka sebagai tempat pembalasannya sedang ditutup. Pintu neraka ditutup semata untuk menghukum syaithan dan saat itulah selayaknya kemaksiatan berkurang dan sirna lalu digantikan dengan perbuatan mulia dan kebajikan.

Hadirin jamaah shalat jumat Rohimakumullah.

Sementara dibukanya pintu-pintu sorga mengisyaratkan terhamparnya kesempatan seluas-luasnya untuk meraih sorga dalam bulan Ramadhan.

Bisa juga itu mengisyaratkan banyaknya pahala dan ampunan yang diturunkan Allah agar mereka yang mengharapkannya berlomba-lomba meningkatkan amal ibadahnya.

Bisa juga maksud dibukanya pintu sorga adalah terbukanya kesempatan bagi hamba Allah untuk lebih meningkatkan ketaatan, dengan terbukanya semua jalan kataatan dan tertutupnya jalan-jalan syetan.
Adapun maksud terbukanya pintu-pintu langit adalah kata kiasan bagi turunnya rahmat Allah dan terbukanya tirai penutup bagi amal-amal hamba, di satu pihak karena taufiq Allah dan di lain pihak karena semua amal akan diterima Allah pada bulan tersebut.

Taibi berkata : Malaikat diperintahkan memintakan rahmat kepada Allah untuk hambanya yang berpuasa dan agar mereka mendapatkan derajat yang mulia. Maka sangat beruntunglah bagi mereka yang mau memanfaatkan kesempatan tersebut, dan mudah-mudahan kita menjadi salah satu dari mereka yang dimuliakan dan diselamatkan dari api neraka di bulan suci tersebut.

Nabi Muhammad s.a.w. telah menceritakan dari tuhannya (Allah).; “Barang siapa berpuasa di bulan suci itu dengan beriman dan mengharap pahala dari sisi Allah maka diampuni segala dosa yang telah ia lakukan” dan barang siapa menghidupkan malam lailatul qadar dengan beriman dan bertulus hati maka diampunilah dosa yang telah ia lakukan.

Berpuasa disertai dengan ketulusan niat ikhlas semata karena Allah akan mengantarkan hamba-hamba Nya mendapatkan ampunan dan mendatangkan rahmat dan keridloan dari Allah.

Inilah kesempatan, peluang terbesar yang terbuka bagi setiap orang beriman, peluang bagi kita semua untuk berlomba-lomba dalam beramal kebajikan dan meninggalkan kemungkaran.

Mari kita bertekad untuk berbuat semaksimal mungkin dalam Ramadhan ini dan meluruskan niat kita untuk berpuasa dan untuk melaksanakan segala perintah Allah, segala amal kebaikan dengan niat ikhlas semata-mata karena Allah.

Demikianlah yang dapat kami sampaikan, mohon maaf atas segala kehilafan dan kekurangan; semoga Allah memelihara iman kita. Semoga Allah berikan kepada kita kesempatan merasakan manisnya iman dalam kehidupan ini dan dapat menyelesaikan Ramadhan tahun ini dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah berkenan menghimpunkan kita di syurga Firdaus yang paling tinggi bersama Rasul Saw, para shiddiqin, syuhada’, dan shalihin sebagaimana Allah himpunkan kita di tempat yang mulia ini. Allahumma amin.

أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ أَمَّا بَعْدُ

Jamaah yang berbahagia.

Pernahkah kita berpikir kalau ramadhan ini adalah ramadhan terakhir yang Allah taqdirkan buat kita, maka apa yang kita akan perbuat di dalamnya?
Seseorang yang tahu kalau hidupnya akan berakhir saat itu, pastinya dia akan menyiapkan segala bekalnya dengan sebaik dan sesempurna mungkin.

Maka dia akan menjadikan ramadhannya kali ini menjadi ramadhan terbaik dan berkualitas dari sebelum-sebelumnya.

Maasyiral muslimin rahimakumullah…

Mari kita berdoa :

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَحْمَدُكَ وَنَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَهْدِيْكَ وَنَعُوْذُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ

Ya Allah, sesungguhnya kami memuji-Mu, meminta tolong kepada-Mu, dan memohon petunjuk dari-Mu, kami berlindung dan bertawakal kepada-Mu, kami memuji-Mu dengan segala kebaikan, kami bersyukur atas semua nikmat-Mu, kami tidak mengingkari-Mu, kami berlepas diri dari siapa pun yang durhaka kepada-Mu. Ya Allah, hanya kepada-Mu kami menyembah, hanya untuk-Mu shalat dan sujud kami, dan hanya kepada-Mu kami berusaha dan bergegas, kami sangat mengharapkan rahmat-Mu dan takut akan siksa-Mu, sesungguhnya azab-Mu benar-benar ditimpakan kepada orang-orang kafir.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu segala kebaikan di dunia dan akhirat yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui, dan kami berlindung kepada-Mu dari semua keburukan di dunia dan akhirat yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui.

رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَاِسْرَافَنَا فِى اَمْرِنَا وَثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَنْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ

Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami, tetapkanlah Pendirian kami, tolonglah kami terhadap kaum kafir (Ali Imran 147)

رَبَّنَالاَتُزِغْ قُلُوْبَنَابَعْدَ اِذْهَدَ يْتَنَا وَهَبْ لَنَامِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ.

رَبَّنَاهَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَجَعَلْنَا لِلْمُتَّقِنَ اِمَامًا

رَبَّنآاَ اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الاخِرَةِحَسَنَةً وَقِنَاعَذَابَ النَّارِْ.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ وَاَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْلأَبْرَارِ يَا عَزِيْزُ يَاغَفَارُ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

AMIN YA ROBBAL ALAMIN.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

Assalamualaikum Wr. Wb.

ara

Diedit ulang untuk Khutbah Jumat/Tausiyah

Oleh

H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

http://arasitusislam.com/

https://arozakabuhasan.wordpress.com/

http://arozakabuhasan.blogspot.com/

RAMADHAN UNTUK MERAIH PREDIKAT TAQWA

Ramadhan RAMADHAN UNTUK MERAIH  PREDIKAT TAQWA

إِنَّ الْحَمْدُِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُبِااللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وِمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
اَشْهَدُ اَنْ لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ وَصَحـْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ؛

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Ilahi Robbi yang telah memberikan limpahan kenikmatan yang tidak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita; kenikmatan yang tidak mungkin bagi kita untuk menghitung-hitungnya; Kita bersyukur atas segala Karunia-Nya terutama nikmat Iman, Nikmat Islam, nikmat Rezeki dan Kesehatan serta kesempatan beribadah dalam bulan Ramadhan sampai hari ini.

Sholawat serta salam semoga Allah curahkan selalu kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW., kepada keluarga dan sahabatnya serta kepada kita dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman., Amin Ya Robbal Alamin.

Jamaah sekalian Rohimakumullah
Bulan Ramadhan, bulan mulia yang penuh barokah; bulan Ramadhan bulan rahmat dan Ramadhan sebagai bulan ampunan semoga Allah memuliakan dan memberikan berkah serta merahmati kita semua; serta semoga Allah mengampuni kita semua. Amin Ya Robbal Alamin.

Hadirin Rohimakumullah
Tiada terasa hari demi hari demikian cepat berlalu, akankah Ramadhan ini akan kita jalani seluruhnya, dan apakah Ramadhan yang akan datang dapat kembali kita jumpai, tak seorang yang tahu hanya doa saja yang dapat kita mohonkan. Semoga Ramadhan ini dapat kita jalani seluruhnya, demikian pula semoga Ramadhan yang akan datang masih dapat kita jumpai, Aamiin Yaa Robbal Aalamiin.
Ikhwatal Iman rahimakumullah… jamaah yang berbahagia.
Ramadhan yang saat ini kita jalani, merupakan bulan Tarbiyah / pendidikan. Allah mewajibkan puasa ini tidak lain agar kita bisa meraih taqwa. firman Allah :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (QS. 2 : 183)
Hadirin semoga dirahmati Allah.
Keutamaan takwa sangat sering kita dengar, antara lain firman Allah,
وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا
Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (Q.s. ath Thalaq: 2).

Juga firman-Nya
, وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (Q.s. ath Thalaq: 4).

Firman Allah QS. Ath Thalaq ayat 5 :
وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا
Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menutupi kesalahan-kesalahannya, dan akan melipatgandakan pahala baginya. (Q.s. ath Thalaq: 5).

HADITS ARBA’IN NAWAWI 18 (PERBUATAN BAIK/TAKWA DAPAT MENGHAPUS DOSA)

عن أبي ذر جندب بن جنادة وأبي عبدالرحمن معاذ بن جبل رضي الله عنهما عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال ” اتق الله حيثما كنت , وأتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن ” رواه الترمذي , وقال : حديث حسن وفي بعض النسخ : حسن صحيح

Dari Abu Dzar, Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdurrahman, Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda :

“Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan susullah sesuatu perbuatan dosa dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya dan bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik”.
(HR. Tirmidzi, ia telah berkata : Hadits ini hasan, pada lafazh lain derajatnya hasan shahih) [Tirmidzi no. 1987]

Hal ini sejalan dengan firman Allah : “Sesungguhnya segala amal kebajikan menghapus segala perbuatan dosa”. (QS. Huud : 114)
Sabda beliau “bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik” maksudnya bergaullah dengan manusia dengan cara-cara yang kamu merasa senang bila diperlakukan oleh mereka dengan cara seperti itu.

Ketahuilah bahwa yang paling berat timbangannya di akhirat kelak adalah akhlaq yang baik.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kamu dan yang paling dekat kepadaku posisinya pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaqnya diantara kamu”.

Akhlaq yang baik adalah sifat para nabi, para rasul dan orang-orang mukmin pilihan. Perbuatan buruk hendaklah tidak di balas dengan keburukan, tetapi dimaafkan serta dibalas dengan kebaikan.

Semoga ibadah Ramadhan kita tahun ini, di terima Allah dan kita mendapatkan predikat taqwa.
أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ أَمَّا بَعْدُ

Jamaah yang berbahagia.

Pernahkah kita berpikir kalau ramadhan ini adalah ramadhan terakhir yang Allah taqdirkan buat kita, maka apa yang kita akan perbuat di dalamnya?
Seseorang yang tahu kalau hidupnya akan berakhir saat itu, pastinya dia akan menyiapkan segala bekalnya dengan sebaik dan sesempurna mungkin.
Maka dia akan menjadikan ramadhannya kali ini menjadi ramadhan terbaik dan berkualitas dari sebelum-sebelumnya.

Maasyiral muslimin rahimakumullah…

Mari kita berdoa :

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَحْمَدُكَ وَنَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَهْدِيْكَ وَنَعُوْذُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ

Ya Allah, sesungguhnya kami memuji-Mu, meminta tolong kepada-Mu, dan memohon petunjuk dari-Mu, kami berlindung dan bertawakal kepada-Mu, kami memuji-Mu dengan segala kebaikan, kami bersyukur atas semua nikmat-Mu, kami tidak mengingkari-Mu, kami berlepas diri dari siapa pun yang durhaka kepada-Mu. Ya Allah, hanya kepada-Mu kami menyembah, hanya untuk-Mu shalat dan sujud kami, dan hanya kepada-Mu kami berusaha dan bergegas, kami sangat mengharapkan rahmat-Mu dan takut akan siksa-Mu, sesungguhnya azab-Mu benar-benar ditimpakan kepada orang-orang kafir.
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu segala kebaikan di dunia dan akhirat yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui, dan kami berlindung kepada-Mu dari semua keburukan di dunia dan akhirat yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui.
رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَاِسْرَافَنَا فِى اَمْرِنَا وَثَبِّتْ اَقْدَامَنَا وَنْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ

Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami, tetapkanlah Pendirian kami, tolonglah kami terhadap kaum kafir (Ali Imran 147)
رَبَّنَالاَتُزِغْ قُلُوْبَنَابَعْدَ اِذْهَدَ يْتَنَا وَهَبْ لَنَامِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ.
رَبَّنَاهَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَجَعَلْنَا لِلْمُتَّقِنَ اِمَامًا
رَبَّنآاَ اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الاخِرَةِحَسَنَةً وَقِنَاعَذَابَ النَّارِْ.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ وَاَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْلأَبْرَارِ يَا عَزِيْزُ يَاغَفَارُ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

AMIN YA ROBBAL ALAMIN.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم
Assalamualaikum Wr. Wb.

2014-09-26 08.50.26Diedit ulang untuk Khutbah Jumat/Tausiyah
Oleh
H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

http://arasitusislam.com/

https://arozakabuhasan.wordpress.com/

http://arozakabuhasan.blogspot.com/

KHUTBAH JUMAT RAMADHAN SABAR DAN SEHAT

alquran

KHUTBAH JUMAT RAMADHAN SABAR DAN SEHAT
(Puasa Menempa Sabar Dan Kesehatan Jiwa)

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ أَمَّا بَعْدُ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah
Pertama-tama, marilah kita tingkatkan kualitas taqwa kita pada Allah dengan berupaya maksimal melaksanakan apa saja perintah-Nya yang termaktub dalam Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasul saw. Pada waktu yang sama kita dituntut pula untuk meninggalkan apa saja larangan Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasul Saw. Hanya dengan cara itulah ketaqwaan kita mengalami peningkatan dan perbaikan.
Selanjutnya, shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita untuk nabi Muhammad Saw

Hadirn Rohimakumullah

SETIAP hari kita melihat banyak orang yang mengeluarkan kata-kata yang tidak baik ketika sedang mengalami kemacetan lalu lintas, dengan sikap yang tidak sabar pula mereka bahkan menambah kemacetan karena tidak sabar menunggu antrian.

Di sisi lain sering kita baca di media massa karena tidak punya uang dan tidak bisa membeli makanan lantas seseorang mencuri sesuatu tapi karena ketahuan lalu membunuh pemilik benda yang dicurinya.

Berita lain seorang ibu bahkan membunuh anaknya karena tidak sabar dengan kenakalan anaknya. Semua kejadian yang memilukan sekaligus memalukan tersebut bersumber dari sikap tidak sabar.
Sabar adalah kemampuan seseorang menerima penderitaan dengan penuh ketabahan dan melihatnya sebagai dari kenikmatan Allah.

Seorang yang sabar akan menganggap cobaan yang dihadapinya sebagai nikmat dari Allah karena di balik cobaan tersebut dia yakin terkandung hikmah yang besar.

Dalam Al-Qur’an Allah menyebutkan kesabaran berkaitan dengan keimanan. Firman Allah: “Wahai orang-orang yang beriman, sabarlah kalian dan saling bersabarlah” (Q.S. ali Imran: 200).
Keimanan adalah keyakinan terhadap Tuhan dengan segala perbuatannya, oleh karena itu seorang yang beriman tentu tidak akan pernah berburuk sangka kepada Tuhan terhadap semua kejadian yang tidak mengenakkan yang sedang di alaminya.

Dalam pandangan Islam sabar mencakup empat hal,
1. pertama, Sabar dalam melaksanakan perintah-perintah Allah dalam segala kondisi, baik dalam keadaan sulit maupun mudah, atau dalam keadaan sehat maupun sakit atau dalam keadaan rela maupun terpaksa.
2. Kedua, menjauhi segala yang dilarang Allah dan mencegah kecenderungan jiwa kepada pekerjaan yang tidak diridhai-Nya.
3. Ketiga, melakukan sunnah dan perbuatan yang mengandung kebaikan yang menyebabkan seorang hamba menjadi lebih dekat kepada-Nya dan menggiring jiwa untuk mencapai tujuan hidup yaitu ridha Allah.
4. Keempat, menerima kebenaran yang datang dari siapapun yang mengajak untuk kebaikan.
Jika seorang hamba terus menerus melakukan kesabaran Allah menjanjikan kegembiraan bagi dirinya dan Allah akan selalu bersamanya.
Firman Allah: “dan apabila kamu semua bersabar maka itu lebih baik bagi orang-orang yang sabar, dan tidaklah kesabaranmu itu kecuali bersama Allah” (Q.S. an-Nahl: 126-127).

Menurut para sufi kesabaran akan menguatkan jiwa sebab seorang yang sabar akan menahan penderitaannya dengan penuh kesadaran. Jika derita yang ditanggung menyebabkan kemarahan dan kesedihan dia akan berusaha menahan kemarahannya dan menyembunyikan kesedihannya. Seperti Nabi Ya’kub yang menahan kemarahannya kepada anak-anaknya yang telah melenyapkan Yusuf dari pandangan dan menahan kesedihannya karena kehilangan Yusuf sampai memutih matanya.

Sabar bukanlah sikap pasrah, sabar merupakan kemampuan seseorang menunjukkan kemampuan menahan emosi dan ketahanannya memikul derita.
Sabar bukan merupakan sikap pasif akan tetapi merupakan wujud sikap penuh percaya diri dan merasa tenang dalam menerima ketentuan dari Allah.

At-Tustari menjelaskan ada yang harus dibedakan antara “tertekan” dengan “sabar”.
• Orang yang tertekan menderita penyakit jiwa dimana ia takut untuk menghadapi masalahnya dan akhirnya ia jatuh dalam kondisi gangguan kejiwaan yang disebut dengan penyakit Histeria, sebagai akibat dari tekanan terhadap dorongan jiwanya atau syahwatnya.
• Selain itu seorang yang tertekan tidak sadar, karena jiwanya tegang, bergejolak, ragu-ragu, dan merasa ketakutan serta selalu hidup dalam waham (khayalan) dan derita, memiliki sikap pesimis dan melihat kehidupan berwarna hitam.
• Adapun orang yang sabar adalah orang yang kuat bersama Allah, dari Allah, di dalam Allah, karena Allah dan kuat karena pertolongan Allah dalam melawan musuh-musuhnya.

• Kekuatan orang-orang yang sabar telah ditegaskan Allah dalam Al-Qur’an: “jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh, dan jika ada dua ratus orang yang sabar di antara kamu akan mengalahkan seribu orang kafir” (Q.S. al-Anfal).

• Jika dilihat dari penjelasan di atas tentang sabar, maka sabar memang sangat diperlukan dalam menghadapi kehidupan, sebab karakter kehidupan dunia penuh dengan cobaan.

• Di antara cobaan hidup adalah kesedihan, kecemasan, kemarahan, kemewahan, dan kesusahan. Seorang yang hidup tidak mungkin dapat lari dari cobaan ini, jika ia lari cobaan tersebut tetap mengikuti. Jalan satu-satunya adalah menghadapinya.
• Jika seseorang menghadapi hidup dengan sikap tidak sabar, maka kehidupan akan menyusahkannya.
Misalnya seorang yang ditimpa kesedihan lalu larut dalam kesedihannya dia mungkin akan mengidap depresi secara psikologis, dan mungkin akan terserang penyakit tekanan darah rendah kronis secara biologis. Jika dia menghadapinya dengan kesabaran, maka kesedihan akan berlalu sejalan dengan waktu dan kesehatan jiwa raga akan tetap dimilikinya. Oleh karena sabar merupakan sisi penting dalam memperbaiki kesehatan jiwa.

Hal ini akan semakin jelas jika dikaitkan dengan pandangan psikolog tentang kesehatan jiwa yang memiliki 5 ciri:
• pertama, terhindar dari penyakit kejiwaan.
• Kedua, mampu mengembangkan potensi diri.
• Ketiga, adanya keserasian antara fungsi-fungsi kejiwaan.
• Keempat, mengharapkan kebahagiaan dan mampu menghadapi problema hidup serta mampu mengatasinya.
• Kelima, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan. Seorang yang sabar akan mampu mewujudkan kelima ciri tersebut.
 Kesabaran akan menjadikan seseorang akan terhindar dari penyakit jiwa seperti histeria, depresi, dan lain-lain.
 Kesabaran akan meningkatkan percaya diri sehingga menjadi pondasi kuat untuk mengembangkan potensi diri.
 Kesabaran akan menyerasikan fungsi-fungsi kejiwaan seperti keseimbangan emosi.
 Kesabaran akan meningkatkan kemampuan seseorang menghadapi problema hidup sekaligus mengatasinya.
 Kesabaran akan menjadikan seseorang terus menerus beriman dan beribadah kepada Tuhan dalam rangkap mencapai ridha Tuhan.
 Kesabaran yang begitu penting memerlukan pembiasaan agar menjadi akhlak dalam diri seseorang.

Hadirin Rohimakumullah
• Bulan Ramadhan/puasa yang akan/kita jalani adalah media yang tepat untuk membiasakan kesabaran.
• Dalam bulan ini kita dilatih untuk bersabar terhadap hal-hal yang halal pada saat yang diharamkan Tuhan. Kita dilatih untuk menahan diri makan, minum, berhubungan intim dengan pasangan yang halal.
• Kita juga dilatih untuk menahan diri dari melakukan perbuatan-perbuatan buruk yang dapat membatalkan pahala dari terbit sampai terbenam matahari selama satu bulan penuh.
• Jika latihan dihayati dengan baik maka kita akan terbiasa bersabar terhadap hal-hal yang sebenarnya tanpa kita lakukan jika kita mau, tetapi kita rela bersabar karena mengikuti perintah Tuhan.
• Kesabaran yang dilatih selama satu bulan ini mudah-mudahan membekas dalam kehidupan kita selama dan setelah bulan Ramadhan.   (Oleh Drs. H. M. Jamil, MA Dosen Fakultas Syari’ah IAIN-SU)

أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

KALIGHRAFI ALLAH-MUHAMMAD

KALIGHRAFI
ALLAH-MUHAMMAD

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ أَمَّا بَعْدُ

Jamaah shalat jum’at yang berbahagia.

Kaum Muslimin rahimakumullah
Demikianlah khutbah ini, semoga Allah memelihara iman kita yang sudah tertanam sejak lahir. Semoga Allah berikan kepada kita kesempatan merasakan manisnya iman dalam kehidupan ini, sebelum Allah panggil kita untuk menghadap-Nya. Semoga Allah berkenan menghimpunkan kita di syurga Firdaus yang paling tinggi bersama Rasul Saw, para shiddiqin, syuhada’, dan shalihin sebagaimana Allah himpunkan kita di tempat yang mulia ini. Allahumma amin.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

بَارَكََ اللهََ لِيْ وَ لََكُمْ فيِِ الْْقُرْآنِِ الْْعَظِيْمِْ وَن َفََعَنِيْ وَإِِيَاكُُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْْلآيَاتِ وَ الذِكْْرِِ الْْحَكِيْمِِ أَقُُوْلُ قََوْلـِيِْ هَذَا وَأسْتَغْفِْرُ اللهََ لِي وَ لََكًُمْ

Assalamu`alaikum Wr. Wb
Sumber :
Puasa Menempa Sabar Dan Kesehatan Jiwa
(Oleh Drs. H. M. Jamil, MA Dosen Fakultas Syari’ah IAIN-SU / Dra. Masganti Sit, M.Ag)

ara

Diedit ulang untuk Khutbah Jumat/Tausiyah
Oleh
H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

http://arasitusislam.com/ https://arozakabuhasan.wordpress.com/ http://arozakabuhasan.blogspot.com/

Khutbah Jumat Meraih Keutamaan Ramadhan

Masjid Al Fajr Bandung IndonesiaMeraih Keutamaan Bulan Ramadhan

oleh: Abu Nabiel Muhammad Ruliyandi

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’at
Rahimakumullah,

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan, rezeki dan kesehatan kepada kita.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad Saw.

Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah
Pada kesempatan khutbah kali ini, khatib tidak bosan-bosannya untuk menghimbau diri khatib secara pribadi dan para jama’ah sekalian untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah di mana saja kita berada dengan berupaya semaksimal mungkin mengerjakan perintah-perintahNya dan menjauhi laranga-laranganNya. Karena tidak ada bekal terbaik di hari kiamat kelak yang membuat kita Mulia di sisiNya melainkan dengan taqwa. Karena tidak ada yang mampu menjadi tameng kita dari adzab dan api nerakaNya melainkan adalah taqwa yang kita miliki.

Allah Ta’ala berfirman,
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى (البقرة:197)
“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (QS. al-Baqarah:197)

Dan Rasulullah bersabda,

اِتَّقِ اللهَ حَيْثمُاَ كُنْتَ وَأَتبِْعِ السَّيِّئَةَ اْلحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلقٍُ حَسَنٍ (رَوَاهُ التِّرْمِذِي)
“Bertakwalah kamu di mana saja kamu berada, dan sertakanlah olehmu kejahatan dengan kebaikan niscaya ia akan menghapuskannya (kejahatan tersebut), serta pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik”. (HR. at-Tirmidzi, dengan sanad hasan shahih).

Ma’asyirol Muslimin yang dirahmati Allah
Ada sebuah Ungkapan atau kalau boleh ia disebut motto hidup yang cukup sederhana, “tidak akan pernah kembali hari-hari yang telah berlalu”. Kenapa kita katakan sederhana?? sebab ungkapan ini sangat familiar di telinga kita, bahkan ia terkadang bagaikan angin yang lalu begitu saja, atau ungkapan picisan kuno yang tak ada arti bagi sebagian orang, bahkan anak-anak kecil saja tahu dan mengerti kalau hari-hari yang telah dilewatinya tidak akan pernah terulang dan tak pernah kembali lagi.

Hal demikian, tentunya tidak bagi para pemerhati kehidupan atau orang-orang yang selalu merenungi dan menghayati hidup yang dijalani, juga tidak bagi orang yang selalu mengevaluasi diri dan ingin hari-harinya yang sekarang dan yang nanti lebih baik dari hari-harinya yang telah lalu.
Karena baginya hari-hari yang telah lalu adalah sejarah sekaligus pelajaran untuk menatap dan manata hidup di masa depan yang lebih gemilang.

Pelajaran mahal yang tak bisa di hargai dengan lembaran-lembaran kertas yang kini telah berubah menjadi sembahan, hari-hari yang telah berlalu terus akan menyisakan kenangan dan kenikmatan bagi siapa saja yang menghabiskannya untuk sesuatu yang indah dan penuh makna.. dan selalu akan meninggalkan penyesalan dan kesedihan yang mungkin tak terlupakan bagi siapa saja yang menjalaninya untuk sesuatu yang sia-sia dan penuh dosa.

Ma’asyirol Muslimin yang dirahmati Allah
Bagi seorang mukmin hari-hari itu adalah sebuah kesempatan yang berharga untuk beramal dan berinvestasi sebanyak-banyaknya, yang tidak akan pernah ia sia-siakan begitu saja.
Sehingga ia selalu berupaya untuk mengisi lembaran-lembaran hidupnya dengan sesuatu yang mendatang-kan keridhaan dan kecintaan Allah SWT.

Sebagaimana dia tahu Rasulullah bersabda,
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ اْلمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ (رواه الترمذي)
“Diantara kesempurnaan (kebaikan) Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna bagi dirinya.” (HR. at-Timidzi, dishahihkan oleh al-Albany)

Ma’asyirol Muslimin yang dirahmati Allah
Kalau hari-hari yang biasa dijalani oleh seorang mukmin begitu ia manfaatkan sebaik mungkin, apalagi jika ia berada di hari-hari yang di dalamnya terdapat bonus-bonus dan ‘seabrek’ keistimewaan yang disediakan dan begitu menjanjikan, tentunya betul-betul tidak sedikitpun ia akan sisakan hari dan waktunya kecuali untuk mengejar dan meraih semua bonus-bonus dan keistimewaan nan menggiurkan.
Dia akan tampak agresif dan kompetitif dan siap bersaing serta berupaya mengungguli rival-rivalnya demi sebuah prestasi yang akan diraih.

Allah Ta’ala berfirman,
فَاسْتبَقُِوا اْلخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونوُا يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَمِيعًا إِنَّ اللهَ عَلىَ كُلِّ شَئٍ قَدِيرٌ (البقرة: 148)
“…Maka berlomba-lombalah kamu (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Seungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah:148)

Ma’asyirol Muslimin yang dirahmati Allah
• Hari-hari yang indah dan didambakan itu kini hampir datang kepada kita,
• hari-hari yang terdapat pada bulan yang sangat istimewa di mata Sang Pemiliknya dan bagi siapapun yang mengetahui keistimewaannya,
• tamu nan agung yang selalu dinanti-nanti oleh semua orang yang merindukannya,
• dia adalah bulan ramadhan bulan rahmah, bulan maghfirah, bulan berkah, bulan sabar, bulan Qur’an, bulan shadaqah, bulan pendidikan dan madrasah orang-orang yang beriman,
• bulan dilipat-gandakan pahala dari setiap amalan yang dikerjakan di dalamnya dan masih banyak lagi nama-nama yang indah untuknya yang belum disebutkan, sesuai dengan banyaknya kebaikan dan keutamaan di dalamnya.

Allah Ta’ala berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ اَّلذِي أُنْزِلَ فِيهِ اْلقُرْآنُ هُدىً لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ اْلهُدَى وَاْلفُرْقَانِ (البقرة: 185)
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS. 2: 185)

Dan diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah bersabda,
كَانَ رَسُولُ اللهِ يُبَشِّرُ أَصْحَابَهُ يَقُولُ: قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ, شَهْرٌ مُبَارَكٌ, كَتَبَ اللهُ عَليَْكُمْ صِيَامَهُ, فِيهِ تُفْتَحُ أَبْوَابُ اْلجَنَّةِ, وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ اْلجَحِيمِ, وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ, فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ, مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ (رواه أحمد والنسائي)
“Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam biasanya memberi kabar gembira kepada para shahabatnya dengan bersabda,’Telah datang kepada kalian bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah, Allah telah mewajibkan kalian berpuasa Ramadhan, Pada bulan ini pintu-pintu langit dibuka dan pintu-pintu jahannam ditutup, tangan-tangan syetan dibelunggu, dan di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, maka barangsiapa yang dijauhkan (diharamkan) dari kebaikannya, maka benar-benar telah dijauhkan.” (HR. an-Nasa’i)

Ma’asyirol Muslimin yang dirahmati Allah
Wahai hamba-hamba Allah yang haus akan pengabdian dan ketaatan kepadaNya, jangan biarkan ia berlalu dan lewat begitu saja di depan mata, cukuplah ramadhan yang lalu menjadi pelajaran dan sekaligus penyesalan yang nyata, karena telah menyia-nyiakan kesempatan yang ada, yang telah Allah anugerahkan kepada kita, dengan hanya membawa sedikit dari sekian banyak dan berlimpah ruahnya kebaikan-kebaikanNya yang tersedia.
Atau boleh jadi tidak sedikitpun pahala yang terbawa, karena banyak amalan utama yang tak terjaga, dan hilang dengan sia-sia.

Allah Ta’ala berfirman,
ياأيهاالَّذِينَ ءَامَنُوااتَّقُوااللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوااللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ. وَلاَ تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوااللهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (الحشر: 18-19)
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Hasyr:18-19)

أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

kurma1KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ أَمَّا بَعْدُ

Jamaah shalat jum’at yang berbahagia.

Pernahkah kita berpikir kalau ramadhan ini adalah ramadhan terakhir yang Allah taqdirkan buat kita, maka apa yang kita akan perbuat di dalamnya?
Seseorang yang tahu kalau hidupnya akan berakhir saat itu, pastinya dia akan menyiapkan segala bekalnya dengan sebaik dan sesempurna mungkin.

Maka dia akan menjadikan ramadhannya kali ini menjadi ramadhan terbaik dan berkualitas dari sebelum-sebelumnya.
Ma’asyirol Muslimin yang dirahmati Allah
Tentunya untuk menjadikan ramadhan lebih baik dan berkualitas, dibutuhkan persiapan yang ekstra serius dan sungguh-sungguh. Khususnya yang lebih diprioritaskan adalah menyiapkan ilmu-ilmu syar’i seputar ramadhan itu sendiri.
Sehingga dengan bekal tersebut betul-betul seseorang akan menjalani ramadhannya dengan Iman dan ihtisab (hanya mengharap pahala dan ridha Allah semata),

Rasulullah bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا عُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (متفق عليه)
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan hanya mengharap pahala dari Allah (ihtisab), niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (Muttafaq’alaih).

Dalam hadits yang lain,
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا عُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (متفق عليه)
“Barangsiapa mendirikan shalat malam Ramadhan (tarawih) karena iman dan hanya mengharap pahala dari Allah (ihtisab), niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (Muttafaq’alaih)

Ma’asyirol Muslimin yang dirahmati Allah
Hanya dengan bekal ilmu syar’i yang cukuplah, insya Allah ibadah yang dijalani selama sebulan penuh menjadi ibadah yang maqbulah (diterima oleh Allah Ta’ala) karena semata-mata melaksanakan perintah Allah melalui tuntunan Rasul-Nya Saw.
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ (رواه مسلم)
“Barangsiapa yang beramal (beribadah) yang tidak ada perintah dari kami, maka ibadahnya tertolak”. (HR. Muslim)

Ma’asyirol Muslimin yang dirahmati Allah
Bukan hanya itu saja yang akan diterima olehnya, Allah akan memasukkannya ke dalam hamba-hambaNya yang bertakwa (al-Muttaqun), karena tujuan disyariatkannya puasa Ramadhan itu sendiri adalah agar-agar orang yang melaksanakan ibadah di dalamnya, menjadi hamba-hamba Allah yang bertakwa yang tidak ada balasannya kecuali dipersiapkan surga untuknya. Amin.
Sebagaimana firmanNya
وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ ﴿١٣٣﴾
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Ali Imran:133)

Ma’asyirol Muslimin yang dirahmati Allah
Demikianlah, semoga khutbah ini dapat menjadi renungan dan motivasi bagi kita semua untuk menjadikan ramadhan kali ini menjadi lebih berarti dan penuh berkah ilahi. Aamiin.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

بَارَكََ اللهََ لِيْ وَ لََكُمْ فيِِ الْْقُرْآنِِ الْْعَظِيْمِْ وَن َفََعَنِيْ وَإِِيَاكُُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْْلآيَاتِ وَ الذِكْْرِِ الْْحَكِيْمِِ أَقُُوْلُ قََوْلـِيِْ هَذَا وَأسْتَغْفِْرُ اللهََ لِي وَ لََكًُمْ

Assalamu`alaikum Wr. Wb

Sumber : http://www.alsofwah.or.id/
(oleh: Abu Nabiel Muhammad Ruliyandi)

ara

Diedit ulang untuk Khutbah Jumat/Tausiyah
Oleh
H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

http://arasitusislam.com/ https://arozakabuhasan.wordpress.com/ http://arozakabuhasan.blogspot.com/

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

ARA

Hidup adalah amanah dari Allah Swt.

WordPress.com Apps

Apps for any screen

syiah981

bersama masuk surga

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

SITUSARA situs ara

bersama membentengi akidah ummat

"masjid tanpa warna" MASJID AL-FAJR

Membentengi akidah sesuai Al-Quran dan Hadist

ARA-SILSILAH

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

%d bloggers like this: