Blog Archives

Sampai Kapan Kelalaian ini

Sampai Kapankah Kelalaian Ini
2015+-+1-right“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah”. (QS. Al-Hadid :16)

KHUTBAH PERTAMA

 إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.  مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.  أَشْهَدُ أَنْ   لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ  وَحْدَهُ   لاَشَرِ يْكَ لَهُ      وَ أَشْهَدُ أَنَّ   مُحَمَّدًا عَبْدُهُ   وَرَسُوْ لُهُ    يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ  وَاْلأَرْحَامَ    إِنَّ اللهَ   كَانَ    عَلَيْكُمْ  رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin jamaah jumat rahimakumullah.

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita.

Shalawat serta salam semoga tercurah selalu kepada junjungan kita Rasulullah terakhir Muhammad Saw.

Ayyuhal muslimun rahimakumullah!

Bertakwalah kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Taatlah padaNya, rasakanlah pengawasanNya dan jangan durhaka kepadaNya. Segeralah bertaubat dan memohon ampun kepadaNya.

Ibadallah!

Musibah terburuk yang menimpa jiwa manusia adalah kelalaian. Dan bencana terberat yang menimpa hati manusia adalah kekerasan.

Sudah barang tentu penyakit-penyakit seperti ini mempunyai banyak perkara yang bisa menjadi pemicunya. Semuanya bermuara pada perbuatan dosa dan maksiat. Inilah tabir terbesar yang menghalangi seseorang dari Sang Kekasih.

Dan tentu saja menghindari hal-hal yang bisa menjauhkan diri dari Sang Kekasih adalah wajib hukumnya. Karena pada dasarnya manusia itu lemah dan teledor, suka melakukan kesalahan, serta memiliki banyak musuh dari dalam dan dari luar yang selalu mendorong mereka untuk melampiaskan syahwat dan melakukan keburukan. Sehingga mereka selalu rentan terhadap ancaman bahaya.

Maka Allah Yang Maha Mulia Lagi Maha Mengasihi dan Menyayangi hambaNya menyiapkan sebuah benteng yang kuat bagi mereka untuk melindungi dirinya dari perbuatan dosa dan menghindarkannya dari kesalahan. Benteng itu adalah taubat, istigfar dan inabah (kembali ke jalan yang benar).

Ayyuhal ikhwah al-muslimun!

Kebiasaan orang-orang berbuat maksiat dan keasyikan mereka berbuat dosa adalah musibah besar yang sangat berbahaya bagi jiwa manusia, masyarakat, umat dan bangsa. Karena setiap bencana, malapetaka, musibah dan cobaan yang menimpa pribadi maupun kelompok dipicu oleh perbuatan dosa dan maksiat.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :

وَمَآأَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَن كَثِيرٍ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. Asy-Syuura :30)

Setiap muslim harus bersungguh-sungguh mulai memperbaiki dirinya dan mengubah arah hidupnya dan keluarganya, dari buruk menjadi baik, dari durhaka menjadi patuh, dari teledor dan lalai menjadi taubat dan taat. Ini jika kita menginginkan keadaan yang baik, kondisi yang stabil, dan situasi yang damai.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :

إِنَّ اللهَ لاَيُغَيِّرُ مَابِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَابِأَنفُسِهِمْ

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Ar-Ra’du :11)

Bila manusia tidak mengetahui kapan ia akan didatangi ajal dan kapan ia akan dijemput maut, maka orang yang pintar dan bahagia ialah orang yang mendapat-kan kemudahan untuk melaju di jalur taubat, istiqomah dan keshalihan. Sehingga ia akan memperoleh kebaikan, keberuntungan dan kesuksesan di dunia dan Akhirat.

Saudara-saudara seiman dan seakidah !

Sesungguhnya kebutuhan manusia terhadap taubat merupakan kebutuhan yang mendesak dalam semua periode hidupnya. Karena taubat adalah jalan keselamatan dan sarana untuk mendapatkan keberuntungan. Sebab, Allah Swt mengaitkan keberuntungan dengan adanya taubat. Allah memerintahkan kepada hamba-hambaNya untuk bertaubat seraya menjelaskan hasil akibatnya.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
وَتُوبُوا إِلَى اللهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An-Nuur :31)

Allah Subhanahu Wata’ala mengancam orang-orang yang enggan bertaubat sebagai orang-orang zhalim. Karena mereka tidak mengetahui hal tuhannya, buta terhadap aibnya sendiri dan tidak menyadari kerusakan amalnya. Allah berfirman:
وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْلاَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS. Al-Hujurat :11)

Ayyuhal mukminun! Allah Swt. memanggil kita semua dengan panggilan iman agar kita kembali ke pangkuan taubat dan bernaung di bawah pohon taat kepada Allah, jauh dari kesialan dosa dan maksiat. Juga supaya kesalahan-kesalahan kita dihapus dan kita dapat masuk ke dalam surga.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (QS. At-Tahrim :8)

Kalau kita  perhatikan, sesungguhnya Allah Swt. mensyaratkan taubat yang bisa mengantarkan seseorang ke dalam Surga adalah taubat yang nasuha.

Marilah kita simak penjelasan para ulama tentang pengertian taubat yang nasuhaa.

  • Umar bin Khattab Radiyallahu ‘anhu dan Ubay bin Ka’ab mengatakan, “ Taubat nasuhaa yaitu bertaubat dari perbuatan dosa kemudian tidak kembali lagi sebagaimana air susu yang tidak pernah kembali ke dalam payudara.”
  • Hasan Al-Bashri Rahimahullah berkata, “Taubat nasuhaa ialah seseorang menyesali dosa yang telah lalu dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.”
  • Al-Kalbi berkata, “Taubat nasuhaa ialah engkau memohon ampun dengan lisan, menyesal dengan hati, dan menahan diri dengan badan.”
  • Muhammad bin Ka’ab berkata: “Taubat nasuhaa meliputi empat hal: istighfar (memohon ampun) dengan lisan, berhenti dengan badan, berniat untuk tidak mengulangi dengan hati, dan menjauhi pergaulan yang buruk.
  • Al-Hafidz Ibnu Katsir dalam tafsirnya At-Tahrim menyatakan, “Maksudnya adalah taubat yang sungguh-sungguh dan mantap. Taubat semacam ini dapat menghapus keburukan-keburukan yang dilakukan sebelumnya, menghimpun apa yang tercerai-berai pada diri yang bersangkutan, dan mencegahnya dari perbuatan-perbuatan tercela yang pernah dikerjakannya.”
  • Al-Allamah Ibnul Qoyyim Rahimahullah berkata: “Taubat nasuhaa meliputi tiga hal:
  • Pertama: Mencakup segala macam dosa.
  • Kedua: Bertekad dan bersungguh-sungguh untuk meninggalkannya.
  • Ketiga: Membersihkan dari hal-hal yang bisa merusak kemurniannya

Dengan demikian, kita memiliki gambaran yang jelas tentang syarat-syarat taubat. Ternyata taubat itu memiliki nilai yang agung. Taubat bukan sekedar ucapan kosong atau kata-kata biasa yang keluar dari mulut tanpa pemahaman dan pembuktian makna yang dikandungnya. Taubat harus disertai dengan melengkapi syarat-syaratnya dan meniadakan hal-hal yang bisa menghalangi keabsahannya.

Ayyuhal ikhwah fillah! Taubat wajib dilaksanakan secara langsung dan segera. Karena dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah menunjukkan hal itu. Karena dosa dapat membinasakan dan menjauhkan pelakunya dari Allah, maka wajib dijauhi dan ditinggalkan. Baik dosa-dosa yang berkaitan dengan hak-hak Allah maupun hak-hak sesama manusia.

  • Jika seseorang melalaikan ibadah, ia harus mengqadha’nya,
  • jika ia mengambil hak milik orang lain secara zhalim, ia harus mengembalikannya.
  • Jika ia menggunjing saudaranya, ia harus meminta kehalalannya (meminta maaf).
  • Jika ia merampas harta benda atau hak milik orang lain secara batil, ia harus mengembalikan-nya kepada pemiliknya.

Karena  Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, artinya: (HR Al-Bukhari di dalam kitab Shahihnya meriwayatkan dari Abu Hurairah Ra.) bahwa

Barangsiapa yang menguasai hak milik saudaranya secara zhalim, baik berupa harta maupun kehormatan, hendaklah ia mendatanginya lalu meminta kehalalan-nya, sebelum hak milik itu diambil darinya pada saat tidak ada lagi dinar dan dirham. Jika ia memiliki kebajikan maka sebagian dari kebajikannya diambil untuk diberikan kepada sahabatnya (pemilik hak itu). Dan jika tidak maka sebagian dari keburukan sahabatnya (pemilik hak itu) diambil, lalu dilimpahkan kepadanya.” (HR. Al-Bukhari, 2449, 6534, dan Ath- Thabrani dalam Musnad Asy-Syamiyyin, 1326 )

Ikhwatal Islam! Allah Subhanahu Wata’ala telah bermurah hati kepada hamba-hambaNya dengan membuka pintu taubat seluas-luasnya, seberat apa pun kesalahannya dan sebesar apapun kekeliruannya. Kendati mereka telah melakukan dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, sesungguhnya tidak ada yang lebih besar dari pada kufur kepada Allah. Namun demikian Allah Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Menerima taubat. Allah berfirman:
قُلْ لِّلَّذِينَ كَفَرُوا إِن يَنتَهُوا يُغْفَرْ لَهُم مَّاقَدْ سَلَفَ

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu :”Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu. (QS. Al-Anfal :38)

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

أَفَلاَ يَتُوبُونَ إِلَى اللهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُ وَاللهُ غَفُورُُ رَّحِيمُُ

Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ma’idah :74)

Betapa luasnya kesabaran Allah terhadap hamba-hambaNya. Dan betapa besar anugerah dan karuniaNya. Hal itu didukung oleh firman Allah Subhanahu Wata’ala:

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى

Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar. (QS.Thaha :82)
وَمَن يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللهَ يَجِدِ اللهَ غَفُورًا رَّحِيمًا

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa’ :110)

Wahai umat Islam! Sebesar apapun dosa yang dilakukan manusia, sesungguhnya ampunan Allah jauh lebih besar. Maka barangsiapa menyangka bahwa ampunan dan rahmat Allah tidak akan mencukupi dosa-dosanya, berarti ia telah berperasangka buruk kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Namun,

Allah telah memperingatkan sebagaimana firmanNya:
إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُوْلاَئِكَ يَتُوبُ اللهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللهُ عَلِيمًا حَكِيمًا وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْئَانَ وَلاَالَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ أُوْلاَئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

  • Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
  • Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang” Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. (QS. An-Nisa’ :17-18)

Ibadallah! Sampai kapankah kelalaian ini ?

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللهِ

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah. (QS. Al-Hadid :16)

Wahai orang-orang yang suka meninggalkan apa yang diwajibkan oleh Allah, seperti shalat, puasa, zakat dan bersilaturrahim!

Wahai orang-orang yang suka melakukan apa yang diharamkan oleh Allah, seperti syirik, meninggalkan shalat, menumpahkan darah, merusak kehormatan, meminum minuman keras, mamakai narkoba, tak menjaga tali silaturrahim, durhaka kepada orang tua, dan asyik bermain dan bercanda.

Segeralah bertaubat sebelum  terkubur di dalam tanah dan terseret malapetaka. (QS. Az-Zumar :53-56)

قُلْ يَاعِبَادِي الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لاَتَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ. وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لاَتُنصَرُونَ. وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَآأُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ بَغْتَةً وَأَنتُمْ لاَتَشْعُرُونَ. أَن تَقُولَ نَفْسٌ يَاحَسْرَتَى عَلَى مَافَرَّطتُ فِي جَنْبِ اللهِ وَإِن كُنتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ

Katakanlah:”Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri,

  • janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Rabbmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
  • Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Rabbmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya, supaya jangan ada orang yang mengatakan:”Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah). (QS. Az-Zumar :53-56)

Ya Allah, anugerahilah kami taubat yang nasuhaa, lindungilah kami dari kelalaian, dan peliharalah kami dari perbuatan dosa dan maksiat.
بارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ

 
al-quran-2-250x205

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ    أَمَّا بَعْدُ

Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah.

Ibadallah! Marilah kita bertakwa kepada Allah Saw.  Marilah kita buka lembaran baru di dalam hidup kita! Marilah kita berjanji kepada diri kita sendiri! Dan kita semua yang ada di tempat suci ini, marilah kita bertaubat kepada Allah dari segala perbuatan dosa dan maksiat.

Wahai umat Islam! Siapa yang ingin menuai sukses dalam menjalankan ibadah   harus berikhtiar dengan sungguh-sungguh. Yaitu dengan cara bertaubat, memperbanyak istighfar, dan mendekatkan diri kepada Allah. Sehingga ia dapat memperoleh ampunan, rahmat, kemerdekaan dari Neraka

Marilah kita berdoa :
Ya Allah, anugerahilah kami taubat yang nasuhaa, lindungilah kami dari kelalaian, dan peliharalah kami dari perbuatan dosa dan maksiat.
اللهم اغْـفِـرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْـفِـرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. اللهم إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيْعِ سَخَطِكَ. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَصَلى الله عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ

وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,

يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ  وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

Assalamualaikum Wr. Wb.

SUMBER :

Sampai Kapankah Kelalaian Ini
http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatkhutbah&id=251

Dikutip dari buku : [Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi pertama, ElBA Al-Fitrah, Surabaya .Diposting oleh Yusuf Al-Lomboky]

10945547_10200350190073687_6761647511836910601_nDiedit/reposting   untuk Khotbah Jumat/Tausyiyah

oleh : H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

20160719 Sampai Kapankah Kelalaian Ini
https://arozakabuhasan.wordpress.com/

http://arozakabuhasan.blogspot.com/

 

Advertisements

DOSA DAN BENCANA

Dosa Dan Bencana

KHUTBAH PERTAMA

 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ  وَنَسْتَعِيْنُهُ   وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ  

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ، وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. أَمَّا بَعْدُ؛

 

Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhannahu wa Ta’ala yang telah menjadikan kita sebagai hamba-hambaNya yang beriman, yang telah menunjuki kita shiratal mustaqim, jalan yang lurus, yaitu jalan yang telah ditempuh orang-orang yang telah diberi ni’mat oleh Allah, dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada’ dan shalihin.

Selanjutnya dari atas mimbar ini, perkenankanlah khotib menyampaikan wasiat, marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala selama sisa umur yang Allah karuniakan kepada kita, dengan berusaha semaksimal mungkin menjauhi larangan-laranganNya dan melaksanakan perintah-perintahNya dalam seluruh aktivitas dan sisi kehidupan.

Sungguh kita semua, kelak akan menghadap Allah sendiri-sendiri untuk mempertanggung-jawabkan seluruh aktivitas yang kita lakukan sendiri-sendiri. Pada hari itu, hari yang tidak diragukan lagi kedatangannya, yaitu hari kiamat, tidak akan bermanfaat harta benda yang dikumpul-kumpulkan dan anak yang dibangga-banggakan. kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang salim, hati yang betul-betul bersih dari syirik sebagaimana firmanNya

dalam Surat Asy-Syu’aro 26 :  88-89:

tPöqtƒ Ÿw ßìxÿZtƒ ×A$tB Ÿwur tbqãZt/ ÇÑÑÈ žwÎ) ô`tB ’tAr& ©!$# 5=ù=s)Î/ 5OŠÎ=y™ ÇÑÒÈ

  1. (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
  2. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Dalam kesempatan khutbah Jum’at kali ini khotib akan menyampaikan materi DOSA dan BERCANA yaitu hubungan antara dosa  dan bencana yang menimpa umat manusia sebagaimana yang diterangkan di dalam Al-Qur’an.

Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman: (QS Ar-Ruum 30 ayat 41 yang berbunyi):

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Allah juga berfirman (Surat An-Nahl ayat 112):

Artinya: “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rizkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat”

“Ayat-ayat yang mulia ini memberi pengertian kepada kita bahwa Allah itu Maha Adil dan Maha Bijaksana, Ia tidak akan menurunkan bala’ dan bencana atas suatu kaum kecuali karena perbuatan maksiat dan pelanggaran mereka terhadap perintah-perintah Allah”  

Hadirin …

Kebanyakan orang memandang berbagai macam musibah yang menimpa manusia hanya dengan logika berpikir yang bersifat rasional, terlepas dari tuntutan Wahyu Ilahi.

Misalnya terjadinya becana alam berupa letusan gunung berapi, banjir, gempa bumi, kekeringan, kelaparan dan lain-lain, dianggap sebagai fenomena kejadian alam yang bisa dijelaskan secara rasional sebab-sebabnya. Demikian dengan krisis yang berkepanjangan, yang menimbulkan berbagai macam dampak negatif dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga masyarakat tidak merasakan kehidupan aman, tenteram dan sejahtera, hanya dilihat dari sudut pandang logika rasional manusia.

Sehingga, solusi-solusi yang diberikan tidak mengarah pada penghilangan sebab-sebab utama yang bersifat transendental yaitu kemaksiatan umat manusia kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala Sang Pencipta Jagat Raya, yang ditanganNyalah seluruh kebaikan dan kepadaNya lah dikembalikan segala urusan.

Bila umat manusia masih terus menerus menentang perintah-perintah Allah, melanggar larangan-laranganNya, maka bencana demi bencana, serta krisis demi krisis akan datang silih berganti sehingga mereka betul-betul bertaubat kepada Allah.

Hadirin rahimakumullah

Marilah kita lihat keadaan di sekitar kita. Berbagai macam praktek kemaksiatan terjadi secara terbuka dan merata di tengah-tengah masyarakat. Perjudian marak dimana-mana, prostitusi demikian juga, narkoba merajalela, pergaulan bebas semakin menjadi-jadi, minuman keras menjadi pemandangan sehari-hari, korupsi dan manipulasi telah menjadi tradisi serta pembunuhan tanpa alasan yang benar telah menjadi berita setiap hari.

Pertanyaannya sekarang, mengapa segala kemungkaran ini bisa merajalela di tengah-tengah masyarakat 1yang mayoritas muslim ini? Jawabannya adalah tidak ditegakkannya kewajiban yang agung dari Allah Swt. yaitu amar ma’ruf nahi mungkar, secara serius baik oleh individu maupun pemerintah sebagai institusi yang paling bertanggung jawab dan paling mampu untuk memberantas segala macam kemungkaran secara efektif dan efisien, termasuk membersihkan aqidah ummat dari ajaran sesat menyesatkan yang demikian banyak disekeliling kita.

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ.

Artinya: “Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah merubahnya dengan tangannya, bila tidak mampu ubahlah dengan lisannya, bila tidak mampu ubahlah dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman” (Hadits shahih riwayat Muslim)

Namun kita sadari bahwa memberantas kemungkaran yang sudah merajalela tidak hanya dilakukan oleh individu-individu, karena kurang efektif dan kadang-kadang beresiko tinggi. Sehingga kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar itu bisa dilakukan secara sempurna dan efektif oleh pemerintah.

Apa itu mungkar ? KUBI Poerwadarminta :

  • Mungkar = Perbuatan durhaka (melanggar perintah Tuhan/Allah) à kemungkaran = keingkaran; kedurhakaan

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah:

“Sesungguhnya kekuasaan mengatur masyarakat adalah kewajiban agama yang paling besar, karena agama tidak dapat tegak tanpa negara. Dan karena Allah mewajibkan menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar, menolong orang-orang teraniaya. Begitu pula kewajiban-kewajiban lain seperti jihad, menegakkan keadilan dan penegakan sanksi-sanksi atau perbuatan pidana. Semua ini tidak akan terpenuhi tanpa adanya kekuatan dan pemerintahan (As Siyasah Asy Syar’iyah, Ibnu Taimiyah: 171-173).

Hadirin, Apabila kewajiban amar ma’ruf nahi mungkar itu tidak dilaksanakan dengan sebaik-baiknya maka sebagai akibatnya Allah akan menimpakan adzab secara merata baik kepada orang-orang yang melakukan kemungkaran ataupun tidak à Larena itu menjaga kemurnian aqidah dari pengaruh ajaran sesat menyesatkan adalah tugas semua muslim, tugas kita semua.

Hadirin …. Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, dalam sebuah haditst Hasan riwayat Tarmidzi:

وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ وَلَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوْشَكَنَّ اللهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُوْنَهُ فَلاَ يُسْتَجَابَ لَكُمْ.

Artinya: “Demi Allah yang diriku berada di tanganNya! Hendaklah kalian memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar  atau Allah akan menurunkan siksa kepada kalian, lalu kalian berdo’a namun tidak dikabulkan”.

 

Demikian pula Allah menegaskan di dalam QS. Al-Maidah ayat: 78-79, bahwa salah satu sebab dilaknatnya suatu bangsa adalah bila bangsa tersebut meninggalkan kewajiban saling melarang perbuatan mungkar yang muncul di kalangan mereka.

Firman Allah : Artinya: “Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas. Mereka satu sama lain tidak melarang perbuatan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka perbuat”

Yang dimaksud laknat adalah dijauhkan dari rahmat Allah Swt. Dengan demikian supaya bangsa ini bisa keluar dan terhindar dari berbagai krisis dalam kehidupan di segala bidang dan selamat dari beragam musibah dan bencana, hendaklah seluruh kaum muslimin dan para pemimpin atau penguasa  memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang perbuatan-perbuatan mungkar sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing untuk mentaati Allah Ta’ala dan menjauhi seluruh larangan-larangan dalam seluruh aspek kehidupan.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

 

KHUTBAH KEDUA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيْئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Ma’asyirol Muslimin yang dirahmati Allah

Dalam khutbah kedua ini kesimpulan dari khutbah pertama.

  • Yang pertama, kemaksiatan manusia kepada Allah Rabbul ‘Alamin merupakan penyebab utama terjadinya berbagai musibah yang menimpa umat manusia baik itu berupa bencana alam maupun krisis di berbagai bidang kehidupan.
  • Yang kedua, satu-satunya jalan untuk terhindar dari segala musibah tersebut dan dapat menikmati kehidupan yang aman, tenteram, damai dan sejahtera adalah dengan mengikuti petunjuk-petunjuk Allah dan RasulNya Muhammad Saw. dalam seluruh aspek kehidupan yang ada dengan penuh ketundukkan, kecintaan dan keikhlasan.
  • Yang ketiga, agar seluruh kaum muslimin dan Pemerintah secara sungguh-sungguh melaksanakan dan memerintahkan kepada yang ma’ruf dan memberantas segala yang mungkar.

Hadirin, saat ini saudara-saudara kita tengah melaksanakan rangkaian ibadah haji. Ucapan Talbiyah selalu dikumandang-kan :

Aku datang memenuhi panggilan Mu ya Allah

Sesungguhnya segala puji, ni’mat dan segenap kekuasaan adalah milik Mu tidak ada sekutu bagi Mu

Yang mencerminkan ketulusan hati dalam memenuhi panggilan/perintah Allah, yang tidak sedikitpun tercemar oleh noda-noda kemungkaran, syirik, keduniaan. Semoga mereka menjadi haji mabrur/rah

Akhirnya marilah kita tutup khutbah Jum’at ini dengan berdo’a kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala :

Ya Allah pimpin dan bimbing kami semua agar selalu terpelihara dari godaan dunia dan bersih dari pengaruh budaya, aliran sesat menyesatkan (seperti aliran sesat syiah, ahmadiah dsb). Semoga kami semua selamanya hanya berpegang kepada Al-Quran dan Al-Hadist sebagai tuntunan.

Ya Allah anugerahkan kepada kami bangsa Indonesia agar menjadi penduduk dan negeri yang beriman dan bertakwa, agar Engkau  melimpahkan berkah dari langit dan bumi, bukan penduduk dan negeri yang mendustakan (ayat-ayat Engkau), agar kami dan bangsa kami terhindar dari siksa-Mu. (QS. Al-A`raaf 7:96)

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.

والحمد لله رب العالمين.

بَارَكََ اللهََ لِيْ وَ لََكُمْ فيِِ الْْقُرْآنِِ الْْعَظِيْمِْ وَن َفََعَنِيْ وَإِِيَاكُُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْْلآيَاتِ     وَ الذِكْْرِِ الْْحَكِيْمِِ  أَقُُوْلُ قََوْلـِيِْ هَذَا وَأسْتَغْفِْرُ اللهََ لِي وَ لََكًُمْ
Assalamu`alaikum Wr. Wb

Sumber:

Judul asli : Hubungan Antara Dosa Dan Bencana Oleh: Muhammad Mukhlis

 

10945547_10200350190073687_6761647511836910601_nDiedit ulang untuk Khutbah Jumat/Tausiyah

Oleh

H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

20160909-Dosa dan Bencana Khutbah Jumat di Masjid Al-Fajr Bandung, Jumat 16 September 2016 (Imam Khotib A. Rozak Abuhasan)

https://arozakabuhasan.wordpress.com/

http://arozakabuhasan.blogspot.com/

 

HARGA IMAN

2014-09-26 08.50.26

Harga Iman

Khutbah Jumat di Masjid Al-Fajr, Jl. Cijagra Raya No. 39 Bandung, Jum`at 15 Juli 2016.

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.  مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.  أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ  وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ  وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ    يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ  وَاْلأَرْحَامَ    إِنَّ اللهَ   كَانَ    عَلَيْكُمْ  رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin rahimakumullah

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan dan kesehatan kepada kita.

Dialah pula yang telah menyisipkan hidayah dalam hati kita, yang dengan hidayah tersebut, Allah SWT telah menggerakkan hati kita untuk melangkahkan kaki kita menuju masjid ini. Sehingga kita bisa berkumpul bersama untuk menunaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim, yaitu melaksanakan shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah Jum’at yang merupakan bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan ibadah shalat Jum’at ini.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad shallallahu alayhi wa sallam. Semoga kecintaan kita kepada beliau SAW, dapat mempertemukan kita dengannya nanti di syurga, bersama dengan para Nabiyyin, shiddiqin, syuhadaa’ dan shalihin.

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Melalui mimbar ini, kembali kami menyerukan kepada diri sendiri dan jama’ah Jum’at untuk bertakwa kepada Allah  Swt. Kemudian tidak lupa dan tidak henti-hentinya pula marilah kita memanjatkan puji dan syukur kepada Allah atas berbagai nikmat yang telah Allah Swt. berikan, utamanya nikmat iman yang sangat berharga.

Marilah kita renungkan firman Allah Swt. (QS. At-Taubah 9:111)

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ ۚ وَذَ‌ٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ ﴿١١١﴾

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan jannah untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan al-Qur’an. (Q.S. At-Taubah: 111)

Demikianlah sebuah gambaran yang diberikan oleh Allah Swt. dalam ayat-Nya Yang Mulia tentang harga iman yang berada pada diri seorang mukmin. Jiwa dan harta orang-orang yang beriman akan ditukar dengan jannah (surga) di akhirat kelak. Taman keindahan tanpa cela dengan kebahagiaan tanpa batas. Setiap jiwa orang yang memiliki iman yang masuk jannah akan mendapat Ridha Allah Swt. Tiada lagi dosa dan kemurkaan terhadap apapun yang dilakukannya.

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Firman Allah Swt di bawah ini menggambarkan lebih jelas lagi mengenai harga iman yang mungkin selama ini masih samar bagi kita semua (QS. Ali Imran 3:91)

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَن يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِم مِّلْءُ الْأَرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَىٰ بِهِ ۗ أُولَـٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُم مِّن نَّاصِرِينَ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak itu). Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. (Q.S. Ali ‘Imran: 91)

Jelas sekali disebutkan dalam ayat tersebut berapa harga iman; bahwa Allah  tidak akan menerima tebusan dari orang-orang yang tidak beriman agar mereka dibebaskan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Walaupun orang-orang kafir itu menebus dengan emas sepenuh bumi. Karena yang dapat menebus hal itu hanyalah iman. Dan hanyalah orang-orang mukmin yang memiliki iman yang bisa dibebaskan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Nyatalah bahwa ternyata iman tidak dapat dibeli walaupun dengan emas sepenuh bumi.

Jangankan dengan emas yang sepenuh bumi, tebusan manusia pun tidak dapat mengeluarkan seseorang yang tidak memiliki iman dari siksa neraka.

Firman Allah Swt. (QS. Al-Ma’arij 70:11-15),

يُبَصَّرُونَهُمْ ۚ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِ ﴿١١﴾ وَصَاحِبَتِهِ وَأَخِيهِ ﴿١٢﴾ وَفَصِيلَتِهِ الَّتِي تُؤْوِيهِ ﴿١٣﴾ وَمَن فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ يُنجِيهِ ﴿١٤﴾ كَلَّا ۖ إِنَّهَا لَظَىٰ ﴿١٥﴾

Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya.                                                         

Dan isterinya dan sauradaranya. Dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia).

Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya. Sekali-kali tidak dapat. Sesungguhnya naar itu adalah api yang bergejolak.

(Q.S. Al-Ma’arij: 11-15)

 

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Itulah harga iman, mahal tidak terkira. Iman yang dengannya seseorang bisa terbebas dari pedihnya siksa neraka dan yang dengan iman itu pulalah seseorang bisa menikmati kebahagiaan yang kekal nan abadi di dalam surga. Dan bila diibaratkan, hati bagaikan sebuah rumah dan iman adalah barang berharga.

 

Maka wajar bila orang-orang mukmin dan iman yang dimilikinya menjadi satu-satunya incaran setan-setan melalui tentara-tentaranya berbentuk jin dan manusia berusaha untuk merampas iman dari pemiliknya.

Usaha  pertama  dengan  menumpas  orang-orang  beriman

  • melalui perang  dan pembantaian.
  • Bila tidak mungkin, pemurtadan menjadi pilihan berikutnya
  • Ajakan pindah agama,
  • jebakan hutang budi maupun hutang uang,
  • pemerkosaan muslimah, hasutan dan sebagainya.

Semua itu dijalankan untuk mencuri iman dari orang-orang mukmin, sebagaimana ajaran-ajaran sesat menyesatkan seperti Syiah, Ahmadiyah dan banyak lagi.

Metode kedua adalah metode terselubung.

  • Yaitu penyebaran pemikiran-pemikiran sesat yang bisa menguras iman secara optimal.
  • Paham-paham sekulerisme, humanisme, liberalisme, pluralisme
  • dan paham-paham menyesatkan lainnya gencar disebarkan.

Dengan metode ini, dihasilkanlah orang-orang yang mengaku muslim, tapi hati dan cara berpikirnya jauh lebih sesat dari cara berpikirnya orang-orang kafir.

Metode terakhir yang dilancarkan oleh setan adalah

  • pencurian iman sedikit demi sedikit dengan kemaksiatan. Sehingga iman senantiasa berkurang ketika seorang terperdaya oleh bujuk rayu setan yang bervariasi. Walaupun hasilnya tidak banyak, namun sedikit demi sedikit iman lama-lama juga menjadi habis. Sebab, iman memang akan terkikis oleh maksiat.
  • Sebagaimana dalam sebuah kaidah, “Iman itu bertambah dan berkurang. Bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.”

Mari kita renungkan firman Allah : (QS Al-A`raaf 7:202)

وَإِخْوَانُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ فِي الْغَيِّ ثُمَّ لَا يُقْصِرُونَ ﴿٢٠٢﴾

  1. dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).

 

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

KHUTBAH KEDUA

 

اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، أَمّا بَعْدُ
 Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Iman sangat berharga. Harga iman tidak bisa dibandingkan dan tidak bisa ditukar dengan emas sepenuh bumi atau pun dengan seluruh manusia yang mendiami bumi dan bahkan tidak bisa disamakan nilainya dengan bumi dan seisinya. Iman hanya dapat dihargai dengan kenikmatan surga dan keridhaan Allah Swt.

Oleh karena itu sangatlah penting untuk mensyukuri nikmat iman tersebut.

  • Selamatkan diri kita, selamatkan anak istri kita, selamatkan saudara-saudara kita seiman dari segala ajaran faham kesesatan dan menyesatkan.
  • Akidah Syiah, merupakan induknya kesesatan dari seluruh aliran sesat yang ada. (Menurut Ketua ANNAS KH Athian Ali M. Da`I Lc, MA) bahwa Syiah : dilihat dari sisi akidah maupun syariah adalah sesat dan menyesatkan serta diluar Islam tegasnya Syiah bukan Islam. (sumber syiahindonesia.com)

 

  • Imam Syafi`i berkata : “Aku tidak pernah menemukan pengikut hawa nafsu yang lebih pendusta daripada kaum Rafidha (Syiah)”(Munaaqib Asy-Syafi`i karya Al-Baihaqi 1/468 – Lembaran kajian Syakhshiyyah Islamiyyah FUUI edisi 17 Tahun XIISabtu 20 Safar 1436H / 13 Desember 2014.

 

  • Ibnu Taimiyyah berkata : “Syiah adalah kelompok yang paling bodoh” (Minhaaj As-Sunnah An-Nabawiyyah 2/65)

 

  • Semoga ummat Islam dimanapun berada (khususnya ummat Islam Indonesia)  tidak tertipu lagi ajakan dan rayuan pengikut Syiah. Syiah itu pembohong, pendusta, mengakunya Islam tetapi ternyata Syahadatnya beda dengan kita, Qurannya beda, cara sholat juga beda dan banyak lagi perbedaan termasuk nikah mut`ah/nikah kontrak yang tidak lain menghalalkan zinah.

 

Marilah kita yang hari ini hadir di masjid ini karena memiliki iman untuk :

  • Mensyukuri nikmat iman dengan cara memperhatankan iman agar tetap hidup berada dalam diri kita hingga ajal menjemput. Insya Allah: Allah akan menambah nikmatnya kepada kita
  • Dan tidak ada yang lebih pantas untuk dipertahankan dengan konsekuensi apapun melebihi iman bahkan walaupun dengan taruhan nyawa sekalipun.
  • Agar senantiasa mempertahankannya dan meningkatkannya. Menumbuh suburkan iman dengan memperbanyak amal  ketaatan  dan  mempertahankannya  dari  gangguan  setan  dengan  cara menjauhi  berbagai  amal

Demikianlah  semoga  Allah Swt. memudahkan kita untuk mempertahankan dan meningkatkan iman yang berada dalam hati-hati kita. Amin…

Hadirin Rohimakumullah.

 

  • Ya Allah pelihara iman kami dan berikan kepada kami kesempatan merasakan manisnya iman dalam kehidupan ini yaitu dalam meneladani seluruh sunnah Rasulullah saw. dengan sebaik-baiknya, sebelum Engkau panggil kami untuk menghadap-MU.

 

  • Ya Allah peliharakan hati dan pendengaran kami agar tidak terpedaya dari tipu daya syaithan yang merusak amal ibadah yang telah dan akan kami lakukan.

 

  • اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ
  • Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan do’a.

 

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات

و الذكر الحكيم
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم
Assalamu`alaikum Wr. Wb

SUMBER

Diadaptasi dari tulisan Ust. Taufik Anwar, “Target Final Setan”, Rubrik Ghiwayah Majalah Islam ar-risalah No. 92/Vol. VIII/8 Safar – Rabiul Awal 1430 H / Februari 2009   dan berbagai sumber lainnya.

10945547_10200350190073687_6761647511836910601_n Di edit ulang untuk Khutbah Jumat / Tausiyah

Oleh : H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

20160715 Harga Iman

https://arozakabuhasan.wordpress.com/                                          http://arozakabuhasan.blogspot.com

 

CIRI ORANG MUNAFIK (Taqiyah Syi`ah)

logo_al_fajrCiri Orang Munafik (Taqiyah Syiah)

Khutbah Jumat di Masjid Al-Fajr Jl. Cijagra No. 39 Bandung, Jumat 8 Juli 2016

20141130_083549Oleh : A. ROZAK ABUHASAN

 

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.  مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.  أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ  وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ  وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ    يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ  وَاْلأَرْحَامَ    إِنَّ اللهَ   كَانَ    عَلَيْكُمْ  رَقِيبًا

أَمَّا بَعْدُ


Kaum muslimin rahimakumullah

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat iman, sehat dan kesempatan kepada kita.

Dialah pula yang telah memberikan hidayah dalam hati kita, yang dengan hidayah tersebut, Alhamdulillah kita dapat  melangkahkan kaki kita menuju masjid ALFAJR ini, berkumpul bersama untuk menunaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim, kemudian melaksanakan shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah Jum’at yang merupakan bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan ibadah shalat Jum’at ini. Semoga kehadiran ini kita dapat mengantarkan kita sebagai salah seorang yang dikatagorikan bertakwa oleh Allah Swt. dan dicatat sebagai amal ibadah

Shalawat serta salam semoga Allah curahkan kepada Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam. Semoga kecintaan kita kepada beliau dapat mempertemukan kita dengannya nanti di syurga, bersama dengan para Nabiyyin, shiddiqin, syuhadaa’ dan shalihin. Aamiin Ya Robbal Alamiin.

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Melalui mimbar ini, khotib menyerukan kepada jama’ah semua termasuk diri khotib sendiri  untuk bertakwa. Bertakwa kepada Allah  Swt. dengan semurni-murninya. Takwa hanya kepada Allah tidak kepada yang lain.

Hadirin rohimakumullah.

Ciri-Ciri Orang Munafik

Allah Swt. berfirman (QS. Al-Hujurat 49:14)

قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُل لَّمْ تُؤْمِنُوا وَلَـٰكِن قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِن تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُم مِّنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿١٤﴾

  1. 14. orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi Katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Ayat di atas memberikan gambaran kepada kita bagaimana cara kita menghadapi tipu daya orang-orang munafik, yang harus dihadapi dengan penuh kehati-hatian atas orang-orang yang menyatakan “kami beriman” à kata Allah “Kamu belum beriman”.

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Ciri orang Munafik, paling tidak ada empat cirri-ciri yang kita bisa ketahui melalui petunjuk Allah.

  1. Firman Allah (QS. Al-Baqarah 2:14)

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ ﴿١٤﴾

  1. dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”. dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka[25], mereka mengatakan: “Sesungguhnya Kami sependirian dengan kamu, Kami hanyalah berolok-olok.”

 

  1. Firman Allah (QS. Al-Bqarah 2:76)

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَا بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ قَالُوا أَتُحَدِّثُونَهُم بِمَا فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ لِيُحَاجُّوكُم بِهِ عِندَ رَبِّكُمْ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ ﴿٧٦﴾

  1. dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: “Kamipun telah beriman,” tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata: “Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?”[66]

 

[66] Sebagian Bani Israil yang mengaku beriman kepada Nabi Muhammad s.a.w itu pernah bercerita kepada orang-orang Islam, bahwa dalam Taurat memang disebutkan tentang kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. Maka golongan lain menegur mereka dengan mengatakan: “Mengapa kamu ceritakan hal itu kepada orang-orang Islam sehingga hujjah mereka bertambah kuat?”

 

  1. Firman Allah (QS. Ali Imran 3:119)

هَا أَنتُمْ أُولَاءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلَا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتَابِ كُلِّهِ وَإِذَا لَقُوكُمْ قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ الْأَنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ ۚ قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ ﴿١١٩﴾

  1. Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, Padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada Kitab-Kitab semuanya. apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata “Kami beriman”, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.

 

  1. Firman Allah (QS. Al Maidah 5:61)

وَإِذَا جَاءُوكُمْ قَالُوا آمَنَّا وَقَد دَّخَلُوا بِالْكُفْرِ وَهُمْ قَدْ خَرَجُوا بِهِ ۚ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا يَكْتُمُونَ ﴿٦١﴾

  1. dan apabila orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”, Padahal mereka datang kepadamu dengan kekafirannya dan mereka pergi (daripada kamu) dengan kekafirannya (pula); dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.

 

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Masjid Al-Fajr Rahimakumullah,

Kata munafik menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia à

Munafik = hanya kelihatannya saja percaya (kelihatannya suci, setia, dsb.), tetapi sebenarnya tidak à jadi orang yang mengaku setia, mengaku suci, mengaku beriman hanya dusta.

Seperti ajaran sesat Syiah yaitu Taqiyah. (Mari kita renungkan).

Syiah menganggap bahwa taqiyah adalah salah satu pokok ajaran agama. (hal. 6 – 7)

  • Barangsiapa meninggalkan taqiyah, sama hukumnya dengan meninggalkan shalat.
  • Taqiyah adalah suatu kewajiban yang tidak boleh dihapuskan sampai yang berwenang tampil,
  • Barangsiapa meninggalkannya sebelum ia tampil, ia telah keluar dari agama Allah dan dari agama Imamiah. Syiah mengambil dalil dari firman Allah Ali Imran 28 إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً “kecuali karena siasat memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka”.
  • Dokrin taqiyah juga dihubung-hubungkan dengan Muhammad Al Baqir yang dikenal juga dengan Abu Ja`far Imam yang kelima dengan ucapannya “Taqiyah adalah agamaku dan agama nenek moyangku. Tidak ada imannya seseorang yang tidak memiliki taqiyah”
  • Pemahaman taqiyah itu sampai pada batas dusta dan haram (dalam pengertian aqidahnya ditutupi, sampai berani bersumpah akan penyangkalan ke Syiahannya.
  • Taqiyah juga dapat diartikan sebagai kondisi luar seseorang dengan yang ada di dalam bathinnya tidaklah sama.
  • Menurut Syiah taqiyah wajib dilakukan, jadi taqiyah menjadi salah satu prinsip Syiah (dilakukan pura-pura kepada orang selain Syiah. Misal Al-Quran Syiah sama dengan Al-Quran Ahlussunnah. Syiah juga bertaqiyah mengakui pemerintahan Islam selain Syiah.

Taqiyah dalam Syiah ada empat unsur pokok ajaran (hal.7)

  • Menampilkan hal yang berbeda dari apa yang ada di dalam hatinya.
  • Digunakan dalam berinteraksi dengan lawan-lawan Syiah
  • Berhubungan dengan perkara agama atau keyakinan yang dianut lawan-lawan
  • Digunakan disaat berada dalam kondisi mencemaskan.

Ciri orang Munafik pengikut Syiah

(hal. 11-13 Memandang Syiah dari Taqiyah hingga kesesatannya) Abu Zahra 1435H:

  • Syiah tidak akan menunjukkan penghormatan kepada Sayyidina Abubakar, Umar, Utsman dan mayoritas sahabat lainnya.
  • Kebanyakan penganut Syiah selalu membawa Turbah yaitu tanah (dari Karbala) yang digunakan menempatkan kening ketika sujud bila mereka shalat tidak didekat orang lain (non Syiah). Jika didekat orang lain maka Turbah tersebut dapat diganti dengan selembar daun/kertas/kayu/sesuatu alasselain dari kain dan plastic dan sejenisnya.
  • Tidak mengerjakan shalat Jumat. Meskipun shalat Jumat bersama jamaah muslimin, penganut Syiah akan langsung berdiri setelah imam mengucapkan salam. à orang-orang akan mengira dia mengerjakan shalat sunnah padahal dia menyempurnakan shalat dhuhur empat raka`at, karena pengaut Syiah tidak meyakini  keabsahan shalat Jumat kecuali bersama Imam yang ma`shum atau wakilnya.
  • Tidak akan mengakhiri shalatnya dengan mengucapkan salam, tetapi dengan memukul kedua pahanya beberapa kali mengucapkan takbir dengan menolehkan wajah ke kanan dan ke kiri.
  • Jika penganut Syiah hadir dalam Majelis Taklim Ahlus Sunnah. Jikapun hadir hanya untuk meneliti ataupun mencari kelemahan umat Muslimin.
  • Kita akan melihat penganut Syiah banyak-banyak mengingat Ahlul Bayt, Sayyidina Ali, Fathimah, Hasan dan Husain r.a.(m)
  • Pada bulan Ramadhan penganut Syiah tidak langsung berbuka puasa setelah azan maghrib. Buka puasa baru jika bintang-bintang sudah Nampak dilangit / mega merah sudah menghilang. Dengan kata lain mereka berbuka bila benar-benar sudah masuk waktu malam (seperti orang Yahudi berbuka puasa pada hari Sabat). Syiah tidak mengerjakan shalat tarawih, karena menganggap sebagai bid`ah.
  • Penganut Syiah tidak akan memegang dan membaca Al-Quran à kecuali jarang sekali sebagai bentuk taqiyah karena Al-Quran yang benar menurutnya adalah al-Quran yang berada ditangan al-Mahdi yang ditunggu kedatangannya.
  • Penganut Syiah berusaha sekuat tenaga untuk menanamkan dan menimbulkan fitnah antara muslim satu dengan muslim yang lain, sementara itu mereka mengklaim tidak ada perselisihan antara mereka dengan muslimin. Penganut Syiah juga sering membuat pernyataan yang berhubungan dengan Al-Quran dan Al-Hadits yang bertujuan membuat bingung muslimin yang masih awwam.
  • Syiah juga berusaha keras mempengaruhi kaum wanita khususnya para mahasiswi di perguruan tinggi atau diperkampungan sebagai langkah awal untuk memenuhi keinginan melakukan mut`ah dengan para wanita tersebut bila nantinya mereka menerima agama Syiah.
  • Orang-orang Syiah sangat antusias mendakwai orang tua yang memiliki anak perempuan, dengan harapan anak perempuannya juga ikut menganut Syiah, sehingga dengan leluasa dia bisa melakukan zinah mut`ah. à Pada hakikatnya ketika ada seorang ayah menerima agama Syiah, maka para pengikut Syiah yang lain otomatis telah mendapatkan anak gadisnya untuk di mut`ah setelah mereka berhasil meyakinkan b olehnya mut`ah. Hampir semua kemudahan, kelebihan dan kesenangan terhadap syahwat ini ada dalam diri para pemuda, sehingga dengan mudah para pengikut Syiah menjerat mereka bergabung dengan aga Syiah.

Adapun cirri-ciri yang lain adalah ketika menyebut para sahabat radhiallahu`anhum tidak ada rasa hormat, dan jika pun mereka mendengar ada para Imam dihina dan para hujjah Syiah seperti ayatollah Khumaini dan lainnya dihina maka kelihatan dari raut wajah dan mulut menandakan kemarahan.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

 

KHUTBAH KEDUA

 

اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، أَمّا بَعْدُ
 Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

  1. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam. (QS Ali Imran 3:102)

Oleh karena itu :

Selamatkan diri kita, selamatkan anak istri kita, selamatkan saudara-saudara kita seiman dari segala ajaran faham sesat dan menyesatkan.  

Mari kita perkokoh iman kita, dengan cara mempertahankan iman agar tetap berada dalam diri kita hingga ajal menjemput.

Dan tidak ada yang lebih pantas untuk dipertahankan dengan konsekuensi apapun melebihi iman bahkan walaupun dengan taruhan nyawa sekalipun.

Insya Allah amal ibadah shaum Ramadhan kita selama sebulan ini telah menempah diri kita semua, semoga amal ibadah kita diterima Allah Swt., diampuni-Nya seghala dosa-dosa kita. Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah Swt. dan semoga kita telah sama-sama kembali “fitri”, suci dari kekufuran, kemusyrikan dan kemunafikan, “suci” pula dari dosa dan kesalahan, Aamiin Ya Robbal Aalamiin.

Demikianlah  semoga  Allah Swt. memudahkan kita untuk mempertahankan dan meningkatkan iman yang berada dalam hati kita. Amin…

Hadirin Rohimakumullah.

 

  • Ya Allah pelihara iman kami dan berikan kepada kami kekuatan untuk mempertahankan iman.
  • Anugerahkan kami dalam meneladani seluruh sunnah Rasulullah saw. dengan sebaik-baiknya, sebelum Engkau panggil kami untuk menghadap-MU.

 

  • Ya Allah peliharakan hati dan pendengaran kami agar tidak terpedaya dari tipu daya syaithan yang terdiri dari bangsa jin dan manusia yang merusak amal ibadah yang kami lakukan.

 

  • Ya Allah terimalah ibadah shaum kami, terimalah shalat ruku` sujud kami, terima segalam amal ibadah kami;

 

  • Ya Allah ampuni kami, ampuni segala khilaf salah kami dalam beribadah, selamatkan kami dan lindungi kami.

 

  • اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ
  • Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan do’a.

 

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات و الذكر الحكيم
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم
Assalamu`alaikum Wr. Wb

SUMBER

  • Lembar Kajian Syakhshiyyah Islamiyyah Sabtu 16 Rajab 1437H/23 April 2016M
  • Memandang Syiah dari Taqiyah hingga Kesesatannya oleh Abu Zahra (mantan mu`alim Syiah)

 

10945547_10200350190073687_6761647511836910601_n

Di edit ulang untuk Khutbah Jumat / Tausiyah di masjid Al-Fajr Bandung, Jumat 8 Juli 2016

Oleh : H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA / Ustazah : Musta`inah, SPd.I.

20160708 CIRI ORANG MUNAFIK (Taqiyah Syiah)

https://arozakabuhasan.wordpress.com/                                         http://arozakabuhasan.blogspot.com

KEMULIAAN BULAN RAMADHAN

KHUTBAH JUMAT  7 Kemuliaan Bulan Ramadhan

 

 

KHUTBAH PERTAMA

 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ  وَنَسْتَعِيْنُهُ   وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.  مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.  أَشْهَدُ أَنْ   لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ  وَحْدَهُ   لاَشَرِ يْكَ لَهُ      وَ أَشْهَدُ أَنَّ   مُحَمَّدًا عَبْدُهُ   وَرَسُوْ لُهُ    يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ  وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ  وَاْلأَرْحَامَ    إِنَّ اللهَ    كَانَ    عَلَيْكُمْ  رَقِيبًا. .  أَمَّا بَعْدُ  .

Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan, rezeki dan kesehatan serta kesempatan kita bertemu kembali dengan Ramadhan.

 

Melalui mimbar ini, marilah kita tingkatkan kualitas taqwa kita pada Allah dengan berupaya maksimal melaksanakan apa saja perintah-Nya yang termaktub dalam Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasul saw. Pada waktu yang sama kita dituntut pula untuk meninggalkan apa saja larangan Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasul Saw. Hanya dengan cara itulah Insya Allah ketaqwaan kita mengalami peningkatan dan perbaikan.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad Saw.

Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah

7 Kemuliaan Bulan Ramadhan

 

Ramadhan adalah bulan penuh kemuliaan dan keutamaan. Sebab di dalamnya segenap amalan kita dilipatgandakan pahalanya disisi Allah. Sehingga menjadikan ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah, patut diupayakan oleh setiap muslim yang beriman. Sehingga kemuliaan bulan ramadhan bisa kita capai dengan sempurna.

 

Menggapai kemuliaan ramadhan bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti  iktikaf, berbagi rizki dengan menyediakan takjil bagi orang yang berpuasa ataupun dengan memenuhi malam-malam di bulan ramadhan dengan amalan-amalan mulia dengan memperbanyak tahlil, tahmid dan amalan-amalan yang ditujukan untuk mengagungkan Allah subhanahu wata’ala.

 

Oleh karenanya kita sebagai umat muslim sudah seharusnya tidak melewatkan kemuliaan bulan ramadhan dengan kegiatan yang sia-sia. Kita mudah-mudahan akan lebih termotivasi menjalani bulan puasa dan lebih memahami makna bulan ramadhan itu sendiri,

 

Hadirin Rohimakumullah

Apa saja kemuliaan bulan suci Ramadhan, bulan penuh berkah ini.

 

Di antara kemuliaan bulan ramadhan adalah sbb. :

 

  1. Bulan Diturunkannya Al-Quran

Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana kitab suci (Al-Qur’an) pertamakali diturunkan. Sesuai dengan QS. Al-Baqarah 185 yang artinya:

“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).”

 

  1. Pahala Amal Sholeh Yang Berlipat Ganda

Sebagai umat Islam yang menjalankan amalan sholeh dan kewajiban seorang muslim pada bulan ramadhan akan mendapatkan balasan berlipat ganda, sampai 70 kali lipat sebagaimana terdapat dalam Hadist:

 

Khutbah Rasululah saw pada akhir bulan Sa`ban “Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaung. Bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan (HR. Bukhori-Muslim).

 

  1. Bulan Pernuh Keberkahan

Pada bulan puasa seorang muslim berkesempatan untuk kembali ke jalan yang baik dan mendapat keberkahan yang nilainya sama dengan seribu bulan. Maka bila seorang muslim pada bulan puasa saja tidak juga memanfaatkan kesempatannya, bulan lain kemungkinan akan lebih buruk lagi. seperti hadits dibawah ini:

 

“Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kamu berpuasa, karena dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu syaitan-syaitan, serta akan dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak berhasil memperoleh kebaikannya, sungguh tiadalah ia akan mendapatkan itu untuk selama-lamanya.” (HR Ahmad, An-Nasa’l, dan Baihaqi).

 

  1. Ramadhan Bulan Pengampunan Dosa

Pada bulan Ramadhan juga seorang muslim berkesempatan untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya, bahkan ibadah yang sempurna pada bulan puasa akan menjadikan seorang muslim suci kembali bagaikan bayi yang baru lahir.

 

Sesuai Hadist Shahih:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari)

 

Hadist lain :

“Shalat yang lima waktu, dari jumat ke jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa di antara mereka, jika dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

 

  1. Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup

Selebar-lebarnya pintu untuk kembali ke jalan yang lurus pada bulan Ramadhan dibuka bagi umat Islam. Sesuai Hadist dibawah ini:

 

“Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu.” (HR. Muslim)

 

  1. Bulan Pendidikan untuk Mencapai Ketaqwaan

Menahan haus, lapar dan amarah merupakan jalan menuju sifat-sifat sabar yang taqwa. Itulah mengapa berpuasa sebulan penuh pada Ramadhan dapat membimbing umat Islam mencapai ketawaan.

 

Sesuai surat dalam Al-Quran yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (QS. Al Baqarah 183)

 

  1. Terdapat Malam Lailatul Qadar

Malam 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan merupakan waktu-waktu yang diantaranya terdapat malam Lailatul Qadar, dimana malam tersebut adalah malam kemuliaan yang lebih baik dari 1000 bulan; pada malam itu alangka baiknya kita isi amal ibadah dan doa sebanya-banyaknya.

 

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr 1-3)

 

Demikian 7 Kemuliaan Bulan Ramdhan  yang dijanjikan Allah kepada hamba-hambanya yang beriman. Semoga kita dapat meraih kemuliaan bulan ramadhan tersebut dengan sempurna. Amiin

 

أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

 

 

 

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ أَمَّا بَعْدُ

 

Jamaah shalat jum’at yang berbahagia.

Kaum Muslimin rahimakumullah

Demikianlah khutbah ini, semoga Allah memelihara iman kita yang sudah tertanam sejak lahir. Semoga Allah berikan kepada kita kesempatan merasakan manisnya iman dalam kehidupan ini, sebelum ia panggil kita untuk menghadap-Nya. Semoga Allah berkenan menghimpunkan kita di syurga Firdaus yang paling tinggi bersama Rasul Saw, para shiddiqin, syuhada’, dan shalihin sebagaimana Allah himpunkan kita di tempat yang mulia ini. Allahumma amin.

 

Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah.

Ya Allah, jadikan akhir hidup kami husnul khatimah.

 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

 

بَارَكََ اللهََ لِيْ وَ لََكُمْ فيِِ الْْقُرْآنِِ الْْعَظِيْمِْ وَن َفََعَنِيْ وَإِِيَاكُُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْْلآيَاتِ     وَ الذِكْْرِِ الْْحَكِيْمِِ                        أَقُُوْلُ قََوْلـِيِْ هَذَا وَأسْتَغْفِْرُ اللهََ لِي وَ لََكًُمْ
Assalamu`alaikum Wr. Wb

 

Sumber:

https://www.facebook.com/notes/islam-itu-agamaku/7-kemuliaan-bulan-ramadhan/407260526078802

 

Sumber lain :

Fadhilah Sedekah di Bulan Ramadhan                                                                                              9 Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan

 

Sumber :

http://direktorikhutbahjumat.blogspot.com/2014/07/7-kemuliaan-bulan-ramadan.html

 

 

10945547_10200350190073687_6761647511836910601_n

Diedit ulang untuk Khutbah Jumat/Tausiyah

Oleh

H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

20160627 Ramadhan Bulan Kemuliaan

http://arozakabuhasan.blogspot.co.id/

https://arozakabuhasan.wordpress.com/

http://arozakabuhasan.blogspot.com/

MEMBONGKAR KEBURUKAN MUNAFIKUN

AL QUR`AN NUL KARIM

 KHUTBAH PERTAMA

 إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.  مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.  أَشْهَدُ أَنْ   لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ  وَحْدَهُ   لاَشَرِ يْكَ لَهُ      وَ أَشْهَدُ أَنَّ   مُحَمَّدًا عَبْدُهُ   وَرَسُوْ لُهُ    يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ  وَاْلأَرْحَامَ    إِنَّ اللهَ   كَانَ    عَلَيْكُمْ  رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin rahimakumullah

إِJama’ah Jum’ah rahimakumullah, marilah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah berkenan memberikan berbagai keni’matan bahkan hidayah kepada kita.

Shalawat dan salam semoga Allah tetapkan untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya yang setia dengan baik sampai akhir zaman.

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah, mari kita senantiasa bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, menjalani perintah-perintah Allah sekuat kemampuan kita, dan menjauhi larangan-laranganNya.

Dalam kesempatan yang mulia ini akan kami kemukakan betapa bahayanya kaum munafiqin terhadap Islam dan Ummat Islam. Makar-makar dan kejahatan mereka telah dibongkar oleh Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an, di antaranya agar Ummat Islam berwaspada.

Allah berfirman:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ تَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مَا هُمْ مِنْكُمْ وَلَا مِنْهُمْ وَيَحْلِفُونَ عَلَى الْكَذِبِ وَهُمْ يَعْلَمُونَ [المجادلة/14]

“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan pula dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui.” (QS. Al-Mujadilah [58] : 14)

Kamus Umum Bahasa Indonesia (WJS Poerwadarminta)

  • Munafik : Hanya kelihatannya saja percaya (suci, setia dsb. tetapi sebenarnya tidak)

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah, perlu diketahui, orang munafiq adalah orang yang menampakkan dirinya sebagai orang beriman, namun sebenarnya memendam kekafiran dan rasa benci terhadap Islam di dalam hati. Orang munafiq itu sangat membahayakan, sehingga aneka sifat buruk mereka dan kecaman Allah dituangkan dalam berbagai surat. Bahkan ada surat khusus yang dinamai Surat Al-Munaafiquun.

Mereka di akherat nanti akan berada di tingkatan paling bawah dari neraka, sebagaimana firman Allah:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا [النساء/145]

“Sesungguhnya orang-orang munafiq itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” (QS. An-Nisaa’ [4] : 145)

Muhammad bin Sa’id bin Salim Al-Qahthany dalam kitabnya, Al-Walaa’ wal Baraa’ fil Islaam berkomentar: “Orang-orang kafir dan yang menampakkan permusuhannya terhadap Islam justru lebih ringan siksanya daripada orang-orang munafiq, karena orang kafir berada di tingkat lebih tinggi dalam neraka. Kedua golongan ini (kafir dan munafiq) bersatu dalam kekafiran dan permusuhannya terhadap Allah serta Rasulullah.

Namun orang-orang munafiq lebih parah daripada orang-orang kafir, karena pada diri munafiqin ada kedustaan dan kemunafikan. Bencana yang mereka timpakan terhadap kaum Muslimin lebih besar daripada bencana yang ditimpakan oleh orang-orang kafir.

Maka Allah berfirman tentang munafiqin:

هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ [المنافقون/4]

“ Mereka itulah musuh yang sebenarnya, maka waspadalah terhadap mereka.” (QS. Al-Munaafiquun [63] : 4)

Bahaya orang-orang munafiq yang bercampur dan bergaul dengan orang-orang Islam —padahal di dalam hatinya terdapat permusuhan kepada agama Islam— jauh lebih besar daripada bahaya orang-orang yang menampakkan permusuhan. Sebab peperangan dengan golongan kedua (musuh yang nampak terang-terangan) bisa dilakukan sehari atau dua hari atau beberapa hari, kemudian berakhir dengan kemenangan. Tetapi dengan orang-orang munafiq? Mereka bergaul bersama di dalam perkampungan, di rumah, pagi dan sore, lalu mereka membocorkan rahasia kepada musuh, mengintai untuk mencari titik kelemahan, tapi tidak bisa menghadapi mereka lewat pertempuran frontal.

Sementara itu, bergaul dengan mereka hanya akan menimbulkan aib, mencintai mereka akan memancing kemarahan Allah, dan bahkan akan menyeret ke neraka. (Lihat Muhammad bin Sa’id bin Salim Al-Qahthani, Al-Wala’ wal Bara’ fil Islam, diterjemahkan menjadi Loyalitas Muslim terhadap Islam —Pemahaman Aqidah Salaf—, Ramadhani, Solo, cetakan ketiga, 1994, halaman 144-145)

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah, betapa dahsyat bahaya Munafiqin itu.Tindakan-tindakan munafiqin sebagai musuh terbesar Islam jelas sangat membahayakan Islam wal Muslimin.

  1. Tindakan munafiqin yang paling berbahaya adalah persekongkolan mereka dengan Yahudi dan Nasrani untuk menyerang Islam. Busuknya tingkah munafiqin ini telah dibongkar langsung oleh Allah SWT di beberapa ayat, di antaranya seperti tersebut di ayat (QS. Al-Hasyr [59] : 11) dan (QS. Al-Mujadilah [58] : 14). Yakni bersekongkol dengan kaum yang dimurkai Allah, lagi berdusta.
  2. Sifat munafiqin yang paling buruk adalah menolak berhakim kepada syari’at Allah, tetapi berhakim kepada thaghut. (Lihat QS. An-Nisaa’ [4] : 60-63, An-Nur [24] : 47-50). Thaghut ialah orang yang selalu memusuhi Nabi dan kaum Muslimin. Juga orang yang menetapkan hukum secara curang menurut hawa nafsu. Dan berhala-berhala pun termasuk thaghut.

Sifat dan sikap munafiqin itu berbalikan dengan sikap orang mukmin:

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ [النور/51]

“Sesungguhnya jawaban orang-orang Mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul mengadili di antara mereka ialah ucapan: “kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. An-Nur [24] : 51).

  1. Orang munafiqin itu melemahkan barisan Muslimin dan menjadi mata-mata kafirin. Allah berfirman, yang artinya:

الَّذِينَ قَالُوا لِإِخْوَانِهِمْ وَقَعَدُوا لَوْ أَطَاعُونَا مَا قُتِلُوا قُلْ فَادْرَءُوا عَنْ أَنْفُسِكُمُ الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ [آل عمران/168]

Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut berperang, “Sekiranya mereka mau mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh.” Katakanlah, “Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar.” (QS. Ali Imran [3] : 168)

Terjadi kegoncangan yang mengangetkan dalam barisan kaum Muslimin ketika Perang Uhud (3H), karena sepertiga (300 orang) dari jumlah pasukan Muslimin (1.000 orang) menarik diri. Pasukan yang menarik diri (300 orang) ini dipimpin oleh Abdullah bin Ubay bin Salul. Padahal jumlah musuh yakni kafirin Quraisy 3.000 orang dipimpin jago perang Khalid bin Walid yang masih kafir.

Begitu pula penolakan munafiqin untuk bergabung dalam perang Tabuk (9H, perang besar antara Muslimin pimpinan Rasulullah 30.000 orang melawan Nasrani Rumawi) serta keengganan-keengganan lain-lainnya. Allah menjelaskan tentang wala’ (loyalitas) mereka terhadap orang -orang kafir:

بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (138) الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا [النساء/138، 139]

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafiq bahwa mereka akan mendapatkan siksa yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang Mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan milik Allah.” (QS. An-Nisaa’ [4] : 138-139)

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah, betapa Beda jauh antara Mukminin dan Munafiqin. Perbedaan itu di antaranya

  1. Dalam perang Ahzab atau perang Khandaq (tahun 5 Hijriyah, persekutuan kabilah-kabilah Arab kafir dan Yahudi mengepung dan memerangi Muslimin Madinah) tampak nyata perbedaan sikap antara Mukminin dan Munafiqin.

Orang Mukminin berkata sebagaimana dikisahkan oleh Allah SWT:

وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا [الأحزاب/22]

“Dan tatkala orang-orang Mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya (yaitu kemenangan sesudah mengalami kesukaran) kepada kita”. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan. (QS. Al-Ahzaab [33] : 22)

Adapun orang munafiqin keadaan mereka dikisahkan oleh Allah SWT:

وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا غُرُورًا (12) وَإِذْ قَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ يَا أَهْلَ يَثْرِبَ لَا مُقَامَ لَكُمْ فَارْجِعُوا وَيَسْتَأْذِنُ

فَرِيقٌ مِنْهُمُ النَّبِيَّ يَقُولُونَ إِنَّ بُيُوتَنَا عَوْرَةٌ وَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍ إِنْ يُرِيدُونَ إِلَّا فِرَارًا [الأحزاب/12، 13]

Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafiq dan orang-orang yang berpenyakit di dalam hatinya berkata, “Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya”. Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata, “Hai penduduk Yatsrib (Madinah), tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu”. Dan sebagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata, “Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)”. Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanyalah hendak lari.(QS. Al-Ahzaab [33] : 12-13)

  1. Sikap beda jauh itu juga terkuak dalam perang Tabuk (9H perang besar antara Muslimin pimpinan Rasulullah SAW 30.000 orang melawan Nasrani Rumawi).
    Allah SWT berfirman tentang ahli munafiq:

فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَافَ رَسُولِ اللَّهِ وَكَرِهُوا أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالُوا لَا تَنْفِرُوا فِي الْحَرِّ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ (81) فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ [التوبة/81، 82]

Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) ini merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata, “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini.” . Katakanlah, “Api neraka jahannam itu lebih sangat panas (nya)”, jikalau mereka mengetahui. Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.(QS. At-Taubah [9] : 81-82)

Allah SWT berfirman tentang orang yang beriman:

لَكِنِ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آَمَنُوا مَعَهُ جَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ وَأُولَئِكَ لَهُمُ الْخَيْرَاتُ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (88) أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ [التوبة/88، 89]

“Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan; dan mereka itula (pula) orang-orang yang beruntung.Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah [9] : 88-89)

Jama’ah jum’ah rahimakumullah,

Al-Quran telah membongkar keburukan munafiqin.
Allah SWT membongkar keburukan munafiqin dalam Al-Quran di berbagai surat, bahkan surat At-Taubah disebut Surat Al-Fadhihah karena surat itu isinya membongkar keburukan munafiqin. Keburukan munafiqin di antaranya;

  1. Tidak ikut berjihad, mereka lebih mementingkan dunia (lihat At-Taubah [9] : 86-87).
  2. Mengadu domba, marah, dan memfitnah (lihat At-Taubah [9] : 47-48).
  3. Mencela sistem Rasulullah dalam pembagian harta, mereka rela dan marah tergantung kepentingan dunia mereka. (lihat At-Taubah [9] : 58).
  4. Menyakiti Rasulullah SAW (lihat At-Taubah [9] : 61).
  5. Minta maaf atau keridhaan Rasulullah dengan sumpah palsu, padahal Allah dan Rasul-Nya itu yang lebih patut untuk mereka cari keridhaannya. (lihat At-Taubah [9] : 62).
  6. Memerintahkan kemunkaran dan mencegah kebaikan, serta pelit berinfaq di jalan Allah. (lihat At-Taubah [9] : 67).
  7. Mengingkari janji (lihat At-Taubah [9] : 75-77).
  8. Mencela dan mencibir Mukminin dalam segala hal (lihat At-Taubah [9] : 79).
  9. Memandang berinfaq itu suatu bentuk yang merugikan, dan mereka menunggu-nunggu datangnya marabahaya atas mukminin. (lihat At-Taubah [9] : 98).
  10. Al-Quran tidak menambah pada mereka kecuali hanya menambah kekafiran di atas kekafiran yang telah ada pada mereka. (lihat At-Taubah [9] : 124-125).
  11. Berpaling dan lari dari kebenaran. (lihat At-Taubah [9] : 127).

Jama’ah jum’ah rahimakumullah,

Bagaimana Metodenya dalam menghadapi Munafiqin sudah ada tuntunannya dari nAllah. Di antaranya:

  1. Allah memerintahkan jihad dan bersikap keras terhadap mereka.
  2. يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ [التوبة/73]

“Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafiq itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (QS. At-Taubah [9] : 73)

Allah memerintahkan tidak bersikap lembut terhadap munafiqin bahkan memerintahkan berjihad melawan mereka dan bersikap keras atas mereka. Sementara itu Allah SWTmemerintahkan bersikap lunak dan hormat terhadap mukminin.Sungguh Allah telah berfirman, yang artinya:

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ [الشعراء/215]

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.” (QS. Asy-Syu’araa’ [26] : 215)

  1. Tidak memintakan ampun kepada munafiqin. Karena mereka tidak berhak dimintakan ampun. (lihat At-Taubah [9] : 80, Al-Munaafiquun [63] : 6)

Sementara itu Allah memerintahkan Nabi SAW (dan mukminin) untuk memintakan ampun orang mukminin yang benar. (lihat QS Muhammad [47] : 19, dan Al-Mumtahanah [60] : 12)

  1. Allah melarang Nabi SAW (dan Mukminin) menshalati jenazah munafiq, dan melarang berdiri (mendo’akan) di kuburnya (lihat at-Taubah [9] : 84).
  2. Allah melarang Nabi SAW (dan mukminin) bergabung dengan munafiqin dalam berperang dan melarang membolehkan mereka ikut berperang. (lihat At-Taubah [9] : 82)

Manhaj Islam adalah mengobarkan semangat jihad kepada mukminin secara umum dan mendorong mereka untuk berperang melawan orang kafir sebagaimana Allah telah berfirman, yang artinya:

“Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksa(Nya).” (QS. An-Nisaa’ [4] : 84)

Perbedaan tegas antara manhaj terhadap mukminin dan manhaj terhadap munafiqin itu karena sifat-sifat dan sikap antara keduanya jelas jauh berbeda. Maka Islam tegas-tegas membedakannya dalam menyikapi yang mukmin di satu pihak dan yang munafq di pihak lain. Tidak boleh dicampur aduk.

Semoga kita Ummat Islam dihindarkan dari bahaya orang-orang munafiqin, dan diselamatkan dari perbuatan yang mengikuti munafiqin. Dan semoga Allah selamatkan Ummat Islam ini dari aneka keburukan yang ditimbulkan oleh kaum munafiqin di mana-mana pun adanya. .

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

Khutbah Kedua:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ.
أَمَّا بَعْدُ؛ وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّذِينَ قَالُوا سَمِعْنَا وَهُمْ لاَ يَسْمَعُونَ
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . وَصَلى الله وسَلم عَلَى مُحَمد تسليمًا كَثيْرًا . وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Assalamu`alaikum Wr. Wb

SUMBER

http://www.eramuslim.com/khutbah-jumat/membongkar-keburukan-munafiqin.htm#.VJYwhcWAPk

http://www.eramuslim.com/khutbah-jumat

http://www.eramuslim.com/khutbah-jumat/membongkar-keburukan-munafiqin.htm

10945547_10200350190073687_6761647511836910601_nDiedit ulang untuk Khutbah Jumat/Tausiyah

Oleh H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

20160627 Membongkar Keburukan Munafikun

https://arozakabuhasan.wordpress.com/

http://arozakabuhasan.blogspot.com/

Kehidupan Dunia Hanyalah Kesenangan Yang Menipu

20141130_083549KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.  مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.  أَشْهَدُ أَنْ   لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ  وَحْدَهُ   لاَشَرِ يْكَ لَهُ      وَ أَشْهَدُ أَنَّ   مُحَمَّدًا عَبْدُهُ   وَرَسُوْ لُهُ    يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ  وَاْلأَرْحَامَ    إِنَّ اللهَ   كَانَ    عَلَيْكُمْ  رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin jamaah jumat rahimakumullah.

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan, rezeki dan kesehatan kepada kita.

Dialah pula yang telah menyisipkan hidayah dalam hati kita, yang dengan hidayah tersebut, Allah SWT telah menggerakkan hati kita untuk melangkahkan kaki kita menuju masjid ini. Sehingga kita bisa berkumpul bersama untuk menunaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim, yaitu melaksanakan shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah Jum’at yang merupakan bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan ibadah shalat Jum’at ini.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad Saw. Semoga kecintaan kita kepada beliau SAW, dapat mempertemukan kita dengannya nanti di syurga, bersama dengan para Nabiyyin, shiddiqin, syuhadaa’ dan shalihin.

Ikhwatal Iman rahimakumullah

Jamaah shalat jum’at yang berbahagia.         

Selanjutnya, izinkanlah khatib mengingatkan kita semua termasuk diri khotib sendiri untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Swt.  Karena tidak ada bekal terbaik yang dapat menyelamatkan kita dalam kehidupan di dunia dan akhirat kelak, kecuali taqwa

Allah berfirman (QS Ar Ruum 30:24)  

وَمِنْ آيَاتِهِ يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَيُحْيِي بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ إِنَّ فِي ذَ‌ٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ ﴿٢٤﴾

  1. 24. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalny(QS Ar Ruum 30:24)

 

Dalam Surat Ali Imran 3:190

 

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ ﴿١٩٠﴾

QS 3:190 “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”

 Dari ayat-ayat tersebut jelas bahwa Allah mengingatkan pada setiap orang untuk mempergunakan akalnya.

Bahkan di surat Yunus 100 Allah menyatakan : dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.

Firman Allah (QS Yunus 10 : 100)

  1. dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.

 

 Minimnya ilmu, tipisnya iman terkadang membuat seseorang tidak mau berfikir, tidak mau menggunakan akal yang dianugerahkan Allah.

Kuatnya dorongan hawa nafsu kerap kali menutup pintu hati seseorang untuk memahami hakikat kehidupan dunia yang sedang dijalaninya, sehingga akal yang dianugerahkan Allah tidak dipergunakan sama sekali.

 

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ ﴿٢٠﴾

Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah diantara kalian serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur, dan diakhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (al-Hadid: 20)

Jamaah sholat Jumat Rohimakumullah

Oleh sebab itu,  Allah Swt. mengingatkan orang-orang yang beriman agar berpegang teguh dengan agama yang mulia ini dan meninggal dunia sebagai pemeluknya.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah sekali-kali meninggal dunia melainkan sebagai pemeluk agama Islam.” (Ali Imran: 102)

أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ أَمَّا بَعْدُ

 

 

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Masjid Al-Fajr Rahimakumullah,

Mari kita mempergunakan akal yang dianugerahkan Allah Swt. kepada kita. Jangan sampai kelak kita karena tidak mau mempergunakan akal maka termasuk orang yang rugi.

Salah satu ajaran yang perlu kita ketahui adalah ajaran sesat syiah dengan keyakinan taqiyahnya.

Syiah menganggap bahwa taqiyah adalah salah satu pokok ajaran agama. (Memandang Syiah dari Taqiyah hingga kesesatannya) Abu Zahra 1435H: hal. 6 – 7)

  • Barangsiapa meninggalkan taqiyah, sama hukumnya dengan meninggalkan shalat.
  • Taqiyah adalah suatu kewajiban yang tidak boleh dihapuskan sampai yang berwenang tampil,
  • Barangsiapa meninggalkannya sebelum ia tampil, ia telah keluar dari agama Allah dan dari agama Imamiah. Syiah mengambil dalil dari firman Allah Ali Imran 28 إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً “kecuali karena siasat memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka”.
  • Dokrin taqiyah juga dihubung-hubungkan dengan Muhammad Al Baqir yang dikenal juga dengan Abu Ja`far Imam yang kelima dengan ucapannya “Taqiyah adalah agamaku dan agama nenek moyangku. Tidak ada imannya seseorang yang tidak memiliki taqiyah”
  • Pemahaman taqiyah itu sampai pada batas dusta dan haram (dalam pengertian aqidahnya ditutupi, sampai berani bersumpah akan penyangkalan ke Syiahannya.
  • Taqiyah juga dapat diartikan sebagai kondisi luar seseorang dengan yang ada di dalam bathinnya tidaklah sama.
  • Menurut Syiah taqiyah wajib dilakukan, jadi taqiyah menjadi salah satu prinsip Syiah (dilakukan pura-pura kepada orang selain Syiah. Misal Al-Quran Syiah = Al-Quran Ahlussunnah. Syiah juga bertaqiyah mengakui pemerintahan Islam selain Syiah.

Taqiyah dalam Syiah ada empat unsur pokok ajaran (hal.7)

  • Menampilkan hal yang berbeda dari apa yang ada di dalam hatinya.
  • Digunakan dalam berinteraksi dengan lawan-lawan Syiah
  • Berhubungan dengan perkara agama atau keyakinan yang dianut lawan-lawan
  • Digunakan disaat berada dalam kondisi mencemaskan.

Ciri-Ciri orang Munafik pengikut Syiah

(hal. 11-13 Memandang Syiah dari Taqiyah hingga kesesatannya) Abu Zahra 1435H:

  • Syiah tidak akan menunjukkan penghormatan kepada Sayyidina Abubakar, Umar, Utsman dan mayoritas sahabat lainnya.
  • Kebanyakan penganut Syiah selalu membawa Turbah yaitu tanah (dari Karbala) yang digunakan menempatkan kening ketika sujud bila mereka shalat tidak didekat orang lain (non Syiah). Jika didekat orang lain maka Turbah tersebut dapat diganti dengan selembar daun/kertas/kayu/sesuatu alasselain dari kain dan plastic dan sejenisnya.
  • Tidak mengerjakan shalat Jumat. Meskipun shalat Jumat bersama jamaah muslimin, penganut Syiah akan langsung berdiri setelah imam mengucapkan salam. à orang-orang akan mengira dia mengerjakan shalat sunnah padahal dia menyempurnakan shalat dhuhur empat raka`at, karena pengaut Syiah tidak meyakini  keabsahan shalat Jumat kecuali bersama Imam yang ma`shum atau wakilnya.
  • Tidak akan mengakhiri shalatnya dengan mengucapkan salam, tetapi dengan memukul kedua pahanya beberapa kali mengucapkan takbir dengan menolehkan wajah ke kanan dan ke kiri.
  • Jika penganut Syiah hadir dalam Majelis Taklim Ahlus Sunnah. Jikapun hadir hanya untuk meneliti ataupun mencari kelemahan umat Muslimin.
  • Kita akan melihat penganut Syiah banyak-banyak mengingat Ahlul Bayt, Sayyidina Ali, Fathimah, Hasan dan Husain r.a.(m)
  • Pada bulan Ramadhan penganut Syiah tidak langsung berbuka puasa setelah azan maghrib. Buka puasa baru jika bintang-bintang sudah Nampak dilangit / mega merah sudah menghilang. Dengan kata lain mereka berbuka bila benar-benar sudah masuk waktu malam (seperti orang Yahudi berbuka puasa pada hari Sabat). Syiah tidak mengerjakan shalat tarawih, karena menganggap sebagai bid`ah.
  • Penganut Syiah tidak akan memegang dan membaca Al-Quran à kecuali jarang sekali sebagai bentuk taqiyah karena Al-Quran yang benar menurutnya adalah al-Quran yang berada ditangan al-Mahdi yang ditunggu kedatangannya.
  • Penganut Syiah berusaha sekuat tenaga untuk menanamkan dan menimbulkan fitnah antara muslim satu dengan muslim yang lain, sementara itu mereka mengklaim tidak ada perselisihan antara mereka dengan muslimin. Penganut Syiah juga sering membuat pernyataan yang berhubungan dengan Al-Quran dan Al-Hadits yang bertujuan membuat bingung muslimin yang masih awwam.
  • Syiah juga berusaha keras mempengaruhi kaum wanita khususnya para mahasiswi di perguruan tinggi atau diperkampungan sebagai langkah awal untuk memenuhi keinginan melakukan mut`ah dengan para wanita tersebut bila nantinya mereka menerima agama Syiah.
  • Orang-orang Syiah sangat antusias mendakwai orang tua yang memiliki anak perempuan, dengan harapan anak perempuannya juga ikut menganut Syiah, sehingga dengan leluasa dia bisa melakukan zinah mut`ah. à Pada hakikatnya ketika ada seorang ayah menerima agama Syiah, maka para pengikut Syiah yang lain otomatis telah mendapatkan anak gadisnya untuk di mut`ah setelah mereka berhasil meyakinkan b olehnya mut`ah. Hampir semua kemudahan, kelebihan dan kesenangan terhadap syahwat ini ada dalam diri para pemuda, sehingga dengan mudah para pengikut Syiah menjerat mereka bergabung dengan aga Syiah.

Adapun cirri-ciri yang lain adalah ketika menyebut para sahabat radhiallahu`anhum tidak ada rasa hormat, dan jika pun mereka mendengar ada para Imam dihina dan para hujjah Syiah seperti ayatollah Khumaini dan lainnya dihina maka kelihatan dari raut wajah dan mulut menandakan kemarahan.

 

Akhirnya, semoga Allah Swt.  membimbing kita dalam kita menjalani sisa umur kehidupan kita di dunia ini, sehingga dapat istiqamah di atas agama-Nya yang mulia serta berpijak di atas manhaj Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Dengan satu harapan, mendapatkan kesudahan terbaik dalam hidup ini (husnul khatimah) dan dimasukkan ke dalam Jannah-Nya yang dipenuhi dengan kenikmatan

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

Ya Rabb, Janganlah Engkau sesatkan hati-hati kami setelah Engkau beri kami hidayah dan karuniakanlah kepada kami kasih sayang dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Pemberi.” (Ali Imran: 8)

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِناَ عَلَى دِيْنِكَ

“Wahai Dzat Yang Maha Membolak-balikkan hati, kokohkanlah hati kami ini diatas agama-Mu.”

(HR. Ibnu Abi Ashim dalam as-Sunnah no. 232 dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Zhilalul Jannah)

رَبّنَآ ءَاتِنَا فِى الدّنْيَ حَسَنَةً وَ فِى اْلَخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النّارِ، وَ الْحَمْدُ لِ رَبِ الْعَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ

وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,

يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ  وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

 

Assalamualaikum Wr. Wb.

 

 

 

SUMBER :

Berbagai sumber

 

10945547_10200350190073687_6761647511836910601_nDi edit ulang untuk Khutbah Jumat / Tausiyah                                                                                      Oleh : H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

 

20160606 Kehidupan Dunia Hanyalah Kesenangan Yang Menipu (Taqiyah Syiah)

https://arozakabuhasan.wordpress.com/                                          http://arozakabuhasan.blogspot.com                                  

 

Harga Iman (HARGA IMAN LEBIH DARI HARGA EMAS SEPENUH BUMI)

 

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.  مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.  أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ  وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ  وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ    يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ  وَاْلأَرْحَامَ    إِنَّ اللهَ   كَانَ    عَلَيْكُمْ  رَقِيبًا     أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin rahimakumullah

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat iman, sehat dan kesempatan kepada kita.

Dialah pula yang telah menyisipkan hidayah dalam hati kita, yang dengan hidayah tersebut, Alhamdulillah kita dapat  melangkahkan kaki kita menuju masjid NURUL HIKMAH ini, berkumpul bersama untuk menunaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim, kemudian melaksanakan shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah Jum’at yang merupakan bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan ibadah shalat Jum’at ini. Semoga kehadiran ini kita dapat mengantarkan kita sebagai salah seorang yang dikatagorikan bertakwa oleh Allah Swt. dan dicatat sebagai amal ibadah

Shalawat serta salam semoga Allah curahkan kepada Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam. Semoga kecintaan kita kepada beliau dapat mempertemukan kita dengannya nanti di syurga, bersama dengan para Nabiyyin, shiddiqin, syuhadaa’ dan shalihin. Aamiin Ya Robbal Alamiin.

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Melalui mimbar ini, khotib menyerukan kepada jama’ah semua termasuk diri khotib sendiri  untuk bertakwa. Bertakwa kepada Allah  Swt. dengan semurni-murninya. Takwa hanya kepada Allah tidak kepada yang lain.

Hadirin rohimakumullah.

Marilah kita renungkan firman Allah Swt. (QS. At-Taubah 9:111)

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ ۚ وَذَ‌ٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ ﴿١١١﴾

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan jannah untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan al-Qur’an. (Q.S. At-Taubah: 111)

Demikian sebuah gambaran yang diberikan oleh Allah Swt. dalam ayat-Nya Yang Mulia tentang harga iman pada diri seorang mukmin. Jiwa dan harta orang-orang yang beriman akan ditukar dengan jannah (surga) di akhirat kelak yang nilainya, kenimatannya, keindahannya, kepuasannya, kebahagiannya tidak terhingga, tidak dapat diukur. Taman keindahan tanpa cela dengan kebahagiaan tanpa batas. Setiap jiwa orang yang memiliki iman, yaitu iman yang murni, iman hanya kepada Allah saja, dijanjikan jannah, itulah janji yang benar dari Allah  sebagaimana ayat diatas.

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Firman Allah Swt   (QS. Ali Imran 3:91)

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَن يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِم مِّلْءُ الْأَرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَىٰ بِهِ ۗ أُولَـٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُم مِّن نَّاصِرِينَ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak itu). Bagi mereka itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. (Q.S. Ali ‘Imran: 91)

Jelas sekali disebutkan dalam ayat ini bahwa orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka Allah tidak akan menerima tebusan dari orang-orang yang tidak beriman itu dengan emas sepenuh bumi sekalipun.

Bisa kita bayangkan harga emas 1 gram saja misalnya Rp.300.000,- Seorang dengan berat 50 kg saja = 50 x 1000 x rp.300.000 = Rp.15.000.000.000,- (limabelas milyar rupiah) . Lalu emas sepenuh bumi. Apa ada diantara kita yang bisa menghitung atau setidaknya membayangkan berapa berat bumi yang dipenuhi dengan emas?

Berapa harga iman; bahwa Allah Swt. tidak akan menerima tebusan dari orang-orang yang tidak beriman agar mereka dibebaskan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Walaupun orang-orang kafir itu menebus dengan emas sepenuh bumi. Karena yang dapat menebus hal itu hanyalah iman. Dan hanyalah orang-orang mukmin yang memiliki iman yang bisa dibebaskan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga. à Nyatalah bahwa ternyata iman tidak dapat dibeli walaupun dengan emas sepenuh bumi.

Bahkan; jangankan dengan emas yang sepenuh bumi, tebusan manusia pun tidak dapat mengeluarkan seseorang yang tidak memiliki iman dari siksa neraka.

Firman Allah Swt. (QS. Al-Ma’arij 70:11-15),

يُبَصَّرُونَهُمْ ۚ يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِ ﴿١١﴾ وَصَاحِبَتِهِ وَأَخِيهِ ﴿١٢﴾ وَفَصِيلَتِهِ الَّتِي تُؤْوِيهِ ﴿١٣﴾ وَمَن فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ يُنجِيهِ ﴿١٤﴾ كَلَّا ۖ إِنَّهَا لَظَىٰ ﴿١٥﴾

  • Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya.
  • Dan isterinya dan sauradaranya. Dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia).
  • Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya. Sekali-kali tidak dapat. Sesungguhnya naar itu adalah api yang bergejolak.

(Q.S. Al-Ma’arij: 11-15)

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Itulah harga iman, mahal tidak terkira. Iman yang dengannya seseorang  bisa terbebas dari pedihnya siksa neraka dan yang dengan iman itu pulalah seseorang bisa menikmati kebahagiaan yang kekal nan abadi di dalam surga.

KH Athian Ali Moh. Da`i  selalu mengingatkan dalam taushiyyahnya yang saat ini telah berada ditahuk ke-13; selalu mengajak untuk bertanya pada diri sendiri : “Masihkan kita ini Islam menurut Allah”. Kita semua mengaku Islam. Kita semua mengaku beriman kepada Allah. Tetapi menurut Allah benarkah Islam dan Iman kita hanya kepada Nya ?

Hadirin rohimakumullah ………

Iblis karena ingkar dengan hanya satu ayat, yaitu tidak mau sujud kepada Adam maka ya kafir. Iblis telah bersumpah untuk menyesatkan anak keturunan Adam hingga akhir zaman. Maka wajar bila orang-orang mukmin dan beriman  menjadi satu-satunya incaran setan-setan melalui tentara-tentaranya berbentuk jin dan manusia berusaha untuk merampas iman dari pemiliknya.

Methode Usaha  pertama

dengan  menumpas  orang-orang  beriman

  • melalui perang  dan pembantaian.
  • Bila tidak mungkin, pemurtadan menjadi pilihan berikutnya
  • Ajakan pindah agama
  • jebakan hutang budi maupun hutang uang,
  • pemerkosaan muslimah, hasutan dan sebagainya.

 

Metode kedua adalah metode terselubung.

  • Yaitu penyebaran pemikiran-pemikiran sesat yang bisa menguras iman secara optimal.
  • Paham-paham sekulerisme, humanisme, liberalisme, pluralisme
  • dan paham-paham menyesatkan lainnya gencar disebarkan.
  • Jebakan, ajakan melalui aliran-aliran sesat menyesatkan dan memasukkan unsur budaya dalam akidah sehingga iman menjadi ternoda, terkomtaminasi dengan kesyirikan.

Semua itu dijalankan untuk mencuri iman dari orang-orang mukmin, sebagaimana ajaran-ajaran sesat menyesatkan seperti Syiah, Ahmadiyah, nabi-nabi palsu dan banyak lagi (munurut MUI tidak kurang dari 300 aliran sesat yang ada di Indonesia).

Salah satu aliran sesat yang terpantau MUI dan sedang mencuri perhatian publik baru-baru ini adalah Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Gerakan tersebut telah terbukti menyebarkan ajaran yang bertentangan dengan salah satu agama yang diakui di Indonesia, Islam.

Organisasi tersebut juga diketahui merupakan metamorfosis dari Al Qiyadah Al Islamiyah yang sudah dilarang kegiatannya sejak 2007 silam oleh Jaksa Agung.

 

Dengan metode ini, dihasilkanlah orang-orang yang mengaku muslim, tapi hati dan cara berpikirnya jauh lebih sesat dari cara berpikirnya orang-orang kafir.

Metode terakhir yang dilancarkan oleh setan adalah

  • pencurian iman sedikit demi sedikit dengan kemaksiatan. Sehingga iman senantiasa berkurang ketika seorang terperdaya oleh bujuk rayu setan yang bervariasi. Walaupun hasilnya tidak banyak, namun sedikit demi sedikit iman lama-lama juga menjadi habis. Sebab, iman memang akan terkikis oleh maksiat.
  • Sebagaimana dalam sebuah kaidah, “Iman itu bertambah dan berkurang. Bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.”

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

20141130_083549`

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، أَمّا بَعْدُ
Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Iman sangat berharga. Harga iman tidak bisa dibandingkan dan tidak bisa ditukar dengan emas sepenuh bumi atau pun dengan seluruh manusia yang mendiami bumi dan bahkan tidak bisa disamakan nilainya dengan bumi dan seisinya.

Hak azasi yang paling tinggi pada diri seseorang adalah hak untuk mempertahankan iman selama hayat dikandung badan. Lebih baik mati dalam beriman, dari pada hidup bergelimang kemewahan dan keindahan tetapi dalam kekafiran, kemusyrikan. Iman hanya dapat dihargai dengan kenikmatan surga dan keridhaan Allah Swt.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

 

  1. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam. (QS Ali Imran 3:102)

Oleh karena itu :

  • Selamatkan diri kita, selamatkan anak istri kita, selamatkan saudara-saudara kita seiman dari segala ajaran faham kesesatan dan menyesatkan.
  • Akidah Syiah, merupakan induknya kesesatan dari seluruh aliran sesat yang ada. (Menurut Ketua ANNAS KH Athian Ali M. Da`I Lc, MA) bahwa Syiah : dilihat dari sisi akidah maupun syariah adalah sesat dan menyesatkan serta diluar Islam tegasnya Syiah bukan Islam. (sumber syiahindonesia.com)

 

  • Imam Syafi`i berkata : “Aku tidak pernah menemukan pengikut hawa nafsu yang lebih pendusta daripada kaum Rafidha (Syiah)”(Munaaqib Asy-Syafi`i karya Al-Baihaqi 1/468 – Lembaran kajian Syakhshiyyah Islamiyyah FUUI edisi 17 Tahun XIISabtu 20 Safar 1436H / 13 Desember 2014.

 

  • Ibnu Taimiyyah berkata : “Syiah adalah kelompok yang paling bodoh” (Minhaaj As-Sunnah An-Nabawiyyah 2/65)

 

  • Semoga ummat Islam dimanapun berada (khususnya ummat Islam Indonesia)  tidak tertipu lagi ajakan dan rayuan pengikut Syiah. Syiah itu pembohong, pendusta, mengakunya Islam tetapi ternyata Syahadatnya beda dengan kita, Qurannya beda, cara sholat juga beda dan banyak lagi perbedaan termasuk nikah mut`ah/nikah kontrak yang tidak lain menghalalkan zinah.

Mari kita perkokoh iman kita, dengan cara memperhatankan iman agar tetap berada dalam diri kita hingga ajal menjemput.

Dan tidak ada yang lebih pantas untuk dipertahankan dengan konsekuensi apapun melebihi iman bahkan walaupun dengan taruhan nyawa sekalipun.

 

Demikianlah  semoga  Allah Swt. memudahkan kita untuk mempertahankan dan meningkatkan iman yang berada dalam hati-hati kita. Amin…

Hadirin Rohimakumullah.

 

  • Ya Allah pelihara iman kami dan berikan kepada kami kekuatan untuk mempertahankan iman dan berikan kesempatan kami untuk merasakan manisnya iman dalam kehidupan ini.
  • Anugerahkan kami dalam meneladani seluruh sunnah Rasulullah saw. dengan sebaik-baiknya, sebelum Engkau panggil kami untuk menghadap-MU.

 

  • Ya Allah peliharakan hati dan pendengaran kami agar tidak terpedaya dari tipu daya syaithan yang terdiri dari bangsa jin dan manusia yang merusak amal ibadah yang kami lakukan.

 

  • اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ
  • Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan do’a.

 

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات

و الذكر الحكيم
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم
Assalamu`alaikum Wr. Wb

SUMBER : Berbagai sumber

Di edit ulang untuk Khutbah Jumat / Tausiyah

Oleh : H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

20160429 Harga Iman  (HARGA IMAN LEBIH DARI HARGA EMAS SEPENUH BUMI)

https://arozakabuhasan.wordpress.com/                                           http://arozakabuhasan.blogspot.com

Khutbah Jumat IMAN DAN OPTIMIS

Khutbah Jumat IMAN DAN OPTIMIS

June 8th, 2015

Athian1

IMAN DAN OPTIMIS Oleh: KH. Athian Ali M. Da`i, Lc., MA
Diangkat dari tulisan Grup LINE SYAHSHIYAH ISLAMIYAH

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ
Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan, rezeki dan kesehatan kepada kita.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad Saw.

Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah
IMAN DAN OPTIMIS.

Setiap mukmin harus yaqin haqqul yaqien bahwasanya Allah SWT Pemilik segala Sifat Maha. Bagi Allah tidak ada sesuatu yang tidak mungkin atau mustahil. Dia hanya tinggal menyatakan “qun” (jadi) “fayaqun” (maka jadilah) apa yang dikehendaki-Nya.

Sebagaimna QS Yasiin 36:82
إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَن يَقُولَ لَهُ كُن فَيَكُونُ ﴿٨٢﴾

Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka “terjadilah” ia.

Dengan prinsip iman seperti ini, setiap mukmin selalu optimis menghadapi berbagai problema hidup dan kehidupan. Sanggup menghadapi segala rintangan. Siap mendobrak jalan yang buntu.

Bahkan mampu melihat sinar ditengah kegelapan yang pekat. Karena ia memiliki keyakinan, bahwa dengan bermodalkan iman dengan semangat juang yang tinggi, disertai rasa tawakkal, maka pasti Allah SWT akan memberikan jalan keluar dari setiap rintangan yang dihadapinya
Sebagaimana QS Ath Thalaq 65:2

………………  وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا ﴿٢﴾
…………Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar.

Atasi saat-saat kritis, biarlah, silahkan sejuta manusia menyatakan mustahil !!!., seorang mukmin tetap yakin, tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT. jika Dia menghendaki-Nya.

Hadirin Rohimakumullah

Setiap mukmin mutlak yakin bahwasanya Allah SWT Maha Kuasa, membolak-balikkan segala sesuatu. Merubah yang mustahil menjadi kenyataan atau sebaliknya. Membuat yang tidak mampu menjadi mampu dan atau sebaliknya.

Firman Allah (QS. Ali Imran 3:26):

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿٢٦﴾

26. Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dengan keimanan seperti ini :
• setiap muslim akan melihat masa depan dengan penuh optimis.
• Siapakah yang dapat menghapus air mata kesedihan dari wajah-wajah kita dan menggantikannya dengan senyum yang terukir dibibir?
• Siapakah yang kuasa menghilangkan rasa takut yang mencekam diri untuk kemudian menggantikannya dengan rasa aman dan tenteram?
• Siapakah yang mampu mengobati luka-luka kehidupan yang menyayat diri kita?
• Siapakah yang kuasa memberi kita harapan, tatkala keputusasaan hamper saja mencekik leher-leher kita?
Jawaban seorang mukmin pasti : ALLAH SWT”

Hadirin Jamaah Rohimakumullah
Sebagai mukmin tentu saja kita kenyadari, bahwasanya sebagai manusia kita hanya memiliki kemampuan dan ilmu yang sangat terbatas
Sebagai mana QS Al Israa 17:85)

………….. وَمَا أُوتِيتُم مِّنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا ﴿٨٥﴾
85…………………… dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

Namun sebagai mukmin kita meyakini bahwasanya diatas segala keterbatasan kemampuan manusia ada Zat Pemilik segala Sifat Maha. Dengan keimanan seperti ini, kita ummat Islam diantarkan untuk tidak lagi berbicara dengan bahasa “law”, “layta`”, “la `alla” (kalau, jika dan brangkali) atau bahasa realita yang ada.

Dan bahwasanya untuk mencapai kondisi Ummat Islam yang lebih baik lagi dimasa mendatang, ummat Islam harus mampu menciptakan sejarah, bukan hanya sekedar bangga dengan sejarah. Kita harus mampu membuang jauh-jauh penyesalan dari kegagalan yang kita derita kemarin dan dimasa-masa lalu.

Yang harus kita fikirkan dan perjuangkan sekarang adalah :
“How to play the game in the future”, Sehingga keberadaan Ummat Islam tidak lagi hanya sebagai “maf`uul” (obyek) tapi harus sebagai “Faa`il” (subyek) yang menentukan dan mewarnai sejarah. Allahu Akbar.

أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

IMAG0059KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ أَمَّا بَعْدُ

Jamaah shalat jum’at yang berbahagia.
Apabila musibah menimpa kita dan kita merasakan kesempitan, maka ingatlah Allah SWT dan tunggulah jalan keluarnya. Sesungguhnya pertolongan Allah SWT itu dekat. Dan setelah kesulitan itu ada kemudahan.

Firman Allah (QS. Alam Nasyrah /Al Inshirah 94:1-8)
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ ﴿١﴾ وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ ﴿٢﴾ الَّذِي أَنقَضَ ظَهْرَكَ ﴿٣﴾ وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ ﴿٤﴾ فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴿٥﴾ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴿٦﴾ فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ ﴿٧﴾ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَب ﴿٨﴾

1. Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,
2. dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,
3. yang memberatkan punggungmu[1584]?
4. dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu[1585],
5. karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
6. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain[1586],
8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

[1584] Yang dimaksud dengan beban di sini ialah kesusahan-kesusahan yang diderita Nabi Muhammad s.a.w. dalam menyampaikan risalah.
[1585] Meninggikan nama Nabi Muhammad s.a.w di sini Maksudnya ialah meninggikan derajat dan mengikutkan namanya dengan nama Allah dalam kalimat syahadat, menjadikan taat kepada Nabi Termasuk taat kepada Allah dan lain-lain.
[1586] Maksudnya: sebagian ahli tafsir menafsirkan apabila kamu (Muhammad) telah selesai berdakwah Maka beribadatlah kepada Allah; apabila kamu telah selesai mengerjakan urusan dunia Maka kerjakanlah urusan akhirat, dan ada lagi yang mengatakan: apabila telah selesai mengerjakan shalat berdoalah.

Karena itu teguh kukuhkan iman keyakinan kita hanya kepada Allah SWT., hilangkan keraguan, hadapi setiap langkah kita dengan optimis.

Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah.
Marilah kita memohon kepada Allah SWT.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . وَصَلى الله وسَلم عَلَى مُحَمد تسليمًا كَثيْرًا . وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات
و الذكر الحكيم
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم

Assalamu`alaikum Wr. Wb
DiANGKAT dari tulisan KH Athian Ali pada 3 materi di LINE GRUP SYAHSHIYAH ISLAMIYAH

2014-09-26 08.50.26Diedit ulang untuk Khutbah Jumat/Tausiyah
Oleh
H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

http://arasitusislam.com/ https://arozakabuhasan.wordpress.com/ http://arozakabuhasan.blogspot.com/

Khutbah Jumat Waktumu Hidupmu

Image012Waktumu Hidupmu oleh : Ahmad Humaedi

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ
Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan, rezeki dan kesehatan kepada kita.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad Saw.
Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah
Firman Allah (QS Al Ashr 103:1-3)

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣﴾
1. demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Menikmati hidup merupakan perkara khusus dan tidak setiap orang bisa membuktikannya dan menjalaninya. Menikmati hidup bukan berarti pasrah tak bergerak, namun sebuah proses untuk menjadi lebih baik, lebih berarti, lebih member dan jauh lebih baik lagi dari segala yang baik.

Menikmati hidup adalah proses yang tak berhenti, terus melaju, terus bergerak, terus berputar dan bisa jadi kembali lagi.
Ada sulit, ada kesal, ada kemudahan, ada segalanya. Poros waktu itulah perjalanan manusia yang tak akan pernah berhenti. Hidup adalah waktu, dan waktu adalah hidup. Ungkapan ini mengandung makna dan interpretasi yang dalam dan jauh.

sahabatnabiMemanfaatkan waktu, itulah kunci hidup untuk hidup. Konstribusi waktu adalah yang sesungguhnya untuk merubah nasib, memperbaiki keadaan, atau walau hanya membuat planning. Waktu menunjukkan orang, memperlihatkan sesungguhnya siapa sebenarnya. Baik atau tidak, benar atau salah. Waktu merupakan barometer untuk mengungkap manusia seutuhnya, bumi menjadi saksinya.

Anas bin Malik berkata : “Bumi ini akan menyeru setiap hari dengan sepuluh macam seruan:
1. Wahai anak Adam, engkau berjalan diatas punggungku, sedang tempat kembalimu di dalam perutku.
2. Engkau berbuat dosa diatas pungungku, sedang engkau akan disiksa di dalam perutku.
3. Engkau tertawa diatas punggungku, sedangkan engkau akan menangis didalam perutku.
4. Engkau bergembira diatas punggungku, sedangkan engkau akan bersedih didalam perutku.
5. Engkau mengumpulkan harta diatas punggungku, sedang engkau akan menyesal didalam perutku.
6. Engkau memakan makanan diatas punggungku, sedang-kan cacing-cacing akan memakanmu dalam perutku.
7. Engkau sombong diatas punggungku, sedangkan engkau akan merasa hina didalam perutku.
8. Engkau berjalan-jalan diatas punggungku, sedang engkau akan jatuh dalam kesedihan didalam perutku.
9. Engkau berjalan dibawah sinar matahari, bulan dan lampu, sedang engkau akan berada di tengah-tengah kegelapan didalam perutku.
10. Engkau berjalan-jalan bersama orang-orang, sedangkan kamu akan tinggal sendirian dalam perutku.

Segalanya berdasarkan waktu, sejauh mana manusia dapat memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya. Jangan biarkan penyesalan datang, apalagi kalau sudah berada di alam akhirat. Semua menjadi tak berguna.

Firman Allah (QS.An Naba 78:40)
إِنَّا أَنذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنتُ تُرَابًا ﴿٤٠﴾
40. Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata:”Alangkah baiknya sekiranya dahulu adalah tanah”.

Penyesalan yang berkepanjangan, karena waktu tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk melakukan pengabdian kepada Allah swt. Ayat ini ibrah yang dalam bgi siapa saja yang masih memiliki sejumput iman dalam hati.

Hadirin Rohimakumullah. Hidup Sangat Berharga.
Andai hidup bergelimang dengan harta yang sangat banyak, berlimpah, semuanya tak akan pernah bisa menjadi pengganti dan menebus waktu yang telah lalu, dilewatkan. Waktu sangat berharga dari apapun di dunia ini. Waktu tak bisa diganti jika telah lewat. Keberadaan waktu membuat manusia tersadarkan, melakukan introspeksi, dan bekal yang sangat berharga.

• Waktu seperti disebutkan Syeik Al Qaradhawi merampas semua milik manusia.
• Hasan Al Banna berkata, “waktu adalah kehidupan.Tidak ada sesuatupun dalam kehidupan manusia kecuali waktu yang dilewatinya mulai dari lahir hingga ajal menjemputnya.”
• Imam Hasan Al Bashri berkata: “Hai anak Adam, sesungguhnya engkau adalah hari-hari yang dikumpulkan. Setiap harimu berlalu,maka berlalulah bagianmu”.

Sangat berharga waktu memberikan konstribusi bagi kehidupan, mengatur langkah manusia, menentukan nasib masa depan manusia, bahkan menjelaskan siapa sebenarnya manusia tersebut.

• Sahabat Rasul saw yang mulia Abdullah bin Mas`ud berkata : “Aku tidak pernah menyesali sesuatu sebagaimana akumenyesali hari ketika matahari tenggelam, karena itu berarti umurku telah berkurang dan amalku tidak bertambah”.
• Dalam bahasa yang lain Al Hakim berkata: “Siapa yang melewati satu hari dari umurnya tanpa ada satu kewajiban yang dia tunaikan, atau amal wajib yang dia lakukan, atau kemuliaan yang dia wariskan, atau pujian yang dia raih, atau kebajikan yang dia pelopori, atau ilmu yang dia cari, maka dia telah mendurhakai hari itu dan dia telah menzalimi dirinya sendiri”
• Sedangkan Sayidina Ali bin Abi Thalib berkata: “Rezeki yang tidak diperoleh hari ini masih dapat diharapkan lebih dari itu diperoleh esok. Namun, waktu yang telah berlalu hari ini tidak mungkin dapat diharapkan kembali esok”.

Banyak ayat didalam Al Quran yang dimulai dengan sumpah Allah swt. dengan waktu, itu semua salah satunya menunjukkan waktu sangat berharga, tidak bisa diganti, menentukan nasib manusia, mengatur iman dan amal saleh, memberikan ketenangan dan kedamaian. Seperti dalam surat Al Ashr diawal khutbah ini.

Secara umum setiap Allah bersumpah menggunakan sesuatu memiliki arti at tanbih. Yakni sebuah peringatan agar kita memperhatikannya dengan seksama.
• Demi masa itu artinya kita diperintahkan untuk memperhatikan waktu secara seksama, tidak lalai, menggunaklannya dengan hal yang bermanfaat dan menghindarkan diri dari pelbagai hal yang tidak mengandung manfaat, perbuatan laghau (sia-sia).

waktu1Mengatur waktu.
• Umar bin Abdul Aziz berkata: “Sesungguhnya malam dan siang itu bekerja untukmu, maka bekerjalah kamu untuk keduanya” Secara tersirat pada nasihat tersebut terdapat himbauan kepada segenap orang beriman untuk mengisi waktu dengan sebaik-baiknya, jangan di sia-siakan, dapat mengatur dengan sebaik-baiknya dan jangan pernah melalaikannya.”
• Rasulullah saw bersabda : “Apabila engkau berada diwaktu petang, maka janganlah engkau menunggu-nunggu datangnya waktu pagi. Dan apabila engkau berada diwaktu pagi, maka janganlah engkau menunggu-nunggu datangnya petang. Ambillah kesempatan dari masa sehatmu untuk persiapan waktu sakitmu dan dari hidupmu untuk bekal matimu” (HR. Al Bukhari dan Abdullah bin Umar).
• Dalam hadits yang lain disebutkan : “Bersegeralah beramal saleh, kelak akan fitnah-fitnah bagai sepotong kegelapan malam; pagi hari seseorang menjadi mukmin dan sorenya menjadi kafir. Sore kafir dan paginya mukmin. Ia akan menjual agamanya dengan barang duniawi” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Hadirin rohimakumullah
Salah satu prinsip mengatur waktu adalah jangan pernah lalai dalam melakukan amal saleh. Jika ada kesempatan untuk melakukan amal yang mengandung maslahat dan manfaat harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sebab, begitu kesempatan itu berlalu tak ada lagi yang bisa dibanggakan, hilang sudah moment yang penting. Berlalunya waktu mengandung makna berakhirnya kesempatan.

Oleh karenanya Allah swt. memerintahkan semua manusia untuk selalu bersegera melakukan kebaikan dan merebut surga.
Firman Allah (QS Ali Imran 3:133):
133. dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”

Dan ayat yang semakna (QS. Al Hadit 57:21; QS Al Anbiya 21:30)

Kedua, ada skala prioritas.
Pekerjaan yang terjadwal yang dilakukan sesuai dengan waktunya. Hindarkan diri dari pola hidup yang tak terarah, tak terukur dan semaunya.

Rasulullah saw telah memberikan nasihat agar manusia senantiasa bisa mengatur waktu dengan sebaik-baiknya. Rasu saw bersabda:
“Orang yang berakal sebaiknya mempunyai empat waktu :
• satu waktu untuk bermunajat kepada Rabbnya
• satu waktu untuk introspeksi
• satu waktu untuk memikirkan ciptaan Allah
• dan satu waktu imtuk memenuhi hajat makanandan minumannya (HR Ibnu Hibba dan Abu Dzar)

Ketiga, menjaga produktivitas.
Hidup manusia selalu bermula dari etos dan produktivitas diri. Siapa yang mampu menjaga kontinyuitas amal dan berkesinambungannya maka tak`diragukan lagi dia akan meraih apa yang dicita-citakannya.

Banyak orang yang gagal karena tidak mampu menjaga etosnya. Semangat dipermulaan, namun lemah ketika menjalaninya. Heroik dalam program, namun tak kuasa dalam menerima beban dlam melaksanakannya

Dimanapun, setiap muslim seyogiyanya menjaga kesinambungan fikiran dan amal.
Umar bin Khattab berkata: “Sesungguhnya aku benci jika melihat salah seorang diantara kalian berpangku tangan, tanpa amal, baik amal dunia maupun amal akhirat”.

Keempat, Semua terbingkai dalam mencari ridho dan cinta Allah. Waktu yang tersedia, kesempatan yang ada, komitment diri yang telah ditentukan, semuanya mengacu dalam bingkai meraih ridha dan cinta Allah.

Firman Allag (QS Al Qashash 28:77)
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ ﴿٧٧﴾
77. dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

KALIGHRAFI ALLAH-MUHAMMAD

KALIGHRAFI
ALLAH-MUHAMMAD

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ أَمَّا بَعْدُ

Jamaah shalat jum’at yang berbahagia.
Ya Allah, jadikan akhir hidup kami husnul khatimah.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

بَارَكََ اللهََ لِيْ وَ لََكُمْ فيِِ الْْقُرْآنِِ الْْعَظِيْمِْ وَن َفََعَنِيْ وَإِِيَاكُُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْْلآيَاتِ وَ الذِكْْرِِ الْْحَكِيْمِِ أَقُُوْلُ قََوْلـِيِْ هَذَا وَأسْتَغْفِْرُ اللهََ لِي وَ لََكًُمْ

Assalamu`alaikum Wr. Wb
* Dikutip dari Bulletin Majelis Al Mustanir Edisi 078
Judul asli : Waktumu Hidupmu
Oleh : Ahmad Humaedi

araDiedit ulang untuk Khutbah Jumat/Tausiyah
Oleh
H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

http://arasitusislam.com/ https://arozakabuhasan.wordpress.com/ http://arozakabuhasan.blogspot.com/

Khutbah Jumat Takwa, Semudah Itukah?

May 22nd, 2015

Takwa, Semudah Itukah?                                                                                                                                        http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/takwa-semudah-itukah.htmlKHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin jamaah jumat rahimakumullah.
Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan, rezeki dan kesehatan kepada kita.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad Saw.

Ikhwatal Iman rahimakumullah…
Jamaah shalat jum’at yang berbahagia.
Kata “takwa” sangat sering kita dengar dalam ceramah-ceramah agama, sebagaimana kalimat ini mudah dan ringan diucapkan di lisan kita. Akan tetapi, sudahkah hakikat kalimat ini terwujud dalam diri kita secara nyata? Sudahkah misalnya ciri-ciri orang yang bertakwa yang disebutkan dalam ayat berikut ini terealisasi dalam diri kita?
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ، وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
“(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengatahui.” (Qs. Ali ‘Imran: 134-135)

Mempraktekkan kalimat ini tidak semudah mengucapkan-nya, khususnya kalau kita mengetahui bahwa takwa yang sebenarnya adalah amalan hati dan bukan sekedar apa yang tampak pada anggota badan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Takwa itu terletak di sini”, sambil beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjuk ke dada/hati beliau tiga kali[1].

Di sinilah letak sulitnya merealisasikan takwa yang hakiki, kecuali bagi orang-orang yang dimudahkan oleh Allah Ta’ala, karena kalau anggota badan mudah kita kuasai dan tampakkan amal baik padanya, maka tidak demikian keadaan hati, sebab hati manusia tidak ada seorangpun yang mampu menguasainya kecuali Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman,
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ
“Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi (menghalangi) antara manusia dan hatinya.” (Qs. al-Anfaal: 24)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya semua hati manusia berada di antara dua jari dari jari-jari ar-Rahman (Allah Ta’ala), seperti hati yang satu, yang Dia akan membolak-balikkan hati tersebut sesuai dengan kehendak-Nya”, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa: “Wahai Allah Yang membolak-balikkan hati (manusia), palingkanlah hati kami untuk (selalu) taat kepad-Mu.” [2]

Takwa yang Hakiki

Hadirin Rohimakumullah
Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkata, “Ketahuilah, sesungguhnya seorang hamba hanyalah mampu melalui tahapan-tahapan perjalanan menuju (ridha) Allah dengan hati dan keinginannya yang kuat, bukan (cuma sekedar) dengan (perbuatan) anggota badannya. Dan takwa yang hakiki adalah takwa (dalam) hati dan bukan takwa (pada) anggota badan (saja).

Allah Ta’ala berfirman,
ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
“Demikianlah (perintah Allah), dan barangsiapa yang mengagungkan syi’ar-syi’ar (perintah dan larangan) Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan (dalam) hati.” (Qs. al-Hajj: 32)

(Dalam ayat lain) Allah berfirman,
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (Qs. al-Hajj: 32)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
التقوى ههنا. ويشير إلى صدره ثلاث مرات
“Takwa itu (terletak) di sini”, dan beliau menunjuk ke dada (hati) beliau tiga kali[3], …[4]
Imam an-Nawawi ketika menjelaskan makna hadits di atas, beliau berkata, “Artinya: Sesungguhnya amalan perbuatan yang tampak (pada anggota badan) tidaklah (mesti) menunjukkan adanya takwa (yang hakiki pada diri seseorang). Akan tetapi, takwa (yang sebenarnya) terwujud pada apa yang terdapat dalam hati (manusia), berupa pengagungan, ketakutan dan (selalu) merasakan pengawasan Allah Ta’ala.”[5]

Makna takwa yang hakiki di atas sangatlah jelas, karena amal perbuatan yang tampak pada anggota badan manusia tidak mesti ditujukan untuk mencari ridha Allah Ta’ala semata.

Lihatlah misalnya orang-orang munafik di zaman Rasulullah saw., mereka menampakkan Islam secara lahir, dengan tujuan untuk melindungi diri mereka dari kaum muslimin, padahal dalam hati mereka tersimpan kekafiran dan kebencian yang besar terhadap agama Islam. Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاؤُونَ النَّاسَ وَلا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلاً
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah membalas tipu daya mereka, dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas-malasan, mereka bermaksud riya’/pamer (dengan shalat) di hadapan manusia, dan tidaklah mereka menyebut nama Allah kecuali sedikit sekali.” (Qs. An-Nisaa’: 142)

Demikianlah keadaan manusia dalam mengamalkan agama Islam secara lahir, tidak semua bertujuan untuk mencari ridha-Nya. Bahkan di antara mereka ada yang mengamalkan Islam hanya ketika dirasakan ada manfaat pribadi bagi dirinya, dan ketika dirasakan tidak ada manfaatnya maka dia langsung berpaling dari agama Islam.

Mereka inilah yang dimaksud dalam firman Allah Ta’ala,
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَى حَرْفٍ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَى وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ
“Dan di antara manusia ada orang yang beribadah kepada Allah dengan berada di tepi (untuk memuaskan kepentingan pribadi), jika mendapatkan kebaikan (untuk dirinya), dia akan senang, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana/hilangnya nikmat, berbaliklah ia ke belakang (berpaling dari agama). Rugilah dia di dunia dan akhirat, yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (Qs. al-Hajj: 11)

Artinya: Dia masuk ke dalam agama Islam pada tepinya (tidak sepenuhnya), kalau dia mendapatkan apa yang diinginkannya maka dia akan bertahan, tapi kalau tidak didapatkannya maka dia akan berpaling[6].

Beberapa Contoh Pengamalan Takwa yang Hakiki
Beberapa contoh berikut ini merupakan pengamalan takwa yang hakiki, karena dilakukan semata-semata karena mencari ridha Allah dan bukan untuk memenuhi kepentingan pribadi dan hawa nafsu.

1- Firman Allah Ta’ala,
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ
“(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain.” (Qs. Ali ‘Imran: 134)
Ketiga perbuatan ini, berinfak/bersedekah dalam keadaan lapang maupun sempit, menahan kemarahan di saat kita mampu melampiaskannya dan memaafkan kesalahan orang yang berbuat salah kepada kita, adalah perbuatan yang bersumber dari ketakwaan hati dan bersih dari kepentingan pribadi serta memperturutkan hawa nafsu.

2- Firman Allah Ta’ala,
وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ على أَلاَّ تَعْدِلُوْا اِعْدِلُوْا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى
“Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (Qs. al-Maaidah: 8)
Imam Ibnul Qayyim membawakan ucapan seorang ulama salaf yang menafsirkan sikap adil dalam ayat ini, beliau berkata, “Orang yang adil adalah orang yang ketika dia marah maka kemarahannya tidak menjerumuskannya ke dalam kesalahan, dan ketika dia senang maka kesenangannya tidak membuat dia menyimpang dari kebenaran.”[7]

Kebanyakan orang bisa bersikap baik dan adil kepada orang lain ketika dia sedang senang dan ridha kepada orang tersebut, karena ini sesuai dengan kemauan hawa nafsunya. Tapi sikap baik dan adil meskipun dalam keadaan marah/benci kepada orang lain, hanya mampu dilakukan oleh orang yang memiliki ketakwaan dalam hatinya.

3- Doa yang diucapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits yang shahih:
اللهم وأسألك خشيتك في الغيب والشهادة وأسألك كلمة الحق في الرضا والغضب وأسألك القصد في الفقر والغنى
“Ya Allah, aku minta kepada-Mu rasa takut kepada-Mu di waktu sendirian maupun di hadapan orang lain, dan aku minta kepada-Mu ucapan yang benar dalam keadaan senang maupun marah, dan aku minta kepada-Mu kesederhanaan di waktu miskin maupun kaya.”[8]

Takut kepada Allah di waktu sendirian, ucapan yang benar dalam keadaan marah dan sikap sederhana di waktu kaya hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki takwa dalam hatinya.

4- Ucapan Yahya bin Mu’adz ar-Raazi[9], “Cinta karena Allah yang hakiki adalah jika kecintaan itu tidak bertambah karena kebaikan (dalam masalah pribadi/dunia) dan tidak berkurang karena keburukan (dalam masalah pribadi/dunia)”[10]
Cinta yang dipengaruhi dengan kebaikan/keburukan yang bersifat duniawai semata bukanlah cinta yang dilandasi ketakwaan dalam hati.
أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ أَمَّا بَعْدُ

Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah.
Jelaslah bagi kita bagaimana pentingnya mengkaji dan memahami ilmu agama, karena inilah satu-satunya cara untuk meraih kemuliaan tingi dalam agama, yaitu ketakwaan hati dan kesucian jiwa. Oleh karena itu, sangat wajar kalau kita dapati para ulama Ahlus Sunnah menggambarkan kebutuhan manusia terhadap ilmu agama melebihi besarnya kebutuhan mereka terhadap semua kebutuan pokok dalam kehidupan mereka.

Alangkah indahnya ucapan Imam Ahmad bin Hambal, Imam ahlus Sunnah di jamannya, ketika menggambarkan kebutuhan manusia terhadap ilmu agama ini dalam ucapan beliau yang terkenal: “Kebutuhan manusia terhadap ilmu (agama) melebihi besarnya kebutuhan mereka terhadap makan dan minum, karena makan dan minum dibutuhkan sekali atau dua kali dalam sehari, adapun ilmu (agama) dibutuhkan (sesuai) dengan hitungan nafas manusia (setiap waktu).” [19]

Akhirnya, mari kita berdoa:
Ya Allah, anugerahkanlah kepada jiwa-jiwa kami semua ketakwaannya, dan sucikanlah jiwa kami (dengan ketakwaan itu), Engkau-lah Sebaik-baik Yang Mensucikannya, (dan) Engkau-lah Yang Menjaga serta Melindunginya.
اللهم وأسألك خشيتك في الغيب والشهادة وأسألك كلمة الحق في الرضا والغضب وأسألك القصد في الفقر والغنى
“Ya Allah, aku minta kepada-Mu rasa takut kepada-Mu di waktu sendirian maupun di hadapan orang lain, dan aku minta kepada-Mu ucapan yang benar dalam keadaan senang maupun marah, dan aku minta kepada-Mu kesederhanaan di waktu miskin maupun kaya.”[8]
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
“Wahai Rabb kami, Janganlah Engkau sesatkan hati-hati kami setelah Engkau beri kami hidayah dan karuniakanlah kepada kami kasih sayang dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Pemberi.” (Ali Imran: 8)
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ
“Wahai Dzat Yang Maha Membolak-balikkan hati, kokohkanlah hatiku ini diatas agama-Mu.” (HR. Ibnu Abi Ashim dalam as-Sunnah no. 232 dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Zhilalul Jannah)
رَبّنَآ ءَاتِنَا فِى الدّنْيَ حَسَنَةً وَ فِى اْلَخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النّارِ، وَ الْحَمْدُ لِ رَبِ الْعَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ
وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

Assalamualaikum Wr. Wb.
Footnote:
[1] HSR Muslim (no. 2564).
[2] HSR Muslim (no. 2654).
[3] HSR Muslim (no. 2564).
[4] Kitab al-Fawa-id (hal. 185).
[5] Kitab Syarh Shahih Muslim (16/121).
[6] Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/281).
[7] Kitab ar-Risalatut Tabuukiyyah (hal. 33).
[8] HR an-Nasa-i (3/54) dan Ahmad (4/264), dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani.
[9] Biografi beliau dalam kitab Siyaru A’laamin Nubalaa’ (13/15).
[10] Dinukil oleh Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalaani dalam Fathul Baari (1/62).
[11] HSR Muslim dalam Shahih Muslim (no. 2722).
[12] Beliau adalah Abu Ayyub Al Jazari Al Kuufi, seorang ulama tabi’in yang terpercaya (dalam meriwayatkan hadits) dan berilmu tinggi, beliau wafat tahun 117 H. Lihat kitab Taqriibut Tahdziib tulisan Imam Ibnu Hajar (hal. 513).
[13] Dinukil oleh Imam Ibnul Qayyim dalam Ighaatsatul Lahfaan (hal. 147- Mawaaridul Amaan).
[14] Kitab Ighaatsatul Lahfaan (hal. 132 – Mawaaridul Amaan).
[15] Kitab Miftaahu Daaris Sa’aadah (1/61).
[16] HSR Al Bukhari (no. 79) dan Muslim (no. 2282).
[17] Fathul Baari (1/177).
[18] Kitab Talbiisu Ibliis (hal.398).
[19] Dinukil oleh Imam Ibnul Qayyim dalam kitab beliau Miftaahu Daaris Sa’aadah (1/61) dan (1/81).

SUMBER :
Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, M.A.
Artikel http://www.muslim.or.id

ara
Diedit untuk Khotbah Jumat/Tausyiyah
oleh : H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

http://arasitusislam.com/

https://arozakabuhasan.wordpress.com/

http://arozakabuhasan.blogspot.com/

Khutbah Jumat Meneladani Rasulullah Saw Menuju Pribadi Muslim Berprestasi

Meneladani Rasulullah Saw
Menuju Pribadi Muslim Berprestasi

KHUTBAH PERTAMA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

Jamaah sholat Jumat Rohimakumullah
Puji syukur, kita panjatkan kehadirat Ilahi Robbi yang telah mencurahkan nikmat karunia-Nya yang tiada terhingga dan tiada pernah putus sepanjang zaman kepada makhlukNya, baik berupa kesehatan, rezeki, kesempatan sehingga saat ini kita dapat menunaikan kewajiban shalat Jumat. Shalawat dan salam semoga selalu Allah curahkan pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw., beserta keluarganya, para sahabat serta kita dan para pengikutnya sampai akhir zaman.
Kaum Muslimin rahimakumullah..
Marilah kita selalu meningkatkan taqwa kepada Allah Swt. dalam arti yang sebenar-benarnya dan selurus-lurusnya. Menjalankan secara ikhlas seluruh perintah Allah Swt., kemudian menjauhi segenap larangan-larangan Nya. Marilah kita isi setiap desah nafas kita dengan sentuhan-sentuhan Taqwa. Sebab, hanya dengan Taqwa … InsyaAllah … kita akan memperoleh kebahagiaan hakiki di akherat yang abadi nanti dan kebahagiaan hidup di dunia fana ini,; dan janganlah kita mati sebelum benar-benar dalam keadaan muslim.
Ma`asyiral muslimin rahimakumullah
Sekiranya kita hendak berbicara tentang Islam dan kemuliaannya, ternyata tidaklah cukup hanya berbicara mengenai ibadah ritual belaka. Tidaklah cukup hanya berbicara seputar shaum, shalat, zakat, dan haji. Begitupun jikalau kita berbicara tentang peninggalan Rasulullah SAW, maka tidak cukup hanya mengingat indahnya senyum beliau, tidak hanya sekedar mengenang keramah-tamahan dan kelemah-lembutan tutur katanya, tetapi harus kita lengkapi pula dengan bentuk pribadi lain dari Rasulullah, yaitu : beliau adalah orang yang sangat menyukai dan mencintai prestasi!
Hampir setiap perbuatan yang dilakukan Rasulullah SAW selalu terjaga mutunya. Begitu mempesona kualitasnya. Shalat beliau adalah shalat yang bermutu tinggi, shalat yang prestatif, khusyuk namanya. Amal-amal beliau merupakan amal-amal yang terpelihara kualitasnya, bermutu tinggi, ikhlas namanya. Demikian juga keberaniannya, tafakurnya, dan aneka kiprah hidup keseharian lainnya. Seluruhnya senantiasa dijaga untuk suatu mutu yang tertinggi.

Ya, beliau adalah pribadi yang sangat menjaga prestasi dan mempertahankan kualitas terbaik dari apa yang sanggup dilakukannya. Allah Azza wa Jalla menegaskan dalam firman-Nya,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah …” (QS. Al Ahzab [33] : 21)
Jama’ah Juma’t Rahimakumullah

Kalau ada yang bertanya, mengapa sampai sekarang umat Islam belum ditakdirkan unggul dalam kaitan kedudukannya sebagai khalifah di muka bumi ini? Seandainya kita mau jujur dan mau merenung, mungkin ada hal yang tertinggal di dalam mensuri tauladani pribadi junjungan kita Nabi SAW. Yakni, kita belum terbiasa dengan kata prestasi. Kita masih terasa asing dengan kata kualitas. Dan kita pun kerapkali terperangah manakala mendengar kata unggul. Padahal, itu merupakan bagian yang sangat penting dari peninggalan Rasulullah SAW yang diwariskan untuk umatnya hingga akhir zaman.
Akibat tidak terbiasa dengan istilah-istilah tersebut, kita pun tidak lagi merasa bersalah andaikata tidak tergolong menjadi orang yang berprestasi. Kita tidak merasa kecewa ketika kita tidak bisa memberikan yang terbaik dari apa yang bisa kita lakukan. Lihat saja shalat dan shaum kita, yang merupakan amalan yang paling pokok dalam menjalankan syariat Islam.

Kita jarang merasa kecewa andaikata shalat kita tidak khusyuk. Kita jarang merasa kecewa manakala bacaan kita kurang indah dan tidak sempurna mahrojal hurup dan tajwidnya. Kita pun jarang kecewa sekiranya shaum Ramadhan yang kita laksanakan berlalu tanpa kita evaluasi mutunya.

Jama’ah Juma’t Rahimakumullah

Kita memang banyak melakukan hal-hal yang ada dalam aturan agama tetapi kadang-kadang tidak tergerak untuk meningkatkan mutunya atau minimal kecewa dengan mutu yang tidak baik. Tentu saja tidak semua dari kita yang memiliki kebiasaan kurang baik semacam ini. Akan tetapi, kalau berani jujur, mungkin kita termasuk salah satu diantara yang jarang mementingkan kualitas.

Padahal, adalah sudah merupakan sunnatullah bahwa yang mendapatkan predikat terbaik hanyalah orang-orang yang paling berkualitas dalam sisi dan segi apa yang Allah takdirkan ada dalam episode kehidupan dunia ini. Baik dalam urusan duniawi maupun ukhrawi, Allah Azza wa Jalla selalu mementingkan penilaian terbaik dari mutu yang bisa dilakukan.

Misalnya saja shalat, Allah SWT telah menjelaskan:
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ(1)الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ(2)

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya” (QS. Al mu’minun : 1 – 2)

Artinya, shalat yang terpelihara mutunya, shalat yang dilakukan oleh orang yang benar-benar menjaga kualitas shalatnya. Sebaliknya, disurah Al Ma’un ayat 4 – 5 Allah SWT menjelaskan kepada kita,
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ(4)الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ(5)

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya” (QS. Al Maaun : 4 –5)

Jama’ah Juma’t Rahimakumullah

Amal baru diterima kalau benar-benar bermutu tinggi ikhlasnya. Allah Azza wa Jalla berfirman,
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat serta menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus” (QS. Al Bayyinah: 5).
Allah pun tidak memerintahkan kita, kecuali menyempurnakan amal-amal ini semata-mata karena Allah. Ada riya sedikit saja, pahala amalan kita pun tidak akan diterima oleh Allah Azza wa Jalla. Ini dalam urusan ukhrawi.
Demikian juga dalam urusan duniawi produk-produk yang unggul selalu lebih mendapat tempat di masyarakat. Lebih mendapatkan kedudukan dan penghargaan sesuai dengan tingkat keunggulannya. Para pemuda yang unggul juga bisa bermanfaat lebih banyak daripada orang-orang yang tidak memelihara dan meningkatkan mutu keunggulannya.

Pendek kata, siapapun yang ingin memahami Islam secara lebih cocok dengan apa-apa yang telah dicontohkan Rasul, maka bagian yang harus menjadi pedoman hidup adalah bahwa kita harus tetap tergolong menjadi orang yang menikmati perbuatan dan karya terbaik, yang paling berkulitas. Prestasi dan keunggulan adalah bagian yang harus menjadi lekat menyatu dalam perilaku kita sehari-hari.

Kita harus menikmati karya terbaik kita, ibadah terbaik kita, serta amalan terbaik yang harus kita tingkatkan. Tubuh memberikan karya terbaik sesuai dengan syariat dunia sementara hati memberikan keikhlasan terbaik sesuai dengan syariat agama. Insya Allah, di dunia kita akan memperoleh tempat terbaik dan di akhirat pun mudah-mudahan mendapatkan tempat dan balasan terbaik pula.

Tubuh seratus persen telah memberikan upaya terbaik, otak seratus persen digunakan untuk mengatur strategi yang paling jitu dan paling mutakhir, dan hati pun seratus persen memberikan tawakal serta ikhlas terbaik, maka kita pun akan puas menjalani hidup yang singkat ini dengan perbuatan yang Insya Allah tertinggi dan bermutu. Inilah justru yang dikhendaki oleh Al Islam, sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah SAW yang mulia, para sahabatnya yang terhormat, dan orang-orang shaleh sesudahnya.
Jama’ah Jumah Rahmakumullah

Oleh sebab itu, bangkitlah dan jangan ditunda-tunda lagi untuk menjadi seorang pribadi muslim yang berprestasi, yang unggul dalam potensi yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada setiap diri hamba-hambanya. Kitalah sebenarnya yang paling berhak menjadi manusia terbaik, yang mampu menggenggam dunia ini, daripada mereka yang ingkar, tidak mengakui bahwa segala potensi dan kesuksesan itu adalah anugerah dan karunia Allah SWT, Zat Maha Pencipta dan Maha Penguasa atas jagat raya alam semesta dan segala isinya ini!
Ingat, hadirin jama’ah jum’ah rahimakumullah, Allah SWT telah menjelaskan kepada kita,
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh yang ma’ruf dan mencegah yang munkar dan beriman kepada Allah …!’ (QS. Ali Imran: 110).
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

 

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ:

Hadirin jamaah shalat jumat Rohimakumullah.
Akhirnya marilah kita berdoa memohon kepada Allah Swt. :
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ
“Ya Allah ya Tuhan kami, perbaikilah bagi kami agama kami sebagai benteng urusan kami; perbaikilah bagi kami dunia kami yang menjadi tempat kehidupan kami; perbaikilah bagi kami akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagi kami dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematian kami sebagai kebebasan kami dari segala kejahatan!” ( HR Muslim, no : 4897 )
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَ لْأََحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَا تِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامَا
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ وَالْحَمْدُ ِِللهِ رَبِّ الْعَالمَِيْنَ

.
عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ
وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

Assalamu`alaikum Wr. Wb.

Author: Choirul Fata
Judul asli : Pribadi Muslim Berprestasi

ara

diedit ulang oleh

HA. ROZAK ABUHASAN, MBA

https://arozakabuhasan.wordpress.com/

https://arozakabuhasan.blogspot.com

20150318 – Meneladani Rasulullah Saw Menuju Pribadi Muslim Berprestasi

Khutbah Jumat Bahaya Syirik Dan Keutamaan Tauhid

Bahaya Syirik Dan Keutamaan Tauhid
KHUTBAH PERTAMA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

Jamaah sholat Jumat Rohimakumullah
Puji syukur, kita panjatkan kehadirat Ilahi Robbi yang telah mencurahkan nikmat karunia-Nya yang tiada terhingga dan tiada pernah putus sepanjang zaman kepada makhlukNya, baik berupa kesehatan, rezeki, kesempatan sehingga saat ini kita dapat menunaikan kewajiban shalat Jumat. Shalawat dan salam semoga selalu Allah curahkan pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw., beserta keluarganya, para sahabat serta kita dan para pengikutnya sampai akhir zaman.

Kaum Muslimin rahimakumullah..
Marilah kita selalu meningkatkan taqwa kepada Allah Swt. dalam arti yang sebenar-benarnya dan selurus-lurusnya. Menjalankan secara ikhlas seluruh perintah Allah Swt., kemudian menjauhi segenap larangan-larangan Nya. Marilah kita isi setiap desah nafas kita dengan sentuhan-sentuhan Taqwa. Sebab, hanya dengan Taqwa … InsyaAllah … kita akan memperoleh kebahagiaan hakiki di akherat yang abadi nanti dan kebahagiaan hidup di dunia fana ini,; dan janganlah kita mati sebelum benar-benar dalam keadaan muslim.

Ma`asyiral muslimin rahimakumullah
Ketaatan terbesar yang wajib kita laksanakan adalah tauhid; sebagaimana kemaksiatan terbesar yang mesti kita hindari adalah syirik.

Tauhid adalah tujuan diciptakannya makhluk, tujuan diutusnya seluruh para rasul, tujuan diturunkannya kitab-kitab samawi, sekaligus juga merupakan pijakan pertama yang harus dilewati oleh orang yang berjalan menuju Rabbnya.

Dengarkanlah firman Allah: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah (hanya) kepadaKu.” (Adz-Dzaariyaat 51:56)

Juga firmanNya:
“Dan tidaklah kami mengutus seorang rasulpun sebelummu melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada yang berhak diibadahi melainkan Aku, maka beribadahlah kepadaKu.” (Al-Anbiya’: 25)
Demikian pula firmanNya: أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ
Agar kalian jangan beribadah kecuali kepada Allah (agar kamu tidak menyembah selaian Allah). …. Dst. (Hud 11:2)

Allah juga berfirman:
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
“Ketahuilah, bahwasanya tidak ada ilah yang berhak untuk diibadahi melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagimu dan bagi kaum Mukminin (laki-laki dan wanita).”

Jama’ah sekalian rahimakumullah. Kalau kedudukan tauhid sedemikian tinggi dan penting di dalam agama ini, maka tidaklah aneh kalau keutamaannya juga demikian besar.
عَنْ عُبَادَةْ بِنْ الصَّامِتْ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ النَّارَ.
Dari Ubadah bin Shamit Radhiallaahu anhu , ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah melainkan Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah (niscaya) Allah mengharamkan Neraka atasnya (untuk menjilatnya).” (HR. Muslim No. 29)

Hadits lain, dari Utsman bin Affan Radhiallaahu anhu , bahwasanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam bersabda:
عَنْ عُثْمَانَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لآ إِلَهَ إِلاَّ الله دَخَلَ الْجَنَّةَ.
“Barangsiapa yang meninggal dunia, sedangkan dia menge-tahui bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah melainkan Dia (Allah) niscaya akan masuk Jannah.” (HR. Muslim No. 25)

Demikian juga sabdanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam , kami petik sebagiannya:
وَعَنْ أَبِي ذَرًّ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الله عَزَّ وَجَلَ: وَمَنْ لَقِيَنِيْ بِقُرِابِ الأَرْضِ خَطَايًا لاَ يُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا لَقَيْتُهُ بِمِثْلِهَا مَغْفِرَةً.
“Dan barangsiapa yang menemuiKu dengan (membawa) dosa sepenuh bumi sekalipun, namun dia tidak menye-kutukan Aku dengan sesuatu apapun, pasti Aku akan menemuinya dengan membawa ampunan yang semisal itu.” (HR. Muslim No. 2687)

Hadirin rohimakumullah ……
Bahwa lawan tauhid, yaitu syirik; juga memiliki banyak bahaya yang mengerikan, dimana sudah seharusnya kita benar-benar merasa takut terhadapnya.

Diantara bahaya syirik itu adalah sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits Jabir:
عَنْ جَابِرٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: جَاء أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ مَا الْمُوْجِبَتَانِ ؟ فَقَالَ: مَنْ مَاتَ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ
“Seorang Arab Badui datang menemui Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam , lalu bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah dua perkara yang pasti itu?” Beliau menjawab:
“Barangsiapa yang meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun, niscaya dia akan masuk Jannah.
Dan barangsiapa yang meninggal dunia dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu, niscaya dia akan masuk Neraka”. (HR. Muslim No. 93)

Firman Allah: (QS An Nisa` 4:116)
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.(QS. 4:116)

Ditegaskan selanjutnya (QS. Al-An`am 6:88)
ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
88. Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya. seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.

Maka merupakan musibah jika seseorang tidak memperhatikan terhadap perkara tauhid dan perkara syirik, dan lebih musibah lagi jika seseorang telah mengetahui perkara syirik namun dia tetap melakukannya.
Dengan ini hendaklah kita terpacu untuk menambah dan menuntut ilmu sehingga bisa melaksanakan tauhid dan menjauh dari syirik.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ:

Hadirin jamaah shalat jumat Rohimakumullah.
Tatkala kita membicarakan masalah syirik, janganlah kita menganggap bahwa syirik itu hanya ada di kalangan orang-orang Yahudi, Nashrani, Hindu, Budha, Konghuchu dan lain-lain. Sedangkan kaum Muslimin sendiri dianggap sudah terbebas dari dosa ini. Padahal tidaklah demikian. Banyak juga kalangan kaum Muslimin yang tertimpa dosa sekaligus penyakit ini, baik sadar maupun tidak.

Karena makna atau pengertian syirik adalah: mempersekutukan peribadatan kepada Allah; yakni memberikan bentuk-bentuk ibadah yang semestinya hanya dipersembahkan kepada Allah, namun dia berikan kepada selain-Nya. Baik itu kepada para malaikat, nabi, orang shalih, kuburan, patung, matahari, bulan, sapi dan lain sebagainya. Sedangkan bentuk-bentuk ibadah (yang dipersembah-kan) kepada selain Allah itu bisa berupa: Do’a, berkurban, nadzar, puncak kecintaan, puncak rasa takut dan lain-lain.

Hadirin rohimakumullah, sebagian keutamaan tauhid sebagaimana yang telah dibahas pada khutbah yang pertama:
1. Diharamkannya Neraka itu bagi kaum Muwahhidin (Ahli Tauhid). kalaupun mereka masuk Neraka, mereka tidak akan kekal di dalamnya.
2. Dijanjikannya mereka untuk masuk Jannah.
3. Diberikan kepada mereka ampunan dari segala dosa.

Sedangkan di antara bahaya-bahaya syirik adalah:
1. Diancamnya orang yang melakukan syirik akbar untuk masuk Neraka dan kekal di dalamnya.
2. Tidak akan diampuni dosanya itu selama ia belum bertaubat.
3. Gugurlah amal perbuatannya.
4. Syirik adalah perbuatan dzalim yang terbesar.

Akhirnya marilah kita berdoa memohon kepada Allah Swt. :
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ
“Ya Allah ya Tuhan kami, perbaikilah bagi kami agama kami sebagai benteng urusan kami; perbaikilah bagi kami dunia kami yang menjadi tempat kehidupan kami; perbaikilah bagi kami akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagi kami dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematian kami sebagai kebebasan kami dari segala kejahatan!” ( HR Muslim, no : 4897 )
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَ لْأََحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَا تِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامَا
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ وَالْحَمْدُ ِِللهِ رَبِّ الْعَالمَِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ
وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

Assalamu`alaikum Wr. Wb.
Sumber :

Bahaya Syirik Dan Keutamaan Tauhid
Oleh: Agus Hasan Bashori
http://www.alsofwah.or.id/khutbah
Posted By http://ichsanmufti.wordpress.com
aradiedit ulang oleh

HA. ROZAK ABUHASAN, MBA https://arozakabuhasan.wordpress.com/ https://arozakabuhasan.blogspot.com
20150316-Bahaya Syirik Dan Keutamaan Tauhid

Khutbah Jumat AMAR MA`RUF NAHI MUNGKAR – Perbedaan Agama Islam dan Ajaran Sesat Syiah

AMAR MA`RUF NAHI MUNGKAR
Perbedaan Agama Islam dan Ajaran Sesat Syiah

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin jamaah jumat rahimakumullah.
Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan, rezeki dan kesehatan kepada kita.

Dialah pula yang telah menyisipkan hidayah dalam hati kita, yang dengan hidayah tersebut, Allah SWT telah menggerakkan hati kita untuk melangkahkan kaki kita menuju masjid ini. Sehingga kita bisa berkumpul bersama untuk menunaikan kewajiban kita sebagai seorang muslim, yaitu melaksanakan shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah Jum’at yang merupakan bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan ibadah shalat Jum’at ini.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad Saw. Semoga kecintaan kita kepada beliau SAW, dapat mempertemukan kita dengannya nanti di syurga, bersama dengan para Nabiyyin, shiddiqin, syuhadaa’ dan shalihin.

Ikhwatal Iman rahimakumullah… jamaah shalat jum’at yang berbahagia.
Selanjutnya, izinkanlah khatib mengingatkan kita semua termasuk diri khotib sendiri untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Swt. Karena tidak ada bekal terbaik yang dapat menyelamatkan kita dalam kehidupan di dunia dan akhirat kelak, kecuali taqwa

Jamaah shalat jum’at yang berbahagia.
Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَ‌ٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ ﴿١٤﴾ ۞
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada segala apa yang diingini (syahwat), yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (al-Jannah).” (Ali Imran: 14)

Hadirin Rohimakumullah,
Betapa pun menyenangkan kehidupan dunia itu, sungguh ia adalah kehidupan yang fana. Semuanya bersifat sementara. Tiada makhluk yang hidup, melainkan akan meninggalkannya. Tiada pula harta yang ditimbun melainkan akan berpisah dengan pemiliknya. Keindahan dunia yang mempesona dan kenikmatannya yang menyenangkan itu pasti sirna di kala Allah Subhanahu wata’ala menghendakinya.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ ﴿٢٠﴾
“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah diantara kalian serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur, dan diakhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (al-Hadid: 20)

Hadirin Rohimakumullah
Bahwa syaithan dengan segala cara, dengan berbagai upaya sampai hari kiamat akan terus menerus mengajak umat manusia kejalan yang sesat. Syaithan dengan segala upaya mempengaruhi manusia untuk mengikuti ajakan dan bisikannya. Syaitan selalu memperdaya manusia bahwa yang buruk menjadi baik dan yang baik sulit untuk dilaksanakan.

Atau setidak-tidaknya berupaya mempengaruhi manusia untuk berbuat jahat, berbuat curang, mengambil hak orang, ataupun menyalurkan nafsu seksual bukan pada tempatnya. Syaitan membisikkan bahwa nanti masih banyak waktu untuk bertobat;

Salah satu ajakan yang sangat berbahaya adalah ajakan ajaran yang mengaku Islam bernama Syiah.

Syiah itu menurut KH Athian Ali M. Da`i Lc MA, selaku Ketua Forum Ulama Ummat Indonesia, Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) menyatakan : “akidah Syiah merupakan induknya kesesatan dari seluruh aliran sesat yang ada. Syiah menurut Athian : dilihat dari sisi akidah maupan syariah adalah sesat dan menyesatkan serta diluar Islam; tegasnya Syiah bukan Islam”.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam upaya membentengi akidah Ummat Islam telah menerbitkan Buku Panduan yang berjudul “ “Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syi`ah di Indonesia”

Diterbitkan dan diedarkannya buku ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman bagi ummat Islam Indonesia dalam mengenal dan mewaspadai penyimpangan Syiah, (khususnya di Indonesia), sebagai bahan resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan tujuan agar ummat Islam tidak terpengaruh oleh faham Syiah dan dapat terhindar dari bahaya yang akan mengganggu stabilitas dan keutuhan NKRI (halaman 9).

Buku panduan ini merupakan penjelasan teknis dan rinci dari rekomendasi Rapat Kerja Nasional MUI pada Jumadil Akhir 1404 / Maret 1984, bahwa faham Syiah mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan Ahlus Sunnah wal Jama`ah (halaman 16),

PERBEDAAN AGAMA ISLAM DAN AJARAN SESAT SYIAH
1. RUKUN ISLAM
ISLAM:

1. Syahadatain
2. Sholat
3. Zakat
4. Puasa
5. Haji

SYIAH :
1. Shalat
2. Puasa
3. Zakat
4. Haji
5. Wilayah (Loyalitas kepemimpinan umat)

2. RUKUN IMAN
ISLAM:                                                                                                                                                                                      1.Iman kepada Allah
2.Iman kepada Malaikat
3.Iman kepada Kitab-Nya
4.Iman kepada Rasul-Nya
5.Iman kepada Hari Akhir
6.Iman kepada Qadha Qhadar

SYIAH:                                                                                                                                                                                             1. Tauhid
2. Nubuah
3. Imamah
4. Al `Adl
5. Al Ma`ad

3. SYAHADAT
ISLAM : Dua kalimat Syahadat
SYIAH : Tiga Kalimat Syahadat (ditambah menyebut 12 Imam)

4. IMAM
ISLAM : Percaya kepada Imam-Imam (bukan Rukun Iman) Imam tidak terbatas
SYIAH : Percaya kepada 12 Imam-Imam mereka (termasuk Rukun Iman)

5. KHILAFAH
ISLAM : Khulafa` Rasyidin adalah Khulafa yang sah
SYIAH : Khulafa` Rasyidin selain Sayidina Ali tidak sah

6. MA`SHUM
ISLAM: Khalifah (Imam) tidak ma`shum
SYIAH : Para Imam adalah ma`shum

7. SAHABAT
ISLAM: Dilarang mencaci setiap sahabat SYIAH: Mencaci para sahabat (114.000 shabat) dan menganggap para sahabat murtad dan kafir bahkan atheis.

8. ISTRI RASUL
ISLAM:

1.Sayidina Aisyah sangat dihormati
2.Para istri Rasul termasuk Ahlul Bait.

SYIAH:

1.Sayidna Aisyah dicaci maki (pezina)
2.Para istri Rasul bukan Ahlul Bait

9. AL-QUR`AN
ISLAM : Masih Orisinil

SYIAH: Sudah diubah oleh para ulama Syiah

10. HADITS

ISLAM:                                                                                                                                                                                        1. Shahih Bukhari
2. Shahih Muslim
3. Sunan Abu Daud
4. Sunan At-Turmudzi
5. Sunan Ibnu Majah
6. Sunan An-Nasai

SYIAH:                                                                                                                                                                                         1. Al-Khaafi
2. Al-Ibtibshor
3. Man Laa Yadhuruhu Al-Faqih
4. Al-Tahdzib
11. SURGA-NERAKA
ISLAM:                                                                                                                                                                               Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasulnya.
Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasulnya.

SYIAH:                                                                                                                                                                                  Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Imam Ali                                                                                  Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali

12. RA`JAM
ISLAM: Tidak ada aqidah Ra`jah
SYIAH: Meyakini aqidah Ra`jah (kembalinya para Imam mereka setelah kematian menjelang hari Kiamat)

13. IMAM MAHDI

ISLAM: Imam Mahdi adalah sosok yang membawa keadilan dan kedamaian
SYIAH: Imam Mahdi akan membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Fatimah serta Ahlul Bait lainnya. Selanjutnya membangunkan Abubakar, Umar, dan Aisyah, kemudian ketiganya akan disiksa.

14. MUT`AH (KAWIN KONTRAK)
ISLAM : Haram

SYIAH: Halan dan dianjurkan

Hadirin Rohimakumullah
Dari Tabel di atas jelas Islam dan Syiah berbeda:
• Syiah ajaran sesat menyesatkan
• Syiah bukan Islam
• Syiah adalah kafir
• Syiah pembohong/pendusta (taqiyah)

Ingatlah saudaraku (QS. At Tahrim 66:6)
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
6. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka
yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Karena itu masing-masing kita, selama hayat masih dikandung badan, selama napas ini masih menyatu dengan tubuh ini, selama Allah belum memanggil kita; Sadarlah bahwa kita akan mempertanggung jawabkan segala amal perbuatan yang dikerjakannya selama hidup di dunia (yang baik dan yang buruk) dan akan mendapatkan balasan yang setimpal (dari Allah Subhanahu wata’ala) atas segala apa yang diperbuat.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ{}وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
“Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejelekan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya.” (az-Zalzalah: 7-8)

Allah Subhanahu wata’ala berfirman,
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ
“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa….” (al- Baqarah: 197)
Ingatlah dan camkanlah firman Allah Subhanahu wata’ala,
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali Imran: 85)
أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ أَمَّا بَعْدُ

Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah.
Sadarlah kita, selamatkan kita, selamatkan anak cucu keturunan kita; selamatkan saudara-saudara kita seiman : bahwa Syiah bukan Islam, Syiah kafir, Syiah sesat menyesatkan; Syiah tidak sama dengan Islam

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah sekali-kali meninggal dunia melainkan sebagai pemeluk agama Islam.” (Ali Imran: 102)

Akhirnya, semoga Allah Subhanahu wata’ala selalu membimbing kita dalam kita menjalani kehidupan dunia ini, sehingga dapat istiqamah di atas agama-Nya yang mulia serta berpijak di atas manhaj Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Dengan satu harapan, mendapatkan kesudahan terbaik dalam hidup ini (husnul khatimah) dan dimasukkan ke dalam Jannah-Nya yang dipenuhi dengan kenikmatan

رَبَّنَا لاَتُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
رَبّنَآ ءَاتِنَا فِى الدّنْيَ حَسَنَةً وَ فِى اْلَخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النّارِ، وَ الْحَمْدُ لِ رَبِ الْعَالَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ
وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

Assalamualaikum Wr. Wb.

SUMBER : Berbagai sumber
Bulletin Syakshiyya Islamiyyah Forum Ulama Ummat Indonesia Syiah bukan Islam
Buku Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia

ara

Diedit untuk Khotbah Jumat/Tausyiyah
oleh : H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA
20150313 Amar Ma`ruf Nahi Mungkar – Perbedaan Agama Islam dan Ajaran Sesat Syiah

https://arozakabuhasan.wordpress.com/
https://arozakabuhasan.blogspot.com/
https://aliansinasionalantisyiah.wordpress.com/
https://alfajrbandung.wordpress.com/

Lampiran:

Khutbah Jumat Amar Ma`ruf Nahi Munkar (17 Dokrin Sesat Syiah)

Amar Ma`ruf Nahi Munkar-17 Dokrin Sesat Syiah

KHUTBAH PERTAMA
اَلْحَمْدُِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُبِااللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وِمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
اَشْهَدُ اَنْ لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ وَصَحـْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.
إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُونَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin rahimakumullah
Puji syukur hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat iman, nikmat Islam, rezeki dan kesehatan.

Dialah pula yang telah menyisipkan hidayah iman dalam hati kita, yang dengan hidayah tersebut, kita dapat melangkahkan kaki menuju masjid ini; berkumpul bersama untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim, yaitu melaksanakan shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah Jum’at. Semoga Allah Swt. menerima amal ibadah kita semua sebagai ibadah.
Shalawat serta salam semoga Allah curahkan selalu kepada junjungan kita Muhammad SAW, kepada para sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman; amin ya Robbal alamin.

Ikhwatal Iman rahimakumullah… jama`ah shalat jum’at yang berbahagia.
Selanjutnya, khatib mengajak kita semua termasuk diri khotib sendiri untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Karena tidak ada bekal terbaik yang dapat menyelamatkan kita dalam kehidupan di dunia dan akhirat kelak kecuali taqwa. Tidak ada pula derajat kemuliaan yang pantas disematkan kepada seseorang kecuali derajat ketaqwaan. Dengan taqwa kepada Allah inilah kita berupaya menjalani kehidupan sehari-hari kita, untuk keselamatan dunia akhirat.

Ikhwatal Iman rahimakumullah… jama`ah shalat jum’at Masjid Al-Fajr yang berbahagia.
Sekian banyak bentuk kesyirikan, kezaliman, kejahatan, kemaksiatan yang kita temukan di sekitar kita bahkan masuk kedalam rumah-rumah kita melalui media TV, atau ajakan orang-orang tertentu.

Contohnya
• Praktek kesyirikan sudah menjadi suatu yang biasa dilakukan orang. Bahkan dukun, para normal, tukang ramal, ahli zodiak, dan orang-orang semacam mereka, yang jelas-jelas melakukan praktik kesyirikan, dianggap sebagai tokoh panutan dan memiliki tempat terhormat di tengah masyarakat.
• Praktek ibadah yang dipengaruhi budaya atau adat istiadat yang tidak sesuai dengan ajaran Agama yang benar dan tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.
• Contoh lain adalah adanya orang-orang sudah tidak bisa lagi menghargai nyawa, harta orang lain, dan bahkan tidak bisa menghargai kehormatan manusia lainnya.
• Disisi lain, di antara kaum muslimin sendiri tidak lagi memiliki rasa kepedulian terhadap saudaranya sesama muslim, tidak peduli dengan kejadian dan kondisi yang ada, sehingga segala bentuk kemungkaran semakin hari tumbuh subur, dan sebaliknya segala bentuk kebaikan mulai terkikis dan asing.

Semua itu terjadi karena yang menjadi tolok ukur beragama adalah perasaan dan logika semata dengan dalih ilmiah, bukan Iman yang kokoh. Iman yang kokoh adalah iman yang tidak sedikitpun tergoyahkan, tidak sedikitpun tercemar oleh bisikan syaithan, bisikan ajaran kaum munafikin dan kafir, ajaran sesat dan menyesatkan.serta budaya atau adat kebiasaan.

Ajaran sesat dan paling menyesatkan adalah ajaran Syiah. Syiah mengaku Islam, tetapi sesungguhnya akidah Syiah tidaklah sama dengan akidah ummat Islam. Syiah merupakan induknya kesesatan dari seluruh aliran sesat yang ada.
Menurut Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), KH Athian Ali M. Da`i, Lc, MA, menyatakan: Syiah dilihat dari sisi akidah maupun syariah adalah sesat dan menyesatkan serta diluar Islam.1)

Seorang tokoh NU sendiri seperti KH Irfan Zidny MA (alm) merasa gusar terhadap sikap sejumlah intelektual dan ulama yang memposisikan Syiah sama saja dengan Islam, padahal mereka itu tidak tahu banyak tentang Syiah. 1)

Jamaah salat Jumat rahimakumullah
Ada 17 dokrin atau ajaran Syiah yang disembunyikan dari kita (kaum muslimin).
Ke-17 doktrin rahasia ini terdapat dalam kitab-kitab suci Syi’ah seperti kitab Usuhulu Kaafi dan Rijalul Kashi. Ajaran ini juga bertangung-jawab dalam mengubah keaslian dan kesucian Qalamuallah Al Quran ul karim.

Berikut adalah doktrin-doktrin yang sesat lagi menyesatkan Syiah:

1. Dunia dengan seluruh isinya adalah milik para imam Syi’ah. Mereka akan memberikan dunia ini kepada siapa yang dikehendaki dan mencabutnya dari siapa yang dikehendaki (Ushulul Kaafi, hal.259, Al-Kulaini, cet. India). Doktrin semacam ini bertentangan dengan firman Allah SWT QS: Al-A’raf 7: 128,“Sesungguhnya bumi adalah milik Allah, Dia dikaruniakan kepada siapa yang Dia kehendaki”. Kepercayaan Syi’ah diatas menunjukkan penyetaraan kekuasaan para imam Syi’ah dengan Allah dan doktrin ini merupakan aqidah syirik.

2. Ali bin Abi Thalib diklaim sebagai imam Syi’ah yang pertama dinyatakan sebagai dzat yang pertama dan terakhir, yang dhahir dan yang bathin sebagaimana termaktub dalam surat Al-Hadid, 57: 3 (Rijalul Kashi hal. 138).
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin[1452]; dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.(QS.57:3)
Doktrin semacam ini jelas merupakan kekafiran Syi’ah yang berdusta atas nama Khalifah Ali bin Abi Thalib. Dengan doktrin semacam ini Syi’ah menempatkan Ali sebagai Tuhan.

3. Para imam Syi’ah merupakan wajah Allah, mata Allah dan tangan-tangan Allah yang membawa rahmat bagi para hamba Allah (Ushulul Kaafi, hal. 83).

4. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib oleh Syi’ah dikatakan menjadi wakil Allah dalam menentukan surga dan neraka, memperoleh sesuatu yang tidak diperoleh oleh manusia sebelumnya, mengetahui yang baik dan yang buruk, mengetahui segala sesuatu secara rinci yang pernah terjadi dahulu maupun yang ghaib (Ushulul Kaafi, hal. 84).

5. Keinginan para imam Syi’ah adalah keinginan Allah juga (Ushulul Kaafi, hal. 278).

6. Para imam Syi’ah mengetahui kapan datang ajalnya dan mereka sendiri yang menentukan saat kematiannya karena bila imam tidak mengetahui hal-hal semacam itu maka ia tidak berhak menjadi imam (Ushulul Kaafi, hal. 158).

7. Para imam Syi’ah mengetahui apapun yang tersembunyi dan dapat mengetahui dan menjawab apa saja bila kita bertanya kepada mereka karena mereka mengetahui hal ghaib sebagaimana yang Allah ketahui (Ushulul Kaafi, hal. 193).

8. Allah itu bersifat bada’ yaitu baru mengetahui sesuatu bila sudah terjadi. Akan tetapi para imam Syi’ah telah mengetahui lebih dahulu hal yang belum terjadi (Ushulul Kaafi, hal. 40).Menurut Al-Kulaini (ulama besar ahli hadits Syi’ah), Bahwa Allah tidak mengetahui bahwa Husein bin Ali akan mati terbunuh. Menurut mereka Tuhan pada mulanya tidak tahu karena itu Tuhan membuat ketetapan baru sesuai dengan kondisi yang ada. Akan tetapi imam Syi’ah telah mengetahui apa yang akan terjadi. Oleh sebab itu menurut doktrin Syi’ah Allah bersifat bada’ (Ushulul Kaafi, hal. 232).

9. Para imam Syi’ah merupakan gudang ilmu Allah dan juga penerjemah ilmu Allah. Para imam Syi’ah bersifat Ma’sum (Bersih dari kesalahan dan tidak pernah lupa apalagi berbuat Dosa). Allah menyuruh manusia untuk mentaati imam Syi’ah, tidak boleh mengingkarinya dan mereka menjadi hujjah (Argumentasi Kebenaran) Allah atas langit dan bumi (Ushulul Kaafi, hal. 165).

10. Para imam Syi’ah sama dengan Rasulullah Saw (Ibid).

11. Yang dimaksud para imam Syi’ah adalah Ali bin Abi Thalib, Husein bin Ali, Ali bin Husein, Hassan bin Ali dan Muhammad bin Ali (Ushulul Kaafi, hal. 109)

12. Al- Qur’an yang ada sekarang telah berubah, dikurangi dan ditambah (Ushulul Kaafi, hal. 670). Salah satu contoh ayat Al-Qur’an yang dikurangi dari aslinya yaitu ayat Al-Qur’an An-Nisa’: 47
menurut versi Syi’ah berbunyi: “Ya ayyuhalladziina uutul kitaaba aaminuu bimaa nazzalnaa fie ‘Aliyyin nuuran mubiinan”. (Fashlul Khitab, hal. 180).
Menurut Al-Quran kita kaum muslimin
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ ءَامِنُوا بِمَا نَزَّلْنَا مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَطْمِسَ وُجُوهًا فَنَرُدَّهَا عَلَى أَدْبَارِهَا فَنَرُدَّهَا عَلَى أَدْبَارِهَا أَوْ نَلْعَنَهُمْ كَمَا لَعَنَّا أَصْحَابَ السَّبْتِ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًا

13. Menurut Syi’ah, Al-Qur’an yang dibawa Jibril kepada Nabi Muhammad ada 17 ribu ayat, namun yang tersisa sekarang hanya 6660 ayat (Ushulul Kaafi, hal. 671).

14. Menyatakan bahwa Abu Bakar, Umar, Utsman bin Affan, Muawiyah, Aisyah, Hafshah, Hindun, dan Ummul Hakam adalah makhluk yang paling jelek di muka bumi, mereka ini adalah musuh-musuh Allah. Siapa yang tidak memusuhi mereka, maka tidaklah sempurna imannya kepada Allah, Rasul-Nya dan imam-imam Syi’ah (Haqqul Yaqin, hal. 519 oleh Muhammad Baqir Al-Majlisi).

15. Menghalalkan Menghalalkan nikah Mut’ah, bahkan menurut doktrin Syi’ah orang yang melakukan kawin mut’ah 4 kali derajatnya lebih tinggi dari Nabi Muhammad Saw. (Tafsir Minhajush Shadiqin, hal. 356, oleh Mullah Fathullah Kassani).

16. Menghalalkan saling tukar-menukar budak perempuan untuk disetubuhi kepada sesama temannya. Kata mereka, imam Ja’far berkata kepada temannya: “Wahai Muhammad, kumpulilah budakku ini sesuka hatimu. Jika engkau sudah tidak suka kembalikan lagi kepadaku.” (Al-Istibshar III, hal. 136, oleh Abu Ja’far Muhammad Hasan At-Thusi).

17. Rasulullah dan para sahabat akan dibangkitkan sebelum hari kiamat. Imam Mahdi sebelum hari kiamat akan datang dan dia membongkar kuburan Abu Bakar dan Umar yang ada didekat kuburan Rasulullah. Setelah dihidupkan maka kedua orang ini akan disalib (Haqqul Yaqin, hal. 360, oleh Mullah Muhammad Baqir al-Majlisi).

Kesemua 17 doktrin Syi’ah di atas,
• Sangat bertentangan dengan aqidah Islam sebagaimana dibawa oleh Rasulullah Saw. dan dipegang teguh oleh para Sahabat serta kaum Muslimin yang hidup sejak zaman Tabi’in hingga sekarang.
• Karena itu sadarlah bahwa Syiah sesat dan menyesatkan dan Syi’ah itu bukan bagian dari umat Islam.
• Menurut Imam Malik dan Imam Ahmad, barangsiapa yang tidak MENGKAFIRKAN aqidah Syi’ah ini, maka dia termasuk Kafir.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَن تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلآَأَوْلاَدُهُم مِّنَ اللهِ شَيْئًا وَأُوْلاَئِكَ هُمْ وَقُودُ النَّارِ

“Kalian adalah umat yang terbaik yang pernah dilahirkan untuk manusia, karena menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar,dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran: 110)

Apabila kemungkaran dibiarkan, maka ilmu Agama akan semakin redup di tengah masyarakat dan kejahilan justru akan semakin merajalela, karena apabila kemaksiatan demi kemaksiatan begitu saja dilakukan orang, dan dibiarkan begitu saja tanpa ada usaha untuk merubahnya, maka masyarakat yang memang minim dengan ilmu agama akan menganggap itu semua sebagai suatu yang bukan maksiat.
Mendiamkan maksiat dan kemungkaran boleh jadi akan menyebabkan kemaksiatan menjadi suatu yang bagus dalam pandangan masyarakat luas, sehingga sebagian masyarakat akan meniru perbuatan pelaku maksiat karena menganggapnya sebagai sesuatu yang bagus.” (Dikutip dari Tafsir as-Sa’di secara ringkas dan adaptasi, Ali Imran: 78-79).

Jamaah salat Jumat rahimakumullah
Oleh karena itu, amar ma’ruf nahi munkar adalah kewajiban setiap muslim yang paling utama, yang akan menjadi jalan keselamatan dan menghindarkan dari murka Allah, di dunia maupun di akhirat. Amar ma’ruf nahi munkar harus tegak, dalam segala tataran masyarakat, baik sosial, individu, keluarga, masyarakat, nasional bahkan internasional.
Kita harus senantiasa ingat bahwa amar ma’ruf nahi munkar adalah perintah Allah, yang mana Allah menjanjikan keberuntungan bagi kita bila menegakkannya.

Perhatikan Firman-Nya berikut ini,
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةُ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلاَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali-Imran: 104)

Akhirnya marilah kita memohon kepada Allah Swt. :
َاللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami bahwa kebenaran itu memang benar, dan berilah kami kemampuan untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami, bahwa kebatilan itu memang batil; dan jauhkanlah kami daripadanya.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَىمُحَمَّدٍ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا وَ آخِرُ دَعْوَانَا الْحَمْدُِ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من
الآيات و الذكر الحكيم أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم

Assalamu`alaikum Wr. Wb

Sumber: Berbagai sumber
• Lembar Kajian Syakhshiyyah Islamiyyah, Forum Ulama Ummat Indonesia, edisi 17 Tahun XII Sabtu 20 Safar 1436H / 13 Desember 2014.
https://www.islampos.com/ini-dia-17-doktrin-syiah-yang-sesat-41761/

araDi edit ulang untuk Khutbah Jumat / Tausiyah
Oleh : H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA
https://arozakabuhasan.wordpress.com/
20150306-Amar Ma`ruf Nahi Munkar – 17 Dokrin Sesat Syiah

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

ARA

Hidup adalah amanah dari Allah Swt.

WordPress.com Apps

Apps for any screen

syiah981

bersama masuk surga

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

SITUSARA situs ara

bersama membentengi akidah ummat

"masjid tanpa warna" MASJID AL-FAJR

Membentengi akidah sesuai Al-Quran dan Hadist

ARA-SILSILAH

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

%d bloggers like this: