Blog Archives

KHUTBAH JUMAT HARI AKHIR DAN BEKALNYA

AL QUR`AN NUL KARIM

AL QUR`AN NUL KARIM

KHUTBAH PERTAMA

إنَِّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.  مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.  أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ  وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ  وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ    يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ  وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.   يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ  وَاْلأَرْحَامَ    إِنَّ اللهَ   كَانَ    عَلَيْكُمْ  رَقِيبًا.       يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Ilahi Robbi yang telah memberikan limpahan kenikmatan yang tidak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita; kenikmatan yang tidak mungkin bagi kita untuk menghitung-hitungnya;

Kita bersyukur atas segala Karunia-Nya terutama nikmat Iman, Nikmat Islam, nikmat Rezeki dan Kesehatan serta kesempatan beribadah sampai hari ini, termasuk saat ini kita hadir di masjid ini untuk melaksanakan perintah Allah  yaitu sholat Jumat; semoga Allah menerima niat dan ibadah kita, amin ya Robbal alamin.

Sholawat serta salam kita panjatkan, semoga Allah curahkan selalu kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW., kepada keluarga dan sahabatnya serta kepada kita dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman., Amin Ya Robbal Alamin.

Jamaah sholat Jumat Rohimakumullah

Hendaklah kita menyadari, bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Kehidupan akhirat itulah kehidupan yang kekal yang merupakan tujuan utama kehidupan sesungguhnya. Karena itu dunia adalah waktu dan tempat beramal. Janganlah terepesona oleh kehidupan dunia, sehingga membuat kita lalai dari hakikatnya serta melalaikan kewajiban kepada Allah Swt. yang menciptakan kita.

417034_292873480765779_111078035611992_780516_192533362_nIngatlah, kematian pasti menjemput kita, tidak seorangpun yang hidup kekal didunia.Ingatlah pula peristiwa yang akan menyusulnya, saat semua manusia dikumpulkan pada satu tempat. Hendaklah kita menyadari bagaimana keadaan kita saat ajal menjemput. Saat harus meninggalkan kediaman kita, harus berpisah dengan keluarga, dan akan menyendiri di kubur yang sempit, hanya amal yang menjadi teman. Sudahkah kita menyiapkan amal yang menemani kita

MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMUKUMULLAH!!!

Kematian pasti akan dialami oleh sumua yang bernyawa, tak satupun akan mampu mengelak. Allah subhanahu wata’la berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ   

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran 3:185)

Saat sakaratul maut, saat manusia dicabut nyawanya, ada yang dicabut nyawanya dalam keadaan baik, dan ada yang dicabut dalam keadaan sedang menzhalimi diri mereka sendiri. Allah berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ 

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan Kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fushilat: 30)

Pencabutan nyawa orang shalih dilakukan dengan lembut, dan nyawapun akan keluar dengan mudah. Setelah itu, ruh yang sudah dikeluarkan dari jasad itu diberi wewangian dari syurga. Para malaikat membawa ruh itu ke hadapan RabbNya. Saat itu para pengahuni langit yang dilewati, semuanya memuji ruh ini dan memanggil dengan nama yang terbaik, sebagaimana diceritakan panjang lebar dalam hadits Bara’ bin ‘Azib.

Sedang orang yang dicabut nyawanya dalam keadaan menzhalimi dirinya, maka keadaannya sebagaimana Allah telah menceritakan dalam al-Qur’an,

وَلَوْ تَرَى إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُواْ الْمَلآئِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُواْ عَذَابَ الْحَرِيقِ   

Kalau kamu melihat ketika Para Malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar”, (tentulah kamu akan merasa ngeri).” (QS. al-Anfal: 50)

وَلَوْ تَرَى إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلآئِكَةُ بَاسِطُواْ أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُواْ أَنفُسَكُمُ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ   

“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang Para Malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu” di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.” (QS. al-An’am: 93).

KaligrafiIslam_AllahbmpMA’ASYIROL MUSLIMIN  RAHIMAAKUMULLAH!!!

Ingatlah saatnya nanti kita dipikul di atas pundak dan akan ditinggalkan sendiri tanpa ada yang menemani dan tanpa membawa harta. Allah berfirman,
(QS. al-An’am: 94)

وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَادَى كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَتَرَكْتُم مَّا خَوَّلْنَاكُمْ وَرَاء ظُهُورِكُمْ وَمَا نَرَى مَعَكُمْ شُفَعَاءكُمُ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَاء لَقَد تَّقَطَّعَ بَيْنَكُمْ وَضَلَّ عَنكُم مَّا كُنتُمْ تَزْعُمُونَ (الأنعام: 94)

 dan Sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa’at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah).

Saat itu, yang menjadi penentu adalah amal kita dalam kehidupan. Jika amal kita baik, maka kebaikanlah yang akan kita rasakan sampai hari kiamat datang. Sebaliknya, jika amal seseorang penuh dengan catatan hitam, maka penderitaan dan kepedihan akan mendera tanpa putus. Begitulah penyesalan sudah tiada berguna. Karenanya, hendaklah kita menyadari sebelum terlambat.

MA’ASYIROL MUSLIMIN  RAHIMAKUMULLAH!!! 

Hendaklah kita mengingat peristiwa saat sangkakala ditiup pertama kali, sehingga semua makhluk yang ada di langit meninggal dunia,kecuali yang dikehendaki oleh Allah. kemudian ditiup lagi untuk kedua kalinya, tiba-tiba semua manusia bangkit, mulai dari manusia pertama sampai manusia terakhir. Dengan tanpa beralas kaki, tanpa busana dan dalam keadaan utuh sebagaimana saat diciptakan, manusia seluruhnya berjalan menuju Rabb sang penguasa. Saat itu, masing-masing sibuk dengan diri sendiri, tak mempunyai kesempatan untuk memperhatikan orang lain.

Allah subhanahu wat’ala berfirman,

لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ (عبس: 37)

“Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (QS. ‘Abasa: 37)

 يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُم بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ   

(ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu Lihat manusia dalam Keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.  (QS. al-Hajj: 2)

KaligrafiIslam_glp7MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMUKUMULLAH!!!

Hendaklah kita merenungi hari yang dahsyat ini, saat seluruh manusia dikumpulkan di satu tempat untuk mempertanggungjawabkan amalnya di hadapan Alloh subhanahu wata’ala, satu hari yang menyebabkan langit hancur berantakan, anak-anak yang baru lahir menjadi beruban. Janji Allah subhanahu wata’ala pasti akan terlaksana.

Ingatlah hari yang dinamai juga dengan hari taghabun (hari dinampakkannya kesalahan-kesalahan). Hari ini merupakan penyingkapan yang hakiki, karena pada hari manusia dikumpulkan sesuai dengan amal perbuatannya.

Di antara manusia ada yang bertaqwa kepada Allah subhanahu wata’ala. dan di antara manusia ada yang penuh berlumur dosa. Mereka akan digiring menuju neraka jahannam dalam menahan haus yang menyiksa. Panas api neraka menipu pandangan mereka, tergambar di pelupuk mata bahwa mereka dibawa menuju mata air yang akan menghilangakan rasa haus, tetapi kenyataan berkata lain. Yang ditemuinya ternyata api yang menyala menungggu kedatangan mereka.  

Allah menggambarkan kepada kita tentang dahsyatnya hari itu dalam banyak ayat. Begitu juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah berfirman,

وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يَوْمَئِذٍ يَتَفَرَّقُونَ. فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَهُمْ فِي رَوْضَةٍ يُحْبَرُونَ. وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَلِقَاء الْآخِرَةِ فَأُوْلَئِكَ فِي الْعَذَابِ مُحْضَرُونَ ( الروم: 14-16)

 “Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, Maka mereka di dalam taman (surga) bergembira. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al Quran) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, Maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka).” (QS. ar-Rum: 14-16)

 Itulah beberapa gambaran tentang hari kiamat yang pasti akan kita alami. Maka haendaknya kita berlomba untuk melakukan amal akhirat. Senatiasa berdoa, semoga Allah memberikan kebaikan di dunia dan akhirat. Janganlah sekali-kali kita menjual akhirat dengan dunia yang singkat ini. Barangsiapa yang menukar akhirat dengan dunia, maka dia pasti akan menyesal dan akan merasakan kerugian tiada tara.

Sebagai penutup khutbah yang pertama ini, marilah kita merenungi firman Allah,

فَإِذَا جَاءتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَى يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْإِنسَانُ مَا سَعَى. وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَن يَرَى. فَأَمَّا مَن طَغَى. وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا. فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى. وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى. فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى.

34. Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang.

35. pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,

36. dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.

37. Adapun orang yang melampaui batas,

38. dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,

39. Maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).

40. dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,

41. Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).    (QS. an-Nazi’at: 34-41) 

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ   فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

 KHUTBAH KEDUA

 اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ:

Hadirin Jamaah Rohimakumullah

Pada khutbah yang pertama, kita sudah membahas sedikit gambaran dahsyatnya hari akhir yang pasti akan datang. Tidak seorangpun yang mampu menghindarinya. Tiada seorangpun yang mampu menyembunyikan kesalahan yang pernah diperbuat.

Saat itu yang menjadi saksi adalah anggota tubuh kita sendiri yang senatiasa mendampingi kita saat beramal. Allah berfirman yang artinya,

  الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ 

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (QS. Yasin: 65).

MA’ASYIROL MUSLIMIN  RAHIMAKUMULLAH!!!

Jika sudah mengetahui hal ini, maka sebagai seorang yang dikarunia akal pikiran oleh Allah Swt., maka seharusnya kita memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah Swt. untuk menyiapkan bekal sebanyak mungkin.              

Kita jangan menunda-nunda, karena kita tidak mengetahui berapa lama lagi hidup kita di dunia ini. Sekarang kita sehat, belum tentu besok masih sehat. Saat ini kita masih hidup, belum tentu nanti sore masih menghirup udara. Betapa banyak kita dengar dan kita saksikan, kematian yang secara tiba-tiba menghampiri seseorang, sehingga kadang sebagian orang tidak percaya.

Manfaatkanlah kesempatan untuk berbuat baik, pergunakan semaksimal mungkin. Jauhi sikap meremehkan perbuatan baik. Meskipun kecil di mata manusia, tapi bisa jadi bernilai besar di hadapan Allah subhanahu wata’ala karena keikhlasan si pelaku.

Kaitannya dengan pemanfaatan waktu, dalam sebuah riwayat diceritakan:

عَنْ مُجَاهِدٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِبَعْضِ جَسَدِي فَقَالَ كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبُ أَوْ عَابِرِ سَبِيلٍ وَعُدَّ نَفْسَكَ فِي أَهْلِ اْلقُبُورِ فَقَالَ لِي اْبنُ عُمَرَ إِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تُحَدِّثْ َنفْسََكَ بِالْمَسَاءِ وَإِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تُحَدِّثْ نَفْسَكَ بِالصَّبَاحِ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ قَبْلَ مَوْتِكَ فَإِنَّكَ لاَ تَدْرِي يَا عَبْدَ اللهِ مَا اسْمُكَ غَدًا

 “Diriwayatkan dari mujahid dari Ibnu Umar, dia bercerita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memegang sebagian anggota badanku dan bersabda,

“Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau penyebrang jalan. Dan anggaplah dirimu termasuk penghuni kubur.” Kemudian Ibnu Umar radhiyallahu’anhu berkata, “Kepadaku (Mujahid): “Jika kamu berada di waktu pagi, maka janganlah kamu menunggu siang. Dan jika kamu berada di waktu siang, maka janganlah kamu menunggu pagi. Manfaatkanlah sehatmu.sebelum datang sakitmu, dan hidupmu sebelum matimu. Karena kamu tidak tahu apa namamu besok, wahai hamba Allah subhanahu wata’ala.”

RenunganMari kita berdo`a, memohon kepada Allah Swt.

Ya Allah, hanya kepada-Mu, kami mengabdi. Hanya kepada-Mu, kami shalat dan sujud. Hanya kepada-Mu, kami menuju dan tunduk. Kami mengharapkan rahmat dan kasih sayang-Mu. Kami takut adzab-Mu, karena adzab-Mu sangat pedih, karena itu ya Allah Rahmatilah kami dengan Kasih Sayang-Mu.

Ya Allah kami mohon agar kami  tidak termasuk orang yang bangkrut/pailit di hari penghisaban, hari ketika dalih-dalih ditolak dan hal sekecil apapun dimintakan pertanggungjawabannya.

Allahumma Ya Allah anugerahkan ketabahan, kesabaran kepada saudara-saudara kami yang saat ini lagi sakit, yang saat ini lagi mendapat cobaan dari berbagai musibah, termasuk saudara-saudara kami yang saat ini teraniayah/dizolimi di berbagai belahan bumi. Kami mohon kepada-Mu ya Allah agar kepada mereka semua Engkau berikan kesehatan, rezeki, serta kemudahan keluar dari berbagai kesulitan dengan kasih sayang, barokah dari Mu Ya Allah.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً

وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى مُحَمَّدٍ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا وَ آخِرُ دَعْوَانَا الْحَمْدُِ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 

عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ     وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

A ssalamualaikum Wr. Wb.

araSumber : Dikutib dari Majalah as-Sunnah, Solo. Edisi 03/IX/1426H/2005M.

Di edit oleh : H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

https://arozakabuhasan.wordpress.com/  20140118 HARI AKHIR DAN BEKALNYA

 

KHUTBAH JUMAT KESEIMBANGAN HIDUP SEORANG MUSLIM

IMAG0051KESIMBANGAN HIDUP SEORANG MUSLIM

KHUTBAH PERTAMA

اَلْحَمْدُِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ  وَنَعُوْذُبِااللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وِمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.

اَشْهَدُ اَنْ لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

   اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد  وَعَلَى آلِهِ وَصَحـْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.

 إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ  وَلاَتَمُوْتُونَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ(3:102) أَمَّا بَعْدُ؛

 

Kaum muslimin rahimakumullah                                   .                                                                                 

Puji syukur, kita panjatkan kehadirat Ilahi Robbi yang telah mencurahkan nikmat karunia-Nya yang tiada terhingga dan tiada pernah putus sepanjang zaman kepada makhlukNya, baik berupa kesehatan, rezeki, kesempatan sehingga saat ini kita dapat menunaikan kewajiban shalat Jumat. Shalawat dan salam semoga selalu Allah curahkan  pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw., beserta keluarganya, para sahabat serta kita dan para pengikutnya sampai akhir zaman.

Kaum Muslimin rahimakumullah..                                           .                                                                                                                                                         Marilah kita selalu meningkatkan taqwa kepada Allah Swt.    Kita  berusaha untuk meningkatkan taqwa dalam arti yang sebenar-benarnya dan selurus-lurusnya. Menjalankan secara ikhlas seluruh perintah Allah Swt., kemudian menjauhi segenap larangan-larangan Nya. Marilah kita lebur hati dan jasad kita kedalam lautan Taqwa yang luasnya tiada bertepi. Marilah kita isi setiap desah nafas kita dengan sentuhan-sentuhan Taqwa. Sebab, hanya dengan Taqwa … InsyaAllah … kita akan memperoleh kebahagiaan hakiki di akherat yang abadi nanti dan kebahagiaan hidup di dunia fana ini,; dan  janganlah kita mati sebelum benar-benar dalam keadaan muslim.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullahu..                   .                                                                                                             Allah telah memberikan  predikat kepada umat Islam sebagai umat yang pertengahan, yaitu umat yang berada di tengah-tengah antara umat-umat lainnya. Umat yang berada di tengah karena mampu menyeimbangkan dan meratakan amal dalam seluruh aspek kehidupan ini. Allah swt berfirman : Al Baqarah : 143

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا

kurma14Umat Islam menjadi umat yang pertengahan dan mampu menjadi saksi bagi umat-umat yang lainnya, karena mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya adalah :

Pertama : seimbang antara imu dan amal.                        .                                                                                                   Umat Islam dalam hidupnya harus bisa menyeimbangkan antara ilmu dan amal. Tidak  hanya menekankan pada ilmu saja, tanpa diimbangi dengan amal perbuatan yang nyata dalam kehidupan ini.

Sifat seperti ini adalah sifat yang dimurkai oleh Allah swt, sebagaimana firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

“ Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. “ ( Qs Ash Shof : 2-3 )

Mengatakan sesuatu yang tidak dikerjakan, artinya seseorang hanya   menjadikan ajaran Islam hanya sebagai islamologi, ilmu pengetahuan tentang Islam yang hanya dibicarakan, didiskusikan dan diseminarkan tanpa ada prakteknya dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan ironisnya lagi, amalan sehari-harinya justru bertentangan dengan ajaran Islam yang biasa ia bicarakan di berbagai tempat.

Ini adalah sifat orang-orang Yahudi, dimana mereka dikarunia oleh Allah ilmu yang sangat banyak, tetapi perbuatan mereka tidak mencerminkan ilmu yang mereka miliki, bahkan justru ilmu karunia Allah tersebut, mereka gunakan untuk membuat kerusakan di muka bumi ini dengan menipu dan membodohi orang lain demi kepentingan dunia mereka.  

Di sisi lain, umat Islam juga tidak boleh hanya menekankan amal ibadah saja, tanpa diimbangi dengan ilmu yang cukup. Sebelum beramal harus diketahui dulu teori dan ilmunya, sehingga diharapkan amal yang dilakukan tersebut benar dan tidak menyeleweng, sehingga dia akan berjalan pada jalan yang lurus dan benar. Beramal tanpa disertai ilmu yang cukup akan menyebabkan seseorang tersesat di jalan, sehingga tujuan nya pun tidak akan tercapai.  Agar kita tidak tersesat :  paling tidak 17 kali dalam sehari semalam kita memohon, kita membaca(surat Al Fatihah) :

اهدِنَا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ

 “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. “ ( Qs Al Fatihah : Jalan yang lurus adalah jalannya umat Islam, yaitu umat yang menggabungkan antara ilmu dan amal secara bersamaan. Sedang jalan orang-orang  yang dimurkai oleh Allah adalah jalannya umat Yahudi yang hanya menekankan keilmuan tapi kosong dari pengamalan. Sedang jalan orang-orang yang sesat adalah jalannya umat Nashara yang hanya semangat di dalam beribadah, tapi tidak punya bekal ilmu yang cukup. 

kurma32daunMa’asyiral Muslimin rahimakumullah…                                           .                              Kedua : Seimbang antara rasa takut dan harapan.                               .                                                                    

Takut terhadap dosa-dosa yang dikerjakannya tidak mendapat ampunan, takut terhadap harapan yang tidak dikabulkan. 

Seorang muslim yang baik adalah yang menggabungkan antara  rasa takut terhadap siksaan Allah karena dosa-dosanya dan dalam waktu yang sama, dia sangat mengharap rahmat dan ampunan dari-Nya.  

Allah swt telah menggambarkan dengan indah kedua hal tersebut yang terdapat dalam diri seorang muslim yang baik.

أُولَـئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

“ Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.” ( Qs Al Isra’ : 57 )

Ketiga : Seimbang di dalam menjalankan ajaran agama, sehingga tidak bersikap berlebihan (Ifrath) dan juga tidak bersikap meremehkan ( Tafrith ).

Seorang muslim di dalam hidupnya tidak boleh terlalu berlebih-lebihan dalam menjalankan ajaran Islam, yaitu melampaui batas dari apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasul-Nya. Tidak boleh – umpamanya – dia berlebih-lebihan di dalam melaksanakan sholat tahajud sehingga tidak ada waktu tidur sama sekali, akhirnya pagi hari dia dalam keadaan lemah dan kusut, serta tidak semangat menjalani kehidupan sehari-hari karena belum istirahat semalam penuh. Begitu juga seorang muslim tidak boleh – umpamanya- melakukan puasa ngebleng ( puasa tiap hari ) tanpa berbuka sedikitpun, atau membujang selamanya, tidak mau menikah dengan seorang perempuan dengan dalih bahwa menikah itu akan melalaikan ibadahnya.

Itu semua adalah bentuk-bentuk berlebihan di dalam menjalankan ajaran agama yang dilarang di dalam Islam. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk seimbang di dalam ibadah dan amalannya. Dalam suatu hadist yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, bahwasanya ia berkata :

جَاءَ ثَلَاثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوتِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُونَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أُخْبِرُوا كَأَنَّهُمْ تَقَالُّوهَا فَقَالُوا وَأَيْنَ نَحْنُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ قَالَ أَحَدُهُمْ أَمَّا أَنَا فَإِنِّي أُصَلِّي اللَّيْلَ أَبَدًا وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَصُومُ الدَّهْرَ وَلَا أُفْطِرُ وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ فَلَا أَتَزَوَّجُ أَبَدًا فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِمْ فَقَالَ أَنْتُمْ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

IMAG0052Ada tiga orang mendatangi rumah isteri-isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya tentang ibadah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan setelah diberitakan kepada mereka, sepertinya mereka merasa hal itu masih sedikit bagi mereka. Mereka berkata, “Ibadah kita tak ada apa-apanya dibanding Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bukankah beliau sudah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan juga yang akan datang?” Salah seorang dari mereka berkata, “Sungguh, aku akan shalat malam selama-lamanya.” Kemudian yang lain berkata, “Kalau aku, maka sungguh, aku akan berpuasa Dahr (setahun penuh) dan aku tidak akan berbuka.” Dan yang lain lagi berkata, “Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selama-lamanya.”

Kemudian datanglah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada mereka seraya bertanya: “Kalian berkata begini dan begitu. Ada pun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa. Aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku.” ( HR Bukhari, no : 4675 )    

Dalam hadist Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda :

إِنََّّ الدِّينَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيْءٍ مِنْ الدُّلْجَةِ

Agama itu sangat ringan dan siapapun yang membebani keberagamaannya secara berlebihan tidak akan sanggup menanggungnya. Jadi engkau tidak perlu berlebihan, tetapi cobalah untuk mendekati kesempurnaan dan terimalah kabar baik bahwa engkau akan diberi ganjaran; dan shalatlah di pagi hari, siang dan dipenghujung malam “.( HR Bukhari, no 1 : 38 )

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

kurma12KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ:

Hadirin jamaah shalat jumat Rohimakumullah.

Keempat : Kesimbangan Antara urusan Dunia dan Akherat.               .                                                                                                                   Allah swt berfirman : Qs Al Qashash : 77

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

“ Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” .( Qs Al Qashash : 77 )

Ayat di atas memberikan isyarat kepada kita tentang konsep keseimbangan dalam hidup seorang muslim. Diantaranya adalah memadukan antara kepentingan dunia dan akherat sekaligus. Oleh karenanya, tidak boleh seorang muslim hanya mementingkan kehidupan akherat saja, tanpa pernah memikirkan kehidupan dunianya.

Seorang muslim hendaknya tidak disibukkan dengan mengumpulkan perhiasan dunia dan mengumbar hawa nafsunya dengan kenikmatan-kenikmatan dunia yang semu. Tidak menghabiskan waktu mereka untuk memburu harta, tanpa ada sisa waktu sedikitpun untuk memperbaiki agama dan kehidupan akherat mereka.  

kurma ajwah buahKesimpulan  keseimbangan hidup seorang muslim :                                     .                                                                       

Pertama : Seimbang antara ilmu dan amal.           .

Kedua : Seimbang antara rasa takut dan harapan.                           .            

Ketiga : Seimbang di dalam menjalankan ajaran agama, sehingga tidak bersikap berlebihan dan juga tidak bersikap meremehkan.  dan         .                                          

Keempat : Kesimbangan Antara urusan Dunia dan Akherat.               

Akhirnya marilah kita berdoa memohon kepada Allah Swt. :

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ

  “Ya Allah ya Tuhan kami, perbaikilah bagi kami agama kami sebagai benteng urusan kami; perbaikilah bagi kami dunia kami yang menjadi tempat kehidupan kami; perbaikilah bag kami akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagi kami dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematian kami sebagai kebebasan kami dari segala kejahatan!”                 ( HR Muslim, no : 4897 )

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَ لْأََحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَا تِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ  وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامَا

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.وَالْحَمْدُ ِِللهِ رَبِّ الْعَالمَِيْنَ.

 

Penutup khotbah kedua

 

عِبَادَ اللهِ  اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ

 وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ, يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ 

 .فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ  وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

 

Assalamu`alaikum Wr. Wb.

ara

KESEIMBANGAN HIDUP

SEORANG MUSLIM

JUDUL ASLI : KESEIMBANGAN DALAM HIDUP MUSLIM

Masjid Al-Fajr Bandung

SUMBER : http://www.ahmadzain.com/read/tsaqafah/170/keseimbangan-dalam-hidup-muslim/

Dr. Ahmad Zain An Najah, MA

Di edit ulang untuk Khutbah Jumat

Oleh : H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

 

 

KHUTBAH JUMAT KESELAMATAN DUNIA AKHIRAT

KHUTBAH JUMAT KESELAMATAN DUNIA AKHIRAT

KESELAMATAN DUNIA AKHIRAT
(JUDUL ASLI : BUMI INI AKAN DIWARISI ORANG-RANG YANG BERTAQWA)

SUMBER :
Disampaikan pada Khutbah Idul Fitri di Masjid Al Azhar, Jaka Permai, Kalimalang, Bekasi, pada hari Rabu, 1 Syawal 1429 H / 1 Oktober 2008 M, oleh : DR. Ahmad Zain An Najah, MA ( Hp : 081319063442 ) Direktur Pesantren Tinggi “ Al Islam “ , Jati Melati, Pondok Melati, Bekasi.
http://www.ahmadzain.com/read/tsaqafah/14/bumi-ini-akan-diwarisi-orangorang-yang-bertaqwa

Diedit kembali untuk Khotbah Jumat oleh :

H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

KHOTBAH PERTAMA
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ وَصَحـْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.
اَيُّهَاالْحَاضِرُونَ رَحِمَكُمُ اللهُ.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
3:102

Ma’asyirol muslimin Rahimakumullah..
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Ilahi Robbi yang telah mencurahkan nikmat karunia-Nya yang tak pernah putus sepanjang zaman kepada makhlukNya, baik berupa nikmat kesehatan, nikmat rezeki yang tiada terhingga, yang kita nikmati setiap detik, setiap jam, setiap hari bahkan berpuluh tahun; YANG TIADA MUNGKIN KITA UNTUK MENGHITUNG-HITUNGNYA..

Kita agungkan Allah swt karena Dia telah memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita bisa menjadi orang Islam, menjadi orang beriman, menjadi pengikut nabi Muhammad saw … Inilah kenikmatan yang paling besar dalam kehidupan kita di dunia ini; sehingga saat ini kita dapat menunaikan kewajiban shalat Jumat yang kita tidak tahu apakah dihari Jumat yad. kita masih bersama-sama menunaikan ibadah shalat Jumat. Shalawat dan salam semoga Allah curahkan selalu pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw., beserta keluarganya, para sahabat serta kita dan para pengikutnya sampai akhir zaman. Amin YaRobbal Alamin.

Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah,
Marilah kita untuk selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt. Karena dengan iman dan taqwa itulah, manusia akan meraih keselamatan yang sebenarnya dalam kehidupan,yaitu kehidupan di dunia yang fana sekarang ini, dan kehidupan yang sebenarnya diakhirat nanti yang merupakan kehidupan yang abadi..

Al2520Nour2520Mosque2520in2520Cairo2520-2520EgyptMa’asyiral Muslimin yang dirahmati oleh Allah swt …. Marilah kita merenungi salah satu firman Allah swt yang mengisahkan perjuangan nabi Musa as beserta para pengikutnya ketika menghadapi kekejaman Fir’aun dan balatentaranya, sebagaimana yang tersebut didalam surat Al A’raf 7:127-128 :
وَقَالَ الْمَلأُ مِن قَوْمِ فِرْعَونَ أَتَذَرُ مُوسَى وَقَوْمَهُ لِيُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ وَيَذَرَكَ وَآلِهَتَكَ قَالَ سَنُقَتِّلُ أَبْنَاءهُمْ وَنَسْتَحْيِـي نِسَاءهُمْ وَإِنَّا فَوْقَهُمْ قَاهِرُونَ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللّهِ وَاصْبِرُواْ إِنَّ الأَرْضَ لِلّهِ يُورِثُهَا مَن يَشَاء مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ
127. berkatalah pembesar-pembesar dari kaum Fir’aun (kepada Fir’aun): “Apakah kamu membiarkan Musa dan kaumnya untuk membuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkan kamu serta tuhan-tuhanmu?”. Fir’aun menjawab: “Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka; dan Sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka”.
128. Musa berkata kepada kaumnya: “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” ( Qs Al A’raf : 127-128 )

Pelajaran dari ayat di atas, diantaranya adalah :
• Bahwa orang-orang yang berpegang teguh dengan ajaran- Allah swt serta mengajak masyarakat untuk kembali kepada Allah swt seringkali menjadi korban penindasan para penguasa. Pada ayat di atas Allah swt menerangkan bahwa Fir’aun dan kroni-kroninya memberikan stigma/pernyataan kepada nabi Musa dan pengikutnya dengan stigma negative. Mereka dituduh sebagai kelompok yang membuat kerusakan di muka bumi ini, padahal justru sebaliknya, nabi Musa dan para pengikutnya, begitu juga para ulama dan da’i, mereka sebenarnya hanya menyampaikan perintah-perintah Allah swt, dan mengajarkan kebaikan dan kebenaran kepada masyarakat, agar mereka bisa hidup bahagia dan sejahtera di dunia ini dan di akherat kelak.
• Bagaimana sikap nabi Musa, ketika mendapatkan tekanan-tekanan, penindasan demi penindasan serta tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar yang terus menerus dilancarkan oleh Fir’aun dan kroni-kroninya yang sangat kejam.
Tiga hal yang sangat penting, yang dapat kita renungkan dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari, insya Allah kehidupan kita akan bahagia dan sejahtera, bahkan kita akan dijadikan oleh Allah sebagai golongan yang akan beruntung dan mendapatkan kemenangan di akhir kehidupan ini.

quran-HR1Tiga hal yang sangat penting itu adalah
Pertama:.Selalu Meminta pertolongan kepada Allah swt. dalam segala keadaan
Kedua:.Bersabar dalam menghadapi ujian/dan cobaan
Ketiga:.Bumi ini dipusakakan-Nya kepada orang-orang yang bertaqwa.

Pertama: Selalu Meminta Pertolongan Kepada Allah dalam segala keadaan
Agar kita selalu meminta pertolongan kepada Allah swt dalam segala masalah yang kita hadapi. Karena kita tidak akan bisa melaksanakan ibadah dengan baik tanpa pertolongan Allah swt. Oleh karenanya, Allah swt memerintahkan kita untuk membaca surat Al Fatihah setiap harinya, paling tidak 17 kali, dalam sholat kita yang di dalamnya terdapat ajaran untuk meminta pertolongan kepada Allah, Allah berfirman :
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“ Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” ( Qs Al Fatihah : 5 )
Dalam ayat at tersebut, Allah swt telah menggabungkan antara ibadah نَعْبُدُ dengan isti’anah نَسْتَعِينُ untuk bisa beribadat dengan baik dan meminta pertolongan. Hal itu menunjukkan bahwa tidak mungkin kita bisa melaksanakan ibadah dengan baik tanpa adanya pertolongan dari Allah swt. Oleh karena itu, Rosulullah saw selalu memohon pertolongan kepada Allah swt agar diteguhkan hatinya
اللهم أعني على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك
“ Ya Allah, tolonglah aku agar aku bisa selalu berdzikir mengingat-Mu, dan agar aku selalu bersyukur terhadap nikmat-nilmat-Mu, serta agar aku selalu bisa beribadah dengan baik kepada-Mu. “
Memohon pertolongan kepada Allah swt bisa berwujud do’a dan dzikir, karena keduanya adalah wujud permintaan pertolongan kepada Allah swt. Oleh karena itu dalam berbagai hal, Allah swt selalu memerintahkan kepada kaum muslimin untuk banyak berdzikir dan mengingat-Nya.

Image021-lampu hiasDiantara keadaan-keadaan yang kita diperintahkan untuk mengingat Allah swt adalah :
1. Ketika menyelesaikan ibadah sholat dan bertebaran di muka bumi untuk mencari karunia Allah swt . Allah swt berfirman : ( Qs Al Jum’at 62:10 )
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
10. apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. ( Qs Al Jum’at 62:10 )

Dalam ayat di atas Allah menjelaskan kepada kita bahwa keberuntungan di dalam menjalankan perniagaan, begitu juga keberuntungan di dalam menjalani kehidupan yang lebih luas adalah dengan memperbanyak mengingat Allah swt.

2 Ketika menghadapi musuh di medan peperangan. Allah berfirman :
يأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُواْ وَاذْكُرُواْ اللّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلَحُونَ
“ Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya, agar kamu beruntung.” ( Qs Al Anfal : 45 )
Dalam ayat tersebut, Allah swt menerangkan bahwa salah satu unsur kemenangan di dalam medan peperangan adalah selalu menyebut nama Allah swt sebanyak-banyaknya, karena kemenangan semata-mata pemberian Allah swt bukan karena kekuatan dan kemampuan kita.

Logo Al-Quran - Islam Yang Bahagia3 Ketika hati resah.Allah swt memerintahkan kepada kaum muslimin untuk selalu mengingat Allah swt dalam setiap saat agar hati menjadi tenang. Allah swt berfirman :
الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“ (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” ( Qs Ar Ra’du : 28 )

Ma’asyiral Muslimin….(yang Pertama Meminta Pertolongan kepada Allah)
Kedua adalah : agar kita selalu bersabar di dalam menghadapi ujian dan cobaan yang menimpa diri kita. Untuk melatih kesabaran tersebut, Allah swt. mewajibkan kita sebagai kaum muslimin untuk berpuasa penuh pada bulan Ramadhan dengan tujuan agar kita menjadi orang-orang yang bertaqwa .Sebagaimana firman-Nya :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”( Qs Al Baqarah: 183 )

Di dalam ibadah puasa, kita dilatih untuk bersabar dan menahan diri…. karena tidak mungkin seseorang bisa menyelesaikan ibadah puasa ini kecuali dengan kesabaran yang penuh, bagaimana tidak ? seseorang yang berpuasa bersabar menahan rasa lapar dan haus… bersabar meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa.dan ini berlangsung satu bulan penuh. Maka dengan modal kesabaran ini seseorang diharapkan menjadi orang-orang yang bertaqwa karena salah satu arti taqwa adalah menahan diri dari apa-apa yang dilarang oleh Allah swt.
Untuk mencapai ketaqwaan tersebut, selain dengan kesabaran menjalankan ibadah puasa, begitu juga harus dilalui dengan kesabaran di dalam menjalankan ibadah sholat, karena sholatpun tidak mungkin dilakukan dengan sempurna dan khusu’ sesuai dengan rukun dan syarat-syaratnya kecuali dengan kesabaran yang penuh.

Allah berfirman: :
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى
132. dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, kamilah yang memberi rezki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. ( Qs Toha 20:132 )

Allah swt dalam firman Nya : ( QS Al Baqarah : 45 -46 )
وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
45. Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,
46. (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. ( QS Al Baqarah : 45 -46 )

Ayat di atas menunjukkan bahwa mengerjakan sholat dengan sempurna sungguh sangat berat kecuali bagi orang-orang yang khusu’, yaitu mereka yang yakin bahwa mereka akan kembali kepada Allah swt. Oleh karena itu……ma’asyiral muslimin…. marilah kita senantiasa untuk selalu bersabar dan selalu yakin dengan janji – janji Allah swt serta selalu melakukan dzikir di waktu pagi dan sore hari, bahkan pada setiap saat untuk merealisasikan perintah Allah swt di atas.
بارك الله لكم في القرآن الكريم ، ونفعنى وإياكم بما فيه من الآيات و الذكر الحكيم …إنه هو الغفور الرحيم

Al-Fajr depan-1Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ اَشْهَدُ اَنْ لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ:

Hadirin Jamaah Shalat Jumat Masjid Al-Fajr yang dirahmati Allah.
Ketiga Bumi Ini Akan Diwarisi Orang-Orang Yang Bertaqwa, firman-Nya:
إِنَّ الأَرْضَ لِلّهِ يُورِثُهَا مَن يَشَاء مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ
“ Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; diwariskan–Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”

Menurut ayat di atas, bahwa bumi ini adalah milik Allah dan akan diwariskan kepada orang-orang yang bertaqwa. Ini merupakan janji Allah kepada para hamba-Nya , sebagaimana firman-Nya :
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا
55. dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik ( Qs An- Nur 24:55 ) .

Demikian khutbah ini mohon maaf segala kekeliruan dan kekurangan dan marilah kita memohon kepada Allah Swt. :
أ للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْراَهِيْمَ ، ٌوَبَارِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعلَىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ في العالمين إِنَّكَ حَمِيْد ٌمَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ
Ya Allah, perbaikilah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi urusan kami. Perbaiki dunia kami untuk kami yang ia menjadi tempat hidup kami. Perbaikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kami sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan.
اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَبقيتنا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَا وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا و لا إلى النار هي مصيرنا برحمتك يا أرحم الراحمين

Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepada-Mu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini.

Ya Allah, anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan selama kami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan janganlah Engkau jadikan neraka sebagai tempat kembali kami, Wahai Dzat Yang Maha Penyayang.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَات

Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan doa.
رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار
Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka .
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ

AMIN YA ROBBAL ALAMIN.

عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

Assalamualaikum Wr. Wb.
ara

Keseimbangan Dalam Hidup Muslim

 15+-+1kabah

http://www.ahmadzain.com/read/tsaqafah/170/keseimbangan-dalam-hidup-muslim/

re posting : a. rozak abuhasan

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ ، نَحْمَدُهُ ، وَنَسْتَعِيْنُهُ ، وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا ، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا .
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ .وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

.يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءلونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

أ للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْراَهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْد ٌمَجِيْدٌ ، أ للَّهُمَّ ٌ وَبَارِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعلَىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ في العالمين إِنَّكَ حَمِيْد ٌمَجِيْدٌ

Ma’asyiral Muslimin…Jama’ah Sholat Jum’at Rahimakumullah…

Marilah pertama-tama,  kita mengucapkan syukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita, nikmat Iman, nikmat Islam dan nikmat kesehatan, sehingga kita bisa hadir untuk melaksanakan sholat Jum’at di masjid yang dimuliakan Allah ini.

Yang kedua, marilah kita selalu meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt, yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullahu…

 Allah telah memberikan  predikat kepada umat Islam sebagai umat yang pertengahan, yaitu umat yang berada di tengah-tengah antara umat-umat lainnya. Umat yang berada di tengah karena mampu menyeimbangkan dan meratakan amal dalam seluruh aspek kehidupan ini. Allah swt berfirman :

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا

“ Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang pertengahan,  agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.” ( Qs Al Baqarah : 143 )

Umat Islam menjadi umat yang pertengahan dan mampu menjadi saksi bagi umat-umat yang lainnya, karena mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya adalah :

Pertama : seimbang antara imu dan amal.

Umat Islam dalam hidupnya harus bisa menyeimbangkan antara ilmu dan amal. Tidak boleh – umpamanya – hanya menekankan pada ilmu saja, tanpa diimbangi dengan amal perbuatan yang nyata dalam kehidupan ini.

Sifat seperti ini adalah sifat yang dimurkai oleh Allah swt, sebagaimana firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

“ Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. “ ( Qs Ash Shof : 2-3 )

Mengatakan sesuatu yang tidak dikerjakan, artinya seseorang hanya berkutat pada teori belaka dan berjalan di atas konsep yang kosong. Dia menjadikan ajaran Islam hanya sebagai islamologi, ilmu pengetahuan tentang Islam yang hanya dibicarakan, didiskusikan dan diseminarkan tanpa ada prkteknya dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan ironisnya lagi, amalan sehari-harinya justru bertentangan dengan ajaran Islam yang biasa ia bicarakan di berbagai tempat.

Ini adalah sifat orang-orang Yahudi, dimana mereka dikarunia oleh Allah ilmu yang sangat banyak, tetapi perbuatan mereka tidak mencerminkan ilmu yang mereka miliki, bahkan justru ilmu karunia Allah tersebut, mereka gunakan untuk membuat kerusakan di muka bumi ini dengan menipu dan membodohi orang lain demi kepentingan dunia mereka. Orang-orang Yahudi inilah yang dimurkai Allah di banyak tempat dalam Al Qur’an.

Di sisi lain, umat Islam juga tidak boleh hanya menekankan amal ibadah saja, tanpa diimbangi dengan ilmu yang cukup. Sebelum beramal harus diketahui dulu teori dan ilmunya, sehingga diharapkan amal yang dilakukan tersebut benar dan tidak menyeleweng, sehingga dia akan berjalan pada jalan yang lurus dan benar yang akan mengantarkannya pada tujuan. Beramal tanpa disertai ilmu yang cukup akan menyebabkan seseorang tersesat di jalan, sehingga tujuannyapun tidak akan tercapai. Inilah yang dilakukan oleh orang-orang Nashrani yang bersemangat di dalam beribadah, tetapi malas menuntu ilmu sehingga dicap oleh Allah semoga umat yang sesat.

Allah swt telah menggambarkan ketiga umat ini dengan cirri-cirinya masing-masing di dalam surat Al Fatihah :

اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. “ ( Qs Al Fatihah : 6-7 )

Jalan yang lurus adalah jalannya umat Islam, yaitu umat yang menggabungkan antara ilmu dan amal secara bersamaan. Sedang jalan orang-orang  yang dimurkai oleh Allah adalah jalannya umat Yahudi yang hanya menekankan keilmuan tapi kosong dari pengamalan. Sedang jalan orang-orang yang sesat adalah jalannya umat Nashara yang hanya semangat di dalam beribadah, tapi tidak punya bekal ilmu yang cukup.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah….

Kedua : Seimbang antara rasa takut dan harapan.

Seorang muslim di dalam hidupnya tidak boleh selalu diliputi rasa takut terhadap dosa-dosa yang selama ini dikerjakannya secara berlebihan, sehingga menimbulkan rasa putus asa terhadap rahmat dan ampunan dari Allah swt. Sebaliknya pula, dia juga tidak boleh berlebihan di dalam mengharap rahmat dan ampunan Allah sehingga meremahkan dosa-dosa yang selama ini dia kerjakan, bahkan menganggap enteng dosa besar dengan dalih bahwa Allah Maha Pengampun.

Seorang muslim yang baik adalah yang menggabungkan antara kedua hal di atas, yaitu menggabungkan antara rasa takut terhadap siksaan Allah karena dosa-dosanya dan dalam waktu yang sama, dia sangat mengharap rahmat dan ampunan dari-Nya. Dua hal ini merupakan dua sayap orang muslim yang baik, sehingga dengan keduanya dia mampu terbang ke angkasa dengan bebas dan penuh percaya diri. Jika salah satu dari kedua sayap itu tidak ada, maka secara otomatis  dia akan terjatuh di jurang kehancuran di dunia dan di akherat kelak.

Allah swt telah menggambarkan dengan indah kedua hal tersebut yangterdapat dalam diri seorang muslim yang baik.

أُولَـئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

“ Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.” ( Qs Al Isra’ : 57 )

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…

Ketiga : Seimbang di dalam menjalankan ajaran agama, sehingga tidak bersikap berlebihan ( Ifrath )  dan juga tidak bersikap meremehkan ( Tafrith ).

Seorang muslim di dalam hidupnya tidak boleh terlalu berlebih-lebihan dalam menjalankan ajaran Islam, yaitu melampaui batas dari apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasul-Nya. Tidak boleh – umpamnya – dia berlebih-lebihan di dalam melaksanakan sholat tahajud sehingga tidak ada waktu tidur sama sekali, akhirnya pagi hari dia dalam keadaan lemah dan kusut, serta tidak semangat menjalani kehidupan sehari-hari karena belum istirahat semalam penuh. Begitu juga seorang muslim tidak boleh – umpamanya- melakukan puasa ngebleng ( puasa tiap hari ) tanpa berbuka sedikitpun, atau membujang selamanya, tidak mau menikah dengan seorang perempuan dengan dalih bahwa menikah itu akan melalaikan ibadahnya.

Itu semua adalah bentuk-bentuk berlebihan di dalam menjalankan ajaran agama yang dilarang di dalam Islam. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk selama seimbang di dalam ibadah dan amalannya. Dalam suatu hadist yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, bahwasanya ia berkata :

جَاءَ ثَلَاثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوتِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُونَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أُخْبِرُوا كَأَنَّهُمْ تَقَالُّوهَا فَقَالُوا وَأَيْنَ نَحْنُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ قَالَ أَحَدُهُمْ أَمَّا أَنَا فَإِنِّي أُصَلِّي اللَّيْلَ أَبَدًا وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَصُومُ الدَّهْرَ وَلَا أُفْطِرُ وَقَالَ آخَرُ أَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ فَلَا أَتَزَوَّجُ أَبَدًا فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِمْ فَقَالَ أَنْتُمْ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

Ada tiga orang mendatangi rumah isteri-isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya tentang ibadah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan setelah diberitakan kepada mereka, sepertinya mereka merasa hal itu masih sedikit bagi mereka. Mereka berkata, “Ibadah kita tak ada apa-apanya dibanding Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bukankah beliau sudah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan juga yang akan datang?” Salah seorang dari mereka berkata, “Sungguh, aku akan shalat malam selama-lamanya.” Kemudian yang lain berkata, “Kalau aku, maka sungguh, aku akan berpuasa Dahr (setahun penuh) dan aku tidak akan berbuka.” Dan yang lain lagi berkata, “Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selama-lamanya.” Kemudian datanglah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada mereka seraya bertanya: “Kalian berkata begini dan begitu. Ada pun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa. Aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barangsiapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku.” ( HR Bukhari, no : 4675 )

Dalam hadist Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda :

إِنََّّ الدِّينَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيْءٍ مِنْ الدُّلْجَةِ

Sesungguhnya agama itu mudah, dan tidaklah seseorang  ( mempersulit diri ( berlebih-lebihan) di dalam mengamalkan agama ini, kecuali dia akan dikalahkan (semakin berat dan sulit). Maka berlakulah lurus kalian, mendekatlah (kepada yang benar) dan berilah kabar gembira dan minta tolonglah dengan Al Ghadwah (berangkat di awal pagi) dan ar-ruhah (berangkat setelah zhuhur) dan sesuatu dari ad-duljah ((berangkat di waktu malam) “.( HR Bukhari, no : 38 )

Allah swt juga melarang umat-umat terdahulu untuk tidak berlebihan di dalam mengamalkan agama, sebagaiman larangan Allah kepada ahlul kitab di dalam firman-Nya :

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لاَ تَغْلُواْ فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلاَ تَتَّبِعُواْ أَهْوَاء قَوْمٍ قَدْ ضَلُّواْ مِن قَبْلُ وَأَضَلُّواْ كَثِيرًا وَضَلُّواْ عَن سَوَاء السَّبِيلِ

“ Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.” ( Qs Al Maidah : 77 )

Disamping larangan untuk berlebih-lebihan di dalam melaksanakan ajaran agama Islam ini, seorang muslim dituntut juga untuk tidak meremahkan dan bermalas-malas di dalamnya. Jadi harus seimbang dan bersikap wajar.

بارك الله لكم في القرآن الكريم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات و الذكر الحكيم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم .

Khutbah Kedua :  

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…

Pada kesempatan khutbah kedua ini, saya ingin melengkapi apa yang sudah saya sampaikan pada khutbah pertama tentang bentuk-bentuk kesimbangan di dalam hidup seorang muslim.

Keempat : Kesimbangan Antara urusan Dunia dan Akherat.

Seorang muslim yang baik, dituntut untuk memikirkan dan mempersiapkan diri untuk mencari bekal yang akan dibawanya ke alam akherat kelak, dan di waktu yang sama dia tidak boleh melupakan keberadaannya di dunia yang dia jalani ini. Dalam hal ini Allah swt berfirman :

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

“ Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” .( Qs Al Qashash : 77 )

Ayat di atas memberikan isyarat kepada kita tentang konsep keseimbangan dalam hidup seorang muslim. Diantaranya adalah memadukan antara kepentingan dunia dan akherat sekaligus. Oleh karenanya, tidak boleh seorang muslim hanya mementingkan kehidupan akherat saja, tanpa pernah memikirkan kehidupan dunianya.

Sangat tidak dibenarkan apa yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin yang aktivitasnya hanya duduk-duduk di pojok-pojok masjid bermunajat kepada Allah, berdzikir, berdo’a kepada Allah tapi pada saat yang sama mereka tidak bekerja mencari nafkah untuk istri dan anaknya, tidak bergaul dengan masyarakat serta menjauhi kehidupan dunia yang kita diperintahkan untuk memakmurkannya. Bahkan ironis lagi, mereka bergantung kepada belas kasih orang lain di dalam mempetahankan hidup mereka padahal mereka mampu bekerja.

Di sisi lain, kita dapatkan sebagian kaum muslimin yang lain disibukkan dengan mengumpulkan perhiasan dunia dan mengumbar hawa nafsunya dengan kenikmatan-kenikmatan dunia yang semu. Mereka menghabiskan waktu mereka untuk memburu harta, tanpa ada sisa waktu sedikitpun untuk memperbaiki agama dan kehidupan akherat mereka, bahkan tidak waktu untuk istri dan anak-anak mereka.

Sikap yang paling tepat adalah memadukan antara kepentingan dunia dan akherat sekaligus, mencari dunia tanpa megorbankan akherat dan memperhatikan akherat tanpa mengabaikan kehidupan dunia.

Rasulullah saw pernah mengajarkan kepada kita do’a untuk kepentingan dunia dan akherat. Dalam hadist Abu Hurairah ra, bahwasanya ia berkata :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ

“Rasulullah saw pernah berdoa sebagai berikut: “Ya Allah ya Tuhanku, perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan!” ( HR Muslim, no : 4897 )

Mudah-mudahan yang sedikit bermanfaat bagi kita semua, amien yang rabbal  ‘alamin.

أ للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْراَهِيْمَ ، ٌ وَبَارِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعلَىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ في العالمين إِنَّكَ حَمِيْد ٌمَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَات

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ

Jakarta, 25 Syawal 1431 H/ 4  Oktober 2010 M

Dr. Ahmad Zain An Najah, MA

KHUTBAH JUMAT CARA MENGUBAH PERILAKU

Menara Masjid Al Fajr Bandung IndonesiaCARA MENGUBAH PERILAKU

 

KHUTBAH PERTAMA

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
   اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد  وَعَلَى آلِهِ وَصَحـْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.

إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ  وَلاَتَمُوْتُونَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

 أَمَّا بَعْدُ؛

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Ilahi Robbi yang telah memberikan limpahan kenikmatan yang tidak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita; kenikmatan yang tidak mungkin bagi kita untuk menghitung-hitungnya; Kita bersyukur atas segala Karunia-Nya terutama nikmat Iman, Nikmat Islam, nikmat Rezeki dan Kesehatan serta kesempatan beribadah dalam bulan Ramadhan sampai hari ini.

Sholawat serta salam semoga Allah curahkan selalu kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW., kepada keluarga dan sahabatnya serta kepada kita dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman., Amin Ya Robbal Alamin.

 

Jamaah sekalian Rohimakumullah

muhammad1Tugas utama Rasulullah SAW adalah mengubah umat manusia menjadi insan ‘abid, saleh, dan mushlih (mampu melakukan perbaikan).

Fokus pembinaannya dalam empat hal, yaitu

1.      menanamkan akidah,

2.      penyucian jiwa,

3.      mengajarkan Alquran dan hadis,

4.      serta membina keterampilan umat (QS al-Jumuah 62 : 2).

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ ءَايَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

2. Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka kitab dan Hikmah (As Sunnah). dan Sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,

Beliau telah melakukan tugasnya dengan sempurna sehingga generasi sahabat adalah generasi terbaik sebagaimana disabdakan:

“Sebaik-baik abad adalah abad generasiku.’’ (HR Al Bukhari dan Ibnu Hibban). (Lihat QS at-Taubah 9 : 100).

šš†

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ 

100. orang-orang yang terdahulu lagi yang pertaÅma-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.

Dalam memperbaiki perilaku bangsa Arab jahiliah, Rasulullah menggunakan beberapa cara mujarab.

Pertama, mengokohkan keimanan dan beribadah kepada Allah SWT. Keimanan ini akan menghasilkan ketenangan jiwa dan bertawakal kepada-Nya merupakan sendi untuk menjadikan hidup kita dalam kerangka ibadah kepada-Nya (lihat QS adz-Dariyat 51:56).  

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Corak kehidupan Muslim seperti ini dijelaskan dalam QS al-An’am 6 : 162.

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

162. Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

Kedua, menanamkan ketakwaan dan memperbanyak zikrullah. Rasul bersabda, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada (HR Ahmad dan Turmudzi) dan beliau menjelaskan bahwa tempat takwa adalah hati (HR Muslim). Ketakwaan akan mengingatkan kita saat digoda iblis (QS al-A’raf 7 :21).

وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ

21. dan Dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah Termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”,

Bila ketakwaan sudah menguasai hati, akhlak seseorang akan menjadi sangat mulia.

Ketiga, menanamkan keikhlasan dalam semua perbuatan. Allah menegaskan hal ini dalam QS az-Zumar ayat 39:1-2

 تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

   إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ

1. kitab (Al Quran ini) diturunkan oleh Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

2. sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.

dan al-Bayyinah ayat 98 : 5 .   

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَة

5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.

 [1595] Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Allah) dan jauh dari kesesatan.

 Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.’’(HR Bukhari).

Beliau juga menyuruh kita agar mewaspadai riya seraya bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku takuti pada kamu sekalian adalah syirik kecil. Mereka bertanya, ‘apakah syirik kecil itu?’ Beliau menjawab, ‘riya’.” (HR Ahmad).

Keempat, zuhud dan selalu mengingat akhirat.
Rasulullah mengingatkan para sahabat dengan akhirat dan menganjurkan agar merenggangkan diri dari dunia. Beliau bersabda, “Perbanyaklah menyebut penghancur kenikmatan, yakni kematian (HR Turmudzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah).

Kelima, Rasulullah mendidik para sahabat untuk mencintai ilmu dan mempelajarinya.


Abu Abdurrrahman as-Sulami berkata, “Sahabat-sahabat Nabi yang membacakan Alquran kepada kami meriwayatkan bahwa mereka mempelajari 10 ayat dari Nabi dan belum mengambil 10 ayat yang lainnya sebelum memahami dan mengamalkannya. Lalu mereka berkata, “Kami mengetahui dulu ilmunya, lalu mengamalkannya.’’ ( HR Ahmad dan lainnya).

Keenam, memberikan teladan yang baik dan selalu paling terdepan mempraktikkan akhlak mulia sesuai dengan firman Allah dalam QS al-Ahzab:21 sebagai teladan beliau berada di atas akhlak yang agung (QS al-Qalam 68 : 4).

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

4. dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.

Ketujuh, menanamkan kebebasan dan sikap yang positif.
Nabi bersabda, “Janganlah kamu menjadi orang plinplan lalu berkata, bila manusia baik, maka kami ikut baik, dan bila mereka zalim, kami pun ikut. Akan tetapi, bentengilah dirimu, bila manusia baik, kamu harus berbuat baik, dan bila mereka jahat, janganlah ikuti kejahatan mereka.’’(HR at-Turmudzi).

Kedelapan, memperhatikan kejiwaan orang yang mau diubah dan hal ini dilakukan secara berkesinambungan. Beliau selalu berbicara dengan setiap orang sesuai dengan kondisi mukhothob.

Kesembilan, mengikutsertakan orang lain dalam melakukan perubahan dan menyiapkan ahli di bidang tertentu.
Rasulullah pernah bersabda, “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.’’ (HR al-Bukhari). Hadis ini menegaskan bahwa kewajiban untuk menyampaikan ajaran Alquran bukan hanya bagi Rasulullah, melainkan setiap Muslim wajib menyampaikannya.

Kesepuluh, bervariasi dalam cara mengubah, seperti dengan membuat perumpamaan, bercerita, diskusi, ataupun menggambar agar tidak muncul kebosanan dalam diri para sahabat. Semoga kita bisa meneladani Rasulullah.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

 

KaligrafiIslam_glp7KHUTBAH KEDUA

 

اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ:

 

Mari kita berdo`a, memohon kepada Allah Swt.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَناَ وَلِوَالِدِيْناَ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمينَ وَالْمُسْلِماتِ اَلأَحْياَءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami,dosa kedua orang tua kami, guru-guru kami, dan saudara-saudara kami, kaum Muslimin semua, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat.

 

Ya Allah, hanya kepada-Mu, kami mengabdi. Hanya kepada-Mu, kami shalat dan sujud. Hanya kepada-Mu, kami menuju dan tunduk. Kami mengharapkan rahmat dan kasih sayang-Mu. Kami takut adzab-Mu, karena adzab-Mu sangat pedih.

 

Ya Allah persatukanlah kami kaum Muslimin, untuk mengamalkan dan menegakkan Agama-Mu. Dan, karuniakanlah kepada kami keberkahan dari langit dan bumi.

 

Ya Allah,  lindungi kami, masyarakat kami, dan anak-cucu keturunan kami dari berbuat dosa dan godaan Syetan.

 

Anugerahkan kebahagiaan kepada kami. Siramilah kami dengan rizki yang melimpah dari sisi- Mu yang penuh berkah.    lepaskanlah dan jauhkanlah dari kami penguasa-penguasa zhalim, fasik, dan kafir.

 

Ya Allah, selamatkanlah kami, anak-anak kami, keluarga kami, daerah kami, negeri kami, dan umat kami dari badai krisis, fitnah, bencana, dan dosa yang membinasakan.

 

Ya Allah, janganlah Engkau goyahkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk dan tetapkankan hati kami di atas agama-Mu.

 

Ya Allah, jadikanlah hari terbaik kami sebagai hari pertemuan kami dengan-Mu, jadikanlah amal terbaik kami sebagai pamungkasnya, dan jadikan usia terbaik kami sebagai akhir ajal kami.

 

Ya Allah, limpahkanlah rahmat, ampunan, dan hidayah-Mu kepada kami semuanya dan anugerahkan kepada kami perilaku muliasebagaimana dicontohkan  Rasulullah Saw

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ,

 وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله وصحبه أجمعين, سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ  وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ

وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

 عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ

 وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,

 يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ     وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

 

 Assalamualaikum Wr. Wb.

Sumber:Republika                                                                                                              Cara Mengubah Perilaku  Oleh: Prof Dr Achmad Satori Ismail

araDi edit ulang untuk khutbah Jum`at oleh :

H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA https://arozakabuhasan.wordpress.com/

MEMBENTENGI AQIDAH SESUAI SUNNAH MENUJU UKHUWAH ISLAMIYYAH

Pamflet FKAM rev 30

UMMU AD-DARDA’ (Sosok Seorang Istri yang Setia)

 

sahabatnabiUMMU AD-DARDA’ (Sosok Seorang Istri yang Setia)

Nama Beliau

Dia adalah sosok wanita alim dan faqih, namanya adalah Hujaimah. Ada yang mengatakan bahwa dia adalah Juhaimah Al-Aushabiyah Al-Himiriyah Ad-Dimasyqiyyah, yaitu Ummu Ad-Darda’ kecil.
Saat masih kecil ia belajar Al-Qur’an kepada Abu Ad-Darda’. Dia dikenal memiliki umur yang panjang, ilmu yang banyak, amal, dan zuhud.

Abu Mushir Al-Ghassani berkata, “Ummu Ad-Darda’ al-Kubra adalah sebaik-baik putri Abu Hadrad yang pernah bersahabat dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam”.

Ummu Ad-Darda’ bersama Abu Ad-Darda’

Ibnu Jarir dan Utsman bin Abu al-Atikah berkata, “Ummu Ad-Darda’ adalah seorang wanita yatim yang besar di pangkuan Abu Ad-Darda’. Dia tinggal bersamanya di Burnus, mengerjakan shalat dalam shaf laki-laki, duduk di halaqah para qari’ dan belajar al-Qur’an, hingga suatu hari Abu Ad-Darda’ berkata kepadanya, ‘Berkumpullah dengan barisan para wanita’.”

Diriwayatkan dari Jubair bin nufair, dari Ummu Ad-Darda’, bahwa dia pernah berkata Abu Ad-Darda’ ketika menjelang wafat, “Kamu telah melamarku melalui ayahku di dunia, lalu mereka menikahkanmu denganku, tetapi aku melamarmu secara langsung diakhirat”. Abu Ad-Darda’ berkata, “Janganlah kamu menikah sesudahku”. Mu’awiyah lalu melamarnya, kemudian dia menceritakan apa yang terjadi kepada Mu’awiyah, maka mu’awiyah berkata,”Kalau begitu berpuasalah.”

Ummu Ad-Darda’ Setelah Sepeninggal Suaminya

Diriwayatkan dari Aun bin abdullah, dia berkata, “Kami pernah mendatangi Ummu Ad-Darda’, lalu kami berdzikir kepada Allah disisinya.”

Yunus bin Maisarah berkata, “Dulu wanita-wanita itu beribadah bersama Ummu Ad-Darda’, jika mereka tidak kuasa lagi berdiri maka dia menggantung pada tali.”

Utsman bin Hayyan berkta; aku mendengar ummu Ad-Darda’ berkata, “Salah seorang di antara kalian berkata, ‘Ya Allah, berilah rezqi kepadaku. Dia tahu Allah tidak akan menurunkan emas atau dirham, tetapi Allah memberikan rezeki kepada sebagian mereka dengan sebagian yang lain. Barang siapa diberi sesuatu maka dia hendaknya menerimanya. Jika dia kaya maka dia hendaknya memberikannya kepada orang yang membutuhkan dan jika dia miskin maka dia hendaknya meminta pertolongan dengannya.”

Ismail bin Ubaidullah berkata, “Abdul Malik bin Marwan sedang duduk di sebuah batu besar di Baitul Maqdis, sedangkan Ummu Ad-Darda’ duduk bersamanya, hingga ketika diserukan adzan Maghrib, dia dan Ummu Ad-Darda’ berdiri lalu berpapasan dengan Abdul Malik hingga masuk masjid. Setelah itu Ummu Ad-Darda’ duduk bersama wanita-wanita, sedangkan Abdul Malik terus berjalan hingga shalat bersama yang lain.”

Diriwayatkan dari Yahya bin Al-Ghassani, dia berkata, “Abdul Malik bin Marwan banyak belajar dari Ummu Ad-Darda’ di ujung masjid Damaskus.”

Sumber : Ringkasan Syiar A’lam An-Nubala’ I/838-839, edisi terjemah, cet. Pustaka Azzam.
Dinukil oleh : Abu Thalhah Andri abdul Halim

 

Muraqabah dan Muhasabah

Muraqabah dan Muhasabah

http://oasetarbiyah.blogspot.com/2010/03/muraqabah-dan-muhasabah.html

alquran

“(Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu masih berupa janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertaqwa”.(QS. 53:32)

Ayat Allah SWT tersebut di atas benar-benar menyadarkan kita akan kelemahan dan kenistaan kita sebagai manusia yang sering kali berbuat kekhilafan. Bahwa seandainya pun kita terhindar dari dosa-dosa besar, kita pasti tak akan luput dari dosa-dosa kecil. Allah menegaskan bahwa kita jangan merasa dan mengklaim diri suci, karena Allah sajalah yang paling mengetahui siapa yang bertaqwa dan yang tidak. Sementara Allah juga tahu siapa diri kita sejak dari awal penciptaan, ketika masih berupa janin di rahim ibu kita, hingga kita dewasa. Namun Ia juga mengingatkan kita tentang ampunan-Nya yang luas.

Memang hanya satu insan kamil yang ma’shum, yakni Rasulullah SAW. Beliau menjalani proses pembedahan dada dan pembersihan jiwa oleh malaikat Jibril karena beliau dipersiapkan untuk mengemban tugas mulia. Namun beliau juga pernah mengatakan bahwa kalau bukan karena rahmat Allah niscaya tak akan ada yang selamat dari siksa Allah dan neraka-Nya. “Tidak juga engkau ya Rasulullah?”. “Ya, tidak juga aku”.

Selain sifat manusia yang lemah, mudah lupa, khilaf, kikir dan berkeluh kesah, penyebab terjerumusnya manusia ke dalam lembah kenistaan dan kemaksiatan adalah godaan syaithan yang gencar dari segala penjuru.
Dalam QS. Az-Zukhruf:36-37, Allah SWT berfirman: “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur’an), kami adakan baginya syaithan (yang menyesatkan). Maka syaithan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya (qarin). Dan sesungguhnya syaithan-syaithan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk”.

Qarin alias syaithan yang selalu mendampingi kita, akan sukses menggoda kita, jika kita berpaling dari-Nya dan ajaran-Nya (Al-Qur’an). Sampai akhirnya kita terhalang dari jalan yang lurus dan benar. Namun ironisnya, kita tetap menyangka berada di jalan yang benar dan memperoleh petunjuk-Nya. Padahal kita sudah jauh tersesat.

Hanya Rasulullah SAW saja yang tak dapat digoda oleh Qarin. Bahkan Qarinpun tak akan mampu menyerupai Rasulullah SAW baik ketika beliau masih hidup maupun setelah meninggal dunia.

Menyadari begitu rentan dan lemahnya kita sebagai manusia dari godaan syaithan yang menyesatkan dan menghalangi kita dari ajaran Allah serta melalaikan kita dari mengingat-Nya, maka jelas pemahaman dan kesadaran muraqabah dan muhasabah adalah satu kemestian.

Pengertian Muraqabah dan Muhasabah

Muraqabah adalah upaya diri untuk senantiasa merasa terawasi oleh Allah (muraqabatullah). Jadi upaya untuk menghadirkan muraqabatullah dalam diri dengan jalan mewaspadai dan mengawasi diri sendiri.

masjid-mkigmSedangkan muhasabah merupakan usaha seorang Muslim untuk menghitung, mengkalkulasi diri seberapa banyak dosa yang telah dilakukan dan mana-mana saja kebaikan yang belum dilakukannya. Jadi Muhasabah adalah sebuah upaya untuk selalu menghadirkan kesadaran bahwa segala sesuatu yang dikerjakannya tengah dihisab, dicatat oleh Raqib dan Atib sehingga ia pun berusaha aktif menghisab dirinya terlebih dulu agar dapat bergegas memperbaiki diri.

Urgensi Muraqabah dan Muhasabah

Bila setiap Muslim senantiasa memuraqabahi dirinya dan menghadirkan muraqabatullah (pengawasan Allah) dalam dirinya maka ia akan selalu takut untuk berbuat kemaksiatan karena ia selalu merasa dan sadar dirinya dalam pemantauan dan pengawasan Allah.

Kemudian bila ia juga gemar memuhasabahi dirinya karena takut pada perhitungan hari akhirat, maka bisa dipastikan akan terwujud masyarakat yang aman karena semua orang sudah memiliki pengawasan melekat.

Orientasi Ukhrawi membuat seseorang senantiasa memperhitungkan segala tindak-tanduknya dalam perspektif Ukhrawi. Ia juga akan terhindar dari penyakit Wahn (cinta dunia dan takut mati), keserakahan, kezhaliman, penindasan dan kemungkaran, karena semua keburukan itu hanya akan menyengsarakannya di akhirat kelak.

Sebaliknya ia akan berusaha menanam kebajikan sebanyak mungkin (QS. 22:77) agar dapat menuai hasilnya di akhirat kelak. Ibnul Qayyim Al-Jauziyah pernah mengibaratkan bahwa dunia adalah ladang tempat menanam, bibitnya adalah keimanan dan ketaatan adalah air dan pupuknya. Sementara akhirat adalah tempat kita memetik atau menuai hasilnya, kelak.

Bila demikian keadaannya, Insya Allah akan tercipta “Baldatun thayyibatun warabbun ghafur” (negeri yang baik, berkah dan dalam ampunan Allah) yang bukan sekedar slogan. Selain tercipta kemaslahatan dalam scope atau ruang lingkup negeri, Insya Allah akan tercipta pula kemaslahatan di ruang lingkup dunia internasioanal bila para Muslimnya dengan kualitas seperti itu mampu menjadi “Ustadziatul ‘alam” (soko guru dunia).

Hanya dengan bimbingan dan arahan para ustadziatul ‘alam yang sekaligus khalifatullah fil ardhi sajalah, dunia akan terbebas dari bencana, kerusakan dan kemurkaan Allah (QS. 2:10-11, 30:41).

Namun bila para Muslim tetap mengekor musuh-musuh Allah yang membenci Al-Qur’an (QS. 47:25-26) maka bahaya kemurtadan massal menghadang di depan mata dan tetap saja yahudi la’natullah alaihim yang memegang supremasi dan mengendalikan dunia serta terus menimbulkan kerusakan dan menumpahkan darah.

Tahapan-tahapannya

Ada beberapa tahapan yang memiliki keterkaitan erat satu sama lain dan membangun sistem pengawasan serta penjagaan yang kokoh. Kesemua tahapan tersebut penting kita jalani agar benar-benar menjadi “safety net” (jaring pengaman) yang menyelamatkan kita dari keterperosokan dan keterpurukan di dunia serta kehancuran di akhirat nanti.

1Ka'bahMu’ahadah

Mu’ahadah yakni mengingat dan mengokohkan kembali perjanjian kita dengan Allah SWT di alam ruh. Di sana sebelum kita menjadi janin yang diletakkan di dalam rahim ibu kita dan ditiupkan ruh, kita sudah dimintai kesaksian oleh Allah, “Bukankah Aku ini Rabbmu?” Mereka menjawab: “Benar (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi”. (QS. 7:172)

Dengan bermu’ahadah, kita akan berusaha menjaga agar sikap dan tindak tanduk kita tidak keluar dari kerangka perjanjian dan kesaksian kita.

Dan kita hendaknya selalu mengingat juga bahwa kita tak hanya lahir suci (HR. Bukhari-Muslim) melainkan sudah memiliki keberpihakan pada Al-haq dengan syahadah di alam ruh tersebut sehingga tentu saja kita tak boleh merubah atau mencederainya (QS. 30:30).

Muraqabah

Setelah bermu’ahadah, seyogyanyalah kita bermuraqabah. Jadi kita akan sadar ada yang selalu memuraqabahi diri kita apakah melanggar janji dan kesaksian tersebut atau tidak.

Penjelasan yang detail tentang muraqabah diuraikan dalam bagian tersendiri, karena tulisan ini memang menitikberatkan pada pembahasan tentang muraqabah dan muhasabah.

KaligrafiIslam_AllahbmpMuhasabah

Muhasabah adalah usaha untuk menilai, menghitung, mengkalkulasi amal shaleh yang kita lakukan dan kesalahan-kesalahan atau maksiat yang kita kerjakan. Penjabaran lebih detail tentang muhasabah juga ada pada bagian tersendiri.

Mu’aqabah

Selain mengingat perjanjian (mu’ahadah), sadar akan pengawasan (muraqabah) dan sibuk mengkalkulasi diri, kita pun perlu meneladani para sahabat dan salafus-shaleh dalam meng’iqab (menghukum/menjatuhi sanksi atas diri mereka sendiri).

Bila Umar r.a terkenal dengan ucapan: “Hisablah dirimu sebelum kelak engkau dihisab”, maka tak ada salahnya kita menganalogikan mu’aqabah dengan ucapan tersebut yakni “Iqablah dirimu sebelum kelak engkau diiqab”. Umar Ibnul Khathab pernah terlalaikan dari menunaikan shalat dzuhur berjamaah di masjid karena sibuk mengawasi kebunnya. Lalu karena ia merasa ketertambatan hatinya kepada kebun melalaikannya dari bersegera mengingat Allah, maka ia pun cepat-cepat menghibahkan kebun beserta isinya tersebut untuk keperluan fakir miskin. Hal serupa itu pula yang dilakukan Abu Thalhah ketika beliau terlupakan berapa jumlah rakaatnya saat shalat karena melihat burung terbang. Ia pun segera menghibahkan kebunnya beserta seluruh isinya, subhanallah.

KaligrafiIslam_glp7Mujahadah

Mujahadah adalah upaya keras untuk bersungguh-sungguh melaksanakan ibadah kepada Allah, menjauhi segala yang dilarang Allah dan mengerjakan apa saja yang diperintahkan-Nya. Kelalaian sahabat Nabi SAW yakni Ka’ab bin Malik sehingga tertinggal rombongan saat perang Tabuk adalah karena ia sempat kurang bermujahadah untuk mempersiapkan kuda perang dan sebagainya. Ka’ab bin Malik mengakui dengan jujur kelalaian dan kurangnya mujahadah pada dirinya.

Ternyata Kaab harus membayar sangat mahal berupa pengasingan/pengisoliran selama kurang lebih 50 hari sebelum akhirnya turun ayat Allah yang memberikan pengampunan padanya.

Rasulullah Muhammad SAW terkenal dengan mujahadahnya yang luar biasa dalam ibadah seperti dalam shalat tahajjudnya. Kaki beliau sampai bengkak karena terlalu lama berdiri. Namun ketika isteri beliau Ummul Mukminin Aisyah r.a bertanya, “Kenapa engkau menyiksa dirimu seperti itu, bukankah sudah diampuni, seluruh dosamu yang lalu dan yang akan datang”. Beliau menjawab. “Salahkah aku bila menjadi ‘abdan syakuran?”.

1Ka'bahMutaba’ah

Terakhir kita perlu memonitoring, mengontrol dan mengevaluasi sejauh mana proses-proses tersebut seperti mu’ahadah dan seterusnya berjalan dengan baik.

Muraqabah

Muraqabah atau perasaan diawasi adalah upaya menghadirkan kesadaran adanya muraqabatullah (pengawasan Allah). Bila hal tersebut tertanam secara baik dalam diri seorang Muslim maka dalam dirinya terdapat ‘waskat’ (pengawasan melekat atau built in control) yakni sebuah mekanisme yang sudah inheren, dalam dirinya. Artinya ia akan aktif mengawasi dan mengontrol dirinya sendiri karena ia sadar senantiasa berada di bawah pengawasan Allah seperti dalam untaian ayat-ayat Allah berikut ini:

“…Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”.(QS. 57:4).

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya”.(QS. 50:16).

“Dan pada sisi Allahlah kunci-kunci semua yang ghaib, tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”.(QS. 6:59)

(Luqman berkata) : “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya) sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui”.(QS. 31:16)

Kemudian dalam HR. Ahmad, Nabi SAW bersabda, “Jangan engkau mengatakan engkau sendiri, sesungguhnya Allah bersamamu. Dan jangan pula mengatakan tak ada yang mengetahui isi hatimu, sesungguhnya Allah mengetahui”.

Muraqabatullah atau kesadaran tentang adanya pengawasan Allah akan melahirkan ma’iyatullah (kesertaan Allah) seperti nampak pada keyakinan Rasulullah SAW (QS. 9:40) bahwa “Sesungguhnya Allah bersama kita” ketika Abu Bakar r.a sangat cemas musuh akan bisa mengetahui keberadaan Nabi dan menangkapnya. Begitu pula pada diri Nabi Musa a.s ketika menghadapi jalan buntu karena di belakang tentara Fir’aun mengepung dan laut merah ada di depan mata. Namun ketika umat pengikutnya panik dan ketakutan, beliau sangat yakin adanya kesertaan Allah. Ia berkata, “Sekali-kali tidak (akan tersusul). Rabbku bersamaku. Dia akan menunjukiku jalan”.

Kemudian akhirnya Nabi Ibrahim a.s juga dapat menjadi contoh agung tentang kesadaran akan kesertaan dan pertolongan Allah. Yakni ketika beliau diseret dan dibakar di api unggun, beliau tetap tenang. Dan benar saja terbukti beliau keluar dari api unggun dalam keadaan sehat wal ‘afiat karena Allah telah memerintahkan makhluknya yang bernama api agar menjadi dingin dengan izin dan kehendak-Nya.

KaligrafiIslam_AllahbmpMuhasabah

Muhasabah atau menghisab, menghitung atau mengkalkulasi diri adalah satu upaya bersiap-siaga menghadapi dan mengantisipasi yaumal hisab (hari perhitungan) yang sangat dahsyat di akhirat kelak.

Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri, memperhatikan bekal apa yang dipersiapkannya untuk hari esok (kiamat). Bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”.(QS. 59:18).

Persiapan diri yang dimaksud tentu saja membekali diri dengan taqwa kepada karena di sisi Allah bekal manusia yang paling baik dan berharga adalah taqwa.

Umar r.a pernah mengucapkan kata-katanya yang sangat terkenal: “Haasibu anfusakum qabla antuhasabu” (Hisablah dirimu sebelum kelak engkau dihisab).

Allah SWT juga menyuruh kita bergegas untuk mendapat ampunan-Nya dan syurga-Nya yang seluas langit dan bumi, diperuntukkan-Nya bagi orang-orang yang bertaqwa.(QS 3:133)

Begitu pentingnya kita melakukan muhasabah sejak dini secara berkala karena segala perkataan dan perbuatan kita dicatat dengan cermat oleh malaikat Raqib dan Atid dan akan dimintakan pertanggungjawabannya kelak di hadapan Allah.( QS. 50:17-18). Setiap kebaikan sekecil apapun juga akan dicatat dan diberi ganjaran dan keburukan sekecil apapun juga akan dicatat dan diberi balasan berupa azab-Nya.(QS. 99:7-8)

Bila kita mengingat betapa dahsyatnya hari penghisaban, perhitungan dan pembalasan, maka wajar sajalah jika kita harus mengantisipasi dan mempersiapkan diri sesegera, sedini dan sebaik mungkin.

Dalam QS. 80:34-37, tergambar kedahsyatan hari itu ketika semua orang berlarian dari saudara, kerabat, sahabat, ibu dan bapaknya serta sibuk memikirkan nasibnya sendiri. Hari di mana semua manusia pandangannya membelalak ketakutan, bulan meredup cahayanya, matahari dan bulan dikumpulkan, manusia berkata: “Kemana tempat lari?. Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung. Hanya kepada Tuhanmu saja pada hari itu tempat kembali”.(QS. 75:7-12)

Ummul Mu’minin Aisyah r.a bertanya kepada Rasulullah SAW apakah manusia tidak malu dalam keadaan telanjang bulat di padang mahsyar. Rasulullah SAW menjawab bahwa hari itu begitu dahsyat sampai-sampai tidak ada yang sempat melihat aurat orang lain.

Allah-Muhammad SAW_resize_resizeRasulullah SAW juga pernah bersabda bahwa ada 7 golongan yang akan mendapat naungan/perlindungan Allah di mana di hari tidak ada naungan/perlindungan selain naungan/perlindungan Allah (Yaumul Qiyamah atau Yaumul Hisab). Ketujuh golongan itu adalah Imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah SWT, pemuda yang lekat hatinya dengan masjid, orang yang saling mencintai karena Allah; bertemu dan berpisah karena Allah, orang yang digoda wanita cantik lagi bangsawan dia berkata, “Sesungguhnya aku takut kepada Allah”, orang yang bersedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya (secara senbunyi-sembunyi) dan orang yang berkhalwat dengan Allah di tengah malam dan meneteskan airmata karena takut kepada Allah.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa orang yang pertama dihisab adalah mereka yang berjihad, berinfaq dan beramal shaleh (QS. 22:77, 2:177). Kemudian sabda Rasulullah SAW di hadits lainnya: “Ada 70.000 orang akan segera masuk surga tanpa dihisab”. “Do’akan aku termasuk di dalamnya, ya Rasulullah!”, mohon Ukasyah bersegera. “Ya, Engkau kudo’akan termasuk di antaranya”, sahut Nabi SAW. Ketika sahabat-sahabat yang lain meminta yang serupa, jawab Nabi SAW singkat, “Kalian telah didahului oleh Ukasyah”. “Siapa mereka itu ya Rasulullah?”, tanya sahabat. “Mereka adalah orang yang rajin menghisab dirinya di dunia sebelum dihisab di akhirat”. Subhanallah.

Di riwayat lain dikisahkan bahwa orang-orang miskin bergerombol di depan pintu surga. Ketika dikatakan kepada mereka agar antri dihisab dulu, orang-orang miskin yang shaleh ini berkata, “Tak ada sesuatu apapun pada kami yang perlu dihisab”.

Dan memang ada 3 harta yang tak akan kena hisab yakni: 1 rumah yang hanya berupa 1 kamar untuk bernaung, pakaian 1 lembar untuk dipakai dan 1 porsi makanan setiap hari yang sekedar cukup untuk dirinya. Maka orang-orang miskin itupun dipersilakan masuk ke surga dengan bergerombol seperti kawanan burung.

Image005Betapa beruntungnya mereka semua padahal hari penghisaban itu begitu dahsyatnya sampai banyak yang ingin langsung ke neraka saja karena merasa tak sanggup segala aibnya diungkapkan di depan keseluruhan umat manusia. Apalagi tak lama kemudian atas perintah Allah, malaikat Jibril menghadirkan gambaran neraka yang dahsyat ke hadapan mereka semua sampai-sampai para Nabi dan orang-orang shaleh gemetar dan berlutut ketakutan. Apalagi orang-orang yang berlumuran dosa.

Yaumul Hisab itu bahkan juga terasa berat bagi para Nabi seperti Nabi Nuh yang ditanya apakah ia sudah menyampaikan risalah-Nya atau Nabi Isa yang ditanya apakah ia menyuruh umatnya menuhankan ia dan ibunya sebagai dua tuhan selain Allah. Pertanyaan yang datang bertubi-tubi itu terlihat menekan dan meresahkan para Nabi. Jika Nabi-nabi saja demikian keadaannya, bagaimana pula kita?.

Mudah-mudahan saja kita tidak termasuk orang yang bangkrut/pailit di hari penghisaban, hari ketika dalih-dalih ditolak dan hal sekecil apapun dimintakan pertanggungjawabannya. Mengapa disebut bangkrut? Karena ternyata amal shaleh yang dilakukan terlalu sedikit untuk menebus dosa-dosa kita yang banyak sehingga kita harus menebusnya di neraka. Na’udzubillah min dzalik

Hasil Muraqabah dan Muhasabah

Seseorang yang rajin me’muraqabah’i dan me’muhasabah’i dirinya akan mau dan mudah melakukan perbaikan diri. Ia juga akan mau meneliti, mengintrospeksi, mengoreksi dan menganalisis dirinya. Hal-hal apa saja yang menjadi faktor kekuatan dirinya yang harus disyukuri dan dioptimalkan.

Kemudian hal-hal apa saja yang menjadi faktor kelemahan dirinya yang harus diatasi, bahkan kalau mungkin dihilangkan. Lalu bahaya-bahaya apa yang mengancam diri dan aqidahnya sehingga harus diantisipasi, dan akhirnya peluang-peluang kebajikan apa saja yang dimilikinya yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

islam is my lifeJika dirinci, paling tidak, ada 3 hasil yang akan diraih orang yang rajin melakukan muraqabah dan muhasabah :

1. Mengetahui aib, kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan dirinya serta berupaya sekuat tenaga meminimalisir atau bahkan menghilangkannya.

2. Istiqamah di atas syari’at Allah. Karena ia mengetahui dan sadar akan konsekuensi-konsekuensi keimanan dan pertanggungjawaban di akhirat kelak maka cobaan sebesar apapun tidak akan memalingkannya dari jalan Allah seperti misalnya tokoh Bilal dan Masyitah. Walaupun keistiqamahan adalah hal yang sangat berat sehingga Rasulullah SAW sampai mengatakan, “Surat Hud membuatku beruban” (Karena di dalamnya ada ayat 112 berisi perintah untuk istiqamah).

3. Insya Allah akan aman dari berat dan sulitnya penghisaban di hari kiamat nanti (QS. 3:30).

araRe posting : https://arozakabuhasan.wordpress.com/

Khutbah Jumat Mewaspadai kerasnya hati

Allah-Muhammad SAW_resize_resizeMewaspadai kerasnya hati

http://pesantren-alihsan.org/mewaspadai-kerasnya-hati.htmldiedit ulang untuk khutbah jumat oleh HA ROZAK ABUHASAN

KHUTBAH PERTAMA

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
   اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد  وَعَلَى آلِهِ وَصَحـْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.

إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ  وَلاَتَمُوْتُونَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

أَمَّا بَعْدُ؛

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Ilahi Robbi yang telah memberikan limpahan kenikmatan yang tidak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita; kenikmatan yang tidak mungkin bagi kita untuk menghitung-hitungnya; Kita bersyukur atas segala Karunia-Nya terutama nikmat Iman, Nikmat Islam, nikmat Rezeki dan Kesehatan serta kesempatan beribadah dalam bulan Ramadhan sampai hari ini.

Sholawat serta salam semoga Allah curahkan selalu kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW., kepada keluarga dan sahabatnya serta kepada kita dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman., Amin Ya Robbal Alamin.

Kaligrafi_UnikJamaah sekalian Rohimakumullah

Hati yang dimiliki setiap insan terkadang ia selembut air, tapi juga terkadang sekeras batu. Lembutnya hati karena taatnya si pemilik hati kepada Allah -Azza wa Jalla-. Sebaliknya, kerasnya hati karena kedurhakaan si pemilik hati kepada Allah Sang Pencipta Allam Semesta.

Seorang yang lembut hatinya akan mudah menerima kebenaran yang datang dari Robb-nya, dan mudah menangis saat mengingat kebesaran atau siksaan Allah, dan segera bertobat saat ia melanggar batasan Allah -Subhanahu wa Ta’ala-. Adapun orang-orang yang keras hatinya, maka hatinya tertutup dan susah dalam menerima kebenaran. Karena, kekerasan hatinya, ia susah menangis saat diingatkan tentang siksaan Allah dan kebesaran-Nya. Pemilik hati yang keras terus menerus di atas pembangkangan dan kedurhakaan. Lisannya amat berat mengucapkan kata tobat.

Inilah yang disinyalir oleh Allah -Azza wa Jalla- dalam firman-Nya,

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad : 24)

Orang yang keras hatinya akan susah menerima kebenaran yang Allah turunkan melalui kitab-kitab-Nya dan lisan para rasul-Nya. Hatinya bagaikan batu yang yang tidak ditembus oleh air saat hujan turun. Allah -Ta’ala- berfirman,

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan diantaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, Karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Baqoroh : 74).

Seorang muslim ketika sampai kepadanya perintah dan larangan Allah, maka hendaknya segera melaksanakan perintah Allah, dan menjauhi larangannya sebelum hatinya membatu bagaikan batu cadas di pegunungan. Allah -Azza wa Jalla- berfirman,

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, Kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik”. (QS. Al-Hadid : 16)

Al-Hafizh Ibnu Katsir -rahimahullah- dalam tafsirnya berkata, “Allah melarang kaum mukminin untuk menyerupai orang-orang yang mengemban Al-Kitab sebelum mereka dari kalangan Yahudi dan Nasrani. Tatkala telah berlalu masa yang panjang pada mereka (ahli Kitab), maka mereka mengganti Kitab Allah yang ada di tangan mereka, memperjualbelikannya dengan harga murah, membuangnya di balik punggung mereka. Mereka mulai menghadap kepada pemikiran-pemikiran manusia yang bertentangan, dan ucapan-ucapan yang simpang siur, mereka membebek buta kepada tokoh-tokoh (pendeta) dalam urusan agama Allah, dan menjadikan ulama, dan pendeta mereka sebagai tuhan-tuhan  dari selain Allah.

Ketika itulah, hati mereka membatu. Lantaran itu, mereka tak mau menerima nasihat, serta hati mereka tak mau luluh dengan janji dan ancaman”. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir (8/20)]

KaligrafiIslam_glp7Hadirin Rohimakumullah, adapun kerasnya hati, maka para ulama kita menyebutkan beberapa diantara sebab-sebab yang membuatnya keras bagaikan batu:

1.       Banyak Tertawa

Salah satu diantara sebab membatunya hati seseorang bagaikan mayat yang sudah kehilangan ruh adalah memperbanyak tawa. Tertawa adalah perkara yang boleh saja sepanjang masih dalam batasan syariat, yaitu tidak keseringan dan bukan menjadi kebiasaan, dan tidak menertawakan kebaikan dan pelakunya, serta menjaga adab atau citra diri saat tertawa (misalnya, tidak terbahak atau tidak memukul orang, dan lainnya).

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,

وَلَا تُكْثِرْ الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

“Janganlah engkau memperbanyak tawa, karena banyak tawa akan mematikan hati”. [HR. At-Tirmidziy dalam As-Sunan, dan Ahmad dalam Al-Musnad (2/310). Hadits ini di-hasan-kan oleh Al-Albaniy dalamAsh-Shohihah (no. 930)]

Mengapa seorang yang banyak tertawa akan mati dan membatu hatinya? Karena, seorang yang memperbanyak tawa akan sulit menerima nasihat yang berisi kebenaran. Itulah sebabnya kita sering melihat ada orang yang ketika dibacakan kepadanya Al-Qur’an, maka ia tertawa dan tidak serius mendengarkannya. Bahkan terkadang ia memperolok-olokkan Al-Qur’an dan orang yang membacakannya kepada dirinya. Semua ini adalah tanda bahwa ia tak mau menerima nasihat dari Allah dan Rasul-Nya.

Selain itu, banyak tawa adalah tanda hilangnya khosy-yah (takut)nya seorang hamba kepada Allah. Seorang yang takut kepada Allah akan lunak hatinya dan mudah menerima nasihat dan kebenaran dari Allah -Azza wa Jalla-.

Itulah hikmahnya Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- menganjurkan kepada kita agar sedikit tawanya, dan banyak menangis karena takut kepada Allah sebagaimana dalam sabdanya,

لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

“Andai kalian tahu sesuatu yang aku tahu, maka kalian akan sedikit tertawa, dan banyak menangis”. [HR. At-Tirmidziy. Di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Shohih Fiqh As-Siroh (479)]

Orang yang banyak tertawa akan susah menangis saat ia diingatkan tentang neraka, dan siksa Allah -Azza wa Jalla-, baik di dunia, maupun di akhirat. Dia lebih senang terbawa dalam canda melampaui batas. Banyak tertawa bukanlah ciri dan tanda orang-orang sholih dari kalangan nabi dan rasul serta pengikut mereka yang setia. Banyak tawa adalah tanda orang-orang yang lalai dari Allah dan akhirat. Karenanya kami amat sedih saat melihat tersebarnya kebiasaan banyak tertawa di kalangan kaum muslimin, dari anak kecil sampai orang tua beruban. Parahnya lagi, ada diantara mereka yang menjadikannya sebagai profesi sebagai seorang pelawak dan tukang banyolan.

2.       Banyak Makan

Banyak makan adalah salah satu sebab hati seseorang akan membatu, sebab banyak makan akan membuat orang akan malas berbuat. Tak ada yang dipikirkan oleh orang yang banyak makan, kecuali makanan, cara mendapatkannya, metode memasaknya, dan aneka ragamnya, sehingga waktunya akan habis hanya dalam memikirkan perut. Adapun memperbanyak sedekah dan infaq, maka hal itu jauh dari pikiran dan catatan hidupnya. Tangannya lebih ringan membeli makanan dibanding berinfaq di jalan Allah.

Orang yang seperti ini akan rakus, dan kikir, serta malas beramal sholih atau mengejar kebaikan di sisi Allah. Orang yang seperti ini malas mencari ilmu dan mempelajarinya di majelis-majelis taklimnya orang-orang berilmu. Sebaliknya, ia akan banyak bicara dan sok pintar. Inilah yang pernah disyaratkan oleh Nabiyyullah Muhammad -Shallallahu alaihi wa sallam- dalam sabdanya saat beliau mengingatkan bahayanya kaum pengingkar sunnah yang mau berpegang dengan Al-Qur’an, tapi meninggalkan sunnah,

أَلَا إِنِّي أُوتِيتُ الْكِتَابَ وَمِثْلَهُ مَعَهُ أَلَا يُوشِكُ رَجُلٌ شَبْعَانُ عَلَى أَرِيكَتِهِ يَقُولُ عَلَيْكُمْ بِهَذَا الْقُرْآنِ فَمَا وَجَدْتُمْ فِيهِ مِنْ حَلَالٍ فَأَحِلُّوهُ وَمَا وَجَدْتُمْ فِيهِ مِنْ حَرَامٍ فَحَرِّمُوهُ

“Ingatlah sungguh aku telah diberi Al-Kitab, dan semisalnya bersamanya. Ingatlah, hampir-hampir akan ada seseorang yang kenyang di atas ranjangnya seraya berkata, “Berpeganglah saja dengan Al-Qur’an ini. Karenanya, apa saja yang kalian temukan di dalamnya berupa sesuatu yang halal, maka halalkan, dan apa saja yang kalian temukan di dalamnya beruapa sesuatu yang haram, maka haramkanlah”. [HR. Abu Dawud (no.). Hadits ini di-shohih-kan Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (163)]

KaligrafiIslam_AllahbmpDi dalam hadits ini, Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- menyebutkan orang yang kenyang.

Ahli Hadits Negeri India, Al-Imam Syamsul Haqq Al-Azhim Abaadi -rahimahullah- berkata dalam menjelaskan maknanya, “Ia adalah kinayah tentang kepandiran, dan pemahaman buruk yang timbul dari kenyangnya seseorang atau timbul dari kebodohan yang menyertai gaya hidup mewah, dan ketertipuan dengan harta dan kedudukan”. [Lihat Aunul Ma’bud (10/124)]

Itulah akibat banyak makan; ia akan membuat pelakunya malas dan tak mau menerima kebenaran sebagai tanda kerasnya hati. Seorang ulama salaf, Bisyr bin Al-Harits -rahimahullah- berkata,

خَصْلَتَانِ تُقْسِيَانِ الْقَلْبَ: كَثْرَةُ الْكَلاَمِ، وَكَثْرَةُ اْلأَكْلِ

“Dua perkara yang akan mengeraskan hati: Banyak bicara, dan banyak makan”. [Lihat Al-Hilyah (4/22) oleh Abu Nu’aim]

Al-Imam Abu Bakr Al-Marrudziy -rahimahullah- berkata kepada Al-Imam Ahmad bin Hambal -rahimahullah-, “Apakah seseorang dapat merasakan kehalusan hatinya dalam keadaan kenyang?” Al-Imam Ahmad -rahimahullah- berkata, “Saya pandang tidak?” [Lihat Kitab Al-Waro’ (hal. 98/no. 323) karya Al-Marrudziy, , dengan tahqiq Samir bin Amin Az-Zuhairiy, cet. Maktabah Al-Ma’arif]

Jadi, tak mungkin akan berkumpul antara lembutnya hati dengan banyaknya makan, sebab banyak makan akan mewariskan kelalaian dan perasaan malas dalam melakukan kebaikan dan amal sholih. Selain itu, banyak makan akan membuat nafsu hewani seseorang bergejolak. Sedang nafsu hewani tersebut akan mendorong dirinya berbuat keji dan mesum.

muhammad13.       Banyak Melakukan Dosa

Hadirin rohimakumullah, satu lagi diantara perkara yang akan membuat hati seseorang membatu adalah banyak melakukan dosa. Dosa yang dilakukan oleh seseorang (apalagi jika ia dosa besar) akan menyebabkan hati kita akan tertutupi oleh noda-noda maksiat dan dosa tersebut. Inilah yang dimaksudkan oleh Allah dalam firman-Nya,

Sekali-kali tidak (demikian), Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka”.(QS. Al-Muthoffifin:14 ).

Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-,

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيْئَةً نُكِتَتْ فِيْ قَلْبِهِ نُكْتَةً سَوْدَاءَ, فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيْدَ فِيْهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ

“Sesungguhnya orang yang beriman jika melakukan suatu dosa, maka dosa itu menjadi titik hitam di dalam hatinya. Jika dia bertaubat dan mencabut serta berpaling (dari perbuatannya) maka mengkilaplah hatinya. Jika dosa itu bertambah, maka titik hitam itupun bertambah hingga memenuhi hatinya.” [HR. At-Tirmidzi dalam Sunan-nya (3334), dan Ibnu Majah Sunan-nya (4244). Hadits ini di-hasan-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shohih At-Targhib (1620)]

Hati yang ada pada diri setiap orang, ibarat tubuh seseorang. Tubuh itu kalau tidak mengenakan apa-apa, maka akan terasa ringan. Demikian pula hati, kalau sedikit kesalahannya, dan mudah tersentuh sehingga mudah meneteskan air mata.

Dosa yang dikerjakan oleh seseorang akan mematikan hati, sedang ketagihan dengannya akan membuat diri seorang hamba menjadi hina dina. Jika anda menginginkan hati ini hidup, maka hendaknya meninggalkan dosa, sebab itulah kehidupan hati. Oleh karena itu, setiap orang menginginkan hatinya hidup hendaknya ia menjauhi maksiat dengan sejauh-jauhnya, karena maksiat dan dosa itu seperti api yang akan membakar hati dan membinasakannya. Sebaliknya, ketaatan kepada Allah -Azza wa Jalla-ibarat air hujan yang akan menyegarkan tanaman yang ia basahi. [Lihat Jurnal AKHWAT (vol.1/hal.3)]

zikrullah4.       Melanggar Perjanjian dengan Allah

Melanggar perjanjian dengan Allah merupakan sebab kerasnya hati seseorang. Dahulu Bani Isra’il (Yahudi) pernah berjanji kepada Allah dan Rasul-Nya untuk menegakkan sholat, menunaikan zakat, beriman kepada para rasul (termasuk Nabi Muhammad -Shallallahu alaihi wa sallam-), menolong mereka, dan berkorban di jalan Allah. Namun mereka menyalahi janji itu sebagaimana dalam firman-Nya,

“(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, kami laknat mereka, dan kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya. Dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka, kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat). Maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al-Maa’idah : 13)

Hal yang serupa banyak terjadi pada kaum muslimin. Mereka bersyahadat setiap hari, namun masih saja ada diantara mereka yang melakukan kesyirikan dan bid’ah. Padahal dua kalimat syahadat tersebut yang diucapkannya setiap hari, melarangnya dari perbuatan syirik dan bid’ah (mengada-adakan suatu ajaran). Tak heran jika banyak diantara mereka yang berani menolak kebenaran, karena kerasnya hati mereka.

Bahkan banyak diantara mereka yang lancang meninggalkan sholat, dan enggan menunaikan zakat. Demikian karena hatinya tertutup dari kebaikan. Kalaupun ia melakukan kebaikan, ia lakukan bukan karena mencari wajah Allah, tapi karena terpaksa atau ingin mencari perhatian dan popularitas. Nas’alullahal afiyah was salamah min qoswatil quluub.

 

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

 

araKHUTBAH KEDUA

 

اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ:

Mari kita berdo`a, memohon kepada Allah Swt.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَناَ وَلِوَالِدِيْناَ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمينَ وَالْمُسْلِماتِ اَلأَحْياَءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami,dosa kedua orang tua kami, guru-guru kami, dan saudara-saudara kami, kaum Muslimin semua, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat.

Ya Allah, hanya kepada-Mu, kami mengabdi. Hanya kepada-Mu, kami shalat dan sujud. Hanya kepada-Mu, kami menuju dan tunduk. Kami mengharapkan rahmat dan kasih sayang-Mu. Kami takut adzab-Mu, karena adzab-Mu sangat pedih.

Ya Allah persatukanlah kami kaum Muslimin, untuk mengamalkan dan menegakkan Agama-Mu. Dan, karuniakanlah kepada kami keberkahan dari langit dan bumi.

 

Ya Allah,  lindungi kami, masyarakat kami, dan anak-anak kami dari berbuat dosa dan godaan Syetan.

Ya Allah, tolonglah kami dan saudara-saudara kami yang sedang dilanda kesedihan, dan musibah, kesulitan,serta yang sakit   Lindungi kami dan mereka semua dengan Rahmat Kasih saying-Mu. Sembuhkan yang sakit. dan lindungi mereka yang ditimpah musibah.

Anugerahkan kebahagiaan kepada kami dan kepada mereka. Siramilah kami dan mereka dengan rizki yang melimpah dari sisi- Mu yang penuh berkah.  Ya Allah, padukanlah jiwa-jiwa ini sebagai hamba-hamba-Mu yang beriman dan bertaqwa, lepaskanlah dan jauhkanlah dari kami penguasa-penguasa zhalim, fasik, dan kafir.

Anugerahkan kepada kami pemimpin-pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur dan amanah, yang menjadikan Kitab-Mu sebagai landasan kepemimpinannya, menerapkan Syariat-Mu, dan membawa kami ke jalan yang benar, jalan yang Engkau ridhai.

Ya Allah, selamatkanlah kami, anak-anak kami, keluarga kami, daerah kami, negeri kami, dan umat kami dari badai krisis, fitnah, bencana, dan dosa yang membinasakan.

Ya Allah, janganlah Engkau goyangkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk dan tetapkankan hati kami di atas agama-Mu.

Ya Allah, jadikanlah hari terbaik kami sebagai hari pertemuan kami dengan-Mu, jadikanlah amal terbaik kami sebagai pamungkasnya, dan jadikan usia terbaik kami sebagai akhir ajal kami.

Ya Allah, limpahkanlah rahmat, ampunan, dan hidayah-Mu kepada kami semuanya.

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ, وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله وصحبه أجمعين, سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ  وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ

وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ

 وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,

 يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ     وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

 Assalamualaikum Wr. Wb.

 

53high-690x517-Light streaks Islamic Wallpaperdiedit ulang untuk khutbah Jum`at oleh :

H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

https://arozakabuhasan.wordpress.com/

20130830 MEWASPADAI KERASNYA HATI

MUKMIN DAN POHON KURMA

kurma 23 daun

Mukmin Dan Pohon Kurma

http://almanhaj.or.id/content/3031/slash/0

Oleh
Ustadz Abu Asma Kholid Syamhudi

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ الشَّجَرِ شَجَرَةً لَا يَسْقُطُ وَرَقُهَا وَإِنَّهَا مَثَلُ الْمُسْلِمِ فَحَدِّثُونِي مَا هِيَ فَوَقَعَ النَّاسُ فِي شَجَرِ الْبَوَادِي قَالَ عَبْدُ اللَّهِ وَوَقَعَ فِي نَفْسِي أَنَّهَا النَّخْلَةُ فَاسْتَحْيَيْتُ ثُمَّ قَالُوا حَدِّثْنَا مَا هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ هِيَ النَّخْلَةُ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Sesungguhnya ada diantara pepohonan, satu pohon yang tidak gugur daunnya. Pohon ini seperti seorang muslim, maka sebutkanlah kepadaku apa pohon tersebut?” Lalu orang menerka-nerka pepohonan Wadhi. Berkata Abdullah,“Lalu terbesit dalam diriku, pohon itu adalah pohon kurma, namun aku malu mengungkapkannya.” Kemudian mereka berkata,“Wahai Rasulullah, beritahulah kami pohon apa itu?” Lalu beliau menjawab,“Ia adalah pohon kurma.”

Kurma Masjid Al Fajr Bandung Foto oleh HA ROZAK ABUHASAN

Kurma Masjid Al Fajr Bandung
Foto oleh HA ROZAK ABUHASAN

TAKHRIJ
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya, kitab Al Ilmu, Bab: Qaulul Muhadits Hadatsana, no. 61 (1/145 Fathul Bari) dan Muslim dalam Shahihnya, kitab Sifatul Munafiqin, Bab: Mitslul Mukmin Matsalun Nakhlah, no. 7029 (17/151 Syarah Nawawi).

SYARAH MUFRADAT HADITS
• إِنَّ مِنْ الشَّجَرِ شَجَرَةً لَا يَسْقُطُ وَرَقُهَا وَإِنَّهَا مَثَلُ الْمُسْلِمِ :Terdapat persamaan dan penyerupaan seorang muslim dengan pohon yang tidak gugur daunnya, yaitu pohon kurma.
• فَوَقَعَ النَّاسُ فِي شَجَرِ الْبَوَادِي : Akal pikiran mereka menerawang kepada pepohonan di Wadhi. Setiap orang menafsirkannya dengan salah satu jenis pepohonan tersebut, namun lupa dengan pohon kurma.[Syarah Shahih Muslim 17/152 dan lihat juga Fathul Bari 1/146
• الْبَوَادِي : Bentuk jamak dari badiyah, yang bermakna dataran luas yang terdapat padanya tumbuhan dan air. [Lihat Mu’jamul Wasith 1/45]
• قَالَ عَبْدُ اللَّهِ : Abdullah ini, ialah Abdullah bin Umar. Sahabat yang meriwayatkan hadits ini dari Rasulullah.
• فَاسْتَحْيَيْتُ : Sebab malu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena paling kecil dari para sahabat yang hadir waktu itu. Sebagaimana dijelaskan dalam riwayat Bukhari dalam kitab Al Ath’imah: Aku sebagai orang ke-sepuluh dan aku yang pling kecil.
• هِيَ النَّخْلَةُ : Pohon kurma. Tentulah pohon ini memiliki keistimewaan, sehingga dijadikan sebagai permisalan bagi seorang muslim. Tidak hanya dalam hal ini saja, bahkan Allah memberikan permisalahan kalimat thoyibah dengan pohon ini dalam firmanNya:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَآءِ تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللهُ اْلأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. [Ibrahim:24-25].

Kurma Masjid Al-Fajr Bandung. Foto oleh A. Rozak Abuhasan

Kurma Masjid Al-Fajr Bandung. Foto oleh A. Rozak Abuhasan

Ibnu Hajar berkata,“Imam Bukhari telah membawakan hadits ini juga dalam tafsir firman Allah.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً

Sebagai isyarat dari beliau, bahwa yang dimaksud dengan pohon yang baik ialah pohon kurma. Memang telah ada riwayat yang tegas dari hadits, yang dikeluarkan oleh Al Bazar dari jalan periwayatan Musa bin ‘Uqbah dari Nafi’ dari Ibnu Umar, beliau menyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat ini dan bersabda,“Apakah kalian tahu pohon apakah itu?” Ibnu Umar menyatakan,“Jelas itu ialah pohon kurma. Namun usiaku yang kecil menahanku untuk berbicara.” Lalu Rasulullah berkata,“Ia adalah pohon kurma. [Fathul Bari I/146]

kurma1Dengan demikian, pohon yang baik disini ditafsirkan dengan pohon kurma. Dan denikian ini merupakan pendapat kebanyakan ulama salaf; diantaranya: Ibnu Abbas, Mujahid, Masruq, Ikrimah, Ad Dhahak, Qatadah dan Ibnu Zaid [1]. Pendapat ini dikuatkan oleh hadits riwayat Ibnu Hibban dari jalan periwayatan Abdul Aziz bin Muslim, dari Abdullah bin Dinar, dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ يُخْبِرُنِيْ عَنْ شَجَرَةٍ مِثْلُهَا مِثْلُ الْمُؤْمِنِ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِيْ السَّمَاءِ

Siapakah yang dapat menyebutkan kepadaku satu pohon yang menyerupai seorang mukmin, pokok batangnya kokoh dan cabangnya menjulang kelangit?[2]

Semua ini menunjukkan, bahwa pohon kurma memiliki keutamaan, ketinggian dan keistimewaan yang telah ditunjukkan dalam ayat di atas. Cukuplah dengan dijadikan sebagai permisalahan seorang muslim menunjukkan ketinggian dan keistimewaannya.

kurma2SYARAH  HADITS
Dalam hadits ini, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan permisalan dan menyerupakan seorang muslim dengan pohon kurma. Menunjukkan adanya sisi kesamaan antara keduanya. Memang mengenal dan mengetahui sisi kesamaan ini perlu mendapat perhatian yang cukup. Terlebih lagi Allah telah menjelaskan hal ini, agar manusia selalu ingat kepadaNya, sebagaimana firmanNya:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَآءِ تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللهُ اْلأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. [Ibrahim:24-25].

kurma4Diantara sisi kesamaan antara muslim dengan pohon kurma ialah: [3]
1. Pohon kurma mesti memiliki akar, pangkal batang, cabang, daun dan buah. Demikian juga pohon keimanan, memiliki pokok, cabang dan buah. Pokok iman ialah rukun iman yang enam. Cabangnya ialah amal shalih dan semua amal ketaatan dan ibadah. Adapun buahnya ialah semua kebaikan dan kebahagiaan yang didapatkan seorang mukmin di dunia dan akhirat.

Imam Ahmad berkata,“Perumpamaan iman seperti pohon. Karena pokoknya ialah syahadatain, batang dan daunnya demikian juga. Sedangkan buahnya ialah sikap wara’ (hati-hati). Tidak ada kebaikan pada pohon yang tidak berbuah, dan tidak ada kebaikan pada orang yang tidak punya sifat wara’.[AS-Sunnah, karya Abdullah bin Ahmad I/316]

Imam Al Baghaqwi menyatakan,“Hikmah dari penyerupaan iman dengan pohon ialah pepohonan tidak dikatakan sebagai pohon (yang baik), kecuali memiliki tiga hal. Memiliki akar yang kuat, batang yang kokoh dan cabang yang tinggi. Demikian juga iman. Tidaklah iman itu sempurna, kecuali dengan tiga hal. Yaitu pembenaran hati, ucapan lisan dan amalan anggota tubuh.[Tafsir Al-Baghawi 3/33]

Demikian juga Ibnul Qayyim mengomentari hal ini dengan pernyataannya, “Ikhlas dan tauhid ialah satu pohon di hati. Cabangnya ialah amalan, dan buahnya ialah kehidupan yang baik di dunia dan nikmat yang abadi di akhirat. Sebagaimana buah-buahan syurga, tidak terputus dan tidak tercegah mengambilnya; maka buah tauhid dan ikhlas di duniapun demikian. Adapun kesyirikan, dusta dan riya’ merupakan satu pohon di hati, buahnya di dunia perasaan takut, sedih, duka, kesempitan dan kegelapan hati dan buahnya di akhirat buah zaqqum dan adzab yang abadi. Kedua pohon ini telah dijelaskan Allah dalam surat Ibrahim.” [Al-Fawa’id, hal 214-215]

kurma132. Pohon kurma tidak akan bertahan hidup, kecuali bila dipelihara dan disiram dengan air. Jika tidak, maka akan kering. Jika ditebang, maka akan mati. Demikian juga seorang mukmin, tidak dapat hidup secara hakiki dan istiqamah, kecuali dengan siraman wahyu. Oleh karena itulah, Allah menamakan wahyu dengan ruh dalam firmanNya:

وَكَذلِكَ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ رُوحًا مِّنْ أَمْرِنَا مَاكُنتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلاَ اْلإِيمَانُ وَلَكِن جَعَلْنَاهُ نُورًا نَّهْدِي بِهِ مَن نَّشَآءُ مِنْ عِبَادِنَا وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (wahyu/Al Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki diantara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. [Asy Syura:52].

يُنَزِّلُ الْمَلاَئِكَةَ بِالرُّوحِ مِنْ أَمْرِهِ عَلَى مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِ أَنْ أَنذِرُوا أَنَّهُ لآإِلهَ إِلآأَنَا فَاتَّقُونِ

Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintahNya kepada siapa yang Dia kehendaki diantara hamba-hambaNya, yaitu: “Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Ilah (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepadaKu.” [An Nahl:2].

Tidak ada kehidupan hakiki bagi hati, bila tanpa wahyu. Sehingga tanpa wahyu, manusia dikatakan mayit walaupun bergerak diantara manusia. Allah berfirman:

أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَالَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَا كَذلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَاكاَنُوا يَعْمَلُونَ

Dan apakah orang yang sudah mati, kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? [Al An’am:122].

Disini jelas sekali sisi persamaannya. Pohon kurma hanya hidup dengan disiram air, dan hati seorang mukmin hanya hidup dengan siraman wahyu.

kurma9

3. Pohon kurma sangat kokoh, sebagaimana firmanNya:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَآءِ تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللهُ اْلأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabbnya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. [Ibrahim:24-25].

Demikian juga iman -jika telah mengakar di dalam hati- maka, menjadi sangat kokoh dan tidak goyah sedikitpun; seperti kokohnya gunung yang besar menjulang.

Imam Al ‘Auza’i ditanya tentang iman, apakah bertambah? Beliau menjawab: Ya, sampai membesar seperti gunung. Beliau ditanya lagi, apakah berkurang? Beliau menjawab: Ya, sampai tidak tersisa sedikitpun [4]. Demikian juga Imam Ahmad bin Hambal ditanya tentang hal serupa dan menjawab: Bertambah sampai mencapai lebih tinggi dari langit yang tujuh, dan berkurang sampai menjadi paling rendah dari bumi yang ketujuh.[5]

IMAG0032

KURMA DI HALAMAN MASJID AL FAJR BANDUNG
FOTO : HA ROZAK ABUHASAN

4. Pohon kurma tidak dapat tumbuh di sembarang tanah. Bahkan hanya tumbuh di tanah tertentu yang subur saja. Pohon kurma di sebagian tempat tidak tumbuh sama sekali. Di sebagian lainnya tumbuh, namun tak berbuah dan di sebagian lain tumbuh berbuah, tetapi sedikit buahnya. Sehingga tidak semua tanah cocok untuk pohon kurma.

kurma8  Demikian juga iman, ia tidak kokoh pada semua hati. Dia hanya akan kokoh di hati orang yang diberi oleh Allah berupa hidayah dan lapang dada menerimanya. Sehingga pantaslah bila Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَثَلُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ مِنْ الْهُدَى وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ الْغَيْثِ الْكَثِيرِ أَصَابَ أَرْضًا فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّةٌ قَبِلَتْ الْمَاءَ فَأَنْبَتَتْ الْكَلَأَ وَالْعُشْبَ الْكَثِيرَ وَكَانَتْ مِنْهَا أَجَادِبُ أَمْسَكَتْ الْمَاءَ فَنَفَعَ اللَّهُ بِهَا النَّاسَ فَشَرِبُوا وَسَقَوْا وَزَرَعُوا وَأَصَابَتْ مِنْهَا طَائِفَةً أُخْرَى إِنَّمَا هِيَ قِيعَانٌ لَا تُمْسِكُ مَاءً وَلَا تُنْبِتُ كَلَأً فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِي دِينِ اللَّهِ وَنَفَعَهُ فَعَلِمَ وَعَلَّمَ وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللَّهِ الَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ

Permisalan petunjuk dan ilmu yang aku dapatkan dari Allah, ialah seperti permisalan air hujan yang deras menimpa bumi. Ada diantara tanah bumi itu naqiyah, menerima air lalu menumbuhkan rumput dan tumbuhan yang banyak. Ada juga ajadib, menampung air, lalu Allah memberikan manfaat kepada manusia dengannya. Mereka minum, mengambil dan bercocok tanam. Air hujan ini juga menimpa sejenis tanah lain, yaitu qi’an, yang tidak menerima air dan tidak menumbuhkan rumputan. Demikian itulah permisalan orang yang berilmu (faqih) dalam agama dan mengambil manfaat darinya. Ia mengetahui dan mengajarkannya dan permisalan orang yang tidak perduli sama sekali dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku bawa.[Mutafaqun ‘Alaihi]

IMAG00325. Pohon kurma tidak dapat bercampur dengan tumbuhan pengganggu dan tumbuhan asing yang bukan jenisnya. Karena dapat mengganggu menghambat pertumbuhannya, serta mengganggunya dalam menyerap air. Oleh karena itu diperlukan perawatan khusus dan intensif dari pemiliknya.

Demikian juga seorang mukmin, bisa mendapatkan hal-hal yang dapat melemahkan iman dan keyakinannya. Juga dapat berhadapan dengan perkara yang dapat mendesak iman dari hatinya. Oleh karena itu, setiap waktu harus introspeksi (muhasabah) dan bersungguh-sungguh dalam menjaganya. Juga selalu berusaha menghilangkan segala sesuatu yang mengotorinya, seperti: was-was, mengikuti hawa nafsu dan lain-lain. Allah berfirman.

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. [Al Ankabut:69].

kurma126. Pohon kurma memberikan hasilnya setiap waktu, sebagaimana firman Allah:

تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا

Pohon itu memberikan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Rabbnya. [Ibrahim:24-25]

Buah pohon ini dimakan pada waktu siang dan malam, baik pada musim dingin atau musim panas. Dimakan dalam bentuk kurma (tamar) atau busr atau ruthab [6]. Demikian juga seorang mukmin, amal mereka naik pada pagi dan sore hari.

Rabi’ bin Anas menyatakan,“Makna firmanNya كُلَّ حِينٍ ialah setiap pagi dan sore hari. Karena buah kurma selalu dapat dimakan pada waktu malam dan siang, baik musim dingin maupun panas, baik berupa kurma, busr atau ruthab. Demikian juga amalan seorang mukmin, naik pada pagi dan sore harinya.” [7]

Ibnu Jarir Ath Thabari menyatakan dalam tafsir ayat ini: Menurutku, pendapat yang rajih, ialah pendapat yang menyatakan, makna (كُلَّ حِينٍ) dalam ayat ini ialah pagi dan sore, setiap saat. Karena Allah -setiap saat- menjadikan hasil pohon ini dari buahnya untuk perumpamaan amalan dan perkataan seorang mukmin. Padahal sudah pasti, amalan dan perkataan baik seorang mukmin diangkat kepada Allah setiap hari, bukan setiap setahun atau setengah tahun atau dua bulan sekali.

Jika demikian, maka jelaslah kebenaran pendapat ini. Jika ada yang bertanya: Pohon kurma mana yang setiap saat menghasilkan buah yang dimakan pada musim panas dan dingin? Jawabnya: Adapun pada musim dingin, maka thal’ (mayang kurma) ialah buahnya. Dan pada musim panas, maka balkh, busr, ruthab dan kurma ialah buahnya. Jadi semuanya merupakan buahnya.[Tafsir Thabari 8/210]

kurma107. Semua bagian dari pohon korma memiliki barakah. Semuanya dapat dimanfaatkan. Demikian juga seorang mukmin, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جُلُوسٌ إِذَا أُتِيَ بِجُمَّارِ نَخْلَةٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ الشَّجَرِ لَمَا بَرَكَتُهُ كَبَرَكَةِ الْمُسْلِمِ فَظَنَنْتُ أَنَّهُ يَعْنِي النَّخْلَةَ فَأَرَدْتُ أَنْ أَقُولَ هِيَ النَّخْلَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ثُمَّ الْتَفَتُّ فَإِذَا أَنَا عَاشِرُ عَشَرَةٍ أَنَا أَحْدَثُهُمْ فَسَكَتُّ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هِيَ النَّخْلَةُ

Dari Abdillah bin Umar, ia berkata,“Ketika kami duduk-duduk di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba diberikan jamar (jantung kurma). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata,’Sesunggunya terdapat satu pohon, barokahnya seperti barokah seorang muslim’.” Lalu aku menerka, itu adalah pohon kurma. Lalu aku ingin sampaikan, ia adalah pohon kurma, wahai Rasulullah.

Kemudian aku menengok dan mendapatkan aku orang kesepuluh dan paling kecil. Lalu aku diam. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,“Ia adalah pohon kurma.”[Bukhari dalam Shahihnya 3/444]

Ibnu Hajar berkata,“Barakah pohon kurma ada pada semua bagiannya, senantiasa ada dalam setiap keadaannya. Dari mulai tumbuh sampai kering, dimakan semua jenis buahnya. Kemudian, setelah itu seluruh bagian pohon ini dapat diambil manfaatnya, sampai-sampai bijinya digunakan sebagai makanan ternak. Demikian juga serabutnya dapat dijadikan sebagai tali, serta yang lainnya pun demikian. Hal ini sudah jelas. Demikian juga barakah seorang muslim, meliputi seluruh keadaannya. Juga manfaatnya terus- menerus ada untuknya dan untuk orang lain sampai setelah meninggalnya.” [Fathul Bari I/145-146]

kurma48. Pohon kurma disifatkan oleh Rasulullah لَا يَسْقُطُ وَرَقُهَا . Sisi persamaannya dengan muslim dijelaskan dalam riwayat Al Harits bin Abi Usamah dari hadits Ibnu Umar, dari periwayatan yang lainnya dengan lafadz:

كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ إِنَّ مَثَلَ الْمؤْمِنِ كَمَثَلِ الشَجَرَةِ لَا تَسْقُطُ لَهَا أَنْمُلُةٌ أَتَدْرُوْنَ مَا هِيَ قَالُوا لاَ قَالَ هِيَ النَّخْلَةُ لَا تَسْقُطُ لَهَا أَنْمُلُةٌ وَ لَا تَسْقُطُ لِمُؤْمِنٍ دَعْوَةٌ

Pada satu hari kami berada bersama Rasulullah, lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya permisalan seorang mukmin seperti permisalan pohon yang tidak gugur daunnya. Tahukah kalian pohon apa itu?” Mereka berkata,“Tidak,” Lalu beliau menjawab,“Ia adalah pohon korma, tidak gugur daunnya dan seorang mukmin tidak gugur do’anya.” [Lihat Fathul Bari 1/145]

Jadi jelaslah sisi persamaan antara keduanya. Dimaklumi, bahwa do’a telah disyariatkan dan dijanjikan akan dikabulkan, sebagaiman firman Allah:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Rabbmu berfirman,”Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” [Al Mukmin:60]

Akan tetapi, ingatlah! Do’a akan dikabulkan dengan kesempurnaan syarat dan tidak adanya penghalang. Terkadang tidak dikabulkannya do’a dikarenakan tidak terpenuhi sebagian syaratnya atau keberadaan sebagian penghalangnya. Adabnya yang paling penting ialah kehadiran hati, pengharapan terkabulnya do’a dan tekad (azam) dalam masalah tersebut. [Jami Al-Ulum Wal Hikam 368]

Ibnul Qayim memberikan makna lain terhadap hadits ini dengan menyatakan, bahwa hal ini menunjukkan konsistensi pohon kurma menjadikannya sebagai pakaian dan perhiasan; sehingga tidak gugur pada musim dingin dan panas. Demikian juga seorang mukmin, senantiasa konsisten memakai pakaian ketakwaandan perhiasannya sehingga menghadap Rabbnya. [Miftah Daris Sa’adah 1/116]

kurma69. Pohon kurma disifatkan dalam ayat dengan thayibah (baik). Meliputi pemandangannya, gambar dan bentuknya. Juga meliputi dalam rasa, buah dan manfaatnya. Demikian juga seorang mukmin, memiliki sifat baik dalam segala urusan dan keadaannya, dzahir ataupun bathin. Oleh kerena itu, ketika kaum mukminin masuk surga langsung disambut para malaikat penjaganya dengan menyatakan:

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا حَتَّى إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلاَمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabbnya dibawa ke surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya,”Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya.” [Az Zumar:73]

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلاَئِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلاَمٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka),”Salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.” [An Nahl:32].

إِنَّ اللهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ أمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ وَهُدُوا إِلَى الطَّيِّبِ مِنَ الْقَوْلِ وَهُدُوا إِلَى صِرَاطِ الْحَمِيدِ

Sesungguhnya Allah mamasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang shalih ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera. Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji. [Al Hajj:23-24]

kurma1410. Pohon kurma disifatkan dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

إِنَّ مَثَلَ الْمؤْمِنِ كَمَثَلِ النَّخْلَةِ ماَ أَخَذْتَ مِنْ شَيْئٍ نَفَعَكَ

Sesungguhnya permisalan mukmin seperti pohon korma. Apapun kamu mengambil sesuatu darinya, niscaya bermanfaat bagimu. [8]

Pohon kurma seluruhnya bermanfaat. Demikian juga semestinya seorang mukmin, ketika bergaul dengan teman dan sekitarnya. Tidak ditampakkannya, kecuali akhlak mulia, adab budi pekerti luhur, muamalah yang baik, memeberikan kebaikan dan tidak mengganggu mereka. Selalu memberikan manfaat dalam seluruh pergaulannya.

11. Pohon kurma memiliki perbedaan mencolok, satu dengan lainnya. Perbedaan dalam bentuk, jenis dan buahnya. Pohon kurma tidak hanya satu macam tingkat dalam kebagusan dan kwalitas, sebagaimana firman Allah.

وَفِي اْلأَرْضِ قِطَعٌ مُّتَجَاوِرَاتٌ وَجَنَّاتٌ مِّنْ أَعْنَابٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَى بِمَآءٍ وَاحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ فِي اْلأُكُلِ إِنَّ فِي ذلِكَ لأيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir. [Ar Ra’d:4].

Kurma Masjid Al-Fajr Bandung. Foto oleh A. Rozak Abuhasan

Kurma Masjid Al-Fajr Bandung. Foto oleh A. Rozak Abuhasan

Demikianlah pohon kurma, berbeda dalam rasa, bentuk dan jenisnya. Sebagiannya lebih baik dari sebagian yang lainnya. Demikian juga keadaan kaum mukminin, memiliki bertingkat-tingkat keimanannya dan tidak satu tingkat dalam iman. Allah berfirman:

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللهِ ذلِكَ هُوَالْفَضْلُ الْكَبِيرُ

Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih diantara hamba-hamba Kami, lalu diantara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan diantara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu itu adalah karunia yang amat besar. [Fathir:32].

kurma1912. Pohon kurma termasuk pohon yang paling sabar menghadapi terpaan dan badai angin. Terkadang angin hanya menerpanya dan terkadang menggulungnya. Kebanyakan tumbuhan tidak mampu bertahan dari kekeringan air, seperti kesabaran pohon korma. Demikian juga seorang mukmin, selalu sabar dalam menghadapi bala, mala petaka dan musibah. Pada seorang mukmin telah terkumpul kesabaran dengan ketiga jenisnya. Yaitu sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar dari kemaksiatan dan sabar menghadapi takdir yang menyedihkan. Allah berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ اْلأَمْوَالِ وَاْلأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ الَّذِينَ إِذَآ أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا للهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ أُوْلآئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتُُ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُوْلآئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,”Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. [Al Baqarah:155-157]

قُلْ يَاعِبَادِ الَّذِينَ أمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَاحَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Katakanlah:”Hai hamba-hambaKu yang beriman, bertakwalah kepada Rabbmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas. [Az Zumar:10]

kurma813. Semakin tua, pohon korma semakin bertambah baik dan tinggi kwalitasnya. Demikian juga seorang mukmin -jika panjang usianya- maka, bertambah kebaikan dan amal shalihnya.

Imam At Tirmidzi meriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Busr, beliau berkata:

أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ خَيْرُ النَّاسِ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ

Seoranga A’rabi bertanya kepada Rasulullah,“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang terbaik?” Rasulullah n menjawab,“Orang yang panjang umur dan baik amalannya.” [Sunan Tirmidzi 4/565 dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 2/271]

kurma714. Pohon kurma tidak pernah berhenti memberi manfaat, walaupun gagal berbuah. Manusia dapat mengambil pelepah, daun dan serabutnya untuk berbagai keperluan. Demikian juga seorang mukmin, tidak pernah lepas dari kebaikan. Selalu memberikan kebaikan dan terjaga dari berbuat keburukan, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِكُمْ مِنْ شَرِّكُمْ قَالَ فَسَكَتُوا فَقَالَ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَقَالَ رَجُلٌ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنَا بِخَيْرِنَا مِنْ شَرِّنَا قَالَ خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ وَشَرُّكُمْ مَنْ لَا يُرْجَى خَيْرُهُ وَلَا يُؤْمَنُ شَرُّهُ

Maukah kalian aku beritahu orang terbaik dari yang terjelek dari kalian? Lalu beliau mengulanginya tiga kali. Lalu seorang bertanya,“Wahai Rasulullah, beritahulah kami tentang orang terbaik dari terjelek dari kami.” Rasulullah menjawab,“Orang terbaik dari kalian ialah orang yang diharapkan kebaikannya dan aman dari kejelekannya, dan orang terjelek ialah orang yang tidak diharapkan kebaikannya dan manusia tidak aman dari kejelekannya.” [9]

Imam Ikrimah menafsirkan firman Allah كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ dengan menyatakan,“Dialah pohon korma yang senantiasa memberi manfaat.” [Disampaikan Ath-Thabari 8/205]

Demikian juga seorang mukmin, senantiasa memberi manfaat sesuai dengan bagian dan kekuatan imannya.

kurma1315. Pohon korma mudah dipetik buahnya. Karena pohon korma terkadang pendek, sehingga mudah memetiknya dan terkadang tinggi besar. Walaupun besar masih mudah memanjatnya dibanding memanjat pohon lain yang tingginya sama. Karena pada pohon korma terdapat tangga dan tempat memijak sampai ke atas. Demikian juga seorang mukmin, mudah mengambil kebaikan darinya.

16. Buah kurma, termasuk buah yang paling bermanfaat. Ruthabnya dimakan sebagai buah-buahan dan manis. Juga kurma yang telah kering, menjadi makanan pokok, lauk dan buah. darinya juga dapat dihasilkan cuka dan pemanis. Selain itu juga dibuat sebagai obat dan minuman. Manfaatnya sudah cukup jelas bagi yang menggunakannya. Demikian juga mukmin, memiliki keumuman manfaat dan berbagai kebaikan dan kebagusannya.

Buah kurma memiliki rasa manis dan iman pun memiliki rasa manis yang tidak dapat dirasakannya, kecuali orang yang memiliki iman yang benar. Oleh karena itu Rasululah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

Tiga perkara, jika seseorang memilikinya, niscaya merasakan manisnya iman. (Yaitu) menjadikan Allah dan RasulNya lebih dicintai dari yang lainnya, dan mencintai seseorang hanya karena Allah, serta benci untuk kembali kepada kekufuran, sebagaimana benci dilemparkan ke dalam api. [Mutafaqun Alaihi]

Imam Abu Muhammad bin Abi Jamrah menyatakan,“Diibaratkan dengan rasa manis dalam hadits ini, karena Allah menyerupakan iman dengan pohon dalam firmanNya:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ

Kalimat dalam ayat ini ialah kalimat ikhlas, dan pohonnya ialah pokok iman, cabangnya ialah mengikuti perintah dan menjauhi larangan. Adapun daunnya ialah kebaikan yang diperhatikan seorang mukmin, buahnya ialah ketaatan.” [Lihat Fathul Bari 1/60]

kurma1717. Adanya kesamaan sifat pohon korma dengan sifat mukmin, sehingga Ibnul Qayyim menyatakan,“Sebagian orang ada yang telah menyamakan manfaat-manfaat ini (manfaat pohon korma) dengan sifat muslim. Mereka menjadikan setiap manfaat darinya dihadapkan dengan satu sifat muslim. Ketika sampai pada duri pohon kurma, maka dihadapkan kepada sifat keras dan tegas terhadap musuh Allah dan orang fajir. Sehingga kekerasan dan ketegasan terhadap mereka (para musuh tersebut), seperti kedudukan duri pohon korma, dan sikap mereka terhadap mukmin yang takwa seperti kedudukan ruthab yang manis dan lembut. Allah berfirman:

أَشِدَّآءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ

Kkeras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. [Al Fath:29]. [Miftah Dari Sa’adah 1/120-121]

Oleh karena itu, para ulama yang terkenal keras dan tegas dalam membantah orang-orang bathil dinamakan duri di leher mereka.

Demikianlah diantara kesamaan yang ada. Para pensyarah hadits ini memberikan beberapa kesamaan yang lainnya. Namun semuanya lemah dan sebagiannya bathil. Imam Ibnu Hajar telah meringkasnya dalam kitab Fathul Bari dengan menyatakan,“Adapun orang yang menganggap letak persamaan antara muslim dengan pohon korma dari sisi ‘jika dipotong kepalanya ia akan mati’, atau karena ‘pohon korma tidak berbuah tanpa perkawinan’ atau ‘ia mati dengan ditenggelamkan’ atau ‘bau putik sarinya seperti mani manusia’ atau ‘ia minum dari bagian atasnya’. Semua penyamaan seperti ini lemah. Karena sisi penyamaan tersebut diperuntukan terhadap seluruh manusia, tidak khusus kepada muslim. Yang lebih lemah lagi ialah pernyataan, bahwa pohon korma diciptakan dari tanah sisa penciptaan Adam. Karena hadits yang menunjukkannya tidak shahih. Wallahu a’lam.” [Miftah Dari Sa’adah 1/147]

Kurma Masjid Al Fajr Bandung Foto: HA ROZAK ABUHASAN

Kurma Masjid Al Fajr Bandung
Foto: HA ROZAK ABUHASAN

Dengan demikian telah kita ketahui, iman ialah pohon mubarakah yang memiliki manfaat dan faidah besar. Iman memiliki tempat khusus dalam penanamannya, siramannya, juga memiliki pokok, cabang dan buah. Tempatnya ialah hati seorang mukmin, siramannya ialah wahyu dan pokoknya ialah rukun iman yang enam. Sedangkan cabangnya ialah amal shalih dan bermacam ketaatan yang dilakukan seorang mukmin. Adapun buahnya ialah semua kebaikan dan kebahagiaan yang dirasakan seorang mukmin di dunia dan akhirat. Inilah diantara buah dan hasil iman. Wallahu a’lam bis shawab.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun VII/1424H/2003M Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]

kurma7______

Footnote
[1]. Lihat makalah Syaikh Abdirrozaaq, Al ‘Abad dalam majalah Al Jami’ah Al Islamiyah, edisi 107 tahun 29, 1418-1419 hal. 205.
[2]. Dibawakan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 1/147.
[3]. Sisi kesamaan ini diambil dan disadur dari makalah yang berjudul Tammulat Fi Mumatsalatul Mukmin Bin Nahlah, tulisan Syaikh Dr. Abdurrazaq bin Abdilmuhsin Al ‘Abad dalam majalah Al Jami’ah Al Islamiyah, edisi 107 tahun 29, 1418-1419 hal 209-221 dengan penambahan dan pengurangan.
[4]. Diriwayatkan oleh Allalika’i dalam Syarah Ushul I’tiqad 5/959
[5]. Dibawakan oleh Abu Ya’la dalam Thabaqatul Hanabilah 1/259
[6]. Busr ialah kurma yang belum matang menjadi ruthab. Sedangkan ruthab ialah kurma matang yang masih belum meleleh atau mengeras.
[7]. Disampaikan oleh Al Baghawi dalam tafsirnya 3/33
[8]. Ath-Thabari, Mu’

Kurma Masjid Al Fajr Bandung Foto oleh HA ROZAK ABUHASAN

Kurma Masjid Al Fajr Bandung
Foto oleh HA ROZAK ABUHASAN

http://almanhaj.or.id/content/3031/slash/0

Navigasi tulisan

Satu pemikiran pada “Mukmin Dan Pohon Kurma”

Posted by H.A. ROZAK ABUHASAN – SERITANJUNG PALEMBANG

BUKTI KA`BAH SEBAGAI PUSAT BUMI

Bukti Ka’bah Sebagai Pusat Bumi

http://islamterbuktibenar.net/?pg=articles&article=16089

by ۩۞۩ – 15LAM T3RBUKT1 B3NAR – ۩۞۩ on Wednesday, , February 29, 2012 at 12:14pm ·

422929_338139329561087_144410028934019_921091_1076536533_n

 

السلام عليكم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله

الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد

 

QS.5 Al-Maa’idah:97. Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat bagi manusia,,,

 

Bayangkan, jika kita berada di masa ayat ini diturunkan, tentu kita sama sekali tidak menyangka bahwa Ka’bah memang benar-benar sebagai pusat bumi. Dan mungkin saja beberapa diantara kita tidak percaya, namun kini semua itu terbukti baik dari segi geografi maupun dari segi astronomi.

 

Bukti yang tidak terbantahkan sama sekali, dan inilah salah satu sebab mengapa Qur’an disebut sebagai mukjizat terbesar dan sepanjang masa. Mukjizat ayat-ayatnya masih dapat kita lihat hingga detik ini.

 

417693_338142782894075_144410028934019_921111_381449444_n

Sebuah Kitab yg mengaku dari ALLAH, harus berani dihadapkan dengan segala macam soalan, segala zaman, segala segi, segala sisi, dari sudut manapun & harus sepanjang zaman.

 

Dari segi Sastra, matematika, astronomi, sains, tata negara, muamalat, ekonomi, Kode-kode angka, jumlah surah, jumlah ayat, jumlah kalimat, jumlah huruf, segala ilmu, segala abad, sejak penciptaan alam semesta, masa lalu, masa kini, masa depan, sehingga masa kiamat & kehidupan setelah kiamat sekalipun

 

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. 4 An-Nisaa’:82

 

Lalu, bukti apa saja yang menjadikan Ka’bah sebagai pusat bumi ini?

 

Bukti Pertama:

Sudah sejak 1000 tahun terakhir, sejumlah matematikawan dan astronom Muslim seperti Biruni telah melakukan perhitungan yang tepat untuk menentukan arah kiblat dari berbagai tempat di dunia. Seluruhnya setuju bahwa setiap tahun ada dua hari dimana matahari berada tepat di atas Ka’bah, dan arah bayangan matahari dimanapun di dunia pasti mengarah ke Kiblat. Peristiwa tersebut terjadi setiap tanggal 28 Mei pukul 9.18 GMT (16.18 WIB) dan 16 Juli jam 9.27 GMT (16.27 WIB) untuk tahun biasa. Sedang kalau tahun kabisat, tanggal tersebut dimajukan satu hari, dengan jam yang sama.

 

425176_338205549554465_835238599_n

Pada saat-saat waktu diatas, ialah sangat tepat sekali jika digunakan untuk mengkoreksi kiblat di setiap masjid di daerah2 lain. Kita hanya tinggal mengikuti bayangan pada waktu yang telah ditentukan seperti diatas. Maka tidak perlu lagi susah-susah menentukan arah kiblat yang benar.

 

Tentu saja pada waktu tersebut hanya separuh dari bumi yang mendapat sinar matahari. Selain itu terdapat 2 hari lain dimana matahari tepat di “balik” Ka’bah (antipoda), dimana bayangan matahari pada waktu tersebut juga mengarah ke Ka’bah. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 28 November 21.09 GMT (4.09 WIB) dan 16 Januari jam 21.29 GMT (4.29 WIB)

 

Bukti Ke dua:

Astronout Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari Planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

 

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ???”

 

Para Astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada masalah tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

 

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus.

 

Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

 

Radiasi dari Ka’bah ini tak dapat diketahui tanpa pesawat antariksa abad 20, membuktikan jika Qur’an ialah berasal dari ALLAH, & bukti Qur’an mukjizat sepanjang masa. Kerana banyak ayat yang baru dapat dibuktikan oleh peralatan terakhir, zaman terakhir.

 

423518_338199002888453_144410028934019_921333_337953451_n

Bukti ke tiga:

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

 

Itulah sebabnya kenapa jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

 

Hal ini telah dibuktikan dengan medan magnet bumi diberbagai kota di belahan dunia barat & timur. Magnet bumi memiliki nilai sekian derajat barat dan sekian derajat timur. Daerah yang tepat memiliki nilai NOL / KOSONG ialah tepat pada kabah seperti gambar dari artikel ini.

 

425774_338222529552767_144410028934019_921412_1692189641_n

Perhatikan gambar diatas yang didukung oleh satelit, survey magnet, dan lainnya. Daerah mekah termasuk daerah dengan medan magnet nol hingga 10 derajat, dan memang daerah ini terdapat di timur sekitar indonesia dan juga di barat sekitar Panama dan samudra Pasifik. Namun jika dicermati, maka akan jelas sekali bahwa pusatnya adalah di saudi, sebab area sebelah barat mencekung melingkar menjauhi  saudi. Begitu pula daerah Indonesia, menggembung menjauhi saudi. Sedangkan saudi sendiri cenderung melingkar jelas berikut medan-medan magnet yang lebih besar di sekitarnya. SUBHANALLAH !!!

 428576_338205759554444_144410028934019_921351_1594171489_n

 

Dari gambar diatas dapat dilihat dengan jelas bahwa pengambilan besar medan kekuatan magnet bumi di berbagai tempat di amerika utara, amerika selatan, kutub selatan dan australia, menunjukkan bahwa titik pusat pertemuannya adalah di MEKKAH. ALLAAHU AKBAR !!!

 

Dan dari gambar ini dapat dilihat pula bahwa pengambilan besar medan kekuatan magnet bumi dari Inggris, Afrika Barat dan Afrika selatan, maka menghasilkan bahwa titik pusat pertemuannya juga ialah di MEKKAH. MASYA ALLAAAHHH !!!

 

Bukti ke empat:

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

 

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam. ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877) “

 

Bukti ke lima:

Mekkah ialah GOLDEN RASIO bumi ini, tentu yang pernah belajar Matematika, pastinya pernah mendengar nama Fibonacci. Dia adalah seorang ahli matematika yang hidup pada abad pertengahan di Aljazair. Semasa kecilnya pernah berguru kepada seorang ahli matematika Muslim, hingga akhirnya Fibonacci membawa ilmu Golden Ratio yang mengguncangkan Eropa dan dunia. Golden Ratio benar-benar terobosan ilmu pengetahuan yang mencengangkan.

 419331_338146479560372_144410028934019_921128_393936961_n

Anda dapat melihat bukti-bukti ilmiah luar biasa dari misteri yang tetap tersembunyi di Kota Suci Mekkah Selama Ribuan Tahun. Mekkah ditetapkan sebagai arah bersujud, tempat konvensi miliaran umat Islam dan kota suci bagi umat Islam. Orang-orang Muslim, yang sanggup, disunahkan untuk pergi melakukan perjalanan melalui Ka’bah, Muzdelife dan Arafat dan untuk berkumpul di kota suci.

 

Phi Konstan-1,618, jumlah Nilai unggulan matematika. Allah – Sang Pencipta selalu menggunakan nomor yang sama dalam berbagai peristiwa di alam semesta, dalam pulse hati kita, rasio aspek spiral DNA, di desain khusus yang disebut alam semesta dodecehadron, dalam aturan array daun tanaman yang disebut phylotaxy, dalam bentuk serpihan salju, kristal, dalam struktur spiral banyak galaksi. Sang Pencipta menggunakan nilai yang sama, Golden Ratio – 1,618 ….

Nilai Rasio ini juga digunakan untuk desain arsitektur, bahkan Piramida di Mesir. Kepler astronom terkenal, Mendefinisikan Angka ini sebagai Penemuan yang Terbaik. Banyak pelukis terkenal, insinyur dan arsitek, seperti Leonardo Da Vinci, telah menggunakan rasio ini dalam karya seni mereka selama ratusan tahun.

424996_338149682893385_144410028934019_921132_1605612950_n

Proporsi jarak antara Mekah – Kutub Utara dengan jarak antara Mekah – Kutub Selatan adalah persis 1,618 yang merupakan Golden Ratio. Selain itu, proporsi jarak antara Kutub Selatan dan Mekah dengan jarak antara kedua kutub adalah lagi 1,618 unit.

 

Keajaiban belum selesai The Golden Ratio Point of the World adalah di kota Mekkah menurut peta lintang dan bujur yang merupakan penentu umum manusia untuk lokasi.

 

 65706_338207279554292_144410028934019_921373_1309625470_n

Proporsi jarak Timur – Barat Mekah adalah 1,618 unit. Selain itu, proporsi jarak dari Mekah ke garis titik balik matahari dari sisi barat dan perimeter garis lintang dunia pada saat itu juga mengejutkan sama dengan Golden Ratio – 1,618 unit. The Golden Ratio Point of the World selalu dalam batas kota Mekkah, di dalam Daerah Suci yang meliputi Ka’bah menurut semua sistem pemetaan kilometrical meskipun variasi kecil dalam perkiraan mereka.

 

Golden Ratio Mekkah yang tertulis jelas dalam Al Qur’an

 

Hubungan antara Kota Mekah dan Golden Ratio jelas terukir dalam Surah Ali Imran’s (bagian dari Al Qur’an) ayat 96.

 

QS.3 Ali ‘Imran:96. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (ibadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia

 

404901_338207399554280_144410028934019_921375_2127980668_n 

Jumlah total semua huruf dari ayat ini adalah 47. Menghitung Golden Ratio dari total surat, kata Mekkah tersirat : 47/1.618 = 29,0. Terdapat 29 surat-surat dari awal sampai ayat kata, Makkah seperti dalam peta dunia. Jika hanya satu kata atau huruf yang hilang, rasio ini tidak pernah bisa dipakai. Dengan tanpa batas, kita telah melakukan proses yang sama yang kita laksanakan pada peta dunia dan menyaksikan koherensi mulia sejumlah surat yang mengungkapkan hubungan antara Mekah dan Golden Ratio.

 

 

420794_338207146220972_1574851461_nPakar astronomi ITB Moedji Raharto, pun angkat bicara dan menyaranakan untuk waktu dekat dijadikan jam hijriah. Meski didukung dengan bukti-bukti ilmiah yang nyata, usaha seluruh muslim untuk menggeser pusat waktu dunia ke Makkah memang bukan perkara mudah. Hal yang bisa dilakukan sekarang adalah dengan menjadikan jam raksasa tersebut sebagai acuan waktu hijriah.

 

…”Sekarang kan baru ada penanggalan hijriah, kenapa tidak dibuat saja semacam penyatuan waktu untuk jam hijriah,” kata astronom ITB Moedji Raharto…

 

“Sekarang kan baru ada penanggalan hijriah, kenapa tidak dibuat saja semacam penyatuan waktu untuk jam hijriah,” kata astronom ITB Moedji Raharto.

 

Masalahnya ialah negara-negara lain yang terlanjur menggunakan acuan waktu di wilayah tenggara London tersebut akan melakukan penyesuaian besar-besaran. Belum lagi dari kaum kafirun dan kaum munafiqun yang TIDAK AKAN PERNAH MENGAKUI APAPUN YANG BERBAU ISLAM MESKI DIDUKUNG OLEH BUKTI-BUKTI NYATA, SUDAH PASTI MEREKA AKAN MENGABARKAN BAHWA BERITA INI BOHONG, HOAX, ATAU MENCIPTAKAN BUKTI-BUKTI PALSU YANG MENOLAK KEBENARAN.

 

 422057_338217766219910_144410028934019_921408_67221112_n

Nah, alternatif lain yang bisa dilakukan oleh seluruh muslim adalah menjadikan menara kedua terbesar di dunia tersebut sebagai simbol Islam selain Ka’bah. Tujuannya, lebih ke arah penyatuan semangat emosional umat muslim di seluruh dunia. “Barangkali itu bisa lebih pada penyatuan umat muslim dan sebagai simbol selain haji. Begitu kita lihat jam itu, kita bisa melihat Makkah bagaimana,” jelasnya.

 

DAN KITA PATUT BERBANGGA KARENA DISAMPING DIDUKUNG BUKTI ILMIAH YANG LEBIH BANYAK LAGI, MAKA MENARA JAM YANG ADA DI DEKAT KA’BAH SEKARANG INI IALAH MENARA JAM TERBESAR DI DUNIA, BAHKAN BESARNYA LEBIH BESAR ENAM KALI DIBANDING JAM BIG BEN DI LONDON.

 

 

420790_338205992887754_144410028934019_921352_930604709_nMenara jam ini berbentuk kubus empat sisi. Diameter jam mencapai 40 meter, mengalahkan jam terbesar sebelumnya yang menjadi atap Cevahir Mall di Turki dengan diameter 35 meter. Waktu yang digunakan oleh jam tersebut adalah Arabia Standard Time, tiga jam lebih dulu jika dibandingkan dengan GMT.

 

Sejak 125 tahun lalu, GMT telah disepakati sebagai wilayah yang dijadikan ukuran awal waktu dunia karena dilalui titik nol derajat. Penentuan titik ini penting untuk mempermudah ukuran waktu perjalanan dan komunikasi antar-negara.

 

Secara bukti-bukti ilmiah baik dari geografis maupun astronomis, Makkah dianggap lebih tepat sebagai episentrum dunia. Kota suci umat muslim tersebut diklaim sebagai wilayah tanpa kekuatan magnetik oleh peneliti Mesir seperti Abdel-Baset al-Sayyed. Artinya, jarum kompas tidak bergerak saat di Makkah.

 431315_338216492886704_144410028934019_921406_1431270764_n

Qs.3:20 Kewajiban kamu hanyalah menyampaikan ❤♡

Qs.42:48 Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan

Qs.16:82 Kewajiban yang dibebankan atasmu hanyalah menyampaikan

 

Sampaikanlah dariku meski cuma 1 ayat. HR.Muslim – Bukhari

Mari klik share / bagikan disini: http://www.on.fb.me/zI5zDS

 

Tahukah saudara jika dakwah menyampaikan kebenaran Islam PADA SEMUA ORANG bukan cuma tugas ustadz tapi KEWAJIBAN SETIAP MUSLIM?

 

http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/420617_338143799560640_144410028934019_921114_109121842_n.jpg

APAKAH SAUDARA INGIN TAHU LEBIH JAUH MENGAPA HARUS SUJUD DAN KENAPA HARUS MENGHADAP KIBLAT???

 

Saudara dapat membacanya disini:

http://www.islamterbuktibenar.net/?pg=articles&article=11140

Salahuddin Al-Ayyubi

sahabatnabi

Salahuddin Ayyubi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

(Dialihkan dari Shalahuddin Al-Ayyubi)

Langsung ke: navigasi, cari

Salahuddin Al-Ayyubi

SultanMesir dan Syria

caption

Lukisan artistik Shalahuddin

Memerintah

1174 M. – 4 Maret1193 M.

Dinobatkan

1174 M.

Nama lengkap

Salah al-Din Yusuf Ibn Ayyub

Lahir

1138 M. di Tikrit, Iraq

Meninggal

4 Maret1193 M. di Damaskus, Syria

Dimakamkan

Masjid Umayyah, Damaskus, Syria

Pendahulu

Nuruddin Zengi

Pengganti

Al-Aziz

Dinasti

Ayyubiyyah

Ayah

Najmuddin Ayyub

Untuk kegunaan lain dari Salahuddin, lihat Sultan Salahuddin.

Salahuddin Ayyubi atau Saladin atau Salah ad-Din (Bahasa Arab: صلاح الدين الأيوبي, Kurdi: صلاح الدین ایوبی) (Sho-lah-huud-din al-ay-yu-bi) (c. 11384 Maret1193) adalah seorang jendral dan pejuang muslim Kurdi dari Tikrit (daerah utara Irak saat ini). Ia mendirikan Dinasti Ayyubiyyah di Mesir, Suriah, sebagian Yaman, Irak, MekkahHejaz dan Diyar Bakr. Salahuddin terkenal di dunia Muslim dan Kristen karena kepemimpinan, kekuatan militer, dan sifatnya yang ksatria dan pengampun pada saat ia berperang melawan tentara salib. Sultan Salahuddin Al Ayyubi juga adalah seorang ulama. Ia memberikan catatan kaki dan berbagai macam penjelasan dalam kitab haditsAbu Dawud

Daftar isi

[sembunyikan]

Latar belakang

Shalahuddin Al-Ayyubi berasal dari bangsa Kurdi[1] . Ayahnya Najmuddin Ayyub dan pamannya Asaduddin Syirkuh hijrah (migrasi) meninggalkan kampung halamannya dekat Danau Fan dan pindah ke daerah Tikrit (Irak). Shalahuddin lahir di benteng Tikrit, Irak tahun 532 H/1137 M, ketika ayahnya menjadi penguasa Seljuk di Tikrit. Saat itu, baik ayah maupun pamannya mengabdi kepada Imaduddin Zanky, gubernur Seljuk untuk kota Mousul, Irak. Ketika Imaduddin berhasil merebut wilayah Balbek, Lebanon tahun 534 H/1139 M, Najmuddin Ayyub (ayah Shalahuddin) diangkat menjadi gubernur Balbek dan menjadi pembantu dekat Raja SuriahNuruddin Mahmud. Selama di Balbek inilah, Shalahuddin mengisi masa mudanya dengan menekuni teknik perang, strategi, maupun politik. Setelah itu, Shalahuddin melanjutkan pendidikannya di Damaskus untuk mempelajari teologi Sunni selama sepuluh tahun, dalam lingkungan istana Nuruddin. Pada tahun 1169, Shalahudin diangkat menjadi seorang wazir (konselor).

Di sana, dia mewarisi peranan sulit mempertahankan Mesir melawan penyerbuan dari Kerajaan Latin Jerusalem di bawah pimpinan Amalrik I. Posisi ia awalnya menegangkan. Tidak ada seorangpun menyangka dia bisa bertahan lama di Mesir yang pada saat itu banyak mengalami perubahan pemerintahan di beberapa tahun belakangan oleh karena silsilah panjang anak khalifah mendapat perlawanan dari wazirnya. Sebagai pemimpin dari prajurit asing Syria, dia juga tidak memiliki kontrol dari Prajurit Shiah Mesir, yang dipimpin oleh seseorang yang tidak diketahui atau seorang Khalifah yang lemah bernama Al-Adid. Ketika sang Khalifah meninggal bulan September 1171, Saladin mendapat pengumuman Imam dengan nama Al-Mustadi, kaum Sunni, dan yang paling penting, Abbasid Khalifah di Baghdad, ketika upacara sebelum Shalat Jumat, dan kekuatan kewenangan dengan mudah memecat garis keturunan lama. Sekarang Saladin menguasai Mesir, tapi secara resmi bertindak sebagai wakil dari Nuruddin, yang sesuai dengan adat kebiasaan mengenal Khalifah dari Abbasid. Saladin merevitalisasi perekonomian Mesir, mengorganisir ulang kekuatan militer, dan mengikuti nasihat ayahnya, menghindari konflik apapun dengan Nuruddin, tuannya yang resmi, sesudah dia menjadi pemimpin asli Mesir. Dia menunggu sampai kematian Nuruddin sebelum memulai beberapa tindakan militer yang serius: Pertama melawan wilayah Muslim yang lebih kecil, lalu mengarahkan mereka melawan para prajurit salib.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e3/Ayyubid.png/250px-Ayyubid.png

http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png

Timur Tengah (1190 M.). Wilayah kekuasaan Shalahuddin (warna merah); Wilayah yang direbut kembali dari pasukan salib 1187-1189 (warna pink). Warna hijau terang menandakan wilayah pasukan salib yang masih bertahan sampai meninggalnya Shalahuddin

Dengan kematian Nuruddin (1174) dia menerima gelar Sultan di Mesir. Disana dia memproklamasikan kemerdekaan dari kaum Seljuk, dan dia terbukti sebagai penemu dari dinasti Ayyubid dan mengembalikan ajaran Sunni ke Mesir. Dia memperlebar wilayah dia ke sebelah barat di maghreb, dan ketika paman dia pergi ke Nil untuk mendamaikan beberapa pemberontakan dari bekas pendukung Fatimid, dia lalu melanjutkan ke Laut Merah untuk menaklukan Yaman. Dia juga disebut Waliullah yang artinya teman Allah bagi kaum muslim Sunni.

Aun 559-564 H/ 1164-1168 M. Sejak itu Asaduddin, pamannya diangkat menjadi Perdana Menteri Khilafah Fathimiyah. Setelah pamnnya meninggal, jabatan Perdana Menteri dipercayakan Khalifah kepada Shalahuddin Al-Ayyubi.

Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil mematahkan serangan Tentara Salib dan pasukan Romawi Bizantium yang melancarkan Perang Salib kedua terhadap Mesir. Sultan Nuruddin memerintahkan Shalahuddin mengambil kekuasaan dari tangan Khilafah Fathimiyah dan mengembalikan kepada Khilafah Abbasiyah di Baghdad mulai tahun 567 H/1171 M (September). Setelah Khalifah Al-‘Adid, khalifah Fathimiyah terakhir meninggal maka kekuasaan sepenuhnya di tangan Shalahuddin Al-Ayyubi.

Sultan Nuruddin meninggal tahun 659 H/1174 M, Damaskus diserahkan kepada puteranya yang masih kecil Sultan Salih Ismail didampingi seorang wali. Dibawah seorang wali terjadi perebutan kekuasaan diantara putera-putera Nuruddin dan wilayah kekuasaan Nurruddin menjadi terpecah-pecah. Shalahuddin Al-Ayyubi pergi ke Damaskus untuk membereskan keadaan, tetapi ia mendapat perlawanan dari pengikut Nuruddin yang tidak menginginkan persatuan. Akhirnya Shalahuddin Al-Ayyubi melawannya dan menyatakan diri sebagai raja untuk wilayah Mesir dan Syam pada tahun 571 H/1176 M dan berhasil memperluas wilayahnya hingga Mousul, Irak bagian utara.

Naik ke kekuasaan

Di kemudian hari Saladin menjadi wazir pada 1169, dan menerima tugas sulit mempertahankan Mesir dari serangan Raja Latin Yerusalem, khususnya Amalric I. Kedudukannya cukup sulit pada awalnya, sedikit orang yang beranggapan ia akan berada cukup lama di Mesir mengingat sebelumnya telah banyak terjadi pergantian pergantian kekuasaan dalam beberapa tahun terakhir disebabkan bentrok yang terjadi antar anak-anak Kalifah untuk posisi wazir. Sebagai pemimpin dari pasukan asing Suriah, dia juga tidak memiliki kekuasaan atas pasukan Syi’ahMesir yang masih berada di bawah Khalifah yang lemah, Al-Adid.

KHUTBAH JUMAT BERAGAMA ISLAM SECARA KAFFAH

Wakil Gubernur Bengkulu, H M Syamlan Lc. (ANTARa/Emye)KHUTBAH JUMAT  BERAGAMA ISLAM SECARA KAFFAH

Judul Asli :  KHUTBAH IDUL FITRI BERAGAMA ISLAM SECARA TOTALITAS

Oleh : Muhammad Syamlan Lc

Wakil Gubernur Bengkulu

http://www.eramuslim.com/khutbah-jumat/beragama-islam-secara-totalitas.htm#.Uf4EpazfiSp

Di edit ulang untuk khutbah Jum`at oleh :

H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

https://arozakabuhasan.wordpress.com/

20130816 BERAGAMA ISLAM SECARA KAFFAH

KHUTBAH PERTAMA

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
   اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد  وَعَلَى آلِهِ وَصَحـْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.

إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ  وَلاَتَمُوْتُونَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

أَمَّا بَعْدُ؛

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Ilahi Robbi yang telah memberikan limpahan kenikmatan yang tidak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita; kenikmatan yang tidak mungkin bagi kita untuk menghitung-hitungnya; Kita bersyukur atas segala Karunia-Nya terutama nikmat Iman, Nikmat Islam, nikmat Rezeki dan Kesehatan serta kesempatan beribadah dalam bulan Ramadhan sampai hari ini.

Sholawat serta salam semoga Allah curahkan selalu kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW., kepada keluarga dan sahabatnya serta kepada kita dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman., Amin Ya Robbal Alamin.

 

Kaligrafi_UnikJamaah sekalian Rohimakumullah

Kita merasakan betapa Ramadhan cepat berlalu. Kenangan yang begitu sangat indah cepat sekali berakhir. Kita tak menyangka Ramadhan berlalu secepat ini. Mungkin diantara kita sekarang baru sadar bahwa kita belum begitu banyak beribadah di bulan Ramadhan ini. Banyak amalan dan waktu yang kita sia-siakan. Kebanyakan kita bersemangat di awal lalu melemah di akhir.

Kini kita sadar bahwa Ramadhan telah pergi, dan tak mungkin diulang kembali lagi. Kecuali, tahun yang akan datang. Sementara kita belum tentu masih hidup.

Ma’asyiral Muslimin, rahimakumullah. Meskipun kita belum tentu bertemu lagi dengan bulan Ramadhan yad., yang pasti sekarang masih ada waktu. Allah mengarahkan ketika kita sudah menyelesaikan suatu urusan maka kita harus segera mengerjakan urusan lain.

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ  وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmu, hendaknya kamu berharap.” (Asy-Syarh: 7-8).

Mari kita mohon ampun kepada Allah atas segala kekurangan, kesalahan dan kekhilafan. Semoga ibadah dan kebajikan yang sudah kita lakukan dengan baik hendaknya tetap kita lakukan. Kita jaga nilai-nilainya sehingga mewarnai kehidupan kita bersama.

Jangan sampai terjadi, semuanya berakhir bersamaan dengan berakhirnya bulan Ramadhan.

Allah memerintahkan kepada kita semua, orang-orang yang beriman, agar memeluk Islam itu secara kaaffah. Totalitas. Tetap beribadah kepada-Nya secara utuh di setiap waktu dan keadaan.

Allah membenci orang yang beragama setengah-setengah. Beragama secara parsialilitas itu adalah salah satu dari cara Syetan menyesatkan kita.

Allah Swt. berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman, masuk Islamlah kamu secara kaaffah (totalitas), dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Al-Baqarah: 208)

Logo Al-Quran - Islam Yang BahagiaBeragama Islam secara kaffah (totalitas) paling tidak mencakup empat hal.

Pertama, kaaffah dalam pengertian keseluruhan ajaran Islam. Islam adalah pedoman hidup yang lengkap dan sempurna. Allah berikan kepada kita untuk mengatur keseluruhan aspek kehidupan. Oleh karena itu, maka kita harus menerima dan mengamalkan seluruh ajaran Islam. Tidak boleh kita ambil setengah-setengah. Salah satu ajarannya kita amalkan, sementara ajarannya yang lain kita buang.

Banyak orang yang ketika shalat menggunakan tata aturan Islam, tapi sayang ketika berjual beli tidak mau diatur Islam. Ada juga yang saat berpuasa konsisten dengan tata aturan Islam; tidak makan, tidak minum dan tidak berdusta, tapi saat berpolitik tak mau berpegang teguh dengan ajaran Islam sehingga bermain culas, lalu korupsi dan suka berbohong. Banyak yang punya anggapan ini masalah politik, bukan masalah agama. Seakan-akan kalau berpolitik lalu boleh berdusta dan culas.

Padahal Islam sesungguhnya sebagaimana mengatur tentang shalat dan puasa juga mengatur tentang dagang dan mengatur urusan negara. Islam sebagaimana mengatur tentang keimanan dan ibadah, juga mengatur tentang hukum dan tata cara berbusana. Pendek kata, Islam itu mengatur manusia dari bangun tidur hingga tidur lagi bahkan saat tidur. Mengatur manusia dari lahir hingga menguburnya saat mati. Islam mengatur mulai dari masuk kamar mandi hingga mengatur bangsa dan negara bahkan dunia.

Kita sudah lama dicekoki dengan ajaran sesat sekularisme, yang memisahkan antara urusan dunia dan akhirat, yang memisahkan antara urusan negara dan agama.

Perlu ditegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan oleh Allah adalah agar kita jadikan pedoman hidup. Kita amalkan semua ajarannya. Bukan sekedar kita baca untuk mencari pahala, sementara tata aturannya kita tinggalkan. Kita ambil mana yang kita suka dan kita buang mana yang kita tak suka.

Sungguh, Allah mengecam berat terhadap orang-orang yang beragama secara parsial.

Apakah kamu beriman kepada sebagian isi Al Kitab dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian dari kamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” (Al-Baqarah: 85).

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah. Kalau hari ini kita merasakan kehinaan, krisis dan bencana yang menimpa kita ummat Islam, maka harus kita sadari karena kita tidak mengamalkan ajaran Islam secara kaffah/totalitas.

Bangsa Indonesia, negara kita yang tercinta ini, merdeka dari penjajahan portugis, Belanda, Jepang, dll  yang diproklmirkan 17 Agustus 1945 adalah jelas berkat rahmat Allah yang maha kuasa.

Tapi sungguh sangat miris, tak lama setelah Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan, hingga saat ini, hukum penjajah yang masih kita pegang teguh untuk mengatur negara ini, sementara hukum dan tata aturan Allah kita jauhkan.

Marilah kita segera sadar, kalau ingin selamat dunia akhirat, dan menjadi bangsa dan negara yang kuat, maju, adil dan makmur, tak ada pilihan lain kecuali harus mengamalkan ajaran Islam secara lengkap dan totalitas, dalam seluruh lini kehidupan.

KaligrafiIslam_AllahbmpAllah berfirman:

“Pegang teguhlah Shibghah (tata aturan) Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghah (tata aturan) nya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.” (Al-Baqarah: 138)

Ma’asyiral Muslimiin rahimakumullah.

Yang kedua, kaaffah (totalitas) dalam pengertian tempat.

Artinya, kita harus mengamalkan ajaran Islam di mana pun kita berada. Karena Islam diturunkan oleh Allah untuk semua manusia di seluruh kolong jagat ini.

Ada yang punya pandangan bahwa Indonesia bukan Arab, maka tak bisa diatur dengan Islam. “Beda dengan Arab,” kata mereka. Ini adalah pandangan yang sangat keliru. Bumi Arab adalah Allah penciptanya, dan bumi Indonesia adalah sama, Allah penciptanya. Dan, memang bumi ini secara keseluruhan di mana saja adalah Allah Penciptanya.

Maka seyogianya siapa saja yang tak mau diatur oleh Allah hendaknya tidak berada di bumi yang diciptakan oleh Allah.

Allah berfirman:

“Hai kaum jin dan manusia, jika kamu bisa menembus (keluar) dari penjuru langit dan bumi, maka keluarlah. Kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.” (QS. Ar-Rahman: 33).

 

Ada di antara kita yang saat berada di kota Madinah atau Makkah tunduk dan patuh kepada aturan Islam, rajin ke masjid, berdoa dan menangis beristighfar dan bertaubat, tapi sayang tidak lagi seperti itu bila sudah pulang ke kampung halaman.

Ini berarti tidak kaaffah secara tempat. Apakah kita mengira Allah itu ada hanya di Makkah dan Madinah, dan tidak ada Allah bila sudah di Bandung  atau di Jakarta atau dimanapun?!

Perlu kita sadari, sebagai orang beriman, bahwa Allah melihat kita di mana saja kita berada. Di Arab dilihat Allah, maka di Amerika, Eropa, Mesir, Cina, Indonesia dan dimana saja juga sama dilihat Allah. Tidak ada tempat di muka bumi ini, sejengkal pun, yang manusia luput dari pengetahuan dan penglihatan Allah Swt.

Yang ketiga, kaaffah (totalitas) dalam pengertian keseluruhan waktu.

Artinya, kita harus berislam, tunduk dan patuh kepada Allah kapan saja. Pagi maupun sore. Siang atau malam. Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at dan Sabtu.

Ada di antara kita ke Masjid kalau hari Jum’at saja. Padahal kita dipanggil oleh Allah lima kali dalam setiap hari. Bahkan ada yang hanya ‘Idul Adha dan ‘Idul Fithri saja. Termasuk banyak di antara kita yang rajin ibadah hanya di bulan Ramadhan saja. Setelah bulan Ramadhan, selesai semuanya.

Banyak artis dan penyiar TV memakai jilbab saat Ramadhan, tapi setelah Ramadhan dibuka kembali. Seakan-akan Allah hanya ada di bulan Ramadhan dan tak ada lagi di bulan-bulan yang lainya. Ini berarti tidak kaaffah.

Yang keempat, kaaffah dalam pengertian keseluruhan keadaan. Artinya, kita harus berislam, tunduk dan patuh kepada Allah baik dalam kondisi gembira atau susah, lapang atau sempit, sehat atau sakit, suka atau duka.

Ada orang yang ketika sehat rajin shalat, tapi ketika sakit tidak lagi. Atau sebaliknya, ketika sakit rajin shalat dan berdzikir serta berdoa, tapi ketika sehat lupa kepada Allah. Ketika miskin rajin ke Masjid, tapi ketika sudah kaya dan jadi pejabat tak lagi ke masjid.

Tunjukan kami jalan lurusAllah berfirman:

dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi[980]; Maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam Keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang[981]. rugilah ia di dunia dan di akhirat. yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. (Al-Hajj 22:11)

 

[980] Maksudnya: tidak dengan penuh keyakinan.

[981] Maksudnya: kembali kafir lagi.

Nabi bersabda:

تَعَرَّفْ إِلى اللهِ فيِ الرَّخاءِ يَعْرِفْكَ فيِ الشِّدَةِ

“Ingatlah kamu saat senang, niscaya Allah mengingatmu saat susah.” (Hr. Thabrani)

 

Ma’asyiral Muslimiin rahimakumullah.

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaaffah (totalitas),”

Kita dipanggil agar ketika kita telah menyatakan diri sebagai orang yang beriman maka kita harus benar-benar menerima dan mengamalkan keseluruhan dari ajaran Islam di mana pun, kapan pun dan dalam kondisi apa pun.

Selanjutnya kita pun diingatkan:

“Dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan.Sesungguhnhya Syetan itu musuh yang nyata bagi kamu.”

Syetan itu sangat licik, dan memiliki seribu satu cara untuk menyesatkan manusia. Syetan itu menyesatkan, tapi bisa datang dengan seakan-akan memberi nasehat (al-A’raf: 21). Syetan juga biasa mengubah nama sesuatu yang buruk dengan nama yang baik. Pohon larangan yang dilarang oleh Allah, dinamakan oleh Iblis sebagai syajarah khuldi yang berati pohon keabadian (Thaha: 120, Al-A’raf: 20).

Syetan juga bisa menyulap sesuatu yang buruk tampak baik dan yang baik tampak buruk, yang diperintah terasa berat dan yang dilarang terasa ringan. (Al-Hijr:39).

Disamping itu syetan akan menggoda manusia dari seluruh penjuru. Dari depan, dari belakang, samping kanan dan kiri. (Al-A’raf: 17).

Syetan itu adalah musuh yang sangat nyata bagi kita. Dalam ayat yang lain Allah berfirman:

“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongan (partai) nya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Faathir: 6)

Mari kita jadikan Syetan sebagai musuh kita bersama.

Syetan pun mempunyai partai, maka hendaknya kita semua berhati-hati. Syetan itu selalu kampanye setiap hari bahkan setiap detik. Tidak hanya lima tahun sekali. Dan, kini Syetan-Syetan itu pun telah dilepas kembali setelah diikat selama bulan Ramadhan.

Mari kita buktikan, bahwa kita bisa mengalahkan syetan bukan hanya saat syetan diikat, yaitu di bulan Ramadhan. Kita harus juga bisa mengalahkan syetan meski telah dilepas yaitu di luar bulan Ramadhan.

Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya. Dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan (benar-benar) beragama Islam.” (Ali Imran: 102) 

 

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

KHUTBAH KEDUA

 

اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ:

Mari kita berdo`a, memohon kepada Allah Swt.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَناَ وَلِوَالِدِيْناَ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمينَ وَالْمُسْلِماتِ اَلأَحْياَءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami,dosa kedua orang tua kami, guru-guru kami, dan saudara-saudara kami, kaum Muslimin semua, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat.

Ya Allah, hanya kepada-Mu, kami mengabdi. Hanya kepada-Mu, kami shalat dan sujud. Hanya kepada-Mu, kami menuju dan tunduk. Kami mengharapkan rahmat dan kasih sayang-Mu. Kami takut adzab-Mu, karena adzab-Mu sangat pedih.

Ya Allah persatukanlah kami kaum Muslimin, untuk mengamalkan dan menegakkan Agama-Mu. Dan, karuniakanlah kepada kami keberkahan dari langit dan bumi.

 

1Ka'bahYa Allah,  lindungi kami, masyarakat kami, dan anak-anak kami dari berbuat dosa dan godaan Syetan.

Ya Allah, tolonglah kami dan saudara-saudara kami yang sedang dilanda kesedihan, dan musibah, kesulitan,serta yang sakit   Lindungi kami dan mereka semua dengan Rahmat Kasih saying-Mu. Sembuhkan yang sakit. dan lindungi mereka yang ditimpah musibah.

Anugerahkan kebahagiaan kepada kami dan kepada mereka. Siramilah kami dan mereka dengan rizki yang melimpah dari sisi- Mu yang penuh berkah.  Ya Allah, padukanlah jiwa-jiwa ini sebagai hamba-hamba-Mu yang beriman dan bertaqwa, lepaskanlah dan jauhkanlah dari kami penguasa-penguasa zhalim, fasik, dan kafir.

Anugerahkan kepada kami pemimpin-pemimpin yang beriman dan bertakwa, jujur dan amanah, yang menjadikan Kitab-Mu sebagai landasan kepemimpinannya, menerapkan Syariat-Mu, dan membawa kami ke jalan yang benar, jalan yang Engkau ridhai.

Ya Allah, selamatkanlah kami, anak-anak kami, keluarga kami, daerah kami, negeri kami, dan umat kami dari badai krisis, fitnah, bencana, dan dosa yang membinasakan.

Ya Allah, janganlah Engkau goyangkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk dan tetapkankan hati kami di atas agama-Mu.

Ya Allah, jadikanlah hari terbaik kami sebagai hari pertemuan kami dengan-Mu, jadikanlah amal terbaik kami sebagai pamungkasnya, dan jadikan usia terbaik kami sebagai akhir ajal kami.

Ya Allah, limpahkanlah rahmat, ampunan, dan hidayah-Mu kepada kami semuanya.

رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ, وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله وصحبه أجمعين, سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ  وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ

وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ  وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ, يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ     وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

 Assalamualaikum Wr. Wb.

 

 Judul Asli :  KHUTBAH IDUL FITRI BERAGAMA ISLAM SECARA TOTALITAS

http://www.eramuslim.com/khutbah-jumat/beragama-islam-secara-totalitas.htm#.Uf4EpazfiSp

Wakil Gubernur Bengkulu, H M Syamlan Lc. (ANTARa/Emye)Muhammad Syamlan Lc

Di edit ulang untuk khutbah Jum`at oleh :

araH.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

https://arozakabuhasan.wordpress.com/

20130816 BERAGAMA ISLAM SECARA KAFFAH

 

DIHADAPAN ALLAH SWT [ RENUNGAN ]

Renungan

DIHADAPAN ALLAH SWT [ RENUNGAN ]

Bayangkanlah
dirimu berdiri di antara para makhluk, lalu anda dipanggil, “Manakah
gerangan fulan bin fulan? Mari bergegas ke hadapan Allah!” Engkau pun
menggigil ketakutan, kedua kaki dan seluruh tubuhmu gemetar ketakutan.

Raut wajahmu pun berubah dan dirimu diliputi kegelisahan, kebingungan
dan kerisauan yang hanya Allah-lah mengetahui (keadaanmu).

Bayangkanlah
dirimu berdiri di hadapan Sang Pencipta langit dan bumi, sementara
hati dan anggota tubuhmu ketakutan, dengan pandangan tertunduk lagi
hina.

Tangan anda memegang catatan amal yang berisikan
segala amalan anda yang rendah lagi hina. Anda pun membacanya dengan
lidah yang kelu dan hati yang kacau. Dirimu pun merasa malu terhadap
Zat yang senantiasa berbuat baik kepadamu dan selalu menutup aibmu

Bagaimanakah anda akan menjawab, ketika Dia bertanya kepadamu tentang suatu kesalahan yang merupakan dosa terbesarmu?

Bagaimanakah
anda akan berdiri di hadapan-Nya yang Maha Mengetahui kelakuanmu dan
sanggupkah engkau membayangkan pertemuan berhadapan di depan
Sinngasana-Nya? Bagaimana hati anda sanggup menahan perkataan Dari Robb
semesta Alam yang maha mulia serta berbagai pertanyaan dan teguran-Nya?

Bagaimana
jika Dia mengingatkan terhadap segala bentuk penentanganmu
terhadap-Nya, kemaksiatan yang anda lakukan, kurangnya perhatian
terhadap larangan dan pengawasan-Nya terhadap dirimu?

Bagaimana jika Dia mengingatkan akan lemahnya perhatianmu untuk menaati-Nya di dunia?

Apa yang akan anda katakan jika Dia bertanya kepadamu,

“Wahai hamba-Ku, mengapa engkau tidak Menyia-nyiakan Umurmu?!

Apakah Yang membuatmu merendahkan Seruan-seruan agar kau Bersujud kepada-Ku?!

Own Photograph

Own Photograph (Photo credit: Wikipedia)

Bukankah Aku telah berbuat baik dan memberikan limpahan karunia nikmat kehidupan kepadamu?!

Apakah kau tidak menggunakan akal dan fikiranmu Dalam memahami Ciptaan-Ku?

AMAL MA`RUF NAHI MUNKAR

alquran

Allah Ar-Rahman

Allah Ar-Rahman (Photo credit: biszign)

AMAL MA`RUF NAHI MUNKAR

Firman Allah QS.  Ali Imran 3: 104

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ
بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ
الْمُفْلِحُونَ

dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. 3:104)

[217] Ma’ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

ARA

Hidup adalah amanah dari Allah Swt.

WordPress.com Apps

Apps for any screen

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

SITUSARA situs ara

bersama membentengi akidah ummat

"masjid tanpa warna" MASJID AL-FAJR

Membentengi akidah sesuai Al-Quran dan Hadist

ARA-SILSILAH

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

ARA FOTO

a. rozak abuhasan

%d bloggers like this: