Category Archives: Syakhshiyyah Islamiyyah

Istiqomah setelah Ramadhan

 

 

10945547_10200350190073687_6761647511836910601_nIstiqomah setelah Ramadhan

KHUTBAH PERTAMA

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ  أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ  وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ    اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد  وَعَلَى آلِهِ وَصَحـْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.

إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ  وَلاَتَمُوْتُونَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْن

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا     أَمَّا بَعْدُ؛

 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

  • Pada kesempatan yang mulia ini, di tempat yang mulia, dan di hari yang mulia ini, marilah kita selalu menjaga dan meningkatkan mutu keimanan dan kualitas ketakwaan kita kepada Allah dengan sebenar-benar takwa yaitu ketakwaan yang dibangun karena mengharap keridhaan Allah Swt.; bukan keridhaan manusia.
  • Ketakwaan yang dilandasi karena ilmu yang bersumber dari al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah, dan ketakwaan yang dibuktikan dengan amal perbuatan dengan cara menjalankan setiap perintah Allah dan Nabi-Nya karena mengharap rahmat Allah Swt. dan berusaha semaksimal mungkin menjauhi dan meninggalkan setiap bentuk larangan Allah dan Nabi-Nya.
  • Thalq bin Habib Rahimahullah seorang tabi’in, suatu ketika pernah menuturkan sebagaimana dinukil oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di dalam Fatwanya,

اَلتَّقْوَى: أَنْ تَعْمَلَ بِطَاعَةِ الله عَلَى نُوْرٍ مِنَ الله ، تَرْجُو رَحْمَةَ الله وَأَنْ تَتْرُكَ مَعْصِيَةَ الله عَلَى نُوْرٍ مِنَ الله، تَخَافَ عَذَابَ الله.

“Takwa adalah kamu mengamalkan ketaatan kepada Allah berdasarkan cahaya dari Allah, kamu mengharapkan rahmat Allah, dan kamu meninggalkan maksiat kepada Allah berdasarkan cahaya dari Allah, serta kamu takut azab Allah.”

  • Demikianlah semoga setelah Ramadhan yang penuh barokah berlalu, dimana kita telah sama-sama melaluinya seharusnya yang selalu ada dan tumbuh dalam benak dan hati setiap Muslim, adalah akan membawa dampak dan bekas yang baik Ramadhan, melahirkan pribadi-pribadi yang istiqamah dan iltizam (konsisten). yang pada akhirnya akan membentuk keluarga dan komunitas masyarakat yang senantiasa berjalan di atas jalan yang lurus.

 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

  • Yang menjadi pangkal utama seseorang akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan memperoleh rahmat Allah Swt.  serta selamat dari azab-Nya pada Hari Kiamat kelak, adalah sejauh mana dia dapat menjaga dan memelihara hati.

 

Yaitu hati yang  selalu condong dan mempunyai ketergantungan hanya kepada Allah Swt., karena Dialah Allah satu-satunya Dzat yang membolak-balikkan hati setiap hamba-Nya sesuai dengan kehendakNya untuk menguji keimanan dan ketaqwaan.

  • Bukan justru hati yang selalu condong kepada hawa nafsunya dan tipu daya setan laknatullah.
  • Allah Swt. hanya akan melihat hati kita dan amal perbuatan kita. Manakala hati seseorang bersih, maka akan membawa dampak kepada kebaikan seluruh anggota tubuhnya, begitu sebaliknya jika hati seseorang rusak, maka rusaklah seluruh anggota tubuhnya.
  • Rasulullah Swt. dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, 1/20.

أَلاَ، وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ.

“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh ini ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh anggota tubuh dan jika rusak, maka rusaklah seluruh anggota tubuh. Ketahuilah, ia adalah hati.” (HR. al-Bukhari).

 

  • Hadirin Rohimakumullah

Kalau kita perhatikan bahwa kondisi di masyarakat, kita menyaksikan suatu fenomena yang sangat memprihatinkan dan menyedihkan. Banyak orang memahami bahwa tolak ukur kebahagiaan seseorang diukur dengan penampilan lahiriyah dan materi, sehingga mereka sibuk dengan kehidupan dunianya, memperkaya diri, memperindah dan mempercantik diri dengan berbagai macam bentuk keindahan dunia;

 

Namun pada saat yang sama, mereka lalai dan lupa dengan keindahan, kebersihan, serta kesucian bathin.

 

  • Allah Swt. berfirman

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي اْلأَرْضِ فَيَنظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْهُمْ وَأَشَدَّ قُوَّةً وَءَاثَارًا فِي اْلأَرْضِ فَمَآأَغْنَى عَنْهُم مَّاكَانُوا يَكْسِبُون.

 

 

“Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Orang-orang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka.” (Al-Mu`min: 82).

 

  • Ayat ini memberikan penjelasan kepada kita bahwa segala sesuatu yang mereka usahakan dan mereka nikmati ternyata tidak berguna dan tidak dapat menyelamatkan diri mereka. Na’udzubillahi min dzalik.

 

  • Jama’ah Shalat Jum’ah Rahimakumullah

Oleh karenanya, keindahan bathin dan keselamatan hati merupakan dasar dan pondasi keberuntungan di dunia dan di Hari Kiamat kelak.

 

  • Allah Swt. berfirman

يَابَنِى ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْءَاتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ ءَايَاتِ ِالله لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

 

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (Al-A’raf: 26).

 

  • Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah menuturkan di dalam salah satu kitab beliau, “Hati yang sehat, yaitu hati yang selalu terjaga dari syirik, sifat dengki, iri hati, kikir, takabur, cinta dunia dan jabatan. Ia terbebas dari semua penyakit yang akan menjauhkannya dari Allah Swt. Ia selamat dari setiap syubhat yang menghadangnya. Ia terhindar dari intaian syahwat yang menentang jati dirinya, dan ia terbebas dari segala keinginan yang akan menyesaki tujuannya. Ia akan terbebas dari segala penghambat yang akan menghalanginya dari jalan Allah.

 

  • Keselamatan hati tidak akan terwujud, kecuali dengan terjaga dari lima perkara,

 

  1. yaitu syirik yang bertentangan dengan tauhid,
  2. dari bid’ah yang berhadapan dengan sunnah,
  3. dari syahwat yang menghambat urusannya,
  4. dari ghaflah (kelalaian) yang menghilangkan dzikir kepada Allah Swt.
  5. dari hawa nafsu yang akan menghalangi ikhlash.” (al-Jawab al-Kafi, 1/176).

 

  • Ibnu Rajab al-Hanbali (Mahajjah fi Sair ad-Daljah, hal. 52).

“Keutamaan itu tidak akan diraih dengan banyaknya amal jasmani, akan tetapi diraih dengan ketulusan niat yang benar kepada Allah Swt.  lagi sesuai dengan sunnah Nabi dan dengan banyaknya pengetahuan dan amalan hati.”

 

  • Ini semua menunjukkan bahwa dasar keimanan atau kekufuran, hidayah atau kesesatan, keberuntungan atau kenistaan tergantung pada apa yang tertanam di dalam hati seorang hamba.

 

  • Abu Hurairah pernah menuturkan, bahwa Rasulullah Swt. bersabda :

 

لَا يَسْتَقِيْمُ إِيْمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيْمَ قَلْبُهُ.

 

“Iman seseorang tidak akan lurus (benar) sebelum hatinya lurus.” (HR. Ahmad, no. 13079).

 

  • Ma’asyiral Muslimin Sidang Jum’ah Rahimakumullah

Pada dasarnya hati seseorang bisa mengeras, seperti batu atau bahkan lebih keras dari itu, sehingga ia akan jauh dari Allah Swt., jauh dari rahmatNya, dan dari ketaatanNya.

 

Dan sejauh-jauh hati dari Allah Swt. adalah hati yang kasar, di mana peringatan tidak lagi bermanfaat baginya, nasihat tidak dapat menjadikan dia lembut, perkataan tidak menjadikannya berilmu;

 

sehingga seseorang yang memiliki hati yang demikian di dalam dadanya, maka hatinya tidak memberikan manfaat apa-apa baginya, dan tidak akan melahirkan sesuatu pun, kecuali kejahatan.

 

  • Sebaliknya hati yang lembut, yang takut dan tunduk merendahkan diri terhadap Pencipta-Nya Allah Swt., serta selalu mendekatkan diri kepada-Nya, mengharapkan rahmat-Nya dan menjaga ketaatan-Nya, maka pemiliknya akan mempunyai hati yang bersih, selalu menerima kebaikan.

 

  • Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :

 

يَوْمَ لاَيَنفَعُ مَالٌ وَلاَبَنُونَ إِلاَّ مَنْ أَتَى ِالله بِقَلْبٍ سَلِيم

“Di hari yang mana harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (Asy-Syu’ara` : 88 – 89).

 

  • Dengan demikian, marilah kita bersungguh-sungguh dalam menjaga hati dan senantiasa mengawasinya, di mana dan kapan saja, karena hati adalah satu-satunya anggota tubuh kita yang paling besar bahayanya, paling mudah pengaruhnya, dan paling sulit mengurus dan memperbaikinya.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ ِالله لِيْ وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ

فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

 

al-quran-2-250x205

KHUTBAH KEDUA :

 

  • اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إله إلا ِالله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ:

 

  • Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
  • Di dalam sebuah hadits yang bersumber dari Miqdad bin al-Aswad, ia menceritakan, Rasulullah Saw. bersabda :

 

لَقَلْبُ ابْنِ آدَمَ أَشَدُّ انْقِلَابًا مِنَ الْقِدْرِ إِذَا اجْتَمَعَتْ غَلْيًا.    

 

“Sungguh, hati anak Adam (manusia) itu sangat (mudah) berbolak-balik daripada bejana apabila ia telah penuh dalam keadaan mendidih.”

(HR. Ahmad, no. 24317).

 

  • Semoga hati kita tidak mudah terpeleset dan menyimpang dari kebenaran dan cahaya dari Allah Swt., jangan sampai tertutup dan terkunci karena hawa nafsu yang membelit-nya,
  • Semoga usaha-usaha penjagaan terhadap hati yang bersifat kuratif dan kontinyu, sekaligus resep (obat) sebagai usaha prefentif agar bisa menyelamatkan kita dari segala bentuk penyakit-penyakit hati.
  • Hadirin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah Swt

 

Di antara hal yang dapat menyebabkan hati seseorang menjadi tenang dan bersih adalah:

 

  1. Banyak membaca ayat-ayat al-Qur`an dan mendengarkannya, dan memahaminya karena al-Qur`an merupakan penawar yang ampuh dari penyakit syubhat dan nafsu syahwat yang keduanya merupakan inti penyakit hati seseorang.
  2. Di antara usaha yang dapat menenangkan hati adalah dengan mengambil pelajaran terhadap kejadian dan peristiwa serta kehancuran yang menimpa umat-umat terdahulu akibat kemaksiatan yang mereka lakukan.

 

  1. Kemudian di antara yang dapat menenangkan hati adalah dengan banyak mengingat Allah Swt. dalam situasi dan kondisi apa pun.
  2. Dan termasuk penjagaan hati adalah menerima secara total setiap perintah Allah Swt. dan mengamalkannya serta menjauhi setiap laranganNya.

 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

  1. Di samping itu kita perlu memperhatikan dan menghiasi hati kita dalam bentuk penjagaan kita yaitu senantiasa menghindari hal-hal yang dapat mengotori, merusak, menodai, dan mencemarkan hati-hati kita.

(Di antaranya, tidak sibuk dan mudah terpedaya dengan kenikmatan dunia yang melalaikan, terbiasa dan membiarkan mata memandang hal-hal yang diharamkan; baik melalui televisi ataupun video, dari segala bentuk siaran sinetron, ataupun gambar-gambar yang terdapat dalam surat kabar ataupun majalah, internet,  dsb.)

 

  1. Dan di antara yang dapat mengotori dan merusak hati adalah makan makanan yang haram, dan berteman dengan pelaku dosa dan maksiat.

Semoga diri kita yang hadir di majelis yang mulia ini serta keluarga kita, termasuk golongan yang akan mendapat penjagaan dari Allah Swt., sehingga hati kita senantiasa selamat dan bersih dari segala sesuatu yang dapat menodai dan merusaknya.

   اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى مُحَمَّدٍ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا وَ آخِرُ دَعْوَانَا الْحَمْدُِ   ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 

 

 

عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ

وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,

يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ     وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

 

Assalamualaikum Wr. Wb.

 
Sumber : Hati yang Istiqomah

Oleh: Abu Farwa Husnul Yaqin                                                                              http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatkhutbah&id

10945547_10200350190073687_6761647511836910601_n

diedit ulang oleh A. Rozak Abuhasan                                                                                          20170707 Istiqomah setelah Ramadhan

https://arozakabuhasan.wordpress.com/
http://arozakabuhasan.blogspot.com/https://alfajrbandung.wordpress.com

Advertisements

MUI Jabar: Lakukan Tindak Pidana, Pelaku Pemalsuan Surat Edaran Harus Segera Ditangkap

MUI Jabar: Lakukan Tindak Pidana, Pelaku Pemalsuan Surat Edaran Harus Segera Ditangkap

8 Desember 2015

ust rafani akhyar

ALHIKMAH.CO— Terkait beredarnya Surat Palsu waspada wahabi ekstrem yang mencatut institusi MUI Jabar, Sekretaris Umum MUI Jabar HM Rafani Akhyar menegaskan bahwa MUI Jabar akan berkoordinasi dengan Kemenag Jabar dan juga aparat penegak hukum guna menangkap pelaku pemalsuan surat edaran palsu ihwal mewaspadai wahabi esktrem dan KH Athian Ali.

“Itu sudah masuk tindak pidana. Kami segera berkoordinasi dengan Kemenag Jabar yang juga telah membantah mengeluarkan surat edaran tersebut dan pihak kepolisian,” kata Rafani Akhyar di Bandung, Senin (07/12/2015).

Pihak MUI Jabar mengaku telah mendapat beberapa informasi terkait dugaan pelaku pencatutan nama dan pemalsuan surat edaran ini. “Ini untuk bahan awal penelusuran. Selanjutnya kita serahkan pada pihak yang berwajib,” tambah Rafani.

Rafani menilai tindak pemalsuan ini dinilai sangat membahayakan persatuan umat Islam.”Apalagi isu yang berkembang, mengadu-domba kelompok ahlus sunnah. Ini sangat berbahaya, aparat diharapkan cepat bertindak,” pungkasnya.

MUI Jabar telah mengeluarkan klarifikasi secara resmi dalam surat bernomor 657/MUI-JB/XII/2015. Dalam surat resmi tersebut, MUI Jabar membantah telah mengeluarkan surat edaran 080/SE-037-MUI-JB yang dicatut dalam surat edaran palsu tersebut. Sebelumnya, Kemenag Jabar pun telah menegaskan bahwa surat edaran yang berisi mewaspadai wahabi ekstrem dan pengajian KH Athian Ali adalah surat palsu dan fitnah. (mr/alhikmahco)

 

KLARIFIKASI MUI JABAR MENGENAI FITNAH

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provisi Jawa Barat telah memberikan klarifikasi kepada Dewan Kemakmuran Masjid Al-Fajr :

  1. MUI Jabar tidak pernah menerbitkan surat edaran dengan No. 080/SE-037-MUI-JB
  2. Sesuai arsip MUI Jabar tentang surat keterangan untuk kepentingan penyusunan Tesis dengan judul “Pemberian Wasiat Wajibah Kepada Ahli Waris non Muslim Menurut Persfektif Hukum Islam”
  3. Kantor Kementerian Agama Provisi Jawa Barat telah pula membantah adanya Surat Edaran palsu tentang Kewaspadaan Terhadap Ajaran Wahabi Salafi di Wilayah Kota Bandung dan sekitarnya.
  4. Menghimbau agar masyarakat waspada dan berhati-hati terhadap adanya upaya adu domba.
  5. Akan melakukan koordinasi dengan Kemenag dan aparat keamanan untuk menelusuri dan menyelidiki pihak-pihak yang memalsukan surat MUI dan surat Kemenag Jawa Barat.
  6. Adapun surat Majelis Ulama Indonesia Provisi Jawa Barat perihal Klarifikasi Surat Edaran adalah :

FITNAH MUSUH-MUSUH ISLAM

ALHIKMAHCO,–  Kementrian Agama Jawa Barat (Kemenag Jabar) secara resmi merilis klarifikasi atas Surat Edaran Palsu Tentang Kewaspadaan Terhadap Ajaran Wahabi yang mencatut institusi mereka. Surat bernomor KW. 10.1/2 Kp. 04.2.2195/2015 ini dikatakan Kepala Kemenag Kanwil Jabar A. Buchori, dipalsukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

“Kami tidak pernah menerbitkan surat edaran tentang kewaspadaan terhadap ajaran Wahabi Salafi Ekstrem sebagaimana yang tersebar di pelbagai media sosial. Surat itu palsu,” kata Buchori, Jumat (04/12/2015).

“Setelah dicek di arsip surat, seharusnya tentang cuti bersama dalam rangka peringatan KAA April kemarin,” lanjut Buchori.

Isi surat tersebut menyatakan, masyarakat diimbau waspada terhadap ajaran Wahabi ekstrem yang diketuai KH Athian Ali yang merupakan pimpinan DKM Masjid Al-Fajr di kawasan Cijagra, Kota Bandung. (baca: Kemenag Jabar: KH Athian Ali Mitra Kami dan Tokoh Terpandang)

“Kepada masyarakat yang sering mengikuti pengajian beliau diimbau untuk jangan terpengaruh oleh gaya ceramahnya yang berapi-api,” demikian kutipan surat edaran palsu tersebut. (baca: Kemenag dan MUI Jabar NIlai Ada Upaya Adu Domba Sesama Umat Islam)

Dilanjutkan, hasil pengumpulan infak sedekah dari pengajian di Masjid Al-Fajr untuk membiayai kegiatan pengiriman ISIS warga Bandung ke Timur Tengah. “Waspada terhadap ceramahnya.” (nurull/alhikmah/kemenagjabar/sindonews)

Catatan:

Fitnah mereka demikian kejam dan berani memalsukan Surat Edaran Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat sebagai berikut :

Surat-Edaran-Palsu-mengatasnamakan-Kepala-Kemenag-Jabar-jpeg.image_

Atas dasar Edaran Palsu di atas, DKM Al-Fajr meminta klarifikasi dengan surat No.53/DKM/Set/XII/2015 tanggal 4 Desember 2015 sbb.:

Surat DKM Al-Fajr ke Kemenag Jabar`

Adapun klarifikasi yang diberikan oleh Kemenag Prov. Jabar :

Surat Kemenag Jabar-Klarifikasi

Hati-Hati Aliran Sesat

GAFATAR REINKARNASI QI & KOMAR                                                           http://www.sigabah.com/beta/gafatar-reinkarnasi-qi-komar/

15+-+1 Allah Allah

Beberapa hari terakhir ini, Indonesia kembali digemparkan dengan ulah salah satu kelompok aliran sesat bernama Gafatar singkatan dari “Gerakan Fajar Nusantara” yang dulu bernama “Al-Qiyadah Al-Islamiyah”. Karena nama yang terkahir ini sudah diblacklist oleh MUI dan Pemerintah,  mereka pun berubah nama menjadi Gafatar, ajaran, manhaj, akidahnya pun sama. Bahkan, nabi mereka tetap Mushaddeq yang kini masih dikerangkeng. Namun, ulah Gafatar terlihat lebih konyol dan vulgar sebab mereka mangajak anggotanya seluruh Indonesia untuk melakukan eksodus ke Kalimantan, ini tak jauh beda dengan An-Nadzir yang ada di Samata Gowa, mereka seakan-akan mendirikan negara dalam negara.

Kita setuju dengan apa yang disampaikan KH. M. Amin Djamaluddin, Pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) Jakarta, bahwa Gafatar adalah reinkarnasi Al-Qiyadah Al-Islamiyah dan Komar (Komunitas Millah Abraham), setelah “nabi” Ahmad Moshaddeq ditangkap dan divonis oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya pada 29 Oktober 2007 dan divonis pada 23 April 2008) dengan hukuman penjara 4 (empat) tahun.

Menurut KH. Amin, dalam rapat pengurus lengkap, pada Sabtu, 12 September 2009 di Jalan Raya Puncak KM 79, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, dalam pengarahan Ketuanya pada saat itu antara lain mengatakan, “12 September 2009 ini adalah sebuah saah baru, sejarah baru dan catatlah peristiwa ini baik-baik.” (hal. 16)

“Suatu hal yang perlu kita cerdasi, Allah bukanlah orang Arab dan Dia (Allah) sangat mengerti apabila manusia beribadah kepada-Nya menggunakan bahasa apa pun yang digunakannya. Ini merupakan sebuah aqidah bersejarah yang aku ungkapkan kepada kalian, pada tanggal 12 September 2009 bersejarah ini. Ini merupakan suatu yang baru dari Alqi (Al-Qiyadah Al-Islamiyyah, pen) kita bergeser menuju Millah Abraham. Kalau nanti orang mempermasalahkan nama yang kamu gunakan, maka katakanlah kepada mereka, kamu adalah Komunitas Millah Abraham.” (hal. 17).

“Pada masa transisi, penyesuaian merupakan suatu yang logis. Dengan adanya peralihan dari Alqi (Al-Qiyadah Al Islamiyyah, pen) kepada Komunitas Millah Abraham, tentu saja perlu penyesuaian, perlu perubahan struktur.” (hal. 22)

Dengan mereka berganti nama (baju) dari Al-Qiyadah Al-Islamiyyah menjadi Millah Abraham, akhirnya mereka bisa leluasa dan bebas mengembangkan organisasinya di seluruh Indonesia. Mereka hanya merubah namanya saja, akan tetapi ajarannnya masih tetap sesat, karena mengikuti ajaran ”nabi” Ahmad Moshaddeq.

Alhamdulillah, Gubernur Aceh telah mengeluarkan SK yang berisi larangan untuk Millah Abraham di seluruh wilayah Aceh dengan SK Gubernur Aceh No. 9 tahun 2011, pada Kamis 26 April 2012. Akhirnya mereka berganti nama (baju) lagi dari Millah Abraham menjadi Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara). Dengan nama baru ini, mereka melakukan kegiatan sosial di mana-mana di seluruh Indonesia.

Kemudian, pada hari Kamis, 7 Juni 2012, koran Radar Depok memuat wawancara jarak jauh dengan penulis, (pada saat itu, penulis sedang pulang kampung ke Udik Bima, NTB). Penulis tidak bisa mendengar suara wartawan Radar Depok tersebut, karena suara Hpnya terputus-putus. Wartawan Radar Depok bertanya kepada penulis tentang Gafatar yang kegiatannya luar biasa di Depok. Penulis jawab bahwasanya Gafatar itu pada intinya masih tetap mengikuti ajaran yang bersumber dari Ahmad Moshaddeq. Perlu diketahui bahwasanya Ahmad Moshaddeq ini berasal dari Pesantren Al-Zaytun NII KW-9, Al-Qiyadah Al-Islamiyyah dan juga Millah Abraham. Wawancara antara penulis dengan wartawan Radar Depok via telepon ini, dimuat oleh Radar Depok pada hari Jumat, 8 Juni 2012.

Setelah Radar Depok menurunkan berita hasil wawancara dengan penulis tersebut, akhirnya beberapa pimpinan Gafatar mendatangi redaksi koran Radar Depok dan mereka memprotes keras berita tersebut. Maka pada saat itu pula, wartawan Radar Depok menelepon penulis, dan penulis jawab bahwa penulis masih di kampung, belum pulang ke Jakarta.

Setelah penulis tiba di Jakarta, maka pada Senin 11 Juni 2012, datanglah beberapa orang pengurus Gafatar ke kantor LPPI di Jalan Tambak No. 20B Jakarta Pusat. Di Kantor LPPI, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gafatar Jawa Barat, Ir. La Ode Arsam Tira protes dan marah-marah kepada penulis. Penulis hanya mendengarkan dan diam saja saat Ir. Laode marah-marah tersebut.

Setelah kemarahan Ir. Laode mereda, maka penulis mengambil buku-buku asli tulisan Ahmad Moshaddeq dan buku tulisan Ketua Umum Gafatar, Mahful Muis Hawari dan penulis perlihatkan buku-buku tersebut kepada mereka semuanya.

Buku tulisan Ketua Umum Gafatar, Mahful Muis Hawari yang berjudul: Teologi Abraham Membangun Kesatuan Iman, Yahudi, Kristen dan Islam. Penulis menilai bahwa buku ini merupakan missi Yahudi untuk menghancurkan Islam dari dalam.

Buku tulisan Ahmad Moshaddeq yang berjudul: Eksistensi dan Konsekuensi Sebuah Kesaksian, dengan editor Mahful Muis, S.Ag, M.A. Di dalam buku tersebut terdapat tulisan Ahmad Moshaddeq dan juga tulisan Mahful Muis, S.Ag, M.A. Buku tulisan Ahmad Moshaddeq yang berjudul: Al Masih Al Maw’ud & Ruhul Qudus Dalam Perspektif Taurat, Injil & Al-Qur`an.

Buku dengan judul: Ruhul Qudus yang Turun Kepada Al Masih Al Maw’ud. Di dalam buku tersebut, pada hal. 191, 192 hampir seluruh Pengurus Gafatar telah berbai’at kepada ”nabi” Ahmad Moshaddeq.

Buku yang ke-4 ini hanya copyannya saja, karena buku yang asli sudah disita oleh Polda Metro Jaya sebagai bukti penodaan agama, sewaktu penulis melaporkan Ahmad Moshaddeq di Polda Metro Jaya tahun 2007, delapan tahun yang lalu, sehingga divonis 4 (empat) tahun penjara.

Setelah mereka melihat buku-buku asli tersebut, terutama buku tulisan Ketua Umumnya, alangkah kagetnya mereka. Penulis berkata kepada Ir. La Ode, “Buku tulisan Ketua Umum Gafatar ini berisi misi Yahudi, yaitu untuk menyesatkan umat Islam, sama dengan misinya Millah Abraham!”

Penulis juga memperlihatkan kepada mereka Susunan Pengurus Gafatar lengkap dengan foto-foto mereka dengan latar foto berwarna orange serta nomor urut bai’at mereka kepada Ahmad Moshaddeq.

Setelah penulis memperlihatkan buku-buku asli tersebut kepada mereka, termasuk buku tulisan Ketua Umum Gafatar dan buku tulisan Ahmad Moshaddeq tersebut, maka Ir. La Ode yang tadinya marah-marah kepada penulis, akhirnya dia berkata kepada penulis, ”Pak Amin ini orang tua kita, tempat kita bertanya berbagai masalah agama,” sambil memegang bahu penulis. Kemudian setelah itu, mereka pun pulang.” (copy kartu namanya terlampir).

Beruntunglah kita masih memiliki ulama yang istiqamah semisal KH. M. Amin Djamaluddin, begitu pula kita masih memiliki lembaga keulamaan yang berhak menentukan dan merumuskan jenis ajaran yang menyimpang, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI). Setidaknya ada sepuluh kriteria yang ditetapkan oleh MUI.

Pertama, mengingkari rukun iman dan rukun Islam. Kedua, meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar’i (Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw). Ketiga, meyakini turunnya wahyu setelah Al-Qur’an.

Keempat, mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Al-Quran.
Kelima, melakukan penafsiran Al-Qur’an yang tidak berdasarkan kaidah tafsir.
Keenam, mengingkari kedudukan hadits nabi sebagai sumber ajaran Islam. Ketujuh, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.

Kedelapan, mengingkari Nabi Muhammad saw. sebagai nabi dan rasul terakhir. Kesembilan, mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah.
Kesepuluh,  mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i.

Melihat kriteria aliran sesat yang ditetapkan MUI Pusat tersebut, maka kita melihat Gafatar adalah aliran sesat yang sangat sempurna, hampir semua kriteria masuk di dalamnya. Melanggar poin kedelapan saja, dengan meyakini ada nabi setelah Nabi Muhammad saw., maka secara total keislaman seseorang akan rontok alias batal.

Dengan berpatokan oleh rumusan kriteria aliran sesat di atas, maka tidak susah mendiagnosa ajaran sesat yang diamalkan oleh golongan mana pun, termasuk dapat dijadikan sebagai alat untuk membendung dan meringkus penganut aliran Gafatar. Wallahu A’lam!

Diadaptasi dari tulisan KH. M. Amin Djamaluddin (Pimpinan LPPI Jakarta) dan Ustadz Ilham Kadir, Wasekjen Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Sulsel.

Editor: Amin Muchtar, Anggota Komisi Akidah Dewan Hisbah PP Persis, sigabah.com/beta

share by :ara

https://arozakabuhasan.wordpress.com/

http://membentengiakidah.blogspot.co.id/

Khutbah Jumat Meneladani Rasulullah Saw Menuju Pribadi Muslim Berprestasi

Meneladani Rasulullah Saw
Menuju Pribadi Muslim Berprestasi

KHUTBAH PERTAMA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

Jamaah sholat Jumat Rohimakumullah
Puji syukur, kita panjatkan kehadirat Ilahi Robbi yang telah mencurahkan nikmat karunia-Nya yang tiada terhingga dan tiada pernah putus sepanjang zaman kepada makhlukNya, baik berupa kesehatan, rezeki, kesempatan sehingga saat ini kita dapat menunaikan kewajiban shalat Jumat. Shalawat dan salam semoga selalu Allah curahkan pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw., beserta keluarganya, para sahabat serta kita dan para pengikutnya sampai akhir zaman.
Kaum Muslimin rahimakumullah..
Marilah kita selalu meningkatkan taqwa kepada Allah Swt. dalam arti yang sebenar-benarnya dan selurus-lurusnya. Menjalankan secara ikhlas seluruh perintah Allah Swt., kemudian menjauhi segenap larangan-larangan Nya. Marilah kita isi setiap desah nafas kita dengan sentuhan-sentuhan Taqwa. Sebab, hanya dengan Taqwa … InsyaAllah … kita akan memperoleh kebahagiaan hakiki di akherat yang abadi nanti dan kebahagiaan hidup di dunia fana ini,; dan janganlah kita mati sebelum benar-benar dalam keadaan muslim.
Ma`asyiral muslimin rahimakumullah
Sekiranya kita hendak berbicara tentang Islam dan kemuliaannya, ternyata tidaklah cukup hanya berbicara mengenai ibadah ritual belaka. Tidaklah cukup hanya berbicara seputar shaum, shalat, zakat, dan haji. Begitupun jikalau kita berbicara tentang peninggalan Rasulullah SAW, maka tidak cukup hanya mengingat indahnya senyum beliau, tidak hanya sekedar mengenang keramah-tamahan dan kelemah-lembutan tutur katanya, tetapi harus kita lengkapi pula dengan bentuk pribadi lain dari Rasulullah, yaitu : beliau adalah orang yang sangat menyukai dan mencintai prestasi!
Hampir setiap perbuatan yang dilakukan Rasulullah SAW selalu terjaga mutunya. Begitu mempesona kualitasnya. Shalat beliau adalah shalat yang bermutu tinggi, shalat yang prestatif, khusyuk namanya. Amal-amal beliau merupakan amal-amal yang terpelihara kualitasnya, bermutu tinggi, ikhlas namanya. Demikian juga keberaniannya, tafakurnya, dan aneka kiprah hidup keseharian lainnya. Seluruhnya senantiasa dijaga untuk suatu mutu yang tertinggi.

Ya, beliau adalah pribadi yang sangat menjaga prestasi dan mempertahankan kualitas terbaik dari apa yang sanggup dilakukannya. Allah Azza wa Jalla menegaskan dalam firman-Nya,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah …” (QS. Al Ahzab [33] : 21)
Jama’ah Juma’t Rahimakumullah

Kalau ada yang bertanya, mengapa sampai sekarang umat Islam belum ditakdirkan unggul dalam kaitan kedudukannya sebagai khalifah di muka bumi ini? Seandainya kita mau jujur dan mau merenung, mungkin ada hal yang tertinggal di dalam mensuri tauladani pribadi junjungan kita Nabi SAW. Yakni, kita belum terbiasa dengan kata prestasi. Kita masih terasa asing dengan kata kualitas. Dan kita pun kerapkali terperangah manakala mendengar kata unggul. Padahal, itu merupakan bagian yang sangat penting dari peninggalan Rasulullah SAW yang diwariskan untuk umatnya hingga akhir zaman.
Akibat tidak terbiasa dengan istilah-istilah tersebut, kita pun tidak lagi merasa bersalah andaikata tidak tergolong menjadi orang yang berprestasi. Kita tidak merasa kecewa ketika kita tidak bisa memberikan yang terbaik dari apa yang bisa kita lakukan. Lihat saja shalat dan shaum kita, yang merupakan amalan yang paling pokok dalam menjalankan syariat Islam.

Kita jarang merasa kecewa andaikata shalat kita tidak khusyuk. Kita jarang merasa kecewa manakala bacaan kita kurang indah dan tidak sempurna mahrojal hurup dan tajwidnya. Kita pun jarang kecewa sekiranya shaum Ramadhan yang kita laksanakan berlalu tanpa kita evaluasi mutunya.

Jama’ah Juma’t Rahimakumullah

Kita memang banyak melakukan hal-hal yang ada dalam aturan agama tetapi kadang-kadang tidak tergerak untuk meningkatkan mutunya atau minimal kecewa dengan mutu yang tidak baik. Tentu saja tidak semua dari kita yang memiliki kebiasaan kurang baik semacam ini. Akan tetapi, kalau berani jujur, mungkin kita termasuk salah satu diantara yang jarang mementingkan kualitas.

Padahal, adalah sudah merupakan sunnatullah bahwa yang mendapatkan predikat terbaik hanyalah orang-orang yang paling berkualitas dalam sisi dan segi apa yang Allah takdirkan ada dalam episode kehidupan dunia ini. Baik dalam urusan duniawi maupun ukhrawi, Allah Azza wa Jalla selalu mementingkan penilaian terbaik dari mutu yang bisa dilakukan.

Misalnya saja shalat, Allah SWT telah menjelaskan:
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ(1)الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ(2)

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya” (QS. Al mu’minun : 1 – 2)

Artinya, shalat yang terpelihara mutunya, shalat yang dilakukan oleh orang yang benar-benar menjaga kualitas shalatnya. Sebaliknya, disurah Al Ma’un ayat 4 – 5 Allah SWT menjelaskan kepada kita,
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ(4)الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ(5)

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya” (QS. Al Maaun : 4 –5)

Jama’ah Juma’t Rahimakumullah

Amal baru diterima kalau benar-benar bermutu tinggi ikhlasnya. Allah Azza wa Jalla berfirman,
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat serta menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus” (QS. Al Bayyinah: 5).
Allah pun tidak memerintahkan kita, kecuali menyempurnakan amal-amal ini semata-mata karena Allah. Ada riya sedikit saja, pahala amalan kita pun tidak akan diterima oleh Allah Azza wa Jalla. Ini dalam urusan ukhrawi.
Demikian juga dalam urusan duniawi produk-produk yang unggul selalu lebih mendapat tempat di masyarakat. Lebih mendapatkan kedudukan dan penghargaan sesuai dengan tingkat keunggulannya. Para pemuda yang unggul juga bisa bermanfaat lebih banyak daripada orang-orang yang tidak memelihara dan meningkatkan mutu keunggulannya.

Pendek kata, siapapun yang ingin memahami Islam secara lebih cocok dengan apa-apa yang telah dicontohkan Rasul, maka bagian yang harus menjadi pedoman hidup adalah bahwa kita harus tetap tergolong menjadi orang yang menikmati perbuatan dan karya terbaik, yang paling berkulitas. Prestasi dan keunggulan adalah bagian yang harus menjadi lekat menyatu dalam perilaku kita sehari-hari.

Kita harus menikmati karya terbaik kita, ibadah terbaik kita, serta amalan terbaik yang harus kita tingkatkan. Tubuh memberikan karya terbaik sesuai dengan syariat dunia sementara hati memberikan keikhlasan terbaik sesuai dengan syariat agama. Insya Allah, di dunia kita akan memperoleh tempat terbaik dan di akhirat pun mudah-mudahan mendapatkan tempat dan balasan terbaik pula.

Tubuh seratus persen telah memberikan upaya terbaik, otak seratus persen digunakan untuk mengatur strategi yang paling jitu dan paling mutakhir, dan hati pun seratus persen memberikan tawakal serta ikhlas terbaik, maka kita pun akan puas menjalani hidup yang singkat ini dengan perbuatan yang Insya Allah tertinggi dan bermutu. Inilah justru yang dikhendaki oleh Al Islam, sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah SAW yang mulia, para sahabatnya yang terhormat, dan orang-orang shaleh sesudahnya.
Jama’ah Jumah Rahmakumullah

Oleh sebab itu, bangkitlah dan jangan ditunda-tunda lagi untuk menjadi seorang pribadi muslim yang berprestasi, yang unggul dalam potensi yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada setiap diri hamba-hambanya. Kitalah sebenarnya yang paling berhak menjadi manusia terbaik, yang mampu menggenggam dunia ini, daripada mereka yang ingkar, tidak mengakui bahwa segala potensi dan kesuksesan itu adalah anugerah dan karunia Allah SWT, Zat Maha Pencipta dan Maha Penguasa atas jagat raya alam semesta dan segala isinya ini!
Ingat, hadirin jama’ah jum’ah rahimakumullah, Allah SWT telah menjelaskan kepada kita,
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh yang ma’ruf dan mencegah yang munkar dan beriman kepada Allah …!’ (QS. Ali Imran: 110).
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

 

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ:

Hadirin jamaah shalat jumat Rohimakumullah.
Akhirnya marilah kita berdoa memohon kepada Allah Swt. :
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ
“Ya Allah ya Tuhan kami, perbaikilah bagi kami agama kami sebagai benteng urusan kami; perbaikilah bagi kami dunia kami yang menjadi tempat kehidupan kami; perbaikilah bagi kami akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagi kami dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematian kami sebagai kebebasan kami dari segala kejahatan!” ( HR Muslim, no : 4897 )
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَ لْأََحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَا تِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامَا
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ وَالْحَمْدُ ِِللهِ رَبِّ الْعَالمَِيْنَ

.
عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ
وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

Assalamu`alaikum Wr. Wb.

Author: Choirul Fata
Judul asli : Pribadi Muslim Berprestasi

ara

diedit ulang oleh

HA. ROZAK ABUHASAN, MBA

https://arozakabuhasan.wordpress.com/

https://arozakabuhasan.blogspot.com

20150318 – Meneladani Rasulullah Saw Menuju Pribadi Muslim Berprestasi

Amar Ma`ruf Nahi Munkar

Amar Ma`ruf Nahi Munkar
KHUTBAH PERTAMA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin rahimakumullah
Puji syukur hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Kita bersyukur atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan kepada kita. Dialah Allah Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat iman, nikmat Islam, rezeki dan kesehatan.

Dialah pula yang telah menyisipkan hidayah iman dalam hati kita, yang dengan hidayah tersebut, kita dapat melangkahkan kaki menuju masjid ini; berkumpul bersama untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim, yaitu melaksanakan shalat Jum’at dan mendengarkan khutbah Jum’at. Semoga Allah Swt. menerima amal ibadah kita semua sebagai ibadah.

Shalawat serta salam semoga Allah curahkan selalu kepada junjungan kita Muhammad SAW, kepada para sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman; amin ya Robbal alamin.

Ikhwatal Iman rahimakumullah… jama`ah shalat jum’at yang berbahagia.
Selanjutnya, khatib mengajak kita semua termasuk diri khotib sendiri untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Karena tidak ada bekal terbaik yang dapat menyelamatkan kita dalam kehidupan di dunia dan akhirat kelak kecuali taqwa. Tidak ada pula derajat kemuliaan yang pantas disematkan kepada seseorang kecuali derajat ketaqwaan. Dengan taqwa kepada Allah inilah kita berupaya menjalani kehidupan sehari-hari kita, untuk keselamatan dunia akhirat.

Ikhwatal Iman rahimakumullah… jama`ah shalat jum’at Masjid Al-Fajr yang berbahagia.
Jika kita perhatikan dan kita amati, apa yang terjadi disekeliling kita, di tengah masyarakat, kita mendapatkan fenomena yang menjadikan kita semua prihatin.

Sekian banyak bentuk kesyirikan, kezaliman, kejahatan, kemaksiatan yang dengan begitu mudah kita temukan di sekitar kita bahkan masuk kedalam rumah-rumah kita melalui media TV.

Contohnya :
• praktek kesyirikan sudah menjadi suatu yang biasa dilakukan orang. Bahkan dukun, para normal, tukang ramal, ahli zodiak, dan orang-orang semacam mereka, yang jelas-jelas melakukan praktik kesyirikan, dianggap sebagai tokoh panutan dan memiliki tempat terhormat di tengah masyarakat.
• Praktek ibadah yang dipengaruhi budaya atau adat istiadat yang tidak sesuai dengan ajaran Agama yang benar dan tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.
• Contoh lain di antara saudara-saudara kita sudah tidak bisa lagi menghargai nyawa, harta orang lain, dan bahkan tidak bisa menghargai kehormatan manusia. Semua itu terjadi karena mereka telah meninggal-kan Agama yang hanif yaitu agama Islam, mereka menuruti hawa nafsu, terpedaya dan tertipu oleh bujuk rayu setan serta gemerlapnya kehidupan dunia.
• Di sisi lain, di antara kaum muslimin sendiri tidak lagi memiliki rasa kepedulian terhadap saudaranya sesama muslim, tidak peduli dengan kejadian dan kondisi yang ada, sehingga segala bentuk kemungkaran semakin hari tumbuh subur, dan sebaliknya segala bentuk kebaikan mulai terkikis dan asing. Orang-orang yang ingin selalu konsisten dan istiqamah menjalankan agama dengan benar menjadi asing di tengah masyarakatnya. Sikap ke-Islaman yang baik terkesan batil dan begitu juga sebaliknya. Yang sunah dan sesuai dengan contoh Rasulullah Saw. dianggap sebagai sikap beragama yang ekstrim, dan sebaliknya yang bid’ah dianggap sebagai jalan kebenaran sejati.

Semua itu terjadi karena yang menjadi tolok ukur beragama adalah perasaan dan logika semata dengan dalih ilmiah, bukan Iman yang kokoh. Iman yang kokoh adalah iman yang tidak sedikitpun tergoyahkan,  tidak sedikitpun tercemar oleh bisikan syaithan, bisikan ajaran kaum munafikin dan kafir, ajaran sesat dan menyesatkan.serta budaya atau adat kebiasaan.

Aliran sesat dan paling menyesatkan adalah ajaran Syiah. Syiah mengaku Islam, tetapi sesungguhnya akidah Syiah tidaklah sama dengan akidah ummat Islam. Syiah merupakan induknya kesesatan dari seluruh aliran sesat yang ada. Sehingga anggapan bahwa akidah Islam sama dengan akidah Syiah adalah sebuah kesalahan yang luar biasa.1)

Menurut Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), KH Athian Ali M. Da`i, Lc, MA, menyatakan: Syiah dilihat dari sisi akidah maupun syariah adalah sesat dan menyesatkan serta diluar Islam.1)

Seorang tokoh NU sendiri seperti KH Irfan Zidny MA (alm) merasa gusar terhadap sikap sejumlah intelektual dan ulama yang memposisikan Syiah sama saja dengan Islam, padahal mereka itu tidak tahu banyak tentang Syiah. 1)

Bahkan sebenarnya Al-Quran Syiah terdiri dari 17.000 ayat. Orang yang mengatakan Al-Quran Syiah tidak ada bedanya dengan Al-Quran ummat Islam, adalah bohong atau taqiyah yang tujuannya adalah usaha mendekatkan Syiah dan Islam. Hadist pun beda, Syahadat beda, Sholat beda, azan beda, rukun Islam dan Rukun Iman beda.

Jamaah salat Jumat rahimakumullah
Sebegitu hebat kemungkaran yang telah dianggap biasa di tengah masyarakat kita, sampai yang baik menjadi suatu yang dianggap aneh, yang aneh dianggap benar dan ilmiah. Orang yang rajin shalat berjamaah aneh, kaum muslimah yang mengenakan hijab sesuai syariat aneh, rajin ke tempat-tempat pengajian atau majelis-majelis ta`lim aneh, dan semua yang sebenarnya adalah tepat sebagaimana yang diridhai Allah Subahanahu wa Ta’ala, menjadi suatu yang aneh dan asing.

Maka sungguh benar sabda Rasulullah Saw. :
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيْبًا وَسَيَعُوْدُ كَمَا بَدَأَ غَرِيْبًا، فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ، الَّذِيْنَ يُصْلِحُوْنَ مَا أَفْسَدَ النَّاسُ مِنْ بَعْدِيْ مِنْ سُنَّتِيْ
“Islam mulanya dianggap aneh (asing) dan akan kembali dianggap asing seperti semula. Maka kabar gembira yang besar bagi orang-orang yang dianggap aneh (asing), yaitu, orang-orang yang memperbaiki (menjalankan dengan baik) perkara-perkara sunahku yang telah dirusak orang-orang setelahku.” (HR. Ahmad dan Muslim)

Jamaah salat Jumat rahimakumullah
Hal ini hendaknya menjadikan kita mawas diri dan berusaha menjadikan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar kita untuk selalu menjaga dan berupaya secara aktif membentengi akidah ummat Islam dari rongrongan virus-virus akidah yang dihembuskan oleh para penyebar ak\liran sesat terutama oleh para pengikut aliran sesat dan menyesatkan Syiah. Syiah bukan Islam. Syiah Musuh Islam.

Rasulullah Saw. bersabda,
مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُوْدِ الله وَالْوَاقِعِ فِيْهَا كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوْا عَلَى سَفِيْنَةٍ فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلَاهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا فَكَانَ الَّذِيْنَ فِي أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ الْمَاءِ مَرُّوْا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ فَقَالُوْا: لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِي نَصِيْبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا؛ فَإِنْ يَتْرُكُوْهُمْ وَمَا أَرَادُوْا هَلَكُوْا جَمِيْعًا وَإِنْ أَخَذُوْا عَلَى أَيْدِيْهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيْعًا.
“Perumpamaan orang yang teguh dalam menjalankan hukum-hukum Allah dan orang yang terjerumus di dalamnya, adalah seperti sekelompok orang yang berada di dalam sebuah kapal, ada yang mendapatkan tempat di atas melewati orang-orang yang di atas, dan ada yang memperoleh tempat di bawah. Sedang yang di bawah jika mereka berkata, ‘Lebih baik kita melobangi tempat di bagian kita ini (bagian bawah), supaya tidak mengganggu kawan-kawan kita yang di atas.’ Rasulullah bersabda, ‘Maka jika mereka yang di atas membiarkan orang yang di bawah (melakukan hal itu), pasti binasalah semua orang yang ada di dalam perahu tersebut, namun apabila mereka mencegahnya mereka semua akan selamat’.” (HR. Al-Bukhari no. 2493).

Jamaah salat Jumat rahimakumullah
Jika kita renungkan dalam perumpamaan yang disabdakan oleh Nabi Saw. ini, maka kita akan mendapatkan gambaran yang jelas tentang keutamaan mengajak orang kepada kebaikan dan mencegah dari perbuatan jahat dan mungkar, yang kita kenal dalam istilah amar ma’ruf nahi munkar.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَن تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلآَأَوْلاَدُهُم مِّنَ اللهِ شَيْئًا وَأُوْلاَئِكَ هُمْ وَقُودُ النَّارِ
“Kalian adalah umat yang terbaik yang pernah dilahirkan untuk manusia, karena menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar,dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran: 110)

Apabila kemungkaran dibiarkan, maka ilmu Agama akan semakin redup di tengah masyarakat dan kejahilan justru akan semakin merajalela, karena apabila kemaksiatan demi kemaksiatan begitu saja dilakukan orang, dan dibiarkan begitu saja tanpa ada usaha untuk merubahnya, maka masyarakat yang memang minim dengan ilmu agama akan menganggap itu semua sebagai suatu yang bukan maksiat.

Mendiamkan maksiat dan kemungkaran boleh jadi akan menyebabkan kemaksiatan menjadi suatu yang bagus dalam pandangan masyarakat luas, sehingga sebagian masyarakat akan meniru perbuatan pelaku maksiat karena menganggapnya sebagai sesuatu yang bagus.” (Dikutip dari Tafsir as-Sa’di secara ringkas dan adaptasi, Ali Imran: 78-79).

Jamaah salat Jumat rahimakumullah
Oleh karena itu, amar ma’ruf nahi munkar adalah kewajiban setiap muslim yang paling utama, yang akan menjadi jalan keselamatan dan menghindarkan dari murka Allah, di dunia maupun di akhirat. amar ma’ruf nahi munkar harus tegak, dalam segala tataran masyarakat, baik sosial, individu, keluarga, masyarakat, nasional bahkan internasional. Kita harus senantiasa ingat bahwa amar ma’ruf nahi munkar adalah perintah Allah, yang mana Allah menjanjikan keberuntungan bagi kita bila menegakkannya.

Perhatikan Firman-Nya berikut ini,
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةُ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلاَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali-Imran: 104)
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Kepedulian kita untuk merubah kemungkaran, adalah salah satu di antara barometer keimanan kita. Kita renungkan Firman Allah (QS.Al-Bayyinah 98: 5)

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَ‌ٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ ﴿٥﴾

5. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.

Dalam ayat berikutnya :
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَـٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ ﴿٧﴾ جَزَاؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَ‌ٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ ﴿٨﴾
6. Sesungguhnya orang-orang yang kafir Yakni ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
7. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
8. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadanya. yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. (QS 98 : 6-8)

Kita memohon kepada Allah agar diberi kekuatan bashirah, kekuatan hati, kekuatan ilmu, kekuatan lisan untuk membedakan antara yang hak dan yang batil, yang ma’ruf dan yang mungkar, kemudian kita bersama-sama menegakkan yang ma’ruf dan memberantas segala bentuk kemungkaran dan kebatilan.

Semoga Allah menggolongkan kita sebagai mukmin sejati, melimpahkan rahmat bagi kita, dan menjadikan kita sebagai orang-orang yang beruntung.

َللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.

Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami bahwa kebenaran itu memang benar, dan berilah kami kemampuan untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami, bahwa kebatilan itu memang batil; dan jauhkanlah kami daripadanya.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَىمُحَمَّدٍ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا وَ آخِرُ دَعْوَانَا الْحَمْدُِ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من
الآيات و الذكر الحكيم أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم

Assalamu`alaikum Wr. Wb

Penulis: Ustadz Husnul Yaqin, Lc.
Sumber:  Berbagai sumber

1) Lembar Kajian Syakhshiyyah Islamiyyah, Forum Ulama Ummat Indonesia, edisi 17 Tahun XII Sabtu 20 Safar 1436H / 13 Desember 2014.

araDi edit ulang untuk Khutbah Jumat / Tausiyah
Oleh : H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA

https://arozakabuhasan.wordpress.com/

20150131-Amar Ma`ruf Nahi Munkar – Syiah Bukan Islam

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

Khutbah Jumat Pilihan

bersama membentengi akidah ummat

masjidalfajrblog

DEWAN KEMAKMURAN MASJID AL-FAJR BANDUNG

ARA

Hidup adalah amanah dari Allah Swt.

WordPress.com Apps

Apps for any screen

syiah981

bersama masuk surga

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

KHUTBAH JUMAT PILIHAN

bersama membentengi akidah ummat

SITUSARA situs ara

bersama membentengi akidah ummat

"masjid tanpa warna" MASJID AL-FAJR

Membentengi akidah sesuai Al-Quran dan Hadist

ARA-SILSILAH

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

%d bloggers like this: