Blog Archives

KEPRIBADIAN MUHAMMAD SALLALLAHU `ALAIHI WASALLAM

 

317925_226229707513385_1075072249_nKEPRIBADIAN MUHAMMAD SAW, Kisah Sukses, Kisah Nyata, Kisah nabi, Cerita Rakyat

15 Januari 2013

https://www.facebook.com/notes/motivator-ideologis/kepribadian-muhammad-saw-kisah-sukses-kisah-nyata-kisah-nabi-cerita-rakyat/226229090846780

Kisah Keagungan Muhammad SAW -1 : KEPRIBADIAN  MUHAMMAD SAW

 

Siapa di antara Kita yang membaca akhlak Muhammad saw., kemudian jiwanya tidak larut, matanya tidak berlinangan dan hatinya tidak bergetar ? Siapa di antara Kita yang mampu menahan emosinya ketika membaca biografi seorang yang sangat dermawan, mulia, lembut dan tawadhu’? Siapa yang mengkaji sirah hidup beliau yang agung, perangai yang mulia dan akhlak yang terpuji, kemudian dia tidak menagis, sembari berikrar, “Saya bersaksi bahwa Engkau adalah utusan Allah.”?

 

Duhai, kiranya kita mampu melaksanakan cara hidup, cinta dan akhlak yang mulia dari teladan agung dalam kehidupan. Kita bergaul dengan orang lain, lihatlah

Muhammad saw. memperlakukan musuh-musuhnya. Beliau bersabda,

 

 

“Sesungguhnya Allah menyuruhku agar menyambung orang yang memutuskanku, memberi bantuan kepada orang yang pernah menahanku, dan memaafkan terhadap orang yang mendzalimiku.”

sekiranya kita memperlakukan saudara seiman kita, minimal sebagaimana Muhammad saw. memperlakukan orang-orang munafik, beliau memaafkan mereka, memintakan ampun terhadap mereka dan menyerahkan rahasia mereka kepada Allah swt.

 

sekiranya kita memperlakukan anak-anak kita, sebagaimana Muhamamd saw. memperlakukan pembantu dan pekerjanya. Ketika pembantu kecil Muhamamd saw. sedang sakit, beliau. membesuk dan duduk di dekat kepalanya seraya mengajak untuk masuk Islam. Pembantu kecil itu masuk Islam, maka Muhammad gembira seraya berkata, “Segala puji bagi Allah swt yang telah menyelamatkan dirinya dari api neraka.”

 

“ ketika Seorang Yahudi menagih utang kepada Muhamamd saw. dengan marah-marah, kasar, dan tidak sopan di depan banyak orang. Muhammad saw. tersenyum dan menghadapinya dengan lembut. Tak disangka si Yahudi itu masuk Islam, mengucapkan syahadat, “Saya bersaksi bahwa Engkau utusan Allah.” Karena saya baca di Taurat tentang Engkau, yaitu ketika saya tambah marah, justeru Engkau tambah lembut menghadapiku.” Begitu pengakuan si Yahudi.

 

sekiranya kita memperlakukan kerabat kita, meskipun mereka berbuat buruk kepada kita, sebagaimana Muhammad saw. memperlakukan kerabat dan kaumnya. Karena kerabat dan kaum Muhamamd saw. menyakitinya, mengusirnya, mengejeknya, menolaknya, memeranginya. Namun, beliau tetap menghadapinya. Ketika beliau menaklukkan Makkah, posisi beliau sebagai pemenang, penentu kebijakan, namun beliau berdiri berpidato mengumumkan bahwa beliau memaafkan semuanya. Sejarah telah mencatat dan momentum telah menjadi saksi dengan sabda beliau,

”Allah telah mengampuni kalian, pergilah, kaliah bebas.”

 

Sewaktu Penduduk Thaif melempari Muhammad saw. sampai beliau berdarah-darah. Beliau menghapus darah segar yang mengalir dari tubuhnya sambil berdo’a, :

”Ya Allah, ampuni kaumku, karena mereka tidak mengetahui.”

 

luar bisa, tak ada rasa benci dan dendam sedikitpun terhadap semua orang yang telah menyakitinya, jauh sekali dengan sikap dan perilaku orang-orang yang ‘ mengaku ‘ dirinya ‘ MUJAHID ‘ dan ’ DAI ’ saat ini yang Suka mencaci, mengkafirkan, membid’ahkan, menghakimi bahkan membunuh dengan alasan yang hanya bisa dipahami oleh mereka sendiri, pukul dibalas pukul, sakit dibalas sakit dan bunuh dibalas bunuh memang ada dan dibenarkan di dalam Al-Qur’an, tapi Allah dan Rosulullah lebih menyukai kalo kita mengedepankan kata MAAF, manakah yang harus kita dahulukan EMOSI kita atau Ridho Allah dan RosulNYA ?

 

Muhammad saw. pernah dicegat oleh seorang Arab badui di tengah jalan, beliau hanya berdiri lama berhadapan, dan tidak berpaling sampai orang badui itu berlalu dengan sendirinya.

 

Suatu hari Beliau ditanya oleh seorang nenek tua, beliau dengan tekun, hangat dan penuh perhatian menjawab pertanyaannya. Muhamamd saw. juga membawa seorang anak kecil yang berstatus hamba sahaya, beliau menggandeng tanganya mengajak berjalan-jalan.

 

Muhammad saw. senantiasa menjaga kehormatan seseorang, memuliakan seseorang, melaksanakan hak-hak seseorang. Muhammad saw. tidak pernah mengumpat, menjelekkan, melaknat, menyakiti, dan tidak merendahkan seseorang.

 

Muhammad saw. ketika hendak menasehati seseorang, beliau berkata, “Kenapa suatu kaum melaksanakan ini dan itu? Artinya, beliau tidak langsung menyalahkan orang tersebut. Beliau bersabda, “Mukmin itu tidak mencela, tidak melaknat dan juga tidak keras perangainya. Beliau juga bersabda, “Sesungguhnya yang paling saya cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya dengan saya kelak di hari Kiamat adalah yang paling baik akhlaknya di antara kalian.”

 

Muhamamd saw. merapikan sandalnya, menjahit bajunya, menyapu rumahnya, memeras susu kambingnya, mendahulukan sahabatnya soal makanan. Muhammad saw  tidak suka pujian.

 

Muhamamd saw  sangat peduli terhadap fakir miskin, beliau berdiri membela orang yang terdzalimi, beliau bertandang ke orang papa, menengok orang sakit, mengantarkan jenazah, mengusap kepala anak yatim, santun terhadap perempuan, memuliakan tamu, memberi makan yang lapar, bercanda dengan anak-anak, dan menyayangi binatang.

 

Suatu ketika para sahabat memberi saran kepada Muhammad saw,

“Tidakkah Engkau membunuh gembong kejahatan, seorang pendosa dan otak munafik, yaitu Abdullah bin Ubai bin Salul? Beliau menjawab, “Tidak, karena manusia nanti mengira bahwa Muhammad telah membunuh sahabatnya.”

 

sahabatnabi

Sahabat, Boleh jadi kita telah membaca biografi orang-orang besar, tokoh terkenal, ilmuwan, reformis, mujaddid dan mujahid, namun ketika kita membaca sirah kehidupan Muhammad saw. seakan-akan kita tidak mengenal mereka selain diri Rosulullah SAW, kita tidak mengakui selain dirinya. Tokoh-tokoh itu rasanya kecil di mata kita, hilang dalam ingatan kita, pupus dalam pikiran kita tentu saja tanpa harus menghina mereka karena prestasi dan keberhasilan mereka juga layak kita perhitungkan dan kita contoh.

Sumber : https://www.facebook.com/notes/motivator-ideologis/kepribadian-muhammad-saw-kisah-sukses-kisah-nyata-kisah-nabi-cerita-rakyat/226229090846780

Khutbah Jumat Pentingnya Akhlaq dalam Islam

 

English: A green version of http://commons.wik...

Pentingnya Akhlaq dalam Islam

http://www.eramuslim.com/khutbah-jumat/pentingnya-akhlaq-dalam-islam.htm#.Ub7x2Ni1uSo

إِنّ
الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ
مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ
اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ
صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ
بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
.

يَاأَيّهَا

الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ
وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا
النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ
مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ
الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا
الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ
فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ

فَأِنّ

أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى
الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ
بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ
.

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah, marilah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
yang telah memberikan aneka keni’matan bahkan hidayah kepada kita. Shalawat dan
salam semoga Allah tetapkan untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa
sallam
, keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya yang setia
dengan baik sa

Society Finches

Society Finches (Photo credit: dog.happy.art)

mpai akhir zaman.

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah, mari kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar
taqwa, menjalani perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya.

Dalam rangkaian taqwa itu, perlu
kita sadari, Islam mendudukkan akhlaq sebagai satu hal yang penting. Apabila
aqidah (keyakinan) itu dalam bentuk batin manusia maka akhlaq adalah bentuk
lahir.

Tidak ada pemisahan antara aqidah
dan akhlaq, maka dalam hadits:

عَنْ
أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ
-صلى الله عليه
وسلم- « أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ
خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا
».

Paling sempurnanya iman orang mukmin
adalah yang paling bagus akhlaq mereka, dan yang paling terpilih di antara kamu
sekalian adalah yang paling terpilih akhlaqnya terhadap isteri-isteri mereka.
(HR. At-Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih, dan Ibnu
Hibban, Al-Baihaqi, dari Abi Hurairah).

عَنْ
أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ
– صلى الله
عليه وسلم – « مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ
جَارَهُ ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ
ضَيْفَهُ ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ
خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ » البخاري ومسلم وأبو داود

Dari Abu Hurairah, ia berkata,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa beriman kepada
Allah dan Hari Akhir maka janganlah ia menyakiti tetangganya, dan barangsiapa
beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan
barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik
atau diam.”
(HR Al-Bukhari, Muslim, dan Abu
Dawud)

Jama’ah Jum’at rahimakumullah, di antara pengarahan Al-Qur’an dalam mengagungkan urusan
akhlaq adalah firman Allah Ta’ala:

) وَعِبَادُ
الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ
الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلامًا
(.

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha
Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati
dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata
(yang mengandung) keselamatan.

(QS. Al-Furqon [25] : 63)

Juga ayat:

) وَلا
تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلا تَمْشِ فِي الأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لا
يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
* وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِن صَوْتِكَ إِنَّ
أَنكَرَ الأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ (.

Dan janganlah kamu memalingkan
mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi
dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi
membanggakan diri.Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu.
Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
(QS. Luqman [31] : 18, 19)

Juga ayat:

) إِنَّ
اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى
عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (.

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu)
berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah
melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi
pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.
(QS. An-Nahl [16] : 90)

Jama’ah Jum’at rahimakumullah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengarahkan
pentingnya akhlaq:

عَنْ
عَائِشَةَ رَحِمَهَا اللَّهُ قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه
وسلم- يَقُولُ « إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ
الصَّائِمِ الْقَائِمِ ». صحيح سنن أبي داود

Dari Aisyah rahimahallah, ia
berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya mukmin itu dengan kebagusan akhlaqnya pasti mencapai derajat
orang yang puasa (siang hari) dan orang yang berdiri (shalat malam hari).”
(HR. Abu Dawud Shahih No. 4798).

Di hadits lain diriwayatkan:

عَنْ
أَبِى ذَرٍّ قَالَ قَالَ لِى رَسُولُ اللَّهِ
-صلى الله عليه
وسلم- « اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ
تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ ».

Dari Abu Dzar , ia berkata, Rasulullah
—shallallahu ‘alaihi wa sallam— bersabda kepadaku: “Taqwalah kamu kepada Allah
di mana saja kamu berada, dan ikutilah kejelekan itu dengan kebaikan yang
menghapusnya, dan berakhlaqlah kepada manusia dengan akhlaq yang baik.”
(HR At-Tirmidzi, ia berkata hasan shahih, Ahmad, Ad-Darimi,
Al-Hakim, dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman).

عَنْ
أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ
-صلى الله عليه
وسلم- عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ « تَقْوَى اللَّهِ
وَحُسْنُ الْخُلُقِ ». وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ
فَقَالَ « الْفَمُ وَالْفَرْجُ
».

Dari Abu Hurairah, ia berkata,
Rasulullah —shallallahu ‘alaihi wa sallam— ditanya tentang apa yang paling
banyak memasukkan manusia ke surga, maka beliau bersabda: “Taqwa kepada Allah
dan bagusnya akhlaq.” Dan beliau ditanya tentang apa yang paling banyak
memasukkan manusia ke neraka, maka beliau bersabda: “mulut dan farji
(kemaluan)”
(HR At-Tirmidzi, ia berkata hadits
Shahih Gharib, dan Ibnu Majah).

عن
ابن مسعود – رضي الله عنه – ، قَالَ : قَالَ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – :
(( ألا أخْبِرُكُمْ بِمَنْ يَحْرُمُ عَلَى النَّار ؟ أَوْ بِمَنْ تَحْرُمُ
عَلَيْهِ النَّار ؟ تَحْرُمُ عَلَى كُلِّ قَرِيبٍ ، هَيّنٍ ، لَيِّنٍ ، سَهْلٍ ))
رواه الترمذي ، وقال : (( حديث حسن غريب)) قال الألباني ( صحيح لغيره
).

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu,
ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Maukah aku
khabarkan kepada kamu sekalian siapakah yang haram atas neraka? Atau siapakah
yang neraka haram atasnya? Neraka haram atas setiap orang yang (akhlaqnya)
dekat (kepada manusia), rendah hati, lembut, dan mudah (baik perangainya).
(HR. At-Tirmidzi, ia berkata Hasan Gharib)

Al-Mawardi berkata, dengan hadits
ini dijelaskan bahwa bagusnya akhlaq itu memasukkan pelakunya ke surga dan mengharamkannya
atas neraka, karena bagusnya akhlaq itu adalah ungkapan (ekspresi) dari keadaan
manusia yang mudah perangainya, lemah lembut, wajah berseri-seri, tidak membuat
orang lari, bagus ucapannya; tetapi sifat-sifat ini terbatas seukurannya pada
tempat-tempat yang berhak untuk disikapi demikian. Karena apabila melebihi
batas yang baik maka menjadi merunduk-runduk, dan bila diselewengkan dari
fungsinya maka menjadi pura-pura (kamuflase). Merendah-rendah adalah hina,
sedang pura-pura (kamuflase) adalah tercela. (Al-Munawi, Faidhul Qadir juz
3/hal. 136).

عن
أَبي ذَرٍّ – رضي الله عنه – ، قَالَ : قَالَ لي رسول الله – صلى الله عليه وسلم –
: (( لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئاً ، وَلَوْ أنْ تَلْقَى أخَاكَ
بوَجْهٍ طَلْقٍ )) رواه مسلم
.

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, ia
berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku: “Jangan
sampai kamu meremehkan kebajikan sedikitpun, walaupun (hanya) untuk menjumpai
saudaramu dengan wajah yang berseri-seri.’

(HR Muslim).

English: Arabic Calligraphy for 'ṣallā llahu ʿ...

Jama’ah Jum’at rahimakumullah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumumkan
tingginya kedudukan akhlaq.

عَنْ
أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ
-صلى الله عليه
وسلم- « إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ صَالِحَ الأَخْلاَقِ ».( أحمد) قال الشيخ الألباني : ( صحيح )

Dari Abu Hurairah, ia berkata,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya aku diutus
hanyalah untuk menyempurnakan baiknya akhlaq.”
(HR. Ahmad, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami’
No. 2349).

Sungguh telah terjadi dalam
kehidupan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bentuk sempurna
yang agung yaitu penerapan nyata akhlaq Qur’ani dan Nabawi.

Beliau sebagaimana perkataan Aisyah radhiyallahu
‘anha
:

عَنِ
الْحَسَنِ قَالَ : سُئِلَتْ عَائِشَةُ عَنْ خُلُقِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ فَقَالَتْ
: كَانَ
خُلُقُهُ الْقُرْآنَ. (أحمد)

Dari Al-Hasan ia berkata: Aisyah
ditanya tentang akhlaq Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka dia
menjawab: Akhlaqnya adalah al-Qur’an.

(HR Ahmad, Shahih menurut Syu’aib Al-Arnauth).

Artinya mengikuti dan terikat dengan
pengarahan Al-Qur’an. Benarlah Allah yang berfirman:

لَّقَدْ
كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ
وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri)
Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap
(rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
(QS Al-Ahzab [33] : 21)

وَإِنَّكَ
لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi
pekerti yang agung.
(QS. Al-Qalam [68] : 4)

Jama’ah Jum’at rahimakumullah, sungguh orang salafus shalih dari para sahabat, tabi’in
dan lainnya berada pada manhaj (jalan) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam
dalam meneladani akhlaq dan beramal dengannya.

Umar bin Khatthab radhiyallahu
‘anhu
didatangi Uyainah bin Hishn yang berkata:

يَا
ابْنَ الْخَطَّابِ وَاللَّهِ مَا تُعْطِينَا الْجَزْلَ ، وَمَا تَحْكُمُ بَيْنَنَا
بِالْعَدْلِ . فَغَضِبَ عُمَرُ حَتَّى هَمَّ بِأَنْ يَقَعَ بِهِ فَقَالَ الْحُرُّ
يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَالَ لِنَبِيِّهِ – صلى الله
عليه وسلم – ( خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
) وَإِنَّ هَذَا مِنَ الْجَاهِلِينَ . فَوَاللَّهِ مَا جَاوَزَهَا عُمَرُ حِينَ
تَلاَهَا عَلَيْهِ ، وَكَانَ وَقَّافًا عِنْدَ كِتَابِ اللَّهِ
. (رواه البخاري)

Hei anak Al-Khatthab, wallohi,
kamu tidak banyak memberi kami, dan kamu tidak memerintah di antara kami dengan
adil”, maka Umar marah sehingga ingin memukulnya, maka Al-Hurr berkata: “Wahai
Amirul Mukminin, sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya
shallallahu ‘alaihi wa sallam
:

) خُذِ
الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ« (. [ سورة
الأعراف: 199]

Jadilah engkau pema’af dan suruhlah
orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang
bodoh.
(QS. Al-A’raf [7] : 199).

Dan sesungguhnya orang ini termasuk
orang-orang yang bodoh. Maka demi Allah, Umar tidak melanggarnya ketika telah
dibacakan ayat itu atasnya, dan dia senantiasa berdiri di sisi kitab Allah
(mengamalkannya dan tidak melanggarnya).

(HR Al-Bukhari)

بَارَكَ
اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا
فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا
وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ
.

English: Prophet Mohammad Mihrab in Al-Masjid ...

English: Prophet Mohammad Mihrab in Al-Masjid al-Nabawi العربية: محراب النبي محمد صلى الله عليه وسلم في المسجد النبوي (Photo credit: Wikipedia)

—Khutbah Kedua—

إِنَّ
الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ
بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛ وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّذِينَ قَالُوا سَمِعْنَا
وَهُمْ لاَ يَسْمَعُونَ

إِنَّ
اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
.

اَللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
.

اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ
الدّعَوَاتِ
.

رَبَّنَا
اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا
تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ
رَّحِيمٌ

رَبَّنَا
ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ
الْخَاسِرِينَ

رَبَنَا
ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
.

وَصَلى
الله وسَلم عَلَى مُحَمد تسليمًا كَثيْرًا وآخر دَعْوَانَا لله رَب الْعَالَميْنَ
.

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

ARA

Hidup adalah amanah dari Allah Swt.

WordPress.com Apps

Apps for any screen

syiah981

bersama masuk surga

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

SITUSARA situs ara

bersama membentengi akidah ummat

"masjid tanpa warna" MASJID AL-FAJR

Membentengi akidah sesuai Al-Quran dan Hadist

ARA-SILSILAH

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

%d bloggers like this: