Category Archives: HADITS

KHUTBAH JUMAT TAKUT JABATAN DAN KEKUASAAN

KALIGHRAFI ALLAH-MUHAMMAD

KALIGHRAFI
ALLAH-MUHAMMAD

Takut Jabatan dan Kekuasaan

Sumber: Khutbah Jumat Bebas

KHUTBAH PERTAMA

إِنّ الْحَمْدَ لِ نَحْمَدُهُ، وَ نَسْتَعِينُهُ، وَ نَسْتَغْفِرُهُ، وَ نَعُوذُ بِالِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَ مِنْ سَيّئَاتِ
أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الُ فَلَ مُضِلّ لَهُ، وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلَ هَادِيَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنْ لَ إِلَهَ إِلَ الُ، وَ
أَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ
قَالَ تَعَالَى: (يَا أَيّهَا الّذِينَ آمَنُوا اتّقُوا الَ حَقّ تُقَاتِهِ وَ لَ تَمُوتُنّ إِلّ وَ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ)
وَ قَالَ أَيْضًا: (يَا أَيّهَا النّسُ اتّقُوا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِن نّفْسٍ وّحِدَةٍ وّ خَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَ
بَثّ مِنْهُمَا رِجَالً كَثِيًا وّ نِسَاءً وّ اتّقُوا الَ الّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَ الْأَرْحَامَ إِنّ الَ كَانَ عَلَيْكُمْ
رَقِيبًا)
وَ قَلَ جَلّ جَلَ لَهُ: ( يَا أَيّهَا الّذِينَ آمَنُوا اتّقُوا الَ وَ قُولُوا قَوْلً سَدِيدًا يّصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَ
يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَ مَنْ يّطِعِ الَ وَ رَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا)
أَمّا بَعْدُ: فَإِنّ أَحْسَنَ الْكَلَمِ كَلَمُ الِ، وَ خَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمّدٍ صَلّى الُ عَلَيْهِ وَ سَلّمَ، وَ
شّرّ اْلُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَ كُلّ مُحْدَثَتٍ بِدْعَةٌ، وَ كُلّ بِدْعَةٍ ضَلَلَةٌ، وَ كُلّ ضَلَلَةٍ فِى النّارِ

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,
Sudah menjadi keharusan, agar kita bertakwa kepada Allah  dengan takwa yang sebenarnya, karena takwa kepada Allah merupakan bekal terbaik bagi seorang hamba dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Yaitu dunia yang penuh dengan tantangan dan godaan setan, baik yang
berwujud jin atau manusia ataupun dalam wujud godaan yang lain yang di antaranya adalah jabatan, kekuasaan atau kepemimpinan.

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,
Menjadi pemimpin, penguasa atau pejabat, dalam skala paling kecil sekalipun, bukanlah perkara
enteng. Berat di dunia terlebih-lebih di akhirat, dikarenakan harus bertanggung jawab atas orangorang
yang dipimpin. Umar bin Khaththab  yang pernah menjabat sebagai pemimpin kaum
muslimin sedunia menyatakan bahwa andai saja kebaikan dan kesalahan beliau dalam memimpin
bisa impas, itu sudah merupakan kesuksesan yang luar biasa.

Sayangnya banyak orang yang menginginkan jabatan, kekuasaan dan kepimpinan. Apalagi bagi
orang yang tergila-gila dengannya, ia akan memperjuangkannya, berusaha meraih dan
mendapatkannya dengan cara apa pun: obral janji, uang, sedekah dan hadiah, pamer kebaikan,
pamer amal dan sosial, jabatan, prestasi, titel dan apapun yang bisa digunakan untuk meraih
angan-angan dan cita-citanya. Jabatan dan kepemimpinan yang sedemikian beratnya, kini
diperebutkan laiknya hidangan lezat di hadapan orang-orang yang kelaparan. Sangat berlawanan
dengan pola sikap ulama salaf terdahulu mengenai jabatan.

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,
Rasulullah  telah menyampaikan akan terjadinya ketamakan dan perebutan jabatan dan kepemimpinan ini pada umat beliau. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah , Nabi  bersabda,
إِنّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى اْلِمَارَةِ، وَسَتَكُونُ نَدَامَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَنِعْمَ الْمُرضِعَةُ وَ بِئْسَتِ الْفَاطِمَةُ
“Sesungguhnya kalian akan tamak dengan kekuasaan dan kepempimpinan, dan hal itu akan menjadi penyesalan pada hari kiamat. Nikmat ketika awal mendapatkannya, namun seburukburuk keadaan ketika usai menjalaninya.” (HR. Bukhari)

Pada masa Nabi  masih hidup, tersebutlah bahwa Abu Dzar al-Ghifari  pernah meminta jabatan kepada Rasulullah . Maka Rasulullah  menepuk pundaknya kemudian bersabda, “Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau adalah orang yang lemah dan jabatan itu adalah amanah. Dan sesungguhnya hal itu akan menjadi kehinaan dan penyesalan, melainkan orang yang mengambilnya dengan haknya dan menunaikan kewajiban di dalamnya.” (HR. Muslim)

Demikian juga ketika Abu Musa al-Asy’ari  masuk kepada Nabi  bersama dua orang dari anak-anak pamannya, salah satu di antara mereka berkata, “Wahai Rasulullah , berikanlah kami jabatan atas sebagian wilayah yang Allah  berikan kepadamu,” dan yang lain pun mengatakan demikian. Maka Rasulullah  menjawab, “Sesungguhnya -demi Allah- kami tidak akan memberikan jabatan atas amal ini kepada seorang pun yang memintanya atau seorang pun yang sangat menginginkannya.” (HR. Bukhari)

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,
Demikianlah Rasulullah  memperingatkan dengan sangat keras bahwa amanah ini akan menjadi penyesalan dan kehinaan di akhirat. Dalam sebuah riwayat yang dikeluarkan oleh Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya, Neraka berkata, “Adapun aku tidak dimasuki kecuali oleh orang-orang yang sombong, keras kepala dan para pembesar, serta orang-orang yang memiliki harta kekayaan.”

Imam Ahmad mengeluarkan dari hadits Abi Said  dari Nabi , “Surga dan neraka itu saling berbangga. Neraka berkata, ‘Ya Rabb, aku dimasuki oleh orang-orang sombong, keras kepala, orang-orang mulia dan para raja.’ Surga berkata, ‘Ya Rabb, yang masuk padaku adalah orangorang lemah, fakir dan miskin’.”

Hadits Anas  menjelaskan bahwa Nabi  berkata, “Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang penghuni surga dan penghuni neraka? Penghuni surga adalah setiap yang lemah dan dilemahkan, memakai pakaian yang lusuh. Kalau dia bersumpah (berdoa) kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkan doanya. Adapun penghuni neraka adalah orang-orang yang keras kepala, berbuat kasar sesuka hati dan punya pengikut (ditaati).” (HR. Tirmidzi, ad-Dhiya’ dan al-Hakim)

Hadits-hadits di atas menyebutkan bahwa para penghuni neraka di antaranya adalah para pembesar, orang-orang mulia dan para raja serta mereka yang mempunyai pengikut dan ditaati.
Ciri-ciri ini semua lekat dengan mereka yang memiliki jabatan, kekuasaan atau kepemimpinan. Ancaman tersebut juga dikarenakan jabatan, kekuasaan dan kepempimpinan adalah amanah di atas pundak seseorang. Sedangkan melalaikan amanah adalah khianat.

Dan telah disebutkan dari Iyadh bin Himar  menyatakan bahwa Nabi  dalam khotbahnya menyebutkan, “Penghuni neraka ada lima: Orang lemah yang tidak punya akal yang selalu mengikuti kamu dan tidak mempunyai harta dan keluarga, pengkhianat yang tidak menyembunyikan ketamakan (keinginannya) untuk berkhianat jika ada kesempatan, laki-laki yang selalu menipu keluarga dan
hartamu baik siang atau malam, bakhil lagi dusta dan jahat.” (HR. Muslim)

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,
Perhatikanlah wahai orang-orang yang berakal, bagaimana beratnya ancaman kepada mereka yang mengemban jabatan dan kekuasaan. Perhatikanlah wahai para pejabat dan para penguasa, bagaimana ancaman yang yang ditujukan kepada kalian di akhirat kelak atas jabatan dan kekuasaan yang hari ini kebanyakan kalian menginginkannya bahkan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Tidak adakah kita takut sedikit pun terhadap ancaman neraka yang telah ditujukan kepada kita yang rakus jabatan dan kekuasaan? Apakah kita tidak pernah mendengar akan dahsyatnya siksaan di neraka?

Firman Allah ,
حَمِيِ ثَُّ فِ ٱلنَّارِ
إِذِ ٱلَْغْلَٰلُ فِ أَعْنَٰقِهِْ وَ ٱلسَّلَٰسِلُ يسُْحَبُونَ ۝ فِ ٱلْ
يسُْجَرُونَ ۝
“Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api.” (QS. Ghafir: 71-72)
Firman Allah ,
يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُْ فِ ٱلنَّارِ يَقُولُونَ يَٰلَيْتَنَآ أَطَعْنَا ٱلََّ وَ أَطَعْنَا ٱلرَّسُولَ “Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, ‘Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.’” (QS. al-Ahzab: 66)

Perhatikanlah ayat-ayat di atas, kemudian marilah kita merenung, apakah kita taat kepada Allah dan taat kepada Rasul-Nya dalam hal jabatan dan kekuasaan? Ataukah kita senantiasa melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya dan tetap haus jabatan serta meminta-minta jabatan?

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,
Bagaimanakah kita bersikap terhadap jabatan? Dari Abu Sa’id ‘Abdurrahman bin Samurah  ia berkata, Rasulullah  bersabda kepada saya, “Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah engkau meminta jabatan, karena jika engkau diberi jabatan bukan karena engkau meminta, engkau akan diberi pertolongan atasnya, dan jika engkau diberi jabatan karena engkau memintanya niscaya jabatan itu akan diserahkan dan dibebankan atasmu. Dan jika engkau bersumpah atas sesuatu lalu engkau melihat yang lain lebih baik darinya maka lakukanlah yang lebih baik tersebut dan bayarlah kaffarah atas sumpahmu.” (HR. Bukhari)

Jabatan atau kekuasaan yang dijalankan dengan baik, penuh amanah serta adil merupakan salah satu penyebab seorang hamba mendapatkan balasan surga di akhirat kelak. Dalam Shahih Muslim dari Iyadh bin Himar  menyatakan bahwa Nabi  dalam khotbahnya berkata, “Penghuni surga itu ada tiga: orang yang mempunyai kekuasaan yang adil lagi dermawan (suka

sedekah); laki-laki yang penuh kasih sayang dan lembut hati kepada semua kerabatnya; setiap muslim yang menjaga dirinya dari hal-hal yang haram dan mempunyai keluarga (anak).”
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ الَ لِي وَ لَكُمْ وَ لِسَائِرِ الْمُسْلِمِيَ وَ الْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنّهُ هُوَ
الْغَفُورُ الرّحِيْمُ

317925_226229707513385_1075072249_nKhutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِ رَبّ الْعَالَمِيَ، وَ أَشْهَدُ أَنْ لَ إِلَهَ إِلّ الُ وَلِيّ الصّالِحِيَ، وَ أَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ
اْلَنْبِيَاءِ وَ الْمُرْسَلِيَ، اللّهُمّ صَلّ عَلَى مُحَمّدٍ وَ عَلَى آلِهِ مُحَمّدٍ كَمَا صَلّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ
وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمّدٍ وَ عَلِى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ،
أَمّا بَعْدُ

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,
Dengan memahami uraian pada khutbah pertama, hendaklah kita memperhatikan keadaan diri kita dalam hal kekuasaan. Tidak ambisi dalam menginginkan jabatan, tidak meminta-minta jabatan serta senantiasa memikirkan akibat bila tidak mampu mengemban amanah berupa jabatan namun tetap menginginkan jabatan. Hendaknya kita memikirkan akibat di dunia dan terlebihlebih akibat di akhirat nanti berupa ancaman siksaan api neraka.

Dan bila kita diserahi jabatan dan kita mampu, hendaknya senantiasa amanah dan adil dengan jabatan dan kekuasaan yang dimiliki, sehingga insya Allah akan mendapatkan pertolongan Allah  dalam mengemban jabatan tersebut serta mendapatkan balasan berupa surga di akhirat kelak.
Nabi  berdoa dalam sebuah sabdanya,
اللّهُمّ مَنْ وَ لِيَ مِنْ أَمْرِ أُمّتِيْ شَيْئًا فَشَقّ عَلَيْهِمْ فَاشْقِقْ عَلَيْهِ وَ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمّتِيْ شَيْئًا
فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ
“Ya Allah, barangsiapa yang memegang urusan umatku lalu ia mempersulitnya atas mereka, maka persulitlah dia, dan barangsiapa yang memegang urusan umatku lalu ia berlemah lembut atas mereka, maka perlakukanlah ia dengan lemah lembut.” (HR. Muslim)
اللّهُمّ صَلّ عَلَى مُحَمّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنّكَ
حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللّهُمّ بَرِكْ عَلَى مُحَمّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَرَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَ عَلَى آلِ
إِبْرَاهِيْمَ إِنّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللّهُمّ أَصْلِحْنَا وَ أَصْلِحْ وُلَةَ أُمُورِنَا وَ أَعْطِهِمْ الِسْتِقَامَةَ فِى دِينِهِمْ وَ اهْدِهِمْ إِلَى كُلّ خَيْرٍ وَ
اجْعَلْنَا مُطِيعِيَ لِوُلَةِ أُمُورِنَا إِنّكَ مُجِيبُ الدّعْوَةِ
اللّهُمّ إِنّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَ التّقَى وَ الْعَفَافَ وَ الْغِنَى
اللّهُمّ لَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنّكَ أَنْتَ الْوَهّاب
رَبّنَا لَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لّلّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبّنَا إِنّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
رَبّنَآ ءَاتِنَا فِى الدّنْيَ حَسَنَةً وَ فِى اْلَخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النّارِ، وَ الْحَمْدُ لِ رَبِ الْعَالَمِيَ

 

araRE POSTED BY AROZAKABUHASAN

https://arozakabuhasan.wordpress.com/

Hadist Orang Mu`min Yang Paling Sempurna Imannya

GambarOrang mu’min yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya’ (HR. Turmudzi)

HADIST WASIAT PERPISAHAN

Muhammad SAW

[ HADIST WASIAT PERPISAHAN ]

قَالَ الْعِرْبَاضُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : صَلَّى بِنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا فَوَعَظَناَ مَوْعِظَةً بَلِيْغَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُوْنُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوْبُ، فَقَالَ قَائِلٌ: يَا رَسُوْلَ اللهِ كَأَنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْناَ فَقَالَ: أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلاَفاً كَثِيْراً، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّيْنَ الرَّاشِدِيْنَ، تَمَسَّكُوْا بِهَا وَعَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ.

Berkata al-‘Irbadh bin Sariyah Radhiyallahu anhu, “Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat bersama kami kemudian beliau menghadap kepada kami dan memberikan nasehat kepada kami dengan nasehat yang menjadikan air mata berlinang dan membuat hati takut, maka seseorang berkata: ‘Wahai Rasulullah nasehat ini seakan-akan nasehat dari orang yang akan berpisah, maka berikanlah kami wasiat.’

Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Aku wasiatkan kepada kalian supaya tetap bertakwa kepada Allah, tetaplah mendengar dan taat, walaupun yang memerintah kalian adalah seorang budak dari Habasyah.

Sungguh, orang yang masih hidup di antara kalian setelahku maka ia akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin ( SISTEM SUKSESI ) yang mendapat petunjuk. Peganglah erat-erat dan gigit-lah dia dengan gigi geraham kalian.

Dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang baru, karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu adalah bid‘ah. Dan setiap bid‘ah itu adalah sesat ( HR. Ahmad (IV/126-127), Abu Dawud (no. 4607), at-Tirmidzi (no. 2676), ad-Darimy (I/44-45), al-Baghawy dalam Syarhus Sunnah (I/ 205), al-Hakim (I/95-96), dishahihkan dan disepakati oleh Imam adz-Dzahabi )

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bertolong-tolongan dalam kebaikan

SITUSARA situs ara

bertolong-tolongan dalam kebaikan

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bertolong-tolongan dalam kebaikan

SITUSARA situs ara

bertolong-tolongan dalam kebaikan

masjid alfajr "masjid tanpa warna"

Membentengi akidah sesuai Al-Quran dan Hadist

ARA-SILSILAH

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

A. ROZAK ABUHASAN

A great WordPress.com site

Salam Online

bertolong-tolongan dalam kebaikan

situs ara

bertolong-tolongan dalam kebaikan

Masjid Tanpa Warna "MASJID ALFAJR"

email: alfajrbandung@yahoo.com Jl. Cijagra Raya No.39 Bandung 40265 INDONESIA

FORUM ULAMA UMMAT INDONESIA (F U U I)

"PEMERSATU ULAMA DAN UMMAT"

islamhouse.com :: Semua :: Indonesia

bertolong-tolongan dalam kebaikan

maktabah abi yahya™

Bagi yang Tahu Betapa Pentingnya ILMU

Kumpulan Khutbah Jum'at

Kumpulan Khutbah Jum'at

KUMPULAN KHUTBAH JUM`AT

Group SITUSARA by A. ROZAK ABUHASAN

bertolong-tolongan dalam kebaikan

ISLAM DAN KEHIDUPAN

Bersama Membangun Peradaban Umat

Media Belajar Islam™

Memuat Artikel Islam dan Umum, dan Free download Mp3 dan E-Book Islami

www.fuui.wordpress.com--sarana komunikasi ulama & ummat

Memurnikan Tauhid menuju Jihad Fi Sabilillah

Ichsan Mufti

Rekaman ide.. Tentang beberapa hal yang saya anggap penting

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.405 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: