Category Archives: KHUTBAH JUMAT

MUI Jabar: Lakukan Tindak Pidana, Pelaku Pemalsuan Surat Edaran Harus Segera Ditangkap

MUI Jabar: Lakukan Tindak Pidana, Pelaku Pemalsuan Surat Edaran Harus Segera Ditangkap

8 Desember 2015

ust rafani akhyar

ALHIKMAH.CO— Terkait beredarnya Surat Palsu waspada wahabi ekstrem yang mencatut institusi MUI Jabar, Sekretaris Umum MUI Jabar HM Rafani Akhyar menegaskan bahwa MUI Jabar akan berkoordinasi dengan Kemenag Jabar dan juga aparat penegak hukum guna menangkap pelaku pemalsuan surat edaran palsu ihwal mewaspadai wahabi esktrem dan KH Athian Ali.

“Itu sudah masuk tindak pidana. Kami segera berkoordinasi dengan Kemenag Jabar yang juga telah membantah mengeluarkan surat edaran tersebut dan pihak kepolisian,” kata Rafani Akhyar di Bandung, Senin (07/12/2015).

Pihak MUI Jabar mengaku telah mendapat beberapa informasi terkait dugaan pelaku pencatutan nama dan pemalsuan surat edaran ini. “Ini untuk bahan awal penelusuran. Selanjutnya kita serahkan pada pihak yang berwajib,” tambah Rafani.

Rafani menilai tindak pemalsuan ini dinilai sangat membahayakan persatuan umat Islam.”Apalagi isu yang berkembang, mengadu-domba kelompok ahlus sunnah. Ini sangat berbahaya, aparat diharapkan cepat bertindak,” pungkasnya.

MUI Jabar telah mengeluarkan klarifikasi secara resmi dalam surat bernomor 657/MUI-JB/XII/2015. Dalam surat resmi tersebut, MUI Jabar membantah telah mengeluarkan surat edaran 080/SE-037-MUI-JB yang dicatut dalam surat edaran palsu tersebut. Sebelumnya, Kemenag Jabar pun telah menegaskan bahwa surat edaran yang berisi mewaspadai wahabi ekstrem dan pengajian KH Athian Ali adalah surat palsu dan fitnah. (mr/alhikmahco)

 

KLARIFIKASI MUI JABAR MENGENAI FITNAH

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provisi Jawa Barat telah memberikan klarifikasi kepada Dewan Kemakmuran Masjid Al-Fajr :

  1. MUI Jabar tidak pernah menerbitkan surat edaran dengan No. 080/SE-037-MUI-JB
  2. Sesuai arsip MUI Jabar tentang surat keterangan untuk kepentingan penyusunan Tesis dengan judul “Pemberian Wasiat Wajibah Kepada Ahli Waris non Muslim Menurut Persfektif Hukum Islam”
  3. Kantor Kementerian Agama Provisi Jawa Barat telah pula membantah adanya Surat Edaran palsu tentang Kewaspadaan Terhadap Ajaran Wahabi Salafi di Wilayah Kota Bandung dan sekitarnya.
  4. Menghimbau agar masyarakat waspada dan berhati-hati terhadap adanya upaya adu domba.
  5. Akan melakukan koordinasi dengan Kemenag dan aparat keamanan untuk menelusuri dan menyelidiki pihak-pihak yang memalsukan surat MUI dan surat Kemenag Jawa Barat.
  6. Adapun surat Majelis Ulama Indonesia Provisi Jawa Barat perihal Klarifikasi Surat Edaran adalah :

FITNAH MUSUH-MUSUH ISLAM

ALHIKMAHCO,–  Kementrian Agama Jawa Barat (Kemenag Jabar) secara resmi merilis klarifikasi atas Surat Edaran Palsu Tentang Kewaspadaan Terhadap Ajaran Wahabi yang mencatut institusi mereka. Surat bernomor KW. 10.1/2 Kp. 04.2.2195/2015 ini dikatakan Kepala Kemenag Kanwil Jabar A. Buchori, dipalsukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

“Kami tidak pernah menerbitkan surat edaran tentang kewaspadaan terhadap ajaran Wahabi Salafi Ekstrem sebagaimana yang tersebar di pelbagai media sosial. Surat itu palsu,” kata Buchori, Jumat (04/12/2015).

“Setelah dicek di arsip surat, seharusnya tentang cuti bersama dalam rangka peringatan KAA April kemarin,” lanjut Buchori.

Isi surat tersebut menyatakan, masyarakat diimbau waspada terhadap ajaran Wahabi ekstrem yang diketuai KH Athian Ali yang merupakan pimpinan DKM Masjid Al-Fajr di kawasan Cijagra, Kota Bandung. (baca: Kemenag Jabar: KH Athian Ali Mitra Kami dan Tokoh Terpandang)

“Kepada masyarakat yang sering mengikuti pengajian beliau diimbau untuk jangan terpengaruh oleh gaya ceramahnya yang berapi-api,” demikian kutipan surat edaran palsu tersebut. (baca: Kemenag dan MUI Jabar NIlai Ada Upaya Adu Domba Sesama Umat Islam)

Dilanjutkan, hasil pengumpulan infak sedekah dari pengajian di Masjid Al-Fajr untuk membiayai kegiatan pengiriman ISIS warga Bandung ke Timur Tengah. “Waspada terhadap ceramahnya.” (nurull/alhikmah/kemenagjabar/sindonews)

Catatan:

Fitnah mereka demikian kejam dan berani memalsukan Surat Edaran Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat sebagai berikut :

Surat-Edaran-Palsu-mengatasnamakan-Kepala-Kemenag-Jabar-jpeg.image_

Atas dasar Edaran Palsu di atas, DKM Al-Fajr meminta klarifikasi dengan surat No.53/DKM/Set/XII/2015 tanggal 4 Desember 2015 sbb.:

Surat DKM Al-Fajr ke Kemenag Jabar`

Adapun klarifikasi yang diberikan oleh Kemenag Prov. Jabar :

Surat Kemenag Jabar-Klarifikasi

KENALILAH ALIRAN SESAT AGAR TIDAK TERSESAT

Source: Hati-Hati Aliran Sesat

Hati-Hati Aliran Sesat

Source: Hati-Hati Aliran Sesat

MAJELIS ULAMA INDONESIA : GAFATAR SESAT DAN MENYESATKAN

MUI: Gafatar Sesat dan Menyesatkan

Hardani Triyoga – detikNews
MUI: Gafatar Sesat dan MenyesatkanFoto: Hardani/detikcom
Jakarta – Majelis Ulama Indonesia menyatakan ajaran kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) sebagai aliran sesat. Ajaran kelompok ini dinilai sesat karena mencampur adukan ajaran Islam, Kristen, dan Yahudi.

Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin mengatakan Gafatar merupakan metamorfosis dari ajaran Al Qiyadah Islamiyah dengan Ahmad Musadeq sebagai guru spritualnya.

“Setelah dilakukan pengkajian dari daerah-daerah, MUI memutuskan aliran Gafatar itu sesat, menyesatkan. Karena dia, yang pertama reinkarnasi, metamorfosis dari Alqiyadah Islamiyah. Menjadikan Ahmad Musadek itu sebagai guru spritualnya,” ujar Ma’ruf dalam jumpa pers di di Gedung MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (3/2/2016).

Sementara, Ketua Fatwa MUI Hasanudin AF menambahkan bagi umat muslim yang menjalankan paham Gafatar maka diwajibkan kembali ke ajaran Islam. Dia menekankan MUI akan berkoordinasi dengan pemerintah terkait upaya pencegahan paham ini kepada eks Gafatar maupun bagi masyarakat lain.

“Kami akan koordinasi dengan pemerintah. Mohon masyarakat muslim agar tidak mengucilkan eks Gafatar. Mereka ini para eks Gafatar wajib dilindungi pemerintah,” sebut Hasanudin.
(dra/dra)

Jihad Melawan Setan

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.

مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.  أَشْهَدُ أَنْ   لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ  وَحْدَهُ   لاَشَرِ يْكَ لَهُ      وَ أَشْهَدُ أَنَّ   مُحَمَّدًا عَبْدُهُ   وَرَسُوْ لُهُ    يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ  وَاْلأَرْحَامَ    إِنَّ اللهَ   كَانَ    عَلَيْكُمْ  رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

 

Jamaah Jumat rahimani wa rahimakumullah

Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang senantiasa memberikan banyak kenikmatan sehingga tidak terhitung nilai dan jumlahnya. Nikmat tersebut dicurahkan siang dan malam kepada kita. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senang bersyukur kepada-Nya. Yaitu dengan meningkatkan taqwa dan taqarrub kepada-Nya.

Sadarkah kita, bahwa setiap diri ini memiliki musuh besar? Musuh yang sangat menginginkan kita sesat dan celaka. Musuh yang tidak terlihat, tapi memiliki banyak tipu-daya dan cara untuk mencapai tujuannya. Itulah setan (setan).
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengingatkan manusia agar tidak tergoda olehnya. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah berhasil mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga. [al-A’râf/7: 27]

Oleh karena itu, dengan rahmat-Nya, Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan manusia untuk menjadikan setan sebagai musuh. karena memang sebenarnya, setan musuh bagi manusia. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh nyata bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. [Fâthir/35:6]

Jamaah yang dirahmati Allah

Bagaimana sepak terjang musuh terhadap lawannya? Semua orang sudah tahu jawabannya yaitu berusaha sekuat tenaga agar lawannya ditimpa segala keburukan dan terlepas dari semua kebaikan.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengomentari ayat di atas, “Perintah Allah untuk menjadikan setan sebagai musuh ini sebagai peringatan agar (manusia) mengerahkan segala kemampuan untuk memerangi dan melawannya. Sehingga setan itu seolah-olah musuh yang tidak pernah berhenti dan tidak pernah lalai”. [Zâdul Ma’âd, III/6]

Dalam menjalankan aksinya menyesatkan dan membinasakan manusia, setan memiliki dua senjata yaitu syubhat dan syahwat. Oleh karena itu, orang yang ingin selamat harus berjihad melawan setan dengan bersenjatakan ilmu dan mentazkiyah (membersihkan) jiwanya. Ilmu nafi’ (yang yang bermanfaat) akan membuahkan rasa yakin, yang akan menolak syubhat. Sedangkan tazkiyatun nafs akan melahirkan ketakwaan dan kesabaran, yang membuatnya mampu mengendalikan syahwat.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Jihad melawan setan memiliki dua tingkatan : Pertama, menolak syubhat dan keraguan yang dilemparkan setan kepada hamba; Kedua, menolak syahwat dan keinginan-keinginan jelek yang dilemparkan setan kepada hamba. Jihad yang pertama akan diakhiri dengan keyakinan, sedangkan jihad yang kedua akan diakhiri dengan kesabaran.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا ۖ وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. [as-Sajdah/32:24]

Allah ‘Azza wa Jalla memberitakan bahwa kepemimpinan agama hanya bisa diraih dengan kesabaran (dan keyakinaan), kesabaran akan menolak syahwat dan keinginan-keinginan jelek, dan keyakinan akan menolak keraguan dan syubhat.” [Zâdul Ma’âd III/10]

Jadi senjata manusia untuk melawan setan adalah ilmu dan kesabaran. Ilmu yang bersumber dari kitabullâh dan sunnah Rasul-Nya. Kemudian mengamalkan ilmu tersebut sehingga jiwa menjadi bersih dan suci, dan menumbuhkan kesabaran.

Itulah cara menghadapi tipu daya syaitan secara global, sedangkan secara rinci adalah sebagai berikut :

  1. Beriman Dan Mentauhidkan Allah Dengan Benar

Sesungguhnya seluruh kekuatan, kekuasaan, kesempurnaan hanyalah milik Allah ‘Azza wa Jalla. Oleh karena itu, seorang hamba yang ditolong dan dilindungi oleh Allah, tidak akan ada yang mampu mencelakainya. Inilah senjata pertama dan utama seorang mukmin dalam menghadapi setan yaitu beriman dengan benar kepada Allah, beribadah dengan ikhlas kepada-Nya, bertawakkal hanya kepadaNya dan beramal shalih sesuai aturan-Nya. Allah ‘Azza wa Jalla memberitakan bahwa setan tidak memiliki daya terhadap hamba-hamba Allah yang beriman dan mentauhidkan-Nya. Allah berfirman.

إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya syaitan itu tidak ada memliki kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya. [an-Nahl/16: 99]

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Ketika Iblis tahu bahwa dia tidak memiliki jalan (untuk menguasai) orang-orang yang ikhlas, dia mengecualikan mereka dari sumpahnya yang bersyarat untuk menyesatkan dan membinasakan (manusia). Iblis mengatakan,

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ﴿٨٢﴾إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlash [Shâd/38: 82-83]

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلاَّ مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ

Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu (Iblis) terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti-mu, yaitu orang-orang yang sesat. [al-Hijr/15:42]

Maka ikhlas adalah jalan kebebasan, islam adalah kendaraan keselamatan, dan iman adalah penutup keamanan. [al-‘Ilmu, Fadhluhu Wa Syarafuhu, hlm. 72-74, tansiq: Syeikh Ali bin Hasan Al-Halabi]

  1. Berpegang Teguh Kepada Al-Kitab Dan As-Sunnah Dengan Pemahaman As-Salafush Shalih

Ketika Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan manusia di muka bumi, sesungguhnya Dia menyertakan petunjuk untuk mereka. Sehingga manusia hidup di dunia ini tidak dibiarkan begitu saja, tanpa bimbingan, perintah dan larangan. Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan kitab suci dan mengutus para Rasul yang membawa peringatan, penjelasan dan bukti-bukti. Barangsiapa berpaling dari peringatan Allah, maka dia akan menjadi mangsa setan dan dijerumuskan ke dalam kecelakaan abadi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Rabb yang Maha Pemurah (al-Qur’ân), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. [az-Zukhruf/43: 36]

Oleh karena itu, jalan selamat dari tipu daya setan adalah dengan mengikuti jalan Allah, mengikuti al-Kitab dan as-Sunnah dengan pemahaman as-salafush shâlih. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

Dan barangsiapa menentang rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min (yaitu jalan para sahabat), Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali. [an-Nisâ’/4: 115]

  1. Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Setan.

Inilah sebaik-baik jalan untuk menyelamatkan diri dari setan dan tentaranya, memohon perlindungan kepada Allah ‘Azza wa Jalla , karena Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui dan Maha Berkuasa.

Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Makna “aku berlindung kepada Allah dari setan yang dilaknat” yaitu aku meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang dilaknat yang menggangguku pada agamaku atau pada duniaku, atau menghalangiku dari melakukan sesuatu yang diperintahkan (Allah ‘Azza wa Jalla) kepadaku, atau mendorongku melakukan apa terlarang bagiku. Karena tidak ada yang bisa mencegah setan dari manusia kecuali Allah.

Oleh karena itu, Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan untuk mengambil hati dan bersikap lembut kepada setan manusia, dengan melakukan kebaikan kepadanya, agar tabi’atnya (yang baik) menolaknya dari gangguan (yang dia lakukan).

Dan Allah memerintahkan agar (manusia) berlindung kepada-Nya dari setan jin, karena dia tidak menerima suap dan perbuatan kebaikan tidak akan mempengaruhinya, karena dia memiliki tabi’at yang jahat, dan tidak akan mencegahnya darimu kecuali Yang telah menciptakannya.” [Tafsir Ibnu Katsir, 1/14, penerbit: Darul Jiil, Beirut, tanpa tahun]

Memohon perlindungan ini dilakukan secara umum pada setiap waktu, pada setiap diganggu oleh setan, dan juga dilakukan pada waktu-waktu tertentu yang dituntunkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [al-A’râf/7:200]

Adapun waktu-waktu tertentu yang dituntunkan untuk beristi’adzah antara lain yaitu saat diganggu setan; adanya bisikan jahat; gangguan dalam shalat; saat marah; mimpi buruk; akan membaca Alquran; akan masuk masjid; akan masuk tempat buang hajat; saat mendengar lolongan anjing dan ringkikan keledai; ketika akan berjima’; waktu pagi dan petang; isti’adzah untuk anak-anak dan keluarga; ketika singgah di suatu tempat; ketika akan tidur; dan lain-lain. Perincian dalil-dalil ini semua terdapat di dalam hadits-hadits yang shahih.

  1. Membaca Alquran

Sesungguhnya setan akan lari menjauh dengan sebab bacaan Alquran, sebagaimana di dalam hadits sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Janganlah kamu menjadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan, sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya”. [HR. Muslim, no: 780]

Setan telah membukakan salah satu rahasianya ini kepada Abu Hurairah, yang hal itu dibenarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam . Setan mengatakan:

إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ ( اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ) حَتَّى تَخْتِمَ الْآيَةَ فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ وَلَا يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ فَأَصْبَحْتُ

“Jika engkau menempati tempat tidurmu, maka bacalah ayat kursi (Allohu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuum) sampai engkau menyelesaikan ayat tersebut, maka sesungguhnya akan selalu ada padamu seorang penjaga dari Allah, dan setan tidak akan mendekatimu sampai engkau masuk waktu pagi”. [HR. Bukhari]

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ الله لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرّحِيْمُ

Khutbah Kedua

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, tuntunan Islam berikutnya agar kita terhindar dari tipu daya setan adalah

  1. Memperbanyak Dzikrulloh.

Dzikrullah adalah benteng yang sangat kokoh untuk melindungi diri dari gangguan setan. Hal ini diketahui dari pemberitaan Allah Subhanahu wa Ta’ala lewat para RasulNya, antara lain lewat lisan Nabi Yahya ‘alaihissallam, sebagaimana hadits di bawah ini:

عَنْ الْحَارِثِ الْأَشْعَرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ أَمَرَ يَحْيَى بْنَ زَكَرِيَّا بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ أَنْ يَعْمَلَ بِهَا وَيَأْمُرَ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنْ يَعْمَلُوا بِهَا…وَآمُرُكُمْ أَنْ تَذْكُرُوا اللَّهَ فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ خَرَجَ الْعَدُوُّ فِي أَثَرِهِ سِرَاعًا حَتَّى إِذَا أَتَى عَلَى حِصْنٍ حَصِينٍ فَأَحْرَزَ نَفْسَهُ مِنْهُمْ كَذَلِكَ الْعَبْدُ لَا يُحْرِزُ نَفْسَهُ مِنَ الشَّيْطَانِ إِلَّا بِذِكْرِ اللَّهِ

Dari Al-Harits Al-Asy’ari, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah memerintahkan Yahya bin Zakaria dengan lima kalimat, agar beliau mengamalkannya dan memerintahkan Bani Israil agar mereka mengamalkannya (di antaranya)…”Aku perintahkan kamu untuk dzikrullah (mengingat/menyebut Allah). Sesungguhnya perumpamaan itu seperti perumpamaan seorang laki-laki yang dikejar oleh musuhnya dengan cepat, sehingga apabila dia telah mendatangi benteng yang kokoh, kemudian dia menyelamatkan dirinya dari mereka (dengan berlindung di dalam benteng tersebut). Demikianlah seorang hamba tidak akan dapat melindungi dirinya dari setan kecuali dengan dzikrullah”. [HR.Ahmad]

Maka jika anda ingin selamat dari tipu-daya dan gangguan setan, hendaklah selalu membasahi lidah anda dengan dzikrullah disertai konsentrasi dengan hati.

  1. Mengetahui Tipu-Daya Setan Sehingga Mewaspadainya.

Setan itu sangat berantusias menyesatkan manusia, ia habiskan waktunya dan segala kemampuannya dikerahkan untuk merusak manusia. Allah ‘Azza wa Jalla memperingatkan hamba-hambaNya yang beriman dari musuh bebuyutan tersebut dengan firmanNya:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَتَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. [An-Nuur/24: 21]

Salah satu cara menghindari tipu daya setan yaitu mengetahui dan membongkar tipu-daya itu sehingga dapat dihindari. Karena orang yang tidak mengetahui keburukan, dia akan mudah terjerumus dalam keburukan tersebut tanpa disadari.

  1. Menyelisihi Setan Dan Menjauhi Sarana-Sarananya Untuk Menyesatkan Manusia.

Setan adalah musuh manusia. Oleh karena itu, kita wajib memposisikannya sebagai musuh. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

يَآأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ فَلاَ تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلاَيَغُرَّنَّكُمْ بِاللهِ الْغُرُورُ

Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. [ Fathir: 5]

Diantara realisasi dari hal diatas yaitu dengan menyelisihi perbuatan setan. Misalnya:
• Setan makan dan minum dengan tangan kiri, maka selisihi dia dengan makan dan minum dengan tangan kanan.
• Setan tidak melakukan qoilulah (istirahat di tengah hari), maka kita selisihi dengan melakukan qoilulah.
• Tidak boros (tabdziir) karena orang yang berbuat tabdziir adalah saudarasetan.
• Melakukan sesuatu dengan tenang dan hati-hati, karena sikap tergesa-gesa dari setan.
• Hendaklah kita berusaha sekuat tenaga agar tidak menguap, karena itu dari setan.

Dalil-dalil yang kami sebutkan ini, terdapat di dalam hadits-hadits yang shahih.

Diantara realisasi sikap permusuhan terhadap setan adalah adalah menjauhi sarana-sarana yang digunakan oleh setan untuk menyesatkan manusia, seperti: musik, lagu dan khamer.

  1. Taubat Dan Istighfar.

Selama masih hidup, manusia senantiasa perlu bertaubat dan istighfar kepada Allah ‘Azza wa Jalla, diriwayatkan dalam sebuah hadits:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ إِبْلِيسَ قَالَ لِرَبِّهِ بِعِزَّتِكَ وَجَلَالِكَ لَا أَبْرَحُ أُغْوِي بَنِي آدَمَ مَا دَامَتِ الْأَرْوَاحُ فِيهِمْ فَقَالَ اللَّهُ فَبِعِزَّتِي وَجَلَالِي لَا أَبْرَحُ أَغْفِرُ لَهُمْ مَا اسْتَغْفَرُونِي

Dari Abu Sa’id Al-Khudri, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Iblis berkata kepada Robbnya: “Demi kemuliaan dan keagunganMu, aku senantiasa akan menyesatkan anak-anak Adam selama ruh masih ada pada mereka”. Maka Allah berfirman: “Demi kemuliaan dan keagunganKU, Aku senantiasa akan mengampuni mereka selama mereka mohon ampun kepadaKu”. [HR. Ahmad]

Inilah sedikit keterangan tentang setan dan tipu-dayanya, semoga bermanfaat bagi kita semua.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّهُمّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنًاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنّكَ سَمِيْعٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ
رَبّنََا لاَتًؤَخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلىَ الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تُحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَنَا فَانْصُرْنَا عَلىَ الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
رَبّنَا آتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ.

Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 02/Tahun XV/1432H/2011

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

ARA

Hidup adalah amanah dari Allah Swt.

WordPress.com Apps

Apps for any screen

syiah981

bersama masuk surga

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

SITUSARA situs ara

bersama membentengi akidah ummat

"masjid tanpa warna" MASJID AL-FAJR

Membentengi akidah sesuai Al-Quran dan Hadist

ARA-SILSILAH

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

%d blogger menyukai ini: