Category Archives: KHUTBAH JUMAT

Khutbah Jumat Syaitan musuh yang nyata

Athian1Syaitan musuh yang nyata oleh : KH. Athian Ali M. Da`i , Lc, MA

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ
Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan, rezeki dan kesehatan kepada kita.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad Saw.
Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah
Firman Allah (QS Al Baqarah 2:166)
“Ingatlah (yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa (azab); dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.

Ayat diatas dipertegas apa yang tersirat dan tersurat pada ayat sebelumnya (ayat 165). Bahwa keberadaan sebagian manusia yang mengabdi kepada selain Allah hanya karena mengikuti orang-orang yang sesat dan menyesatkan tanpa didasari ilmu.
Pada ayat 166 mereka diingatkan bahwa orang-orang yang diikuti nanti di akhirat akan berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya.

Pada ayat ini Allah mengingatkan kepada orang-orang yang tersesat agar nanti diakhirat tidak berharap mendapatkan perlindungan dari Allah, bahwa mereka tidak bersalah dan bahwasanya yang bersalah adalah orang-orang yang menyesatkan, karena orang-orang yang menyesatkan kelak di akhirat nanti akan cuci tangan dengan menyatakan bahwa mereka tidak punya kuasa untuk menyesatkan orsng lsin.

Bahkan bukan hanya orang-orang penyesat (kafir) saja berlepas diri, tapi iblis laknatullah juga akan cuci tangan tatkala putusan hokum telah dilaksanakan.

Firman Allah (QS Ibrahim 14:22)
22. dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

Ayat ini mengisyaratkan bahwa setan melimpahkan kesalahan kepada orang-orang kafir dan orang-orang yang berbuat maksiat bahwa ketika di dunia ia tidak memiliki kekuasaan sedikitpun untuk menyesatkan; yang ia mampu lakukan hanyalah sekedar mengajak dan orang-orang sesat itu mengikuti ajakannya.

Allah Swt mengingatkan pernyataan dan pengakuan iblis sebagaimana QS Shaad 38:82-83
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ ﴿٨٢﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ ﴿٨٣﴾
82. iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, 83. kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka [1304].

[1304] Yang dimaksud dengan mukhlis ialah orang-orang yang telah diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah s.w.t.

Paling tidak ada 3 hal yang bisa kita petik hikmahnya di ayat ini:
1.Iblis sadar betul bahwa tanpa seizing Allah dirinya tidak punya kuasa apapun untuk menyesatkan manusia.
2.Iblis bertekad mau menjerumuskan semua manusia.
3.Iblis mengakui bahwa dirinya tidak bisa menyesatkan hamba-hamba-Nya Yang ikhlas beribadah kepada Allah.

Diujung ayat dinyatakan 2:166. (yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.

Hal ini menegaskan bahwa mereka yang menyesatkan dan disesatkan di akhirat nanti akan sama-sama melihat azab yang akan diterimanya, maka putuslah semua urusan sebab akibat yang terjadi di dunia. Putus semua hubungan pertalian antara yang menyesatkan dan yang disesatkan, masing-masing dihadapan Allah akan menanggung segala macam perbuatan yang telah diperbuatnya.

Pada ayat berikutnya QS Al Baqarah 2:167

وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا مِنَّا ۗ كَذَ‌ٰلِكَ يُرِيهِمُ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ ۖ وَمَا هُم بِخَارِجِينَ مِنَ النَّارِ ﴿١٦٧﴾

167. dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya Kami dapat kembali (ke dunia), pasti Kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.

Di ayat ini menggambarkan penyesalan yang tiada guna: “Seandainya Kami dapat kembali (ke dunia)”
أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ أَمَّا بَعْدُ

Jamaah shalat jum’at yang berbahagia.

Sedangkan pada ayat berikutnya (QS Al Baqarah 2:168) Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

168. Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Yang menarik dibalik perintah “makanlah yang halal lagi baik (thayyib)” disini tersirat bahwa tidak semua yang halal itu thayyib (baik). Contohnya bagi orang-orang yang secara medis mengidap penyakit tertentu, maka ada makanan yang termasuk halal tapi tidak thoyyib (baik) untuk dimakan.

Pada lanjutan ayat dinyatakan : dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan yang mengandung arti bahwa orang-orang yang mengikuti langkah-langkah setan berarti telah menjadi pengikutnya. Padahal Allah telah menegaskan di penghujung ayat: “karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu” jelas oleh Allah dinyatakan setan itu musuh yang nyata.

Dan Firman Allah QS Al Baqarah 2:169 : 169. Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.

Hati-hati jangan kita salah langkah, ingat sesungguhnya setan selalu berada disekeliling kita. Insya Allah dengan kita selalu ingat (dzikir) kepada Allah : kita merasakan benar-benar bahwa “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”
Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah.
Ya Allah, jadikan akhir hidup kami husnul khatimah.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

بَارَكََ اللهََ لِيْ وَ لََكُمْ فيِِ الْْقُرْآنِِ الْْعَظِيْمِْ وَن َفََعَنِيْ وَإِِيَاكُُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْْلآيَاتِ وَ الذِكْْرِِ الْْحَكِيْمِِ أَقُُوْلُ قََوْلـِيِْ هَذَا وَأسْتَغْفِْرُ اللهََ لِي وَ لََكًُمْ

Assalamu`alaikum Wr. Wb
* Dikutip dari Bulletin Majelis Ta`lim Forum Ulama Ummat Indonesia Edisi 11/Th.XII/1436H/2014 Sabtu 8 Muharam 1436H / 1 Nopember 2014M
Judul asli : Berlepas Diri

araDiedit ulang untuk Khutbah Jumat/Tausiyah
Oleh
H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

http://arasitusislam.com/ https://arozakabuhasan.wordpress.com/ http://arozakabuhasan.blogspot.com/

Ukhuwwah Islamiyah-Persaudaraan

Allah-5-250x205Ukhuwwah Islamiyah-Persaudaraan

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ
Kaum muslimin jamaah jumat rahimakumullah.
Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan, rezeki dan kesehatan kepada kita.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad Saw.
Jamaah shalat jum’at yang berbahagia.
Ayyuhal muslimun ! Bertakwa kepada Allah Subhanahu Wata’ala. “Dan perbaikilah hubungan diantara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang beriman.” (QS. Al-Anfal :1)
Hadirin rohimakumullah
Salah satu prinsip besar yang dibangun oleh Islam ialah prinsip ukhuwwah (persaudaraan) di antara sesama orang beriman.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
“Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara.” (QS. Al-Hujurat :10)
Jika hubungan persaudaraan yang ada di antara manusia sangat beraneka ragam menurut macam-macam tujuan dan maksudnya, maka hubungan persaudaraan yang paling kokoh talinya, paling mantap jalinannya, paling kuat ikatannya, dan paling setia kasih sayangnya ialah persaudaraan orang-orang mukmin.
Karena persaudaraan semacam ini tidak putus talinya, tidak akan berubah karena perubahan zaman, dan tidak akan berbeda karena perbedaan orang dan tempat.
Persaudaraan yang berlandaskan akidah dan iman, serta berdasarkan agama yang murni karena Rabb Yang Maha Esa senantiasa mampu mempersatukan umat Islam dari berbagai penjuru.
Inilah rahasia kekuatan dan kekokohannya. Inilah kunci keakraban yang ada di belahan bumi bagian timur maupun barat. Dan inilah yang membuat mereka menjadi satu kesatuan yang pilar-pilarnya sangat kuat dan bangunannya sangat kokoh. Sehingga badai topan pun tidak sanggup menggoyahkannya. Ia laksana bangunan yang dibangun dengan timah dan ibarat tubuh yang satu.
Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari Radiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullahu Shallallahu ‘Alaihi wasallam bersabda :
“Sesungguhnya orang mukmin bagi mukmin (lainnya) bagaikan bangunan yang satu sama lain saling menguatkan.” (Shahih Al-Bukhari, 481, dan Shahih Muslim, 2585 ). Dan beliau pun menyilangkan jari-jemarinya,” kata Abu Musa.
Sementara An-Nu’man bin Basyir Radiyallahu ‘Anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :
“Perumpamaan orang-orang beriman di dalam cinta dan kasih sayang mereka adalah seperti tubuh. Jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka anggota tubuh lainnya akan memberikan kesetiaan kepadanya dengan berdagang (susah tidur) dan demam.” (HR. Al-Bukhari, 6011 dan Muslim, 2587 )
Saudara-saudara sekalian !
Sesungguhnya ukhuwwah Islamiyah adalah ruh dari iman yang kuat dan inti dari pada perasaan yang meluap-luap yang dirasakan oleh seorang muslim terhadap saudara-saudaranya yang seakidah.
Dengan perasaan itu, maka hilanglah perbedaan kesukuan dan warna kulit, lenyaplah perbedaan ras, dan matilah fanatisme kebangsaan dan kesukuan. Sehingga yang ada hanyalah pondasi besar yang menjadi landasan berdirinya masyarakat Islam internasional yang dihimpun oleh satu tali dan dinaungi satu bendera, yakni bendera iman dan tali ukhuwwah Islamiyah.
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :
يَآأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لتعارفوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha0 Mengenal ” (QS. Al-Hujurat :13)
Saudara-saudara seiman dan seagama !
Di dalam masyarakat Islam yang berlandaskan akidah iman dan bertemu pada titik syi’ar Islam, persaudaraan akidah menggantikan persaudaraan nasab (darah), dan ikatan iman menggantikan ikatan-ikatan materi, kepentingan individu maupun ambisi pribadi. Di situ seorang mencintai saudara-saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri. Ia merasa sedih bila mereka sedih dan ia merasa senang bila mereka senang. Ia selalu berbagi suka dan duka bersama mereka.
Oleh karena itu Islam memberantas gejala-gejala egoisme dan mental suka mementingkan diri sendiri. Karena ia merupakan kecenderungan yang tercela dan bencana yang buruk yang diberantas oleh Islam serta diganti dengan rasa persaudaraan dan persahabatan.
Wahai umat Islam sekalian ! Di dalam sejarah kita mendapat banyak contoh nyata dan peristiwa yang tiada tara yang menggambarkan betapa kuatnya ikatan persaudaraan di antara sesama umat Islam.
Yang paling masyhur ialah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan kaum Anshar. Sehingga setiap orang Anshar memiliki saudara dari kalangan Muhajirin. Bahkan ada orang Anshar yang mengajak saudaranya dari kalangan Muhajirin ke rumahnya, kemudian ia menawarkan kepadanya untuk berbagi harta bendanya yang ada di rumahnya. Dan ia pun siap berbagi suka dengannya. Persaudaraan manakah di dunia ini yang bisa menandingi ukhuwwah Islamiyah tersebut ?
Kemudian apa yang terjadi setelah banyak umat Islam dikuasai hatinya oleh materi, peradaban yang palsu merajalela di mana-mana, dan dunia melompat dari tangan ke dalam hati, lalu bertemu dengan iman yang lemah dan pendidikan yang salah, dan melaju bersama kesenangan dan materi, lalu tunduk di hadapan tantangan yang menghadang ?
Yang terjadi setelah itu adalah ketegangan hubungan sosial di antara sesama karena sebab yang sangat sepele. Bahkan ketegangan itu pun terjadi diantara orang-orang yang memiliki hubungan dekat, baik hubungan nasab (keturunan), perkawinan, persahabatan maupun tetangga. Sehingga pertikaian merajalela, pertengkaran terjadi di mana-mana, perpecahan meluas, dan pemutusan hubungan menjadi-jadi.
Kondisi itu menyebabkan hilangnya kasih sayang dan kejernihan, menimbulkan perpecahan dan gugat-menggugat, lalu memicu timbulnya sikap egois dan mementingkan diri sendiri Hal itu dipicu oleh lemahnya ukhuwwah Islamiyah di antara umat Islam, bahkan diantara sesama anggota keluarga.
Misalnya, ada orang yang terlibat pertengkaran kecil dengan saudara kandungnya karena memperebutkan secuil harta. Lalu masalahnya menjadi pelik dan semakin besar. Para juru runding gagal mendamaikan mereka.
Masing-masing ngotot ingin menempuh jalur hukum dan mondar-mandir ke pengadilan hanya untuk melampiaskan dendam kepada saudaranya sendiri, gara-gara segenggam harta atau sejengkal tanah.
Bahkan ada orang yang tidak bertegur sapa dengan saudara kandungnya selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Subhanallah !
Mengapa semua ini bisa terjadi ? Seorang adik menggugat kakak kandungnya ke pengadilan !
Ada pula orang yang tidak pernah berkunjung ke rumah pamannya atau saudara sepupunya. Bahkan juga tidak pernah menghubunginya melalui telpon untuk sekedar basa-basi. Dan itu bisa bertahan selama bertahun-tahun.
Ada kawan dekat dan teman akrab yang bersahabat selama bertahun-tahun dalam suasana yang harmonis. Lalu tiba-tiba terjadi sedikit kesalah pahaman dan mendadak tali persahabatannya putus begitu saja, bahkan berubah menjadi permusuhan, dendam, dan buruk sangka.
Ada tetangga dekat yang dinding rumahnya berhimpitan dengan dinding rumah anda. Anda menyukainya dan dia pun menyukai anda. Anda suka berkunjung kerumahnya dan dia pun suka berkunjung ke rumah anda. Tiba-tiba anak-anak seperti biasa bertengkar, lalu para ibu ikut campur, teriakan membahana, dan para ayah yang berakal sehat pun terlibat.
Akibatnya, terjadi perang dahsyat di antara mereka. Kata-kata kotor meluncur, tangan diacung-acungkan, dan pihak berwenang pun ikut campur. Hasilnya, terputusnya hubungan secara permanen, permusuhan abadi dan caci maki di depan umum.
Bahkan tidak jarang mendorong seseorang untuk pindah rumah dan balas dendam.
Allahul musta’an ! Inikah umat yang bersatu ? Inikah ajaran Ukhuwwah Islamiyyah yang benar ? Cukuplah, wahai hamba-hamba Allah ! Hentikanlah permusuhan dan pertengkaran ! Awas, jangan sampai setan berhasil mengadu domba ! Berdamailah, wahai orang-orang yang berseteru !
Sambunglah hubungan, wahai orang-orang yang memutuskan hubungan ! Karena dampak buruk dari perseteruan dan pemutusan hubungan itu sangat besar, baik di dunia maupun di Akhirat. Tidaklah anda mendengar sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
“Tidak halal bagi seorang muslim menjauhi saudaranya (sesama muslim) lebih dari tiga malam (hari). Mereka berdua berjumpa lalu yang ini berpaling dan yang ini pun berpaling. Dan yang terbaik di antara mereka berdua adalah orang yang memulai mengucapkan salam.” (Shahih Al-Bukhari, 6077 dan Shahih Muslim, 2560 )
Atau sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam :
“Tolonglah saudaramu dalam posisi sebagai orang zhalim maupun korban kezhaliman.” (Shahih Al-Bukhari, 2443 )
“Amal manusia ditunjukkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis. Lalu orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni dosanya, kecuali orang yang memendam rasa permusuhan dengan saudaranya. Dia (Allah) berfirman : “Tinggalkan kedua orang ini sampai mereka berdamai.” (HR.Muslim dan lain-lain)
Di sisi lain, sejauh mana dukungan umat Islam dalam mewujudkan ukhuwwah Islamiyah ? Dalam arti, siapakah diantara kita yang mau melihat kondisi saudara-saudaranya dan keadaan tetangganya, terutama orang-orang yang miskin, lemah, tidak berdaya dan membutuhkan uluran tangan ? Maka siapa pun yang memiliki kelebihan uang, makanan atau pakaian hendaknya mencari saudara-saudaranya yang membutuhkan bantuan.

Wahai umat Islam ! Ketika mengingatkan tentang kewajiban membangun Ukhuwwah Islamiyyah, kita tidak boleh melupakan saudara-saudara kita yang seiman dan seakidah di berbagai belahan dunia. Kita semua berkewajiban memberikan bantuan, dukungan, doa, sumbangan, dan pertolongan kepada mereka. Lebih-lebih mereka yang tengah berjuang dengan tabah dan minoritas muslim yang tertindas di mana-mana. Mereka sangat membutuhkan dukungan, bantuan dan doa.

أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

Islam itu indah

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ أَمَّا بَعْدُ
Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah.
Ibadallah ! Bertakwalah kepada Allah SWT. Dan ketahuilah bahwa salah satu konsekuensi takwa adalah menunaikan hak-hak ukhuwwah Islamiyyah.
Maka mari kita berbuat untuk mencintai saudara-saudara kita yang seiman dan seagama sebagaimana anda mencintai diri kita sendiri.
Yahya Ar-Razi berkata : “Hendaknya setiap orang mukmin minimal mendapatkan tiga hal dari anda :
jika anda tidak bisa memberinya manfaat (keuntungan) maka jangan memberinya mudharat (kerugian),
jika anda tidak bisa membuatnya gembira maka jangan membuatnya bersedih, dan
jika anda tidak mau memujinya maka jangan mencelanya.”
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah !
Sesungguhnya menelantarkan seorang muslim adalah perkara besar yang bisa menyebabkan putusnya ukhuwwah Islamiyyah dan mendatangkan kehinaan dan kenistaan bagi semua orang. Dan umat Islam tidak mengalami kehinaan kecuali pada saat tali ukhuwwah Islamiyyah melemah, di saat seorang muslim enggan berhubungan dengan saudaranya. Sementara pada saat yang sama musuh-musuh Islam bersatu padu melawan umat Islam.
وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ إِلاَّ تَفْعَلُوهُ تَكُن فِتْنَةٌ فِي اْلأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ
“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka pelindung bagi sebagian yang lain. JIka kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. Al-Anfal :73)

Bertaubatlah wahai umat Islam, dari penyakit saling menjauhi, saling membantai, saling membenci, dan saling membelakangi. Bergeraklah menuju naungan cinta, perdamaian, tolong-menolong, persaudaraan dan keharmonisan, menggapai kebaikan yang di harapkan, dunia dan Akhirat.
Ketahuilah bahwa yang terbaik di antara mereka yang bertikai itu adalah yang memulai menyambung hubungan dan mengucapkan salam.

YA ALLAH ANUGERAHKAN BAROKAH KEPADA KU DUNIA AKHIRAT

YA ALLAH ANUGERAHKAN BAROKAH KEPADA KU DUNIA AKHIRAT

اللهم اغْـفِـرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْـفِـرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
رَبّنَآ ءَاتِنَا فِى الدّنْيَ حَسَنَةً وَ فِى اْلَخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النّارِ،
وَ الْحَمْدُ لِ رَبِ الْعَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ
وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

Assalamualaikum Wr. Wb.

SUMBER :

[Dikutip dari buku : Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi pertama, ElBA Al-Fitrah, Surabaya .Diposting oleh Yusuf Al-Lomboky]

araDiedit untuk Khotbah Jumat/Tausyiyah
oleh : H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA
http://arasitusislam.com/
https://arozakabuhasan.wordpress.com/
http://arozakabuhasan.blogspot.com/

Khutbah Jumat Demi Waktu (Waktumu Hidupmu)

20141130_083549`Waktumu Hidupmu

Khutbah Jumat di Masjid Al-Fajr Bandung, Jumat 19 Juni 2015

oleh : A. ROZAK ABUHASAN

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ
Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat keimanan, rezeki dan kesehatan kepada kita.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah terakhir Muhammad Saw.
Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah
Firman Allah (QS Al Ashr 103:1-3)
وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣﴾

1. demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Menikmati hidup merupakan perkara khusus dan tidak setiap orang bisa membuktikannya dan menjalaninya. Menikmati hidup bukan berarti pasrah tak bergerak, namun sebuah proses untuk menjadi lebih baik, lebih berarti, lebih member dan jauh lebih baik lagi dari segala yang baik.

Menikmati hidup adalah proses yang tak berhenti, terus melaju, terus bergerak, terus berputar dan bisa jadi kembali lagi.
Ada sulit, ada kesal, ada kemudahan, ada segalanya. Poros waktu itulah perjalanan manusia yang tak akan pernah berhenti. Hidup adalah waktu, dan waktu adalah hidup. Ungkapan ini mengandung makna dan interpretasi yang dalam dan jauh.

Memanfaatkan waktu, itulah kunci hidup untuk hidup. Konstribusi waktu adalah yang sesungguhnya untuk merubah nasib, memperbaiki keadaan, atau walau hanya membuat planning. Waktu menunjukkan orang, memperlihatkan sesungguhnya siapa sebenarnya. Baik atau tidak, benar atau salah. Waktu merupakan barometer untuk mengungkap manusia seutuhnya, bumi menjadi saksinya.

QS 103 Al Asyr 1-2 di atas merupakan pernyataan:
وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾
1. demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
Penyesalan pasti terjadi dan akan berkepanjangan, karena apabila waktu tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk melakukan pengabdian kepada Allah swt.pasti rugi. Ayat ini ibrah yang dalam bagi siapa saja yang masih memiliki sejumput iman dalam hati.

Hadirin Rohimakumullah. Hidup Sangat Berharga.
Andai hidup bergelimang dengan harta yang sangat banyak, berlimpah, semuanya tak akan pernah bisa menjadi pengganti dan menebus waktu yang telah lalu, dilewatkan.
Waktu sangat berharga dari apapun di dunia ini.
Waktu tak bisa diganti jika telah lewat. Keberadaan waktu membuat manusia tersadarkan, melakukan introspeksi, dan bekal yang sangat berharga.

Waktu seperti disebutkan Syeik Al Qaradhawi merampas semua milik manusia.
Hasan Al Banna berkata, “waktu adalah kehidupan.Tidak ada sesuatupun dalam kehidupan manusia kecuali waktu yang dilewatinya mulai dari lahir hingga ajal menjemputnya.”
Imam Hasan Al Bashri berkata: “Hai anak Adam, sesungguhnya engkau adalah hari-hari yang dikumpulkan. Setiap harimu berlalu,maka berlalulah bagianmu”.

Sangat berharga waktu memberikan konstribusi bagi kehidupan, mengatur langkah manusia, menentukan nasib masa depan manusia, bahkan menjelaskan siapa sebenarnya manusia tersebut.

Sahabat Rasul saw yang mulia Abdullah bin Mas`ud berkata : “Aku tidak pernah menyesali sesuatu sebagaimana akumenyesali hari ketika matahari tenggelam, karena itu berarti umurku telah berkurang dan amalku tidak bertambah”.
Dalam bahasa yang lain Al Hakim berkata: “Siapa yang melewati satu hari dari umurnya tanpa ada satu kewajiban yang dia tunaikan, atau amal wajib yang dia lakukan, atau kemuliaan yang dia wariskan, atau pujian yang dia raih, atau kebajikan yang dia pelopori, atau ilmu yang dia cari, maka dia telah mendurhakai hari itu dan dia telah menzalimi dirinya sendiri”
Sayidina Ali bin Abi Thalib berkata: “Rezeki yang tidak diperoleh hari ini masih dapat diharapkan lebih dari itu diperoleh esok. Namun, waktu yang telah berlalu hari ini tidak mungkin dapat diharapkan kembali esok”.

Banyak ayat didalam Al Quran yang dimulai dengan sumpah Allah swt. dengan waktu, itu semua salah satunya menunjukkan waktu sangat berharga, tidak bisa diganti, menentukan nasib manusia, mengatur iman dan amal saleh, memberikan ketenangan dan kedamaian.

Secara umum setiap Allah bersumpah menggunakan sesuatu memiliki arti sebuah peringatan agar kita memperhatikannya dengan sungguh-sungguh, memperhatikannya dengan seksama.

Demi masa itu artinya kita diperintahkan untuk memperhatikan waktu secara seksama, tidak lalai, menggunaklannya dengan hal yang bermanfaat dan menghindarkan diri dari pelbagai hal yang tidak mengandung manfaat, perbuatan laghau (sia-sia).

Rasulullah saw bersabda : “Apabila engkau berada diwaktu petang, maka janganlah engkau menunggu-nunggu datangnya waktu pagi. Dan apabila engkau berada diwaktu pagi, maka janganlah engkau menunggu-nunggu datangnya petang. Ambillah kesempatan dari masa sehatmu untuk persiapan waktu sakitmu dan dari hidupmu untuk bekal matimu” (HR. Al Bukhari dan Abdullah bin Umar).
Dalam hadits yang lain disebutkan : “Bersegeralah beramal saleh, kelak akan fitnah-fitnah bagai sepotong kegelapan malam; pagi hari seseorang menjadi mukmin dan sorenya menjadi kafir. Sore kafir dan paginya mukmin. Ia akan menjual agamanya dengan barang duniawi” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Hadirin rohimakumullah
Salah satu prinsip mengatur waktu
adalah jangan pernah lalai dalam melakukan amal saleh.
Jika ada kesempatan untuk melakukan amal yang mengandung maslahat dan manfaat harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Sebab, begitu kesempatan itu berlalu tak ada lagi yang bisa dibanggakan, hilang sudah moment yang penting. Berlalunya waktu mengandung makna berakhirnya kesempatan.

Allah swt. memerintahkan semua manusia untuk selalu bersegera melakukan kebaikan, bersegera kepada ampunannya untuk merebut surga yang dijanjikannya.

Firman Allah (QS Ali Imran 3:133):
133. dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”

Dan ayat yang semakna (QS. Al Hadit 57:21; QS Al Anbiya 21:30)

Kedua, ada skala prioritas.
Pekerjaan yang terjadwal yang dilakukan sesuai dengan waktunya. Hindarkan diri dari pola hidup yang tak terarah, tak terukur dan semaunya.

Rasulullah saw telah memberikan nasihat agar manusia senantiasa bisa mengatur waktu dengan sebaik-baiknya. Rasu saw bersabda:
“Orang yang berakal sebaiknya mempunyai empat waktu :
satu waktu untuk bermunajat kepada Rabbnya
satu waktu untuk introspeksi
satu waktu untuk memikirkan ciptaan Allah
dan satu waktu imtuk memenuhi hajat makanandan minumannya (HR Ibnu Hibba dan Abu Dzar)

Ketiga, menjaga produktivitas.
Hidup manusia selalu bermula dari etos dan produktivitas diri. Siapa yang mampu menjaga kontinyuitas amal dan berkesinambungannya maka tak`diragukan lagi dia akan meraih apa yang dicita-citakannya.

Banyak orang yang gagal karena tidak mampu menjaga etosnya. Semangat dipermulaan, namun lemah ketika menjalaninya. Heroik dalam program, namun tak kuasa dalam menerima beban dlam melaksanakannya

Dimanapun, setiap muslim seyogiyanya menjaga kesinambungan fikiran dan amal.
Umar bin Khattab berkata: “Sesungguhnya aku benci jika melihat salah seorang diantara kalian berpangku tangan, tanpa amal, baik amal dunia maupun amal akhirat”.

Keempat, Semua terbingkai dalam mencari ridho dan cinta Allah. Waktu yang tersedia, kesempatan yang ada, komitment diri yang telah ditentukan, semuanya mengacu dalam bingkai meraih ridha dan cinta Allah.

أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ ِليْ وَ لَكُمْ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ أَمَّا بَعْدُ

Jamaah shalat jum’at yang berbahagia.

Mari kita memohon kepada Allah Swt.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

بَارَكََ اللهََ لِيْ وَ لََكُمْ فيِِ الْْقُرْآنِِ الْْعَظِيْمِْ وَن َفََعَنِيْ وَإِِيَاكُُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْْلآيَاتِ وَ الذِكْْرِِ الْْحَكِيْمِِ أَقُُوْلُ قََوْلـِيِْ هَذَا وَأسْتَغْفِْرُ اللهََ لِي وَ لََكًُمْ

Assalamu`alaikum Wr. Wb
* Dikutip dari Bulletin Majelis Al Mustanir Edisi 078
Judul asli : Waktumu Hidupmu
Oleh : Ahmad Humaedi

araDiedit ulang untuk Khutbah Jumat/Tausiyah
Oleh
H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

http://arasitusislam.com/ https://arozakabuhasan.wordpress.com/ http://arozakabuhasan.blogspot.com/

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bertolong-tolongan dalam kebaikan

SITUSARA situs ara

bertolong-tolongan dalam kebaikan

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bertolong-tolongan dalam kebaikan

SITUSARA situs ara

bertolong-tolongan dalam kebaikan

masjid alfajr "masjid tanpa warna"

Membentengi akidah sesuai Al-Quran dan Hadist

ARA-SILSILAH

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

A. ROZAK ABUHASAN

A great WordPress.com site

Salam Online

bertolong-tolongan dalam kebaikan

Khutbah Jumat Pilihan

bertolong-tolongan dalam kebaikan

Masjid Tanpa Warna "MASJID ALFAJR"

email: alfajrbandung@yahoo.com Jl. Cijagra Raya No.39 Bandung 40265 INDONESIA

FORUM ULAMA UMMAT INDONESIA (F U U I)

"PEMERSATU ULAMA DAN UMMAT"

islamhouse.com :: Semua :: Indonesia

bertolong-tolongan dalam kebaikan

maktabah abi yahya™

Bagi yang Tahu Betapa Pentingnya ILMU

Kumpulan Khutbah Jum'at

Kumpulan Khutbah Jum'at

KUMPULAN KHUTBAH JUM`AT

Group SITUSARA by A. ROZAK ABUHASAN

bertolong-tolongan dalam kebaikan

ISLAM DAN KEHIDUPAN

Bersama Membangun Peradaban Umat

Media Belajar Islam™

Memuat Artikel Islam dan Umum, dan Free download Mp3 dan E-Book Islami

www.fuui.wordpress.com--sarana komunikasi ulama & ummat

Memurnikan Tauhid menuju Jihad Fi Sabilillah

Ichsan Mufti

Rekaman ide.. Tentang beberapa hal yang saya anggap penting

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.405 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: