KHUTBAH JUMAT RAMADHAN SABAR DAN SEHAT

alquran

KHUTBAH JUMAT RAMADHAN SABAR DAN SEHAT
(Puasa Menempa Sabar Dan Kesehatan Jiwa)

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ أَمَّا بَعْدُ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah
Pertama-tama, marilah kita tingkatkan kualitas taqwa kita pada Allah dengan berupaya maksimal melaksanakan apa saja perintah-Nya yang termaktub dalam Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasul saw. Pada waktu yang sama kita dituntut pula untuk meninggalkan apa saja larangan Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasul Saw. Hanya dengan cara itulah ketaqwaan kita mengalami peningkatan dan perbaikan.
Selanjutnya, shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita untuk nabi Muhammad Saw

Hadirn Rohimakumullah

SETIAP hari kita melihat banyak orang yang mengeluarkan kata-kata yang tidak baik ketika sedang mengalami kemacetan lalu lintas, dengan sikap yang tidak sabar pula mereka bahkan menambah kemacetan karena tidak sabar menunggu antrian.

Di sisi lain sering kita baca di media massa karena tidak punya uang dan tidak bisa membeli makanan lantas seseorang mencuri sesuatu tapi karena ketahuan lalu membunuh pemilik benda yang dicurinya.

Berita lain seorang ibu bahkan membunuh anaknya karena tidak sabar dengan kenakalan anaknya. Semua kejadian yang memilukan sekaligus memalukan tersebut bersumber dari sikap tidak sabar.
Sabar adalah kemampuan seseorang menerima penderitaan dengan penuh ketabahan dan melihatnya sebagai dari kenikmatan Allah.

Seorang yang sabar akan menganggap cobaan yang dihadapinya sebagai nikmat dari Allah karena di balik cobaan tersebut dia yakin terkandung hikmah yang besar.

Dalam Al-Qur’an Allah menyebutkan kesabaran berkaitan dengan keimanan. Firman Allah: “Wahai orang-orang yang beriman, sabarlah kalian dan saling bersabarlah” (Q.S. ali Imran: 200).
Keimanan adalah keyakinan terhadap Tuhan dengan segala perbuatannya, oleh karena itu seorang yang beriman tentu tidak akan pernah berburuk sangka kepada Tuhan terhadap semua kejadian yang tidak mengenakkan yang sedang di alaminya.

Dalam pandangan Islam sabar mencakup empat hal,
1. pertama, Sabar dalam melaksanakan perintah-perintah Allah dalam segala kondisi, baik dalam keadaan sulit maupun mudah, atau dalam keadaan sehat maupun sakit atau dalam keadaan rela maupun terpaksa.
2. Kedua, menjauhi segala yang dilarang Allah dan mencegah kecenderungan jiwa kepada pekerjaan yang tidak diridhai-Nya.
3. Ketiga, melakukan sunnah dan perbuatan yang mengandung kebaikan yang menyebabkan seorang hamba menjadi lebih dekat kepada-Nya dan menggiring jiwa untuk mencapai tujuan hidup yaitu ridha Allah.
4. Keempat, menerima kebenaran yang datang dari siapapun yang mengajak untuk kebaikan.
Jika seorang hamba terus menerus melakukan kesabaran Allah menjanjikan kegembiraan bagi dirinya dan Allah akan selalu bersamanya.
Firman Allah: “dan apabila kamu semua bersabar maka itu lebih baik bagi orang-orang yang sabar, dan tidaklah kesabaranmu itu kecuali bersama Allah” (Q.S. an-Nahl: 126-127).

Menurut para sufi kesabaran akan menguatkan jiwa sebab seorang yang sabar akan menahan penderitaannya dengan penuh kesadaran. Jika derita yang ditanggung menyebabkan kemarahan dan kesedihan dia akan berusaha menahan kemarahannya dan menyembunyikan kesedihannya. Seperti Nabi Ya’kub yang menahan kemarahannya kepada anak-anaknya yang telah melenyapkan Yusuf dari pandangan dan menahan kesedihannya karena kehilangan Yusuf sampai memutih matanya.

Sabar bukanlah sikap pasrah, sabar merupakan kemampuan seseorang menunjukkan kemampuan menahan emosi dan ketahanannya memikul derita.
Sabar bukan merupakan sikap pasif akan tetapi merupakan wujud sikap penuh percaya diri dan merasa tenang dalam menerima ketentuan dari Allah.

At-Tustari menjelaskan ada yang harus dibedakan antara “tertekan” dengan “sabar”.
• Orang yang tertekan menderita penyakit jiwa dimana ia takut untuk menghadapi masalahnya dan akhirnya ia jatuh dalam kondisi gangguan kejiwaan yang disebut dengan penyakit Histeria, sebagai akibat dari tekanan terhadap dorongan jiwanya atau syahwatnya.
• Selain itu seorang yang tertekan tidak sadar, karena jiwanya tegang, bergejolak, ragu-ragu, dan merasa ketakutan serta selalu hidup dalam waham (khayalan) dan derita, memiliki sikap pesimis dan melihat kehidupan berwarna hitam.
• Adapun orang yang sabar adalah orang yang kuat bersama Allah, dari Allah, di dalam Allah, karena Allah dan kuat karena pertolongan Allah dalam melawan musuh-musuhnya.

• Kekuatan orang-orang yang sabar telah ditegaskan Allah dalam Al-Qur’an: “jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh, dan jika ada dua ratus orang yang sabar di antara kamu akan mengalahkan seribu orang kafir” (Q.S. al-Anfal).

• Jika dilihat dari penjelasan di atas tentang sabar, maka sabar memang sangat diperlukan dalam menghadapi kehidupan, sebab karakter kehidupan dunia penuh dengan cobaan.

• Di antara cobaan hidup adalah kesedihan, kecemasan, kemarahan, kemewahan, dan kesusahan. Seorang yang hidup tidak mungkin dapat lari dari cobaan ini, jika ia lari cobaan tersebut tetap mengikuti. Jalan satu-satunya adalah menghadapinya.
• Jika seseorang menghadapi hidup dengan sikap tidak sabar, maka kehidupan akan menyusahkannya.
Misalnya seorang yang ditimpa kesedihan lalu larut dalam kesedihannya dia mungkin akan mengidap depresi secara psikologis, dan mungkin akan terserang penyakit tekanan darah rendah kronis secara biologis. Jika dia menghadapinya dengan kesabaran, maka kesedihan akan berlalu sejalan dengan waktu dan kesehatan jiwa raga akan tetap dimilikinya. Oleh karena sabar merupakan sisi penting dalam memperbaiki kesehatan jiwa.

Hal ini akan semakin jelas jika dikaitkan dengan pandangan psikolog tentang kesehatan jiwa yang memiliki 5 ciri:
• pertama, terhindar dari penyakit kejiwaan.
• Kedua, mampu mengembangkan potensi diri.
• Ketiga, adanya keserasian antara fungsi-fungsi kejiwaan.
• Keempat, mengharapkan kebahagiaan dan mampu menghadapi problema hidup serta mampu mengatasinya.
• Kelima, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan. Seorang yang sabar akan mampu mewujudkan kelima ciri tersebut.
 Kesabaran akan menjadikan seseorang akan terhindar dari penyakit jiwa seperti histeria, depresi, dan lain-lain.
 Kesabaran akan meningkatkan percaya diri sehingga menjadi pondasi kuat untuk mengembangkan potensi diri.
 Kesabaran akan menyerasikan fungsi-fungsi kejiwaan seperti keseimbangan emosi.
 Kesabaran akan meningkatkan kemampuan seseorang menghadapi problema hidup sekaligus mengatasinya.
 Kesabaran akan menjadikan seseorang terus menerus beriman dan beribadah kepada Tuhan dalam rangkap mencapai ridha Tuhan.
 Kesabaran yang begitu penting memerlukan pembiasaan agar menjadi akhlak dalam diri seseorang.

Hadirin Rohimakumullah
• Bulan Ramadhan/puasa yang akan/kita jalani adalah media yang tepat untuk membiasakan kesabaran.
• Dalam bulan ini kita dilatih untuk bersabar terhadap hal-hal yang halal pada saat yang diharamkan Tuhan. Kita dilatih untuk menahan diri makan, minum, berhubungan intim dengan pasangan yang halal.
• Kita juga dilatih untuk menahan diri dari melakukan perbuatan-perbuatan buruk yang dapat membatalkan pahala dari terbit sampai terbenam matahari selama satu bulan penuh.
• Jika latihan dihayati dengan baik maka kita akan terbiasa bersabar terhadap hal-hal yang sebenarnya tanpa kita lakukan jika kita mau, tetapi kita rela bersabar karena mengikuti perintah Tuhan.
• Kesabaran yang dilatih selama satu bulan ini mudah-mudahan membekas dalam kehidupan kita selama dan setelah bulan Ramadhan.   (Oleh Drs. H. M. Jamil, MA Dosen Fakultas Syari’ah IAIN-SU)

أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

KALIGHRAFI ALLAH-MUHAMMAD

KALIGHRAFI
ALLAH-MUHAMMAD

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ أَمَّا بَعْدُ

Jamaah shalat jum’at yang berbahagia.

Kaum Muslimin rahimakumullah
Demikianlah khutbah ini, semoga Allah memelihara iman kita yang sudah tertanam sejak lahir. Semoga Allah berikan kepada kita kesempatan merasakan manisnya iman dalam kehidupan ini, sebelum Allah panggil kita untuk menghadap-Nya. Semoga Allah berkenan menghimpunkan kita di syurga Firdaus yang paling tinggi bersama Rasul Saw, para shiddiqin, syuhada’, dan shalihin sebagaimana Allah himpunkan kita di tempat yang mulia ini. Allahumma amin.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

بَارَكََ اللهََ لِيْ وَ لََكُمْ فيِِ الْْقُرْآنِِ الْْعَظِيْمِْ وَن َفََعَنِيْ وَإِِيَاكُُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْْلآيَاتِ وَ الذِكْْرِِ الْْحَكِيْمِِ أَقُُوْلُ قََوْلـِيِْ هَذَا وَأسْتَغْفِْرُ اللهََ لِي وَ لََكًُمْ

Assalamu`alaikum Wr. Wb
Sumber :
Puasa Menempa Sabar Dan Kesehatan Jiwa
(Oleh Drs. H. M. Jamil, MA Dosen Fakultas Syari’ah IAIN-SU / Dra. Masganti Sit, M.Ag)

ara

Diedit ulang untuk Khutbah Jumat/Tausiyah
Oleh
H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

http://arasitusislam.com/ https://arozakabuhasan.wordpress.com/ http://arozakabuhasan.blogspot.com/

Iklan

Posted on 12 Juni 2015, in KHUTBAH JUMAT and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

ARA

Hidup adalah amanah dari Allah Swt.

WordPress.com Apps

Apps for any screen

syiah981

bersama masuk surga

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

SITUSARA situs ara

bersama membentengi akidah ummat

"masjid tanpa warna" MASJID AL-FAJR

Membentengi akidah sesuai Al-Quran dan Hadist

ARA-SILSILAH

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

%d blogger menyukai ini: