Arsip Blog

JAUHI PRASANGKA

 

athian1JAUHI  PRASANGKA

 oleh : KH Athian Ali Moh. Da`i, Lc., MA

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ  وَنَسْتَعِيْنُهُ   وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ  فَلاَ هَادِيَ لَهُ  

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ، وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. أَمَّا بَعْدُ؛

Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhannahu wa Ta’ala yang telah menjadikan kita sebagai hamba-hambaNya yang beriman, yang telah menunjuki kita shiratal mustaqim, jalan yang lurus, yaitu jalan yang telah ditempuh orang-orang yang telah diberi ni’mat oleh Allah, dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada’ dan shalihin.

Semoga shalawat dan salam selalu terlimpah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw., keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik hingga hari kiamat.

Selanjutnya dari atas mimbar ini, perkenankanlah saya menyampaikan wasiat kepada saudara-saudara sekalian dan kepada diri saya sendiri, marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala selama sisa umur yang Allah karuniakan kepada kita, dengan berusaha semaksimal mungkin menjauhi larangan-laranganNya dan melaksanakan perintah-perintahNya dalam seluruh aktivitas dan sisi kehidupan.

Sungguh kita semua kelak akan menghadap Allah sendiri-sendiri untuk mempertanggung-jawabkan seluruh aktivitas yang kita lakukan. Pada hari itu, hari yang tidak diragukan lagi kedatangannya, yaitu hari kiamat, tidak akan bermanfaat harta benda yang dikumpul-kumpulkan dan anak yang dibangga-banggakan kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang salim, hati yang betul-betul bersih dari syirik sebagaimana firmanNya

dalam Surat Asy-Syu’aro 26 :  88-89:

tPöqtƒ Ÿw ßìxÿZtƒ ×A$tB Ÿwur tbqãZt/ ÇÑÑÈ žwÎ) ô`tB ’tAr& ©!$# 5=ù=s)Î/ 5OŠÎ=y™ ÇÑÒÈ

 

  1. (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
  2. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Dalam kesempatan khutbah Jum’at kali ini materi “Jauhi Prasangka”

Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Hujurat 49 ayat 12-13 yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ ﴿١٢﴾

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ ﴿١٣﴾

  1. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
  2. Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

Kedua ayat ini erat sekali kaitannya dengan silaturahim.:

  • Pertama, janganlah berburuk sangka kepada sesama mu`min.
  • Kedua, janganlah menyibukkan diri mencari-cari kesalahan orang lain, sementara kesalahan-kesalahan dirinya tak pernah ia perhatikan untuk diperbaikinya.
  • Ketiga, janganlah membicarakan keburukan orang lain hanya untuk maksud menjatuhkan dan menjelek-jelekan bukan untuk mencari penyelesaian.

Pada ayat 12 dikatakan “bahwa seorang mu`min yang berburuk sangka, mencari kesalahan orang lain, membicarakan keburukan saudaranya tidak untuk mencari maslahat, tapi untuk menjatuhkan, maka sama dengan ia telah memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati.

Ada 2 (dua) penafsiran para ulama tentang pernyataan “daging bangkai” itu :

  • Pertama, orang tersebut seakan-akan sudah menjadi bangkai hidup, di mana setiap ia keluar rumah semua orang menganggapnya seperti apa yang difitnahkannya sehingga ia sudah tidak ada nilainya di mata masyarakat.
  • Kedua, benar-benar memakan bangkai, sebag ada sebuah hadits menjelaskan tentang perjalanan Mi`raj Nabi Saw. à Ketika itu Rasulullah Saw. Diperlihatkan gambaran tentang neraka :

Beliau melihat ada bebarapa macam orang-orang ahli neraka; salah satunya Beliau melihat ada penduduk neraka yang pekerjaannya hanya makan daging bangkai manusia yang sudah busuk.

Rasulullah Saw pun bertanya, “wahai Malaikat Jibril siapa mereka ini ? Jibril berkata : Ini gambaran yang Allah berikan padamu ya Muhammad, untuk disampaiklan kepada ummatmu, seperti inilah nasib sebagian orang-orang yang mengaku beriman itu di akhirat nanti. Mereka yang pada waktu di dunia senang memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati, yaitu mereka yangberburuk sangka, mencari kesalahan, membicarakan keburukan saudaranya sesame mu`min untuk menghancurkan saudaranya itu; disisi Allah sama dengan ia telah memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati, tempatnya adalah di neraka dan  telah disiapkan daging bangkai manusia yang telah busuk untuk menjadi santapannya sehari-hari di neraka jahannam” 

Hadirin Rohimakumullah ………..

Dosa terbagi :

  • Dosa mendzalimi diri à adalah dosa antara diri pribadi dengan Allah Swt dan tidak ada pihak yang dirugikan dengan perbuatan dosanya seperti dosa meniggalkan shalat, shaum dsb.
  • Dosa fahisyah à merupakan dosa yang apabila dilakukan oleh seseorang maka yang rugi bukan hanya dirinya, tapi ada pihak yang dirugikan seperti dosa menyakiti perasaan orang lain, mencuri, korupsi, membunuh dsb.

Silaturahim selalu dianggap masalah kecil. Pandangan semacam ini hendaknya kita hentikan. Mari kita selesaikan segala urusan yang tidak baik dengan silaturahim, saling memaafkan, sebelum kita atau pihak yang di dzalimi meninggal dunia, agar kita terlepas dari dosa-dosa fahisyah.

Taubat untuk dosa fahisyah jauh lebih berat dibanding dosa mendzalimi diri.

  • Dalam dosa mendzalimi diri seseorang cukup bertaubat secara langsung kepada Allah
  • Namun untuk dosa fahisyah tidak bisa selesai hanya dengan bertaubat kepada Allah saja, melainkan sebelum taubat dilakukan seseorang harus menyelesaikan dan meminta maaf terlebih dahulu kepada orang yang ia dzalimi hingga masalahnya tuntas.

Timbul pertanyaan, bagaimana jika seseorang tidak atu belum menyelesaikan dosa fahisyahnya di dunia?

Dalam Hadits Riwayat Imam Muslim, Rasulullah Saw bersabda “Tahukah kamu siapa orang yang paling bangkrut di akhirat nanti? Yang paling bangkrut adalah mereka yang berbuat zalim di dunia lalu mereka tidak menyelesaikan kezalimannya. Jika yang berbuat zalim itu memiliki amal kebajikan, maka amal kebajikan-nya akan diserahkan pada orang yang di zalimi. Jika amalnya tidak cukup, maka dosa orang-orang yang ia zalimi akan dipindah kan pada orang yang menzalimi”

Hadits ini mengisyaratkan bahwa di akhirat nanti  tidak ada satu kezaliman pun, yang tidak dibalas oleh Allah. à Tidak ada orang yang dizalimi itu yang tidak memperoleh haknya.

Hadirin Rohimakumullah

Zalim adalah kebalikan dari adil.

  • Adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya, menyampaikan hak kepada yang berhak menerimanya.
  • Zalim artinya menempatkan sesuatu tidak sesuai pada tempatnya.

Bila setiap muslim menyadari betapa sulitnya bertaubat untuk urusan dosa fahisyah, maka seorang muslim tentunya tidak akan berani berbuat zalim kepada orang lain.

Dalam sebuah Hadits diceritakan, ada seorang wanita yang oleh Rasulullah Saw dikatakan ia ahli neraka, sebab wanita ini telah zalim dengan seekor kucing, dengan menyiksa, mengurung dan tidak memberi makan dan minum.

Hal ini berarti, betapa sangat besar dosa karena menzalimi sesame mahluk Allah. Menzalimi seekor kucing saja, dosanya begitu besar di sisi Allah hingga amal ibadahnya tidak dapat mengimbangi berat dosanya.

Lalu bagaimana bila seseorang menzalimi orang lain, bahkan yang di zalimi itu bukan hanya seorang, tetapi sekian ribu atau juta manusia ?

Disadari atau tidak sebagian saudara kita sudah terlalu lama menyepelekan perkara ibadah hablum minan nas, sebab mungkin selama ini mereka sudah merasa selesai dengan urusan keislamannya, bila sudah shalat, shaum dan haji. Padahal setiap detik dalam hidup harus bernilai ibadah.

Fiman Allah (QS.Adz Dzariaat 51:56)

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ﴿٥٦﴾

  1. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Maka porsi ibadah terbesar dalam hidup ini adalah ibadah hablumminannas, bahkan ibadah hablum minallah pun berkaitan dengan aspek hablum minannas.

Ibadah shalat sebagai pembentuk akhlak, dimana salah satu hikmahnya  “Mencegah seseorang dari perbuatan keji dan Munkar” (QS Al Ankabuut 29:45)

  1. bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Shalat berjamaah sangat besar sekali dampaknya dalam membina persatuan dan kebersamaan. Dalam ibadah haji pada saat berihram ditanah Haram, tidak dibolehkan membunuh binatang buruan dan mencabut pohon-pohonan. Dalam ibadah shaum diajarkan mengendalikan hawa nafsu memakan milik sendiri yang halal untuk melatih agar tidak memakan hak orang lain. Demikian pula dalam ibadah zakat seseorang dilatih untuk peduli dengan nasib sesame manusia.

Jika yang dimaksud dengan Hablumminallah itu adalah ibadah-ibadah yang terdapat dalam Rukun Islam, maka berapa banyak ibadah-ibadah tersebut menyita jatah usia seseorang?  Tentu porsi ibadah paling banyak ada pada hablumminannas.

Firman Allah (QS Al-Hujurat 49:10)

  1. orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Sabda Rasulullah : “Belum sempurna iman seseorang diantara kalian sampai dia bisa mencintai sesame mukmin seperti cinta dia pada diri sendiri” (HR Bukhari)

Sehingga Rasulullah Saw juga bersabda : “Tidak beriman dengan ajaran yang aku bawa (Islam), jika seseorang dapat tidur dengan nyenyak sementara disekelilingnya banyak saudaranya seiman yang tidak bisa tidur karena menahan lapar”

.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

 

 KHUTBAH KEDUA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيْئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Ma’asyirol Muslimin yang dirahmati Allah

Begitulah seharusnya silaturahim dalam Islam, bukan sekedar silaturahim basa basi seperti yang telah banyak dilakukan selama ini.

Mudah-mudahan kita termasuk kepada golongan  orang-orang yang menempatkan silaturahim pada tempatnya, suci dari ke kufuran dan kemusyrikan, suci dari dosa dan kesalahan.

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.

والحمد لله رب العالمين.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.وَأَقِمِ الصَّلاَةِ
Assalamu`alaikum Wr. Wb

 

Sumber :

logo fuui 150x150kop-bulletin

Athian Ali Moh. Da`i (Jauhi Prasangka)

Lembar Kajian Syakhshiyyah Islamiyyah

Sabtu 11 Syawal 1437H/16 Juli 2016M

Edisi 46 Tahun XIII/1437/2016

 

ara

Diedit ulang untuk Khutbah Jumat/Tausiyah

Oleh

H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

20161007- Jauhi Prasangka

https://arozakabuhasan.wordpress.com/

http://arozakabuhasan.blogspot.com/

http://alfajrbandung.wordptess.com

https://fuuindonesia.wordpress.com/
https://fuuina.wordpress.com/

Khutbah Jumat Amar Ma`ruf Nahi Munkar (17 Dokrin Sesat Syiah)

Amar Ma`ruf Nahi Munkar-17 Dokrin Sesat Syiah

KHUTBAH PERTAMA
اَلْحَمْدُِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُبِااللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وِمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
اَشْهَدُ اَنْ لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ وَصَحـْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.
إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُونَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin rahimakumullah
Puji syukur hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat iman, nikmat Islam, rezeki dan kesehatan.

Dialah pula yang telah menyisipkan hidayah iman dalam hati kita, yang dengan hidayah tersebut, kita dapat melangkahkan kaki menuju masjid ini; berkumpul bersama untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim, yaitu melaksanakan shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah Jum’at. Semoga Allah Swt. menerima amal ibadah kita semua sebagai ibadah.
Shalawat serta salam semoga Allah curahkan selalu kepada junjungan kita Muhammad SAW, kepada para sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman; amin ya Robbal alamin.

Ikhwatal Iman rahimakumullah… jama`ah shalat jum’at yang berbahagia.
Selanjutnya, khatib mengajak kita semua termasuk diri khotib sendiri untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Karena tidak ada bekal terbaik yang dapat menyelamatkan kita dalam kehidupan di dunia dan akhirat kelak kecuali taqwa. Tidak ada pula derajat kemuliaan yang pantas disematkan kepada seseorang kecuali derajat ketaqwaan. Dengan taqwa kepada Allah inilah kita berupaya menjalani kehidupan sehari-hari kita, untuk keselamatan dunia akhirat.

Ikhwatal Iman rahimakumullah… jama`ah shalat jum’at Masjid Al-Fajr yang berbahagia.
Sekian banyak bentuk kesyirikan, kezaliman, kejahatan, kemaksiatan yang kita temukan di sekitar kita bahkan masuk kedalam rumah-rumah kita melalui media TV, atau ajakan orang-orang tertentu.

Contohnya
• Praktek kesyirikan sudah menjadi suatu yang biasa dilakukan orang. Bahkan dukun, para normal, tukang ramal, ahli zodiak, dan orang-orang semacam mereka, yang jelas-jelas melakukan praktik kesyirikan, dianggap sebagai tokoh panutan dan memiliki tempat terhormat di tengah masyarakat.
• Praktek ibadah yang dipengaruhi budaya atau adat istiadat yang tidak sesuai dengan ajaran Agama yang benar dan tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.
• Contoh lain adalah adanya orang-orang sudah tidak bisa lagi menghargai nyawa, harta orang lain, dan bahkan tidak bisa menghargai kehormatan manusia lainnya.
• Disisi lain, di antara kaum muslimin sendiri tidak lagi memiliki rasa kepedulian terhadap saudaranya sesama muslim, tidak peduli dengan kejadian dan kondisi yang ada, sehingga segala bentuk kemungkaran semakin hari tumbuh subur, dan sebaliknya segala bentuk kebaikan mulai terkikis dan asing.

Semua itu terjadi karena yang menjadi tolok ukur beragama adalah perasaan dan logika semata dengan dalih ilmiah, bukan Iman yang kokoh. Iman yang kokoh adalah iman yang tidak sedikitpun tergoyahkan, tidak sedikitpun tercemar oleh bisikan syaithan, bisikan ajaran kaum munafikin dan kafir, ajaran sesat dan menyesatkan.serta budaya atau adat kebiasaan.

Ajaran sesat dan paling menyesatkan adalah ajaran Syiah. Syiah mengaku Islam, tetapi sesungguhnya akidah Syiah tidaklah sama dengan akidah ummat Islam. Syiah merupakan induknya kesesatan dari seluruh aliran sesat yang ada.
Menurut Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), KH Athian Ali M. Da`i, Lc, MA, menyatakan: Syiah dilihat dari sisi akidah maupun syariah adalah sesat dan menyesatkan serta diluar Islam.1)

Seorang tokoh NU sendiri seperti KH Irfan Zidny MA (alm) merasa gusar terhadap sikap sejumlah intelektual dan ulama yang memposisikan Syiah sama saja dengan Islam, padahal mereka itu tidak tahu banyak tentang Syiah. 1)

Jamaah salat Jumat rahimakumullah
Ada 17 dokrin atau ajaran Syiah yang disembunyikan dari kita (kaum muslimin).
Ke-17 doktrin rahasia ini terdapat dalam kitab-kitab suci Syi’ah seperti kitab Usuhulu Kaafi dan Rijalul Kashi. Ajaran ini juga bertangung-jawab dalam mengubah keaslian dan kesucian Qalamuallah Al Quran ul karim.

Berikut adalah doktrin-doktrin yang sesat lagi menyesatkan Syiah:

1. Dunia dengan seluruh isinya adalah milik para imam Syi’ah. Mereka akan memberikan dunia ini kepada siapa yang dikehendaki dan mencabutnya dari siapa yang dikehendaki (Ushulul Kaafi, hal.259, Al-Kulaini, cet. India). Doktrin semacam ini bertentangan dengan firman Allah SWT QS: Al-A’raf 7: 128,“Sesungguhnya bumi adalah milik Allah, Dia dikaruniakan kepada siapa yang Dia kehendaki”. Kepercayaan Syi’ah diatas menunjukkan penyetaraan kekuasaan para imam Syi’ah dengan Allah dan doktrin ini merupakan aqidah syirik.

2. Ali bin Abi Thalib diklaim sebagai imam Syi’ah yang pertama dinyatakan sebagai dzat yang pertama dan terakhir, yang dhahir dan yang bathin sebagaimana termaktub dalam surat Al-Hadid, 57: 3 (Rijalul Kashi hal. 138).
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin[1452]; dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.(QS.57:3)
Doktrin semacam ini jelas merupakan kekafiran Syi’ah yang berdusta atas nama Khalifah Ali bin Abi Thalib. Dengan doktrin semacam ini Syi’ah menempatkan Ali sebagai Tuhan.

3. Para imam Syi’ah merupakan wajah Allah, mata Allah dan tangan-tangan Allah yang membawa rahmat bagi para hamba Allah (Ushulul Kaafi, hal. 83).

4. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib oleh Syi’ah dikatakan menjadi wakil Allah dalam menentukan surga dan neraka, memperoleh sesuatu yang tidak diperoleh oleh manusia sebelumnya, mengetahui yang baik dan yang buruk, mengetahui segala sesuatu secara rinci yang pernah terjadi dahulu maupun yang ghaib (Ushulul Kaafi, hal. 84).

5. Keinginan para imam Syi’ah adalah keinginan Allah juga (Ushulul Kaafi, hal. 278).

6. Para imam Syi’ah mengetahui kapan datang ajalnya dan mereka sendiri yang menentukan saat kematiannya karena bila imam tidak mengetahui hal-hal semacam itu maka ia tidak berhak menjadi imam (Ushulul Kaafi, hal. 158).

7. Para imam Syi’ah mengetahui apapun yang tersembunyi dan dapat mengetahui dan menjawab apa saja bila kita bertanya kepada mereka karena mereka mengetahui hal ghaib sebagaimana yang Allah ketahui (Ushulul Kaafi, hal. 193).

8. Allah itu bersifat bada’ yaitu baru mengetahui sesuatu bila sudah terjadi. Akan tetapi para imam Syi’ah telah mengetahui lebih dahulu hal yang belum terjadi (Ushulul Kaafi, hal. 40).Menurut Al-Kulaini (ulama besar ahli hadits Syi’ah), Bahwa Allah tidak mengetahui bahwa Husein bin Ali akan mati terbunuh. Menurut mereka Tuhan pada mulanya tidak tahu karena itu Tuhan membuat ketetapan baru sesuai dengan kondisi yang ada. Akan tetapi imam Syi’ah telah mengetahui apa yang akan terjadi. Oleh sebab itu menurut doktrin Syi’ah Allah bersifat bada’ (Ushulul Kaafi, hal. 232).

9. Para imam Syi’ah merupakan gudang ilmu Allah dan juga penerjemah ilmu Allah. Para imam Syi’ah bersifat Ma’sum (Bersih dari kesalahan dan tidak pernah lupa apalagi berbuat Dosa). Allah menyuruh manusia untuk mentaati imam Syi’ah, tidak boleh mengingkarinya dan mereka menjadi hujjah (Argumentasi Kebenaran) Allah atas langit dan bumi (Ushulul Kaafi, hal. 165).

10. Para imam Syi’ah sama dengan Rasulullah Saw (Ibid).

11. Yang dimaksud para imam Syi’ah adalah Ali bin Abi Thalib, Husein bin Ali, Ali bin Husein, Hassan bin Ali dan Muhammad bin Ali (Ushulul Kaafi, hal. 109)

12. Al- Qur’an yang ada sekarang telah berubah, dikurangi dan ditambah (Ushulul Kaafi, hal. 670). Salah satu contoh ayat Al-Qur’an yang dikurangi dari aslinya yaitu ayat Al-Qur’an An-Nisa’: 47
menurut versi Syi’ah berbunyi: “Ya ayyuhalladziina uutul kitaaba aaminuu bimaa nazzalnaa fie ‘Aliyyin nuuran mubiinan”. (Fashlul Khitab, hal. 180).
Menurut Al-Quran kita kaum muslimin
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ ءَامِنُوا بِمَا نَزَّلْنَا مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَطْمِسَ وُجُوهًا فَنَرُدَّهَا عَلَى أَدْبَارِهَا فَنَرُدَّهَا عَلَى أَدْبَارِهَا أَوْ نَلْعَنَهُمْ كَمَا لَعَنَّا أَصْحَابَ السَّبْتِ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًا

13. Menurut Syi’ah, Al-Qur’an yang dibawa Jibril kepada Nabi Muhammad ada 17 ribu ayat, namun yang tersisa sekarang hanya 6660 ayat (Ushulul Kaafi, hal. 671).

14. Menyatakan bahwa Abu Bakar, Umar, Utsman bin Affan, Muawiyah, Aisyah, Hafshah, Hindun, dan Ummul Hakam adalah makhluk yang paling jelek di muka bumi, mereka ini adalah musuh-musuh Allah. Siapa yang tidak memusuhi mereka, maka tidaklah sempurna imannya kepada Allah, Rasul-Nya dan imam-imam Syi’ah (Haqqul Yaqin, hal. 519 oleh Muhammad Baqir Al-Majlisi).

15. Menghalalkan Menghalalkan nikah Mut’ah, bahkan menurut doktrin Syi’ah orang yang melakukan kawin mut’ah 4 kali derajatnya lebih tinggi dari Nabi Muhammad Saw. (Tafsir Minhajush Shadiqin, hal. 356, oleh Mullah Fathullah Kassani).

16. Menghalalkan saling tukar-menukar budak perempuan untuk disetubuhi kepada sesama temannya. Kata mereka, imam Ja’far berkata kepada temannya: “Wahai Muhammad, kumpulilah budakku ini sesuka hatimu. Jika engkau sudah tidak suka kembalikan lagi kepadaku.” (Al-Istibshar III, hal. 136, oleh Abu Ja’far Muhammad Hasan At-Thusi).

17. Rasulullah dan para sahabat akan dibangkitkan sebelum hari kiamat. Imam Mahdi sebelum hari kiamat akan datang dan dia membongkar kuburan Abu Bakar dan Umar yang ada didekat kuburan Rasulullah. Setelah dihidupkan maka kedua orang ini akan disalib (Haqqul Yaqin, hal. 360, oleh Mullah Muhammad Baqir al-Majlisi).

Kesemua 17 doktrin Syi’ah di atas,
• Sangat bertentangan dengan aqidah Islam sebagaimana dibawa oleh Rasulullah Saw. dan dipegang teguh oleh para Sahabat serta kaum Muslimin yang hidup sejak zaman Tabi’in hingga sekarang.
• Karena itu sadarlah bahwa Syiah sesat dan menyesatkan dan Syi’ah itu bukan bagian dari umat Islam.
• Menurut Imam Malik dan Imam Ahmad, barangsiapa yang tidak MENGKAFIRKAN aqidah Syi’ah ini, maka dia termasuk Kafir.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَن تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلآَأَوْلاَدُهُم مِّنَ اللهِ شَيْئًا وَأُوْلاَئِكَ هُمْ وَقُودُ النَّارِ

“Kalian adalah umat yang terbaik yang pernah dilahirkan untuk manusia, karena menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar,dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran: 110)

Apabila kemungkaran dibiarkan, maka ilmu Agama akan semakin redup di tengah masyarakat dan kejahilan justru akan semakin merajalela, karena apabila kemaksiatan demi kemaksiatan begitu saja dilakukan orang, dan dibiarkan begitu saja tanpa ada usaha untuk merubahnya, maka masyarakat yang memang minim dengan ilmu agama akan menganggap itu semua sebagai suatu yang bukan maksiat.
Mendiamkan maksiat dan kemungkaran boleh jadi akan menyebabkan kemaksiatan menjadi suatu yang bagus dalam pandangan masyarakat luas, sehingga sebagian masyarakat akan meniru perbuatan pelaku maksiat karena menganggapnya sebagai sesuatu yang bagus.” (Dikutip dari Tafsir as-Sa’di secara ringkas dan adaptasi, Ali Imran: 78-79).

Jamaah salat Jumat rahimakumullah
Oleh karena itu, amar ma’ruf nahi munkar adalah kewajiban setiap muslim yang paling utama, yang akan menjadi jalan keselamatan dan menghindarkan dari murka Allah, di dunia maupun di akhirat. Amar ma’ruf nahi munkar harus tegak, dalam segala tataran masyarakat, baik sosial, individu, keluarga, masyarakat, nasional bahkan internasional.
Kita harus senantiasa ingat bahwa amar ma’ruf nahi munkar adalah perintah Allah, yang mana Allah menjanjikan keberuntungan bagi kita bila menegakkannya.

Perhatikan Firman-Nya berikut ini,
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةُ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلاَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali-Imran: 104)

Akhirnya marilah kita memohon kepada Allah Swt. :
َاللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami bahwa kebenaran itu memang benar, dan berilah kami kemampuan untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami, bahwa kebatilan itu memang batil; dan jauhkanlah kami daripadanya.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَىمُحَمَّدٍ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا وَ آخِرُ دَعْوَانَا الْحَمْدُِ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من
الآيات و الذكر الحكيم أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم

Assalamu`alaikum Wr. Wb

Sumber: Berbagai sumber
• Lembar Kajian Syakhshiyyah Islamiyyah, Forum Ulama Ummat Indonesia, edisi 17 Tahun XII Sabtu 20 Safar 1436H / 13 Desember 2014.
https://www.islampos.com/ini-dia-17-doktrin-syiah-yang-sesat-41761/

araDi edit ulang untuk Khutbah Jumat / Tausiyah
Oleh : H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA
https://arozakabuhasan.wordpress.com/
20150306-Amar Ma`ruf Nahi Munkar – 17 Dokrin Sesat Syiah

Amar Ma`ruf Nahi Munkar

Amar Ma`ruf Nahi Munkar
KHUTBAH PERTAMA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin rahimakumullah
Puji syukur hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat iman, nikmat Islam, rezeki dan kesehatan.

Dialah pula yang telah menyisipkan hidayah iman dalam hati kita, yang dengan hidayah tersebut, kita dapat melangkahkan kaki menuju masjid ini; berkumpul bersama untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim, yaitu melaksanakan shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah Jum’at. Semoga Allah Swt. menerima amal ibadah kita semua sebagai ibadah.

Shalawat serta salam semoga Allah curahkan selalu kepada junjungan kita Muhammad SAW, kepada para sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman; amin ya Robbal alamin.

Ikhwatal Iman rahimakumullah… jama`ah shalat jum’at yang berbahagia.
Selanjutnya, khatib mengajak kita semua termasuk diri khotib sendiri untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Karena tidak ada bekal terbaik yang dapat menyelamatkan kita dalam kehidupan di dunia dan akhirat kelak kecuali taqwa. Tidak ada pula derajat kemuliaan yang pantas disematkan kepada seseorang kecuali derajat ketaqwaan. Dengan taqwa kepada Allah inilah kita berupaya menjalani kehidupan sehari-hari kita, untuk keselamatan dunia akhirat.

Ikhwatal Iman rahimakumullah… jama`ah shalat jum’at Masjid Al-Fajr yang berbahagia.
Jika kita perhatikan dan kita amati, apa yang terjadi disekeliling kita, di tengah masyarakat, kita mendapatkan fenomena yang menjadikan kita semua prihatin.

Sekian banyak bentuk kesyirikan, kezaliman, kejahatan, kemaksiatan yang dengan begitu mudah kita temukan di sekitar kita bahkan masuk kedalam rumah-rumah kita melalui media TV.

Contohnya :
• praktek kesyirikan sudah menjadi suatu yang biasa dilakukan orang. Bahkan dukun, para normal, tukang ramal, ahli zodiak, dan orang-orang semacam mereka, yang jelas-jelas melakukan praktik kesyirikan, dianggap sebagai tokoh panutan dan memiliki tempat terhormat di tengah masyarakat.
• Praktek ibadah yang dipengaruhi budaya atau adat istiadat yang tidak sesuai dengan ajaran Agama yang benar dan tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.
• Contoh lain di antara saudara-saudara kita sudah tidak bisa lagi menghargai nyawa, harta orang lain, dan bahkan tidak bisa menghargai kehormatan manusia. Semua itu terjadi karena mereka telah meninggal-kan Agama yang hanif yaitu agama Islam, mereka menuruti hawa nafsu, terpedaya dan tertipu oleh bujuk rayu setan serta gemerlapnya kehidupan dunia.
• Di sisi lain, di antara kaum muslimin sendiri tidak lagi memiliki rasa kepedulian terhadap saudaranya sesama muslim, tidak peduli dengan kejadian dan kondisi yang ada, sehingga segala bentuk kemungkaran semakin hari tumbuh subur, dan sebaliknya segala bentuk kebaikan mulai terkikis dan asing. Orang-orang yang ingin selalu konsisten dan istiqamah menjalankan agama dengan benar menjadi asing di tengah masyarakatnya. Sikap ke-Islaman yang baik terkesan batil dan begitu juga sebaliknya. Yang sunah dan sesuai dengan contoh Rasulullah Saw. dianggap sebagai sikap beragama yang ekstrim, dan sebaliknya yang bid’ah dianggap sebagai jalan kebenaran sejati.

Semua itu terjadi karena yang menjadi tolok ukur beragama adalah perasaan dan logika semata dengan dalih ilmiah, bukan Iman yang kokoh. Iman yang kokoh adalah iman yang tidak sedikitpun tergoyahkan,  tidak sedikitpun tercemar oleh bisikan syaithan, bisikan ajaran kaum munafikin dan kafir, ajaran sesat dan menyesatkan.serta budaya atau adat kebiasaan.

Aliran sesat dan paling menyesatkan adalah ajaran Syiah. Syiah mengaku Islam, tetapi sesungguhnya akidah Syiah tidaklah sama dengan akidah ummat Islam. Syiah merupakan induknya kesesatan dari seluruh aliran sesat yang ada. Sehingga anggapan bahwa akidah Islam sama dengan akidah Syiah adalah sebuah kesalahan yang luar biasa.1)

Menurut Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), KH Athian Ali M. Da`i, Lc, MA, menyatakan: Syiah dilihat dari sisi akidah maupun syariah adalah sesat dan menyesatkan serta diluar Islam.1)

Seorang tokoh NU sendiri seperti KH Irfan Zidny MA (alm) merasa gusar terhadap sikap sejumlah intelektual dan ulama yang memposisikan Syiah sama saja dengan Islam, padahal mereka itu tidak tahu banyak tentang Syiah. 1)

Bahkan sebenarnya Al-Quran Syiah terdiri dari 17.000 ayat. Orang yang mengatakan Al-Quran Syiah tidak ada bedanya dengan Al-Quran ummat Islam, adalah bohong atau taqiyah yang tujuannya adalah usaha mendekatkan Syiah dan Islam. Hadist pun beda, Syahadat beda, Sholat beda, azan beda, rukun Islam dan Rukun Iman beda.

Jamaah salat Jumat rahimakumullah
Sebegitu hebat kemungkaran yang telah dianggap biasa di tengah masyarakat kita, sampai yang baik menjadi suatu yang dianggap aneh, yang aneh dianggap benar dan ilmiah. Orang yang rajin shalat berjamaah aneh, kaum muslimah yang mengenakan hijab sesuai syariat aneh, rajin ke tempat-tempat pengajian atau majelis-majelis ta`lim aneh, dan semua yang sebenarnya adalah tepat sebagaimana yang diridhai Allah Subahanahu wa Ta’ala, menjadi suatu yang aneh dan asing.

Maka sungguh benar sabda Rasulullah Saw. :
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيْبًا وَسَيَعُوْدُ كَمَا بَدَأَ غَرِيْبًا، فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ، الَّذِيْنَ يُصْلِحُوْنَ مَا أَفْسَدَ النَّاسُ مِنْ بَعْدِيْ مِنْ سُنَّتِيْ
“Islam mulanya dianggap aneh (asing) dan akan kembali dianggap asing seperti semula. Maka kabar gembira yang besar bagi orang-orang yang dianggap aneh (asing), yaitu, orang-orang yang memperbaiki (menjalankan dengan baik) perkara-perkara sunahku yang telah dirusak orang-orang setelahku.” (HR. Ahmad dan Muslim)

Jamaah salat Jumat rahimakumullah
Hal ini hendaknya menjadikan kita mawas diri dan berusaha menjadikan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar kita untuk selalu menjaga dan berupaya secara aktif membentengi akidah ummat Islam dari rongrongan virus-virus akidah yang dihembuskan oleh para penyebar ak\liran sesat terutama oleh para pengikut aliran sesat dan menyesatkan Syiah. Syiah bukan Islam. Syiah Musuh Islam.

Rasulullah Saw. bersabda,
مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُوْدِ الله وَالْوَاقِعِ فِيْهَا كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوْا عَلَى سَفِيْنَةٍ فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلَاهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا فَكَانَ الَّذِيْنَ فِي أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ الْمَاءِ مَرُّوْا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ فَقَالُوْا: لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِي نَصِيْبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا؛ فَإِنْ يَتْرُكُوْهُمْ وَمَا أَرَادُوْا هَلَكُوْا جَمِيْعًا وَإِنْ أَخَذُوْا عَلَى أَيْدِيْهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيْعًا.
“Perumpamaan orang yang teguh dalam menjalankan hukum-hukum Allah dan orang yang terjerumus di dalamnya, adalah seperti sekelompok orang yang berada di dalam sebuah kapal, ada yang mendapatkan tempat di atas melewati orang-orang yang di atas, dan ada yang memperoleh tempat di bawah. Sedang yang di bawah jika mereka berkata, ‘Lebih baik kita melobangi tempat di bagian kita ini (bagian bawah), supaya tidak mengganggu kawan-kawan kita yang di atas.’ Rasulullah bersabda, ‘Maka jika mereka yang di atas membiarkan orang yang di bawah (melakukan hal itu), pasti binasalah semua orang yang ada di dalam perahu tersebut, namun apabila mereka mencegahnya mereka semua akan selamat’.” (HR. Al-Bukhari no. 2493).

Jamaah salat Jumat rahimakumullah
Jika kita renungkan dalam perumpamaan yang disabdakan oleh Nabi Saw. ini, maka kita akan mendapatkan gambaran yang jelas tentang keutamaan mengajak orang kepada kebaikan dan mencegah dari perbuatan jahat dan mungkar, yang kita kenal dalam istilah amar ma’ruf nahi munkar.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَن تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلآَأَوْلاَدُهُم مِّنَ اللهِ شَيْئًا وَأُوْلاَئِكَ هُمْ وَقُودُ النَّارِ
“Kalian adalah umat yang terbaik yang pernah dilahirkan untuk manusia, karena menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar,dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran: 110)

Apabila kemungkaran dibiarkan, maka ilmu Agama akan semakin redup di tengah masyarakat dan kejahilan justru akan semakin merajalela, karena apabila kemaksiatan demi kemaksiatan begitu saja dilakukan orang, dan dibiarkan begitu saja tanpa ada usaha untuk merubahnya, maka masyarakat yang memang minim dengan ilmu agama akan menganggap itu semua sebagai suatu yang bukan maksiat.

Mendiamkan maksiat dan kemungkaran boleh jadi akan menyebabkan kemaksiatan menjadi suatu yang bagus dalam pandangan masyarakat luas, sehingga sebagian masyarakat akan meniru perbuatan pelaku maksiat karena menganggapnya sebagai sesuatu yang bagus.” (Dikutip dari Tafsir as-Sa’di secara ringkas dan adaptasi, Ali Imran: 78-79).

Jamaah salat Jumat rahimakumullah
Oleh karena itu, amar ma’ruf nahi munkar adalah kewajiban setiap muslim yang paling utama, yang akan menjadi jalan keselamatan dan menghindarkan dari murka Allah, di dunia maupun di akhirat. amar ma’ruf nahi munkar harus tegak, dalam segala tataran masyarakat, baik sosial, individu, keluarga, masyarakat, nasional bahkan internasional. Kita harus senantiasa ingat bahwa amar ma’ruf nahi munkar adalah perintah Allah, yang mana Allah menjanjikan keberuntungan bagi kita bila menegakkannya.

Perhatikan Firman-Nya berikut ini,
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةُ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلاَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali-Imran: 104)
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Kepedulian kita untuk merubah kemungkaran, adalah salah satu di antara barometer keimanan kita. Kita renungkan Firman Allah (QS.Al-Bayyinah 98: 5)

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَ‌ٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ ﴿٥﴾

5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.

Dalam ayat berikutnya :
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَـٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ ﴿٧﴾ جَزَاؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَ‌ٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ ﴿٨﴾
6. Sesungguhnya orang-orang yang kafir Yakni ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. (QS 98 : 6-8)

Kita memohon kepada Allah agar diberi kekuatan bashirah, kekuatan hati, kekuatan ilmu, kekuatan lisan untuk membedakan antara yang hak dan yang batil, yang ma’ruf dan yang mungkar, kemudian kita bersama-sama menegakkan yang ma’ruf dan memberantas segala bentuk kemungkaran dan kebatilan.

Semoga Allah menggolongkan kita sebagai mukmin sejati, melimpahkan rahmat bagi kita, dan menjadikan kita sebagai orang-orang yang beruntung.

َللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.

Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami bahwa kebenaran itu memang benar, dan berilah kami kemampuan untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami, bahwa kebatilan itu memang batil; dan jauhkanlah kami daripadanya.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَىمُحَمَّدٍ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا وَ آخِرُ دَعْوَانَا الْحَمْدُِ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من
الآيات و الذكر الحكيم أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم

Assalamu`alaikum Wr. Wb

Penulis: Ustadz Husnul Yaqin, Lc.
Sumber:  Berbagai sumber

1) Lembar Kajian Syakhshiyyah Islamiyyah, Forum Ulama Ummat Indonesia, edisi 17 Tahun XII Sabtu 20 Safar 1436H / 13 Desember 2014.

araDi edit ulang untuk Khutbah Jumat / Tausiyah
Oleh : H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

https://arozakabuhasan.wordpress.com/

20150131-Amar Ma`ruf Nahi Munkar – Syiah Bukan Islam

MENGGADAIKAN AGAMA

Menggadaikan Agama

KHUTBAH PERTAMA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin jamaah jumat rahimakumullah.
Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan, rezeki dan kesehatan kepada kita.

Dialah pula yang telah menyisipkan hidayah dalam hati kita, yang dengan hidayah tersebut, Allah SWT telah menggerakkan hati kita untuk melangkahkan kaki kita menuju masjid ini. Sehingga kita bisa berkumpul bersama untuk menunaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim, yaitu melaksanakan shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah Jum’at yang merupakan bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan ibadah shalat Jum’at ini.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad Saw. Semoga kecintaan kita kepada beliau SAW, dapat mempertemukan kita dengannya nanti di syurga, bersama dengan para Nabiyyin, shiddiqin, syuhadaa’ dan shalihin.

Ikhwatal Iman rahimakumullah… jamaah shalat jum’at yang berbahagia.
Selanjutnya, izinkanlah khatib mengingatkan kita semua termasuk diri khotib sendiri untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Swt. Karena tidak ada bekal terbaik yang dapat menyelamatkan kita dalam kehidupan di dunia dan akhirat kelak, kecuali taqwa

Jamaah shalat jum’at yang berbahagia.
Minimnya ilmu, tipisnya iman, dan kuatnya dorongan hawa nafsu kerap kali menutup pintu hati seseorang untuk memahami hakikat kehidupan dunia yang sedang dijalaninya. Harta yang merupakan nikmat dari Allah Subhanahu wata’ala tak jarang menjadi ujian dan sebab jauhnya seseorang dari agama Islam yang suci.

Padahal, agama Islam adalah bekal utama bagi seseorang dalam hidup ini. Dengan Islam, seseorang akan berbahagia dan terbimbing dalam menghadapi pahit getirnya kehidupan. Sebaliknya, tanpa Islam, hidup seseorang tiada berarti dan di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.

Anehnya, di antara manusia ada yang menggadaikan Islam -agama dan bekal utamanya- demi kesenangan dunia yang sesaat. Betapa meruginya orang itu. Dia akan menghadap Allah Subhanahu wata’ala di hari kiamat dengan tangan hampa dan terhalang dari kebahagiaan yang hakiki.

Hakikat Kehidupan Dunia
Tak bisa dimungkiri bahwa kehidupan dunia dikitari oleh keindahan dan kenikmatan (syahwat). Semuanya dijadikan indah pada pandangan manusia, sehingga setiap orang mempunyai kecondongan kepadanya sesuai dengan kadar syahwat yang menguasainya.

Itulah kesenangan hidup di dunia, dan sesungguhnya di sisi Allah Subhanahu wata’ala lah tempat kembali yang baik (al-Jannah). Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada segala apa yang diingini (syahwat), yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (al-Jannah).” (Ali Imran: 14)
Hadirin Rohimakumullah, betapa pun menyenangkan kehidupan dunia itu, sungguh ia adalah kehidupan yang fana. Semuanya bersifat sementara. Tiada makhluk yang hidup, melainkan akan meninggalkannya. Tiada pula harta yang ditimbun, pangkat kedudukan melainkan akan berpisah dengan pemiliknya. Keindahan dunia yang memesona dan kenikmatannya yang menyenangkan itu pasti sirna di kala Allah Subhanahu wata’ala menghendakinya.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ ﴿٢٠﴾
“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah diantara kalian serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur, dan diakhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (al-Hadid: 20)
Karena itu sudah sepatutnya setiap pribadi muslim memahami hakikat kehidupan, agar tidak salah jalan, tidak salah langkah dan tidak salah dalam meyakini setiap perbuatan (amal ibadah).

Firman Allah Swt. (QS. Azzumar 39:11 dan14)
قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدِّينَ
11. Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.
قُلِ اللَّهَ أَعْبُدُ مُخْلِصًا لَّهُ دِينِي ﴿١٤﴾
14. Katakanlah: “Hanya Allah saja yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku”.
Yang paling utama adalah kita harus memurnikan akidah kita yang tidak sedikitpun tercampur oleh faham atau ajaran sesat menyesatkan. Kita semua mengetahui bahwa syaithan dengan segala cara (yang terdiri dari bangsa jin dan manusia), dengan berbagai upaya sampai hari kiamat akan terus menerus mengajak umat manusia kejalan yang sesat. Manusia selalu terpedayah dan melihat indah dan baik ajakan dan bisikan syaithan.
Karena itu setiap muslim dituntut untuk mengetahui agama Islam yang akan menyelamatkan dirinya dunia akhirat. Bisikan syaithan seperti apa saja yang selalu akan merusak iman seseorang.

Salah satu keyakinan yang menamakan dirinya Islam yaitu Syiah. Ummat Islam terlena bahwa ajaran Syiah adalah bagian dari Islam, pada hal Syiah itu sebetulnya menyimpang dari ajaran Islam.

Syiah itu menurut KH Athian Ali M. Da`i Lc MA, selaku Ketua Forum Ulama Ummat Indonesia, Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) menyatakan Akidah Syiah merupakan induknya kesesatan dari seluruh aliran sesat yang ada. Syiah menurut Athian : dilihat dari sisi akidah maupan syariah adalah sesat dan menyesatkan serta diluar Islam; tegasnya Syiah bukan Islam.

Buku Panduan Majelis Ulama Indonesia yang berjudul “Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia” dimaksudkan untuk menjadi pedoman bagi ummat Islam Indonesia dalam mengenal dan mewaspadai penyimpangan Syiah, sebagaimana yang terjadi di Indonesia, sebagai bayan resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan tujuan agar ummat Islam tidak terpengaruh oleh faham Syiah dan dapat terhindar dari bahaya yang akan mengganggu stabilitas dan keutuhan NKRI (halaman 9).

Hadirin rohimakumullah ….
Buku panduan “Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia” ini merupakan penjelasan teknis dan rinci dari rekomendasi Rapat Kerja Nasional MUI pada Jumadil Akhir 1404 / Maret 1984, bahwa faham Syiah mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan Ahlus Sunnah wal Jama`ah (halaman 16),

Adapun penyimpangan ajaran Syiah ada pada halaman 85-87 sbb:

Tabel Penyimpangan ajaran Syiah_0001

Tabel Penyimpangan ajaran Syiah_0002

Tabel Penyimpangan ajaran Syiah_0003
Karena itu hendaknya kita selalu bertekad untuk memurnikan akidah kita yang tidak sedikitpun tercemar oleh ajaran atau faham sesat seperti Syiah, Ahmadiyah dan ajaran sesat lainnya. Syiah, Ahmadiyah dan ajaran sesat lainnya yang bertentangan dengan Quran dan Hadits adalah bukan Islam. Ingat sebagai syarat diterimanya amal seseorang oleh Allah Swt adalah kemurnian aqidah kita. Kita tentunya tidak mengharapkan amal ibadah kita sia-sia, yang tidak ada nilainya bahkan sebaliknya tergolong kafir dipandangan Allah Swt..

Jamaah sholat Jumat Rohimakumullah
Oleh sebab itu, Allah Subhanahu wata’ala mengingatkan orang-orang yang beriman agar berpegang teguh dengan agama yang mulia ini dan meninggal dunia sebagai pemeluknya. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah sekali-kali meninggal dunia melainkan sebagai pemeluk agama Islam.” (Ali Imran: 102)
أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَ أَمَّا بَعْدُ

Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah.
Akhirnya, semoga Allah Subhanahu wata’ala selalu membimbing kita dalam kita menjalani kehidupan dunia ini, sehingga dapat istiqamah di atas agama-Nya yang mulia serta berpijak di atas manhaj Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Dengan satu harapan, mendapatkan kesudahan terbaik dalam hidup ini (husnul khatimah) dan dimasukkan ke dalam Jannah-Nya yang dipenuhi dengan kenikmatan
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
“Wahai Rabb kami, Janganlah Engkau sesatkan hati-hati kami setelah Engkau beri kami hidayah dan karuniakanlah kepada kami kasih sayang dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Pemberi.” (Ali Imran: 8)
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ
“Wahai Dzat Yang Maha Membolak-balikkan hati, kokohkanlah hatiku ini diatas agama-Mu.” (HR. Ibnu Abi Ashim dalam as-Sunnah no. 232 dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Zhilalul Jannah)
رَبّنَآ ءَاتِنَا فِى الدّنْيَ حَسَنَةً وَ فِى اْلَخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النّارِ، وَ الْحَمْدُ لِ رَبِ الْعَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ
وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

Assalamualaikum Wr. Wb.

SUMBER :
Bulletin Syakshiyyah Islamiyyah Forum Ulama Ummat Indonesia Syiah bukan Islam
Buku Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia
Dan berbagai sumber

araDiedit untuk Khotbah Jumat/Tausyiyah
oleh : H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA
https://arozakabuhasan.wordpress.com/

KESIMPULAN DAN PERNYATAAN PERS MUSYAWARAH `ULAMA DAN UMMAT ISLAM INDONESIA KE-2


Pernyataan Bersama Musyawarah 4ply
KESIMPULAN DAN PERNYATAAN PERS MUSYAWARAH `ULAMA DAN UMMAT ISLAM INDONESIA KE-2
MUSYAWARAH `ULAMA DAN UMMAT ISLAM INDONESIA KE-2
MASJID AL-FAJR BANDUNG JAWA BARAT AHAD 30 JUMADAL AWWAL 1433/22 APRIL 2012
“MERUMUSKAN LANGKAH STRATEGIS UNTUK MENYIKAPI PENYESATAN DAN PENGHINAAN PARA PENGANUT SYI`AH”

DIPOSTING OLEH A. ROZAK ABUHASAN

MAKLUMAT FUUI 2011-03-26

<!–[if gte mso 9]> –> <!–[endif]–>

MAKLUMAT FORUM ULAMA UMMAT INDONESIA (FUUI)

Wed, March 30, 2011 2:59:53 PM

Maklumat FUUI

From:

tardjono abu muas

Bandung, Sabtu (26/3) bertempat di Masjid Al Fajr Jl. Cijagra Bandung, Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) gelar dialog interaktif bertema, Telaah Masalah, “Bom Buku, JIL dan Ahmadiyyah. Dialog yang dihadiri ribuan ummat dan dimoderatori Sekjen FUUI, Hedi Muhammad, menghadirkan tiga narasumber, Ketua FUUI, KH. Athian Ali M. Da’i, MA, Komisi Fatwa MUI Pusat, Drs Aminuddin Yakub, M.Ag., dan Ketua Tim Pembela Muslim (TPM) Pusat, Muhammad Mahendradatta, SH, MH.

Mengakhiri gelaran dialog interaktif, Athian Ali membacakan Maklumat FUUI No.: 17/Rabi’uts Tsany/1432 perihal fitnah terhadap ummat Islam. Disebutkannya, bahwa berbagai peristiwa dan berita mengenai teror bom telah meresahkan masyarakat secara luas. Di sisi lain terdapat gejala dan upaya yang sistematis untuk melahirkan kesan seakan-akan pelaku teror tersebut adalah ummat Islam.

Untuk mengkaji peristiwa ini FUUI telah melaksanakan sejumlah pertemuan yang melibatkan para ulama dan cendekiawan yang kesimpulannya dituangkan dalam maklumat. Lima butir isi maklumatnya,

Pertama, Islam mengajarkan prinsip kasih sayang universal atas seluruh alam semesta, melampaui segala batas keyakinan, ras, maupun wilayah geografis. Oleh karena itu segala bentuk teror dan kekerasan yang bersifat ofensif diharamkan Islam.

Kedua, sejak peristiwa World Trade Center tahun 2001 terjadi konspirasi global untuk memfitnah ummat Islam sebagai pelaku teror. Berbagai bukti yang diajukan banyak tim peneliti internasional yang umumnya non-muslim, menunjukkan dengan jelas bahwa peristiwa tersebut dilakukan “bukan” oleh ummat Islam dan tidak terkait dengan komunitas Islam mana pun.

Ketiga, banyak tindakan teror pada masa lalu hingga teror dalam bentuk “Bom Buku” atau dalam bentuk lainnya yang terjadi di Indonesia merupakan “rekayasa” pihak tertentu untuk membangun citra seakan-akan pelaku teror tersebut adalah ummat Islam. Menghubung-hubungkan “Bom Buku” yang diterima Ulil Abshar Abdalla dengan pernyataan-pernyataannya selama ini yang “sangat menghina Islam” adalah bagian dari rekayasa untuk memfitnah ummat Islam.

Keempat, mengimbau ummat Islam untuk cermat menyikapi peristiwa seperti ini agar tidak terjebak dalam skenario musuh-musuh Islam yang bermaksud memfitnah ummat Islam lewat isu terorisme.

Kelima, mengimbau ummat Islam untuk mendukung rencana kerja sama FUUI dengan MUI dalam upaya membentuk suatu tim investigasi khusus menyangkut permasalahan ini. **** (tardjono abu muas)

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

ARA

Hidup adalah amanah dari Allah Swt.

WordPress.com Apps

Apps for any screen

syiah981

bersama masuk surga

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

SITUSARA situs ara

bersama membentengi akidah ummat

"masjid tanpa warna" MASJID AL-FAJR

Membentengi akidah sesuai Al-Quran dan Hadist

ARA-SILSILAH

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

%d blogger menyukai ini: