Monthly Archives: October 2016

Sampai Kapan Kelalaian ini

Sampai Kapankah Kelalaian Ini
2015+-+1-right“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah”. (QS. Al-Hadid :16)

KHUTBAH PERTAMA

 إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.  مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.  أَشْهَدُ أَنْ   لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ  وَحْدَهُ   لاَشَرِ يْكَ لَهُ      وَ أَشْهَدُ أَنَّ   مُحَمَّدًا عَبْدُهُ   وَرَسُوْ لُهُ    يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ  وَاْلأَرْحَامَ    إِنَّ اللهَ   كَانَ    عَلَيْكُمْ  رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin jamaah jumat rahimakumullah.

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kepada-Nyalah kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan-Nya kepada kita.

Shalawat serta salam semoga tercurah selalu kepada junjungan kita Rasulullah terakhir Muhammad Saw.

Ayyuhal muslimun rahimakumullah!

Bertakwalah kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Taatlah padaNya, rasakanlah pengawasanNya dan jangan durhaka kepadaNya. Segeralah bertaubat dan memohon ampun kepadaNya.

Ibadallah!

Musibah terburuk yang menimpa jiwa manusia adalah kelalaian. Dan bencana terberat yang menimpa hati manusia adalah kekerasan.

Sudah barang tentu penyakit-penyakit seperti ini mempunyai banyak perkara yang bisa menjadi pemicunya. Semuanya bermuara pada perbuatan dosa dan maksiat. Inilah tabir terbesar yang menghalangi seseorang dari Sang Kekasih.

Dan tentu saja menghindari hal-hal yang bisa menjauhkan diri dari Sang Kekasih adalah wajib hukumnya. Karena pada dasarnya manusia itu lemah dan teledor, suka melakukan kesalahan, serta memiliki banyak musuh dari dalam dan dari luar yang selalu mendorong mereka untuk melampiaskan syahwat dan melakukan keburukan. Sehingga mereka selalu rentan terhadap ancaman bahaya.

Maka Allah Yang Maha Mulia Lagi Maha Mengasihi dan Menyayangi hambaNya menyiapkan sebuah benteng yang kuat bagi mereka untuk melindungi dirinya dari perbuatan dosa dan menghindarkannya dari kesalahan. Benteng itu adalah taubat, istigfar dan inabah (kembali ke jalan yang benar).

Ayyuhal ikhwah al-muslimun!

Kebiasaan orang-orang berbuat maksiat dan keasyikan mereka berbuat dosa adalah musibah besar yang sangat berbahaya bagi jiwa manusia, masyarakat, umat dan bangsa. Karena setiap bencana, malapetaka, musibah dan cobaan yang menimpa pribadi maupun kelompok dipicu oleh perbuatan dosa dan maksiat.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :

وَمَآأَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَن كَثِيرٍ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. Asy-Syuura :30)

Setiap muslim harus bersungguh-sungguh mulai memperbaiki dirinya dan mengubah arah hidupnya dan keluarganya, dari buruk menjadi baik, dari durhaka menjadi patuh, dari teledor dan lalai menjadi taubat dan taat. Ini jika kita menginginkan keadaan yang baik, kondisi yang stabil, dan situasi yang damai.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :

إِنَّ اللهَ لاَيُغَيِّرُ مَابِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَابِأَنفُسِهِمْ

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Ar-Ra’du :11)

Bila manusia tidak mengetahui kapan ia akan didatangi ajal dan kapan ia akan dijemput maut, maka orang yang pintar dan bahagia ialah orang yang mendapat-kan kemudahan untuk melaju di jalur taubat, istiqomah dan keshalihan. Sehingga ia akan memperoleh kebaikan, keberuntungan dan kesuksesan di dunia dan Akhirat.

Saudara-saudara seiman dan seakidah !

Sesungguhnya kebutuhan manusia terhadap taubat merupakan kebutuhan yang mendesak dalam semua periode hidupnya. Karena taubat adalah jalan keselamatan dan sarana untuk mendapatkan keberuntungan. Sebab, Allah Swt mengaitkan keberuntungan dengan adanya taubat. Allah memerintahkan kepada hamba-hambaNya untuk bertaubat seraya menjelaskan hasil akibatnya.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
وَتُوبُوا إِلَى اللهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An-Nuur :31)

Allah Subhanahu Wata’ala mengancam orang-orang yang enggan bertaubat sebagai orang-orang zhalim. Karena mereka tidak mengetahui hal tuhannya, buta terhadap aibnya sendiri dan tidak menyadari kerusakan amalnya. Allah berfirman:
وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْلاَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS. Al-Hujurat :11)

Ayyuhal mukminun! Allah Swt. memanggil kita semua dengan panggilan iman agar kita kembali ke pangkuan taubat dan bernaung di bawah pohon taat kepada Allah, jauh dari kesialan dosa dan maksiat. Juga supaya kesalahan-kesalahan kita dihapus dan kita dapat masuk ke dalam surga.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (QS. At-Tahrim :8)

Kalau kita  perhatikan, sesungguhnya Allah Swt. mensyaratkan taubat yang bisa mengantarkan seseorang ke dalam Surga adalah taubat yang nasuha.

Marilah kita simak penjelasan para ulama tentang pengertian taubat yang nasuhaa.

  • Umar bin Khattab Radiyallahu ‘anhu dan Ubay bin Ka’ab mengatakan, “ Taubat nasuhaa yaitu bertaubat dari perbuatan dosa kemudian tidak kembali lagi sebagaimana air susu yang tidak pernah kembali ke dalam payudara.”
  • Hasan Al-Bashri Rahimahullah berkata, “Taubat nasuhaa ialah seseorang menyesali dosa yang telah lalu dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.”
  • Al-Kalbi berkata, “Taubat nasuhaa ialah engkau memohon ampun dengan lisan, menyesal dengan hati, dan menahan diri dengan badan.”
  • Muhammad bin Ka’ab berkata: “Taubat nasuhaa meliputi empat hal: istighfar (memohon ampun) dengan lisan, berhenti dengan badan, berniat untuk tidak mengulangi dengan hati, dan menjauhi pergaulan yang buruk.
  • Al-Hafidz Ibnu Katsir dalam tafsirnya At-Tahrim menyatakan, “Maksudnya adalah taubat yang sungguh-sungguh dan mantap. Taubat semacam ini dapat menghapus keburukan-keburukan yang dilakukan sebelumnya, menghimpun apa yang tercerai-berai pada diri yang bersangkutan, dan mencegahnya dari perbuatan-perbuatan tercela yang pernah dikerjakannya.”
  • Al-Allamah Ibnul Qoyyim Rahimahullah berkata: “Taubat nasuhaa meliputi tiga hal:
  • Pertama: Mencakup segala macam dosa.
  • Kedua: Bertekad dan bersungguh-sungguh untuk meninggalkannya.
  • Ketiga: Membersihkan dari hal-hal yang bisa merusak kemurniannya

Dengan demikian, kita memiliki gambaran yang jelas tentang syarat-syarat taubat. Ternyata taubat itu memiliki nilai yang agung. Taubat bukan sekedar ucapan kosong atau kata-kata biasa yang keluar dari mulut tanpa pemahaman dan pembuktian makna yang dikandungnya. Taubat harus disertai dengan melengkapi syarat-syaratnya dan meniadakan hal-hal yang bisa menghalangi keabsahannya.

Ayyuhal ikhwah fillah! Taubat wajib dilaksanakan secara langsung dan segera. Karena dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah menunjukkan hal itu. Karena dosa dapat membinasakan dan menjauhkan pelakunya dari Allah, maka wajib dijauhi dan ditinggalkan. Baik dosa-dosa yang berkaitan dengan hak-hak Allah maupun hak-hak sesama manusia.

  • Jika seseorang melalaikan ibadah, ia harus mengqadha’nya,
  • jika ia mengambil hak milik orang lain secara zhalim, ia harus mengembalikannya.
  • Jika ia menggunjing saudaranya, ia harus meminta kehalalannya (meminta maaf).
  • Jika ia merampas harta benda atau hak milik orang lain secara batil, ia harus mengembalikan-nya kepada pemiliknya.

Karena  Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, artinya: (HR Al-Bukhari di dalam kitab Shahihnya meriwayatkan dari Abu Hurairah Ra.) bahwa

Barangsiapa yang menguasai hak milik saudaranya secara zhalim, baik berupa harta maupun kehormatan, hendaklah ia mendatanginya lalu meminta kehalalan-nya, sebelum hak milik itu diambil darinya pada saat tidak ada lagi dinar dan dirham. Jika ia memiliki kebajikan maka sebagian dari kebajikannya diambil untuk diberikan kepada sahabatnya (pemilik hak itu). Dan jika tidak maka sebagian dari keburukan sahabatnya (pemilik hak itu) diambil, lalu dilimpahkan kepadanya.” (HR. Al-Bukhari, 2449, 6534, dan Ath- Thabrani dalam Musnad Asy-Syamiyyin, 1326 )

Ikhwatal Islam! Allah Subhanahu Wata’ala telah bermurah hati kepada hamba-hambaNya dengan membuka pintu taubat seluas-luasnya, seberat apa pun kesalahannya dan sebesar apapun kekeliruannya. Kendati mereka telah melakukan dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, sesungguhnya tidak ada yang lebih besar dari pada kufur kepada Allah. Namun demikian Allah Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Menerima taubat. Allah berfirman:
قُلْ لِّلَّذِينَ كَفَرُوا إِن يَنتَهُوا يُغْفَرْ لَهُم مَّاقَدْ سَلَفَ

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu :”Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu. (QS. Al-Anfal :38)

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

أَفَلاَ يَتُوبُونَ إِلَى اللهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُ وَاللهُ غَفُورُُ رَّحِيمُُ

Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ma’idah :74)

Betapa luasnya kesabaran Allah terhadap hamba-hambaNya. Dan betapa besar anugerah dan karuniaNya. Hal itu didukung oleh firman Allah Subhanahu Wata’ala:

وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى

Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar. (QS.Thaha :82)
وَمَن يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللهَ يَجِدِ اللهَ غَفُورًا رَّحِيمًا

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa’ :110)

Wahai umat Islam! Sebesar apapun dosa yang dilakukan manusia, sesungguhnya ampunan Allah jauh lebih besar. Maka barangsiapa menyangka bahwa ampunan dan rahmat Allah tidak akan mencukupi dosa-dosanya, berarti ia telah berperasangka buruk kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Namun,

Allah telah memperingatkan sebagaimana firmanNya:
إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُوْلاَئِكَ يَتُوبُ اللهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللهُ عَلِيمًا حَكِيمًا وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْئَانَ وَلاَالَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ أُوْلاَئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

  • Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
  • Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang” Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. (QS. An-Nisa’ :17-18)

Ibadallah! Sampai kapankah kelalaian ini ?

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللهِ

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah. (QS. Al-Hadid :16)

Wahai orang-orang yang suka meninggalkan apa yang diwajibkan oleh Allah, seperti shalat, puasa, zakat dan bersilaturrahim!

Wahai orang-orang yang suka melakukan apa yang diharamkan oleh Allah, seperti syirik, meninggalkan shalat, menumpahkan darah, merusak kehormatan, meminum minuman keras, mamakai narkoba, tak menjaga tali silaturrahim, durhaka kepada orang tua, dan asyik bermain dan bercanda.

Segeralah bertaubat sebelum  terkubur di dalam tanah dan terseret malapetaka. (QS. Az-Zumar :53-56)

قُلْ يَاعِبَادِي الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لاَتَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ. وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لاَتُنصَرُونَ. وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَآأُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ بَغْتَةً وَأَنتُمْ لاَتَشْعُرُونَ. أَن تَقُولَ نَفْسٌ يَاحَسْرَتَى عَلَى مَافَرَّطتُ فِي جَنْبِ اللهِ وَإِن كُنتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ

Katakanlah:”Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri,

  • janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Rabbmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
  • Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Rabbmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya, supaya jangan ada orang yang mengatakan:”Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah). (QS. Az-Zumar :53-56)

Ya Allah, anugerahilah kami taubat yang nasuhaa, lindungilah kami dari kelalaian, dan peliharalah kami dari perbuatan dosa dan maksiat.
بارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ

 
al-quran-2-250x205

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ , وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلِيُّ الصَّالِحِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا خَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ    أَمَّا بَعْدُ

Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah.

Ibadallah! Marilah kita bertakwa kepada Allah Saw.  Marilah kita buka lembaran baru di dalam hidup kita! Marilah kita berjanji kepada diri kita sendiri! Dan kita semua yang ada di tempat suci ini, marilah kita bertaubat kepada Allah dari segala perbuatan dosa dan maksiat.

Wahai umat Islam! Siapa yang ingin menuai sukses dalam menjalankan ibadah   harus berikhtiar dengan sungguh-sungguh. Yaitu dengan cara bertaubat, memperbanyak istighfar, dan mendekatkan diri kepada Allah. Sehingga ia dapat memperoleh ampunan, rahmat, kemerdekaan dari Neraka

Marilah kita berdoa :
Ya Allah, anugerahilah kami taubat yang nasuhaa, lindungilah kami dari kelalaian, dan peliharalah kami dari perbuatan dosa dan maksiat.
اللهم اغْـفِـرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْـفِـرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. اللهم إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيْعِ سَخَطِكَ. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَصَلى الله عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ

وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,

يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ  وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

Assalamualaikum Wr. Wb.

SUMBER :

Sampai Kapankah Kelalaian Ini
http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatkhutbah&id=251

Dikutip dari buku : [Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi pertama, ElBA Al-Fitrah, Surabaya .Diposting oleh Yusuf Al-Lomboky]

10945547_10200350190073687_6761647511836910601_nDiedit/reposting   untuk Khotbah Jumat/Tausyiyah

oleh : H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

20160719 Sampai Kapankah Kelalaian Ini
https://arozakabuhasan.wordpress.com/

http://arozakabuhasan.blogspot.com/

 

Advertisements

Jadwal Imam Khotib Jumat Masjid Al-Fajr Bandung 2017

Pos foto.

Source: Jadwal Imam Khotib Jumat Masjid Al-Fajr Bandung 2017

2017-jadwal-imam-khotib-jumat_30

JADWAL IMAM KHOTIB JUMAT 2017 MASJID AL-FAJR BANDUNG

2017-jadwal-imam-khotib-jumat2017-jadwal-imam-khotib-jumat_30

JAUHI PRASANGKA

 

athian1JAUHI  PRASANGKA

 oleh : KH Athian Ali Moh. Da`i, Lc., MA

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ  وَنَسْتَعِيْنُهُ   وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ  فَلاَ هَادِيَ لَهُ  

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ، وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. أَمَّا بَعْدُ؛

Hadirin Jamaah Jumat Rohimakumullah

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhannahu wa Ta’ala yang telah menjadikan kita sebagai hamba-hambaNya yang beriman, yang telah menunjuki kita shiratal mustaqim, jalan yang lurus, yaitu jalan yang telah ditempuh orang-orang yang telah diberi ni’mat oleh Allah, dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada’ dan shalihin.

Semoga shalawat dan salam selalu terlimpah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw., keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik hingga hari kiamat.

Selanjutnya dari atas mimbar ini, perkenankanlah saya menyampaikan wasiat kepada saudara-saudara sekalian dan kepada diri saya sendiri, marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala selama sisa umur yang Allah karuniakan kepada kita, dengan berusaha semaksimal mungkin menjauhi larangan-laranganNya dan melaksanakan perintah-perintahNya dalam seluruh aktivitas dan sisi kehidupan.

Sungguh kita semua kelak akan menghadap Allah sendiri-sendiri untuk mempertanggung-jawabkan seluruh aktivitas yang kita lakukan. Pada hari itu, hari yang tidak diragukan lagi kedatangannya, yaitu hari kiamat, tidak akan bermanfaat harta benda yang dikumpul-kumpulkan dan anak yang dibangga-banggakan kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang salim, hati yang betul-betul bersih dari syirik sebagaimana firmanNya

dalam Surat Asy-Syu’aro 26 :  88-89:

tPöqtƒ Ÿw ßìxÿZtƒ ×A$tB Ÿwur tbqãZt/ ÇÑÑÈ žwÎ) ô`tB ’tAr& ©!$# 5=ù=s)Î/ 5OŠÎ=y™ ÇÑÒÈ

 

  1. (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
  2. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Dalam kesempatan khutbah Jum’at kali ini materi “Jauhi Prasangka”

Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Hujurat 49 ayat 12-13 yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ ﴿١٢﴾

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ ﴿١٣﴾

  1. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
  2. Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

Kedua ayat ini erat sekali kaitannya dengan silaturahim.:

  • Pertama, janganlah berburuk sangka kepada sesama mu`min.
  • Kedua, janganlah menyibukkan diri mencari-cari kesalahan orang lain, sementara kesalahan-kesalahan dirinya tak pernah ia perhatikan untuk diperbaikinya.
  • Ketiga, janganlah membicarakan keburukan orang lain hanya untuk maksud menjatuhkan dan menjelek-jelekan bukan untuk mencari penyelesaian.

Pada ayat 12 dikatakan “bahwa seorang mu`min yang berburuk sangka, mencari kesalahan orang lain, membicarakan keburukan saudaranya tidak untuk mencari maslahat, tapi untuk menjatuhkan, maka sama dengan ia telah memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati.

Ada 2 (dua) penafsiran para ulama tentang pernyataan “daging bangkai” itu :

  • Pertama, orang tersebut seakan-akan sudah menjadi bangkai hidup, di mana setiap ia keluar rumah semua orang menganggapnya seperti apa yang difitnahkannya sehingga ia sudah tidak ada nilainya di mata masyarakat.
  • Kedua, benar-benar memakan bangkai, sebag ada sebuah hadits menjelaskan tentang perjalanan Mi`raj Nabi Saw. à Ketika itu Rasulullah Saw. Diperlihatkan gambaran tentang neraka :

Beliau melihat ada bebarapa macam orang-orang ahli neraka; salah satunya Beliau melihat ada penduduk neraka yang pekerjaannya hanya makan daging bangkai manusia yang sudah busuk.

Rasulullah Saw pun bertanya, “wahai Malaikat Jibril siapa mereka ini ? Jibril berkata : Ini gambaran yang Allah berikan padamu ya Muhammad, untuk disampaiklan kepada ummatmu, seperti inilah nasib sebagian orang-orang yang mengaku beriman itu di akhirat nanti. Mereka yang pada waktu di dunia senang memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati, yaitu mereka yangberburuk sangka, mencari kesalahan, membicarakan keburukan saudaranya sesame mu`min untuk menghancurkan saudaranya itu; disisi Allah sama dengan ia telah memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati, tempatnya adalah di neraka dan  telah disiapkan daging bangkai manusia yang telah busuk untuk menjadi santapannya sehari-hari di neraka jahannam” 

Hadirin Rohimakumullah ………..

Dosa terbagi :

  • Dosa mendzalimi diri à adalah dosa antara diri pribadi dengan Allah Swt dan tidak ada pihak yang dirugikan dengan perbuatan dosanya seperti dosa meniggalkan shalat, shaum dsb.
  • Dosa fahisyah à merupakan dosa yang apabila dilakukan oleh seseorang maka yang rugi bukan hanya dirinya, tapi ada pihak yang dirugikan seperti dosa menyakiti perasaan orang lain, mencuri, korupsi, membunuh dsb.

Silaturahim selalu dianggap masalah kecil. Pandangan semacam ini hendaknya kita hentikan. Mari kita selesaikan segala urusan yang tidak baik dengan silaturahim, saling memaafkan, sebelum kita atau pihak yang di dzalimi meninggal dunia, agar kita terlepas dari dosa-dosa fahisyah.

Taubat untuk dosa fahisyah jauh lebih berat dibanding dosa mendzalimi diri.

  • Dalam dosa mendzalimi diri seseorang cukup bertaubat secara langsung kepada Allah
  • Namun untuk dosa fahisyah tidak bisa selesai hanya dengan bertaubat kepada Allah saja, melainkan sebelum taubat dilakukan seseorang harus menyelesaikan dan meminta maaf terlebih dahulu kepada orang yang ia dzalimi hingga masalahnya tuntas.

Timbul pertanyaan, bagaimana jika seseorang tidak atu belum menyelesaikan dosa fahisyahnya di dunia?

Dalam Hadits Riwayat Imam Muslim, Rasulullah Saw bersabda “Tahukah kamu siapa orang yang paling bangkrut di akhirat nanti? Yang paling bangkrut adalah mereka yang berbuat zalim di dunia lalu mereka tidak menyelesaikan kezalimannya. Jika yang berbuat zalim itu memiliki amal kebajikan, maka amal kebajikan-nya akan diserahkan pada orang yang di zalimi. Jika amalnya tidak cukup, maka dosa orang-orang yang ia zalimi akan dipindah kan pada orang yang menzalimi”

Hadits ini mengisyaratkan bahwa di akhirat nanti  tidak ada satu kezaliman pun, yang tidak dibalas oleh Allah. à Tidak ada orang yang dizalimi itu yang tidak memperoleh haknya.

Hadirin Rohimakumullah

Zalim adalah kebalikan dari adil.

  • Adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya, menyampaikan hak kepada yang berhak menerimanya.
  • Zalim artinya menempatkan sesuatu tidak sesuai pada tempatnya.

Bila setiap muslim menyadari betapa sulitnya bertaubat untuk urusan dosa fahisyah, maka seorang muslim tentunya tidak akan berani berbuat zalim kepada orang lain.

Dalam sebuah Hadits diceritakan, ada seorang wanita yang oleh Rasulullah Saw dikatakan ia ahli neraka, sebab wanita ini telah zalim dengan seekor kucing, dengan menyiksa, mengurung dan tidak memberi makan dan minum.

Hal ini berarti, betapa sangat besar dosa karena menzalimi sesame mahluk Allah. Menzalimi seekor kucing saja, dosanya begitu besar di sisi Allah hingga amal ibadahnya tidak dapat mengimbangi berat dosanya.

Lalu bagaimana bila seseorang menzalimi orang lain, bahkan yang di zalimi itu bukan hanya seorang, tetapi sekian ribu atau juta manusia ?

Disadari atau tidak sebagian saudara kita sudah terlalu lama menyepelekan perkara ibadah hablum minan nas, sebab mungkin selama ini mereka sudah merasa selesai dengan urusan keislamannya, bila sudah shalat, shaum dan haji. Padahal setiap detik dalam hidup harus bernilai ibadah.

Fiman Allah (QS.Adz Dzariaat 51:56)

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ﴿٥٦﴾

  1. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Maka porsi ibadah terbesar dalam hidup ini adalah ibadah hablumminannas, bahkan ibadah hablum minallah pun berkaitan dengan aspek hablum minannas.

Ibadah shalat sebagai pembentuk akhlak, dimana salah satu hikmahnya  “Mencegah seseorang dari perbuatan keji dan Munkar” (QS Al Ankabuut 29:45)

  1. bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Shalat berjamaah sangat besar sekali dampaknya dalam membina persatuan dan kebersamaan. Dalam ibadah haji pada saat berihram ditanah Haram, tidak dibolehkan membunuh binatang buruan dan mencabut pohon-pohonan. Dalam ibadah shaum diajarkan mengendalikan hawa nafsu memakan milik sendiri yang halal untuk melatih agar tidak memakan hak orang lain. Demikian pula dalam ibadah zakat seseorang dilatih untuk peduli dengan nasib sesame manusia.

Jika yang dimaksud dengan Hablumminallah itu adalah ibadah-ibadah yang terdapat dalam Rukun Islam, maka berapa banyak ibadah-ibadah tersebut menyita jatah usia seseorang?  Tentu porsi ibadah paling banyak ada pada hablumminannas.

Firman Allah (QS Al-Hujurat 49:10)

  1. orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Sabda Rasulullah : “Belum sempurna iman seseorang diantara kalian sampai dia bisa mencintai sesame mukmin seperti cinta dia pada diri sendiri” (HR Bukhari)

Sehingga Rasulullah Saw juga bersabda : “Tidak beriman dengan ajaran yang aku bawa (Islam), jika seseorang dapat tidur dengan nyenyak sementara disekelilingnya banyak saudaranya seiman yang tidak bisa tidur karena menahan lapar”

.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

 

 KHUTBAH KEDUA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيْئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Ma’asyirol Muslimin yang dirahmati Allah

Begitulah seharusnya silaturahim dalam Islam, bukan sekedar silaturahim basa basi seperti yang telah banyak dilakukan selama ini.

Mudah-mudahan kita termasuk kepada golongan  orang-orang yang menempatkan silaturahim pada tempatnya, suci dari ke kufuran dan kemusyrikan, suci dari dosa dan kesalahan.

 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.

والحمد لله رب العالمين.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.وَأَقِمِ الصَّلاَةِ
Assalamu`alaikum Wr. Wb

 

Sumber :

logo fuui 150x150kop-bulletin

Athian Ali Moh. Da`i (Jauhi Prasangka)

Lembar Kajian Syakhshiyyah Islamiyyah

Sabtu 11 Syawal 1437H/16 Juli 2016M

Edisi 46 Tahun XIII/1437/2016

 

ara

Diedit ulang untuk Khutbah Jumat/Tausiyah

Oleh

H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

20161007- Jauhi Prasangka

https://arozakabuhasan.wordpress.com/

http://arozakabuhasan.blogspot.com/

http://alfajrbandung.wordptess.com

https://fuuindonesia.wordpress.com/
https://fuuina.wordpress.com/

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

ARA

Hidup adalah amanah dari Allah Swt.

WordPress.com Apps

Apps for any screen

syiah981

bersama masuk surga

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

SITUSARA situs ara

bersama membentengi akidah ummat

"masjid tanpa warna" MASJID AL-FAJR

Membentengi akidah sesuai Al-Quran dan Hadist

ARA-SILSILAH

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

%d bloggers like this: