Blog Archives

JAUHI PRASANGKA

 

athian1JAUHI  PRASANGKA

 oleh : KH Athian Ali Moh. Da`i, Lc., MA

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ  وَنَسْتَعِيْنُهُ   وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ  فَلاَ هَادِيَ لَهُ  

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ، وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. أَمَّا بَعْدُ؛

Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhannahu wa Ta’ala yang telah menjadikan kita sebagai hamba-hambaNya yang beriman, yang telah menunjuki kita shiratal mustaqim, jalan yang lurus, yaitu jalan yang telah ditempuh orang-orang yang telah diberi ni’mat oleh Allah, dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada’ dan shalihin.

Semoga shalawat dan salam selalu terlimpah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw., keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik hingga hari kiamat.

Selanjutnya dari atas mimbar ini, perkenankanlah saya menyampaikan wasiat kepada saudara-saudara sekalian dan kepada diri saya sendiri, marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala selama sisa umur yang Allah karuniakan kepada kita, dengan berusaha semaksimal mungkin menjauhi larangan-laranganNya dan melaksanakan perintah-perintahNya dalam seluruh aktivitas dan sisi kehidupan.

Sungguh kita semua kelak akan menghadap Allah sendiri-sendiri untuk mempertanggung-jawabkan seluruh aktivitas yang kita lakukan. Pada hari itu, hari yang tidak diragukan lagi kedatangannya, yaitu hari kiamat, tidak akan bermanfaat harta benda yang dikumpul-kumpulkan dan anak yang dibangga-banggakan kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang salim, hati yang betul-betul bersih dari syirik sebagaimana firmanNya

dalam Surat Asy-Syu’aro 26 :  88-89:

tPöqtƒ Ÿw ßìxÿZtƒ ×A$tB Ÿwur tbqãZt/ ÇÑÑÈ žwÎ) ô`tB ’tAr& ©!$# 5=ù=s)Î/ 5OŠÎ=y™ ÇÑÒÈ

 

  1. (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
  2. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Dalam kesempatan khutbah Jum’at kali ini materi “Jauhi Prasangka”

Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Hujurat 49 ayat 12-13 yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ ﴿١٢﴾

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ ﴿١٣﴾

  1. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
  2. Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

Kedua ayat ini erat sekali kaitannya dengan silaturahim.:

  • Pertama, janganlah berburuk sangka kepada sesama mu`min.
  • Kedua, janganlah menyibukkan diri mencari-cari kesalahan orang lain, sementara kesalahan-kesalahan dirinya tak pernah ia perhatikan untuk diperbaikinya.
  • Ketiga, janganlah membicarakan keburukan orang lain hanya untuk maksud menjatuhkan dan menjelek-jelekan bukan untuk mencari penyelesaian.

Pada ayat 12 dikatakan “bahwa seorang mu`min yang berburuk sangka, mencari kesalahan orang lain, membicarakan keburukan saudaranya tidak untuk mencari maslahat, tapi untuk menjatuhkan, maka sama dengan ia telah memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati.

Ada 2 (dua) penafsiran para ulama tentang pernyataan “daging bangkai” itu :

  • Pertama, orang tersebut seakan-akan sudah menjadi bangkai hidup, di mana setiap ia keluar rumah semua orang menganggapnya seperti apa yang difitnahkannya sehingga ia sudah tidak ada nilainya di mata masyarakat.
  • Kedua, benar-benar memakan bangkai, sebag ada sebuah hadits menjelaskan tentang perjalanan Mi`raj Nabi Saw. à Ketika itu Rasulullah Saw. Diperlihatkan gambaran tentang neraka :

Beliau melihat ada bebarapa macam orang-orang ahli neraka; salah satunya Beliau melihat ada penduduk neraka yang pekerjaannya hanya makan daging bangkai manusia yang sudah busuk.

Rasulullah Saw pun bertanya, “wahai Malaikat Jibril siapa mereka ini ? Jibril berkata : Ini gambaran yang Allah berikan padamu ya Muhammad, untuk disampaiklan kepada ummatmu, seperti inilah nasib sebagian orang-orang yang mengaku beriman itu di akhirat nanti. Mereka yang pada waktu di dunia senang memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati, yaitu mereka yangberburuk sangka, mencari kesalahan, membicarakan keburukan saudaranya sesame mu`min untuk menghancurkan saudaranya itu; disisi Allah sama dengan ia telah memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati, tempatnya adalah di neraka dan  telah disiapkan daging bangkai manusia yang telah busuk untuk menjadi santapannya sehari-hari di neraka jahannam” 

Hadirin Rohimakumullah ………..

Dosa terbagi :

  • Dosa mendzalimi diri à adalah dosa antara diri pribadi dengan Allah Swt dan tidak ada pihak yang dirugikan dengan perbuatan dosanya seperti dosa meniggalkan shalat, shaum dsb.
  • Dosa fahisyah à merupakan dosa yang apabila dilakukan oleh seseorang maka yang rugi bukan hanya dirinya, tapi ada pihak yang dirugikan seperti dosa menyakiti perasaan orang lain, mencuri, korupsi, membunuh dsb.

Silaturahim selalu dianggap masalah kecil. Pandangan semacam ini hendaknya kita hentikan. Mari kita selesaikan segala urusan yang tidak baik dengan silaturahim, saling memaafkan, sebelum kita atau pihak yang di dzalimi meninggal dunia, agar kita terlepas dari dosa-dosa fahisyah.

Taubat untuk dosa fahisyah jauh lebih berat dibanding dosa mendzalimi diri.

  • Dalam dosa mendzalimi diri seseorang cukup bertaubat secara langsung kepada Allah
  • Namun untuk dosa fahisyah tidak bisa selesai hanya dengan bertaubat kepada Allah saja, melainkan sebelum taubat dilakukan seseorang harus menyelesaikan dan meminta maaf terlebih dahulu kepada orang yang ia dzalimi hingga masalahnya tuntas.

Timbul pertanyaan, bagaimana jika seseorang tidak atu belum menyelesaikan dosa fahisyahnya di dunia?

Dalam Hadits Riwayat Imam Muslim, Rasulullah Saw bersabda “Tahukah kamu siapa orang yang paling bangkrut di akhirat nanti? Yang paling bangkrut adalah mereka yang berbuat zalim di dunia lalu mereka tidak menyelesaikan kezalimannya. Jika yang berbuat zalim itu memiliki amal kebajikan, maka amal kebajikan-nya akan diserahkan pada orang yang di zalimi. Jika amalnya tidak cukup, maka dosa orang-orang yang ia zalimi akan dipindah kan pada orang yang menzalimi”

Hadits ini mengisyaratkan bahwa di akhirat nanti  tidak ada satu kezaliman pun, yang tidak dibalas oleh Allah. à Tidak ada orang yang dizalimi itu yang tidak memperoleh haknya.

Hadirin Rohimakumullah

Zalim adalah kebalikan dari adil.

  • Adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya, menyampaikan hak kepada yang berhak menerimanya.
  • Zalim artinya menempatkan sesuatu tidak sesuai pada tempatnya.

Bila setiap muslim menyadari betapa sulitnya bertaubat untuk urusan dosa fahisyah, maka seorang muslim tentunya tidak akan berani berbuat zalim kepada orang lain.

Dalam sebuah Hadits diceritakan, ada seorang wanita yang oleh Rasulullah Saw dikatakan ia ahli neraka, sebab wanita ini telah zalim dengan seekor kucing, dengan menyiksa, mengurung dan tidak memberi makan dan minum.

Hal ini berarti, betapa sangat besar dosa karena menzalimi sesame mahluk Allah. Menzalimi seekor kucing saja, dosanya begitu besar di sisi Allah hingga amal ibadahnya tidak dapat mengimbangi berat dosanya.

Lalu bagaimana bila seseorang menzalimi orang lain, bahkan yang di zalimi itu bukan hanya seorang, tetapi sekian ribu atau juta manusia ?

Disadari atau tidak sebagian saudara kita sudah terlalu lama menyepelekan perkara ibadah hablum minan nas, sebab mungkin selama ini mereka sudah merasa selesai dengan urusan keislamannya, bila sudah shalat, shaum dan haji. Padahal setiap detik dalam hidup harus bernilai ibadah.

Fiman Allah (QS.Adz Dzariaat 51:56)

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ﴿٥٦﴾

  1. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Maka porsi ibadah terbesar dalam hidup ini adalah ibadah hablumminannas, bahkan ibadah hablum minallah pun berkaitan dengan aspek hablum minannas.

Ibadah shalat sebagai pembentuk akhlak, dimana salah satu hikmahnya  “Mencegah seseorang dari perbuatan keji dan Munkar” (QS Al Ankabuut 29:45)

  1. bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Shalat berjamaah sangat besar sekali dampaknya dalam membina persatuan dan kebersamaan. Dalam ibadah haji pada saat berihram ditanah Haram, tidak dibolehkan membunuh binatang buruan dan mencabut pohon-pohonan. Dalam ibadah shaum diajarkan mengendalikan hawa nafsu memakan milik sendiri yang halal untuk melatih agar tidak memakan hak orang lain. Demikian pula dalam ibadah zakat seseorang dilatih untuk peduli dengan nasib sesame manusia.

Jika yang dimaksud dengan Hablumminallah itu adalah ibadah-ibadah yang terdapat dalam Rukun Islam, maka berapa banyak ibadah-ibadah tersebut menyita jatah usia seseorang?  Tentu porsi ibadah paling banyak ada pada hablumminannas.

Firman Allah (QS Al-Hujurat 49:10)

  1. orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Sabda Rasulullah : “Belum sempurna iman seseorang diantara kalian sampai dia bisa mencintai sesame mukmin seperti cinta dia pada diri sendiri” (HR Bukhari)

Sehingga Rasulullah Saw juga bersabda : “Tidak beriman dengan ajaran yang aku bawa (Islam), jika seseorang dapat tidur dengan nyenyak sementara disekelilingnya banyak saudaranya seiman yang tidak bisa tidur karena menahan lapar”

.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

 

 KHUTBAH KEDUA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيْئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Ma’asyirol Muslimin yang dirahmati Allah

Begitulah seharusnya silaturahim dalam Islam, bukan sekedar silaturahim basa basi seperti yang telah banyak dilakukan selama ini.

Mudah-mudahan kita termasuk kepada golongan  orang-orang yang menempatkan silaturahim pada tempatnya, suci dari ke kufuran dan kemusyrikan, suci dari dosa dan kesalahan.

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.

والحمد لله رب العالمين.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.وَأَقِمِ الصَّلاَةِ
Assalamu`alaikum Wr. Wb

 

Sumber :

logo fuui 150x150kop-bulletin

Athian Ali Moh. Da`i (Jauhi Prasangka)

Lembar Kajian Syakhshiyyah Islamiyyah

Sabtu 11 Syawal 1437H/16 Juli 2016M

Edisi 46 Tahun XIII/1437/2016

 

ara

Diedit ulang untuk Khutbah Jumat/Tausiyah

Oleh

H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

20161007- Jauhi Prasangka

https://arozakabuhasan.wordpress.com/

http://arozakabuhasan.blogspot.com/

http://alfajrbandung.wordptess.com

https://fuuindonesia.wordpress.com/
https://fuuina.wordpress.com/

Hati-Hati Aliran Sesat

GAFATAR REINKARNASI QI & KOMAR                                                           http://www.sigabah.com/beta/gafatar-reinkarnasi-qi-komar/

15+-+1 Allah Allah

Beberapa hari terakhir ini, Indonesia kembali digemparkan dengan ulah salah satu kelompok aliran sesat bernama Gafatar singkatan dari “Gerakan Fajar Nusantara” yang dulu bernama “Al-Qiyadah Al-Islamiyah”. Karena nama yang terkahir ini sudah diblacklist oleh MUI dan Pemerintah,  mereka pun berubah nama menjadi Gafatar, ajaran, manhaj, akidahnya pun sama. Bahkan, nabi mereka tetap Mushaddeq yang kini masih dikerangkeng. Namun, ulah Gafatar terlihat lebih konyol dan vulgar sebab mereka mangajak anggotanya seluruh Indonesia untuk melakukan eksodus ke Kalimantan, ini tak jauh beda dengan An-Nadzir yang ada di Samata Gowa, mereka seakan-akan mendirikan negara dalam negara.

Kita setuju dengan apa yang disampaikan KH. M. Amin Djamaluddin, Pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) Jakarta, bahwa Gafatar adalah reinkarnasi Al-Qiyadah Al-Islamiyah dan Komar (Komunitas Millah Abraham), setelah “nabi” Ahmad Moshaddeq ditangkap dan divonis oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya pada 29 Oktober 2007 dan divonis pada 23 April 2008) dengan hukuman penjara 4 (empat) tahun.

Menurut KH. Amin, dalam rapat pengurus lengkap, pada Sabtu, 12 September 2009 di Jalan Raya Puncak KM 79, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, dalam pengarahan Ketuanya pada saat itu antara lain mengatakan, “12 September 2009 ini adalah sebuah saah baru, sejarah baru dan catatlah peristiwa ini baik-baik.” (hal. 16)

“Suatu hal yang perlu kita cerdasi, Allah bukanlah orang Arab dan Dia (Allah) sangat mengerti apabila manusia beribadah kepada-Nya menggunakan bahasa apa pun yang digunakannya. Ini merupakan sebuah aqidah bersejarah yang aku ungkapkan kepada kalian, pada tanggal 12 September 2009 bersejarah ini. Ini merupakan suatu yang baru dari Alqi (Al-Qiyadah Al-Islamiyyah, pen) kita bergeser menuju Millah Abraham. Kalau nanti orang mempermasalahkan nama yang kamu gunakan, maka katakanlah kepada mereka, kamu adalah Komunitas Millah Abraham.” (hal. 17).

“Pada masa transisi, penyesuaian merupakan suatu yang logis. Dengan adanya peralihan dari Alqi (Al-Qiyadah Al Islamiyyah, pen) kepada Komunitas Millah Abraham, tentu saja perlu penyesuaian, perlu perubahan struktur.” (hal. 22)

Dengan mereka berganti nama (baju) dari Al-Qiyadah Al-Islamiyyah menjadi Millah Abraham, akhirnya mereka bisa leluasa dan bebas mengembangkan organisasinya di seluruh Indonesia. Mereka hanya merubah namanya saja, akan tetapi ajarannnya masih tetap sesat, karena mengikuti ajaran ”nabi” Ahmad Moshaddeq.

Alhamdulillah, Gubernur Aceh telah mengeluarkan SK yang berisi larangan untuk Millah Abraham di seluruh wilayah Aceh dengan SK Gubernur Aceh No. 9 tahun 2011, pada Kamis 26 April 2012. Akhirnya mereka berganti nama (baju) lagi dari Millah Abraham menjadi Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara). Dengan nama baru ini, mereka melakukan kegiatan sosial di mana-mana di seluruh Indonesia.

Kemudian, pada hari Kamis, 7 Juni 2012, koran Radar Depok memuat wawancara jarak jauh dengan penulis, (pada saat itu, penulis sedang pulang kampung ke Udik Bima, NTB). Penulis tidak bisa mendengar suara wartawan Radar Depok tersebut, karena suara Hpnya terputus-putus. Wartawan Radar Depok bertanya kepada penulis tentang Gafatar yang kegiatannya luar biasa di Depok. Penulis jawab bahwasanya Gafatar itu pada intinya masih tetap mengikuti ajaran yang bersumber dari Ahmad Moshaddeq. Perlu diketahui bahwasanya Ahmad Moshaddeq ini berasal dari Pesantren Al-Zaytun NII KW-9, Al-Qiyadah Al-Islamiyyah dan juga Millah Abraham. Wawancara antara penulis dengan wartawan Radar Depok via telepon ini, dimuat oleh Radar Depok pada hari Jumat, 8 Juni 2012.

Setelah Radar Depok menurunkan berita hasil wawancara dengan penulis tersebut, akhirnya beberapa pimpinan Gafatar mendatangi redaksi koran Radar Depok dan mereka memprotes keras berita tersebut. Maka pada saat itu pula, wartawan Radar Depok menelepon penulis, dan penulis jawab bahwa penulis masih di kampung, belum pulang ke Jakarta.

Setelah penulis tiba di Jakarta, maka pada Senin 11 Juni 2012, datanglah beberapa orang pengurus Gafatar ke kantor LPPI di Jalan Tambak No. 20B Jakarta Pusat. Di Kantor LPPI, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gafatar Jawa Barat, Ir. La Ode Arsam Tira protes dan marah-marah kepada penulis. Penulis hanya mendengarkan dan diam saja saat Ir. Laode marah-marah tersebut.

Setelah kemarahan Ir. Laode mereda, maka penulis mengambil buku-buku asli tulisan Ahmad Moshaddeq dan buku tulisan Ketua Umum Gafatar, Mahful Muis Hawari dan penulis perlihatkan buku-buku tersebut kepada mereka semuanya.

Buku tulisan Ketua Umum Gafatar, Mahful Muis Hawari yang berjudul: Teologi Abraham Membangun Kesatuan Iman, Yahudi, Kristen dan Islam. Penulis menilai bahwa buku ini merupakan missi Yahudi untuk menghancurkan Islam dari dalam.

Buku tulisan Ahmad Moshaddeq yang berjudul: Eksistensi dan Konsekuensi Sebuah Kesaksian, dengan editor Mahful Muis, S.Ag, M.A. Di dalam buku tersebut terdapat tulisan Ahmad Moshaddeq dan juga tulisan Mahful Muis, S.Ag, M.A. Buku tulisan Ahmad Moshaddeq yang berjudul: Al Masih Al Maw’ud & Ruhul Qudus Dalam Perspektif Taurat, Injil & Al-Qur`an.

Buku dengan judul: Ruhul Qudus yang Turun Kepada Al Masih Al Maw’ud. Di dalam buku tersebut, pada hal. 191, 192 hampir seluruh Pengurus Gafatar telah berbai’at kepada ”nabi” Ahmad Moshaddeq.

Buku yang ke-4 ini hanya copyannya saja, karena buku yang asli sudah disita oleh Polda Metro Jaya sebagai bukti penodaan agama, sewaktu penulis melaporkan Ahmad Moshaddeq di Polda Metro Jaya tahun 2007, delapan tahun yang lalu, sehingga divonis 4 (empat) tahun penjara.

Setelah mereka melihat buku-buku asli tersebut, terutama buku tulisan Ketua Umumnya, alangkah kagetnya mereka. Penulis berkata kepada Ir. La Ode, “Buku tulisan Ketua Umum Gafatar ini berisi misi Yahudi, yaitu untuk menyesatkan umat Islam, sama dengan misinya Millah Abraham!”

Penulis juga memperlihatkan kepada mereka Susunan Pengurus Gafatar lengkap dengan foto-foto mereka dengan latar foto berwarna orange serta nomor urut bai’at mereka kepada Ahmad Moshaddeq.

Setelah penulis memperlihatkan buku-buku asli tersebut kepada mereka, termasuk buku tulisan Ketua Umum Gafatar dan buku tulisan Ahmad Moshaddeq tersebut, maka Ir. La Ode yang tadinya marah-marah kepada penulis, akhirnya dia berkata kepada penulis, ”Pak Amin ini orang tua kita, tempat kita bertanya berbagai masalah agama,” sambil memegang bahu penulis. Kemudian setelah itu, mereka pun pulang.” (copy kartu namanya terlampir).

Beruntunglah kita masih memiliki ulama yang istiqamah semisal KH. M. Amin Djamaluddin, begitu pula kita masih memiliki lembaga keulamaan yang berhak menentukan dan merumuskan jenis ajaran yang menyimpang, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI). Setidaknya ada sepuluh kriteria yang ditetapkan oleh MUI.

Pertama, mengingkari rukun iman dan rukun Islam. Kedua, meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar’i (Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw). Ketiga, meyakini turunnya wahyu setelah Al-Qur’an.

Keempat, mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Al-Quran.
Kelima, melakukan penafsiran Al-Qur’an yang tidak berdasarkan kaidah tafsir.
Keenam, mengingkari kedudukan hadits nabi sebagai sumber ajaran Islam. Ketujuh, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.

Kedelapan, mengingkari Nabi Muhammad saw. sebagai nabi dan rasul terakhir. Kesembilan, mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah.
Kesepuluh,  mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i.

Melihat kriteria aliran sesat yang ditetapkan MUI Pusat tersebut, maka kita melihat Gafatar adalah aliran sesat yang sangat sempurna, hampir semua kriteria masuk di dalamnya. Melanggar poin kedelapan saja, dengan meyakini ada nabi setelah Nabi Muhammad saw., maka secara total keislaman seseorang akan rontok alias batal.

Dengan berpatokan oleh rumusan kriteria aliran sesat di atas, maka tidak susah mendiagnosa ajaran sesat yang diamalkan oleh golongan mana pun, termasuk dapat dijadikan sebagai alat untuk membendung dan meringkus penganut aliran Gafatar. Wallahu A’lam!

Diadaptasi dari tulisan KH. M. Amin Djamaluddin (Pimpinan LPPI Jakarta) dan Ustadz Ilham Kadir, Wasekjen Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Sulsel.

Editor: Amin Muchtar, Anggota Komisi Akidah Dewan Hisbah PP Persis, sigabah.com/beta

share by :ara

https://arozakabuhasan.wordpress.com/

http://membentengiakidah.blogspot.co.id/

BERSAMA MASUK SURGA

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN  

 

2014-09-26 08.50.26

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
Untuk saling ingat mengingatkan diantara kita, agar supaya kita tidak tersesat dari jalan yang lurus, mari kita tingkatkan ketaqwaan kita untuk bersama masuk surga, semoga Allah Swt. ridho, :

Firman Allah QS. Al-Jaatsiyah 45:23
أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya[1384] dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

[1384] Maksudnya Tuhan membiarkan orang itu sesat, karena Allah telah mengetahui bahwa Dia tidak menerima petunjuk-petunjuk yang diberikan kepadanya. (Qs.Al Jaatsiyah 45:23)

Firman Allah QS. Muhammad 47:16-17
وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ حَتَّى إِذَا خَرَجُوا مِنْ عِنْدِكَ قَالُوا لِلَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مَاذَا قَالَ ءَانِفًا أُولَئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ
وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَءَاتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ
16. dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu sehingga apabila mereka keluar dari sisimu orang-orang berkata kepada orang yang telah diberi ilmu pengetahuan (sahabat-sahabat Nabi): “Apakah yang dikatakannya tadi?” mereka itulah orang-orang yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka.

17. dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan Balasan ketaqwaannya. (QS. Muhammad 47:16-17)

Firman Allah QS. Ali Imran 3: 104

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS3:104)

[217] Ma’ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.

Kita renungkan Firman Allah (QS.Al-Bayyinah 98: 5)

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَ‌ٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ ﴿٥﴾                                                Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.

Semoga bermanfaat,
السلام عليكم ورحمة الله و بركاته

      ara

a. rozak abuhasan

 https://arozakabuhasan.wordpress.com/                                http://arozakabuhasan.blogspot.com/                              http://membentengiakidah.blogspot.co.id/                   http://arozakabuhasan.blogspot.com/                             https://alfajrbandung.wordpress.com/   https://plus.google.com/+AROZAKABUHASANMBA https://fuuindonesia.wordpress.com/                           https://masjidtaqwast.wordpress.com/                                             https://alfajrmasjid.wordpress.com/                                                           https://taqwast.wordpress.com/ 

 

 

 

 

NIAT BAIK VS. NIAT BURUK


NIAT BAIK SEGERA LAKSANAKAN
NIAT BURUK SEGERA DITUNDA

a. rozak abuhasan

https://arozakabuhasan.wordpress.com/  http://arozakabuhasan.blogspot.com/        http://membentengiakidah.blogspot.co.id/ https://fuuindonesia.wordpress.com/

https://plus.google.com/+AROZAKABUHASANMBA

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

ARA

Hidup adalah amanah dari Allah Swt.

WordPress.com Apps

Apps for any screen

syiah981

bersama masuk surga

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

SITUSARA situs ara

bersama membentengi akidah ummat

"masjid tanpa warna" MASJID AL-FAJR

Membentengi akidah sesuai Al-Quran dan Hadist

ARA-SILSILAH

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

%d bloggers like this: