Monthly Archives: May 2011

MADAH WANITA SOLIHAH

Madah untuk Wanita Solehah
http://www.psas.edu.my/portal/articles.php?article_id=136

Wanita solehah itu aurat dijaga,
Pergaulan dipagari,
Sifat malu pengikat diri,
Seindah hiasan di dunia ini.
Keayuan wanita solehah itu,
Tak terletak pada kecantikan wajahnya,
Kemanisan wanita solehah,
Tak terletak pada kemanjaannya,
Daya penarik wanita solehah itu,
Bukan pada kemanisan bicaranya,
Yang bisa menggoncang iman para muslimin,
Dan bukan terletak pada kebijaksanaannya bermain lidah,
Memujuk rayu,
Bukan dan tidak sama sekali pada kepetahannya
Apatah lagi pada barang kemas atau perihal orang lain
Nafsu mengatakan wanita cantik pada paras rupa,
Yang indah bak permata yang menyeri alam,
Akal mengatakan wanita cantik atau kemajuan & kekebalannya dalam ilmu serta pandai dari segala aspek,
Hati menyatakan kecantikan wanita hanya pada akhlaknya,
Itupun seandainya hati itu bersih untuk menilai.
Wahai wanita,
Jangan dibangga kecantikan luaran,
Kerana suatu hari nanti ianya akan lapuk ditelan zaman,
Tetapi jaga dan peliharalah kecantikan dalaman,
Agar diri ini bersih & sentiasa mendapat rahmat Illahi.
Wahai wanita,
Jangan dibangga dengan ilmu duniawi yang kau kuasai,
Kerana ada lagi manusia yang lebih berpengetahuan darimu,
Wahai wanita,
Jangan pula berdukacita atas kekurangan dirimu,
Kerana ada lagi insan yang lebih malang darimu
Wahai wanita solehah,
Jangan dirisau akan jodohmu,
Kerana muslimin yang bijaksana itu tidak akan terpaut pada wanita yang hanya kerana kecantikannya,
Bersyukurlah di atas apa yang ada serta berusaha demi keluarga,bangsa,agama dan negara.
Salam perjuangan untuk sahabatku,
WANITA SOLEHAH.

Sumber : http://www.psas.edu.my/portal/articles.php?article_id=136
html: Madah untuk Wanita Solehah<a

Advertisements

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN “bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka”

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ(2)الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (QS. AL ANFAAL 8 :2)

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN “Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa”

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

8. Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Maidah 5 : 8)

BERTOLONG-TOLONGAN DALAM KEBAIKAN “Ya Allah, bantulah kami dalam berdzikir dan bersyukur serta beribadah kepada-Mu dengan baik”

اَللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ يَا حَيُّ يَا قَيّوْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

Ya Allah, bantulah kami dalam berdzikir dan bersyukur serta beribadah kepada-Mu dengan baik, wahai Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri, Pemilik segala keagungan dan kemuliaan. Amin Ya Allah Ya Robbal Alamin.

SITUS-ARA * MENUNDA BERARTI MENABUNG BEBAN

MENUNDA = MENABUNG BEBAN

MAKE UP WANITA SOLIHAH

MAKE UP WANITA SOLIHAH

Sarah VI 04 Mei jam 22:45 Balas • Laporkan

Agar wanita tampak lebih cantik dan menarik lakukanlah resep berikut ini :

1. Jadikanlah Ghodhdhul Bashor menundukkan pandangan sbg hiasan kedua matamu, niscaya matamu akan semakin bening dan jernih.

2. Oleskan lipstick kejujuran pada bibirmu, niscaya bibirmu semakin manis.

3. Gunakanlah pemerah pipimu dgn kosmetika yg terbuat dari rasa malu yg dijual di salon iman.

4. Pakailah sabun istighfar untuk menghilangkan semua dosa dan kesalahan yg kamu lakukan.

5. Rawatlah mahkota rambutmu dgn jilbab Islami yg berkhasiat menghilangkan ketombe “pandangan laki-laki asing yg membahayakan”.

6. Pakailah giwang kesopanan pada kedua belah telingmu.

7. Hiasilah kedua tanganmu dgn gelang tawadhu dan jari-jarimu dgn cincin ukhuwah

8. Sebaik-baik kalung yg harus kamu pakai adalah kalung kesucian.

Siapakah Wanita Sholihah Itu ?

Wanita sholihah adalah wanita yg cantik lahir dan bathin. Cantik bisa juga berarti indah.Sifat-sifat keindahan itu harus memenuhi kriteria Allah SWT. “Indah/cantik” menurut Allah berarti secara fisik/lahiriyah: darah, daging, dan tulang belulangnya bersih dari benda-benda haram. Sedang bathinnya bersih pula dari kotoran kejiwaan seperti iri, dengki, hasad, ujub, dan semua bentuk kesyirikan lain
Wanita sholehah adalah wanita yang telah mempercantik dirinya dengan Islam sesuai kriteria Allah yang mantap imannya dan bersungguh-sungguh untuk mencapai derajat dicintai dan mencintai. Islam mengukur kecantikan itu dari semua unsur. Baik lahiriyah maupun bathiniyah. Bathin wanita dikatakan cantik apabila di dalam fisiknya terdapat jiwa yang pasrah tunduk kepada semua ketentuan Allah dan Rosul-Nya. Meskipun secara lahiriyah wanita ini memiliki raut muka yg tdk begitu manis, hidung yg pesek, kulit yg hitam legam dan sorot mata yg tak menawan.

Kenapa Islam tidak meletakkan ukuran kecantikan pada raut muka, bentuk tubuh secara fisik ?Sebab pada dasarnya semua fisik yg dikembangkan dgn tanah/mani (saripati tanah) nanti akan kembali menjadi tanah, oleh karena itu dalam Islam kedudukan manusia adalah sama. Tidak ada yg membedakan manusia kecuali taqwanya kpd Allah Swt yg telah menciptakan manusia dgn sebaik-baik penciptaan. Dari itu bisa saja terjadi bagi mereka yg cacat fisiknya atau tdk menarik dinilai sbg seorang yg tercantik di dunia, tetapi tetap cantik dalam pandangan Allah Swt: karena dalam tubuhnya yg cacat itu bersemayam jiwa atau bathin yg cemerlang dan selalu dicuci dgn nur Ilahi.

Suatu kenyataan wanita-wanita di Afghanistan mendambakan suami mereka adalah dari kaum laki-laki yang mendapatkan cidera di medan tempur. Mereka mendambakan lelaki yg terpotong kaki atau tangannya akibat pecahan mortir berperang melawan musuh Allah.Mengapa wanita-wanita Afganistan bersikap seperti itu? Karena mereka mengiginkan lelaki yg bersih jiwanya dan telah teruji keimanannya dengan siap mempasrahkan jiwa raganya untuk Allah Swt yg mereka cintai.

Ketika mereka ditanya seorang wartawan: “Mengapa anda memilih orang yg cidera sbg teman hidup; bukankah anda menikah untuk mencari kesenangan? Mengapa anda menikah dgn orang yg tdk punya tangan atau kaki? Mereka menjawab:
“Kami pelihara dia di dunia untuk kami di akhirat”. Subhanallah

Sumber : Jadikan Facebook lebih bermanfaat untuk dunia dan akhiratmu

sekitar sebulan lalu · Hapus Kiriman

A Rozak Abuhasan
Subhanallah, demikian indah ajaran Islam.

KHUTBAH JUMAT MATERI ADAB MAJELIS

KHOTBAH JUMAT

MATERI
ADAB MAJLIS

SUMBER :
Situs http://www.alsofwah.or.id

Disadur oleh:

A. ROZAK ABUHASAN, MBA

ara
23 Agustus 2010
13 Ramadhan 1431H

بِسْمِ الله الرَّحمَنِ الرَّحِيْمِ
Assalamu`alaikum Wr.Wb.

KHOTBAH PERTAMA
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ وَصَحـْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.
اَيُّهَاالْحَاضِرُونَ رَحِمَكُمُ اللهُ.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
3:102
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا 4:1

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (59:18 )

Puji syukur, kita panjatkan kehadirat Ilahi Robbi yang telah mencurahkan nikmat karunia-Nya yang tiada terhingga dan tak pernah putus-putusnya sepanjang zaman kepada makhlukNya, baik berupa kesehatan, kesempatan sehingga saat ini kita kembali dapat bertemu dengan bulan Ramadhan serta dapat menunaikan kewajiban shalat Jumat. Shalawat dan salam semoga selalu dicurahkan – Nya pada junjungan kita nabi besar Muhammad Saw., beserta keluarganya, para sahabat serta kita dan para pengikutnya sampai akhir zaman.

Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah.
Marilah kita selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, sebab kita yakin bahwa dengan iman dan taqwa kepadaNya saja, akan dapat memberikan dorongan kepada kita menuju kearah perbaikan hidup dunia lahir batin dan dengan taqwa pula berarti kita mengharap-kan rahmat Allah untuk keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak.

ADAB MAJLIS
• Berilah izin salam atau mintalah izin kepada orang-orang yang di dalam majlis ketika masuk dan keluar dari majlis tersebut. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian sampai di suatu majlis, maka hendaklah memberi salam, lalu jika dilihat layak baginya duduk, maka hendaklah ia duduk. Kemudian jika bangkit (akan keluar) dari majlis hendaklah memberi salam pula. Bukanlah salam yang pertama lebih utama daripada yang kedua.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, dinilai shahih oleh Al-Albani).
• Duduklah di tempat yang masih tersisa. Jabir bin Samurah radhiallahu ‘anhu menuturkan, “Apabila kami datang kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam, maka masing-masing dari kami duduk di tempat yang masih tersedia di majlis.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani).
• Jangan menyuruh orang lain untuk pindah dari tempat duduknya kemudian anda mendudukinya, akan tetapi berlapang-lapanglah di dalam majlis. Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seseorang tidak boleh memerintah-kan orang lain pindah dari tempat duduknya lalu ia menggantikannya, akan tetapi berlapanglah dan perluaslah.” (Muttafaq ’alaih) . Firman Allah : Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. (QS.Al Mujadilah 58:11)
• Jangan duduk di tengah-tengah (lingkaran majlis) halaqah.
• Jangan duduk di antara dua orang yang sedang duduk kecuali seizin mereka.
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak halal bagi seseorang memisah di antara dua orang kecuali seizin keduanya.” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani).
• Jangan menempati tempat duduk orang lain yang keluar sementara waktu untuk suatu keperluan. Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seorang di antara kamu bangkit (keluar) dari tempat duduknya, kemudian kembali, maka ia lebih berhak menempatinya.” (HR. Muslim).
• Jangan berbisik berduaan dengan tidak melibatkan orang ke tiga.
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila kalian sedang bertiga, maka yang dua orang tidak boleh berbisik-bisik tanpa melibatkan yang ketiga sehingga kalian berbaur dengan orang banyak, karena hal tersebut dapat membuatnya sedih.” (Muttafaq ’alaih).
• Jangan banyak tertawa. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian memperba-nyak tawa, karena banyak tawa itu mematikan hati.” (HR. Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh Al-Albani).
• Jagalah pembicaraan yang terjadi di dalam forum (majlis). Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang membicarakan suatu pembicaraan, kemudian ia, maka itu adalah amanat.” (HR. At-Tirmidzi, dinilai hasan oleh Al-Albani) Amanah bagi yang ditoleh. Karena merupakan amanah, maka kita berusaha untuk mendengarkan dengan baik dan tidak berkata-kata, karena tidak saja akan mengganggu yang berbicara, tetapi juga mengangu pendengar lainnya.
• Jangan melakukan suatu perbuatan yang bertentangan dengan perasaan orang lain, seperti menguap, membuang ingus atau bersendawa di dalam majlis.
• Jangan memata-matai. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kamu mencari-cari atau memata-matai orang.” (Muttafaq ’alaih).
• Tutuplah majlis dengan do`a kaffarah majlis. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang duduk di dalam suatu majlis dan di majlis itu terjadi banyak gaduh, kemudian sebelum bubar dari majlis itu ia berdo’a,
سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan segala puji bagi-Mu; aku bersaksi bahwasanya tiada yang berhak disembah selain Engkau; aku memohon ampunan-Mu dan aku bertobat kepada-Mu,” “Melainkan Allah mengampuni apa yang terjadi di majlis itu baginya.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani). Utamakan duduk bersama orang-orang shalih dan fakir miskin muslimin. Allah berfirman yang artinya: “
“Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas”.(Al-Kahfi :28)
• Isilah majlis dengan ingat kepada Allah agar tidak bernilai kotor di sisi Allah dan kerugian (HR. Abu Daud)
• Jagalah kebersihan dan bau harum atau kesegaran ruangan. .
Bicaralah secara halus dan sopan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya, “Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’af-kanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. 3:159)

Penutup khotbah pertama
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَآئِرِالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ إِنَّهُ هُوَالْغَفُوْرُالرَّحِيْمُ
atau
أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ

Keterangan:
Khotib membaca Al Ikhlas ketika duduk diantara dua khotbah.

KHOTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ
لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ (7:43)
اَشْهَدُ اَنْ لآَاِلهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ
وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ:

Marilah kita memohon kepada Allah Swt.
اَللهُمَّ اغْفِرْلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
وَالْمُسْلِمِيْنَ وَلْمُسْلِمَات اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ.

Ya Allah Ya Ghofuur, janganlah Engkau biarkan kami satu dosa pun kecuali Engkau ampunkan, tiada kesusahan dalam diri kami kecuali Engkau lapangkan, tiada suatu hajat keperluan kami kecuali Engkau penuhi dan mudahkanlah segenap urusan kami dan lapangkanlah dada kami, terangilah hati kami dan sudahilah seluruh amal perbuatan kami dengan amal yang sholeh. Lindungi kami dari kejahatan yang bersembunyi di waktu malam dan siang hari. Dan kami bermohon kepada-Mu segala kebaikan baik yang cepat maupun lambat dan berikanlah kepada kami rahmat Mu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segenap yang pengasih.

رَبَّنَالاَتُزِغْ قُلُوْبَنَابَعْدَ اِذْهَدَ يْتَنَا وَهَبْ لَنَامِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ.
رَبَّنَاهَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَجَعَلْنَا لِلْمُتَّقِنَ اِمَامًا
رَبَّنآاَ اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الاخِرَةِحَسَنَةً وَقِنَاعَذَابَ النَّارِْ.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
AMIN YA ROBBAL ALAMIN.

Penutup khotbah kedua
عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ
وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

Assalamualaikum Wr. Wb.

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

ARA

Hidup adalah amanah dari Allah Swt.

WordPress.com Apps

Apps for any screen

syiah981

bersama masuk surga

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

SITUSARA situs ara

bersama membentengi akidah ummat

"masjid tanpa warna" MASJID AL-FAJR

Membentengi akidah sesuai Al-Quran dan Hadist

ARA-SILSILAH

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

%d bloggers like this: